Archive for February, 2013

Approach

Approach adalah menjadi bagian negosiasi (Kothler)

imagesSebagai seorang pemain Golf ada beberapa filosofi yang sangat menarik untuk diceritakan. Pukulan tongkat awal sebagai langkah perkenalan atau pembuka pintu suatu pertemuan. Pukulan kedua untuk par 5 adalah hubungan baik. Pukulan ketiga dikenal dengan Approaching atau Pitching stroke mungkin lebih familiar bilang pendekatan (pdkt). Pukulan ini sangat menentukan score dan sangat sensitif sekali. Setelah di dalam green dikenal dengan putting, ada istilah No Pass No Chance, artinya sebagus apapun pukulan putter kita kalau tidak lewat lobang maka kita sama sekali tidak ada kesempatan. Kalau lewat ada dua kemungkinan bisal lewat atau kesempatan masuk.
Approach, menjadi bagian sangat penting dalam permainan Golf, seperti halnya dalam kehidupan kita hal ini sangat diperlukan. Kalau pendekatan baik, boleh dibilang semua urusan menjadi beres.
Langkah berikutnya adalah harus lewati semuanya supaya ada kesempatan berhasil. Semua usaha kalau tidak kita kerjakan atau lewati tidak mungkin bisa berhasil kecuali melalui suatu keajaiban.
Dalam Approching atau Pendekatan ada 3 Kata Terlarang yang tabu buat kita. Pertama, saya tidak bisa (I Can’t). Ketika Anda berkata “saya tidak bisa”, maka pintu pikiran Anda tertutup untuk mencari jalan dan mencoba.
Sebaliknya jika Anda berkata SAYA BISA ini masih membuat otak kita bekerja mencari jalan.
Kedua, tidak mungkin (Impossible). Orang-orang yang sering berkata “tidak mungkin” akan menutup berbagai pintu KEAJAIBAN. Dengan sikap seperti ini mereka akan sulit meraih sesuatu yang hebat. Karena hampir segala sesuatu yang kita nikmati hari ini adalah sesuatu yang MUSTAHIL di hari kemarin. Selalu ada MUJIZAT TUHAN setiap hari bagi orang yang percaya.
Ketiga, saya sudah tahu atau beres (I know all). Setiap kali Anda mengucapkan bahwa “saya sudah tahu atau semuanya sudah beres”, sebenarnya Anda sedang menutup pintu pembelajaran. Sehingga kita tidak lagi berusaha untuk mempelajari hal-hal baru. Padahal dalam kehidupan selalu ada hal baru yang dapat kita pelajari.
Salah satu bagian terpenting dalam Approaching adalah pikiran positif. Sejelek apapun hasilnya kita harus terima dengan lapang dada, jujur dan penuh tanggung jawab, serta mampu mengendalikan diri.
Bagi kita orang percaya maka dasar Cinta Kasih akan mengambil peran, terutama hidup berumah tangga. Selalu kita utamakan approach antara ayah ibu dan anak atau suami kepada istri dan sebaliknya. Sekalipun adanya pertengkaran approach akan menjadi bagian dari suatu solusi permasalahan.
Ada satu pendapat dalam usaha terutama hal approach, yaitu Problem Make Money, semakin sulit suatu masalah jika melalui approaching bagus maka bisa menghasilkan uang semakin besar.
Semoga kita selalu membuat perjalanan hidup kita indah melalui approach terhadap sesama kita. Tuhan memberkati sahabat semua.

Advertisements

Self Esteem

Self esteem is a personal judgement of worthiness that is a personal that is expressed in attitude the individual holds toward himself.

imagesSelf esteem kalau diterjemahkan bahasa indonesia agak susah, tapi bolehlah saya tulis sebagai “harga diri”. Harga diri (self esteem) adalah penilaian individu terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal dirinya. Dapat juga diartikan bahwa harga diri menggambarkan sejauh mana individu tersebut menilai dirinya sebagai orang yang memiliki kemampuan, keberartian, berharga, dan kompeten.
Pendapat ini menerangkan bahwa harga diri merupakan penilaian individu terhadap kehormatan dirinya, yang diekspresikan melalui sikap terhadap dirinya. Arti harga diri (self esteem) menurut pendapat beberapa ahli adalah penilaian individu terhadap kehormatan diri, melalui sikap terhadap dirinya sendiri yang sifatnya implisit dan tidak diverbalisasikan dan menggambarkan sejauh mana individu tersebut menilai dirinya sebagai orang yang memiliki kemampuan, keberartian, berharga, dan kompeten.
Orang tua dan guru memiliki tanggung jawab besar untuk dapat memenuhi kebutuhan harga diri anak didiknya melalui pemberian kasih sayang yang tulus sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara wajar dan sehat, lahir dan batin, yang di dalamnya terkandung perasaan harga diri yang stabil dan mantap.
Di sinilah tampak arti penting peran orang tua dan guru sebagai fasilitator. Saya katakan bahwa pentingnya pemenuhan kebutuhan harga diri individu, khususnya pada kalangan remaja, terkait erat dengan dampak negatif jika mereka tidak memiliki harga diri yang mantap. Mereka akan mengalami kesulitan dalam menampilkan perilaku sosialnya, merasa inferior dan canggung. Namun apabila kebutuhan harga diri mereka dapat terpenuhi secara memadai, kemungkinan mereka akan memperoleh sukses dalam menampilkan perilaku sosialnya, tampil dengan kayakinan diri (self-confidence) dan merasa memiliki nilai dalam lingkungan sosialnya.
Sekarang bagaimana kita mengambil peran? Terlihat di sini bahwa self esteem itu sangat diperlukan terutama individu-individu yang kurang percaya diri dan bersifat labil. Untuk memperolehnya memang kita harus merubah tata cara kehidupan kita dimulai dari kebiasaan (behavior). Ia dimulai dari hal-hal paling kecil, misalnya menghormati orang tua dan sahabat, menepati janji, sopan santun, berpakaian rapi bersih dan teratur, kebiasaan ini otomatis akan merobah perilaku atau attitude kita supaya memiliki kemampuan menempatkan diri, termasuk dalam kehidupan keluarga.
Tentu akan menjadi cerita panjang mengenai harga diri ini yang sekarang menjadi kebutuhan pokok suatu kehidupan. Bagaimana dan darimana Gereja mau mulai? Saya setuju sekali bahwa peran gereja juga diperlukan untuk mulai memperhatikannya. Sedangkan kita sendiri perlu mulai memberikan contoh kepada anak cucu kita. Semoga Tuhan memberkati kita semua.

Cap Go Meh

Merayakan Imlek belumlah lengkap kalau tidak menikmati Cap Go Meh

cap go meh pontianak kuliner imlek kundian blogspotMalam terang bulan, bulat sekali. Saya, istri dan anak-anak menikmati tradisi Cap Go Meh dengan makan Lontong di Satay House Senayan, ya ikuti syarat supaya kehidupan rumah tangga damai sejahtera dan anak cucu sehat walafiat. Ini doa yang kunaikkan saat menikmat makan malam merayakan Cap Go Meh. Cap Go Meh melambangkan hari kelima belas dan hari terakhir dari rangkaian masa perayaan Imlek bagi komunitas Tionghoa, baik yang tinggal di Cina maupun yang di luar Cina. Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien yang bila diartikan secara harafiah bermakna 15 hari atau malam setelah Imlek. Bila dipenggal per kata, Cap mempunyai arti sepuluh, Go adalah lima, dan Meh berarti malam.
Cap Go Meh juga sering disebut Yuan Hsiao Cieh atau Shang Yuan Cieh dalam bahasa Mandarin. Perayaan Cap Go Meh tidak hanya dirayakan di Indonesia saja. Beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, juga ikut merayakan hari raya ini.
Di negara Cina, festival Cap Go Meh dikenal dengan nama Festival Yuanxiao atau Festival Shangyuan. Sedangkan di Hong Kong dan Vietnam, dikenal dengan nama Festival Yuen Siu dan Tết Nguyên Tiêu. Bahkan di beberapa negara, perayaan ini sering kali disamakan dengan hari raya Valentine versi China. Perayaan ini awalnya dirayakan sebagai hari penghormatan kepada Dewa Thai-yi. Dewa Thai-yi sendiri dianggap sebagai dewa tertinggi di langit oleh Dinasti Han (206 SM – 221 M). Upacara ini dirayakan secara rutin setiap tahunnya pada tanggal 15 bulan pertama menurut penanggalan bulan yang merupakan bulan pertama dalam setahun. Upacara ini dahulu tertutup hanya untuk kalangan istana dan belum dikenal secara umum oleh masyarakat. Upacara ini harus dilakukan pada malam hari, maka harus disiapkan penerangan dengan lampu-lampu dari senja hari hingga keesokan harinya. Inilah yang kemudian menjadi lampion-lampion dan lampu-lampu berwarna-warni yang menjadi pelengkap utama dalam perayaan Cap Go Meh. Ketika pemerintahan Dinasti Han berakhir, perayaan ini menjadi lebih terbuka untuk umum. Saat Cina dalam masa pemerintahan Dinasti Tang, perayaan ini juga dirayakan oleh masyarakat umum secara luas. Festival ini adalah sebuah festival dimana masyarakat diperbolehkan untuk bersenang-senang. Saat malam tiba, masyarakat akan turun ke jalan dengan berbagai lampion berbagai bentuk yang telah diberi variasi. Di malam yang disinari bulan purnama sempurna, masyarakat akan menyaksikan tarian naga (masyarakat Indonesia mengenalnya dengan sebutan Liong) dan tarian Barongsai. Mereka juga akan berkumpul untuk memainkan sebuah permainan teka-teki dan berbagai macam permainan lainnya, sambil menyantap sebuah makanan khas bernama Yuan Xiao. Tentu saja, malam tidak akan menjadi meriah tanpa kehadiran kembang api dan petasan. Pada malam itu, para tua dan muda seolah “diwajibkan” untuk bersenang-senang. Yuan Xiao sendiri adalah sebuah makanan yang menjadi bagian penting dalam festival tersebut. Yuan Xiao, atau juga kerap disebut Tang Yuan, adalah sebuah makanan berbentuk bola-bola yang terbuat dari tepung beras. Bila ditilik dari namanya, Yuan Xiao mempunyai arti “malam di hari pertama”. Di Indonesia lebih populer makan Lontong Cap Go Meh di mana makanan ini melambangkan kebersatuannya sebuah keluarga besar yang memang menjadi tema utama dari perayaan hari raya Imlek. Sehingga dalam kebersamaan ini keluarga akan bersatu padu saling tolong menolong, saling membantu dan saling mendoakan. Semoga melalui perayaan tradisi dan kultural kita bisa semakin dekat dengan Tuhan dan terutama memberikan damai sejahtera bagi keluarga.

Mewah

Kemewahan dibutuhkan tapi juga tidak diingini.

Changi-Airport-departureKami mendarat di Singapura Rabu malam dengan pesawat Garuda, landasan di Terminal 3 Changi Airport Singapura. Kesan saya memang pantas T3 Changi mendapat penghargaan dan masuk dalam Guiness Book of Record, sebagai airport termewah di dunia. Pada saat rencana pembangunan T3 dengan super kemewahan terjadi dialog cukup alot, karena investor ragu akan keputusan pemerintah, bahkan sempat ada pembatalan lelang, tapi akhirnya jadi juga terminal termewah ini dan termahal di dunia.
Pengaruh kemewahan terhadap kehidupan manusia cukup panjang sejarahnya. Bagaimana manusia khususnya keluarga raja-raja, para orang kaya hidup di jaman Romawi. Sisa sisa sejarah masih mencatat, baik bangunan, pangan dan sandang, kemewahan pesta-pesta dan hidup foya foya.
Saat sekarang kita juga bisa lihat mobil-mobil mewah di jalan raya. Apartemen dan mal mewah, kehidupan tuan-tuan tanah, konglomerat dan pengusaha yang hidup berkelimpahan. Di sisi lain begitu banyak rakyat yang masih hidup susah. Makan susah dan tidak ada tempat tinggal. Dalam kehidupan sehari-hari kenyataan ini tidak bisa kita hindari.
Fenomena ini saya rasa terjadi saja dimana-mana. Kesenjangan dan jurang pemisah yang begitu dalam. Sadar atau tidak sadar peran Gereja sebagai jembatan tentu diperlukan sekali.
Gereja di Jakarta dan gereja di Papua sangat berbeda, tapi misi dan visi sama, yakni menyelamatkan umat manusia. Saya pernah bersama beberapa pastor terlibat dalam pembangunan sebuah gereja di Sentani Jayapura sekitar tahun 90-an dengan dana yang sangat terbatas dan swasembada umat. Saya masih ingat setiap anak sekolah, kalau berangkat pagi harus wajib membawa sebuah batu kali. Semen sangat susah saat itu jadi dinding dibuat dari susunan batu dan atap seng. Akhirnya jadi juga gerejanya, sampai sekarang gereja sudah direnovasi dan bagus.
Mewah, sampai mana batasnya? Kita kenal kaul kemiskinan untuk menghindar dari hidup mewah, tapi sampai di mana batasnya barang mewah, seperti hanbdphone, blackberry, Iphone, dan Ipad? Saya rasa ini sudah bukan barang mewah lagi. Kalau dulu ada Virtu phone, dengan harga 10,000 USD, sekarang sudah hilang. Seorang pengemis di pinggir jalan saja sudah pakai handphone. Kalau malam tahun baru, seluruh dunia membuang uang milyaran dollar untuk kembang api, terutama pesta kembang api 1 jam di Shang Hai yang menghabiskan uang besar sekali atau di Water Front dan Sydney Bridge.
Tentu ini juga bagian dari kemewahan. Pakaian wanita dan asesorisnya seperti parfume, perhiasan, dan intan berlian adalah semua kemewahan. Ini hampir sudah bisa dinikmati banyak orang karena semakin banyak orang kaya hidup di dunia ini.
Permasalahannya sekarang bagaimana sikap kita terhadap hidup MEWAH? Saya tidak tahu persis aturan main, tapi kita harus hidup sederhana, hemat dan berbagi rasa dengan saudara kita yang miskin. Bagi saudara kita yang kaya, pemikirannya untuk apa harta benda ini semua kalau tidak dinikmati? Wong mati semua tidak dibawa? Lalu apa yang perlu di hemat?
Saya melihat 3 (tiga) hal dari sisi kemewahan. Pertama, kecemburuan sosial yang ditimbulkan kalau kekayaan itu dipergunakan dan dipamarkan secara berlebihan terutama pandangan sosial. Kedua, pengaruh terhadap sebuah penghasilan, karena kalau orang kaya tidak memakai uangnya untuk dibelanjakan, maka kekayaan tidak memiliki multiple function atau tidak membuat orang lain ikut menikmatinya. Ketiga, faktor kehidupan sosial ekonomi dan kebudayaan, yang tentu saja banyak berdampak positif bagi kehidupan terutama orang orang kaya. Ia sebagai pertumbuhan kehidupan sosial budaya manusia.
Saya sendiri sepakat kalau hidup harus sederhana, tetapi batasan hidup mewah memang perlu kita hayati dari hati kita yang paling dalam. Bagaimana sepantasnya kita hidup? Dari sini peran gereja akan terlihat. Peran para pastor dalam mengambil bagian dalam kehidupan umat. Mari kita mengambil sikap positif bagaimana hidup kita dan bagaimana peran kita dan solusi terhadap kehidupan yang mewah. Tuhan memberkati kita semua dan memberi kita kemampuan menikmati berkat rejeki dan kehidupan kita.

Canggih

Melalui teknologi yang canggih, persoalan dunia bisa diatasi (Morita)

kendaraan-canggih-presiden-amerika-unikboss-7Kalau bicara soal teknologi canggih, maka kita akan bicara Sony, khususnya di bidang electronic. Sony, tak perlu ditanya lagi tentang perusahaan ini. Nyaris segala bentuk produk elektronik yang kita lihat, Sony menjadi brand yang terdepan. Orang melihat label Sony dalam suatu produk sebagai sebuah jaminan tentang kehandalan dan kekuatan inovasi yang membuat hal itu menjadi prestise tersendiri. Bahkan tidak hanya dalam dunia elektronik, Sony pun turut meramaikan dunia entertainment dengan adanya Sony Music Entertainment dan Sony Pictures Entertainment, serta masih banyak lagi karya inovasi Sony yang dapat dikatakan merajai dunia saat ini. Tapi sejenak kita lupakan itu semua, kita tinggalkan kesuksesan luar biasa tersebut, kita lihat bagaimana perjuangan luar biasa dari awal hingga mencapai posisi saat ini. Dari dasar pemikiran pendiri Sony dan misi bahwa melalui teknologi canggih untuk membangun dunia.
Adalah Mr. Masaru Ibuka dan Mr. Akio Morita, tentu menjadi dua orang paling berjasa atas keberadaan Sony saat ini. Merekalah para pendiri yang menancapkan nilai-nilai serta idealisme luar biasa, terutama dalam hal teknologi elektronik yang canggih, yang tidak hanya menjadi Sony begitu berjaya, namun juga berpengaruh besar terhadap iklim bisnis di Jepang yang hancur pada Perang Dunia II. Mereka bertemu di tengah peperangan, di mana keduanya bergabung dengan Angkatan Laut Jepang yang memang membutuhkan para insinyur berbakat. Di sana, Ibuka yang sedang mengerjakan sistem pendeteksi kapal selam mulai bertemu dengan Morita, seorang mahasiswa teknik elektronika berbakat di Osaka Imperial University yang sedang mengembangkan sistem pemandu pencari panas.
Saya sependapat dengan Masaru Ibuka dan Akio Morita tentang membangun dunia dengan kecanggihan karena memang Tuhan memberi kesempatan kepada kita manusia untuk menggunakan kemampuan daya pikirnya untuk mengembangkan kemampuan dalam aplikasinya teknologi tinggi,
Seandainya Adam dan Hawa datang di jaman sekarang maka mungkin dia akan terheran-heran, sama seperti kalau kita bisa terbang tidak usah jauh-jauh 100 tahun ke depan kita akan heran-heran, banyak impian yang ingin dijangkau oleh teknologi. Tahun 1975 saya punya komputer dengan kecepatan 10 HZ kapasitas memori 10 MB, 30 tahun kemudian komputer saya memori sudah memiliki memori 2 terra.
Bagaimana kita membangun kehidupan rohani kita dengan aplikasi teknologi canggih, karena pembangunan rohani tidak terlepas dari teknologi canggih. Bagaimana dengan Gereja? Kita masih ketinggalan jauh dalam menggunakan teknologi canggih. Sound system dengan teknologi tidak lagi dinikmati suara keras, tapi suara lembut namun jelas didengar. Pencahayaan dan arsitektur serta design termasuk lighting.
Sungguh suatu berkat buat kita semua yang hidup di abad ini karena penemuan-penemuan teknologi canggih sangat cepat sekali perkembangannya. Tuhan memberkati sahabat semua

Kencing

Kalau guru kencing berdiri, murid kencing berlari.

StalinUmumnya kita memandang ringan terhadap cara dan tempat buang air, mungkin karena pertimbangan waktu atau situasi dan kondisi yang mengharuskan (terpaksa) untuk kencing berdiri (khusus untuk pria) tanpa menyangka keburukannya dari sisi sunah dan kesehatan. Orang dulu mempunyai budaya melarang anak kencing berdiri sehingga kita sering mendengar pepatah “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, karena memang terdapat efek negatif dari kencing berdiri.
Saudara kita Muslim, ada aturan melarang atau tidak membenarkan kencing berdiri sesuai dengan perintah Nabi Muhamad, karena pertimbangan kebersihan dan kesehatan. Tadinya saya mencoba mencari referensi penulisan ini tapi memang agak terbatas sekali, tapi beberapa kawan dokter memang merekomendasikan kalau di usia diatas 40-an lebih baik kencing jongkok (bukan duduk) karena dapat membantu proses kesehatan.
Menarik sekali untuk dibahas, mengapa ada peribahasa guru kencing berdiri, murid kencing berlari, yang artinya kalau guru memberi contoh buruk maka murid akan meniru dan melakukan hal yang lebih buruk. Saya tadinya bingung juga kenapa kencing berdiri identik dengan perbuatan buruk (kalau buruk, tapi mengapa hampir semua pria kencing berdiri! Jarang ada yang jongkok seperti wanita. Kalau alasan terpaksa bolehlah atau waktu. Oleh karena itu semua WC pria di kasih urinoir, jadi pasti kencing berdiri.
Ada baiknya kita simak, kehidupan yang kita jalani, banyak perbuatan atau tindakan salah tapi karena sudah biasa maka tindakan itu benar. Coba lihat sampah hampir semua sampah di depan rumah kita berantakan, jorok, dan kotor tidak terawat. Pernahkah terpikir oleh kita bahwa ini tindakan salah! Kita lihat di sepanjang kali di Jakarta, semua penuh sampah. Kalau kita ke Gereja Stasi Polikarpus, kita lihat sampahnya berantakan. Apalagi kalau kita ke Gereja Kristoforus, sampahnya baunya minta ampun, tapi kita cuek saja. Itu bukan urusan saya?
Kenapa Gereja ga mau beli container bekas saja lalu bantu mereka! Atau membantu membangun tempat sampah! Tetapi karena pikiran kita sama bahwa itu tidak penting dan itu biasa. Nah, di sini mulai tersingkap bahwa kencing berdiri bisa menyebabkan penyakit prostat, penyakit saluran kencing dan impotensi karena kencing tidak bisa tuntas! Dan kita anggap biasa saja!
Demikian pula kehidupan kita sehari-hari, mau Paskah baru mau ke Gereja (Natal Paskah), tapi karena kebiasaan tidak ke gereja sudah biasa, maka tidak perlu ke gereja.
Mari kita membangun suatu budaya, yaitu melihat sesuatu yang baik dan buruk. Pilihlah yang baik-baik dan tinggalkan yang buruk-buruk, terutama masalah lingkungan hidup kita yang sudah sangat parah kondisinya. Semoga Tuhan memberkati.

Grusa Grusu

Grusa grusu justru bisa mencelakai diri sendiri.

crazy-photographers-thumb22050456Sebuah pesan singkat masuk di HPku. Karena berita penting, aku diminta call kembali. Berulang-ulang aku call tidak bisa sambung, nomor yang dituju di luar jangkauan. Karena yang kirim seorang sahabat dekat akhirnya walaupun masih banyak urusan terpaksa aku tinggalin, karena kantor pun tdak terlalu jauh, tapi lewat tol macet lagi. Namanya Tol (bebas hambatan) tapi macet (penuh hambatan) sehingga sopir saya paksa masuk jalur busway tapi ditangkap polisi, lalu disuruh masuk lagi jalan biasa. Sampai juga akhirnya di kantor teman, tapi dia lagi di luar. Perasaan kurang enak juga ya. Siapa tahu ada masalah akhirnya saya tunggu di kantor. Setelah 2 jam tiba-tiba telepon saya berdering, ternyata teman saya, lalu saya tanya ada masalah apa? Kenapa habis SMS penting trus telpon dimatikan. Saya ceritakan sudah 6 jam saya tunggu. Jawab teman saya cuma sederhana maaf dia grusa grusu karena buru-buru ada temannya yang butuh dirinya lalu dia SMS temannya lalu salah pencet masuk di telepom saya. Bisa bayangkan cuma gara gara SMS saya kehilangan waktu lebih dari 6 jam cuma karena alasan Grusa Grusu!
Saya kecewa berat, tapi pamit pulang tapi saya senyum-senyum sendiri. Ini teman kebangeten, tanpa ada rasa penyesalan sedikit pun. Sedangkan saya merasa teman mau minta tolong, mungkin ada masalah besar? Tapi saya pun merasa saya terlalu kepo, grusa grusu seperti orang gila, jadi ditutup kesel dengan senyuman biarlah lengkaplah sudah proses grusa grusu.
Saya termasuk orang yang suka lupa, sehingga ke mana-mana selalu ditemani oleh agenda. Yang jadi masalah adalah dalam setahun saya bisa kehilangan agenda 3 sampai 4 buku. Bukan saja hilang di tempat di mana aku tidak tahu, tapi masalahnya harus menulis ulang semua catatan memori dan janji. Bayangkan saja, saya orangnya suka grusa grusu, dan sering meninggalkan sesuatu kemudian lupa menaruhnya di mana.
Pekerjaan yang kita kerjakan secara grusa grusu memang tidaklah baik hasilnya, bahkan cenderung menghasilkan kejelekan darpada kebaikan. Ada baiknya semua dijerjakan secara tenang dan penuh perhitungan, karena grusa grusu identik dengan ngawur.
Siang tadi sehabis board meeting, saya mendapat laporan bahwa banyak sekali masalah dan pekerjaan yang tidak beres. Ternyata sebagian besar karena grusa grusu tanpa bekerja dengan teliti. Bukan itu saja terlalu sangat amat mudah mengatakan BERES. Waduuuh hampir semua kesalahan kerja diakibatkan kemauan seseorang untuk terlalu cepat menyelesaikan masalahnya sehingga terjadi grusa grusu. Apa lagi terlalu cepat merasa puas dan mengatakan selesai. Padahal tugas yag dikerjakan masih jauh dari selesai.
Kata grusa grusu saya coba menterjemahkan dengan terburu-buru mengambil suatu keputusan atau kesimpulan, tanpa memberikan peluang untuk dikoreksi baik oleh orang lain maupun diri sendiri. Cukup berbahaya kalau dilakukan seporang dokter, misalnya, di meja operasi. Keputusan masalah kita memang kadang harus diambil secara cepat dan tepat tapi tidak grusa grusu dan mengakibatkan kecelakaan kerja.
Semoga setiap pekerjaan yang tanggung jawabnya diserahkan ke tangan kita bisa kita kerjakan dengan baik tidak grusa grusu, tapi penuh asas kehati-hatian dan ketelitian.
Berbahagialah orang yang sudah membiasakan diri tidak grusa grusu, karena kepadanya pasti bisa bekerja dengan baik. Semoga Tuhan Memberkati.