Archive for August, 2013

Panti Asuhan

Sejenak kalau kita meresapi tentang suatu kehidupan maka sesungguhnya kita hidup dalam Panti Asuhan (JFK)

logo paKami menghirup udara di Sindanglaya Cipanas sambil melihat anak-anak Panti Asuhan Santo Yusup usia 10 -12 tahun sedang bermain dengan suka cita besar. Mereka sama sekali tidak memikirkan bahwa di sisi lain dalam dimensi berbeda mereka ada kekurangan antara lain kurang kasih sayang orang tua, bahkan ada yang sama sekali tidak punya orang tua. Saya memandang mereka dan tidak terasa air mata saya menetes dan saya menghapus dengan tissue.
Panti asuhan diibaratkan sebagai suatu wadah pengharapan dimana anak-anak yang tidak memiliki tumpuan masa depan. Mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churcil mengatakan bahwa “the price of greatness is responsibility” atau nilai suatu kebesaran adalah tanggung jawab. Jadi kalau kita mau jadi orang besar maka yang utama dan pertama yang dinilai adalah tanggung jawab.
JF Kenedy dalam kunjungan ke sebuah Panti Asuhan Katolik di New York sehabis pesta Paskah mengatakan bahwa tanggung Jawab yang terbesar di dunia ini adalah bagi dia atau siapa yang menaungi dan memberikan kasihnya melalui panti asuhan. JFK mengatakan dengan tegas bahwa sejenak kalau kita meresapi tentang suatu kehidupan maka sesungguhnya kita hidup dalam Panti Asuhan dan kita bertanggung jawab bagi mereka bukan orang lain.
Jadi kalau boleh saya memberi tanggapan bahwa kalau kita mau belajar menjadi orang besar, kita harus belajar tanggung jawab, tetapi kalau kita mau belajar tanggung jawab maka kita harus belajar dari sebuah panti asuhan. Kita sendiri berada dalam panti asuhan yang dimaksud dan bukan orang lain. Kita memang di dunia ini hidup dalam panti asuhan.
Tuhan sendiri menjadi sandaran kita dan Dia membuat panti asuhan buat kita semua. Dia menjadi pusat tanggung jawab terbesar yang kita harus contoh. Bayangkan saja kalau suatu hari matahari lupa terbit atau bumi berhenti berputar, seperti yang sering kita lakukan, yang kurang bertanggung jawab terutama menjaga diri kita sendiri, maka kita menjadikan diri kita panti asuhan bagi diri kita sendiri karena kurang beertanggung jawab.
Tuhan begitu sempurna untuk menjaga diri kita, merawat diri kita dan melindungi kita serta dan membahagiakan kita. Sebagaimana besar-Nya cinta Tuhan merawat kita marilah kita juga bisa memperhatikan sesama kita.
Saya masih memandang anak-anak panti asuhan bermain. Memang benar saya juga sudah yatim piatu, lalu apa yang saya lakukan? Di sini saya sepakat dengan kedua tokoh dunia WC dan JFK bahwa suatu nilai kebesaran adalah tanggung jawab dan belajar tanggung jawab kita harus belajar dari mereka yang merawat anak-anak di Panti Asuhan.
Siang hari ini saya makan siang seperti apa yang di makan oleh anak-anak panti asuhan Santo Yusup bersama panitia kecil MOGELA (Malam Opera Gerak dan Lagu) yang akan di gelar secara spektakuler nanti di MGK (Mega Glodok Kemayoran) pada hari Jumat, 11 Oktober 2013 jam 18.00.
Saya boleh mengatakan Suster Maria Bernadeth, FMM dan Pastor Gabriel Maing, OFM bukan saja memikul tanggung jawab besar, tetapi mereka berkarya penuh kebahagiaan.
Semoga kita yang sedang mengembara di bumi merasakan bahwa kita ini berada di panti asuhan dan Tuhan sendiri yang mengasuh dan mengasihi kita.

Advertisements

Percaya

Saat kita merasa sedih dan merasa susah serta merasa pahit, maka itu tanda-tanda kita mulai hilang kepercayaan, terutama kehilangan percaya pada diri sendiri (Adh).

images (16)Semalam saya menikmati makan malam di Segara, Pantai Ancol sambil mendengar suara ombak dan desiran angin. Dan sungguh indah karena ada bersama teman. Malam indah karena diisi dengan suka cita besar bisa bersama sahabat untuk berbincang dan berdikusi dalam keadaan sehat dan pikiran yang jernih juga pertalian persahabatan.
Dari sana bisa dilihat bahwa persahabatan itu dasar utama adalah percaya atau saling percaya. Ini menjadi dasar utama.
Dalam sidang paripurna MPR kemarin, Presiden SBY memberikan sambutan dalam pidato pembukaannya bahwa dasar dari kemampuan wakil rakyat bukan saja legitimasi yang diberikan kepada wakilnya, tetapi yang utama adalah percaya bahwa wakil rakyat mampu untuk memberikan perhatian terhadap kinerja pemerintah.
Satu cara mengubah dunia adalah percaya akan kuasa dan rencana-Nya. Bung Karno dalam pidato perayaan hari lahirnya Pancasila 1 Juni 1946 setahun setelah kemerdekaan, mengatakan bahwa rakyat harus percaya kepada pemerintah supaya negara bisa maju dan kuat. Beliau juga mengatakan kita harus percaya kepada generasi muda. Ia katakana : “Berikanlah kepadaku 10 pemuda dan aku akan merobah dunia, percayah!”.
Mengapa harus percaya? Inilah pertanyaan mendasar. Aristoteles menjelaskan bahwa percaya itu masuk dalam hukum, tetapi beliau menambahkan bahwa percaya itu ada 3 macam, yaitu percaya pada yang kuasa, percaya pada diri sendiri, dan percaya kepada sesama.
Dalam kehidupan, semua kegiatan yang kita lakukan berdasarkan percaya mulai dari membuka mata dipagi hari sampai malam saat kita tidur. Saat kita merasa sedih, merasa susah merasa pahit itu tanda-tanda kita mulai hilang kepercayaan, terutama kehilangan percaya pada diri sendiri. Percaya atau tidak saja sudah menyatakan percaya.
Seorang sahabat saya sedih sekali karena uangnya dipinjam sahabatnya dan sahabatnya bangkrut. Sepanjang malam dia tidak bisa tidur. Ia sedih marah benci bercampur aduk menjadi satu. Seakan-akan dunia mau ambruk, badan sakit-sakitan dan serasa mau bunuh diri. Suatu saat dia mengalami kecelakaan ditabrak mobil lalu masuk rumah sakit. Penabraknya adalah seorang wanita dan wanita itu menabraknya karena buru-buru ke rumah sakit karena mau melahirkan. Setelah seminggu kemudian dia dikunjungi oleh wanita tadi dan membawa serangkai bunga dan buah-buahan. Setelah pulang suami sang wanita itu menawarkan pekerjaan yang lumayan posisinya. Sejak saat itu dia sadar dan percaya diri bahwa Tuhan bekerja. Dia harus malu hati karena selama ini kehilangan kepercayaan. Sahabat saya ini sekarang menjabat direktur sebuah perusahaan. Kini, beliau juga menjadi sangat aktif dalam urusan gereja dan membantu kegiatan sosial.
Saya sendiri heran mengapa urusan PERCAYA begitu kuat pengaruhnya dalam kehidupan saya. Saya rasa iman kepercayaan itu memang bukan sekedar hiasan di bibir saja atau manis dalam cerita.
Tuhan telah memberikan kita suatu kekuatan, tapi kita lupakan bahkan kita sungguh menjadi tidak berguna. Sekarang kita memiliki segalanya, tapi kita tidak percaya akan kemampuan kita.
Jadilah terang untuk diri kita sendiri dan otomatis kita menjadi tetang untuk orang lain. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Sepeda

Kalau dipergunakan dengan baik dan aturan keselamatan terarah, maka sepeda itu sangat mengurangi polusi (Deng Xiaoping).

downloadDi awal reformasi tahun 80-an negara Cina sangat mengalami kesulitan, terutama saat perubahan suhu politik yang kurang menentu. Saat itu tampilah Deng Xiao Ping yang memberikan suatu wacana kebangkitan Cina, sehingga sekarang menjadi negara mega power bahkan sudah melewati Amerika lantaran reformasi di bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi ini dimulai ketika Deng Xiaoping mengeluarkan kebijakan perombakan tata ekonomi RRC. Gagasan perombakan ini dituangkan dalam gagasan empat bentuk modernisasi RRC. Empat bentuk modernisasi ini mencakup bidang pertanian, industri, iptek, dan militer.

Gagasan ini dikemukakan pada sidang pleno ketiga kongres Sentral Komite ke–XI Partai Komunis Cina (PKC) pada medio tahun 1978. Inspirasi bagi Deng Xiaoping untuk merekomendasikan perombakan tata ekonomi RRC.Menurut Deng Xiaoping hal ini perlu dilakukan karena kemunduran ekonomi RRC dapat memberi peluang terhadap keresahan sosial di dalam negeri. Hal ini juga dapat memberi kesan dan citra negatif bagi RRC.

Reformasi ekonomi dimulai di sektor pertanian. Pada tahun 1978, Deng kembali menghidupkan kebijakan sistem intensif Liu Shaoqi yang diperkenalkan pada awal tahun 1960-an. Kebijakan ini termasuk pasar bebas, kepemilikan tanah pribadi dan tanggung jawab petani dalam mengatur tanah pertanian mereka sendiri menurut kontrak.

Yang sangat menarik adalah penetapan quota keluarga setiap rumah tangga. Di mana pernyataan jelas bahwa membangun negara harus dimulai dari kekuatan dan keutuhan keluarga! Kebijakan ini menemukakan dua tipe kontrak, yaitu :

1. Baochan Daohu.
Hal ini mengharuskan rumah tangga memenuhi quota negara dan keperluan wilayahnya.
Semua rakyat bekerja keras untuk mendapat makanan dan kelebihannya bisa untuk kepentingan keluarga. Negara sangat menjaamin kehidupan keluarga dengan Politik anak satu! Walaupun banyak orang protes tapi sekarang seluruh dunia harus mengakui keberhasilan Cina dalam segala bidang.

2. Baogan Daohu.
Hal ini membolehkan rumah tangga untuk memperoleh hasil produksi yang lebih setelah terlebih dahulu memenuhi kebutuhan negara dan desanya. Baogan daohu ini juga menganjurkan rakyatnya menghemat energy salah satu adalah energy minyak. Itulah alasan mengapa Cina begitu maju pesat karena ketidaktergantungannya pada minyak bumi. Salah satu program keluarga adalah penggunaan sepeda sebagai pengganti motor dan mobil. Akibatnya produksi sepeda luar biasa dan penarik propaganda ini adalah sentimen polusi udara bukan hemat energy. “Kalau dipergunakan dengan baik dengan aturan keselamatan terarah, maka, sepeda itu sangat mengurangi polusi”

Langkah ekonomi reformasi Cina diikuti dengan mengembangkan industri manufaktur untuk memperluas dan meningkatkan usaha kecil menengah dan wiraswasta. Bukan cuma reformasi di pedesaan, tapi reformasi di perkotaan juga dilakukan dengan memprioritaskan untuk memperkuat perusahaan negara dengan memisahkan kepemilikan dari fungsi operasional. Reformasi itu juga memperkenalkan sistem tanggung jawab kontrak perindustrian dimana perusahaan-perusahaan besar milik negara dapat dengan sukarela menjadi perusahaan bersama dengan tanggung jawab yang dibatasi.

Cina memprioritaskan kepada sektor ekonomi yang dapat menghasilkan pertumbuhan yang pesat tanpa intervensi pemerintah yang besar. Cina juga membuka untuk penanaman modal asing (PMA).

Sungguh menjadi suatu pelajaran yang baik buat kita terutama masalah keluarga. Kalau negara mau memperhatikan keluarga, maka negara ini pasti maju dan kuat. Ini salah satu masalah yang justru tidak dilirik oleh negara kita. Sebaliknya kita banyak jumpai kehancuran keluarga. Bagaimana kita memperhatikan keluarga? Misalkan kita melihat Gereja apa yang dilakukan oleh Komisi Keluarga terhadap kawin campur, perceraiaan sampai kegagalan rumah tangga? Dipertanyakan berapa persenkah perceraian yang ada di dalam gereja kita? Kemauan untuk mempertahankan keutuhan keluarga demi gereja perlu perhatian lebih. Kita lebih banyak pangku tangan daripada turun tangan.

Mari kita bangkit membangun negara kita agar menjadi kuat dengan membangun “KELUARGA” yang kuat sehingga mendapat gereja yang kuat dan bangsa yang kuat serta akhirnya negara kita tercinta menjadi KUAT dan tidak dilecehkan begitu saja di luar negeri. Malu juga sih tapi mari kita berbuat sesuatu yang kecil saja dari diri kita. Ayo bersepeda! MERDEKA!

Kartu Kredit

Istilah uang plastik, uang KTP, uang utangan, macam-macam gelar kartu kredit, tapi yang pasti mempermudah transaksi.

cara-buat-kartu-kreditSemasa tahun 70-an kita cuma kenal kartu kredit Amex dan Diners Club. Diners Club sebagai charge card didirikan oleh Frank McNamara tahun 1950-an pada awalnya hanya sebagai perkumpulan makan-makan dan arisan atau giliran bayar, lalu berkembang menjadi bisnis yang bersifat international mengalahkan kartu kredit. Beda kartu kredit dengan charge card adalah kalau kartu kredit bisa bayar cicil sedangkan charge card harus bayar lunas saat jatuh tempo. Selain itu masih banyak tipe kartu untuk pembayaran seperti Debit Card (ATM), Smart Card (Etoll dll ), Smart money (Niaga), Gramm (QNB), sampai Alto atau Master yang bisa dilink ke ATM atau Kartu Kredit.
Saya memegang Diners Club pada tahun 1978, pertama kali setelah Amex masuk Indonesia. Saat itu merchantnya tidak ada jadi hanya berguna kalau dipakai di luar negeri. Menjadi member Amex atau Diners Club sangat susah karena melalui fit and proper test dan bisa berbulan-bulan. Saya beruntung karena Darmanto dan Bapak Soetanto (kemudian dua-duanya jadi Dirut Amex Indonesia) teman saya namanya dipakai di iklan Amex. Mereka merekomendasi saya memakai Amex dan dalam waktu yang bersamaan pemegang kartu Amex juga memegang Diners Club. Pada saat penyerahan kartu di hotel Indonesia dan Mr. Frank McNamara sendiri datang dan makan malam bersama. Sayangnya kartu Amex dan Diners Club sudah tidak favorit lagi karena diganti Master dan Visa yang lebih flexible dan mudah didapat.
Saya menggunakan kartu kredit Citibank Ultima Platinum. Sekarang ini lagi ada promo nonton gratis di Studio XXI dengan tukar point jadi asyik juga. Selain itu BNI menawarkan makan gratis di 7 restaurant terkenal untuk 2 orang. Lalu, UOB menawarkan tour keliling dunia. Sedangkan Mandiri menawarkan buy one get one untuk tiket business class Garuda (paling sering saya pakai karena jatuh murah sekali). Begitu gencar para bank mempromosikan Kartu Kredit dengan segala cara merayu konsumen agar memakai Kartu Kredit tanpa bayar atau gratis iurannya.
Uang plastik saya rasa tepat sebutannya. Selain aman dan terkontrol pemakaiannya, juga banyak keuntungan, tetapi jika disalahgunakan bisa menjadi bumerang yang memicu stress. Keluarga dan teman-teman bisa susah karena pemakaian kartu kredit yang tidak bertanggung jawab.
Ada suatu kisah, suatu hari kami makan malam dengan beberapa pastor dari Papua. Sehabis makan, istri saya bayar pakai Kartu Kredit. Saat itu salah satu romo bangun berdiri, katanya aduh kasihan kalau ibu ga ada uang kok harus gadai KTP. Lucu sekali, tapi saya selalu teringat kisah itu dan menjadi suatu renungan tersendiri. Mengapa? Karena seperti rasa perhatian romo tadi! Memang kita hidup ini seperti Kartu Kredit, “bisa dipakai tapi bukan milik kita”,
tetapi milik bank. Dan bank kita adalah kehidupan di atas sana. Di mana tidak ada keluh kesah dan air mata lagi kalau kita sudah kembali kepada pemiliknya. Di bumi, kita boleh memakai diri kita sesuka kita, tapi kelak kita harus membayarnya. Kita harus mempertanggungjawabkan seperti halnya debt collector yang menagih hutang karena kita memakai kartu kredit tapi tidak bayar. Kita pun akan sama halnya kalau memakainya bukan menjadi hak kita. Sebaliknya jika kita menabung dengan deposito berkelebihan kita juga akan menikmati sukacita yang besar pula. Itulah hidup.
Semoga kita bisa memanfaatkan kartu kredit kehidupan sekemampuan kita hidup. Jika memungkinkan kita menyimpan kebaikan sebagai kreditur bukan sebagai debitur sebagi akhir pertanggung-jawaban kita.
Semoga kita mampu memanfaatkan seluruh yang dipinjamkan Tuhan kita dengan penuh tanggung jawab. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Ring Tone

Memanggil, mengenang dan menggembirakan, karena tentu ring tone di gadget bisa menjadikan kita penuh suka cita (Adh)

iphone-ringtones3Saya rasa semua orang di kota besar atau di pedesaan sekarang memiliki telepon genggam. Sudah bukan sesuatu yang langka karena dimana saja dengan mudah kita bisa membeli telepon dengan harga murah. Saya masih ingat awal tahun 80-an memiliki telepon genggam atau handphone sangat susah. Waktu itu saya masih pakai Dancall atau Erickson beratnya bisa 5 sampai 6 kg dan berat sekali, tetapi itu sudah bagus karena sebelumnya kita pakai telepon dengan pemakai lebih dari 10 orang jadi mau telepon harus sharing. Pada tahun-tahun berikutnya Motorola mengeluarkan telepon genggam walaupun sudah lebih ringan tapi masih cukup berat. Sampai suatu saat bermacam-macam merk telepon genggam masuk Indonesia dan mungkin saat itu NOKIA masih menjadi market leader.

Saya perhatikan perjalanan teknologi telepon genggam yang menarik adalah daya simpan atau kapasitas memorinya, baik yang internal atau yang menggunakan kartu memori. Dengan menggunakan fasilitas memori yang besar kita bisa isi macam-macam, mulai dari Alkitab, Alquran dan lagu-lagu kesenangan kita, termasuk ring tone dan nada sambung. Karena keduanya ini memberikan inovasi dan bisnis milyardan dollar di seluruh dunia, maka seluruh provider di Indonesia berebutan pasar nada sambung dan ring tone. Bisnis ini membuat banyak orang kaya mendadak.

Ring tone dan nada sambung memasuki akhir tahun 2008 sangat menurun dan hampir menghilang dari pasaran dunia telepon genggam. Tapi, saat memasuki tahun 2009, teknologi Blackberry menyajikan permainan menarik dengan BBMnya. Lalu, sebagian besar orang melupakan ring tone dan nada sambung. Walau sebagian orang masih menggunakannya, tetapi sekarang sangat terbatas sekali. Hampir para pengguna telepon melupakan ring tone dan nada sambung. Bagi pengguna handphone asal bunyi saja sudah cukup.

Kembali ke nada sambung dan ring tone, saya ingin bercerita saat memasuki tahun 1995 sampai 2005, sepuluh tahun lebih masa yang benar-benar memberikan banjir uang buat provider dan para produksi rekaman. Dalam sebuah kesempatan, saya bersama teman seorang direksi salah satu provider, kami berkunjung ke kantornya. Di sana saya diperlihatkan bagaimana uang mengalir dan sangat menguntungkan. Bayangkan sehari bisa puluhan milyard uang masuk. Siapa yang tidak ngiler. Pulang dari sana, saya berjumpa dengan beberapa teman di Komisi Liturgi KWI dan kami juga ikutan bagaimana meramaikan SMS rohani dan lagu-lagu masuk dalam kencah ring tone dan nada sambung. Lumayan juga hasilnya buat kepentingan opersional Komisi Liturgi.

Dari sisi rohani, ring tone dan nada sambung sangat membantu. Kadang di kala sedih bisa mendengar lagu-lagu akibat telpon masuk, sehingga kita bisa senyum sendiri. Atau bila kita telepon teman terdengar lagu kesayangan kita, malah kita bilang : “Lain kali kalau telepon jangan buru-buru diangkat, kan aku masih mau menikmati lagu! ” Lagu “Janji-Mu Seperti Fajar Pagi Hari ” sempat hinggap di nada sambung dan ringtone telepon saya selama lebih dua tahun. Saya suka sekali mendengar lagu tersebut karena menyenangkan dan menenangkan hati.

Ring tone memberikan suatu kenangan tersendiri. Saya rasa para sahabat pasti punya pengalaman yang sama dengan saya, karena pasti suka pasang berganti-ganti nada sambung kendati bayarannya lumayan. Langganannya juga lumayan. Saat mendengarkan ring tone memberikan semangat dan curahan hati tersendiri.

Beberapa teman Pastor bersama-sama kita sedikit mendekatkan masalah ring tone dengan kehidupan rohani. Secara psikologis, dari hasil beberapa kali diskusi, ternyata ring tone lagu-lagu rohani sangat membantu kita terutama dalam ketenangan hidup. Ring tone memberikan semangat kerja dan juga suatu pengharapan tersendiri. Selain itu, ring tone juga bisa memberikan berita khabar gembira injil. Jadi, bagi pendengar bukan orang Kristen, dia akan bertanya-tanya apakah Keuskupan Agung Jakarta pernah mengeluarkan handphone dalam doa dan kisah orang suci? Saya belum pernah punya, tapi buat saya itu ide yang bagus. Mungkin kita bisa mundur sejenak. Bagi sahabat semua kita kembali menggunakan lagu rohani sebagai ring tone atau nada sambung kita. Saya rasa sangat baik untuk perkembangan rohani kita. Mari kita coba walau ini sudah dianggap kuno. Tuhan memberkati dan melindungi kita. Melalui ring tone kita juga bisa diutus untuk melayani. Salam dan doa.

Keputusan (3)

Apapun yang terjadi dalam diri kita, kita harus mengambil keputusan, berdiam diri juga termasuk keputusan yang kita ambil (Philip Kotler).

images (15)Philip Kotler (lahir May 27, 1931 di Chicago, Illinois) adalah seorang American Marketing Author, Consultant dan the S. C. Johnson Distinguished Professor of International Marketing at the Kellogg School of Management at Northwestern University. Dia menulis lebih dari 40 buku marketing, termasuk Principles of Marketing. Kotler on Marketing: How to Create, Win, and Dominate Markets,
and Marketing From Products to Customers to the Human Spirit. The decision must be even if we remain silent. Bagi para Eksekutif yang bergerak di bidang Marketing nama beliau sudah tidak asing.

Dalam suatu pidato ilmiah di, Massachusetts Institute of Technology (MIT), beliau mengutamakan masalah pengambilan keputusan. Apapun dan siapapun harus mengambil keputusan. Yang menarik buat kita sikapi adalah apapun keputusan kita, itu adalah benar. Jadi, tidak ada keputusan yang salah, karena kita harus memilih sekian banyak keputusan, dan yang kita ambil adalah yang terbaik menurut kita, sehingga semua keputusan yang kita ambil tidak perlu disesali atau kecewa. Sejelek apapun hasilnya, karena itu adalah konsekwensi atau risiko dari pengambilan keputusan, karena waktu tidak bisa diputar kembali kata beliau.

Saya juga bertanya dalam hati, apa saja yang saya perlukan dalam mengambil keputusan? Ada yang mengatakan dengan naluri atau instink, misalnya, dalam hal memilih pasangan hidup atau hitung kancing atau tunggu tokek berbunyi untuk pilihan ya atau tidak.

Ada 3 hal mendasar yang saya perlukan untuk mengambil keputusan. Pertama, analisa SWOT, matematis dan pengetahuan. Kedua, faktor internal seperti kemampuan membaca situasi dan kondisi, waktu yang tepat, dan keadaan serta kapasitas. Ketiga, faktor luck atau keberuntungan, saya lebih cenderung mengatakan campur tangan Tuhan. Apakah Tuhan memberikan kesempatan dan tanggung jawab buat kita! Untuk pekerjaan rutin lebih mudah daripada mengambil keputusan dalam sebuah kasus.

Mari kita berharap agar Tuhan memberikan kemampuan kita untuk mengambil keputusan, khususnya, buat sahabat yang mulai hari pertama bekerja setelah libur panjang. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Score

Seperti halnya bermain game, kita ingin mencari score atau nilai tertinggi, seperti kita bekerja mengejar prestasi (Adh)

credit-scoreKita semua bersyukur karena libur panjang segera berakhir dan mulai masuk kerja lagi. Seperti orang baru bangun tidur rasanya malas sekali turun dari tempat tidur. Ada sebuah nasihat orang tua bahwa jika anda bangun tidur jatuhkan semua bantal anda dilantai, lalu pungut satu persatu, kemudian atur rapi! Saya tidak tahu dari mana asal mulanya nasihat itu, tetapi setelah saya coba manjur sekali, apa lagi bangun pagi di hari Senen, malasnya luar biasa. Ingat lagu anak-anak : bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi kutolong ibu membersihkan tempat tidurku!

Hari pertama masuk kantor setelah libur panjang bisa jadi menyenangkan karena kembali aktivitas, berjumpa teman-teman, dan enak sekali menikmati hari-hari penuh semangat kerja.
Bisa juga sebaliknya akan menjengkelkan karena ketemu orang yang kita benci, ketemu orang yang kita tidak sukai, pekerjaan yang membosankan, bos yang reseh dan suka marah-marah dan banyak hal lagi. Sekarang kita berada dimana?

Kalau menyenangkan nah ini yang asyik! Tapi bukan berarti menjengkelkan tidak asyik!
Seorang sahabat wanita saya pernah bercerita kalau dia benci sekali sama bossnya, karena suka marah, bentak-bentak dan kurang menghormati karyawam. Dia ingin hari pertama masuk kerja setelah libur panjang yaitu membalas dendam dengan keusilan dan kejenakaan, yaitu memberi kwani, biji-bijian penyebab gatal di kursi bossnya. Hari pertama semua karyawan jadi penuh suka cita karena bossnya joget terus sambil garuk-garuk, tapi kisah ini berlanjut jadi kenyataan bahwa bossnya sekarang telah menjadi suaminya. Kisah nyata ini suka diceritakan kembali tanpa setahu suaminya! (Mohon jangan ditiru ya)

Saya sendiri mengalami kedua hal itu sekaligus, tetapi dalam hati saya suka tantangan. Apapun yang saya hadapi semakin sulit semakin asyik. Seperti halnya bermain game, kita ingin mencari score atau nilai tertinggi, seperti kita bekerja mengejar prestasi. Semakin sulit tingkat kesulitannya semakin asyik, termasuk senang kalau scorenya bisa tinggi. Bagi penggemar Angry Bird, penciptanya punya pengalaman sama dengan saya. Bagaimana mengalahkan kejengkelan hati, bisallah berubah menjadi suka cita. Dosen saya di tahun 80-an mengajak saya mengatasi kejengkelan saat bermain golf. Katanya kalau mau memukul bagus, anggap saja bola golf adalah kepala dosen yang paling menjengkelkan. Kisah ini banyak dipraktekkan di lapangan golf. Cuma saya tidak ikutan, karena saya selalu menganggap kejengkelan jangan dihindari tetapi justru dihadapi dan di sini tantangan berat yang harus diatasi.

Hari kerja setelah libur panjang, paling berat adalah rasa kantuk dan enggan berpikir, karena otak kita seperti kita baru bangun tidur, malas dan sangat enggan bergerak. Mari kita bermain game dengan mencari score tertinggi. Caranya adalah buat puzle dengan kertas kotak-kotak (buat belajar menulis huruf kanji/mandarin) berilah silang (x). Jika menjengkelkan dan lingkaran (o) kalau menyenangkan. Baris pertama adalah jam pertama dan baris kedua adalah jam kedua dan seterusnya. Dalam hari pertama sampai hari ke-5 hayo banyak mana (o) atau (x)? Anda akan bersuka cita saat kelima lembar kertas anda baca sendiri. Sungguh luar biasa karena setiap langkah kita diatur oleh Tuhan dan tangan kasih-Nya membimbing kita. Di sini anda bisa melihat dan menyaksikan sendiri karya Tuhan dalam diri kita, asalkan kita jujur dan mau mengenal Kasih-Nya.

Nilai atau score sebenarnya adalah berkat Tuhan demikian juga prestasi. Semakin besar prestasi anda, di sana Tuhan bekerja lebih keras memberkati anda. Ingatlah nilai atau score atau prestasi diberikan cuma-Cuma, tetapi kita dituntut tanggung jawab besar. Semakin tinggi prestasi anda semakin besar tanggung jawab anda. Tuhan memberkati. Salam dan doa.