Yu Sheng

Nien Nien You Yu (Semoga ada sisa rejeki setiap tahun)

Yu ShengMinggu pagi lalu, saya bersama istri, anak cucu dan besan serta keluarga menikmati Yu Sheng di Sun City untuk memperingati imlek keluarga. Yu Sheng adalah makanan khas yang tidak terlupakan setiap imlek. Hidangan berupa salad yang disajikan dengan ikan mentah dan potongan sayuran segar, acar, saus plum, lalu diberi kacang tanah dan wijen, krupuk sebagai pelengkap.
Yu berarti ikan dan sheng berarti mentah. Ikan mentah melambangkan hidup baru. Di mana kata yu juga digunakan untuk melambangkan kesejahteraan. Menyantap yu sheng memiliki keunikan sendiri. Krupuk lambang emas dan kekayaan. Minyak lambang kelancaran usaha. Lada dan cinamon melambangkan kebaikan diterima dalam rumah tangga. Saos plum lambang kebahagiaan dan keharmonisan (tien mi mi).
Kami sekeluarga berkumpul di sekitar meja dan berpartisipasi mencampur yu sheng. Menggunakan sumpit, mengaduk salad dan ikan mentah bersama. Setelah salad dan ikan tercampur, lalu kami mengangkat kombinasi dengan menggunakan sumpit dan mengucapkan ”Lo hei”, yang artinya ”untuk keberuntungan abadi”.
Upacara pelemparan yu sheng melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan yang berlimpah di Tahun Baru. Menurut kepercayaan, semakin tinggi lemparan yu sheng pada saat dicampur, semakin banyak rezeki yang akan diterima. Selain itu ada Fu Tao Chang (monk jump over the wall), soup pao hie dan hisit dihidangkan dengan sarang burung dan hie sit (sirip ikan) dan ayam hitam. Demikian nikmat dan harumnya sampai Mong Budha (hwesio) tidak tahan lalu lompat pagar keluar klenteng untuk ikut makan.
Cerita-cerita yang dikaitkan dengan kuliner memang selalu seru dan menarik. Cerita yang dikaitkan dengan kue khas imlek, nian gao, juga tidak kalah menarik. Kue yang berbentuk ikan selalu ada dalam perayaan Tahun Baru. Kue nian gao melambangkan kesejahteraan dan keberuntungan untuk tahun-tahun berikutnya. Pada saat Tahun Baru, dipercaya bahwa Dewa Dapur akan datang ke setiap rumah dan mengevaluasi keluarga yang tinggal di sana. Dewa Dapur akan memberikan nilai mereka kepada Kaisar Jade di Kahyangan.
Rasa nian gao merefleksikan nilai yang dilaporkan Dewa Dapur. Semakin manis rasa nian gao, semakin baik nilai keluarga tersebut. Diceritakan pula dalam legenda bahwa nian gao merupakan kue yang lengket. Ini membuat mulut Dewa Dapur tetap tertutup sehingga yang dilaporkan kepada Kaisar Jade hanyalah sebuah senyuman dari rasa manis nian gao.
Cerita menarik juga ditemukan di kuliner-kuliner khas peranakan Tionghoa yang sudah menjadi bagian dari kuliner Indonesia. Makanan seperti bakpao, bakpia, cakwe atau janggelut, gembukan atau kue bantal atau bolang-baling, moho, kue ku, wajik, bakmi, kue keranjang, dan kue lapis adalah beberapa jenis makanan yang mendapat pengaruh dari China.
Makanan-makanan ini terbuat dari bahan utama gandum atau beras. Beberapa digunakan sebagai sajian persembahan saat sembahyang di klenteng. Sebagian lagi merupakan makanan rakyat yang juga mengandung makna filosofis, seperti cakwe.
”Cakwe yang kuenya dipuntir dan digoreng itu merupakan sindiran kepada Perdana Menteri Qin Gui yang berkhianat, korup, dan mudah disuap,” Qin Gui yang hidup pada masa Dinasti Song disuap oleh musuh kerajaan untuk memfitnah seorang pahlawan bernama Yue Fei yang ditakuti musuh. Qin Gui melapor kepada raja bahwa Yue Fei akan memberontak sehingga harus dibunuh. Raja yang terpengaruh lantas membunuh Yue Fei.
”Rakyat yang mengetahui ini marah dan membenci Qin Gui. Mereka mengatakan Qin Gui harus dipuntir, digoreng, dan dimakan. Kemarahan itu mewujud dalam cakwe. Sampai sekarang, kisah ini masih diceritakan orangtua kepada anaknya cucunya sambil makan cakwe”. Kata mama saya yang sering bercerita kisah kisah tradisional buat anak cucu.
Semoga perjalanan hidup kita yang penuh dengan suka duka bisa diikuti simbol simbol tradisi yang memperkuat iman kepercayaan kita bahwa semuanya datang dari Tuhan. Tuhan memberkati.

5 responses to this post.

  1. kalau saya setiap imlek ikan nya selalu dikukus terlebih dahulu baru dimakan..
    hmm, mungkin ad perbedaan sedikit budayanya ya..
    hahaha

    Reply

  2. Posted by meyliani on March 13, 2013 at 3:51 am

    seluruh adat dan budaya mempunyai arti yang unik didalamnya…dan semuanya akan di turun kan ke anak cucu kita sebagai sebuah sejarah yang membuat itu tidak terlupakan selamanya..

    Reply

  3. Wacana yang sangat menarik dan merupakan hal baru bagi saya karena dalam keluarga saya tidak dijelaskan secara rinci kenapa hal tersebut dilakukan dan dijalani. Disini dijelaskan secara rinci dan membuka wawasan mengenai adat istiadat thionghua.
    Terima kasih atas wacananya.

    Reply

  4. artikel ini tidak pernah saya dengar dan membacanya karena sejujurnya saya bukan berasal dari kalangan tiong hoa, tetapi ini sangat menarik bagi saya yang masih awan,menyadari setiap budaya akan meninggalkan suatu kebiasaan yang sangat menarik tetapi kaya akan nilai yang berguna

    Reply

  5. Saya sadar bahwa artikel ini memberi pengetahuan kepada saya kalau kebiasaan atau tradisi tidak mudah diubah oleh pengaruh dunia luar ataupun karena termakan waktu.terima kasih

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: