Surat yang sudah kuterima, itu berkat tukang pos (MLK)
Ada cerita tentang sepasang kekasih yang begitu rajin saling menulis surat? Bertahun-tahun pacaran lewat surat. Akhirnya sang gadis memutuskan kawin dengan tukang pos, karena mengikuti pepatah Jawa “Trisno Jalaran Kulino”. Cinta itu tumbuh karena sering ketemu. Ada pula sebuah film legendaris, The Postman, diperankan oleh Kevin Costner yang mengisahkan hal lain bahwa tukang post itu merupakan pahlawan. Suatu negara bisa merdeka karena tukang post. Saya teringat saya akan surat-surat RA Kartini, yang dikirim ke seorang sahabatnya di Belanda. Surat-surat itu dikumpulkan dan lalu dibukukan dengan judul “Habis Gelap terbitlah Terang”!
Surat-surat Bung Karno menjadi semangat revolusi dan akhirnya membuat Indonesia merdeka. Kita bisa membaca surat-suratnya dalam buku “Di Bawah Bendera Revolusi”!
Kekuatan surat bisa kita nikmati sampai hari ini, yaitu Surat-surat para rasul seperti Paulus, Yohanes, dan Petrus. Saat ini aneka surat gembala dari para Paus dan para uskup, yang memberikan kedamaian kepada kita. Paulus, misalnya, bukanlah penulis yang baik, tetapi Roh Kudus mendampinginya. Paulus pernah mengungkapkan bahwa saya tidak bisa menulis, tapi oleh karena Kristus dan Roh kudus maka saya menulis.
Kini, tukang post sudah hampir kehilangan pekerjaan karena adanya surel/email, BBM, YM dsb. Tapi, bagaimana pun juga menurut saya tukang post masih tetap pahlawan.
Kartu natal, kartu lebaran dan kartu ulang tahun memang sudah sirna, tetapi semoga kita masih menyimpan surat cinta yang pernah kita tulis 20 atau 30 tahun lalu. Kalau dibacakan ulang dihadapan anak dan cucu pasti suka cita besar menaungi kita semua.
Surat adalah ungkapan rasa, kemauan, keinginan, permohonan, dan kebahagiaan. Saya pernah mendapat kiriman/posting dengan judul Surat Bapa dari Surga. Isinya indah sekali. Saya beberapa kali mau menulis surat kepada Tuhan sebagai ungkapan doa, tapi selalu gagal. Saya berpikir mungkin karena belum merasa pantas, atau karena kata-katanya kurang bagus. Semoga suatu saat bisa kutemukan surat yang baik kepada Tuhan.
Saya rasa kita memang perlu sering menulis surat, terutama surat dalam hati. Kita ukir diatas kertas batin yang putih. Kita kirimkan kepada siapa saja dalam kata-kata cinta, misalnya, buat orang tua kita terutama yang sudah tiada, kekasih kita, suami istri kita, dan anak cucu kita. Kita tulis doa-doa kita dan kita kirim melalui tukang post. Tukang post yang paling hebat dalam diri kita adalah senyuman. Temanku seorang wanita pernah marah kepadaku karena aku suruh kirim surat pakai senyum. Dia bilang memang aku bunga maksudnya say it with flower, tetapi ketika ketemu dengan kekasihnya ternyata dia dapat hadiah kalung. Terus dia tanya kok kamu bisa tahu aku kepingin kalung. Kata kekasihnya, senyumanmu yang bicara! Sejak saat itu dia tidak marah lagi sama aku.
Kini aku mencoba selalu mengirim surat cintaku kepada semua sahabat melalui senyuman. Walaupun sekarang Anda sedang susah atau sedih, tapi percayalah surat-suratmu pasti terkirim dengan segera kalau dihantar oleh senyuman yang tulus dan bersahabat. Jangan sampai senyummu terpaksa karena tulisanmu akan telat dipahami orang lain.
Tuhan memberkati kita semua dengan Kasih karunia-Nya, agar surat-surat kita bisa didelivered oleh senyuman sebagai tanda cinta.
Tulisan ini kutulis saat perjalanan pulang dari pulau Nusa Kambangan menuju Pangandaran. Jalannya macet karena ada tabrakan. Hatiku sedih sekali melihatnya.









