Archive for March, 2013

Rahasia

Setiap orang atau perusahaan bahkan negara memiliki rahasia tersendiri, demi untuk kebaikan bukan sebaliknya(BK)

Top-SecretRahasia pribadi atau perusahaan atau negara itu harus dijunjung tinggi, bukan dalam maksud yang tidak baik melainkan justru untuk menjadikan pribadi, perusahaan atau negara tersebut menjadi kuat dan berwibawa.
Tidak bisa dibayangkan kalau rahasia perusahaan diumbar atau rahasia negara bisa kemana-mana maka semuanya akan amburadul.
Perusahaan kami menoreh confidential atau rahasia pada setiap data yang dikeluarkan. Dengan demikian data tersebut harus dilindungi sedapat mungkin dan diberikan sanksi pidana bagi siapa saja yang mengetahuinya dan membocorkannya kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pihak HRD dan GA akan melindungi semua kerahasiaan dokumen rahasia sampai batas waktu yang tidak ditentukan dan jika sanpai batas tertentu akan dimusnahkan.
Mengapa rahasia itu begitu penting? Pertanyaan ini akan menjadi menarik buat kita terutama yang memegang pentingnya rahasia baik secara pribadi atau organisatoris, tetapi rahasia ini juga menjadi beban berat bagi kita yang bertanggung jawab atas rahasia tersebut.
Setiap jabatan dalam perusahaan kami juga di sumpah untuk melindungi rahasia perusahaan. Saya sendiri pernah merasakan bagaimana keadaan perusahaan yang rahasianya bocor ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab dan perusahaan mengalami kerugian signifikan.
Memasuki pekan suci, secara pribadi kita harus mengakui segala DOSA kita yang sekaligus menjadi rahasia pribadi. Bagaimana sulitnya dimana rahasia pribadi harus dibongkar habis-habisan di hadapan pastor, yang secara dogmatis kita percaya mendapat kuasa langit dan bumi untuk memberi pengampunan dan penghapusan dosa kita.
Salah satu kekuatan agama Katolik adalah Sakramen Pengakuan Dosa atau Tobat, yang tidak dimiliki oleh agama lain. Mengapa menjadi salah satu kekuatan gereja, karena secara mental dan spiritual, kita terlepas dari beban yang mengikat kita. Para Romo juga diharapkan bisa memberi sumbangan pemikiran betapa bergunanya Sakramen Tobat bagi kehidupan rohani. Semoga Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Advertisements

Terima Kasih (2)

Mengucapkan terima kasih kepada orang yang menerima adalah lebih agung daripada mengucapkan terima kasih kepada orang yang memberi kepada kita
(Adh)

ThankYouLanguage-main_FullKita itu wajib mengucapkan terima kasih kepada siapa saja yang mau menerima pemberian kita. Sebab, jikalau ada yang mau menerima pemberian itu sama artinya dengan Tuhan telah memberkati kita. Demikian juga termasuk kalau kita memberi kepada orang yang paling hina dan miskin sekalipun kita harus berterima kasih kepadanya. Demikianlah kita akan di berkati dan sempurnalah segala pengharapan kita.
Berterima kasih kepada orang yang memberi sesuatu kepada kita adalah hal yang biasa, tetapi harus berterima kasih kepada orang yang menerima pemberian kita adalah hal yang luar biasa dan aneh, namun kalau kita mengerti arti cinta maka hal ini akan menjadi suatu keindahan hidup yang luar biasa.
Bayangkan anda memberi uang kecil kepada seorang pengemis dan anda ucapkan terima kasih kalau perlu dengan sapaan dan senyuman. Apa yang terjadi? Kemungkinan sang pengemis akan bengong atau tersipu malu atau heran menatap anda, tapi yang pasti saat itu pula anda berada dalam suka cita besar dan penuh dengan kuasa Roh Kudus.
Suatu hari saya dan beberapa kawan berbincang-bincang diantaranya ada pendeta, ada hwesio/biksu, dan kawan-kawan dari gerejaku. Saya mengajukan pertanyaan, jika kita punya panti asuhan anak yatim piatu, mana yang kita harapkan, apakah kita berterima kasih kepada anak-anak panti atau mengharap anak-anak tersebut berterima kasih kepada kita. Mereka agak bingung dengan pertanyaan saya, tetapi saya sampaikan bahwa setiap kepercayaan mengajarkan cara berterima kasih kepada orang yang memberi, tetapi kalau seperti contoh panti asuhan tersebut tadi, di mana kita terus menerus jika berterima kasih kepada anak-anak panti maka kita telah mengajarkan anak-anak ini dengan cinta yang sempurna, kelak anak-anak ini akan tumbuh menjadi orang besar.
Teman-teman saya bertanya teori mana yang mengajarkan? Saya sampaikan bahwa kita hidup selalu bersekutu dan saling mencintai. Kalau kita memberi cinta kepada keluarga dan kita berterima kasihlah kepada orang yang kita cintai. Hal ini indah sekali. Misalnya anda mencintai istri anda maka berterima kasihlah kepada istri anda karena dia mau menerima cinta anda. Di sana cinta itu akan sempurna karena tidak mengharapkan balasan terima kasih. Sebaliknya cinta kasih akan semakin dalam pengertiannya.
Teman-teman saya bilang bahwa benar sekali dan mengajak semua sahabat yang melayani dan bekerja di ladang Tuhan agar terus menerus berterima kasih kepada siapa saja yang kita layani, termasuk untuk para sahabat yang kurang beruntung.
Prinsip dasar cinta kasih memang demikian adanya. Seorang ibu mendidik anaknya menjadi besar dia harus berterima kasih kepada anaknya karena sumber kebahagiaannya besar, Sirnalah segala kekecewaan yang ada.
Sering kita memberi sesuatu kepada seseorang, lalu dalam hati kita memaki : : “Orang itu tidak tahu terima kasih!” Atau kita lebih jelek lagi kalau kita mengharap orang yang kita beri menyembah kita seperti raja dengan ucapan terima kasih. Tetapi, jika hal yang anda harapkan tidak terjadi, maka anda akan membenci orang itu, memakinya, kecewa, dan dendam. Sekali ini saja ya, lain kali sorry ajah. Nah di mana cinta? Tetapi jika anda berterima kasih kepada seseorang yang menerima pemberiaan anda, maka apapun reaksinya anda akan penuh suka cita, seperti hal Kasih Tuhan kepada kita tidak pernah mengharap balasan apapun,
Terima kasih buat semua sahabat, yang membaca tulisan ini dan maaf kalau ditulis ulang karena beberapa teman ingin membacanya. Terima kasih, terima kasih dan terima kasih. Tuhan memberkati Salam dan doa.

Feed Back

Setiap pekerjaan yang kita lakukan memerlukan feed back atau umpan balik supaya kita mengenal apa yang kita kerjakan.

imagesBersama beberapa teman konsultan di bidang managemen dan pengembangan usaha, kami makan malam bersama di sebuah hotel bintang lima di Jakarta. Beberapa dari mereka adalah tokoh-tokoh di bidang managemen, sambil menikmati santapan malam kami berbincang-bincang mengenai profesi kami masing masing. Kami juga bercerita mengenai kenangan masa lalu. Satu di antara kami adalah seorang Bule dari Australia, Steve salah satu pakar Golf juga. Dia mengatakan sering kali kita menempatkan feed back seperti halnya laporan. Jangan sampai feed back statusnya diabaikan kalau perlu dibaca atau di buang di sampah. Kalau terjadi hal ini, maka departemen HRD buru-buru diganti saja, karena inilah justru awal kejatuhan sebuah perusahaan! Bahkan Steve menambahkan bahwa hanya orang yang tidak mengerti management yang tidak menghargai laporan atau feed back.
Saya berpikir ada benarnya juga. Berbeda dengan di Amerika dan Eropa, Australia bahkan di Cina. Laporan pekerjaan atau feed back itu nilainya lebih besar dari pekerjaan itu sendiri. Di Beijing untuk Sing Hua Enterprises, sebuah perusahaan tukang jahit dengan 10 karyawan mendapat hadiah RMB 1,000,000 dari pemerintah dalam lomba membuat laporan feed back. Sedemikian pentingnya hasil laporan kerja sampai pemerintah turun tangan untuk membantu pengusaha terutama pengusaha kecil.
Menghormati hasil kerja menjadi tradisi di Cina dan hasilnya luar biasa.
Memang dengan menghormati apa yang kita kerjakan tentu akan menambah nilai pertanggungjawaban kita terhadap apa yang kita kerjakan.
Saya mencoba menerapkan sistim pelaporan di perusahaan saya, tapi saya yakin sebagian staf saya dalam hatinya bilang saya mengada-ada cenderung melecehkan tingginya nilai laporan.
Laporan atau feed back tertinggi di dunia dari hasil karya Yesus Kristus dan para murid-murid-Nya adalah INJIL. Sesungguhnya apapun yang kita kerjakan dan hasilnya dinikmati, berguna bagi kita, berguna bagi sesama, bangsa dan negara jika kita tuliskan maka hal ini juga sama dengan khabar gembira atau Injil itu sendiri. Barang siapa menghargai setiap hasil karya seseorang dia sudah menghargai Karya Tuhan sendiri.
Jadi, setiap kali mewartakan Kabar Gembira karya keselamatan, kita sudah turut menyelamatkan dunia. Sekecil apapun kabar gembira yang disampaikan, tetapi menggembirakan atau menyenangkan hati sahabat, ini sudah menjadi ibadah yang menuntun kita dalam keselamatan.
Damai bersamamu selama Pekan Suci.

Melawan Arus

Hanya ikan mati yang berenang mengikuti arus.
Arus
Seandainya kita umpamakan diri kita adalah ikan hidup maka kita akan selalu berusaha berenang melawan arus. Pepatah ini bukan dimaksud agar kita harus melawan setiap orang atau setiap kelompok. Saya berpendapat bahwa justru yang dimaksud adalah kita harus bisa melawan diri kita sendiri bukan melawan pihak-phak di luar. Dengan bisa mengatasi arus yang ada dalam diri kita sendiri artinya kita sudah mengalahkan pihak di luar.
Dalam kehidupan kita, melawan atau menentang diri sendiri, menyangkal dan memikul salib jauh lebih sulit dari mengatasi masalah yang datang pada diri kita. Kehendak badan kita ratusan kali lebih kuat dari kehendak roh kita. Hampir dikatakan tidak mungkin kita bisa melawannya, kalau tanpa kekuatan Roh Kudus yang diberikan kepada kita. Jika kita sebagai ikan hidup, maka kita harus mengajak Roh Kudus berenang melawan arus atau kita sama dengan ikan mati.
Dalam perjalanan bisnis, saya sendiri mengalami hal-hal yang membuat saya harus mengambil keputusan, melawan diri sendiri, termasuk terhadap orang-orang yang tidak saya sukai, tetapi saya harus berani mengorbankan kepentingan saya dan harga diri saya untuk mau berjabat tangan dan bekerja sama.
Dua tahun lalu perusahaan saya berselisih paham dengan sebuah perusahaan. Kami menugaskan seorang delegasi dari eksekutif kami untuk melakukan pembicaraan, negosiasi dan mengambil keputusan, tapi gagal. Saya sendiri berada dalam pressure, karena pemilik perusahaan itu adalah teman sendiri juga. Kemarahan saya tidak bisa berlanjut karena saya meletakan hal ini di kaki Tuhan. Saya percaya memang ini kehendak Tuhan, tapi hati saya tidak bisa diajak kompromi karena tetap saja ada marah, jelous, benci, kesel, dan gregetan bercampur menjadi ARUS deras dalam diri saya. Seandainya saya ikuti mungkin saya harus berkelahi, bahkan berdebatnya bisa-bisa ke Pengadilan. Ternyata arus yang begitu kuat menyeret saya sampai saya susah, tetapi saya berusaha melawannya dan keluar dari jebakan yang bisa membuat saya susah.
Akhir pekan lalu sahabat itu telepon, dia secara jujur mengatakan harus angkat topi dengan sikap saya, lalu saya ajak bertemu dan kita berunding, lalu saya memberikan kotbah singkat bahwa kita masing-masing harus berani menyangkal diri kita terutama mendekati Paskah. Beliau sepakat dan kita berjabat tangan dan saya bahagia sekali.
Dalam kehidupan kita pasti banyak arus yang menerpa kita tanpa peduli siapa dan bagaimana status kita. Para tokoh agama dengan pakain kebesaran rohaninya pun bukan jaminan bisa melawan arus kehidupan, tetapi kita juga harus bisa seperti seorang nahkoda kapal. Dia tahu kemana arus itu, kapan harus melawan arus dan kapan harus menghindari arus. Ombak dan angin taufan sebesar apapun tidak berbahaya buat sebuah kapal, tapi arus bak air tenang yang menghanyutkan. Kalau kita tidak kuat dia akan menyeret kita bahkan menenggelamkan kita. Itulah bedanya arus dan ombak. Karena ombak bisa dilihat dengan kasat mata, angin bisa disarakan oleh rambut kita, tapi arus tidak bisa ditebak arahnya ke mana dia pergi dan kapan dia datang.
Melawan arus kata lain menyangkal diri atau memikul salib! Siapa mau? Saya rasa bibir bisa berucap tapi hati? Tidak bisa ditebak!
Oleh karena itu, saya mengajak semua sahabat mari kita mempersiapkan diri. Kita harus sehat lahir batin dan kita perlu memiliki kekuatan mental spiritual. Mari kita siap berenang melawan arus. Tuhan memberkati selalu. Salam dan doa.

Renungan

Renungan yang kita baca atau dengarkan sebenarnya adalah bagian dari latihan rohani.

RenunganSeperti yang pernah saya ungkapkan mengenai bagaimana mengenal Tuhan juga sebagai kutipan dari ucapan Santa Katarina : “Tataplah setiap wajah Tuhan dalam diri setiap orang yang kita cintai, maka kita akan mengenal Tuhan lebih dari kita belajar dari manapun tentang Tuhan”. Atau kata Santo Agustinus : “Iman adalah sesuatu yang menuntun kita untuk percaya apa yang tidak mampu kita lihat dan iman itu nantinya akan memampukan kita untuk melihat apa yang kita percayai”. Sering kita mendengar tentang latihan rohani atau Spiritual Excercises, seperti yang diajarkan Santo Ignatius dari Loyola.
Di dalam kehidupan, kita perlu memiliki latihan rohani agar kita dapat menjalankan kehidupan di dunia ini dengan mata hati terarah kepada Tuhan dengan tujuan akhir kita kelak bersama Tuhan di surga. Dengan demikian segala sesuatu hati kita terdorong untuk melakukan apapun yang dapat mendatangkan kemuliaan yang lebih besar kepada Tuhan : “Ad majorem Dei Gloriam”. ”
Renungan rohani banyak sekali kita temui, baik dalam bacaan, media gambar, sampai siaran radio. Semakin sering kita membaca, semakin sering kita mendengar dan semakin banyak kita melihat. Di situ sebuah doa sudah berjalan dan membuat kita menjadi dekat dengan Tuhan. Demikian maksud dari pembacaan Injil dan renungan-renungan lain yang ditulis agar kita bisa membaca.
Kadang pesan yang disampaikan dalam renungan membuat kita pusing bahkan kita tidak mengerti atau membingungkan. Saya mempunyai seorang sahabat. Beliau sedang mengalami kesulitan ekonomi. Setiap beliau bertemu teman-teman, nasihat yang diterima adalah carilah Kerajaan Surga, maka semuanya akan dipenuhi. Lalu dia bertanya kepada saya, bagaimana mau mencari kerajaan sorga karena saya mencari makan saja susah dan dalam dirinya sudah ditanamkan bahwa renungan, nasihat, dan doa apapun sudah tidak ada gunanya. Pikiran negatif sudah menutupi dirinya.
Waktu bertemu saya, langsung saja beliau bilang saya sudah tidak mau mendengar saran atau nasihat rohani, tapi saya perlu makanan jasmani.
Dalam hati saya pikir sahabat ini pasti mau minjam uang atau minta duit, tetapi jujur hati saya tidak berpikir ke sana, karena beliau adalah sahabat dan saya juga tahu sifatnya, tetapi sayang nasibnya kurang baik. Saya ajak makan, lalu saya bertanya kepadanya, menurut kamu apakah saya ini orangnya pantas memberi nasihat kepadamu atau tidak. Kalau tidak lebih baik kita cari tempat kopi sambil bercanda, tetapi kalau pantas mari kita lanjut berdiskusi. Dia diam saja, tetapi akhirnya menganggukan kepala dengan isyarat saya boleh memberi nasihat buatnya.
Saya sendiri pernah mengalami kesulitan sepuluh kali lebih berat darimu. Saya melanjutkan, menurutmu, apa yang harus saya lakukan? Dia diam lalu katanya harus kerja keras. Saya bertanya lagi, setelah kerja keras tapi tidak ada hasilnya lalu apa yang harus saya lakukan?
Dia diam saja tapi terus dia bilang cari teman minta tolong!
Saya tersenyum dan bilang “benar sekali, itu renungan paling dalam”.
Mencari k\Kerajaan Surga bukan berarti harus mengunci diri dalam kamar lalu berdoa atau ke gereja berdoa atau berbuat sesuatu dalam arti rohani.
Teman saya ini justru memberikan sesuatu yang sangat berharga, yaitu mencari teman! Sesuatu yang manusiawi dan bukan untuk minta-minta atau bukan untu. mengemis pekerjaan, tetapi melihat dan mencari kebaikan yang ada pada seorang sahabat. Inilah salah satu cara mencari Kerajaan Allah.
Tuhan memberkati kita. Selamat mencari sahabat dan melihat kebaikannya, terutama memberikan kita damai sejahtera. Selamat masuk Pekan Suci. Salam dan doa.

Anak Domba Paskah

Di antara simbol-simbol Paskah yang populer, Anak Domba Paskah adalah yang paling utama dalam perayaan agung ini.

Anak Domba PaskahAnak Domba Paskah, yang melambangkan Kristus, dengan bendera kemenangan, dapat dilihat dalam lukisan-lukisan yang dipasang di rumah-rumah keluarga Katolik. Doa paling awal untuk pemberkatan Anak Domba ditemukan dalam buku ritual abad ketujuh Biara Benediktin di Bobbio, Italia. Dua ratus tahun kemudian Roma mempergunakannya dan sesudah itu, selama berabad-abad kemudian, menu utama santap malam Paus pada Hari Raya Paskah adalah anak domba panggang. Setelah abad kesepuluh, sebagai ganti anak domba utuh, disajikan potongan-potongan daging yang lebih kecil.
Tradisi kuno Anak Domba Paskah juga mengilhami umat Kristiani untuk menyajikan daging anak domba sebagai hidangan populer pada masa Paskah. Hingga sekarang, daging anak domba disajikan sebagai menu utama Minggu Paskah di berbagai daerah di Eropa Timur. Tetapi, seringkali bentuk-bentuk anak domba kecil terbuat dari mentega, roti atau pun gula-gula kue-kue menggantikan sajian daging anak domba dan menjadi hidangan utama jamuan Paskah.
Kemarin, saya mengunjungi Kota Surabaya, yang paling indah adalah bernostalgia. Pertemuan dengan sahabat lama dari SMA sungguh menyenangkan karena banyak kisah yang diceritakan, terutama yang penuh kenangan. Salah satu rencana adalah mengulang kenangan Paskah yang dirayakan dengan mengisi acara Reuni tahun 2009 dan rencananya mungkin akan diadakan tahun depan.
Paskah memang cocok dipakai atau diisi dengan acara silaturahmi, perjumpaan dan melepas rindu. Sebentar lagi kita akan memasuki Hari Paskah. Kalau di gereja tentu sudah siap-siap dengan acara yang padat, sedangkan kita masing dalam keluarga juga perlu dipersiapkan. Apa yang harus kita inginkan dari perayaan Paskah ini?
Saya dan keluarga akan menikmati makan Paskah bersama kakak, adik, anak, cucu, dan mantu di Surabaya minggu depan. Kesempatan ini juga akan diisi dengan mengunjungi makam orang tua kami.
Paskah memang perlu dijadikan sebagai bagian dari Keluarga. Keluarga akan menjadi kuat penuh dengan suka cita. Hidup dalam cinta bisa memanfaatkan Paskah. Persahabatan akan menjadi indah jika bisa diisi dengan sering bersilaturahmi, kesempatan saling memaafkan dan saling mendoakan.
Semoga keluarga-keluarga para sahabat bisa memanfaatkan Paskah ini sebagai kesempaatan berharga untuk saling bertemu, saling memaafkan dan berdoa bersama. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Mode

Mode adalah hidup.

tendance_flower_fleurs (1)Untuk mengenang Peter Sie, Bapak Mode Indonesia, yang berpulang dua tahun lalu tanggal 1 April 2011, dan dikremasikan di Oasis.
Aku mengenal Peter Sie, nama aslinya Sie Tiam Le (82 tahun saat meninggal), seorang perancang senior yang memiliki nama besar dan sangat dikagumi di dunia mode. Beliau tetangga saya di Tebet, semasa saya menempati sebuah rumah sewa yang dibuat kantor kecil di tahun 80-an. Beliau sangat baik hati dan sering kirim makanan.
Dalam buku Memoir, beliau menceritakan tentang kehidupan dan kegagalannya di sekolah formal, sehingga dia harus luntang lantung ke Belanda. Ia kembali ke tanah air dan bertemu dengan Ibu Negara Fatmawati dan Hartini. Beliau juga akhirnya kenal baik dengan Bung Karno.
Kalau kami bercerita wah, bisa berjam-jam. Dahulu kalau laki-laki menjahit pakaian wanita itu dianggap pekerjaan hina, tetapi beliau tetap setia meniti karier di dunia mode. Kita bisa ikuti tulisan beliau dalam Buku Memoirnya. Kenapa saya miskin tidak seperti perancang mode lainnya, karena saya tidak mengerti pemasaran dan dunia bisnisnya. Bagaimana saya bisa bisnis ucap beliau. Ia masih ingat sahabat kentalnya Pak Rahmat, yang membuka restoran Jawa Timur Rahmat di Tebet Timur Dalam (boleh coba karena sampai sekarang masih ada). Kami bertiga suka ngobrol walau beda usia lebih 30 tahun, tapi cocok saat bicara apalagi urusan makanan atau kuliner.
Dari Peter Sie, saya menjadi kenal juga dengan Prof. Dr. Harry Darsono, PhD. Kami mengunjungi museumnya beberapa hari lalu. Ada sahabat saya juga perancang mode Prajudi (Almarhum). Peter sangat mencintai dunia mode dan banyak membimbing perancang mode yang muda dan beliau sangat teliti. Hingga di usia lanjut beliau masih menekuni membuat rancangan busana buat pelanggannya. Saya rasa semua artis senior di tanah air pasti mengenal Peter Sie. Ia sosok fenomenal dan menjadi Bapak Mode di Indonesia.
Ada beberapa hal menarik yang bisa saya pelajari dari beliau.
Pertama, kesetiaannya pada profesinya, walau diguncang oleh situasi dan kondisi ekonomi yang tidak menentu. Kedua, ketelitian beliau, mau menekuni apa yang dikerjakannya, hampir tidak pernah salah. Ketiga, keuletannya, tidak pantang menghadapi kesulitan, tapi berani berjuang dan penuh pengharapan. Keempat, beliau suka sekali berteman, baik tua dan muda selalu mau untuk menyapa. Kelima, kepercayaan akan Tuhan, kesetiaannya pada agamanya dan selalu berada salam doa.
Kehidupan modern agak berbeda kondisinya dengan anak muda sekarang. Menurut saya mereka tidak tahan uji, terutama tidak kuat menghadapi tantangan jaman, kurang ulet dan cepat putus asa. Saya sepakat sekali kalau KKMK dengan ketuanya memberikan refleksi ini buat sahabat-sahabatnya. Gereja akan memprakarsai bagaimana membuat orang muda agar kuat, tabah, tahan uji, mental baja, setia dan taat, serta tidak mudah putus asa dan percaya pada Tuhan.
Saya sendiri sering bertanya juga buat anak-anak saya. Mengapa kerja tidak teliti, sembrono dan tidak konsisten, bahkan saya memberi istilah penakut! Kita kan tidak dimakan orang atau dibunuh orang atau dicelakai orang, tapi sebelum bertemu orang seluruh badan sudah gemetaran, bagaimana mau perang sudah kalah dulu.
Berdoa saja tidak cukup, harus diikuti dengan kemauan keras, konsisten, penuh inisiatif, iman yang kuat, intuitif dan ilham (istilah Pak Harry Darsono adalah 5I), yang dikutip Romo Yance Mangkey, MSC. “Faith defeats Worries”. Atau “Iman mengalahkan kekhawatiran” dengan kemauan keras bisa mengalahkan bakat sebisa apapun.
Dalam satu kesempatan, beliau buat joke. Katanya hanya ada 1 bakat yang tidak perlu kerja keras atau dipelajari dan pasti semua orang pasti bisa!
(Siapa yang bisa jawab? Masih ada payung sama Jose. Buat yang bisa menjawab, silahkan kirim di milis! Bakat apa itu)
Semoga kita semua bisa belajar, terutama persiapan kita menghadapi masalah agar kita kuat, tabah dan tetap setia, sehingga kita tidak putus asa dan selalu berada dalam doa. Tuhan memberkati. Salam dan doa.