Jangkar

Tanpa jangkar, sebuah kapal tidak mungkin bisa berlabuh, di sana kita akan kehilangan segalanya.

jangkar-mdSungguh berbahagia, kami semua keluarga : kakak, adik, keponakan, dan sepupu sebagian besar kerja kapal. Salam juga buat para sahabat yang bekerja di bidang pelayaran. Saya sendiri merasakan bahwa kerja kapal itu sangat sulit dan berat. Memang benar istilah slow and low yield investment karena berisiko dan penuh tantangan. Yang sudah terlanjur masuk ada istilah hidup segan matipun tak mau! Tetapi, Tuhan sungguh baik, walaupun dalam kesulitan kami semua masih bisa bertahan. Ombak, badai, dan angin tidak pernah berhenti dalam usaha pelayaran. Untung kami memiliki sauh atau jangkar. Di setiap saat di setiap kesempatan kami bisa berlabuh atau lego jangkar untuk menanti cuaca membaik dan kami berlayar lagi. Ini ayat favorit saya :

“Pengharapan itu adalah jangkar yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir “

Siapa yang bisa dapat menemukan perikop ini dalam Alkitab, masih ada hadiah payung cantik!
Pastor dan suster boleh ikutan biar rame. Saya piker ada benarnya bahwa pengharapan itu sikap yang sehat. Ia mengantisipasi hal yang baik. Ia memberikan kedamaian, ketenangan sampai kepada kebahagiaan. Sebaliknya keadaan putus asa adalah kondisi yang menakutkan, mengerikan bahkan kematian. Jadi, kalau orang yang putus asa bagaikan orang yang berjalan dalam kegelapan. Tuhan memberikan jangkar kehidupan untuk bertambat disaat kita kehilangan segalanya. Saya sendiri dalam usaha pelayaran mengalami jatuh bangun, susah senang, sulit dan menderita. Semua sudah saya alami. Kini, kalau kita mau membuka mata (bisa baca open eyes dalam kitab mazmur). Di sini saya mengibaratkan kapal itu adalah kehidupan kita, maka benar sekali bahwa pengharapan adalah jangkar yang kuat. Semakin kuat pengharapan kita semakin kokoh kapal kita menghadapi bahaya.
Saya percaya betul kekuatan pengharapan dan Tuhan memberikan kekuatan kepada saya untuk berdiri tegak, baik badai melintang semua berlalu dan bisa saya hadapi. Semoga Tuhan memberikan jangkar kehidupan buat semua sahabat agar damai sejahtera, suka cita dan bahagia selalu mendampingi. Salam dan doa.

10 responses to this post.

  1. Posted by ksatria baja hitam on June 21, 2013 at 3:34 pm

    wowwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww

    Reply

  2. Posted by andi on June 21, 2013 at 3:38 pm

    aflkaflaskf

    Reply

  3. Posted by frans 2mak2 on June 21, 2013 at 3:41 pm

    Ibrani 6:19 ditunggu payung cantiknya…..jangkar…memang sesuatu yang sangat berat dan aman untuk hati kita apabila mengalami sebuah ujian yang berat…agar kita bisa tetap bertahan menahannya…

    Reply

  4. Posted by Reynold Lukman on June 21, 2013 at 3:46 pm

    kita harus memiliki pengharapan yg kuat jika ingin mencapai sesuatu, namun jg harus disertai dengan kerja keras yang tidak mudah untuk dilakukan, jika kita terus mencoba, yakinlah akan ada 1 titik dmna tujuan anda itu akan tercapai.

    Thanks

    Reply

  5. 1701293351_Andre Jonathan : setiap manusia pasti memiliki harapan. namun untuk mencapai suatu harapan tidaklah mudah. seringkali kita harus menghadapi segala masalah, tantangan, dan percobaan dalam hidup ini. saya akan menjelaskannya dalam suatu majas alegori. hidup kita sebagai manusia ini seperti seorang nelayan yang bekerja mencari ikan dengan perahunya. terkadang di laut, seringkali ada ombak, badai, angin kencang, dan halangan-halangan yang menganggu sang nelayan dalam memperoleh ikan. namun dengan usaha dan bantuan dari Tuhan, nelayan tersebut bisa menghadapi segala halangan tersebut dan bisa pulang dengan membawa banyak ikan. semua harapan akan terwujud layaknya jangkar tersebut apabila kita terus berusaha dan berdoa.

    Reply

  6. jangkar pada kapal itu seperti alat pemberhentian sama seperti kehidupan kadang kita harus berhenti sejenak memikirkan apa yang akan kita lakukan nantinya. agar kehidupan kita tidak lari atau tidak bergerak kita harus memiliki jangkar yang kuat.

    Reply

  7. Saya berpendapat, Jangkar di ibaratkan sebagai pegangan hidup kita seperti hubungan kita dengan Tuhan, sementara kapal di ibaratkan sebagai wadah dimana hanya kita sendirilah yang dapat mengaisinya dengan hal-hal yang baik maupun yang buruk.

    Reply

  8. Posted by Aghel Prabandono on January 16, 2014 at 7:18 am

    Hal ini juga kalau direfleksikan kepada kehidupan, contoh seperti orang yang merantau sejauh mana pun, pastinya akan berhenti berlabuh dirumahnya yang dicintai yang ditinggali oleh orang yang ia cintai juga

    Reply

  9. Hidup hampa tanpa harapan , oleh karena itu siapkan dan mantapkan secara mendalam apa yang menjadi harapan dan tujuan kita dan juga apa yang akan kita lakukan setelah kita menggapainya , selain usaha kerja keras , doa juga menjadi bagian penting dalam menggapai usaha , karenaSholat adalah tiang agama.

    Reply

  10. Labuhkanlah kepercayaan dan doa kita kepada Tuhan, seperti halnya perahu yang akan berlabuh yang menenggelamkan jangkarnya kelautan

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: