Sambal

Walau makanan itu enak, tapi kalau belum ada sambal rasanya belum lengkap (Adh)

DSCN0312Sepanjang siang sampai sore hari ini saya habiskan waktu dengan training pleno di perusahaan kami. Saya mendapat kesempatan memberikan kata sambutan dan kata pembuka. Sejak pagi memang saya merenung apa yang harus saya bicarakan, tapi belum ada ilham. Setelah makan siang disajikan berupa nasi rawon hangat lalu dimakan dengan telor asin, krupuk dan sambal. Begitu saya makan sambal yang nikmat sekali, lalu inspirasi ada, saya harus berbicara tentang pengembangan diri :
Pertama, untuk berkembang kita harus mengenal diri kita. Tuhan memberi kita tangan, kaki, mata, telinga, mulut, hidung, dan otak. Apakah kita sudah memanfaatkan semua pemberian Tuhan ini?
Kedua, harus ada kemauan diri kita dengan mind set bahwa saya harus berkembang, karena tanpa kemauan sama saja jalan di tempat. Ketiga, Integritas dan kebersamaan tidak terlepas dari usaha pengembangan diri. Mustahil sebuah pohon bisa tumbuh kalau tidak ada air! Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang bahu membahu membangun diri kita. Keempat, aturan main terkait adanya skill, kemampuan manajerial dan pengetahuan dasar yang diatur dalam suatu kesepakatan. Kelima, pengembangan diri dimulai dengan DOA karena kita bisa bukan karena kita biasa, tetapi karena kita minta. Siapa yang meminta akan mendapat. Artinya bukan kita bisa berhasil karena kebisaan kita, melainkan campur tangan Tuhan.
Sambutan saya mendapat response hangat karena inspirasi dari sambal. Memang enak pakai sambal, tetapi karena sambal saya jadi bisa berpikir.
Buat orang asia, orang timur, orang jawa, orang padang, orang manado, dll. Sambal adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masakan. Masih teringat saya mempunyai seorang sahabat dari Sabah, Malaysia namanya Datuk Harris. Kami bersama Pak Tri Sutrisno, mantan Wakil Presiden RI dan Dr. Soetjahyo, direktur WHO. Suatu hari dalam kunjungannya ke Jakarta (ditulis dalam buku karangan beliau) kami bersama-sama makan siang di sebuah restoran kuring di dekat Bandara Soetta. Dalam kisah tersebut restorannya kehabisan cabe, jadi ada sambal tapi tidak pedas. Restoran ini jauh dari supermarket atau pasar, tetapi sopir saya tidak kehabisan akal, lalu ada tukang ketoprak lewat dan cabenya diborong semua. Kami bergembira makan sambil tertawa karena sambelnya sudah lengkap.
Masalah sambal selalu mengingatkan saya bahwa dalam kehidupan rohani, kita memerlukan sesuatu untuk membangkitkan selera makan kita. Kalau orang sana bilang apetizer, tetapi pedas itu agak berbeda. Sambal memiliki kekuatan luar biasa, padahal itu pedas, atau bahasa rohaninya “pedih” atau “sakit” tetapi memberikan keindahan hidup. Saya melihat diri saya dan mencoba juga sambal kehidupan supaya hidup menjadi hidup dan penuh suka cita. Sambal kehidupan tidak lain tidak bukan adalah pengorbanan. Semakin pedas, semakin nikmat! Tuhan memberkati, melindungi dan memberikan kuasa kesehatan buat sahabat semua.

72 responses to this post.

  1. Posted by Handoko / 1601232310 / 04PHJ on March 22, 2014 at 4:21 pm

    Orang Sumatra lebih cenderung menyantap makanan disertai dengan sambal. Makan tanpa sambal itu “kurang berasa”. Konsep ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menjalani hidup, setiap individu perlu sesuatu hal yang bisa memberikan “sensasi” dan mewarnai hidupnya.

    Reply

  2. Posted by Handoko / 1601232310 / 04PHJ on March 22, 2014 at 4:22 pm

    Orang Sumatra lebih cenderung menyantap makanan disertai dengan sambal. Makan tanpa sambal itu “kurang berasa”. Konsep ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menjalani hidup, setiap individu perlu sesuatu hal yang bisa memberikan “sensasi” dan mewarnai hidupnya.

    Reply

  3. Posted by Handoko / 1601232310 / 04PHJ on March 22, 2014 at 4:29 pm

    Orang Sumatra lebih cenderung menyantap makanan disertai dengan sambal. Makan tanpa sambal itu “kurang berasa”. Konsep ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menjalani hidup, setiap individu perlu sesuatu hal yang bisa memberikan “sensasi” dan mewarnai hidupnya.

    Reply

  4. Posted by Handoko / 1601232310 / 04PHJ on March 22, 2014 at 4:32 pm

    Orang Sumatra lebih cenderung menyantap makanan disertai dengan sambal. Makan tanpa sambal itu “kurang berasa”. Konsep ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menjalani hidup, setiap individu perlu sesuatu hal yang bisa memberikan “sensasi” dan mewarnai hidupnya.

    Reply

  5. Posted by Handoko / 1601232310 / 04PHJ on March 22, 2014 at 4:46 pm

    Orang Sumatra lebih cenderung menyantap makanan disertai dengan sambal. Makan tanpa sambal itu “kurang berasa”. Konsep ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menjalani hidup, setiap individu perlu sesuatu hal yang bisa memberikan “sensasi” dan mewarnai hidupnya.

    Reply

  6. Posted by Yosua Setiawan 04PAW on March 24, 2014 at 12:22 pm

    Saya sangat setuju dengan artikel yang bapak tulis. Dengan adanya “Sambal” memang membuat kehidupan kita menjadi lebih segar dan menarik. Dengan “Sambal juga kita dapat mendapatkan appetite dalam kehidupan kita. Dengan rasa pedas dan sensasi tersendiri membuat hidup kita lebih bermakna.

    Reply

  7. Posted by 04PAW_Gavan on March 24, 2014 at 1:17 pm

    saya orang jawa tp tdk terlalu suka dgn sambal. tp saya suka kecap. jaid kalo kecap itu kan “manis” jadi di bahasa rohaninya “kebahagiaan” donk :3

    Reply

  8. Posted by wisnu wicaksono - 04PAW on March 24, 2014 at 2:25 pm

    kurangnya kenikmatan makan tanpa sambal, bagaikan hidup yang lurus. tanpa tantangan dan rintangan yang membuat hidup menjadi lebih berari. lika-liku di dalam kehidupan layaknya dinikmati seperti makan dengan sambal. karena lika-liku hiduplah yang dapat memberikan kita arti baru dalam menjalani kehidupan ini.

    Reply

  9. Posted by Hendro Tjeng on March 24, 2014 at 4:40 pm

    Bagi saya kalau tidak ad sambal saya merasa kekurangan saat memakan sesuatu. Karena sambal itu menambah rasa yang enak pada makanan yang kita makan. Sama seperti hidup kita tidak mungkin semangat dalam menjalanin sesuatu jika ada yang kurang.

    Reply

  10. menurut saya persamaan sambal disini ibaratnya cobaan. Jadi dalam kehidupan itu kalo berjalan mulus terus itu ibaratnya tidak ada sesuatu yang menantang. Jika kita makan sambal itu kan ibaratnya menantang kita untuk merasakan sesuatu yang pedas. Walaupun tidak semua orang suka sambal. Tetapi setelah makan sambal,kita akan merasakan sesuatu sensai yang sangat nikmat. Begitu juga dalam menghadapi cobaan hidup. Jika kita berhasil melewatinya,maka kita akan merasakan yg namanya Kehidupan.

    Reply

  11. hidangan-hidangan yang dimakan tanpa sambal terasa biasa-biasa saja dan akan menjadi semakin bosan kalau makannya yang itu-itu saja. sambal seperti sebuah dorongan untuk melakukan hal baru, mengubah hal yang ada sekarang menjadi sesuatu yang terasa berbeda. Tanpa adanya sambal (dorongan), kita tidak akan pernah ingin mencoba sesuatu yang baru, melakukan hal yang diluar biasa. Menantang berbagai hal-hal yang baru akan semakin memotivasi kita untuk membentuk suatu hasil yang baru dari apa yang ada sebelumnya, sama seperti sambal yang tidak pernah bosan walaupun dikonsumsi terus-menerus..

    Reply

  12. hidangan-hidangan yang dimakan tanpa sambal terasa biasa-biasa saja dan akan menjadi semakin bosan kalau makannya yang itu-itu saja. sambal seperti sebuah dorongan untuk melakukan hal baru, mengubah hal yang ada sekarang menjadi sesuatu yang terasa berbeda. Tanpa adanya sambal (dorongan), kita tidak akan pernah ingin mencoba sesuatu yang baru, melakukan hal yang diluar biasa. Menantang berbagai hal-hal yang baru akan semakin memotivasi kita untuk membentuk suatu hasil yang baru dari apa yang ada sebelumnya, sama seperti sambal yang tidak pernah bosan walaupun dikonsumsi terus-menerus.

    Reply

  13. Posted by Twinna on March 26, 2014 at 12:54 pm

    Hahaha.. betul nggak mau makan kalo gada sambal. Saya kalau dirumah, selalu dimasakin sambal yang berbeda. sambal bajak, sambal terasi, sambal tomat cherry, sambal segerr, sambal ayam pop,dll (banyak nama sambal yang dibuat sendiri oleh keluarga saya) karena memang ibu saya selalu bereksperimen untuk bikin sambal baru setiap minggu nya. Eksperimen ibu saya tidak sia-sia. Banyak penggemar sambal ibu saya meminta untuk segera bikin warteg, makan nasi hanya dengan sambal pun jadi, bahkan saat salah 1 teman saya yang di inggris pulang ke indonesia, lalu datang ke rumah hanya untuk minta dibekalin sambal ibu saya! kaget dan bangga rasanya.

    Reply

  14. Posted by Regi Saputra 1601233004 on March 26, 2014 at 1:38 pm

    Makan tanpa sambal bagaikan hidup tanpa rasa. hahahahha.
    Bagi saya jika makan tanpa sambal terasa tidak enak karena tidak mempunyai tantangan. Makanpun ada tantangannya, hehe
    tetapi memang benar kalau di ibaratkan semakin pedas semakin nikmat, semakin kita menghadapi rintangan dan cobaan hidup akan lebih berasa hidup.🙂

    Reply

  15. Posted by fahrul rizky aulia on March 26, 2014 at 3:50 pm

    artikel ini mengingatkan saya tentang quote “Lebih baik bertempur dan kalah dari pada tidak bertempur sama sekali”. intinya orang yang takut untuk memakan sambel, mereka selalu beranggapan bahwa sambel itu sesuatu yg sangat menakutkan untuk dimakan. akan tetapi, alangkah baiknya mereka mencoba sesekali dari pada tidak sama sekali.

    Reply

  16. Posted by 04PKF_HardianIkhsan on March 26, 2014 at 4:00 pm

    sambal itu adalah pelengkap hidup. tanpa sambal rasanya makanan yang kita makan rasanya kurang begitu sempurna. seperti halnya pasangan hidup, tidak mempunyai pasangan hidup adalah pilihan, tetapi apabila kita menemukan pasangan yang kita inginkan, hidup akan menjadi lebih sempurna.

    Reply

  17. sambal itu memberikan nikmat yg enak sekali kalau memakannya dengan nasi atau dengan makanan lainnya,kalau tidak ada sambal itu makan rasanya tidak enak sekali,Sama seperti hidup kita, tidak mungkin kita bersemangat dalam menjalani hidup ini jika tidak ada yang menambah nafsu atau semangat untuk menjalani hidup

    Reply

  18. Posted by hansen on March 27, 2014 at 9:07 am

    semua yang terjadi di dalam kehidupan kita tentu kita tidak dapat melepaskannya dari campur tangan Tuhan. Dan untuk mencapai sesuatu tentulah kita harus melakukan pengorbanan. Sesuai dengan pepatah bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

    Reply

  19. Posted by rizaldyfaroqi on March 27, 2014 at 2:04 pm

    Sambal ibarat seperti tantangan dan konsekuensi kita dalam pengambilan keputusan. Pedasnya sambal menghasilkan suatu hasil yang sangat memuaskan. Intinya, kita selalu bersyukur atas kehidupan dan nikmat dari hasil perjuangan kita

    Reply

  20. Posted by Abraham on March 27, 2014 at 3:19 pm

    1601277290_04PJT_Abraham
    Jika seseorang ingin berubah maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenal dahulu tentang dirinya sendiri.Lalu setelah tahap pengenalan harus di ikuti juga dengan kemauan yang kuat untuk bisa berkembang.Tetapi suatu saat jika kita berhasil untuk mencapai sesuatu yang kita impikan ,kita tidak boleh lupa kalau semua yang kita capai itu karna campur tangan Tuhan.

    Reply

  21. Posted by Wilson on March 27, 2014 at 3:28 pm

    Saya adalah pecinta sambal, dan saya menggunakan sambal hampir setiap hari. Namun saya tak menyangka bahwa sambal bisa memiliki kisah inspirasional sendiri. Dan saya pribadi setuju dimana sambal = pengorbanan, dan tidak ada kehidupan tanpa pengorbanan

    Reply

  22. Posted by Abraham on March 27, 2014 at 3:54 pm

    1601277290_04PJT_Abraham
    Bila kita ingin berkembang kita harus menilai diri kita dahulu,memiliki mindset yang kuat,tidak mudah menyerah,dan yang paling penting yaitu meminta campur tangan Tuhan untuk segala sesuatu.Bilamana kita menghadapi suatu persoalan seperti yang diceritakan di artikel di ini(sambal)maka kita tidak boleh menyerah,yakinlah bahwa setiap masalah yang kita hadapi memiliki jalan keluarnya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: