Setrika

Ibarat menyetrika pakaian lusuh, menjadi rapi dan wangi setiap pagi, demikian Tuhan menjadikanku demikian adanya (Adh)

Setrika-PakaianSambil menikmati kopi dan sarapan pagi saya menikmati berita-berita melalui koran pagi. Begitu banyak berita yang disajikan supaya menarik pembaca. Ada berita mengenai bunuh dirinya seorang gadis belia, karena tidak tahan menghadapi kusutnya kehidupan termasuk keluarga. Ada berita pramugari Sriwidjaja yang dipukul oleh seorang pejabat sampai ke urusan kenaikan BBM. Hampir semua berita intinya bermasalah, kusut, ruwet, apalagi kritik-kritik yang penuh intrik.
Saya lebih suka mendengar berita suka cita, daripada mendengar berita duka cita. Oleh karena itu saya takut baca iklan duka cita. Itu membuat istri saya suka tertawa. Dia malah suka sekali baca iklan duka cita karena siapa tahu ada berita keluarga atau sahabat.
Saya mengalami masalah dari detik ke detik, tetapi saya berpikir bahwa selalu ada masalah dan harus diselesaikan. Saya selalu teringat di pagi hari. Saat saya mengambil baju dan celana, semuanya sudah dalam keadaan rapi, halus dan wangi. Tentu istri sudah mempersiapkannya baik melalui laundry atau tangan pembantu rumah tangga, yang men-setrika baju menjadi halus dan wangi. Lalu saya berimajinasi, mengapa baju dan saya bisa halus? Aduh kasihan pasti setrikanya panas, belum lagi disiram kanji atau rapika, trus digosok dan panasnya membuat pakaianku rapi! Sungguh merepotkan yaa!
Ada perbedaan penampilan saat kita memakai baju rapi dan baju kusut.
Sahabat semua tentu mengalami hal yang sama. Kalau kita pakai baju kusut apa yang terjadi ? Pasti kita akan menjadi bahan pembicaraan teman-teman. Apalagi selain kusut bau lagi!
Bahkan pekerjaan yang akan kita kerjakan pun amburadul dan diragukan keabsahan dan kebaikannya.
Dengan setrika panas, semua pakaian bisa baik dan rapi.
Demikian pun dengan benang kusut persoalan bermacam-macam dalam hidup kita. Kita berkeyakinan bahwa Tuhan akan merapikannya dengan setrika kehidupan yang panas, sehingga semua kekusutan menjadi rapi, halus dan wangi.
Pertanyaannya bagaimana kita bisa mengerti tentang semua kekusutan hidup? Bagaimana kita minta bantuan Tuhan untuk menghaluskannya dengan setrika panas? Di sinilah kesulitannya. Kadang-kadang kita merasa seperti setrika sendiri, tetapi hasilnya tetap kusut bahkan gosong atau hangus karena terlalu panas.
Berbahagialah semua sahabat yang semua kekusutannya bisa dirapikan dan dihaluskan Tuhan. Di sini kita memerlukan uluran tangan teman-teman karena masih banyak sahabat kita yang mengalami kekusutan dan keruwetan. Bisakah kita menjadi setrika buatnya? Atau kita meletakkan doa agar Tuhan bisa memberikan bantuan setrika buat mereka yang sedang mengalami kekusutan.
Tuhan memberkati dan melindungi semua sahabat. Semoga cintanya bisa membuat kita menikmati hidup yang halus dan wangi seperti menggunakan baju yang sudah rapi setelah disetrika. Ya Tuhan, jadikanlah aku tangan-Mu agar bisa membuat sahabat-sahabatku berbahagia.

17 responses to this post.

  1. Posted by BRYAN PATTY on June 19, 2013 at 12:40 am

    Sterika itu berhubungan dengan suhu yang panas. Terkadang kita pun berhati-hati saat sedang menyetrika sebuah pakaian, karna kalau salah-salah tangan kita bisa terluka/terbakar.Tapi kalau mau berbicara “Sterikanya Tuhan” itu sungguh luar biasa. Dia bisa melembutkan hati seseorang yang kusut dan dia bisa menyegarkan jiwa seseorang yang tidak sehat.

    Reply

  2. Posted by depri christian on June 19, 2013 at 1:14 pm

    dengan setrika baju kita bisa menjadi rapi,denga setrika baju kita bisa jadi kelihatan enak dipakai dan enak dipandang orang . dengan baju yang rapi orangpun akan orang lain pun akan berpikir wah ini orang sepertinya orang disiplin dan berwibawah karena keliatan dari bajunya yang begitu rapi, terkadang begitu juga dengan kehidupan kita ,kita sangat butuh campur tangan Tuhan dalam merapikan masalah-masalah yang kita hadapi,biarlah dengan setrikanya Tuhan ,Tuhan menyetrika dan merapikan setiap masalah kita,percayakan kepadanya bahwa Dia akan membuat semuanya menjadi lebih baik.

    Reply

  3. Posted by Christian on June 20, 2013 at 6:26 pm

    setiap pekerjaany ang dilakukan tiada yang dilewati tanpa campur tangan perempuan.disinilah mereka sangat terpuji perbuatannya lewat merapihkan baju dan juga pakaian kita. ingatlah untuk tetap mengingat jasanya

    Reply

  4. Posted by yugi on June 21, 2013 at 11:18 am

    Hidup lurus itu kata org gampang” susah , trkdng kita prlu juga membuat hdup kita spya jdi lurus , tpi tdk mudah , apa lagi klo dibentuk oleh alam dan Tuhan , skitt rsanya psti , tpi kita harus tetapp bersyukur dn menjalani smua nya dngn baik dn truss berjuangg. Slmt mlam GBU

    Reply

  5. Setrika sudah digunakan sejak tahun 1882, dan sampai sekarang tidak berubah.

    Reply

  6. Menyetrika adalah pekerjaan yg membosankan dan menlelahkan, jadi terima kasihlah kepada orang yang menyetrika bajumu.

    Reply

  7. setrika sama seperti kehidupan,
    kalau kita tidak merasakan kesusahan (panas), kita akan lengah terhadap kehidupan duniawi, tanpa kita sadari, hidup kita acak acakan (lecek)
    jadi untuk memperoleh hidup yang rapi, bersih, mulaikah untuk tidak takut menghadapi rasa panas atau tantangan.

    Reply

  8. Posted by cottonbutton on June 21, 2013 at 2:08 pm

    Setiap orang pasti pernah menghadapi suatu masalah. Masalah adalah cobaan yang datang dari Tuhan. Dan tentu saja kita harus mampu menyelesaikan masalah itu. Tuhan tidak akan mencoba kita diluar batas kesanggupan kita. Oleh karena itu, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, tergantung dari bagaimana kita memecahkan masalah tersebut.

    Reply

  9. Posted by frans 2mak2 on June 21, 2013 at 3:47 pm

    manusia memang di ciptakan untuk saling membantu sesamanya dan saling mengasihi…jadi apabila kita melihat orang yg kesusahan alangkah baiknya kita membantunya…agar dunia ini menjadi indah…Gbu

    Reply

  10. 1701293351_Andre Jonathan : setiap masalah yang kita hadapi berpotensi untuk membuat pakaian yang kita pakai kusut. untuk itu kita perlu menyeterika untuk membuat pakaian kita kembali halus. sama seperti manusia dalam menghadapi masalah. setiap masalah pasti ada solusinya. kita diajak untuk berpikir lebih baik lagi dalam menghadapi masalah dan tidak mudah menyerah, serta berani mengambil resiko. jangan takut mengambil resiko. Tuhan pasti akan selalu ada untuk membantu dan mendukung kita lewat tangan-tangan orang lain misalnya teman, guru, dan keluarga.

    Reply

  11. saya setuju dengan artikel diatas, karena memang benar jika tidak bisa mengandalkan diri kita sendiri untuk menghadapi masalah kita yang terkadang amatlah rumit. kita bisa meminta bantuan sahabat, keluarga, dan yang terpenting adalah Tuhan. ketika masalah kita terselesaikan, kita juga bisa membantu orang lain, menjadi “setrika” bagi masalah mereka yang berbelit-belit.

    Reply

  12. kita ibarat sebagai pakaian kusut akan semua dosa dan kesalahan yang kita perbuat , mendekatkan diri pada sang Khalik dan bermunajat kepada -Nya dalam menghadapi masalah dalam hidup kita , bantulah saudara kita diluar sana karena kita semua adalah saudara.

    Reply

  13. FATHUBILLAH 1701360601
    tanpa adanya kepercayaan pada tuhan, kita tidak akan tumbuh dan hidup menjadi manusia yang tentram damai, serta berprilaku baik

    Reply

  14. 1601252760_FarisShulhan

    Ya saya setuju dengan artikel ini dimana terkadang diri kita membutuhkan “setrika” untuk memacu jiwa dan diri kita untuk berkarya .. tantangan dan proses yang kita lewati mampu meningkatkan skill diri kita sehingga mampu meningkatkan kredibilitas diri kita .

    Reply

  15. 1601252760 – Faris Shulhan

    Ya saya setuju dengan artikel diatas . Setiap manusia butuh “setrika” untuk memicu dirinya . Kenapa ? Karena dengan adanya tantangan dan proses menyelesaikan masalah, seseorang akan lebih bertambah dewasa . Tak hanya dewasa, skill dan kredibilitas kita pun akan bertambah !

    Reply

  16. Posted by Chandra Gumelar Aulia on March 26, 2014 at 10:08 am

    Dalam hidup, manusia selalu ada cobaan yang menghampiri hidupnya. Tugas manusia adalah mencari cara bagaimana kita survive dari cobaan tersebut. “Setrika” dari Tuhan meluruskan jalan hidup manusia agar terarah ke jalan yang lebih baik.

    Reply

  17. Posted by dwi wahyu jatmiko on March 26, 2014 at 12:50 pm

    setiap perilaku yang kita lakukan kusut ,maka kusut itu pun hasil yang kita dapat
    namun sebaliknya bila kita mengatur hidup kita dengan rapi dan teratur maka kita akan dapat hidup yang teratur dan menyenangkan

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: