Score

Seperti halnya bermain game, kita ingin mencari score atau nilai tertinggi, seperti kita bekerja mengejar prestasi (Adh)

credit-scoreKita semua bersyukur karena libur panjang segera berakhir dan mulai masuk kerja lagi. Seperti orang baru bangun tidur rasanya malas sekali turun dari tempat tidur. Ada sebuah nasihat orang tua bahwa jika anda bangun tidur jatuhkan semua bantal anda dilantai, lalu pungut satu persatu, kemudian atur rapi! Saya tidak tahu dari mana asal mulanya nasihat itu, tetapi setelah saya coba manjur sekali, apa lagi bangun pagi di hari Senen, malasnya luar biasa. Ingat lagu anak-anak : bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi kutolong ibu membersihkan tempat tidurku!

Hari pertama masuk kantor setelah libur panjang bisa jadi menyenangkan karena kembali aktivitas, berjumpa teman-teman, dan enak sekali menikmati hari-hari penuh semangat kerja.
Bisa juga sebaliknya akan menjengkelkan karena ketemu orang yang kita benci, ketemu orang yang kita tidak sukai, pekerjaan yang membosankan, bos yang reseh dan suka marah-marah dan banyak hal lagi. Sekarang kita berada dimana?

Kalau menyenangkan nah ini yang asyik! Tapi bukan berarti menjengkelkan tidak asyik!
Seorang sahabat wanita saya pernah bercerita kalau dia benci sekali sama bossnya, karena suka marah, bentak-bentak dan kurang menghormati karyawam. Dia ingin hari pertama masuk kerja setelah libur panjang yaitu membalas dendam dengan keusilan dan kejenakaan, yaitu memberi kwani, biji-bijian penyebab gatal di kursi bossnya. Hari pertama semua karyawan jadi penuh suka cita karena bossnya joget terus sambil garuk-garuk, tapi kisah ini berlanjut jadi kenyataan bahwa bossnya sekarang telah menjadi suaminya. Kisah nyata ini suka diceritakan kembali tanpa setahu suaminya! (Mohon jangan ditiru ya)

Saya sendiri mengalami kedua hal itu sekaligus, tetapi dalam hati saya suka tantangan. Apapun yang saya hadapi semakin sulit semakin asyik. Seperti halnya bermain game, kita ingin mencari score atau nilai tertinggi, seperti kita bekerja mengejar prestasi. Semakin sulit tingkat kesulitannya semakin asyik, termasuk senang kalau scorenya bisa tinggi. Bagi penggemar Angry Bird, penciptanya punya pengalaman sama dengan saya. Bagaimana mengalahkan kejengkelan hati, bisallah berubah menjadi suka cita. Dosen saya di tahun 80-an mengajak saya mengatasi kejengkelan saat bermain golf. Katanya kalau mau memukul bagus, anggap saja bola golf adalah kepala dosen yang paling menjengkelkan. Kisah ini banyak dipraktekkan di lapangan golf. Cuma saya tidak ikutan, karena saya selalu menganggap kejengkelan jangan dihindari tetapi justru dihadapi dan di sini tantangan berat yang harus diatasi.

Hari kerja setelah libur panjang, paling berat adalah rasa kantuk dan enggan berpikir, karena otak kita seperti kita baru bangun tidur, malas dan sangat enggan bergerak. Mari kita bermain game dengan mencari score tertinggi. Caranya adalah buat puzle dengan kertas kotak-kotak (buat belajar menulis huruf kanji/mandarin) berilah silang (x). Jika menjengkelkan dan lingkaran (o) kalau menyenangkan. Baris pertama adalah jam pertama dan baris kedua adalah jam kedua dan seterusnya. Dalam hari pertama sampai hari ke-5 hayo banyak mana (o) atau (x)? Anda akan bersuka cita saat kelima lembar kertas anda baca sendiri. Sungguh luar biasa karena setiap langkah kita diatur oleh Tuhan dan tangan kasih-Nya membimbing kita. Di sini anda bisa melihat dan menyaksikan sendiri karya Tuhan dalam diri kita, asalkan kita jujur dan mau mengenal Kasih-Nya.

Nilai atau score sebenarnya adalah berkat Tuhan demikian juga prestasi. Semakin besar prestasi anda, di sana Tuhan bekerja lebih keras memberkati anda. Ingatlah nilai atau score atau prestasi diberikan cuma-Cuma, tetapi kita dituntut tanggung jawab besar. Semakin tinggi prestasi anda semakin besar tanggung jawab anda. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

20 responses to this post.

  1. Posted by maria sefani on December 5, 2013 at 7:58 am

    score ataupun nilai sebenarnya hanya formalitas saja, karen sesungguhnya kita hidup bukan untuk mengejar score saja.. karena kalau dikatakan kita hidup untuk nilai, maka kitaakan berada pada kemunafikan, dimana nilai tersebut yang akan mendominasi hidup kita dengan hal2 negatif, seperti pada halnya siswa yang ingin mencapai nilai tinggi, bukannya malah belajar untuk mendapatkannya namun malah mencontek. jadi score hanyalah formalitas penilaian saja yang diciptakan untuk memotivasi kita agar terus berusaha.

    Reply

  2. score merupakan nilai yang di berikan oleh seorang dosen ketika menyelesaikan assignment,
    score itu juga merupakan pencetakan angka ketika orang sedang bertanding di perlombaan

    joel timothy/01pa2/1701290141

    Reply

  3. score dibuat untuk mengetahui hasil akhir dari tantangan yang diberi kepada kita.semakin baik score yang kita dapat semakin bagus juga berarti apa yang kita kerjakan agar menggapai tujuan/score tersebut.semakin bagus score juga dijunjung oleh persiapan dan perencanaan yang baik.

    Reply

  4. Apa yang telah kita dapat sekarang adalah hasil dari kerja keras kita selama ini tetapi tak lupa selain usaha ini semua adalah pemberian nikmat dari Tuhan YME jadi semakin besar dan berhasil kita maka akan semakin besar pula tanggung jawab yang harus diemban nanti wallahu’alam 

    Reply

  5. Posted by Olivia Rusli on December 5, 2013 at 2:30 pm

    Berbicara soal score, saya teringat dengan kata2 salah satu dosen yang pernah mengajar saya. begini katanya “Jangan jadikan score sebagai tujuan, tapi jadikanlah reward dari proses yang anda lakukan, kalau prosesnya buruk, rewardnya ya buruk, kalau prosesnya baik ya tentu saja reward nya juga baik” beliau juga berkata “kalau kalian melalui proses A hasilnya A, berkali2 lewat proses itu ya tetep aja hasilnya A, ga akan jadi B, yang perlu dirubah itu prosesnya” dari situ saya termotivasi kalau ingin dapat nilai bagus, ya proses belajarnya juga harus baik, kalau ternyata hasilnya kurang, ya coba cara belajar lain.

    Reply

  6. ya, namun tentunya dalam meraih score, kita harus bertindak jujur.

    Reply

  7. Banyak orang melakukan segala cara agar bisa mencapai score yang diinginkan. Indikasi score/prestasi tiap orang berbeda-beda dari segi kualitas dan kuantitasnya. Orang yang menginginkan prestasi yang besar seharusnya memiliki usaha yang besar pula, tidak terlepas dari cara-cara yang jujur dan tidak merugikan pihak lain. Tetapi prestasi bukanlah ukuran keberhasilan. Keberhasilan ialah saat prestasi itu kita kembangkan lagi menjadi peluang dan hasil yang bermanfaat bagi siapa saja.

    Reply

  8. Sangaat setuju, Pak.

    Reply

  9. Score merupakan hasil akhir dari suatu tugas kita. Score yang menentukan apakah hasil selama kita belajar atau membuat sesuatu mempunyai kerja kerasnya atau tidak

    Reply

  10. Posted by Henricko Randy Setiawan on January 16, 2014 at 6:58 am

    Di indonesia, nilai adalah hal yang mutlak. Banyak orang yang hanya belajar untuk mengejar nilai. Dalam sekolah atau kuliah, tidak seharusnya kita mengasah kemampuan pengetahuan kita saja, tetapi juga kemampuan soft skill kita.

    Reply

  11. Posted by 01PNO-Andrien on January 16, 2014 at 8:00 am

    Tuhan mengatur setiap langkah kita. Yang harus kita lakukan hanyalah melakukan yang terbaik di setiap langkah. Semakin besar prestasi yang kita raih maka semakin besar pula tanggung jawab kita.

    Reply

  12. Posted by Daniel Dwidjayanto on January 16, 2014 at 8:55 am

    Memang hidup kita ibarat bermain game, kita pasti mengejar nilai tertinggi dan mendapatkan prestasi yang bagus agar bisa membanggakan orang tua. Namun kita juga perlu meningkatkan potensi yang lain yang ada pada diri kita

    Reply

  13. Posted by Christine Myrafirmin on January 16, 2014 at 9:39 am

    Menurut saya nilai bukanlah hal yang terpenting,yang terpenting adalah proses kita dalam mengerjakan sesuatu. Semakin kita melalui banyak proses maka kita semakin dibentuk.Percuma nilai yang tinggi namun didapat dengan proses yang tidak sepantasnya(curang).

    Reply

  14. Posted by Sutikno Maysen on January 16, 2014 at 12:24 pm

    Nilai hanya sebuah angka, hal yang penting merupakan prosesnya. Jika kita meraih nilai yang tinggi tetapi tidak mengetahui apapun, jadinya percuma.

    Reply

  15. Posted by 01PNO-Fulgensius on January 16, 2014 at 12:52 pm

    Semua orang mungkin akan mengejar score dan prestasi agar menjadi paling tinggi.. Tetapi orang bijak akan menggunakan prestasinya tersebut untuk kepentingan orang lain juga.. Ada pepatah “Di atas langit ada langit”, yg berarti kita tidak perlu mengejar yg paling tinggi, namun lebih baik menggunakannya untuk menolong sesama dan memuliakan Tuhan, sehingga akhirnya pun kita juga yg ditinggikan…

    Reply

  16. Posted by Aditya Arya Ramadhan on January 16, 2014 at 3:29 pm

    Kebanyakan orang Indonesia hanya melihat nilai, bukan usaha cara mendapatkan nilai tersebut.

    Reply

  17. Posted by Vinny Tan on March 24, 2014 at 10:06 am

    score atau nilai dapat kita artikan ke dalam banyak aspek. bukan hanya dalam sebuah perlombaan, juga dapat dengan nilai dari dosen. tetapi terkadang beberapa orang tidak melihat usaha yang lain untuk mendapatkan nilai/score tersbut. tetapi hanya memandang scorenya. padahal itu semua terkait sangat erat.

    Reply

  18. Posted by Steven on March 24, 2014 at 4:52 pm

    score dapat digunakan untuk mengukur kemampuan kita, selain itu score juga dapat menjadi standart penentuan untuk meningkatkan apa yang akan kita kerjakan

    Reply

  19. Posted by Reza Satria R on March 27, 2014 at 12:17 pm

    Selamat malam semua..

    Pada umumnya , banyak orang yang cepat menyerah dalam menghadapi suatu hal yang ditakuti , hanya sedikit yang bertahan dan memahami prinsip artikel diatas. Mengapa demikian? Menurut saya , orang-orang tersebut belum tentu tidak memiliki potensi untuk bersaing ,hanya saja mereka cenderung memasang target diluar dari kemampuan manage (mengelola) diri mereka sendiri , alhasil , nilai atau pembanding yang seharusnya mereka dapatkan , ternyata hilang begitu saja (tidak adanya refleksi diri). Nahh.. sama dengan nilai , bagi saya , nilai itu merupakan hasil dari jerih payah , pengorbanan dan reward atas apa yang dilakukan dalam mencapai suatu tujuan. Jika gagal , bukan berarti kita tidak mendapatkan apa-apa , tetapi gagal itu lah yang bertindak sebagai nilai terbesar yang pernah kita dapatkan untuk menjadi lebih baik.. ^^

    Terima kasih

    Reply

  20. Posted by Rinaldy on March 27, 2014 at 2:02 pm

    Memang kebanyakan orang Indonesia lebih terpaku pada mencari nilai/score yang baik,pada nyatanya seperti di dunia perkuliahan seperti itu.Mereka yang sering mendapat nilai/score baik belum tentu mendapatkan dengan hasil keringatnyaa sendiri,dan juga orang yang memiliki score baik pun belum tentu pada bidang lainnya baik seperti misalkan dia meiliki nilai baik tetapi tidak bersosialisasi,maka dia tidak memiliki social skill,dan dia akan sulit masuk ke pergaulan orang-orang disekitarnya.Jadi tidak selalu sesuatu harus di ukur dari nilai/score,tetapi harus dengan terkadang skill yang berbicara.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: