R e t r e t

Rm-Kris-1“Di mana saja, siapa saja dan kapan saja ada baiknya kita mendahulukan kebahagiaan orang lain, karena sesungguhnya kita sudah berbahagia mendahului”

Waktu menunjukan jam sepuluh malam. Bagi orang lain mungkin belum terlalu malam, tapi bagi warga Jakarta serasa terlelap dan ingin agar malam cepat berlalu karena cuaca hujan deras dan banjir di mana-mana. Saya sendiri menikmati berita televise tentang banjir yang melanda warga Jakarta. Hatiku sedih sekali dan serasa teriris-iris karena begitu banyak sahabat, teman, keluarga sesama yang lain sedang menderita akibat banjir. Penderitaan bertambah dengan matinya listrik PLN. Apalagi distribusi logistik bantuan untuk warga sangat lamban.
Ada sebuah keluarga melalui sms bahwa sebuah keluarga yang terdiri dari suami-istri dan anak-anaknya yang masih balita di daerah Pisangan Muara harus duduk di atas atap rumah. Pasalnya kasur dan perabot mereka sudah terapung. Bahkan sejak pagi mereka belum makan. Kisah yang sama disampaikan anak saya yang di atas mobil 14 jam tidak bisa pulang sejak pagi sampai malam. Hal serupa juga dialami oleh cucu saya pulang sekolah dari Pluit sampai rumah 12 jam. Hati saya bertanya mengapa semua harus terjadi dan apakah semua penyebabnya adalah kita sendiri?
Dalam sebuah seminar lingkungan hidup di sebuah hotel di Jakarta yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup era Megawati, saya hadir dan duduk di samping Bapak Menteri Lingkungan Hidup Sonny Keraf.
Dalam sebuah kesempatan panelis bertanya kepada saya apakah boleh mendengar pendapat saya tentang lingkungan hidup? Lalu, saya katakana : “Kalau berbicara Cinta kita berbicara saat sekarang karena kemungkinan besar di kemudian hari Cinta itu sudah tidak ada lagi. Kalau kita berbicara bisnis maka kita bicarakan investasi untuk masa yang akan dating, tetapi kalau kita berbicara tentang lingkungan hidup maka kita akan bicara masa lalu,” ungkap saya.
Banyak hadirin bertepuk tangan. Salah satu pembicara bertanya kepada saya bukankah semua kegiatan lingkungan hidup ini untuk masa depan? Saya jelaskan kepada beliau bahwa secara tidak sadar beliau mengatakan bahwa itu semua adalah sebab akibat dari masa lampau atau hanya mengembalikan semua kondisi seperti sebelumnya. Beliau menyambutnya dengan tepuk tangan tanda setuju dan semua hadirin juga bertepuk tangan dan Pak Keraf pada waktu itu memberikan salam buat saya.
Hari ini seluruh Kota Jakarta bersedih hati karena begitu besar penderitaan dan kerugian baik moril maupun materi. Saya coba meresapi kata-kata saya sendiri bahwa banjir ini adalah penyebab masa lalu. Kelakuan tindakan apa saja yang kita lakukan sampai menyebabkan banjir ini? Semuanya saling berkaitan mulai dari membuang sampah seenaknya, membangun rumah dan jalan tanpa memikirkan daerah resapan, merusak lingkungan dengan sampah. Persoalannya apakah kita mau memperbaikinya? Saya rasa tidak karena jika kita memandang masa depan maka lingkungan kita tidak menunjukan tanda-tanda lebih baik, tetapi hari ke hari akan semakin buruk sampai suatu saat kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan bumi tercinta ini.
Jadi hampir semua kegiatan kita tidak menyebabkan perbaikan tetapi cenderung merusak mulai pembabatan hutan dan perusakan ekosistem. Ada juga pendapat salah mengatakan bahwa untuk membangun kita justru harus merusak lingkungan.
Kita boleh lihat diri kita. Saya sebut ini “retret “. Sejak mulai menghidupkan mobil kita sudah mulai merusak sistem ozon dengan asap knalpot. Kita yang mengakibatkan efek rumah kaca. Pembangunan jalan menyebabkan kerusakan surface bore atau resapan air. Kala kita sampai di tempat kerja lingkungan sangat kotor. Tiada lagi bunga-bunga dan dedaunan indah. Tiada lagi kicau burung kenari. Di rumah, kita istirahat bersama air condition atau AC perusak lingkungan nomor satu. Semua yang akan kita lihat ke depan adalah suatu kehancuran sistem dan bumi kita akan dipercepat kehancurannya.
Mari kita mundur sebentar. Saya ajak anda semua menutup mata sejenak. Kita bayangkan kita berada seratus tahun lalu di Jakarta. Anda akan duduk di tepi sawah. Kalau jalan ke kedai naik sepeda bagi orang kaya atau kuda, sedangkan bagi orang miskin jalan kaki. Saat bangun pagi, kita minum teh ditemani burung-burung berkicau. Saat hujan turun deras kita berteduh di bawah daun pisang sembari kita melihat anak-anak mandi hujan. Sungguh sebuah pemandangan indah. Kini, kita buka mata dan lihatlah sekeliling apakah kita mau kembali ke belakang atau mau menuju ke depan. Coba sekarang kita tutup mata dan membayangkan seratus tahun kedepan! NGERI SEKALI! Silahkan bayangkan dan tulis sendiri. Sebelum semuanya terjadi, mari kita membahagiakan orang- orang terdekat kita. “Dimana saja, siapa saja dan kapan saja ada baiknya kita mendahulukan kebahagiaan orang lain, karena sesungguhnya kita sudah berbahagia mendahului”.

Menangis

Sebuah tangisan adalah ungkapan pengharapan yang paling dalam, jadi jangan disia-siakan.

AObama_CryingSungguh suatu kebahagiaan besar kita manusia diberi berkat untuk menangis. Walau ada istilah air mata buaya atau air mata duyung. Cuma belum diketahui apakah buaya bisa mengeluarkan air mata karena ungkapan kepura-puraannya.
Kunjungan Paus Fransiskus ke Philipina ditandai oleh dialog dengan anak-anak. Ada pertanyaan seorang anak kecil Gissela (12). Ia bertanya mengapa anak-anak harus dibiarkan terlibat dalam urusan narkoba dan prostitusi, lalu di mana Tuhan dan mengapa Tuhan tidak melindungi kami?
Pertanyaan Gissela itu ditulis dan dicatat hamper di seluruh media dunia. Paus sendiri tidak bisa memberikan jawaban konkrit, hanya menarik sekali kata beliau : “Mari kita belajar untuk menangis.”
Kita semua tahu apa arti menangis. Sebagai manusia kita semua pernah menangis. Bagi seorang manusia menangis adalah suatu keajaiban Tuhan bukan lagi urusan manusia. Kita bisa menangis kapan saja : saat kita bahagia, saat kita berduka, dan saat kita sakit hati. Saya mengajak kita semua coba resapi arti menangis yang kita alami. Apakah itu kemauan kita? Saya yakin jawaban itu tidak ada, tetapi emosional masih mungkin mempengaruhi kita, tapi peran Cinta Tuhan lebih dominan.
Perjalanan usaha menjadi bagian dari kegiatan saya dan yang menjadi cerita adalah dalam perjalanan itu selalu membawa hasil. Ada hasil yang menggembirakan. Ada juga hasil yang menyedihkan bahkan ada hasil yang menyakitkan dan menyedihkan. Dinamikanya antara berhasil dan gagal. Sering saya merenung. Apakah yang harus kita lakukan? Apakah keberhasilan itu kita isi dengan tertawa, sementara kegagalan kita isi dengan tangisan?
Jawaban alamiah selalu demikian. Tetapi, kalau kita lihat kisah seorang nenek tua yang merengek-rengek menangis di hadapan seorang hakim. Nenek itu menangis dan merintih sampai akhirnya karena tidak tahan hakim tersebut mengabulkan permintaannya. Di dalam pekerjaan, saya rasa kita tidak berbeda dengan nenek ini. Mungkin dalam hal permintaan kepada Bapa di Surga banyak kita tahu. Seperti kisah seseorang meminta roti kepada tetangganya di tengah malam, tetapi dalam hal ini kita melihat bahwa sebuah keberhasilan tidak terlepas dari pada sebuah permohonan. Sebuah permohonan tidak terlepas dari tangisan.
Semoga sebuah tangisan bisa menjadi ikatan kekeluargaan, persahabatan dan terlebih bagi segala permohonan kita.

TENAGA

downloadSegala sesuatu digerakkan oleh tenaga, tetapi yang lebih penting adalah proses pengalihan tenaga dan yang dihasilkan.(Issac Newton)

Suatu sore saya pulang dari kantor, aneh tidak seperti biasanya, seluruh badan serasa capai sekali, bahkan muka juga sudah ditekuk-tekuk karena memang perasaannya tidak enak. Kebiasaan saya selalu menyapa siapa saja dengan selamat sore atau apa kabar, tetapi sore itu saya mencoba menghindar, seperti lagunya Broeri saja : Kan kucari jalan yang sepi untuk menghindar darimu!

Sampai di rumah langsung mandi. Tentu perubahan diriku bisa dibaca oleh istri dan anak-anak, tapi kelihatannya mereka tidak ambil pusing. Setelah mandi bersih saya duduk depan TV dan coba menghidupkannya. Ternyata saya baru sadar kalau saya tidak tahu bagaimana menyalakan TV. Mau tanya malu juga. Semua tombol dipencet, tapi mungkin remotenya salah jadi tetap tidak bisa hidup.

Saya duduk merenung cukup lama. Di benak saya timbul pertanyaan, mengapa manusia bisa capai, lelah atau anggap tidak bergairah.
Saya coba berpikir kalau begini terus makin lama makin membuat saya lelah. Segelas air dingin membuat saya jadi relax dan bahkan tertidur di tempat duduk.

Keesokan harinya saya diundang sebuah seminar tentang TENAGA LISTRIK oleh MLI di bilangan Jakarta Selatan. Sebenarnya agak malas, tapi karena sudah janji saya datang juga. Cukup menarik seminarnya, terutama jumpa banyak teman. Dalam canda saya sampaikan bahwa suatu saat kita bikin seminar Tenaga Dalam ya. Teman-teman setuju sebagai relaksasi perlu juga. Bagaimanapun juga tenaga dalam itu sebuah energi atau tenaga yang masih belum diolah secara teknologi.

Lalu, seorang teman bercerita bahwa ada temannya bisa menghidupkan TV tanpa remote, dan menyalakan lampu senter hanya dengan sentuhan dan bisa menggerakkan barang di meja dengan memandang. Dalam hati saya tertawa karena semalam saya mau nonton TV tidak bisa menghidupkannya padahal cucu saya saja bisa menghidupkannya baik TV maupun Ipadnya,

Sejak saat itu saya selalu mencoba untuk tidak capai dan mencoba mencari jalan ramai dan tidak menghindarimu. Sapaan selamat pagi, salam bahagia, menulis surat, doa dan hal-hal kecil ternyata bisa membangkitkan tenaga baru, serta bisa membuat sekitar kita jadi terang.

Tenaga memang penting. Sebagai sumber segala kehidupan. Matahari tidak pernah lupa bersinar, bumi tidak pernah lupa berputar. Kalau kita renungkan semua tidak lain tidak bukan adalah usaha Tuhan untuk menyenangkan hati manusia. Ia memberikan semangat melalui Tenaga. Semoga kita sadar bahwa tenaga itu sendiri adalah Kasih Tuhan sendiri.

Tenaga bisa merobah segala sesuatu, tetapi perobahannya secara positif sangat menguntungkaan manusia. Bayangkan saja kita bisa menikmati terang, listrik untuk masak, cuci, setrika, dan musik. Semua tenaga yang kita nikmati. Demikian juga kita bisa berolah raga, makan, menari semua dengan tenaga. Saya setuju dengan pendapat Issac Newton bahwa
“Segala sesuatu digerakkan oleh tenaga tetapi yang lebih penting adalah proses pengalihan tenaga dan yang dihasilkan”.

Berbicara tentang tenaga kita sekaligus bicara tentang Kasih Karunia Tuhan. Jadi, kalau tenaga bisa merobah dunia, tentu Kasih Karunia Tuhan juga bisa merubah hidup kita supaya kita menjadi terang dunia. Selamat memasuki tahun baru 2015 dengan tenaga baru dan terang baru. SELAMAT TAHUN BARU 2015.

PESAN

pesanSebuah pesan memberikan makna jika ada yang membalasnya, demikian sukacita bagi langit dan bumi dibangun.

SPEAK UP and BE COUNTED! (Berbicaralah AGAR Diperhitungkan!). Ini adalah judul sebuah seminar tentang public speaking.
Ya. Berbicaralah! Ada banyak momen bicara yang dapat memengaruhi masa depan karier dan kehidupan kita. Seingat saya undangan seminar ini menarik sekali karena mengajak seseorang untuk mengerti menyampaikan PESAN dengan berbicara. Kalau bicara saja tanpa pesan itu tidak ada maknanya.
Seorang orator ulung juga demikian harus bisa menyampaikan pesan khusus dan pesan itu harus bisa dibaca, dimengerti, dan diresponse secara khusus pula, Kita bisa melihat sepanjang jalan ada iklan. Ada yang kita mengerti. Ada juga yang kita tidak mengerti pesannya, tetapi begitu kita paham akan terjadi pengulangan pesan secara berkala, lihat iklan Teh Botol, pesannya sangat baik sekali.

Pagi ini saya mendapat berita duka karena ibu mertua saya meninggal di Jakarta. Kami sekeluarga ada di Melbourne,Australia. Jadwal kembali baru hari Senen. Untuk mengganti tiket hampir tidak memungkinkan karena kondisi high season. Seandainya ada pun harganya bisa 6 atau 7 kali lipat. Hatiku pun sangat gundah dan sedih  karena mau atau tidak mau harus kembali lebih awal apapun yang terjadi. Sungguh suatu keajaiban kami bisa dapat ticket SQ sore ini transit di Singapura dan lanjut esok paginya, sungguh suatu pertolongan dari Tuhan.

Penerbangan Melbourne-Singapura lebih kurang 8 jam tetapi hampir sepanjang jalan cuaca sangat amat buruk, sepertinya sangat tidak bersahabat, dalam hati was was dan takut apa lagi membayangkan kasus pesawat yang baru jatuh beberapa hari yang lalu.

Disela-sela cuaca buruk ini saya merasa bahwa ada pesan dari Tuhan yang perlu saya dan mungkin anda juga menjawabnya. Pesan pertama adalah jarak,  antara saya dan keluarga cukup jauh tetapi Tuhan memberikan kita begitu cepat bisa bertemu. Pesan ini mengingatkan kita mengapa kita bisa begitu jauh dengan Tuhan? Dan apa usaha kita supaya mendekat kepada DIA. Pesan kedua adalah waktu. Semua manusia punya waktu, berita meninggalnya orang tua kami, mempunyai makna khusus, bahwa kita merasa kehilangan, dan pesan waktu ini mengingatkan suatu saat kita juga akan mengalami hal yang sama, maka waktu ini menjadi sangat penting bagi kita semua,
Pesan ketiga adalah hubungan dan komunikasi. Hubungan kedekatan kita satu dan lain baik keluarga maupun sahabat sangat menarik, maka kita dalam kesempatan ini tidak boleh mensia-siakan menjalin hubungan baik.

Akhirnya mendarat juga di Singapura, saya tertarik sekali membahas pesan ini, karena sangat berguna buat kita, bagaimana cara membuat pesan, mengirim pesan dan membaca pesan,

Semoga kita semua semakin peka membaca pesan khususnya yang disampaikan Tuhan kepada kita agar kita mengerti maksud dan keinginan Tuhan kepada kita. Teriring Doa dan terima kasih buat semua keluarga, sahabat dan handai taulan atas perhatiannya.

Lebih

Tiada yang lebih indah dari Cinta Kasih, tetapi itu pun belum cukup karena masih ada batasan, yang lebih dari itu adalah pengorbanan (Mother Teresa)

IbuBapa1Dalam hati saya sering bertanya, mengapa kita manusia selalu mau lebih, tidak mau kurang!
Mau orang lain lebih mencintai kita! Mau orang lain lebih berkorban untuk kita!
Apa saja kalau bisa kita lebih dari pada orang lain, bagaimana kalau fenomena ini kita terapkan dalam Cinta Kasih, terutama terhadap Tuhan dan Sesama? Bagaimana kita memberikan kepada Tuhan “lebih” dan memberikan pelayanan kepada sesama kita “lebih” baik?
Tiada yang lebih indah dari Cinta Kasih, tetapi itupun belum cukup karena masih ada batasan, yang lebih dari itu adalah pengorbanan. Cucu saya kalau mau tambah makan dia memberikan simbol hati dengan empat jari tangan. Kiri dan kanan membentuk hati atau huruf “M”. Katanya itu “more”. Perilaku itu lucu sekali karena selalu minta lebih walaupun sudah dikasih lebih.
Saya sering memberi catatan bahwa kita juga demikian karena selalu minta lebih walau sudah lebih, tapi simbol “M” boleh mengingatkan kita untuk lebih.
Kalau kita orang jawa banyak menggunakan nama “Su” yang berarti lebih baik. Contohnya : Sukarno president pertama kita, Karno artinya telinga atau pendengaran, jadi kalau Sukarno berarti pendengarannya lebih baik. Demikian presiden kedua kita Suharto.
Ada jokes di kantor saya karena ada Bapak Sutadi. Kata saya ” Tadi” nya baik, tapi kata beliau sekarang “lebih” baik lagi, demikian nama “Su” dipakai oleh masyarakat jawa untuk menyatakan “lebih”.
Sekembalinya saya dari tugas keliling ke beberapa negara dalam rangka mengadakan kerja sama bilateral perusahaan, saya selalu mempromosikan perusahaan saya “lebih” dari yang ada. Saya bahkan cenderung untuk melampaui batasan, tetapi seperti kata dosen saya, Bapak Pang Lay Kim bahwa :”Kita harus lebih dari sesuatu yang kita miliki supaya kita selalu ada sisa.” Mungkin beliau selalu melihat simbol ikan dalam setiap lukisan tertulis “Nien Nien You Ie” Ie disini berarti “lebih” disimbolkan dalam gambar ikan. Artinya tiap-tiap tahun ada sisa, atau lebih. Dan saya berusaha supaya memang harus ada lebih, kalau di perusahaan ya artinya harus ada untung.
Ada cerita menarik dari sahabat saya seorang biksu di Singapura. Beliau justru menyebutnya terbalik bahwa hidup itu harus dikurangi supaya kita itu dapat lebih, mulai dari makan, pakaian, hiburan semua harus dikurangi. Saya bercanda dengan beliau kalau rambut pun harus dikurangi supaya kita tahu kalau rambut itu tumbuh. Kalau tidak kita tidak tahu ada yang lebih. Beliau sepakat dengan saya demikian rambut para biksu harus gundul. Pagi ini saya mau memberi salam “lebih” buat semua sahabat. Semoga semua sahabat lebih diberkati, lebih dicintai dan lebih berbela rasa terhadap sesama. Doaku menyertai.

Hati Nurani

Tiada seorangpun bisa mengenal hati nuraninya sebelum dia tahu bagaimana memiliki seorang sahabat sejati (Confusius)

Screen Shot 2013-06-12 at 2.18.11 PMSore ini saya terbang dengan Batik Air menuju kota pahlawan. Masih teringat waktu saya diundang tanpa disengaja menaiki penerbangan perdana Batik Air Jakarta-Surabaya.
Berdua dengan sahabat saya kami menempuh perjalanan 690 km menuju Surabaya. Cuaca bagus sekali. Pesawat kosong boleh dibilang kurang dari sepuluh persen penumpang. Sesuai penuturan pramugari memang sudah seminggu ini penerbangan sepi sekali. Demikian juga pemandangan di airport sepi sekali. Saya rasa sebagian orang lebih siap tinggal di rumah saja karena suasana kurang menguntungkan berada di luar.
Saya pun sebenarnya enggan melakukan perjalanan, karena hati kecil saya juga mengatakan lebih baik tinggal di rumah dulu. Namun ini ada sahabat yang istrinya meninggal dan juga ada sedikit outstanding tugas di Surabaya, jadi apa boleh buat saya harus jalan.
Sebab menurut saya persahabatan tiada duanya di dunia ini karena tanpanya dunia pasti sepi. Bekerja untung rugi, nasib baik-buruk, usaha jatuh-bangun dan semuanya biasa saja tetapi persahabatan istimewa sekali. Menurut saya lho! Karena ada orang mengatakan bisnis ya bisnis, uang ya uang. Persahabatan tiada artinya kalau dinilai dengan uang atau bisnis itu.

Kemarin kita semua menyampaikan pilihan kita untuk Presiden 2014 – 2019. Kita tentu teringat selalu ungkapan pilihlah sesuai hati nurani. Menarik sekali kata hati nurani. Karena bagaimana hati nurani berkata dan bagaimana kita merasakan hati nurani dan bagaimana kita menuruti hati nurani itu. Saya mengutip Gong Fu Tse mengatakab bahwa :
“Tiada seorangpun bisa mengenal hati nuraninya sebelum dia tahu bagaimana memiliki seorang sahabat sejati.” Saya jadi merenung apa hubungan antara hati nurani dan sahabat. Apa kalau orang tidak punya sahabat artinya tidak memiliki hati nurani? Atau sebaliknya orang tidak memiliki hati nurani berarti tidak punya sahabat?
Dulu pernah ada seorang sahabat yang selalu bilang saya sombong karena suka pilih-pilih sahabat. Dia juga bilang kalau saya tidak punya hati nurani karena memilih sahabat tertentu saja. Saat itu saya agak tersinggung dengan kata kata sahabat saya itu. Namun setelah dimakan usia, saya semakin sadar bahwa kata sahabat saya tersebut ada benarnya bahwa manusia hidup perlu sahabat. Kalau kita menjalin sahabat sejati maka disana hati nurani berkarya. Kita pun mudah sekali mendengar bagaimana hati nurani kita berkata-kata bahkan mempengaruhi hidup kita. Dan di sini kita perlahan-lahan mulai bisa memahami arti hati nurani dan hubungannya dengan sahabat.
Persahabatan itu berbeda sekali dengan ikatan keluarga, hubungan darah atau ikatan janji, karena nilai persahabatan tidak diatur oleh tulisan dan kata-kata, ungkapan dan janji, tetapi diikat dengan hati nurani, sehingga kita bisa merasakan betul Cinta Kasih Tuhan buat kita.
Saya ingin mengajak semua sahabat untuk sedikit merenung untuk hati nurani supaya kita semakin mengerti arti persahabatan. Semoga tulisan singkat ini semakin mengikat persahabatan kita dalam Cinta Kasih Tuhan sendiri. Salam dan doa.

Inspirasi

Inspirasi hanya dan hanya bisa dijadikan nyata melalui seorang pemimpin yang berjiwa besar dan rendah hati (Lee Kwan Yew)

images (1)Sungguh suatu keindahan bahwa kita bisa menikmati segala berkat di setiap hari. Mulai dari saat tidur di atas kasur yang empuk, membaca dengan penerangan listrik, ada pendingin udara (AC) lalu dengan selimat yang halus. Bangun di pagi hari yang segar, air hangat dan bersih segar. Sehabis mandi bisa menikmati makan pagi, lalu sudah ada mobil (bagi yang punya) atau kendaraan umum menuju ke kantor dan banyak sekali fasilitas yang kita nikmati dari hari ke hari.
Saya ingin mengajak teman-teman mundur kembali ke 50 tahun yang lalu. Di negara kita ambil saja kota Surabaya (karena saya besar di Surabaya). Kalau mau mandi kita harus memikul air yang diambil dari sumur karena belum ada pompa air. Malamnya kita masih tidur di bale-bale bambu (kasur hanya untuk orang kaya). Belum ada AC, lampu masih pakai aladin kalau agak sore harus pompa petromax, tidak ada TV. Kita belum bisa makan di restaurant. Semua harus dimasak sendiri. Karena belum banyak mobil, maka harus naik sepeda atau jalan kaki dengan kondisi kanan kiri semua kotor sekali.
Mari kita bertanya, mengapa semua bisa beroubah? Apakah yang menyebabkan semua bisa berubah. Di sini kita saksikan bahwa semuanya ini karena tidak lain tidak bukan karena adanya inspirasi, baik dari mimpi atau cita-cita. Saya sepakat dengan ungkapan mantan perdana menteri Lee di Singapura bahwa semua itu karena inspirasi”Inspirasi hanya dan hanya bisa di jadikan nyata melalui seorang pemimpin yang berjiwa besar dan rendah hati .”
Keindahan dunia yang kita nikmati, yang mungkin belum bisa dinikmati beberapa saudara kita, baik di sekitar kita maupun di belahan bumi lain, masih menderita karena ulah para pemimpinnya. Perjuangan masih terus dijalankan sampai saat di mana semuanya jadi baik.

Kita sendiri sudah menikmati hasil inspirasi orang-orang terdahulu yang melalui inspirasinya telah mengubah dunia sekeliling kita. Kita bisa menggunakan pesawat terbang, kereta api dan kapal laut, dan tentu saja dengan biaya yang terjangkau.
Lalu apa yang kita miliki sekaranga? Apakah kita masih butuh inspirasi? Tentu saja! Karier dan usaha kita berhasil atau tidaknya sangat tergantung sekali kepada inspirasi kita. Hubungan suami-istri, kakak-adik dan orang tua, sahabat, dan pertemanan tetap tergantung sekali dengan ispirasi kita. Ambil contoh pacar kita ulang tahun. Kita segera buru-buru mencari inspirasi kado apa yang harus diberikan supaya menyenangkan hati sang pacar. Atau kalau ada teman memiliki usaha yang sedang mengalami kesulitan terus kita ingin tahu apa yng bisa kita bantu. Motivasinya adalah suatu saat kita juga akan mengalami kesulitan. Semua itu tentu saja perlu inspirasai.

Erline, seorang gadis manis bekerja sebagai office girl (nama samaran) di sebuah perusahaan kosmetika terkenal di bilangan Pulo Gadung. Sejak tahun 2000 dan selama 8 tahun dia menggeluti pekerjaannya. Seluruh kantor senang sekali karena Erline setiap pagi suka bawa nasi uduk dan nasi bogana yang sudah dipersiapkan dari rumah. Jam 6 pagi dia sudah di kantor. Bayangkan saja dia harus masak dari jam 3 pagi. Semua habis terjual saat para karyawan datang. Dia lumayan mendapat penghasilan tambahan. Semua pernah makan nasi uduk masakan Erlin termasuk para direksi kantornya. Sungguh suatu keadaan sulit karena di tahun 2008 Erline harus dikeluarkan karena peraturan perusahaan semua karyawan kelas C dan D harus pakai outsources atau kontrak dengan perusahaan lain. Jadi, Erlin terpaksa harus menganggur. Semua karyawan ikut sedih karena kehilangan taste nasi uduk dan bogana. Mereka harus masak atau makan di warung dan tentu jauh lebih mahal juga buang waktu karena lokasi di sana jauh dari warung makan atau restoran. Apalagi di pagi hari belum buka.
Erline juga sedih karena gadis manis ini belum juga dipinang orang. Tetapi, di dalam kesedihan dan kegalauannya dia berinspirasi membuat sesuatu untuk menyelamatkan dirinya, yaitu membuat nasi box dan minuman plastic. Tentu saja ditawarkan pertama ke bekas kantornya dan para karyawan sekarang senang sekali. Cerita tentang Erline bersambut karena beberapa industri di samping kantor juga ikut memesan. Luar biasa 6 tahun berlalu Erline sekarang menjadi salah satu perusahaan Catering terbesar. Dengan rumah cukup mewah di bilangan Cempaka Putih, Erline sekarang hidup dengan dua putri cantik dan suami seorang pengusaha Meubel cukup besar.
Kisah nyata di atas tentu saja berawal dari Inspirasi. Inspirasi bisa diwujudkan dengan kemauan kerja keras dan percaya diri, humble (rendah hati dan tidak sombong), memiliki integritas dan peran yang menjadikan seseorang memiliki jiwa kepemimpinan.
Saya ingat mama saya. Sewaktu kecil kami semua membantunya. Beliau membuat kue dan kami menjualnya. Kini kami kakak beradik sudah tua-tua semua sudah punya cucu-cucu yang manis manis dan hidup berbahagia dan senang. Semua berbekal inspirasi mama yang selalu mendorong kami untuk menjadi seorang pemimpin dan pengusaha dengan inspirasi yang baik. Demikian juga dengan papa saya yang selalu menanamkan inspirasi agar kami semua bisa berkembang.

Anda semua pasti dan saya yakin juga memiliki inspirasi dan akan berhasil apa saja yang di kerjakan. Itu adalah bagian dari iman kita. Dia yang percaya kepada-Nya akan tumbuh seperti pohon di tepi sungai. Rindang daunnya dan berbuah banyak bila tiba musimnya.

Bagi saudara dan sahabat yang belum berhasil dalam setiap kehidupannya atau yang gagal dalam berumah tangga. Mari angkat semangat bangun dan bangun lagi. Mari kita mulai sesuatu yang baru. Mari hilangkan kebencian, pikiran negatif dan rasa tidak suka kita terhadap orang yang tidak kita sukai. Energi negatif tersebut dapat menghambat inspirasi kita untuk maju. Tuhan melindungi, menjaga dan memberkati bagi siapa Dia berkenan. Salam dan doa.