Archive for February, 2014

Hiburan

Keinginan seseorang adalah bagian dari hiburan, dimana jika terkabul akan menjadikan kebahagiaan tersendiri, semakin banyak keingingan hatinya maka sukacita semakin besar karena ada pengharapan (Adh)

hiburanSaya punya hobby makan dan tentu saja mau cari makan yang enak. Keinginan untuk makan bersama sahabat sungguh menjadi bagian dari suka cita saya, tetapi pada saat saya kurang sehat maka seluruh keinginan makan atau saya sebut nafsu makan hilang dan tentu saya sangat sedih. Dari seluruh makhluk hidup di bumi pasti membutuhkan hiburan. Ada suatu hari saya kedatangan seorang keluarga juga sahabat baik. Di depan rumah saya ada pohon mangga, yang sudah setahun lebih tidak berbuah, padahal sudah dikasih pupuk dan disiram air, tetapi ia tetap saja tidak berbuah. Lalu, kata sahabat saya bahwa pohon pun perlu disapa dan dihibur karena dia lagi sedih. Saya tertawa tetapi saya coba juga. Saya buatkan pot melingkar dan setiap pagi saya suruh siram dan lebih lucu lagi saya ajak bicara supaya dia berbuah. Ternyata benar juga dalam seminggu saja pohon mangga saya berbunga dan berbuah banyak juga manis lagi. Sekarang musim hujan terus menerus, bunganya juga banyak sekali tapi banyak yang rontok karena hujan dan angin. Mungkin pohon manggaku lagi sedih juga di musim banjir.
Suatu hari ada temanku, anjingnya sudah seminggu tidak mau makan. Aku juga punya teman lain dengan julukan BA (bakul asu) padahal nama akhirnya Budiman Asmadi, lucu sekali orangnya. Anjing sahabatku sudah seminggu bolak balik dokter dan tidak bisa terus saat ketemu sama temanku BA. Dia bilang anjing ini ingin kawin. Lalu, dia membelai anjing tersebut dan langsung anjingnya lahap sekali makannya dan keesokannya dicari pejantan supaya bisa kawin.
Jadi hiburan bukan hanya milik manusia saja, tetapi Tuhan ingin menghibur seluruh makhluk ciptaan-Nya, tetapi kita kurang menyadarinya. Kita lebih memilih hiburan duniawi dan hiburan tidak sehat daripada hiburan dari Tuhan yang penuh dengan suka cita besar. Sahabat baik adalah hiburan yang sangat indah. Doa adalah penghiburan abadi, karena kita berbicara langsung dengan Tuhan.
Mengunjungi orang sakit, menghadiri pemakaman, memberikan penghiburan yang berduka adalah pesan Tuhan yang disampaikan melalui kita.
Maria (nama samaran) adalah seorang janda muda yang menderita pendarahan. Sudah setahun lebih karena penyakitnya ini dia kehilangan segalanya. Harta benda sudah dijual semua, anak satu-satunya ikut orang tuanya, suaminya sudah menikah lagi dan tidak diketahui dimana rimbanya. Ia bekerja sebagai operator telepon di sebuah perusahaan swasta. Gajinya hanya cukup untuk makan, dan transport serta biaya kos. Sebagai seorang Katolik yang rajin dia tidak pernah absen dalam doa dan ke gereja, tetapi katanya, dia sudah kehilangan segalanya, yang paling berharga : cinta, suami, anak, kesehatan dan mungkin keinginan hidup. Satu-satunya alasan ia bertahan hidup hanya untuk membiayai anaknya, yang sekarang ikut ibunya.
Pengharapan akan masa depan cerah musnahlah sudah, karena memang sudah tidak ada yang diharapkan. Dalam perjalanan hidup yang menderita, Maria punya seorang sahabat wanita di SMA. Entah apa yang membuatnya tiba-tiba teringat, tetapi malu untuk telepon karena sahabatnya itu orang kaya raya. Cuma kerinduan dan keinginannya terus berada dalam hatinya. Ada beberapa kali reuni tapi dia tidak berani hadir karena kondisi yang melarat dan sakit-sakitan.
Suatu hari di kendaraan umum Maria melihat penumpang di sebelahnya seorang ibu. Ia kelihatannya sakit dan menderita. Maria bingung ingin dia membantu ibu ini ke rumah sakit tetapi dia sendiri tidak ada uang. Akhirnya dia mengajak turun dan ganti taxi dan mengantar ibu ini, dan berhentilah mereka di sebuah rumah mewah karena ibu ini adalah pembantu rumah tangga di sana. Dia membayar taxinya lalu Maria mengantarnya masuk. Sungguh luar biasa, ternyata pemilik rumah mewah adalah Astuti (nama samaran) sahabat karibnya di SMA. (Kisah pertemuan dua sahabat lama ini dibacakan saat aku reuni di Surabaya bagian dari acara dan semua sahabat yang hadir mengucurkan airmata karena Maria hadir dalam acara itu)
Tuhan menyediakan penghiburan menurut caranya sendiri dan sungguh luar biasa. Pertemuan adalah hiburan yang menyembuhkan dan tidak ada pertemuan yang kebetulan atau disengaja semua Tuhan yang mengaturnya.
Semoga kita semua bisa merasakan penghiburan yang diberikan Tuhan kepada kita termasuk kehangatan pagi hari ini. Tinggalkan semua kesedihan, galau, kekecewaan, kemarahan, dan kebencian, tetapi sambutlah hiburan yang diberikan Tuhan kepada kita terutama melalui sahabat kita, keluarga, anak istri, suami dan orang tua. Salam dan doa.

Advertisements

Perasaan

Perasaan menciptakan jarak antara kita dengan dosa, tetapi ALLAH mendekatkan jarak-Nya dengan ujian dan cobaan (Hafifah-Malaysia).


how-u-are-feelingHujan turun sejak malam tadi membuat hatiku gundah gulana entah mengapa? Rasanya situasi dan kondisi pengaruh hujan menimbulkan banjir membuat banyak orang susah, terutama teman-teman yang mengalami musibah. Kadang saya merasa sah itu hal yang biasa. Perasaan saja yang membuat jantungku berdetak lebih keras dan menimbulkan kekhawatiran. Aku memiliki seekor anjing yang pintar sekali, sejak semalam juga melolong mungkin menangis karena takut hujan.
Pagi ini saya coba menerawang perasaanku mengapa aku begitu sedih? Memang perasaan manusia itu luar biasa. Dia bisa menimbulkan kasih sayang, cinta, benci, dendam, takut, khawatir, curiga dan gelisah serta macam macam kondisi. Saya mengutip puisi singkat seorang pujangga Malaysia: “Perasaan menciptakan jarak antara kita dengan dosa, tetapi ALLAH mendekatkan jarak-Nya dengan ujian dan cobaan”.
Semalam saya nonton ILC (Indonesian Lawyers Club) Bang Karni mengutip sebuah pepatah, saya lupa dari mana asalnya, katanya : “Sebuah kesalahan manusia menuju kebenaran adalah keluar dari perasaannya”. Dari kenyataan itu memang bisa dilihat ada hubungan antara perasaan dan kebenaran. Memang pada dasarnya manusia memiliki suara hati yang mempengaruhi perasaan manusia, tetapi perlu kita garis bawahi bahwa perasaan manusia bisa menggiring kita untuk lebih dekat dengan DOSA,
tetapi Tuhan yang begitu mengasihi kita mendekatkan kita dengan-Nya dengan cara memberikan cobaan, sehingga DOA kita selalu ditutup dengan”Jangan masukan kami ke dalam percobaan, artinya mengikuti perasaan kita, tetapi bebaskan kami dari yang jahat artinya mendekatkan kita dengan-Nya”.
Dulu saya pernah membaca sebuah buku Novel, ada sebuah tulisan berbunyi : “Sumber dari segala sumber dosa dimulai dari perasaan, saat itu saya kurang sepakat, karena perasaan manusia melalui suara hatinya sepenuhnya adalah baik, karena sejahat-jahatnya seseorang tidak akan memberikan ular kalau anaknya minta roti. Lalu, mengapa perasaan jadi sumber dosa? Misalnya perasaan ingin memiliki sesuatu, membuat seseorang mencuri atau merampok, atau perasaan terharu memaksa seseorang harus menolong orang lain yang susah. Mengapa perasaan harus disalahkan, hanya untuk keluar dari kebenaran? Tetapi ungkapan bahwa suatu kesalahan manusia menuju kebenaran, justru karena keluar dari perasaan, dan mengikuti kehendak duniawi, bukan kehendak-Nya.
Tetapi hujan pagi hari ini memberikan pengertian sendiri, jadi perasaan itu ibarat hujan, sangat menyejukkan, sangat menyuburkan tetapi kalau terlalu banyak bisa menimbulkan banjir. Semoga kita semua bisa mengerti bahwa Tuhan setiap hari berusaha merubah kita menjadi baik, menyayangi dan ingin menyenangkan hati anak-anak-NYA,. Dengan demikian jangan takut. Seberapa besar COBAAN yang kita alami, termasuk banjir yang kita alami hari ini, tidak lain dan tidak bukan karena Tuhan ingin kita dekat dengan-Nya. Salam dan doaku menyertai.

JERUK

Sincia dan jeruk tidak bisa dipisahkan, hampir seluruh dunia merayakan Sincia (tahun baru imlek 2565) dengan jeruk, karena warna kuning orange, seperti warna emas simbol kemakmuran (Adh)

jeruk-lokamBeberapa hari ini menjelang dan setelah Sincia, saya dan keluarga banyak sekali mendapatkan kiriman buah jeruk Lokan dan Shantang. Yah tepatnya sih selain mendapatkan kiriman tetapi juga mendapatkan kelimpahan dari orang yg dikirimi jeruk lokan dan kokan berdus-dus jumlahnya baik, menjelang sincia maupun setelahnya. Sebenarnya saya agak heran sih kenapa sincia atau imlek dihubungkan dengan jeruk? Terlepas mitos dan budaya yang saya tidak tahu tetapi akhirnya saya menemukan sedikit jawabannya. Sincia atau imlek biasanya tidak terlepas dari musim hujan. Pada musim hujan itu biasanya kita cepat sekali daya tahan tubuh lebih cepat tergerogoti, sehingga menyebabkan tubuh rentan terhadap penyakit seperti influenza dan teman-teman virus lainnya.
Jeruk sebagai salah satu buah2an yang mengandung banyak antioksidan dan vitamin C dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh secara alamiah. Oleh karena itu pemberian menu makanan jeruk pada waktu menjelang sincia sangatlah tepat. Dengan harapkan orang yg dikirimi jeruk bisa kuat daya tahan tubuhnya sehingga bisa tahan selama menjalani prosesi sincia dimusim hujan yang turun deras dan berkepanjangan.Demikian hasil penerawangan saya entah benar entah tidak tapi saya rasa memang ada benarnya, ungkap Widi sahabatku.
Sincia dan jeruk tidak bisa dipisahkan. Hampir seluruh dunia merayakan Sincia (tahun baru imlek 2565) dengan jeruk. Karena warna kuning orange, seperti warna emas simbol kemakmuran. Nah ini pendapat seorang biksu budha sahabat saya. Sewaktu saya masih kuliah bersama ayahnya, kami diajak menyaksikan turunnya bidadari dewi-dewi saat Sincia. Ratusan orang yang mengikuti ritual tersebut bersuka cita. Mereka makan jeruk lokan bersama bidadari. Saya hanya duduk termenung karena yang saya lihat para biksu dan teman-teman bersuka cita bahkan ada yang menari.
Yang terang “jeruk” itu enak dan manis-manis asam. Saya rasa buah kesukaan saya ini pantas disantap dalam suka cita. Sayangnya di Indonesia tidak ada yang tanam, semua import dari Cina. Entah kapan kita bisa punya tanaman sendiri, padahal di kampung saya ada “lemon cina”. Sebenarnya tidak kalah dengan lokan, tapi sayang ya!! Hanya bisa dinikmati orang lokal saja. Menurut data, Cina mengekspor lokan ke seluruh dunia semasa Sincia sebanyak 21 juta ton ke seluruh dunia, sedangkan ke Indonesia paling puluhan ribu ton.

LEGENDA JERUK
Bumi dipenuhi kekacauan, karena terjadi percekcokan antara dewa angin dan dewa air,
itulah menyebabkan hujan angin rebut. Di sisi lain manusia ketakutan karena ulah para dewa. Dewa bumi sebagai dewa tertua juga pusing memikirkan jalan keluar agar terjadi damai di bumi.
Beberapa sahabat pertapa berunding agar mencari jalan keluar. Akhirnya disepakati menumbuhkan buah yang manis, enak dan berwarna nyorak untuk menarik perhatian dewa-dewa yang bertikai. Dipilihlah Jeruk Lokan, dan benar saja setelah disajikan secara serempak, ternyata setelah makan jeruk kemarahan para dewa yang bertikai reda, mereka malah jadi sahabat sehingga bumi jadi damai dan sejahtera. Cerita ini dikisahkan turun temurun oleh nenek moyang agar semua keturunan menjadi damai sejahtera.
Jeruk memang enak. Tuhan memberikan kita sebuah kenikmatan. Tidak ada suatu yang tidak untuk menyenangkan hati anak manusia. Kita sebagai anak-anaknya bisa menyaksikan secara nyata bagaimana Tuhan menyenangkan hati kita dan mengajarkan bagaimana kita juga harus bisa menyenangkan hati-NYA dan hati sahabat, khususnya keluarga kita. Salam dan doa.