Category Archives: Be Positive Talks

Hari Buruh (1 Mei) Hari Buruh atau May Day diperingati setiap 1 Mei sebagai simbol perjuangan pekerja di seluruh dunia.

Hari Buruh
(1 Mei)
Hari Buruh atau May Day diperingati setiap 1 Mei sebagai simbol perjuangan pekerja di seluruh dunia.

Oleh : Adharta
Ketua umum
KRIS

Www.kris.or.id

Akar sejarahnya berasal dari gerakan buruh di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19.

Saat itu, buruh bekerja sangat panjang, hingga 12–16 jam sehari.
Mereka menuntut perubahan menjadi 8 jam kerja
sebuah tuntutan yang kini terasa wajar, tetapi dulu merupakan perjuangan besar.

Puncak perjuangan terjadi pada 1 Mei 1886 di Chicago, ketika ratusan ribu buruh melakukan mogok kerja. Aksi ini berujung pada tragedi Haymarket Affair beberapa hari kemudian. Sebuah ledakan bom terjadi saat demonstrasi, menewaskan polisi dan warga sipil.

Peristiwa ini mengguncang dunia dan menjadi simbol pengorbanan buruh.
Peristiwa Penting Sepanjang Waktu
Seiring waktu, Hari Buruh menjadi momentum global.

Pada tahun 1889, organisasi buruh internasional menetapkan
1 Mei sebagai hari peringatan perjuangan pekerja.

Di abad ke-20, berbagai negara mulai mengakui hak-hak buruh, termasuk:
Penetapan jam kerja 8 jam
Hak berserikat
Perlindungan keselamatan kerja
Lembaga seperti International Labour Organization (ILO) turut berperan penting dalam merumuskan standar kerja internasional sejak 1919.

Hari-Hari Penting Lain Terkait Buruh
Selain 1 Mei, ada beberapa hari penting terkait dunia kerja:

Hari Pekerjaan Layak Sedunia (7 Oktober)

Hari Penghapusan Pekerja Anak Sedunia (12 Juni)

Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia (28 April)

Hari-hari ini menyoroti isu spesifik seperti keselamatan, keadilan, dan perlindungan pekerja.
Bagaimana dengan Indonesia?
Di Indonesia, sejarah Hari Buruh cukup dinamis. Pada masa awal kemerdekaan, Hari Buruh diperingati secara luas. Namun, pada era Orde Baru, peringatan ini sempat dilarang karena dianggap berbau politik. Baru pada tahun 2013, pemerintah menetapkan kembali 1 Mei sebagai hari libur nasional.
Momen Penting bagi Buruh Indonesia
Beberapa momen penting bagi buruh Indonesia antara lain:

Reformasi 1998 yang membuka kebebasan berserikat
Penetapan upah minimum regional (UMR/UMK)

Penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja yang memicu gelombang protes besar
Momen-momen ini menunjukkan bahwa perjuangan buruh di Indonesia terus berkembang.
Kisah-Kisah yang Menyentuh
Di balik peringatan Hari Buruh, ada banyak kisah nyata.

Misalnya
Seorang buruh pabrik yang tetap bekerja lembur demi pendidikan anaknya
Pekerja migran yang meninggalkan keluarga demi penghasilan lebih baik
Buruh harian yang tetap bertahan meski upah tak menentu

Kisah-kisah ini mencerminkan ketangguhan dan pengorbanan para pekerja.

Demo dan Tuntutan di Indonesia
Setiap 1 Mei, aksi demonstrasi sering terjadi di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Demo ini umumnya berlangsung damai, meski kadang diwarnai ketegangan.
Tuntutan utama buruh biasanya meliputi

Kenaikan upah minimum
Penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing
Jaminan sosial dan kesehatan
Perlindungan terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak
Penutup
Hari Buruh bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan refleksi perjuangan panjang demi keadilan dan kesejahteraan pekerja.

Dari Haymarket Affair hingga aksi-aksi modern di Indonesia, semangatnya tetap sama
memperjuangkan kehidupan yang lebih layak bagi mereka yang bekerja keras setiap hari.

Sebagai kenangan

PENIPUAN DIGITAL (AI) BERUJUNG PENCURIAN UANG NASABAH BANK

PENIPUAN DIGITAL (AI) BERUJUNG PENCURIAN UANG NASABAH BANK

Oleh: Adharta
Ketua Umum KRIS

26 April 2026

Sahabat dan Keluarga
Banyak sekali terjadi tindak pidana Penipuan yang berakhir dengan menguras semua uang anda di Bank
Saya berharap tulisan ini sedikit meredakan kasus ini dari ke hati hatian kita dengan cara saling mengingatkan dan saling memberi informasi perihal adanya penipuan
Supaya para Security Cyber khususnya di Bank yang bersangkutan bisa bertindak mengatasi kondisi ini dengan cepat

Sahabatku
Waktu sering kali menjadi celah dalam setiap peristiwa kejahatan.
Jeda waktu antara kejadian dan kesadaran korban kerap dimanfaatkan pelaku untuk menghilangkan jejak.
Dalam konteks penipuan digital, kecepatan menjadi senjata utama pelaku, sementara kelambatan menjadi kerugian besar bagi korban.

Malam ini, saat saya menikmati makan malam di sebuah restoran Korea di Central Park 2 bersama seorang sahabat yang juga seorang Romo, saya mendengar kisah yang mengusik hati.

Beliau baru saja menjadi korban penipuan. Pelaku menyamar sebagai petugas Dukcapil, berbicara dengan meyakinkan, menggunakan bahasa resmi, bahkan mengetahui sebagian data pribadi korban. Dalam waktu singkat, seluruh dana di rekeningnya raib.

Yang lebih menyedihkan, kasus seperti ini sering kali tidak dapat ditangani secara tuntas. Pelaporan ke pihak bank maupun otoritas kerap menemui jalan buntu.

Seolah-olah korban dibiarkan menanggung sendiri akibatnya.
Peristiwa ini bukan yang pertama.

Seorang sahabat saya, beliau dokter spesialis kulit, juga mengalami hal serupa.

Bahkan jujur saya sendiri pernah berada dalam situasi yang nyaris sama.
Namun, seperti banyak korban lainnya, rasa malu sering kali mengalahkan keberanian untuk bercerita.

Ada ketakutan dianggap ceroboh, bodoh dianggap tidak cerdas.
Padahal, justru di situlah letak kekuatan para penipu
mereka memanfaatkan psikologi manusia, bukan sekadar kelemahan teknis.
Modus Penipuan yang Semakin Canggih
Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), telah memperkaya cara pelaku melakukan penipuan.

Berikut beberapa modus yang kini marak terjadi

Penyamaran sebagai Instansi Resmi
Pelaku mengaku dari Dukcapil, pajak, bank, atau bahkan aparat penegak hukum.

Mereka menggunakan nada tegas dan mendesak, menciptakan kepanikan agar korban tidak sempat berpikir panjang.
Peniruan Suara (Voice Cloning)
Ada kasus di mana pelaku meniru suara tokoh agama, seperti uskup atau pastor, untuk meminta bantuan dana. Dengan teknologi AI, suara tersebut terdengar sangat autentik.

Penipuan “Salah Transfer”
Korban menerima uang atau notifikasi palsu, lalu diminta mengembalikan dana tersebut. Dalam prosesnya, korban justru diarahkan memberikan akses ke rekeningnya.
Permintaan OTP dan Otorisasi
Ini salah satu modus paling umum.

Pelaku meminta kode OTP dengan alasan verifikasi.

Begitu kode diberikan, rekening korban langsung diambil alih.

Penipuan Kartu Kredit
Pelaku mengaku dari bank dan menyebut adanya transaksi mencurigakan. Korban diminta memberikan data kartu, CVV, atau kode verifikasi.

Phishing melalui Email dan Pesan
Email atau pesan WhatsApp berisi tautan palsu yang menyerupai situs resmi bank.

Begitu korban login, data langsung dicuri.

Undangan Digital Berbahaya
File undangan pernikahan atau ulang tahun yang dikirim melalui WhatsApp ternyata berisi malware yang bisa mengakses data pribadi.

Mengapa Korban Terjebak?

Pertanyaan yang sering muncul mengapa orang-orang terdidik pun bisa tertipu?

Jawabannya sederhana: karena penipuan ini dirancang untuk menyerang emosi, bukan logika.

Pelaku menciptakan rasa takut, urgensi, atau bahkan empati. Dalam kondisi tertekan, manusia cenderung mengambil keputusan cepat tanpa verifikasi.
Selain itu, pelaku sering kali sudah memiliki sebagian data korban, sehingga percakapan terasa meyakinkan.

Langkah Dasar yang Harus Dipegang
Beberapa prinsip yang sudah Anda sampaikan sangat penting, dan perlu terus digaungkan:

Berani berkata TIDAK, bahkan kepada orang yang dikenal.
Jangan pernah memberikan OTP kepada siapa pun.

Abaikan nomor tidak dikenal.
Jangan membuka link atau file mencurigakan.
Waspada terhadap email yang tidak jelas sumbernya.

Namun, itu belum cukup.

Saran Tambahan saya
Jika Ada Gejala Penipuan
Berikut langkah konkret yang dapat dilakukan masyarakat:

Segera Hentikan Komunikasi
Jika ada rasa curiga, langsung tutup telepon atau hentikan percakapan. Jangan beri ruang bagi pelaku untuk terus mempengaruhi.

Verifikasi Secara Mandiri
Jika ada pihak mengaku dari bank atau instansi, hubungi langsung nomor resmi yang tertera di website resmi.

Blokir Rekening dan Kartu
Jika sudah terlanjur memberikan data, segera hubungi bank untuk memblokir akses.

Aktifkan Notifikasi Transaksi
Pastikan setiap transaksi memberikan notifikasi real-time.

Gunakan Batas Transaksi Harian
Batasi jumlah transfer harian untuk meminimalkan kerugian.

Laporkan ke Otoritas
Laporkan ke bank, OJK, dan kepolisian.

Semakin banyak laporan, semakin besar peluang pelaku dilacak.

Edukasi Keluarga
Banyak korban adalah orang tua atau anggota keluarga yang kurang familiar dengan teknologi.

Kisah Nyata

Dalam Hitungan Menit
Seorang pengusaha menerima telepon dari seseorang yang mengaku dari bank.
Beliau diberitahu bahwa ada transaksi mencurigakan sebesar ratusan juta rupiah. Dalam keadaan panik, beliau mengikuti instruksi “petugas” untuk mengamankan rekeningnya.
Ia diminta menyebutkan kode OTP yang masuk ke ponselnya.

Dalam waktu kurang dari lima menit, seluruh saldo rekeningnya hilang.

Ketika beliau menghubungi bank, jawabannya sederhana: transaksi dianggap sah karena menggunakan OTP yang benar.
Di sinilah persoalan besar muncul.
Peran dan Tanggung Jawab Bank

Bank tidak bisa hanya berlindung di balik sistem.
(Data nasabah biasanya dari tangan pihak bank dan keterlibatan oknum atau karyawan bank yang bersangkutan)

Pihak Bank harus
Ada tanggung jawab moral dan sistemik yang harus diperkuat.

Beberapa saran saya untuk perbankan

Sistem Deteksi Anomali yang Lebih Canggih
Transaksi dalam jumlah besar yang tidak biasa seharusnya bisa ditahan sementara.

Cooling System (Penundaan Transaksi Besar)

Memberikan jeda waktu sebelum transaksi besar diproses, agar nasabah bisa membatalkan jika terjadi penipuan.

Pusat Laporan Darurat 24 Jam yang Responsif
Bukan sekadar call center, tetapi tim khusus anti-fraud.

Edukasi Aktif kepada Nasabah
Tidak cukup hanya melalui SMS. Harus ada kampanye masif dan berkelanjutan.
Tanggung Jawab Bersama
Bank perlu mempertimbangkan skema perlindungan bagi korban, bukan langsung menyatakan “bukan tanggung jawab kami”.
Kolaborasi Antar Bank
Melacak aliran dana kemana dan data nama penipu harusnya bisa di lacak
Karena pembukaan rekening harus di ikuti sekuriti data pemilik rekening
Demikian maka aliran dana bisa diteruskan lacak dan di blokir

Untuk melacak dan membekukan rekening penampung dana hasil penipuan secara cepat.

Menghapus Rasa Malu, Membangun Kesadaran
Satu hal yang perlu kita ubah adalah budaya diam.

Korban penipuan tidak boleh merasa sendirian atau dipermalukan.
Justru dengan berbagi pengalaman, kita bisa menyelamatkan orang lain dari jebakan yang sama.

Penipuan digital bukan lagi soal kecerdasan, tetapi soal kewaspadaan. Siapa pun bisa menjadi korban.
Maka, keberanian untuk berkata “tidak”, kebiasaan untuk verifikasi, dan kesadaran untuk berbagi adalah benteng utama kita.
Karena di era digital ini, bukan yang paling pintar yang selamat, tetapi yang paling waspada.

Www.kris.or.id

Www.adharta.com

SAMBUTAN DAN GAGASAN STRATEGISMUSYAWARAH BESAR II PRAMARIN (Praktisi Maritim Indonesia)

PRAMARIN:

SAMBUTAN DAN GAGASAN STRATEGIS
MUSYAWARAH BESAR II PRAMARIN (Praktisi Maritim Indonesia)

Jakarta
Kamis 16 April 2026

Oleh : Adharta
Ketua Dewan
Pengawas

Assalamualaikum waramatulohi wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua

Yang saya muliakan
Bapak Menteri Perhubungan dan seluruh Jajarannya

Yang saya hormati para pendiri dan Pembina PRAMARIN,

Yang saya Cintai
Ketua Umum Pengurus Pramarin 2021 – 2026
beserta seluruh jajarannya

Yang saya banggakan
para pelaku usaha maritim, pemilik Kapal
para profesional, pelaut, nelayan, akademisi, serta seluruh pecinta dunia maritim di Indonesia yang sekali lagi saya banggakan.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam Musyawarah Besar II PRAMARIN. Mubes ini bukan sekadar forum organisasi, melainkan momentum penting untuk merumuskan arah strategis komunitas maritim Indonesia dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi maritim yang luar biasa.

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terkelola secara optimal.
Oleh karena itu, PRAMARIN harus mengambil peran sebagai katalisator perubahan
menyatukan visi antara pelaku usaha, pekerja, dan pemangku kepentingan dalam ekosistem maritim.

Dalam kesempatan hari ini saya mau menulis sebuah
Tesis utama yang ingin saya sampaikan adalah:

“Kemajuan maritim Indonesia hanya dapat dicapai melalui integrasi kekuatan finansial, industrial, dan operasional yang berkelanjutan.”

Untuk itu, izinkan saya menyampaikan beberapa gagasan strategis:

Pertama
Sektor Keuangan: Fondasi Penguatan Ekosistem Maritim
Salah satu tantangan terbesar dalam dunia maritim adalah keterbatasan akses pembiayaan. Banyak pelaku usaha, terutama nelayan dan UMKM maritim, kesulitan mendapatkan modal yang terjangkau.
PRAMARIN dapat mendorong:
Skema pembiayaan khusus sektor maritim berbasis risiko industri
Kolaborasi dengan perbankan nasional dan lembaga keuangan global
Literasi keuangan bagi pelaut dan nelayan

Usulan strategis: pembentukan Bank Kapal Indonesia,
BKI
sebuah institusi keuangan khusus yang berfokus pada pembiayaan kapal, logistik laut, serta industri pendukung maritim.

Bank ini diharapkan menjadi solusi bagi pembiayaan pembangunan kapal, peremajaan armada, hingga asuransi maritim.

Kedua
Sektor Industri: Membangun Kemandirian Maritim
Indonesia masih bergantung pada impor untuk banyak kebutuhan bahan baku industri maritim. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang.
Langkah yang dapat diambil:

Mendorong revitalisasi galangan kapal nasional
Pengembangan industri komponen kapal dalam negeri
Insentif bagi investasi di sektor industri maritim

PRAMARIN harus menjadi jembatan antara pelaku industri dan pemerintah, memastikan kebijakan yang berpihak pada kemandirian nasional.

Ketiga
Sektor Operasional:

Efisiensi dan Modernisasi
Dalam operasional, tantangan utama adalah efisiensi logistik dan kualitas SDM.
Program yang dapat diinisiasi:
Digitalisasi sistem
AI dan Teknologi Informasi
pelabuhan dan logistik
Pelatihan dan sertifikasi pelaut berstandar internasional
Penguatan keselamatan kerja di laut

PRAMARIN dapat membangun pusat pelatihan maritim terpadu yang menghubungkan teori, praktik, dan kebutuhan industri.
Termasuk menerbitkan sertifikasi kompetensi Pelaut dll.

Keempat
Kolaborasi dan Advokasi Nasional
Tidak ada kemajuan tanpa sinergi. PRAMARIN harus:

Menjadi mitra strategis pemerintah
Menjadi wadah aspirasi pelaku maritim
Menginisiasi forum rutin lintas sektor
Komunitas ini harus bergerak dari sekadar wadah silaturahmi menjadi think tank maritim nasional.

Sebagai pesan
Penutup

Para
Hadirin yang saya hormati,

Masa depan Indonesia Suka atau Tidak Suka ada di laut

Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di negeri sendiri.

PRAMARIN harus menjadi pelopor perubahan
menggerakkan, menghubungkan, dan memperjuangkan kepentingan maritim bangsa Indonesia

Mari kita jadikan Mubes II ini sebagai titik tolak kebangkitan baru dunia maritim Indonesia.

Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan cinta tanah air, kita yakin bahwa Indonesia akan menjadi kekuatan maritim dunia yang disegani.

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam Sejahtera bagi kita semua

Adharta

Lelaki Tanpa Batas Waktu(ELTEBEWE)

Lelaki Tanpa Batas Waktu
(ELTEBEWE)

Drama musikal yang patut anda tonton dan saksikan
Kreasi anak muda di bawah Sutradara
Maha karya

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Studi tentang Pendidikan Keluarga dan Keteguhan hati Seorang Ayah

Awal dari Cinta

Keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap manusia.

Di sanalah nilai, karakter, dan arah hidup ditanamkan jauh sebelum pendidikan formal dimulai.

Namun tidak semua keluarga tumbuh dalam kondisi ideal.

Ada keluarga yang harus berjalan dalam keterbatasan, kehilangan salah satu peran, dan dipaksa untuk bertahan dengan kekuatan yang tersisa.

Kisah Pak Dewo,
seorang ayah single parent dalam drama musikal
“Lelaki Tanpa Batas Waktu”, adalah potret nyata dari perjuangan itu.

Pak Dewo bukan tokoh sempurna.
Ia bukan orang kaya, bukan pula sosok berpengaruh.

Ia hanyalah seorang ayah biasa yang memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Melalui kerja keras tanpa mengenal batas waktu,
ia membuktikan bahwa pendidikan keluarga tidak selalu lahir dari kelimpahan materi, tetapi dari keteladanan, pengorbanan, dan cinta yang konsisten.

Kisah Pak Dewo: Ayah, Pekerja, dan Pendidik Kehidupan
Sebagai ayah tunggal,
Pak Dewo memikul peran ganda.
Ia adalah pencari nafkah sekaligus pendamping emosional bagi anak-anaknya.

Pagi hari ia berangkat sebelum matahari terbit. Malam hari, ketika kebanyakan orang telah beristirahat, ia masih bekerja demi tambahan penghasilan. Lelah dan lapar menjadi bagian dari keseharian, tetapi menyerah bukan pilihan.

Bagi Pak Dewo, pendidikan anak bukan sekadar soal biaya sekolah.

Pendidikan adalah jalan keluar dari lingkaran keterbatasan.

Ia sadar bahwa ia mungkin tidak mampu mewariskan harta, tetapi ia bisa mewariskan masa depan.
Ia bekerja bukan demi dirinya sendiri, melainkan demi harapan anak-anaknya.

Julukan “Lelaki Tanpa Batas Waktu” lahir dari dedikasinya.
Ia mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kepentingan pribadinya, agar anak-anaknya tidak kehilangan kesempatan untuk bermimpi dan meraih kehidupan yang lebih baik.

Pendidikan Keluarga: Sekolah Pertama yang Paling Menentukan
Pendidikan keluarga adalah fondasi utama pembentukan karakter anak. Dalam keluarga Pak Dewo, pendidikan tidak selalu hadir dalam bentuk nasihat panjang atau teori moral. Pendidikan justru hadir melalui contoh hidup.

Anak-anak melihat ayah mereka bangun lebih awal, bekerja lebih keras, dan pulang dalam keadaan letih namun tetap bertanggung jawab.

Dari situ mereka belajar tentang ketekunan, kejujuran, dan arti pengorbanan.

Pak Dewo mengajarkan bahwa hidup tidak selalu mudah, tetapi selalu layak diperjuangkan.
Di tengah keterbatasan waktu bersama, Pak Dewo memastikan kehadirannya bermakna.

Ia menanyakan kabar sekolah, mendengarkan cerita anak-anaknya, dan menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk mengubah nasib. Walau tidak selalu hadir secara fisik, nilai-nilai hidup yang ia tanamkan terus hidup dalam diri anak-anaknya.

Peran Ayah sebagai Single Parent: Tantangan dan Tanggung Jawab
Menjadi ayah single parent bukanlah peran yang ringan. Ada tekanan ekonomi, kesepian emosional, dan tuntutan sosial yang harus dihadapi sendirian.

Dari kisah Pak Dewo, terdapat beberapa pelajaran penting dan saran konkret bagi para ayah single parent:
Menempatkan Anak sebagai

Prioritas Hidup
Segala keputusan hidup perlu berpihak pada kepentingan terbaik anak: pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan batin mereka.
Memberi Keteladanan Nyata
Anak-anak belajar dari sikap orang tua. Kerja keras, tanggung jawab, dan kejujuran yang ditunjukkan ayah akan membentuk karakter anak lebih kuat daripada kata-kata.
Membangun Kedekatan Emosional
Ayah perlu hadir sebagai tempat aman bagi anak-anak untuk berbagi cerita, ketakutan, dan harapan mereka.
Mengelola Waktu dengan Kesadaran
Waktu yang singkat namun penuh perhatian jauh lebih bermakna dibandingkan kebersamaan tanpa kehadiran hati.
Menerima dan Mencari Dukungan

Ayah single parent tidak harus berjalan sendiri. Dukungan keluarga besar, komunitas, dan lingkungan sosial sangat membantu.
Menanamkan Harapan dan Tujuan Hidup
Anak-anak perlu diyakinkan bahwa masa depan mereka tidak ditentukan oleh keterbatasan hari ini.
Studi tentang Keluarga: Pendidikan sebagai Warisan Terbesar
Dari sudut pandang studi keluarga, kisah Pak Dewo menegaskan bahwa pendidikan adalah warisan paling berharga. Bukan harta, bukan jabatan, melainkan nilai hidup yang ditanamkan secara konsisten.

Keluarga Pak Dewo membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menjadi penghalang keberhasilan. Dengan disiplin, kerja keras, dan kasih tanpa syarat, anak-anak tumbuh dengan motivasi yang kuat.

Ketika akhirnya mereka berdiri di panggung wisuda, keberhasilan itu adalah buah dari pengorbanan seorang ayah yang bekerja tanpa batas waktu.
Dalam keluarga single parent, peran orang tua menjadi jauh lebih berat, tetapi juga jauh lebih bermakna. Setiap pengorbanan memiliki dampak langsung pada masa depan anak-anak.

Sebuah Cinta mengakhiri segalanya
Pak Dewo adalah gambaran banyak ayah di dunia nyata: bekerja dalam diam, berjuang tanpa sorotan, dan mencintai tanpa syarat. Ia mungkin tidak meninggalkan kekayaan, tetapi ia meninggalkan nilai kehidupan yang akan terus hidup dalam diri anak-anaknya.

“Lelaki Tanpa Batas Waktu”
bukan sekadar kisah panggung. Ia adalah cermin tentang arti pendidikan keluarga, keteguhan seorang ayah, dan kasih yang diwujudkan melalui pengorbanan nyata.

Keberhasilan sejati bukan diukur dari apa yang dimiliki orang tua, tetapi dari siapa anak-anak itu kelak menjadi
berpendidikan, berkarakter, dan membawa terang bagi sesama
karena ada seorang ayah bernama Pak Dewo, yang rela bekerja tanpa batas waktu.

Kesempatan luar biasa
Buat Anda dan Keluarga
Saya Undang untuk hadir di Ciputra Artpreneur

Minggu
22 Pebruari 2026
Jam 18.00

Www.kris.or.id

Www.adharta.com

Valentine day

Cerpen 0052

Oleh : Adharta
Ketua Umun
KRIS

Komunitas
Relawan
Indonesia
Sehat

Jakarta
Sabtu 14 Pebruari 2026

CINTA itu Ajaib

Ada dua orang sahabat di sebuah kamar rumah sakit
Yang seorang buta dan yang seorang lagi Sakit Jantung parah

Setiap hari Pasien Yang sakit Jantung bercerita kepada sahabat sekamarnya tentang keindahan dunia melalui sebuah jendela kamar kepada Pasien yang Buta

Saat ajal menjemput tiba Pasien Jantung bersedia menyumbangkan kornea matanya kepada Pasien Buta

Pasien Buta di operasi transplantasi mata dan dia bisa melihat

Pertama kali melihat dia minta perawat agar di bawa ke kamarnya karena dia mau melihat dan menikmati keindahan alam yang di ceritakan oleh Pasien Jantung saat masih hidup

Ternyata setelah melihat kamar mereka itu gelap dan tidak ada jendela sama sekali

Pasien yang mantan Buta itu air matanya jatuh dan disana dia mengerti Apa itu arti Cinta

Hari ini kita memperingati hari Kasih Sayang
Untuk memperingati wafatnya Santo Valentinus

Mungkin saya mengutip sedikit kisahnya buat kita renungkan
Apa arti Cinta
Seperti yang dialami Pasien Buta tadi

Surat Cinta Terakhir dari Penjara Batu

Malam itu Roma terasa lebih dingin dari biasanya.
Di balik dinding penjara batu yang lembap, Santo Valentinus duduk bersandar, menatap cahaya obor yang menari di dinding.

Besok pagi, hidupnya akan berakhir. Ia tahu itu.
Namun anehnya, hatinya tenang
seolah cinta telah menyiapkan pelukan terakhirnya.

Valentinus bukanlah prajurit, bukan pula bangsawan. Ia hanya seorang imam kecil yang percaya bahwa cinta adalah doa paling jujur yang bisa dipanjatkan manusia.

Ketika Kaisar Claudius II melarang pernikahan demi ambisi perang, Valentinus justru membuka pintu rumahnya setiap malam.

Di sanalah, dengan suara lirih dan lilin kecil, ia menikahkan pasangan-pasangan muda yang saling mencintai.

“Apa kau tidak takut, Romo?” tanya Lucia suatu malam, seorang gadis yang akan menikah dengan Marcus, prajurit muda yang esoknya harus berangkat ke medan perang.
Valentinus tersenyum lembut.

“Cinta yang diberkati tak pernah sia-sia, Nak.
Bahkan jika dunia runtuh sekalipun.”

Ketika akhirnya ia ditangkap, tak ada penyesalan di wajahnya. Hanya doa.
Di penjara, Valentinus bertemu Julia, putri sipir penjara.

Gadis itu buta sejak kecil. Setiap sore, Julia duduk di luar jeruji, mendengarkan Valentinus bercerita
tentang bunga yang mekar di musim semi, tentang warna langit senja, tentang wajah manusia yang bersinar ketika mencintai.

“Aku tak pernah melihat dunia,” kata Julia dengan suara bergetar.

“Tapi kau merasakannya,” jawab Valentinus.
“Dan cinta membuat dunia itu nyata.”

Hari demi hari berlalu. Valentinus berdoa untuk Julia, bukan dengan kata-kata panjang, melainkan dengan ketulusan.
Suatu pagi, Julia menjerit kecil. Cahaya masuk ke matanya
perlahan, rapuh, namun nyata. Untuk pertama kalinya, ia melihat wajah Valentinus: lelah, penuh luka, tetapi bercahaya oleh kasih.

Tangis Julia pecah.

“Romo… dunia ini indah.”

Valentinus tersenyum. Itu sudah cukup baginya.

Malam sebelum eksekusi, Valentinus meminta selembar kertas. Tangannya gemetar, bukan karena takut mati, tetapi karena cinta yang ingin ia titipkan.

Julia yang terkasih,
Jangan takut mencintai.
Dunia bisa kejam, tetapi cinta selalu menemukan jalannya.

Jika suatu hari engkau meragukan kebaikan, ingatlah bahwa ada seseorang yang mati demi mempercayainya.

Dari Valentinemu.

Pagi 14 Februari 269 M, ketika pedang diangkat, tak ada jeritan. Hanya angin yang berhembus lembut, seolah membawa doa-doa cinta yang pernah ia satukan.

Dan sejak hari itu, dunia mengenang namanya
bukan sebagai martir kematian, melainkan saksi cinta yang tak pernah mati.

Www.kris.or.id

Www.adharta.com

ANTARA SUNYI, LUKA, DAN BELAS KASIH

ANTARA SUNYI, LUKA, DAN BELAS KASIH

Cerpen 0049

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Komunitas
Relawan
Indonesia
Sehat

Awal Pebruari
2026

Nama kecilnya Regina.
Di kampung Ngada, Flores, orang banyak memanggilnya Regi.
Ia lahir dari tanah yang sunyi tetapi setia
tanah yang mengajarkan orang untuk sabar menunggu hujan dan bersyukur pada hasil yang sederhana.

Regi tumbuh dalam keluarga biasa, dengan doa yang diucapkan lirih setiap pagi dan senja.
Sejak kecil, ia mengenal Tuhan Yesus Kristus
bukan lewat kata-kata rumit, melainkan lewat ketekunan ibunya dan kejujuran hidup orang-orang kampung.

Namun seperti banyak anak muda lain, hati Regi menyimpan kerinduan akan dunia yang lebih luas.

Ia ingin merantau.
Ia ingin melihat hidup dari dekat, dengan segala kemungkinan dan risikonya. Maka pada suatu pagi, dengan air mata yang ditahan dan doa yang diselipkan di saku baju, Regi meninggalkan Flores menuju Jakarta.

Merantau dan Mimpi

Jakarta menyambutnya dengan cahaya dan bayangan sekaligus.

Kota ini menjanjikan harapan, tetapi juga menuntut daya tahan.

Regi bekerja, belajar menyesuaikan diri, dan berusaha berdiri di atas kakinya sendiri.

Ia belajar bahwa hidup tidak selalu seindah rencana, tetapi tetap layak diperjuangkan.
Di tengah kesibukan itulah Regi mengenal cinta.

Cinta manusiawi yang hangat, yang membuat hari-hari terasa lebih ringan. Ia belajar berharap bersama seseorang, berbagi cerita, dan menenun mimpi sederhana.

Cinta itu nyata, tulus, dan pernah membuatnya berpikir bahwa hidupnya akan berjalan seperti kebanyakan orang: bekerja, menikah, membangun keluarga.
Namun hidup memiliki cara sendiri untuk mendidik hati.
Kegagalan dan Kehilangan
Perlahan, apa yang dibangun runtuh satu demi satu.

Pekerjaan yang hilang. Harapan yang tertunda. Hubungan yang tak mampu bertahan menghadapi kerasnya realitas.

Regi mencoba bertahan, tetapi ada titik ketika kekuatan manusia terasa habis.

Malam-malam Jakarta menjadi sunyi yang menyesakkan. Regi menangis bukan karena ia lemah, tetapi karena ia telah berjuang sekuat tenaga.

Ia merasa seperti domba yang berjalan jauh, tetapi kehilangan arah. Ia berdoa, namun doa-doanya terasa hampa.
Ia hadir di gereja, tetapi hatinya kosong.

Dalam kegagalan itulah Regi mulai memahami bahwa hidup bukan hanya tentang berhasil atau tidak berhasil.

Ada sesuatu yang lebih dalam sedang dikerjakan Tuhan di dalam dirinya.
Pertemuan dengan Sabda

Suatu hari, dalam kelelahan yang mendalam, Regi duduk di sebuah kapel kecil.
Tidak ada maksud khusus. Ia hanya ingin diam.

Dalam keheningan itu, Sabda Tuhan menyentuhnya:

“Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasih kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.”

Regi terdiam lama. Kalimat itu seolah menggambarkan dirinya
dan banyak orang di sekitarnya.
Ia melihat wajah-wajah lelah di jalanan Jakarta,
anak-anak yang kehilangan perhatian, orang-orang yang bekerja tanpa arah, dan dirinya sendiri yang sedang mencari pegangan.

Untuk pertama kalinya, Regi menyadari bahwa Tuhan tidak selalu menjawab doa dengan mengubah keadaan. Kadang Tuhan mengubah hati
menggerakkannya oleh belas kasih.

Belajar Melayani di Tengah Lelah
Regi mulai terlibat dalam pelayanan kecil.

Awalnya sederhana: membantu anak-anak belajar, menemani orang-orang yang kesepian, mendengarkan kisah hidup mereka yang penuh luka.

Ia sering datang dalam keadaan lelah, tetapi pulang dengan hati yang hangat.
Ia teringat renungan yang mengatakan bahwa Yesus mengajak murid-murid-Nya ke tempat sunyi untuk beristirahat, tetapi tidak menutup mata terhadap mereka yang membutuhkan.

Regi belajar bahwa keheningan bukan pelarian, melainkan sumber kekuatan untuk kembali melayani.

Di sinilah ia mulai memahami keseimbangan hidup:
doa yang mendalam dan aksi nyata,
kediaman rohani dan tanggung jawab sosial.
Ia belajar bahwa kekudusan bukan soal menjauh dari dunia, melainkan hadir di tengah dunia dengan hati yang penuh kasih.

Cinta yang Dimurnikan
Cinta masa lalunya tidak hilang begitu saja.

Ada hari-hari ketika kenangan datang tanpa diundang.

Namun Regi tidak lagi melawan.
Ia menyerahkan semuanya dalam doa.
Ia belajar bahwa cinta tidak selalu harus dimiliki untuk menjadi nyata.
Ada cinta yang justru menjadi utuh ketika dilepaskan.
Air mata masih mengalir, tetapi kini berbeda.

Air mata itu bukan lagi tanda keputusasaan, melainkan proses pemurnian.
Regi mulai merasakan damai yang tidak tergantung pada situasi.

Damai yang lahir dari penyerahan.
Panggilan dalam Keheningan
Dalam doa-doa panjang dan sunyi, Regi mendengar panggilan yang pelan tetapi pasti.

Bukan panggilan yang spektakuler, melainkan panggilan untuk menjadi hadir sepenuhnya bagi sesama.
Ia menyadari bahwa kegagalan, luka, dan cinta yang kandas bukan akhir cerita
melainkan jalan yang mempersiapkannya.
Dengan gentar dan rendah hati, Regi memilih jalan hidup membiara.

Ia bukan melarikan diri dari dunia, tetapi justru ingin mengabdi lebih dalam kepada dunia.

Suster Regina:

Hidup yang Diberikan
Kini ia dikenal sebagai Suster Regina.
Namun bagi banyak orang, ia tetap Regi
sosok sederhana yang mau mendengarkan, hadir, dan berjalan bersama.
Setiap hari dimulai dengan doa dalam keheningan.

Ia belajar mencari Allah dalam refleksi yang mendalam, lalu membuka mata dan telinga untuk jeritan mereka yang terlantar.
Ia percaya bahwa damai sejahtera sejati hanya dialami ketika hidup dibangun dalam keseimbangan antara iman yang kokoh dan perbuatan kasih yang nyata.
Kadang, saat senja, ingatannya kembali ke Ngada
kampung yang mengajarkannya tentang kesetiaan.
Ia tersenyum. Hidupnya tidak berjalan seperti rencana awal, tetapi justru menemukan makna yang lebih luas.

Renunganntentang Cinta

Hidup Regi mengajarkan kita bahwa:
kegagalan bukan akhir,
luka bisa menjadi pintu panggilan,
cinta yang hilang dapat dimurnikan menjadi kasih yang lebih besar.
Seperti Sabda hari ini, Tuhan terus menggerakkan hati-Nya oleh belas kasih.

Ia mengundang kita untuk pergi ke tempat sunyi bersama-Nya
tanpa melupakan dunia yang menunggu sentuhan kasih kita.
Damai sejati lahir ketika kita berani mengosongkan diri, agar kasih Allah mengalir melalui hidup kita.
Selamat pagi, sahabat.
Tuhan memberkati kita semua.

Www.kris.or.id

Www.adharta.com

Ekonomi Indonesia Saat Ini Pemikiran dan pandangan

Ekonomi Indonesia Saat Ini
Pemikiran dan pandangan

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Komunitas Relawan Indonesia
Sehat

Jakarta
27 Januari 2026

I. Hasil pemantauan selama 3 Bulan khususnya di Jakarta

GambaraSituasi Ekonomi Indonesia Saat Ini

Pertama
Pertumbuhan Ekonomi Makro Tumbuh sangat minim akan tetapi tidak “Kuat”

Data resmi menunjukkan ekonomi Indonesia masih tumbuh positif dengan angka di kisaran ± 5 % pada 2025.

Pemerintah bahkan menargetkan
5,4 % untuk 2026.

Pertumbuhan ini ditopang oleh:
konsumsi rumah tangga,
investasi pemerintah dan swasta,
kinerja ekspor-impor.

Namun lembaga independen seperti CORE memperkirakan bahwa pertumbuhan 2026 bisa hanya di 4.9 % – 5.1 %, sedikit lebih rendah dari target pemerintah dan tidak menunjukkan akselerasi yang kuat.

Intinya:
Secara makro terlihat tumbuh, tetapi perlambatan sektor aktivitas riil terasa di masyarakat.

Kedua
Kinerja Konsumsi dan Aktivitas Usaha Lesu
Indikator riil menunjukkan:
mall, pasar, toko pakaian, peralatan elektronik, dan restoran tampak sepi
banyak warung makan, kantin, dan pedagang kecil mengalami penurunan bahkan sampai di tutup (Hal ini kami alami sendiri dalam grup usaha)

pendapatan;
penurunan mobilitas konsumsi terutama di kelas menengah dan menengah-atas.

Ini sering menjadi sinyal menurunnya daya beli secara luas.
Meskipun data BPS menunjukkan konsumsi masih berkontribusi besar terhadap PDB, tren pertumbuhan konsumsi tidak setinggi periode sebelumnya sehingga suasana sendu terasa oleh pelaku usaha mikro.
Kesulitan ini dihadapi langsung oleh pengusaha

Kesimpulan: Pertumbuhan ekonomi makro belum tercermin secara proporsional ke aktivitas ekonomi harian di sektor perdagangan, jasa, dan retail.

Ketiga
Industri dan Sektor Riil
Ada Kontradiksi
Sektor industri manufaktur masih menunjukkan ekspansi dengan PMI di atas level netral 50, meskipun laju pertumbuhan melambat.

Namun, perasaan pelaku usaha di sektor perdagangan, penerbangan, hotel, dan perkapalan menunjukkan
permintaan turun,
utilisasi kapasitas rendah,
bisnis berjalan di bawah kapasitas.

Ini berkaitan erat dengan turunnya konsumsi masyarakat.

Ekspor, Impor & Perdagangan Internasional

  1. Neraca |Perdagangan Masih Surplus

Data BPS terakhir menunjukkan surplus neraca perdagangan Indonesia cukup kuat selama Januari-November 2025, terutama pada sektor non-migas.
Badan Pusat Statistik Indonesia

Perincian
Ekspor non-migas meningkat ±14 % terutama dari produk manufaktur dan komoditas seperti CPO, besi & baja, dan produk mineral.

Impor naik moderat sekitar ±4 % dengan dominasi barang modal (kapital goods).

Badan Pusat Statistik Indonesia
Perdagangan luar negeri Indonesia masih menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi, bukan penalti.

  1. Tantangan di Ekspor Global

Proyeksi terakhir menunjukkan:
pertumbuhan ekspor masih menghadapi tekanan dari dinamika permintaan global.

Sementara permintaan global belum sepenuhnya kuat, ekspor Indonesia yang berbasis komoditas dan produk manufaktur rendah teknologi masih cukup tergantung pada harga komoditas dan tren global.

Potensi risiko
perlambatan permintaan global 2026-2027,
fragmentasi rantai pasok,
perubahan tarif dan kebijakan perdagangan internasional.

Kenapa Aktivitas Ekonomi Riil Terasa “Makin Memburuk”?

Dari fenomena yang saya amati (mall, pasar, restoran sepi), ada beberapa kemungkinan penyebabnya

  1. Daya Beli Rumah Tangga Menurun

Walaupun secara agregat konsumsi masih tumbuh, kenaikan harga barang pokok tertentu dan tekanan biaya hidup dapat mengurangi konsumsi non-pokok seperti pakaian, elektronik, dan santapan di luar rumah.

Inflasi inti relatif terkendali, tetapi harga pangan volatile tetap membawa beban bagi masyarakat berpendapatan rendah hingga menengah.

Badan Pusat Statistik Indonesia

  1. Ketidakpastian Global dan Kepercayaan Konsumen

Kondisi global yang kurang stabil (bank sentral negara maju menaikkan suku bunga, ketegangan geopolitik, dan perlambatan ekonomi dunia) berdampak pada kepercayaan konsumen dan investor.

  1. Modal Usaha Menyusut dan Kredit Mengendur

Bank dan lembaga keuangan cenderung semakin berhati-hati dalam menyalurkan kredit usaha di masa ketidakpastian terutama kepada UMKM dan usaha kecil.

Ekspektasi Ekonomi 2026–2027

  1. Pertumbuhan Ekonomi

Proyeksi makro menunjukkan:
2026 diperkirakan tumbuh sekitar 5 % ± sedikit di atas atau di bawah angka tersebut.

Bank Dunia memproyeksikan ekonomi RI tumbuh sekitar 5 % tahun 2025-2026, lalu naik sedikit di 2027.

  1. Situasi Ekspor-Impor

Dengan surplus perdagangan yang masih berlanjut, ekspor menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi real growth ekspor menantang di tengah permintaan global yang lemah.
Langkah-Langkah Strategis untuk Menghadapi Kesulitan Ekonomi
Berdasarkan kondisi saat ini dan ekspektasi ke depan, berikut rekomendasi langkah yang dapat diambil oleh pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat

  1. Penguatan Daya Beli dan Konsumsi Domestik

Perlu stimulus yang tepat sasaran bagi rumah tangga berpendapatan rendah dan menengah agar konsumsi tetap bergerak.
Kebijakan fiskal berupa bantuan langsung tunai, insentif pajak bagi UMKM, atau subsidi bersyarat bisa dipertimbangkan.

  1. Revitalisasi UMKM

UMKM adalah tulang punggung ekonomi domestik. Dukungan bisa berupa:
akses kredit yang lebih mudah,
pelatihan digital dan pemasaran online,
basis produksi berbasis lokal.

  1. Perbaikan Iklim Investasi

Untuk menarik investasi:
reformasi birokrasi yang lebih cepat,
kepastian hukum dan perlindungan investor,
insentif sektor manufaktur teknologi tinggi.
Hal ini membantu menambah lapangan kerja dan mendongkrak produktivitas.

  1. Diversifikasi Ekonomi

Kurangi ketergantungan pada ekspor komoditas primer dengan:
hilirisasi industri,
pengembangan manufaktur bernilai tambah,
investasi pada teknologi dan ekonomi digital.

  1. Kebijakan Moneter dan Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia perlu menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong kredit produktif tanpa mengorbankan inflasi yang tinggi.
Kebijakan suku bunga harus responsif terhadap tekanan eksternal.

  1. Reformasi Struktural

Reformasi menyeluruh di sektor tenaga kerja, pendidikan, dan infrastruktur akan membantu Indonesia keluar dari stagnasi pertumbuhan jangka panjang.

Sebagai akhir pandangan saya

Situasi ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan kontradiksi
Secara makro masih tumbuh, namun aktivitas riil di masyarakat menunjukkan tekanan yang nyata.
Konsumsi menurun, dan pelaku usaha kecil serta sektor jasa berbasis konsumsi merasakan dampaknya. Pertumbuhan masih diproyeksikan positif, tapi tidak cepat dan masih menghadapi risiko global.

Langkah mitigasi yang tepat, sinergi kebijakan fiskal-moneter, serta fokus pada pemberdayaan UMKM dan konsumsi domestik adalah kunci untuk menghadapi tantangan ekonomi 2026-2027.

MARI MELANGKAH AWAL UNTUK INDONESIA SEHAT

Mari Melangkah
LANGKAH AWAL UNTUK INDONESIA SEHAT

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Salam sehat
Buat semua Sahabatku dan segenap keluarga

KRIS
Komunitas Relawan Indonesia Sehat

Akhir Januari 2026

Saudaraku
Satu hati
Satu jiwa
Satu tujuan kita
Indonesia sehat

Seluruh anggota KRIS Komunitas Relawan Indonesia Sehat, dan keluarga
di mana pun berada,
dari Sabang sampai Merauke,
dari Miangas hingga Pulau Rote.

Izinkan dan perkenankan saya menyapa Anda semua, beserta keluarga tercinta, dengan rasa hormat, kasih, dan harapan yang besar.

Pada akhir Januari 2026 ini, kita berdiri di sebuah titik awal.
Bukan titik yang kecil.
Bukan pula titik yang biasa.
Melainkan sebuah titik yang menentukan arah langkah kita ke depan
sebagai relawan, sebagai warga bangsa, dan sebagai orang tua serta kakek-nenek bagi generasi masa depan Indonesia.

Ada sebuah pepatah Tiongkok yang ditulis oleh Gong Fu Tse (Kongzi / Confucius)
yang mengatakan:
“Jika engkau ingin menempuh seribu langkah,
maka engkau harus memulai dengan satu langkah awal.”

Pepatah ini sederhana, namun sarat makna.
Tidak ada perjalanan besar yang dimulai dengan keraguan.
Tidak ada perubahan yang lahir dari diam.
Dan tidak ada masa depan yang sehat tanpa keberanian untuk melangkah lebih dulu.

Hari ini, kita memilih langkah pertama itu.
Mengapa Kita Harus Bangkit Bersama

Saudara-saudari
Sahabatku
yang saya muliakan,

Kita hidup di masa yang penuh tantangan.
Kemajuan teknologi melaju cepat, tetapi kesadaran hidup sehat sering tertinggal.

Informasi berlimpah, namun edukasi kesehatan yang benar belum merata.

Fasilitas kesehatan berkembang, tetapi pencegahan masih kalah perhatian dibandingkan pengobatan.
Padahal kita semua tahu,
bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang pintar,
tetapi bangsa yang sehat jasmani, sehat rohani, dan sehat pola pikirnya.

KRIS hadir bukan untuk menggantikan siapa pun.
Bukan untuk menggurui.

Bukan untuk menghakimi.
KRIS hadir untuk mengajak, mendampingi, dan menumbuhkan kesadaran.

Karena kesehatan bukan semata urusan rumah sakit.
Kesehatan dimulai dari rumah.

Dari dapur.
Dari cara kita mendidik anak.
Dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Edukasi Preventif dan Promotif:

Pondasi Bangsa
Fokus utama gerakan kita adalah edukasi preventif dan promotif kesehatan.

Preventif berarti mencegah sebelum sakit.

Promotif berarti mendorong dan memelihara hidup sehat secara berkelanjutan.

Inilah pondasi yang sering dilupakan, tetapi justru paling menentukan.
Bayangkan jika setiap keluarga Indonesia:
Memahami pentingnya gizi seimbang
Mengerti makna kebersihan dan sanitasi
Menyadari pentingnya aktivitas fisik
Cerdas memilah informasi kesehatan
Memiliki kesadaran kesehatan mental dan emosional
Maka beban bangsa ini akan jauh lebih ringan.

Biaya kesehatan akan berkurang.
Produktivitas akan meningkat.
Dan yang terpenting: kualitas hidup akan naik secara bermartabat.

Inilah warisan terbaik yang bisa kita berikan
bukan hanya kepada anak-anak kita,
tetapi juga kepada cucu-cucu kita

di Indonesia Emas 2045.
KRIS Adalah Gerakan Hati Nurani

Saudara-saudari
Sahabat
relawan,
KRIS bukan sekadar organisasi.
KRIS adalah gerakan hati Nurani

Gerakan orang-orang biasa
yang memiliki kepedulian luar biasa.
Tidak semua dari kita adalah tenaga medis.

Tidak semua dari kita adalah akademisi.
Namun semua dari kita adalah manusia yang peduli.

Dan kepedulian, bila digerakkan bersama,
akan menjadi kekuatan yang dahsyat.

Melalui KRIS, kita belajar bahwa:
Setiap orang bisa berkontribusi
Setiap langkah kecil memiliki arti
Setiap daerah punya peran penting
Baik di kota besar maupun pelosok desa,
di lingkungan RT, RW, sekolah, tempat ibadah,
komunitas lokal, hingga keluarga sendiri.

Ajakan untuk Seluruh Anggota dan Keluarga
Hari ini, dengan penuh kerendahan hati,
saya mengajak seluruh anggota KRIS di seluruh Indonesia,
beserta keluarga masing-masing:
Mari kita bangkit.
Bukan dengan amarah.
Bukan dengan ego.
Tetapi dengan kesadaran dan kasih.

Mari kita mulai dari diri sendiri.
Dari rumah kita sendiri.
Dari kebiasaan kecil yang konsisten.
Mari kita menjadi contoh,
bukan sekadar penonton.

Mari kita ajak lingkungan sekitar
dengan bahasa yang ramah,
dengan teladan yang nyata,
dengan ketulusan yang terasa.
Karena perubahan sejati
tidak lahir dari paksaan,
tetapi dari inspirasi.
Langkah Kecil Hari Ini, Dampak Besar Esok Hari

Saudara-saudari sahabatku terkasih
yang saya banggakan,
Jangan pernah merasa langkah Anda terlalu kecil.
Jangan pernah merasa kontribusi Anda tidak berarti.

Satu keluarga yang sadar kesehatan
adalah satu benteng bangsa.
Satu anak yang tumbuh sehat
adalah satu harapan masa depan.

Satu relawan yang bergerak
adalah satu cahaya di lingkungannya.
Bila hari ini kita melangkah satu langkah,
besok akan ada dua langkah.
Lusa akan menjadi sepuluh langkah

Dan suatu hari, seribu langkah itu akan terjangkau.

Sahabatku
Tercinta
Untuk Indonesia yang Kita Cintai
Akhir kata,
atas nama
KRIS
Komunitas Relawan Indonesia Sehat,

saya mengajak kita semua untuk terus menjaga api semangat ini.
Semangat melayani tanpa pamrih.

Semangat belajar tanpa henti.
Semangat berkontribusi untuk bangsa dan negara tercinta,
Sejak masa kanak kanak hingga dewasa
Untuk Indonesia.

Semoga langkah awal di akhir Januari 2026 ini
menjadi awal dari perjalanan panjang
menuju Indonesia yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih bermartabat.

Dari kita, oleh kita, untuk Indonesia.
Dari langkah kecil hari ini, menuju Indonesia Emas 2045.

Terima kasih.
Salam sehat.

Salam relawan.
Salam Indonesia Sehat. 🇮🇩

Adharta

Adharta

Www.kris.or.id

Www.adharta.com

AIR PERMATA

Seorang sahabat
datang tanpa lihat wajah
kadang pergi tidak lihat punggung
Tapi karyanya sangat nyata
Bisikan angin masih bisa terdengar
Karsanya senyap
Sentuhan tangannya
bagai ukiran diatas kanvas
Untuk menolong memberikan warna
Aura setara pelangi
Dalam Cahaya Rona juwita
Air Mengalir
Permata berkilau
Simbol persahabatan
Suara yang damai
bak Bisikan Malaikat
Sudut sudut yang gelappun bisa ku lihat
Karena kilatan
hasratmu
Membuat aku mengenalmu
Berbagai macam Cara Tuhan mencintaiku
Salah satunya mempertemukan Dikau dan Aku
Perjumpaan di kaki gunung itu
Mengajakku mendakinya
Untuk melihat dunia
Semakin indah
Karena ada Cinta Membingkainya

Adharta
Medio April 2021

buat seorang sahabat
disana ada aku
disini ada dikau