Kencing

Kalau guru kencing berdiri, murid kencing berlari.

StalinUmumnya kita memandang ringan terhadap cara dan tempat buang air, mungkin karena pertimbangan waktu atau situasi dan kondisi yang mengharuskan (terpaksa) untuk kencing berdiri (khusus untuk pria) tanpa menyangka keburukannya dari sisi sunah dan kesehatan. Orang dulu mempunyai budaya melarang anak kencing berdiri sehingga kita sering mendengar pepatah “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, karena memang terdapat efek negatif dari kencing berdiri.
Saudara kita Muslim, ada aturan melarang atau tidak membenarkan kencing berdiri sesuai dengan perintah Nabi Muhamad, karena pertimbangan kebersihan dan kesehatan. Tadinya saya mencoba mencari referensi penulisan ini tapi memang agak terbatas sekali, tapi beberapa kawan dokter memang merekomendasikan kalau di usia diatas 40-an lebih baik kencing jongkok (bukan duduk) karena dapat membantu proses kesehatan.
Menarik sekali untuk dibahas, mengapa ada peribahasa guru kencing berdiri, murid kencing berlari, yang artinya kalau guru memberi contoh buruk maka murid akan meniru dan melakukan hal yang lebih buruk. Saya tadinya bingung juga kenapa kencing berdiri identik dengan perbuatan buruk (kalau buruk, tapi mengapa hampir semua pria kencing berdiri! Jarang ada yang jongkok seperti wanita. Kalau alasan terpaksa bolehlah atau waktu. Oleh karena itu semua WC pria di kasih urinoir, jadi pasti kencing berdiri.
Ada baiknya kita simak, kehidupan yang kita jalani, banyak perbuatan atau tindakan salah tapi karena sudah biasa maka tindakan itu benar. Coba lihat sampah hampir semua sampah di depan rumah kita berantakan, jorok, dan kotor tidak terawat. Pernahkah terpikir oleh kita bahwa ini tindakan salah! Kita lihat di sepanjang kali di Jakarta, semua penuh sampah. Kalau kita ke Gereja Stasi Polikarpus, kita lihat sampahnya berantakan. Apalagi kalau kita ke Gereja Kristoforus, sampahnya baunya minta ampun, tapi kita cuek saja. Itu bukan urusan saya?
Kenapa Gereja ga mau beli container bekas saja lalu bantu mereka! Atau membantu membangun tempat sampah! Tetapi karena pikiran kita sama bahwa itu tidak penting dan itu biasa. Nah, di sini mulai tersingkap bahwa kencing berdiri bisa menyebabkan penyakit prostat, penyakit saluran kencing dan impotensi karena kencing tidak bisa tuntas! Dan kita anggap biasa saja!
Demikian pula kehidupan kita sehari-hari, mau Paskah baru mau ke Gereja (Natal Paskah), tapi karena kebiasaan tidak ke gereja sudah biasa, maka tidak perlu ke gereja.
Mari kita membangun suatu budaya, yaitu melihat sesuatu yang baik dan buruk. Pilihlah yang baik-baik dan tinggalkan yang buruk-buruk, terutama masalah lingkungan hidup kita yang sudah sangat parah kondisinya. Semoga Tuhan memberkati.

10 responses to this post.

  1. Posted by frans on March 6, 2013 at 6:32 am

    lakukan lah tindakan yang benar…benar dalam arti sebenarnya bukan kebiasaan yang kita lakukan yang kita anggap benar…gbu..

    Reply

  2. kencing berdiri memang sudah tradisi dari zaman dahulu kala,semua anak laki-laki kencing pasti berdiri ,ini yang harus kita semua perbaiki bagi semua laki-laki ,kalau mao kencing juga harus lihat sekitarnya,tidak boleh sembarangan kencing saja,diindonesia kalau kencing sembarangan memang sudah biasa terutama anak laki-laki

    Reply

  3. saya baru tau kalau kencing berdiri bisa menyebabkan impotensi dan masalah prostat..
    padahal hal ini sudah menjadi budaya.. hmm

    Reply

  4. “Guru kencing berdiri, Murid kencing berlari” .Slama ini peribahasa itu memang sering saya dengar, tapi saya tidak pernah tahu artinya. tapi setelah saya baca postingan ini, saya baru mengerti artinya. setelah saya pahami, benar juga. jika guru melakukan hal yang buruk, pasti murid juga akan melakukan hal yang lebih buruk. dan tidak hanya guru. tapi orang-orang yang lebih muda juga pasti akan mengikuti sikap-sikap orang-orang yang lebih tua , bahkan lebih parah. maka setiap orang yang lebih dewasa harus memberikan contoh yang baik kepada yang lebih muda. dengan begitu generasi muda akan terus menerus berkembang menjadi lebih baik. dan terima kasih juga untuk info nya. karena saya baru tahu juga bahwa kencing berdiri dapat menyebabkan penyakit prostat, penyakit saluran kencing dan impotensi. Tuhan memberkati.🙂

    Reply

  5. Ada juga anggapan lama yang mengatakan bahwa “Guru tetaplah seorang guru sedangkan murid akan terus berkembang menjadi seorang profesor”. Guru yang baik adalah guru yang mampu mengembangkan seluruh talenta yang baik pada muridnya. Pepatah “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari” Sangat jelas menerangkan bahwa jika guru telah salah dalam mendidik muridnya, maka sang murid akan tumbuh sebagai pribadi yang buruk, dan jauh lebih buruk dari apa yang dia teladani dari sang guru.

    Reply

  6. Saya sangat setuju dengan pendapat bahwa dunia sekarang ini telah banyak membenarkan apa yang salah. Membenarkan apa yang salah membangun karakter dan kebisaan kita untuk kebal terhadapnya. Kesadaran kita tertutup dengan kebisaan tersebut sehingga kesalahan itu beralih menjadi sebuah kebenaran. Seharusnya sikap ini harus segera diubah dalam kehidupan sekarang ini. Dimulai dari diri sendiri dengan membangun kesadaran tentang apa yang salah dan benar. Dengan begitu dunia ini akan terlihat lebih baik.🙂

    Reply

  7. Sebagai yang lebih tua kita memang harus memberi contoh yang baik bagi yang lebih muda.

    Reply

  8. Posted by Hendri on December 5, 2013 at 6:55 am

    seorang guru mengajarkan hal yang seharusnya dilakukan dengan benar.

    Reply

  9. Posted by branov on December 5, 2013 at 1:25 pm

    tindakan yang benar memang sulit utk dijalani karena tindakan yang salah lebih mudah dibandingkan yang benar, makanya kita harus lebih berusaha agar hidup kita lebih bermakna

    Reply

  10. 1701293351_Andre Jonathan : pepatah “guru kencing berdiri, murid kencing berlari” memiliki arti kalau guru memberikan contoh yang buruk kepada siswanya, siswa akan berlaku buruk juga. bahkan kencing berdiri merupakan tindakan yang buruk saja, saya baru mengetahuinya sekarang. yan terpenting adalah, kita manfaatkan segala sesuatu yang ada di dunia ini. kadang suatu buaya tertentu bisa kita pandang baik dan buruk. yang pentin, kita ambil positifnya saja.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: