Archive for November, 2012

Perpisahan

Saat pertemuan ada kesembuhan. Saat perpisahan ada inar harapan baik.

86150Akhir program Ikatan Orang Tua Asuh (IOTA) dan SSEAYP (the Ship for Sout East Asia Youth Program), saya menghantar anak angkat : Chen (dari Vietnam), Miyachi (dari Jepang), Adi (dari Brunei), dan Sam (dari Cambodia) menuju kapal MV Fuji Maru yang akan bertolak menuju Brunei terus ke Yokohama (End program).
Tadi malam setelah keliling Monas dan Taman Mini, kami menikmati Shabu-Shabu di Central Park dan sempat mencoba Durian Musang King (the best durian from Malaysia). Tadi pagi setelah sarapan Mie Acang, kami menuju Tanjung Priok, walaupun macet parah akhirnya sempat juga anak-anak sempat mendapat souvenir khusus berupa :

– Baju batik
– Sepede miniatur
– Becak Miniatur
– Catur khas Bali
– Patung burung bangau
– sabun susu khas Bali
– payung dan pin

Kami sendiri juga menerima banyak sekali souvenir dan kenang-kenangan dari anak-anak asuh ini dan itu akan menjadi koleksi kami sepanjang masa.
Mereka sangat menikmati pertemuan 3 hari ini sebagai ikatan kekeluargaan dan persahabatan. Kini tibalah acara perpisahan yang dirayakan dalam farewell party nan anggun di Tanjung Priok. Lebih dari 120 orang tua asuh, keluarga dan undangan hadir di bawah teriknya matahari Jakarta International Terminal Container.
Ada pertemuan, ada perpisahan. Saat pertemuan kita belum saling kenal, lalu meraba-raba dan akhirnya timbul cinta, sehingga walau hanya 3 hari air mata mengalir saat berpisah.
Tuhan mengirim anak-anak ini mengunjungi kami, bukan saja menghibur kami dalam canda ria, tetapi juga mengajari kami tentang cinta. Kita bisa bercerita tentang kebudayaan, tradisi, sopan santun, cara makan dan lain sebagainya.
Sebelumnya kita tidak tahu bagaimana seorang Jepang harus menawarkan makanan.
Pada malam pertama kami menikmati Sunset di Restoran Segara Ancol. Myachi bercerita bahwa tradisi Jepang tuan rumah selalu menemani tamu makan, tapi mereka hanya menyaksikan saja setengah jalan baru tuan rumah menikmati. Katanya kalau makanan kurang, maka tuan rumah mengalah tidak makan (itu dulu kalee). Padahal di restoran mereka belum makan aku sudah selesai santap.
Kapal MV Fuji Maru sumbangan Kaisar Jepang untuk anak muda Asia Tenggara (luar biasa) untuk menjalin persahabatan Jepang dan bangsa-bangsa Asia Tenggara. Sungguh luar biasa program ini. Program ini bukan saja mendidik anak-anak selama 60 hari, tetapi sebelum dan sesudahnya mereka juga dilatih agar kelak menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara, termasuk juga buat keluarganya. Kelak saat mereka menjadi pemimpin bangsa, mereka mengerti apa itu arti persahabatan (Saya menamakan program ini Sinar Harapan baik)
Kini, tiba waktunya perpisahan. Perpisahan dalam arti baik adalah Sinar Harapan baik. Di mana terjalinnya persahabatan ini akan abadi baik kami, anak-anakku, juga cucu cucuku.
Terima kasih khusus buat Ibu Lusia Soetanto, Ketua Umum IOTA yang telah bekerja keras bagi program ke-39 SSEAYP, yang memberi kesempatan mata hati dan jiwaku melihat CINTA dan menyaksikan terangnya KARYA Agung keselamatan bangsa-bangsa di Asia tenggara. Berkat bantuan Kaisar Jepang yang sangat baik hati dan mulia.
Semoga Tuhan memberkati kita semua dan juga mau memberikan kesempatan buat membuat masa depan bangsa dalam Sinar Harapan Baik.

Advertisements

Permata

Permata katulistiwa, Indonesia

beautiful_diamondMengakhiri tahun 2012 Indonesia diramalkan menjadi negara maju dan memiliki comparative advantage yang baik terutama di sektor industri. Peningkatan GDP yang signifikan akan membawa Indonesia menuju negara makmur, demikian statement yang diberikan beberapa pakar ekonomi. Tahun 2013 boleh dibilang tahun baik, kata ahli ekonomi Singapore dalam bahasa Indonesia minggu lalu di Metro TV. Indonesia menjadi Permata Katulistiwa. Kita doakan harapan para ahli menjadi kenyataan karena saya cuma melihat dari sisi positif saja bahwa seharusnya negara kita pasti maju tinggal bagaimana mengembangangkan sumber daya manusia.
Saya tertarik sekali dengan kata permata. Menurut saya sungguh indah bukan dari permata intan berlian dan batu-batuan berharga, tetapi permata adalah simbol kemakmuran, sumber kedamaian dan sumber kegemerlapan. Permata juga melambangkan suatu kemampuan untuk mengatasi masalah-masalah dalam negeri sehingga tercipta kedamaian. Rasa kebangsaan yang sangat dalam dapat menimbulkan kebanggaan dan rasa nasionalisme yang tinggi. Tetapi masih banyak yang harus dikerjakan. Kita tidak boleh terbuai dan lepas kendali apalagi sombong, sebab bisa menjadi bumerang. Bukan permata yang didapat melainkan permala (derita).
Kebangkitan bangsa dan kebangkitan negara harus mulai dari kita masing masing, seperti yang diungkapkan oleh Gong Fus Tse : ”Kalau kita tidak bisa merubah dunia, paling tidak kita bisa merubah diri kita agar dunia menjadi baik”. Karena itu saya melihat tahun 2012 sebagai suatu gemerlapan bagai permata. Hanya orang-orang yang mau maju dengan sikap jujur, sopan santun, berfikiran positif akan menempati gemerlapnya Indonesia.
Sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan yang memberkati negara kita, mari kita sama-sama semuanya memberikan perhatian dan persembahan kasih buat bangsa dan negara kita dengan merubah hati kita menjadi permata hati. Semoga kita semua menjadi permata bagi diri kita. Ia gemerlap dan dilihat orang sebagai terang dunia.

Persahabatan

Menjadikan dunia lebih kecil melalui persahabatan

Persahabatan antar dunia melalui Program IOTA dan SSEAYP International

Kapal MV Fujimaru, Selasa sore lalu merapat di Pelabuhan Tanjung Priok menghantar 314 anak muda dari 14 negara di Asia dan 16 perwakilan pengamat negara Asia. Program kunjungan keliling dunia selama 53 hari adalah suatu program yang sebagian besar oleh Kerajaan Jepang, dengan menghadiahkan kapal MV Fujimaru kepada para kaum muda dunia dari Kasisar Jepang. Indonesia sebagai negara ke 5 dari 12 negara yang dikunjungi, sampai selesai penutupannya di Tokyo Jepang.

Saya berbahagia mendapat 4 anak :
1. Mohd Adi Elmi bin Sarbhini (Brunei)
2. Taing Samrach (Cambodia)
3. Toshihide Myachi (Jepang)
4. Nguyen Minh Doi (Vietnam)

Mereka akan bersama kami sekeluarga (Homestay Matching) sampai hari Jumat 30 Nopember 2012. Kami mengunjungi Dufan, Ancol dan Taman Mini lalu mengunjungi tempat-tempat hiburan.
Selama berkunjung di. Indonesia, anak-anak ini juga telah melakukan performance dan menunjukkan kebolehan mereka dalam bidang musik, menyanyi, puisi, dan menari. Sungguh berkesan karena mulai hari ini, anak-anak ini juga resmi menjadi anak-anak angkat kami.
Menjadikan dunia kecil melalui persahabatan. Dunia itu besar sekali kalau kita tidak punya sahabat, tetapi akan serasa kecil sekali kalau setiap negara kita punya sahabat. Saya sendiri mencoba menjalin sebanyak mungkin sahabat di belahan dunia, dari timur sampai barat dan dari utara sampai selatan. Di sana saya merasakan bahwa semuanya itu berkat adanya CINTA.
Semakin banyak sahabat kita, maka hati kita semakin besar, semakin sedikit sahabat kita semakin kecil hati dan jiwa kita.
Tuhan memberkati, melindungi, dan menyayangi kita. Mari kita menjalin sahabat sebanyak mungkin.

Friend

Friend in need is a friend in deed (Teman sejati, itu ada saat dibutuhkan)

One friend with no hope is too much (Seorang sahabat tanpa harapan, cukuplah sudah)

Sambil menikmati makan malam di waktu yang singkat di Fish and Co Emporium Pluit, saya bersama anak-anak saya Pandu dan Aditya, menemani Jimmy seorang sahabat lama dari Medan. Kami sudah 25 tahun tidak jumpa juga bersama Pastor Dr. Bernadus Boli Ujan SVD, yang jam 10 malam nanti akan terbang menuju Merauke via Makasar dan Jayapura.
Dalam pembicaraan singkat dengan Pastor Boli, kita bercerita panjang lebar, dan saya juga sampaikan bahwa hari ini saya kehilangan seorang sahabat karena ia mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Seharusnya saya bisa menolongnya, tapi sayang Tuhan menentukan lain. Suatu kehidupan berat menekannya dan di luar kemampuannya untuk bertahan.
Beberapa motif memutuskan untuk mengakhiri hidup sendiri (bukan Euthanasia) :
1. Dilanda keputusasaan
2. Tekanan hidup yang berat
3. Gangguan kejiwaan
4. Kemiskinan
5. Penyakit panjang

Kalau secara sosiologis, penyebab bunuh diri :
1. Egoistic Suicide, karena urusan pribadi
2. Althrustic suicide, untuk perjuangan orang lain
3. Anomic suicide, karena kebingungan

Pandangan Gereja
Kehidupan kita adalah milik Allah. Apa yang diberikan Tuhan biasanya ditolak oleh Manusia. Dalam sejarah gereja banyak terjadi bunuh diri karena tidak tahan siksaan fisik. Pandangan gereja sendiri menolak kondisi ini dan cenderung memberikan keselamatan dengan proses penambahan kekuatan batin.
Hidup ini memang penuh dengan suka duka. Bagaimana kita menyikapi dengan bijaksana agar kita bisa memahami makna kehidupan?
Menelusuri suatu proses putus asa, saya pribadi melihat bahwa pentingnya arti persahabatan dan saling menguatkan, baik dengan doa dan sharing dalam keluarga maupun dalam lingkungan dan gereja. Dengan membuat seseorang bahagia kita sudah terlibat dalam karya keselamatan. Sehingga ibadah kita harus melibatkan diri kita dan diri orang lain dan harus ada suka cita. Menyenangkan hati orang lain adalah ibadah yang murni.
Tuhan kasihanilah kami. Hanya inilah Bapa persembahan hatiku. Kiranya Engkau berkenan mendampingi, menjaga dan melindungi semua sahabatku.

Keinginan

Keinginan adalah suatu sumber penderitaan akibat kita tidak terpuaskan, padahal nafsu keinginan itu tidak mungkin bisa dipuaskan, kecuali jika kita memiliki rasa puas atas apa yang telah kita miliki.

Mari simak Kisah Pengemis. Ada seorang pengemis yang setiap hari berkeliaran di jalanan. Dia selalu berpikir, betapa senangnya jika ditangannya ada uang USD 2.000.00 (pengemis bule kalee). Suatu hari pengemis ini tanpa sengaja, melihat seekor anjing kecil yang lucu sekali. Ia melihat di sekelilingnya tidak ada seorang pun, lalu ia menggendong anjing kecil ini dan dibawa pulang ke gubuknya lalu mengikatnya.
Rupanya pemilik anjing adalah orang yang paling kaya di kota tersebut. Alkisah hartawan ini sangat panik, karena anjing tersebut rasnya sangat terkenal. Lalu hartawan ini membuat pengumuman di stasiun TV di kota tersebut : “Barang siapa yang bisa menemukan anjingnya akan diberi hadiah USD 2.000.00”. Keesokan harinya pengemis ini keluar untuk mengemis, dia melihat pengumuman ini. Ia tergesa-gesa pulang ke rumahnya untuk menukar anjing tersebut dengan uang. Ketika dia menggendong anjing itu ke stasiun TV, dia melihat pengumuman hadiah berubah menjadi USD 3.000.00 karena hartawan ini tidak dapat menemukan anjingnya.
Langkah kaki pengemis itu berhenti, setelah dipikir-pikir akhirnya dia menggendong anjingnya kembali ke gubuknya. Hari ke-3, benar saja hadiahnya bertambah lagi. Hari ke-4, hadiah bertambah lagi. Hari yang ke-7, hadiahnya sangat mengagetkan seluruh penduduk kota.
Pada saat itu pengemis lari pulang ke gubuknya untuk mengambil anjing itu, tapi di luar dugaan anjing kecil itu sudah mati karena pengemis lupa memberinya makan.
“Keinginan” dan “Harapan” merupakan suatu expresi manusia yang menembus ruang dan waktu. Hal yang berbeda kalau keinginan lebih mengutamakan harapan untuk kepentingan diri sendiri. Sedangkan, harapan adalah keinginan yang mengedepankan kepasrahan terhadap kuasa Tuhan, yang dikuatkan oleh Iman dan Kasih. Sehingga apabila suatu keinginan diikuti dengan doa akan berubah menjadi pengharapan.
Minggu lalu saya ditelpon oleh Wakapolda Jawa Timur. Beliau seorang Katolik. Ia bercerita kalau dia membaca berita tentang Alkitab Tulis Tangan (ATT) di Majalah Hidup dan penulisnya Romo Efrem juga kebetulaan sahabatnya. Bercerita via telepon sampai hampir 30 menit lebih. Ia memberi kesaksian tentang kekuatan Alkitab Deuterokanonika dalam pengalaman pribadi beliau. Ada keponakannya harus masuk dalam pilihan cerai atau tidak dalam perkawinannya, tetapi Roh Kudus menuntun beliau untuk meminta orang tua dan pasangan pengantin untuk membaca Kitab Sirakh 3:1-16.

Barang siapa menghormati bapanya dia telah memulihkan dosanya.
Barang siapa memuliakan ibunya serupa dengan orang mengumpulkan harta.
Dan saat berdoa pasti dikabulkan Tuhan.
Hidupnya penuh sukacita.
Rumah tangganya akan dikukuhkan Tuhan.

Suatu pengharapan yang besar dari keluarga demikian besar, akhirnya keluarga muda tersebut dapat diselamatkan dan sukacita besar sekali bernaung dalam keluarganya. Beliau berharap penulisan ATT bisa ditularkan ke parokinya. Semoga ! Semoga berkat Tuhan selalu mendampingi semua sahabat.

Lagu

Pujian dan doa, apabila dinyanyikan dalam bentuk lagu manfaatnya berlipat ganda

Selamat Hari Raya Kristus Raja Alam Semesta!

Mazmur 119:105 : ”Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”

Aku menerima kiriman sebuah video berupa film tentang Christ Warld, seorang cacat, buta sejak lahir tetapi ahli bermain Cielo. Dia memainkan sebuah lagu “Song of Joy” yang sudah tidak asing lagi buat kita saat memasuki suasana natal. Musik dan lagu yang dibawakan sungguh indah. Saat dimainkan di depan sebuah fakultas musik, lama kelamaan hampir semua mahasiswa ikut bergabung dan memainkan lagu tersebut.
Paroki Santo Kristoforus Jakarta sedang menjalankan kegiatan besar, yaitu menulis Alkitab Deuterokanonika, yang terdiri dari lebih kurang 5000 ayat yang akan ditulis. Seluruh umat paroki bergerak tanpa lelah untuk terus menulis. Panitia sudah melatih para pembimbing yang siap membantu para penulis. Setiap kegiatan dimulai denga menyanyikan Mazmur 119 : 105 : “FirmanMu pelita bagi kakiku, terang bagi Jalanku”
Kita semua mengenal ribuan lagu rohani, apalagi lagu Bapa Kami. Lagu Bapa Kami yang saya paling suka ciptaan sahabat saya L. Putut Pudiantoro. Pasti umat semua sudah hafal, tapi sayang tidak semua umat belum ketemu atau berjumpa bertatap muka dengan penciptanya yang luar biasa. Jika ada waktu memungkinkan saya akan ajak beliau dengan groupnya MIA PATRIA (atau artinya My Country).
Mengapa bisa sampai ada statement bahwa doa yang dinyanyikan lebih bermanfaat? Penjelasan secara rohani atau secara liturgis mungkin bisa dibantu para romo khususnya Romo Dr. Bernadus Boli Ujan SVD yang ahli dalam bidang Liturgi. Secara rohani, kalau doa dinyanyikan dia akan menyentuh hati sanubari. Coba bandingkan dengan lagu ”Di Doa Ibuku Namaku Disebut”. Kalau dinyanyikan dan kita teringat ibu kita maka yang pasti airmata kita pasti jatuh.
Demikian pengaruh lagu atau nanyian mempengaruhi psikologi manusia. Kalau emosi pikiran hasrat dan getaran hati kita ikut berdoa, maka doa yang disampaikan sangat bermanfaat dan Tuhan pasti akan berbelas kasih mengabulkan doa kita.
Saat tim penolong menggali reruntuhan akibat gempa bumi di California, USA, ditemukan sekelompok orang yang masih bertahan hidup tanpa makan minum setelah 3 hari tertimbun di bawah reruntuhan bangunan. Waktu ditanya apa yang dilakukan mereka dalam masa penantian sampai mereka ditolong? Jawabnya mereka hanya berdoa dan menyanyi sambil menanti ajal merenggut nyawa mereka. Luar biasa ternyata dengan menyanyi mereka bisa mengatasi dehidrasi, lapar dan haus.
Mari kita membiasakan diri menyanyi, menyanyi dan menyanyi khusus buat lagu-lagu rohani dalam doa seperti Raja Daud yang melantunkan Mazmur dan berkat berlimpah menanti Anda semua.
Semoga kasih karunia memimpin kita menyanyi bersuka cita dalam damai sejahtera.

Menyesal

Menyesal di kemudian hari sudah tidak ada gunanya.

Ada sebuah danau di daerah kutub utara memiliki batu-batuan indah. Di sudut pandang lebar terdapat sebuah papan bertuliskan: “Yang mengambil batu di sini akan menyesal. Yang tidak mengambil batu Di sini juga akan menyesal”
Ada pengunjung yang malah tertarik untuk mengambil beberapa butir batuan itu untuk melihat apa yg akan terjadi selanjutnya. Beberapa yang lainnya tidak terlalu menggubrisnya. Jadi, mereka tidak mengambil batu-batuan itu, tetapi mereka lebih tertarik untuk menikmati segarnya air danau yang dingin sekali.
Setelah kembali ke Eropa, mereka menyuruh ahli batu-batuan untuk memeriksa batu-batuan yang mereka bawa. Ternyata batu-batuan itu adalah sejenis Safir yang dari luar tampaknya jelek, tapi di dalamnya mrupakan permata yang sangat indah dan mahal harganya. Bagi yang tidak membawa batu itu jadi menyesal karena tidak membawanya, tetapi bagi yang membawanya pun akhirnya menyesal karena tidak membawa lebih banyak.
Sebenarnya memang menyesal itu selalu datang di kemudian hari. Tidak akan ada menyesal dijadual sebelum kejadian. Namun, kalau kita perhatikan perihal tentang menyesal memang seharusnya kita tahu, akan tetapi tidak kita lakukan maka kita menyesal. Ibarat kita mau beli nomor lotere, kita tidak beli dan nomornya keluar dan kita menyesal. Atau sebaliknya kita tahu bahwa pakai helm adalah untuk keselamatan, tetapi kita tidak pakai lalu terjadi sesuatu yang fatal dan kita menyesal selamanya.
Beberapa hal yang perlu kita ketahui dan pelajari agar di kemudian hari tidak menyesal :
1. Mendengar nasehat orang tua dan orang-orang bijaksana (baca Kitab Deuterokanonika, Sirakh)
2. Mengerti arti pentingnya suatu kehidupan dan selalu bersyukur dan berterima kasih.
3. Mencintai segala ciptaan Tuhan dan sesama serta menjalankan aturan main kehidupan di dunia, seperti gereja atau intansi religius yang lain, serta saling hormat menghormati.
4. Banyak beramal, berbuat baik dan membantu sesama yang susah.
5. Menerima keadaan dan tidak mengeluh, tetapi berusaha terus untuk kemungkinan perubahan keadaan.
6. Taruhlah segala rencanamu di kaki Tuhan dan mintalah serta bawalah semua usaha dalam kepasrahan kuasa Ilahi, bukan kehebatan kita. Karena semuanya sudah direncanakan oleh-Nya.

Dalam operasional di perusahaan, kami sering bergelut dengan masalah bahkan bahaya dan aral. Semua staf, direksi dan karyawan harus berjuang mengatasinya. Terkadang hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan, tapi satu hal yang saya catat, kami semua bisa nelihat tangan Tuhan bekerja. Untung rugi hal biasa katanya, tapi suka cita merupakan keuntungan yang tidak bisa dinilai dengan uang.
Demikian juga dalam rumah tangga keluarga dan kehidupannya. Segala susah- senang, sehat-sakit, dan untung-malang sudah biasa berulang terjadi, tapi kalau kita berjalan di jalan Tuhan, maka kita bisa melihat tangan-Nya bekerja, sehingga lutut pun tak kuasa berdiri, sebab di sana ada suka cita besar sekali. Tuhan memberkati kita semua. Kasih-Nya membuat aku bahagia.