Archive for June, 2013

Musik

Musik merupakan suatu keindahan tersendiri dalam hidup dan menjadi bagian dari jiwa seseorang untuk memuji dan memuliakan Tuhan (Adh).

images (4)Seorang guru musik terkenal dan pemain piano terkenal Bubby Chen mengatakan bahwa musik itu adalah nafas hidupnya. Diawal tahun 70-an saya mengenal beliau bersama almarhum Antonius Tjiptarahardja, teman sebangku saya di SMA. Ia adalah pemenang juara Indonesia Electone dan beberapa teman lain, seperti almarhum Hendra Widjaja. Kita makan malam bersama dan bercerita tentang music. Para pakar musik ini pada umumnya tidak mengetahui, mengapa mereka dapat jadi pemusik, tetapi ada suara hati yang menggiring mereka menjadi ahli musik. Walaupun harus diikuti kerja keras, belajar dan meningkatkan feeling perasaan dan inovasi dalam bidang musik.
Lebih mendalam lagi Antonius mengatakan bahwa bila kita belajar musik sama dengan kita itu mengenal dan memuliakan Tuhan. Saya rasa ada benarnya karena doa yang dinyanyikan berlipat ganda manfaatnya, tetapi kalau ada musik, maka sempurnalah doa itu.
Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah sekaligus mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme. Seni Musik adalah bagian dari aktivitas kultur dan sosial manusia karena seni musik untuk mengekspresikan perasaan dan idenya.
Seni musik adalah suatu wujud karya dalam bentuk nada dan memiliki tempo yang dapat diikuti oleh penikmatnya. Musik itu terlahir dari aliran-aliran nadi yang yang disertai dorongan sensitif karena salah satu inderanya merasakan rangsangan. Musik dirangkai sedemikian rupa sehingga hidup dan menjadi bagian dari kehidupan. Demikian juga kehidupan gereja dan liturgis yang sangat memiliki nilai spiritual tinggi.

Sejarah seni musik
Musik dikenal sejak kehadiran manusia sebagai homo sapiens, yakni sekitar 180.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Dari penemuan arkeologi pada lokasi-lokasi seperti pada benua Afrika sekitar 180.000 tahun hingga 100.000 tahun dahulu telah menunjukkan perubahan evolusi dari pemikiran otak manusia. Dengan otak manusia yang lebih pintar dari hewan, mereka membuat pemburuan yang lebih terancang sehingga bisa memburu hewan yang besar. Dengan kemampuan otak ini, mereka bisa berpikir lebih jauh hingga di luar nalar dan mencapai imajinasi dan spiritual. Bahasa untuk berkomunikasi telah terbentuk di antara mereka. Dari bahasa dan ucapan sederhana untuk tanda bahaya dan memberikan nama-nama hewan. Perlahan-lahan beberapa kosa kata muncul untuk menamakan benda dan nama panggilan untuk sesorang. Dalam kehidupan yang berpindah-pindah, mereka mungkin mendapat inspirasi untuk mengambil tulang kaki kering hewan buruan yang menjadi makanan mereka kemudian meniupnya dan mengeluarkan bunyi. Ada juga yang mendapat inspirasi ketika memperhatikan nuansa alam dengan meniup rongga kayu atau bambu yang mengeluarkan bunyi.
Kayu dibentuk lubang tiup dan menjadi suling purba. Manusia menyatakan perasaan takut mereka dan gembira menggunakan suara-suara. Bermain-main dengan suara mereka menjadi lagu, hymne atau syair nyanyian kecil yang diinspirasikan oleh kicauan burung.
Kayu-kayu dan batuan keras dipukul untuk mengeluarkan bunyi dan irama yang mengasyikkan. Mungkin secara tidak sengaja mereka telah mengetuk batang pohon yang berongga di dalamnya dengan batang kayu yang mengeluarkan bunyi kuat.
Kulit binatang yang mereka gunakan sebagai pakaian diletakkan pula untuk menutup rongga kayu tersebut besar menjadi gendang. Prasejarah musik hanya dapat berteori berdasarkan temuan dari situs arkeologi paleolitik. Seruling merupakan alat musik yang sering diutamakan pada jaman pra sejarah dan bentuknya seperti shakuhachi yang berasal dari Jepang. Seruling Divje Babe yang terbuat dari tulang paha beruang gua, yang diperkirakan sudah dipakai sekitar 40.000 tahun yang lalu.
Berbagai jenis seruling dan alat musik yang terbuat dawai atau senar telah ada sejak jaman peradaban lembah Sungai Indus di India, yang memiliki salah satu tradisi musik tertua di dunia yang berasal dari Kitab Weda.
Pengumpulan paling awal dan terbesar alat musik prasejarah ditemukan di Cina dan tanggal kembali ke antara 7000 dan 6600 SM. Lagu-lagu Hurrian /Hurrian songs adalah kumpulan musik tertulis dalam tulisan kuno yang digali dari Hurrian di kota Ugarit yang diperkiarakan telah ada sekitar 1400 SM.
Demikian sedikit ulasan sejarah musik, tetapi yang sungguh menarik adalah siapa saja tidak bisa terlepas dari musik, sehingga musik bisa menjadi perantara antara langit dan bumi. Siapa saja percaya akan hal itu, bahkan laskar surgawi semua menyanyikan lagu cinta untuk memuji Tuhan.
Semoga kita bisa membuat musik menjadi bagian diri kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Salam dan doa.

Advertisements

Ikat Pinggang

Untuk membangun negara, maka usaha pertama seluruh rakyat adalah melakukan gerakan ikat pinggang atau menghemat (Mc Arthur).

1Saat selesai perang dunia ke-2, Jepang adalah negara yang paling menderita, karena seluruh kekayaan negara dipertaruhkan untuk memenangkan peperangan. Akibatnya negara bangkrut dan hidup sengsara. Kaisar mengeluarkan perintah gerakan ikat pinggang atau Berutto (ベルト) sampai Hinode Jikoku atau Saat Matahari Terbit, seluruh rakyat harus mengikat pinggang atau hemat. Gaji dipotong 50 persen. Orang kaya menyumbangkan hartanya untuk membangun negara dari keterpurukan. Hal itu tidak terlepas dari jasa Jenderal Mc Arthur yang juga sangat concern membangun negara.
30 tahun kemudian Jepang bangkit menjadi negara adidaya, terutama di bidang ekonomi, industri dan perdagangan. Hampir seluruh dunia iri hati dan membenci Jepang, termasuk Indonesia yang mau membendung masuknya barang-barang Jepang ke Indonesia. Monopoli perdagangan yang dituangkan dalam gerakan menolak produk Jepang sampai pada peristiwa Malari (lima belas Januari 1974).
Hasil gerakan ikat pinggang luar biasa sebab sampai tahun 1980 Jepang tidak bisa membendung kekayaannya sehingga giliran kaisar memerintahkan rakyat jangan pelit (aneh). Saking kayanya semua rakyat disuruh belanja keluar negeri sambil jalan-jalan. Mereka perlu membelanjakan uang yang berlebihan yang karenanya mengakibatkan banyak pengangguran. Beras mereka yang berlebihan disumbangkan ke negara miskin termasuk Indonesia. Anehnya, Indonesia yang dapat beras untuk sumbangan orang miskin, malah dijual?
Saya suka pakai ikat pinggang, tapi tidak mau serat-serat karena nanti tak bisa makan banyak, tetapi saya sangat setuju dengan gerakan ikat pinggang biar lebih langsing.
Dalam panel diskusi saat pelantikan anggota BOD Lions Club Jakarta Mitra Sejati, saya menjadi salah satu pembicara. Didahului pidato acceptance dari Presiden Club Baru Lion Pandu Dewantara. Bangsa Indonesia memiliki beberapa kekuatan atau kelebihan, yang sebenarnya kekuatan ini bisa dipakai membangun bangsa dan negara antara lain :

1) Sifat menerima (Nrimo dalam bahasa Jawa) membuat kepasrahan menerima segala kejadian, musibah, kesulitan sampai keberhasilan.
2) Tidak suka campur urusan orang lain, tapi toleransi tinggi dan mau saling berbagi, kalau ada pesta bisa tutup jalan untuk saling membantu.
3) Kehidupan yang nilai spiritualnya tinggi, keagamaan, kejujuran dan kepercayaan serta hidup saling menghormati.
4) Nilai kebudayaan tinggi dan mempertahankan tradisi keluarga, kebiasaan turun temurun, ikatan perkawinan, dan aturan-aturan suku yang semua baik adanya.

Tetapi ada kelemahan bangsa kita yang juga menyulitkan kehidupan sendiri yaitu :
1) Boros, yaitu suka membelanjakan uang melebihi penghasilan dan berani menggunakan uang pinjaman. Kita bisa lihat begitu banyak Mal dan Entertainment. Para pengusaha melihat kebiasaan buruk kita dan memanfaatkannya, sehingga kartu kredit merajalela dan KTA. Bayangkan bisa kredit motor tanpa uang muka atau dengan 500,000 rupiah saja. Sifat konsumtif ini banyak merusak mental spiritual kita, yang mengakibatkan banyak kredit macet, korupsi dan pencurian atau kejahatan lainnya.
2) Kurang bisa menepati janji dan kurang memiliki rasa malu. Kalau di Jepang bisa harakiri karena malu. Di Korea tradisi malu diangkat menjadi hukuman keluarga sampai mati. Kalau di Amerika kita tidak mampu pasti mengundurkan diri! Di sini? Walahualam! Ini sangat menghambat bangkitnya bangsa dan negara kita untuk lepas dari lilitan krisis ekonomi.

Saya berpendapat bahwa kita perlu belajar soal ikat pinggang. Ia memiliki nilai liturgis tinggi sekali, misalnya campur tangan gereja agar semua umat mulai dari yang paling awal, untuk menghemat, menabung, dan tidak membelanjakan uang melebihi penghasilan, bisa ikut falsafah Cina yang sangat terkenal : Nien Nien You Yi (Tiap-tiap tahun pasti ada sisa). Itu disimbolkan dengan ikan. Peran kita semua dalam mendidik anak-anak kita adalah kita mengarahkan mereka kepada gerakan hemat. Mari menghemat sebagai awal kita beribadah, (jangan hemat kolekte yaa) karena ikut membangun bangsa dan negara yang kuat. Tuhan memberkati semua sahabat supaya mulai menghemat. Salam dan doa.

Peringatan

Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Aku!

warning redSaya hadir di sebuah pertemuan Persatuan Alumni Mahasiswa sebuah perguruan tinggi, yang dihadiri sekitar 400 orang. Yang menarik sekali adalah tema yang diambil dan ditulis di back drop : “Peringatan Kebersamaan dalam Kenangan”. Saya teringat kata-kata saat konsekrasi : “Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Aku!”
Sungguh luar biasa pertemuan alumni mahasiswa agama tertentu ini, karena juga dihadiri oleh mahasiswa perwakilan agama lain. Suasana keagamaan kental sekali dan persahabatan yang bagus. Reuni atau pertemuan ini dijadikan peringatan tahunan. Hal menarik lainnya adalah mereka mengungkapkan hal-hal yang kurang di masa lalu lalu ada upaya memperbaiki ke depannya. Misalnya, acara yang tidak melibatkan para dosen dan dekan, termasuk civitas academika yang lain. Ada satu hal yang menarik, yaitu mereka memberikan santunan kepada mantan tukang foto copy yang sekarang usianya sudah lebih 60 tahun, sedangkan reuni ini dibatasi antara tahun 1970-1990.
Peringatan ulang tahun seperti kelahiran, perkawinan, kematian keluarga, dan macam-macamnya memang membawa kesan tertentu. Peringatan artinya memperingatkan kita akan sesuatu hal penting. Itu bisa dalam bentuk kenangan, keberhasilan, bahkan sampai kesulitan dan kesengsaraan. Semua yang perlu mengingatkan kita untuk menjadi baik adanya. Kalau di kantor, kadang kita menerima Surat Peringatan (SP) yang gunanya untuk memperingatkan kita atas suatu kejadian yang dapat menurunkan prestasi kita. Di sepanjang jalan yang kita lalui penuh dengan peringatan seperti :
• Hati-hati licin
• Jangan ngebut
• Berbahaya di tikungan
• Kurangi kecepatan

Jadi, hampir dimana-mana kita dikelilingi oleh peringatan! Coba lihat di mobil ada SRS, air bag pasti ada warning, achtung! Peringatan menurut saya sangat perlu, demikian untuk memandu hidup kita mulai dari kita bangun sampai kita tidur lagi dan selamanya. Peringatan memberikan kita suatu pengharapan baik, misalnya di jalan raya supaya kita selamat. Kita memperingati ulang tahun juga demikian, supaya kita ingat ibunda yang melahirkan kita. Tujuan utamanya supaya kita selamat dalam kehidupan kita. Ibunda kita cukup menderita melahirkan kita. Bagaimana kita membalasnya? Apa yang kita berikan kalau beliau masih hidup begitu pun kalau sudah tiada apa yang bisa kita berikan?
Tuhan sendiri juga memberikan kepada kita peringatan-peringatan melalui suara hati kecil kita dan melalui orang-orang yang kita cintai. Melalui peringatan-peringatan yang kita rayakan, khususnya Perayaan Ekaristi, yang setiap minggu buat kita peringati Tuhan kita yang berkorban buat kita.
Semoga setiap peringatan memberikan kita pengharapan. Tuhan memberkati.

Jangkar

Tanpa jangkar, sebuah kapal tidak mungkin bisa berlabuh, di sana kita akan kehilangan segalanya.

jangkar-mdSungguh berbahagia, kami semua keluarga : kakak, adik, keponakan, dan sepupu sebagian besar kerja kapal. Salam juga buat para sahabat yang bekerja di bidang pelayaran. Saya sendiri merasakan bahwa kerja kapal itu sangat sulit dan berat. Memang benar istilah slow and low yield investment karena berisiko dan penuh tantangan. Yang sudah terlanjur masuk ada istilah hidup segan matipun tak mau! Tetapi, Tuhan sungguh baik, walaupun dalam kesulitan kami semua masih bisa bertahan. Ombak, badai, dan angin tidak pernah berhenti dalam usaha pelayaran. Untung kami memiliki sauh atau jangkar. Di setiap saat di setiap kesempatan kami bisa berlabuh atau lego jangkar untuk menanti cuaca membaik dan kami berlayar lagi. Ini ayat favorit saya :

“Pengharapan itu adalah jangkar yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir “

Siapa yang bisa dapat menemukan perikop ini dalam Alkitab, masih ada hadiah payung cantik!
Pastor dan suster boleh ikutan biar rame. Saya piker ada benarnya bahwa pengharapan itu sikap yang sehat. Ia mengantisipasi hal yang baik. Ia memberikan kedamaian, ketenangan sampai kepada kebahagiaan. Sebaliknya keadaan putus asa adalah kondisi yang menakutkan, mengerikan bahkan kematian. Jadi, kalau orang yang putus asa bagaikan orang yang berjalan dalam kegelapan. Tuhan memberikan jangkar kehidupan untuk bertambat disaat kita kehilangan segalanya. Saya sendiri dalam usaha pelayaran mengalami jatuh bangun, susah senang, sulit dan menderita. Semua sudah saya alami. Kini, kalau kita mau membuka mata (bisa baca open eyes dalam kitab mazmur). Di sini saya mengibaratkan kapal itu adalah kehidupan kita, maka benar sekali bahwa pengharapan adalah jangkar yang kuat. Semakin kuat pengharapan kita semakin kokoh kapal kita menghadapi bahaya.
Saya percaya betul kekuatan pengharapan dan Tuhan memberikan kekuatan kepada saya untuk berdiri tegak, baik badai melintang semua berlalu dan bisa saya hadapi. Semoga Tuhan memberikan jangkar kehidupan buat semua sahabat agar damai sejahtera, suka cita dan bahagia selalu mendampingi. Salam dan doa.

Setrika

Ibarat menyetrika pakaian lusuh, menjadi rapi dan wangi setiap pagi, demikian Tuhan menjadikanku demikian adanya (Adh)

Setrika-PakaianSambil menikmati kopi dan sarapan pagi saya menikmati berita-berita melalui koran pagi. Begitu banyak berita yang disajikan supaya menarik pembaca. Ada berita mengenai bunuh dirinya seorang gadis belia, karena tidak tahan menghadapi kusutnya kehidupan termasuk keluarga. Ada berita pramugari Sriwidjaja yang dipukul oleh seorang pejabat sampai ke urusan kenaikan BBM. Hampir semua berita intinya bermasalah, kusut, ruwet, apalagi kritik-kritik yang penuh intrik.
Saya lebih suka mendengar berita suka cita, daripada mendengar berita duka cita. Oleh karena itu saya takut baca iklan duka cita. Itu membuat istri saya suka tertawa. Dia malah suka sekali baca iklan duka cita karena siapa tahu ada berita keluarga atau sahabat.
Saya mengalami masalah dari detik ke detik, tetapi saya berpikir bahwa selalu ada masalah dan harus diselesaikan. Saya selalu teringat di pagi hari. Saat saya mengambil baju dan celana, semuanya sudah dalam keadaan rapi, halus dan wangi. Tentu istri sudah mempersiapkannya baik melalui laundry atau tangan pembantu rumah tangga, yang men-setrika baju menjadi halus dan wangi. Lalu saya berimajinasi, mengapa baju dan saya bisa halus? Aduh kasihan pasti setrikanya panas, belum lagi disiram kanji atau rapika, trus digosok dan panasnya membuat pakaianku rapi! Sungguh merepotkan yaa!
Ada perbedaan penampilan saat kita memakai baju rapi dan baju kusut.
Sahabat semua tentu mengalami hal yang sama. Kalau kita pakai baju kusut apa yang terjadi ? Pasti kita akan menjadi bahan pembicaraan teman-teman. Apalagi selain kusut bau lagi!
Bahkan pekerjaan yang akan kita kerjakan pun amburadul dan diragukan keabsahan dan kebaikannya.
Dengan setrika panas, semua pakaian bisa baik dan rapi.
Demikian pun dengan benang kusut persoalan bermacam-macam dalam hidup kita. Kita berkeyakinan bahwa Tuhan akan merapikannya dengan setrika kehidupan yang panas, sehingga semua kekusutan menjadi rapi, halus dan wangi.
Pertanyaannya bagaimana kita bisa mengerti tentang semua kekusutan hidup? Bagaimana kita minta bantuan Tuhan untuk menghaluskannya dengan setrika panas? Di sinilah kesulitannya. Kadang-kadang kita merasa seperti setrika sendiri, tetapi hasilnya tetap kusut bahkan gosong atau hangus karena terlalu panas.
Berbahagialah semua sahabat yang semua kekusutannya bisa dirapikan dan dihaluskan Tuhan. Di sini kita memerlukan uluran tangan teman-teman karena masih banyak sahabat kita yang mengalami kekusutan dan keruwetan. Bisakah kita menjadi setrika buatnya? Atau kita meletakkan doa agar Tuhan bisa memberikan bantuan setrika buat mereka yang sedang mengalami kekusutan.
Tuhan memberkati dan melindungi semua sahabat. Semoga cintanya bisa membuat kita menikmati hidup yang halus dan wangi seperti menggunakan baju yang sudah rapi setelah disetrika. Ya Tuhan, jadikanlah aku tangan-Mu agar bisa membuat sahabat-sahabatku berbahagia.

Sambal

Walau makanan itu enak, tapi kalau belum ada sambal rasanya belum lengkap (Adh)

DSCN0312Sepanjang siang sampai sore hari ini saya habiskan waktu dengan training pleno di perusahaan kami. Saya mendapat kesempatan memberikan kata sambutan dan kata pembuka. Sejak pagi memang saya merenung apa yang harus saya bicarakan, tapi belum ada ilham. Setelah makan siang disajikan berupa nasi rawon hangat lalu dimakan dengan telor asin, krupuk dan sambal. Begitu saya makan sambal yang nikmat sekali, lalu inspirasi ada, saya harus berbicara tentang pengembangan diri :
Pertama, untuk berkembang kita harus mengenal diri kita. Tuhan memberi kita tangan, kaki, mata, telinga, mulut, hidung, dan otak. Apakah kita sudah memanfaatkan semua pemberian Tuhan ini?
Kedua, harus ada kemauan diri kita dengan mind set bahwa saya harus berkembang, karena tanpa kemauan sama saja jalan di tempat. Ketiga, Integritas dan kebersamaan tidak terlepas dari usaha pengembangan diri. Mustahil sebuah pohon bisa tumbuh kalau tidak ada air! Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang bahu membahu membangun diri kita. Keempat, aturan main terkait adanya skill, kemampuan manajerial dan pengetahuan dasar yang diatur dalam suatu kesepakatan. Kelima, pengembangan diri dimulai dengan DOA karena kita bisa bukan karena kita biasa, tetapi karena kita minta. Siapa yang meminta akan mendapat. Artinya bukan kita bisa berhasil karena kebisaan kita, melainkan campur tangan Tuhan.
Sambutan saya mendapat response hangat karena inspirasi dari sambal. Memang enak pakai sambal, tetapi karena sambal saya jadi bisa berpikir.
Buat orang asia, orang timur, orang jawa, orang padang, orang manado, dll. Sambal adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masakan. Masih teringat saya mempunyai seorang sahabat dari Sabah, Malaysia namanya Datuk Harris. Kami bersama Pak Tri Sutrisno, mantan Wakil Presiden RI dan Dr. Soetjahyo, direktur WHO. Suatu hari dalam kunjungannya ke Jakarta (ditulis dalam buku karangan beliau) kami bersama-sama makan siang di sebuah restoran kuring di dekat Bandara Soetta. Dalam kisah tersebut restorannya kehabisan cabe, jadi ada sambal tapi tidak pedas. Restoran ini jauh dari supermarket atau pasar, tetapi sopir saya tidak kehabisan akal, lalu ada tukang ketoprak lewat dan cabenya diborong semua. Kami bergembira makan sambil tertawa karena sambelnya sudah lengkap.
Masalah sambal selalu mengingatkan saya bahwa dalam kehidupan rohani, kita memerlukan sesuatu untuk membangkitkan selera makan kita. Kalau orang sana bilang apetizer, tetapi pedas itu agak berbeda. Sambal memiliki kekuatan luar biasa, padahal itu pedas, atau bahasa rohaninya “pedih” atau “sakit” tetapi memberikan keindahan hidup. Saya melihat diri saya dan mencoba juga sambal kehidupan supaya hidup menjadi hidup dan penuh suka cita. Sambal kehidupan tidak lain tidak bukan adalah pengorbanan. Semakin pedas, semakin nikmat! Tuhan memberkati, melindungi dan memberikan kuasa kesehatan buat sahabat semua.

Plastik

Plastik memang sangat berguna, tapi sampahnya mematikan masa depan umat manusia (Emil Salim)

plastic-thrash-bottles-www.monoscope.com_Dalam sebuah seminar tentang lingkungan hidup, yang diselenggarakan oleh beberapa LSM dan Kementerian Lingkungan Hidup. Waktu itu Pak Menterinya adalah Bapak Sony Keraf. Beliau adalah sahabat karib saya. Saya hadir sebagai pengamat saja. Karena sedikit pengetahuan tentang Enviromental Engineering, maka Pak Sony Keraf juga hadir sebagai pengamat. Kita jadi lebih banyak ngobrol (Pak Sony Keraf juga pendukung Bible Centre dan ATT). Pembicaraan panjang lebar tetapi saya sangat tertarik ketika sampai pada topik plastic. Walau sudah agak mengantuk, tapi topik ini menarik untuk didengar !

Sampah plastik
Setiap tahun masyarakat Indonesia dilaporkan memakai 100 miliar kantong plastik.
Kebiasaan masyarakat Indonesia memakai kantong plastik yang didapat secara gratis sudah sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan perhitungan tersebut, setiap orang di Indonesia menggunakan sekitar 700 tas plastik per tahun atau kira-kira dua kantong plastik dalam sehari.
Ironisnya, banyak dari sampah kantong plastik tersebut tidak sampai ke tempat pembuangan sampah dan hanya sedikit yang akhirnya dapat didaur ulang.

Dampak sampah plastik
Berikut adalah dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Racun dari partikel plastik ketika masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai seperti cacing
PCB (Polychlorinated Biphenyl). Plastik tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang dan akan menjadi pembunuh berantai sesuai urutan rantai makanan. Kantong plastik dapat menganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah. Kantong plastik dapat menganggu kesuburan tanah karena dapat menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah. Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut dan anjing laut menganggap plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.
Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tidak dapat hancur dan akan meracuni hewan lain. Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir. Dan ini dapat merusak lingkungan secara berantai dan akhirnya manusia akan menjadi korban.
Di atas adalah sedikit uraian tentang sampah plastik (happy bag trash). Saya mendengarkan dengan serius karena terus terang saya sangat awam masalah sampah. Kita punya Romo Andang, SJ. Beliau pakar Lingkungan hidup ( senang kalau Romo bisa ikut meramaikan pembicaraan soal Lingkungan terutama sampah). Pak Sony Keraf juga bisa jadi narasumber kalau ada pemrakarsa seminar lingkungan hidup.
Saya melihat bahwa memang perlu kita memperhatikan masa depan kita. Kita kurangi penggunaan kantong plastic. Atau sampahnya agar dipisah. Kalau tidak dimulai dari kita siapa lagi yang mau, nanti anak-cucu kita menderita akibat ulah kita.
Lingkungan hidup adalah bagian dari Liturgi. Ia sebagai sumber dan puncak kehidupan (fons et culmen) sebagai tanggung jawab gereja terhadap lingkungan. Bagaimana liturgi memandang penyelamatan manusia juga penyelamatan lingkungannya, sehingga perlu untuk memasukkan faktor penyelamatan lingkungan dalam liturgi gereja.
Tetapi kesadaran kita akan lingkungan sangat rendah sekali, terutama masalah sampah plastik. Saya cuma bisa menarik suatu kesimpulan bahwa memang dampak sampah plastik sangat merugikan bagi kehidupan umat manusia. Tinggal bagaimana sekarang kita menyikapi kenyataan yang ada ini. Kehidupan rohani kita juga banyak melihat bahwa banyak sekali hal-hal yang berguna, baik buat kehidupan kita, tetapi berbahaya dampaknya di kemudian harinya. Sama halnya plastic. Plastik “berguna buat saat kini tapi berbahaya buat masa depan”. Kita tahu bahwa makan dan minuman semua menyehatkan kita, tapi banyak yang akan merugikan kita kelak, termasuk alkohol, rokok dan MSG.
Semoga kita bisa ikut berpartisipasi memikirkan nuansa masa depan terhadap lingkungan hidup bagi masa depan anak-cucu kita. Safe the earth! Apakah kelak bumi akan jadi tong sampah terbesar di tata surya kita, lalu manusianya terbuang di angkasa (after earth)? Walahualam. Tuhan memberkati. Salam dan doa.