Category Archives: Renungan

KEBAHAGIAAN dan WAKTU ada sebuah jembatan penghubung yakni CINTA

KEBAHAGIAAN
dan
WAKTU
ada sebuah jembatan penghubung yakni CINTA

Adharta dan Lena

43 tahun bukan sekadar angka. Tetapi adalah perjalanan panjang yang kami lalui bersama
dari dua hati muda yang dipersatukan pada tanggal
30 April 1983, hingga hari ini, 30 April 2026,

kami berdiri sebagai dua hati yang tetap memilih satu sama lain, setiap hari.

Kami telah melewati banyak musim kehidupan.
Ada hari-hari penuh tawa, ada pula masa-masa penuh ujian. Kami pernah berada di titik terendah, namun justru di sanalah kami belajar arti kesetiaan, pengertian, dan kasih yang tidak bersyarat.

Waktu mengajarkan bahwa cinta bukan hanya tentang perasaan, tetapi tentang keputusan untuk tetap bertahan, saling menggenggam, bahkan saat badai datang tanpa diundang.
Hari-hari berlalu, rambut mungkin memutih, langkah tak lagi secepat dulu, tetapi satu hal tak berubah: rasa syukur karena masih bisa berjalan beriringan.

Lena adalah rumah, tempat kembali, tempat hati menemukan tenangnya.
Dan saya percaya, perjalanan ini indah bukan karena sempurna, tetapi karena kami menjalaninya bersama.

Kami sungguh terharu atas begitu banyak ucapan, doa, dan kasih sayang yang diberikan oleh keluarga dan sahabat tercinta.

Setiap kata yang disampaikan menjadi penguat, menjadi pengingat bahwa perjalanan ini juga dihiasi oleh kehadiran orang-orang baik di sekitar kami.

Terima kasih
Terima kasih
Terima kasih

dari hati yang paling dalam.
Izinkan kami berbagi sebaris puisi ditulis

Seiring waktu yang tak pernah berhenti,
kita belajar mencintai dalam sunyi,
bukan karena segalanya mudah dilalui,
tetapi karena kita tak pernah memilih pergi.

Semoga perjalanan ini terus diberkati, dan cinta yang kami rawat tetap hidup, sederhana namun bermakna.

Sebagai kenangan ini kami percaya

“Cinta sejati bukan tentang menemukan orang yang sempurna, melainkan tentang melihat kesempurnaan dalam setiap ketidaksempurnaan yang dijalani bersama.”

Dengan penuh syukur dan kasih,
Kami berdua
Bersama anda semua

Adharta dan Lena

Kasih yang Menghidupkan

Selamat Paskah

5 April 2026

Oleh : Adharta
Ketua Umum KRIS

Kasih yang Menghidupkan

Paskah merupakan
Segala Aspek Kehidupan

Paskah bukan sekadar perayaan tahunan.
Paskah adalah napas kehidupan bagi setiap insan yang percaya.

Di balik kisah sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus, tersimpan pesan kasih yang tak lekang oleh waktu
kasih yang memulihkan, menguatkan, dan memberi harapan baru.

Kasih itu tidak hanya tinggal di gereja atau dalam doa, tetapi hidup dan nyata dalam keluarga, persahabatan, dan bahkan dalam dunia usaha yang kita jalani setiap hari.

Dalam keluarga, Paskah mengajarkan arti pengorbanan dan pengampunan.

Yesus
rela menyerahkan diri-Nya demi keselamatan manusia.

Betapa dalam makna ini jika kita bawa ke dalam rumah tangga kita.

Tidak ada keluarga yang sempurna
perbedaan, luka hati, dan kesalahpahaman adalah bagian dari perjalanan.

Namun, Paskah mengingatkan kita bahwa kasih sejati tidak berhenti pada luka, tetapi bangkit dalam pengampunan.

Seperti Kristus yang bangkit membawa damai, demikian pula setiap keluarga dipanggil untuk bangkit dari ego, dari amarah, dan memilih untuk saling merangkul kembali.

Keluarga yang hidup dalam kasih Paskah adalah keluarga yang tidak lelah untuk saling mengasihi, meski harus berkorban.

Dalam persahabatan, Paskah menjadi cermin kesetiaan dan ketulusan.

Yesus menyebut murid-murid-Nya sebagai sahabat, bahkan ketika mereka sempat goyah dan meninggalkan-Nya.

Kasih Kristus tidak bersyarat
Yesus tetap setia meski dikhianati.

Dari sini kita belajar bahwa sahabat sejati bukanlah yang hadir hanya dalam tawa, tetapi yang tetap tinggal dalam duka.

Persahabatan yang berakar pada nilai Paskah adalah persahabatan yang tidak mudah retak oleh kesalahpahaman, tidak diukur oleh keuntungan, tetapi oleh ketulusan hati.

Betapa indahnya jika kita menjadi sahabat yang menghadirkan terang, yang menguatkan, dan yang membawa damai bagi sesama.

Dalam dunia usaha dan bisnis,

Paskah sering kali terasa jauh.

Dunia bisnis identik dengan persaingan, keuntungan, dan ambisi.

Namun justru di sinilah nilai Paskah menjadi sangat relevan.

Kebangkitan Kristus adalah simbol kemenangan kebenaran atas kegelapan, kejujuran atas kepalsuan.

Seorang pelaku usaha yang menghidupi semangat Paskah akan menjunjung tinggi integritas, tidak mencari keuntungan dengan cara yang merugikan orang lain, dan berani berdiri dalam kebenaran meski tidak mudah.

Kasih Kristus mengajarkan bahwa keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari angka, tetapi dari dampak
apakah usaha kita membawa berkat bagi banyak orang, apakah kita menjadi saluran kebaikan di tengah dunia yang sering kali keras.

Paskah juga mengingatkan kita bahwa setiap kegagalan bukanlah akhir.

Seperti salib yang tampak sebagai kekalahan, namun berujung pada kebangkitan yang mulia,
demikian pula hidup kita.

Dalam keluarga, persahabatan, dan bisnis, mungkin kita pernah jatuh, kecewa, bahkan merasa kehilangan arah. Namun Paskah membawa pesan yang kuat
selalu ada harapan baru.

Selalu ada kesempatan untuk bangkit.

Akhirnya, Paskah adalah undangan untuk hidup dalam kasih.

Kasih yang tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.

Kasih yang berani berkorban, setia, dan memberi tanpa pamrih.

Kasih Yesus Kristus adalah terang yang menuntun langkah kita, menguatkan hati kita, dan menghidupkan kembali jiwa kita.

Saya mengucapkan
Selamat Paskah.

Buat semua Sahabatku
Para Uskup
Para Pastor
Para Suster
Para Frater dan Bruder
Para Pendeta
Para Penatua Gereja
Semua Keluarga besar saya
Orang Tua
Kakak Adik
Anak dan Cucu
Teman sejawat
Teman Bisnis
Teman komunitas
Teman Sekolah
SD SMP SMA
Fakultas

Semoga kasih-Nya senantiasa tinggal dalam keluarga kita, mengalir dalam persahabatan kita, dan terpancar dalam setiap langkah usaha kita.

Karena dalam Dia, kita tidak hanya hidup
kita dibaharui
Dipelihara
Diperlakukan sebagai Keluarga Kerajaan Allah sendiri.

Www.kris.or.id

Www.adharta.com

Mutiara yang Menyatukan Keluarga

Imlek 2577 (8)

Mutiara yang Menyatukan Keluarga

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Komunitas
Relawan
Indonesia
Sehat

Pagi subuh
17 Pebruari 2026

Selamat Tahun Baru Imlek 2577.

Tahun baru selalu datang membawa napas baru.

Bukan hanya kalender yang berganti, tetapi juga hati, niat, dan harapan.

Imlek bagi keluarga kami bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah mutiara keluarga—kecil, berkilau, namun bernilai sangat dalam.
Menyambut Imlek, kami memulai dengan hal-hal sederhana namun sarat makna
Sepatu baru, baju baru, celana baru, semuanya bernuansa baru.

Bukan semata soal penampilan, tetapi simbol bahwa kami siap melangkah dengan semangat yang diperbarui, meninggalkan yang lama, menyambut yang baru dengan hati bersih dan pikiran jernih.

Malam ini rumah terasa hidup. Kami berkumpul bersama anak, menantu, cucu, besan, keponakan, dan ipar, suasana hangat, ramai, dan penuh tawa.

Tidak bisa hadir anak Dirga dan menantu Intan, bersama tiga cucu tercinta. Freyja, Iris, dan Allegra belum bisa ikut berkumpul karena mereka tinggal jauh di Melbourne, Australia.

Namun jarak tidak pernah benar-benar memisahkan keluarga doa dan kasih selalu menemukan jalannya.

Rumah terasa penuh.
Ada besan, ada keponakan, ada Adik, adik ipar, dan keluarga besar lainnya. Cukup ramai, cukup hangat, cukup membahagiakan.

Kami menikmati makan malam bersama, ada Sop Buntut paling enak afa Hiwan ikan, udang gandum, kaki babi, babi p anggang, brokoli tidak lupa aLomi dan beberapa macam. Makanan lainnya

Kami saling bertukar cerita, senyum, dan kenangan.
Inilah kekayaan yang sesungguhnya.
Makna
“Tutup Meja” dalam Imlek
Istilah “Tutup Meja” sangat populer dalam menyambut Tahun Baru Imlek.
Bagi kami, maknanya jauh lebih dalam daripada sekadar selesai makan.

Tutup Meja adalah simbol:
Menutup lembaran lama dengan rasa syukur
Mengakhiri tahun dengan kebersamaan, bukan kesendirian
Mengunci pintu kesedihan, membuka pintu harapan
Saat meja ditutup, bukan berarti kebersamaan berakhir, tetapi justru menegaskan bahwa keluarga telah dipersatukan dalam satu meja, satu doa, satu harapan. Meja makan menjadi altar kecil tempat cinta, maaf, dan harapan saling bertemu.

Harapannya sederhana namun mulia
semoga di tahun baru, tidak ada yang tertinggal sendirian, tidak ada yang berjalan tanpa dukungan, dan tidak ada yang kehilangan arah.

Doa Imlek Keluarga
(Termasuk Doa buat para sahabat semua)

Tuhan yang Maha Pengasih, dan penyayang
karena kasih setia-Mu,
malam ini Engkau mengumpulkan kami, keluarga dan para sahabat disini, dalam keadaan sehat walafiat.

Kami bersyukur atas makanan yang tersedia, atas tawa yang tercipta, dan atas cinta yang Engkau tanamkan di antara kami.

Berkatilah makanan ini agar menjadi kekuatan bagi tubuh kami,
berkatilah kebersamaan ini agar menjadi perekat kesatuan dan persatuan,
dan berkatilah keluarga dan para sahabat kami agar selalu dipenuhi kasih, pengertian, dan pengampunan.

Jadikan rumah ini tempat damai,
hati kami tempat cinta,
dan hidup kami saling menguatkan.
Amin.

Angpao
Simbol Kasih dan Doa
Malam ini cucu-cucu menerima angpao, simbol berbagi rezeki dan harapan. Angpao bukan soal jumlah, melainkan doa yang dibungkus merah, warna keberanian, kehidupan, dan keberuntungan.

Biasanya ada suster-suster dan acara khusus, namun tahun ini persiapan tidak sempat dilakukan.

Beberapa tamu hadir
Sayabat Bobby, Dwi, Freddy, Fandy, Leny, dan beberapa kawan lainnya.

Tidak lengkap secara acara, tetapi lengkap secara rasa.
Karena Imlek sejatinya bukan panggung, melainkan perjumpaan hati.

Imlek sebagai Pendidikan Moral dan Kepribadian
Imlek mengajarkan banyak hal:
Hormat kepada orang tua dan leluhur

Imlek mengajarkan dan memacu kita untuk
Kerja keras tanpa melupakan nilai
Kesuksesan yang lahir dari ketekunan, bukan keserakahan

Imlek juga memberi dorongan kerja keras, semangat baru, dan optimisme
sering dikaitkan dengan shio. Namun bagi kami, shio hanyalah pengingat, bukan penentu.

Penentu sejati adalah niat baik, usaha jujur, dan doa yang tulus.
Tahun baru adalah undangan untuk:
Memperbaiki sikap
Menguatkan karakter
Menjadi pribadi yang lebih sabar, rendah hati, dan peduli

Kesembuhan dan Pemulihan

Imlek adalah waktu memohon kesembuhan atas sakit penyakit, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi di dalam hati.
Luka lama, rasa kecewa, kesalahpahaman
semuanya layak disembuhkan.
Kami percaya, kesembuhan dimulai dari keluarga yang saling menopang.
Penyatuan Ikatan dan Komunikasi Lintas Kehidupan
Imlek menyatukan ikatan keluarga, saling bahu-membahu membangun keluarga besar.

Bukan hanya yang hadir secara fisik, tetapi juga:
Mereka yang jauh
Mereka yang telah lebih dulu berpulang
Kami membangun komunikasi lintas kehidupan
menghormati yang telah meninggal, meneruskan nilai-nilai mereka, dan menjaga nama baik keluarga sebagai warisan.
Harapan di Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, harapan kami sederhana namun dalam:
Semoga keluarga kami selalu diberi kesehatan
Semoga anak-cucu bertumbuh dalam hikmat dan kasih
Semoga pekerjaan diberkati dan membawa manfaat dan rejeki
Semoga rumah ini selalu menjadi tempat pulang
Karena pada akhirnya, Imlek bukan tentang kembang api,
melainkan tentang keluarga yang tetap berkumpul meski waktu terus berjalan.
Imlek adalah mutiara keluarga.

Dan malam ini, mutiara itu bersinar terang.
Semoga semua baik adanya.

Tamat

Www.kris.or.id

Www.adharta.com

“Saat Kita Berpisah, Aku Tahu”

“Saat Kita Berpisah, Aku Tahu”

Oleh : Vincent
Ketua KRIS

Komunitas
Relawan
Indonesia
Sehat

Awal imlek 2577

Cintaku
Vincent baru menyadari satu hal paling penting dalam hidupnya justru setelah ia berpisah.

Hari itu, hujan turun tipis di pelabuhan kecil yang ramai oleh suara koper diseret dan pengumuman keberangkatan.

Vincent berdiri kaku, memegang tiket kapal dengan tangan gemetar. Di depannya, Yenny tersenyum
senyum yang berusaha kuat, padahal matanya berkaca-kaca.
Mereka hanya bertemu sebentar.

Terlalu sebentar untuk sesuatu yang terasa begitu dalam.
Yenny memberinya sekotak buah dan sebotol minuman murah
oleh-oleh sederhana yang ia persiapkan dengan canggung. Bahasa mereka berbeda.

Dunia mereka pun berbeda. Tapi entah bagaimana, selama beberapa hari terakhir, Vincent merasa lebih dimengerti oleh Yenny dibanding siapa pun yang pernah ia kenal.

Mereka berbicara dengan campuran kata, tawa, dan bahasa yang tak tertulis.
Tatapan.
Keheningan.
Cara Yenny mendengarkan.
Saat peluit kapal dibunyikan, Vincent melangkah naik. Ia menoleh sekali lagi. Yenny melambaikan tangan, berusaha tersenyum, meski air mata akhirnya jatuh juga.

Dan saat itulah Vincent tahu.
Bukan saat mereka tertawa bersama.
Bukan saat duduk berdua memandang laut.
Tetapi saat mereka berpisah—ketika jarak mulai tercipta, dan dadanya terasa kosong dengan cara yang tak bisa dijelaskan.

Yenny adalah satu-satunya.
Waktu bergerak kejam setelah itu.
Vincent kembali ke negaranya, kembali ke rutinitas, ke hidup yang “normal”. Tapi malam-malamnya tidak pernah sama.

Ia menulis surat untuk Yenny
berlembar-lembar, dengan kata yang dipilih hati-hati. Beberapa surat tak pernah dibalas. Beberapa mungkin tak pernah sampai.
Ia sempat menelepon dua kali. Suara Yenny di seberang sana membuat dadanya sesak dan hangat sekaligus. Setelah itu, tak ada lagi.

Dunia seperti sengaja menguji keteguhannya.
Orang-orang bilang, “Lupakan saja. Itu cuma pertemuan singkat.”

Tapi Vincent tahu—cinta sejati tidak diukur dari lamanya waktu, melainkan dari dalamnya luka ketika kehilangan.

Tahun demi tahun berlalu. Vincent menjalani hidup, bekerja, tertawa, bahkan sesekali berkencan.
Tapi setiap senyuman terasa setengah. Setiap kebahagiaan terasa sementara.
Hingga suatu hari, sebuah kabar datang seperti cahaya di lorong gelap.

“Vincent,” kata seorang teman lama, “Yenny sekarang ada di kota ini.”
Dunia berhenti berputar.

Pertemuan itu terjadi di sebuah lobi hotel tua. Vincent menunggu dengan napas tertahan.

Dan ketika pintu terbuka, Yenny masuk.
Ia sedikit berubah. Lebih dewasa. Lebih tenang.
Tapi matanya
mata itu—masih sama.
Tak ada kata yang cukup. Tak ada kalimat yang perlu disusun rapi. Vincent hanya melangkah mendekat, menggenggam tangan Yenny, dan berkata dengan suara bergetar:
“Aku tahu ini gila… tapi aku tahu sejak hari kita berpisah. Aku ingin menjalani hidup bersamamu.”

Yenny menangis. Air matanya jatuh pelan, seolah melepaskan tahun-tahun yang terpendam. Ia mengangguk, lalu berbisik:
“Aku juga menunggu.”

Cinta mereka tidak sempurna. Banyak tantangan menunggu. Perbedaan budaya, jarak, dan masa lalu yang belum sepenuhnya sembuh.
Namun Vincent tak lagi ragu.
Karena ia telah belajar satu hal paling penting dalam hidupnya:
Kadang, kita baru tahu siapa cinta sejati kita… tepat saat kita kehilangan mereka.

Dan ketika kesempatan kedua datang,
ia tidak akan melepaskannya lagi.

Kiriman Bapak Vincent S Johan
Untuk Sahabat KRIS

Membangun Bangsa dan Negara Indomesia

Imlek (07)

Membangun Bangsa dan Negara Indomesia

Oleh : Adharta
Ke[ua Umum
KRIS

Komunitas
Relawan
Infonesia
Sehat

Jakarta
16 Pebruati 2026

Imlek Harmoni Nusantara.
Motto Imlek. 2577

Imlek Harmoni Nusantara: Simbol Persatuan, Diplomasi Budaya, dan Daya Ungkit Bangsa
Indonesia dikenal dunia sebagai bangsa yang majemuk
beragam suku, agama, budaya, dan tradisi hidup berdampingan dalam satu kesatuan.

Dalam konteks inilah gagasan Imlek Harmoni Nusantara menjadi sangat relevan dan strategis.

Unggahan ibu Irene Umar di media sosial yang menampilkan keindahan Indonesia sebagai destinasi dunia, serta dukungan dan tanggapan positif dari ibu Ni Luh Puspa, mencerminkan kesadaran pemerintah akan pentingnya perayaan budaya sebagai kekuatan bangsa.
Imlek tidak lagi dipahami semata sebagai perayaan komunitas Tionghoa, melainkan telah bertransformasi menjadi bagian dari mozaik budaya Indonesia.

Ketika Imlek dirayakan dalam bingkai Harmoni Nusantara, IMLEK menjadi simbol inklusivitas dan persatuan nasional.

Perpaduan barongsai dengan musik daerah, ornamen Imlek berdampingan dengan batik dan tenun, serta kuliner Tionghoa yang disajikan bersama makanan khas Nusantara adalah bukti bahwa Indonesia mampu merawat perbedaan sebagai kekayaan, bukan sekat.

Dari sudut pandang strategis, perayaan Imlek Harmoni Nusantara memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara.

Pertama, sebagai alat diplomasi budaya. Wisatawan mancanegara tidak hanya datang untuk menikmati alam Indonesia, tetapi juga untuk menyaksikan bagaimana keberagaman dirayakan secara damai.

Ini membangun citra Indonesia sebagai negara toleran, aman, dan ramah bagi dunia internasional.

Kedua, Imlek Harmoni Nusantara menjadi pengungkit sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Festival budaya, pertunjukan seni, pameran UMKM, hingga kuliner khas lintas etnis membuka ruang perputaran ekonomi rakyat.

Pelaku usaha lokal, seniman, dan komunitas budaya memperoleh manfaat langsung.

Dalam jangka panjang, ini mendukung penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketiga, perayaan ini berperan penting dalam penguatan identitas nasional, terutama bagi generasi muda. Imlek yang dikemas secara Nusantara mengajarkan bahwa menjadi Indonesia tidak berarti menyeragamkan, tetapi menyatukan perbedaan dalam nilai bersama:

Gotong royong, saling menghormati, dan kebanggaan sebagai satu bangsa.

Sebagai saran, Imlek Harmoni Nusantara perlu dijadikan agenda budaya nasional tahunan dengan dukungan lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Kurasi acara harus melibatkan komunitas budaya, akademisi, dan pelaku kreatif agar pesan harmoni tersampaikan secara otentik, bukan sekadar seremonial.

Selain itu, promosi digital perlu diperkuat melalui narasi visual dan cerita budaya yang mudah diakses pasar global.

Tindak lanjut yang penting adalah integrasi perayaan ini ke dalam kalender pariwisata internasional Indonesia, pengembangan paket wisata tematik Imlek Nusantara, serta kolaborasi dengan diaspora Indonesia di luar negeri.

Dengan demikian, Imlek Harmoni Nusantara tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga instrumen kebijakan budaya yang berkontribusi langsung bagi pembangunan nasional.

Pada akhirnya, Imlek Harmoni Nusantara adalah wujud nyata semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam praktik.
Imlek membuktikan bahwa harmoni bukan slogan, melainkan kekuatan strategis Indonesia untuk melangkah percaya diri di panggung dunia.

Bersambung……

Www.kris.or.id

Www.adharta.com

Kisah Pulang, Harapan, dan Cinta yang Selalu Diperbarui Imlek (05)

Kisah Pulang, Harapan, dan Cinta yang Selalu Diperbarui

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Medio Pebruari 2026

Menjelang Imlek

Sahabatku

Setiap kali Imlek tiba, ada satu kata yang diam-diam memanggil banyak hati
PULANG

Pulang ke rumah, pulang ke meja makan, pulang ke orang-orang yang kita cintai.

Imlek bukan sekadar pergantian tahun.
Imlek adalah momen ketika waktu seakan melambat, memberi ruang bagi keluarga untuk duduk bersama, saling menatap, dan berkata—meski tanpa kata

“aku masih di sini, bersama kamu.”

Di banyak rumah, aroma masakan khas Imlek memenuhi udara.
Lampion merah digantung dengan hati-hati. Angpao disiapkan bukan soal jumlah, melainkan doa. Di balik semua itu, tersimpan kisah cinta yang sederhana
Cinta orang tua kepada anak, cinta anak kepada leluhur, dan cinta keluarga yang terus dijaga lintas generasi.

Kisah tentang Meja Makan
Ada kisah yang hampir selalu sama, namun tak pernah membosankan.

Seorang ayah yang jarang bicara, tiba-tiba tersenyum lebih lama.

Seorang ibu yang sibuk sepanjang tahun, hari itu duduk paling akhir, memastikan semua sudah makan.

Anak-anak yang mungkin jarang pulang, hari itu hadir lengkap
meski hanya untuk satu malam.

Imlek mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu besar dan gemerlap.

Kadang ia hadir dalam semangkuk sup hangat, tawa kecil di sela cerita lama, atau keheningan penuh syukur setelah doa bersama.

Merah, Angpao, dan Makna Cinta
Warna merah yang mendominasi Imlek bukan sekadar lambang keberuntungan.

Imlek adalah simbol keberanian untuk berharap lagi, meski tahun lalu tidak selalu mudah.

Angpao bukan tentang uang, tetapi tentang kasih yang mengalir dari tangan ke tangan, dari generasi ke generasi.

Di sinilah Imlek menjadi bahasa cinta yang universal.

Tanpa perlu banyak penjelasan, semua orang bisa merasakannya
termasuk mereka yang bukan berasal dari budaya Tionghoa.

Itulah sebabnya Imlek kini dirayakan luas di Indonesia, sebagai bagian dari kebersamaan yang indah dalam keberagaman.
Romantika Harapan Baru

Imlek juga romantis dengan caranya sendiri. Ia tidak berisik soal janji, tetapi lembut dalam harapan.
Harapan agar keluarga tetap utuh.
Harapan agar yang jauh bisa kembali.
Harapan agar tahun baru memberi ruang untuk saling memaafkan dan memulai lagi.

Di era digital, Imlek mungkin hadir lewat unggahan media sosial dan pesan singkat.

Namun maknanya tetap sama: mengingatkan kita bahwa di balik layar ponsel, ada rumah yang menunggu, ada orang yang rindu, dan ada cinta yang tak pernah benar-benar pergi.

Imlek adalah Cinta

Imlek mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam

Bahwa hidup akan selalu lebih hangat jika dijalani bersama

Selamat merayakan Imlek.
Semoga kita semua selalu menemukan jalan pulang
kepada keluarga, kepada cinta, dan kepada harapan yang baru.

Bersambung

Www.kris.or.id

Www.adharta.com

Merayakan Imlek

Keluarga, Persahabatan, dan Pembangunan Bangsa

Imlek (04)
Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Komunitas
Relawan
Indonesia
Sehat

Medio pebruari 2026

Merayakan Imlek

Keluarga, Persahabatan, dan Pembangunan Bangsa

Sahabatku

Setiap kali kita merayakan Imlek, sesungguhnya kita tidak hanya merayakan pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa.

Imlek adalah perayaan nilai, makna, dan harapan. Di dalamnya tersimpan pesan luhur yang diwariskan oleh leluhur dan tetap relevan hingga hari ini, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Ada tiga hal utama yang kita rayakan bersama Imlek: keluarga, persahabatan, dan pembangunan kehidupan.

Pertama dan yang paling utama adalah keluarga.

Imlek selalu identik dengan pulang ke rumah, berkumpul bersama orang-orang terkasih.

Ajakan pulang ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin untuk kembali pada akar kehidupan.

Di meja makan Imlek, kita duduk bersama kakek dan nenek, ayah dan ibu, kakak dan adik, sepupu, paman, dan bibi.

Di sanalah nilai penghormatan kepada orang tua diajarkan, diwariskan, dan dirasakan secara nyata.

Keluarga adalah fondasi masyarakat. Ketika keluarga kuat, masyarakat pun akan kuat.

Salah satu tujuan utama perayaan Imlek adalah merapatkan kembali ikatan keluarga yang mungkin renggang oleh kesibukan hidup.

Silaturahmi yang terjalin bukan hanya memperkuat hubungan darah, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian, dan kasih sayang antargenerasi.

Nilai inilah yang menjadi modal sosial penting bagi bangsa Indonesia yang majemuk dan beragam.

Kedua, Imlek juga merayakan persahabatan. Dalam tradisi Tionghoa, persahabatan dipandang sebagai mutiara kehidupan.

Sahabat adalah mereka yang hadir bukan karena hubungan darah, tetapi karena ikatan hati dan kepercayaan.

Perayaan Imlek menjadi momentum untuk saling mengunjungi, saling mendoakan, dan mempererat hubungan antarsahabat tanpa memandang perbedaan latar belakang.
Kita berbeda agama
Kepercayaan
Tapi satu dalam persahabatan

Leluhur kita mengajarkan bahwa membangun persahabatan adalah cita-cita luhur.

Persahabatan yang tulus mampu menciptakan harmoni, bahkan perdamaian dunia.

Kehilangan sahabat, atau hidup tanpa sahabat, adalah kerugian besar dalam kehidupan manusia.

Dalam konteks Indonesia, semangat persahabatan ini sangat penting untuk menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya. Imlek

Mengingatkan kita bahwa persahabatan adalah jembatan menuju kehidupan yang damai dan sejahtera.

Ketiga, Imlek juga mengandung semangat pembangunan kehidupan. Pembangunan tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia. Transfer teknologi, pertukaran informasi, kolaborasi usaha, dan hubungan bisnis adalah bagian dari dinamika kehidupan yang turut dirayakan dalam semangat Imlek.

Kolaborasi dan business relation yang sehat akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang kerja.
Melalui teknologi dan peningkatan kemampuan intelektual, manusia didorong untuk terus belajar dan berkontribusi.

Apa pun yang bisa kita kerjakan demi pembangunan
baik di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, maupun budaya
adalah bentuk nyata pengamalan nilai Imlek. Pembangunan manusia menjadi kunci agar bangsa Indonesia mampu bersaing, mandiri, dan bermartabat.
Saat ini, perayaan Imlek mendapatkan perhatian yang semakin besar dari Pemerintah Indonesia.

Hal ini menunjukkan bahwa Imlek telah menjadi bagian utuh dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Harapannya, dari tahun ke tahun, nilai-nilai Imlek dapat terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih beradab.
Dengan semangat Imlek, kita berharap bangsa Indonesia dapat lepas dari kemiskinan dan keterbelakangan

Pendidikan yang kuat akan memberantas buta huruf, membuka wawasan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Imlek bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga sumber inspirasi untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik
berakar pada nilai keluarga, diperkokoh oleh persahabatan, dan diarahkan pada pembangunan berkelanjutan.

Bersambung..

Www.adharta.com

Www.kris.or.id

Bo Lelebo Etanusa LeleboBo Lelebi Tanah Timor Lelebo

Bo Lelebo
Etanusa Lelebo
Bo Lelebi
Tanah Timor Lelebo

Bae tidak bae
Tanah Timor Lebe bae

Cerpen 0050

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Komunitas
Relawan
Indonesia
Sehat

Antara Laut dan Waktu

George lahir di Pulau Timor, propinsi
Nusa Tenggara Timur, di tanah yang keras ber karang dan matahari yang tak pernah ragu membakar
Panas

Di sanalah George
pertama kali belajar bahwa hidup tidak selalu memberi, tetapi selalu menuntut keteguhan.
George adalah anak sulung dari sepuluh bersaudara.

Sejak kecil, George tahu
tanpa pernah diajari
bahwa pundaknya akan memikul beban lebih berat daripada yang lain.

Ketika usianya baru enam belas tahun, George meninggalkan Timor. Perpisahan itu sunyi.
Tak banyak air mata, karena air mata adalah kemewahan bagi keluarga sederhana.
George berangkat ke pulau Flores, ke kota Ende, membawa tas kecil dan doa ibu yang tak terucap panjang. George masuk asrama SMA Katolik Suradikara
sekolah yang namanya harum, tetapi kehidupannya keras.

Tahun 1960-an di asrama Suradikara bukan tahun-tahun yang manis. Makanan adalah cerita kesabaran.

Jagung dan bulgur menjadi teman setia. Hari demi hari perut harus berdamai dengan rasa lapar.
Tak ada lauk istimewa.
Tak ada kenikmatan. Jika suatu hari mereka ingin merasa “hidup”, George dan teman-temannya memancing ikan.
Seekor ikan kecil bisa menjadi pesta.

Mereka tertawa di sela lapar, seolah ingin menertawakan nasib agar nasib tidak menertawakan mereka.

Sekolah sangat ketat.
Aturan mengikat seperti simpul yang kuat. Namun di sanalah watak dibentuk.
Bagi sesama alumni bisa memberikan banyak cerita

Suradikara bukan sekadar sekolah, melainkan tempat menempa jiwa.

Banyak tokoh besar lahir dari sana
Akademisi, pemimpin, pejabat nasional.

Nama seperti Almarhum
Thoby Mutis, yang kelak menjadi Rektor Universitas Trisakti, Jakarta hanyalah satu dari sekian bukti.
George mungkin belum tahu siapa ia akan menjadi, tetapi ia tahu satu hal

ia harus bertahan.
Setelah tamat SMA, hidup tidak memberinya jeda.

George mengembara ke Surabaya.
Kota besar itu dingin bagi pendatang tanpa apa-apa.
George datang dengan tangan kosong, tetapi hati penuh tekad.
Di rumah, sembilan adik menunggu masa depan. George adalah anak sulung. Ia adalah harapan.
Ia bekerja dari nol.
Ayahnya seorang pegawai negeri
Ibu nya pandai masak
Makanan selalu menjadi kerinduan bagi anak anak

Pekerjaan kasar, upah kecil, penghinaan yang tak jarang datang.
Ada hari-hari ketika ia pulang dengan tubuh remuk dan hati kosong.
Ada malam-malam ketika George menangis diam-diam, takut gagal, takut tidak cukup kuat.

Namun setiap kali ia hampir menyerah, ia mengingat wajah ibu dan adik-adiknya.
George kembali bangkit.

Suka dan duka datang silih berganti. Ada tawa saat berhasil mengirim uang sekolah.
Ada air mata saat usaha runtuh.
Hidup seolah menguji seberapa jauh George sanggup berjalan tanpa mengeluh.
George jatuh, lalu bangkit. Jatuh lagi, bangkit lagi. Hingga suatu hari, dalam perenungannya, George melihat Jakarta
kota yang katanya tak pernah tidur, kota yang masih menyimpan peluang bagi mereka yang tak berhenti berjuang.
George menikah.

George dikaruniai empat orang anak.

Cinta menambah kebahagiaan, tetapi juga menambah tanggung jawab.

Kini George bukan hanya bekerja untuk orang tua dan adik-adiknya, tetapi juga untuk istri dan anak-anak yang menggantungkan hidup padanya.

Ada masa ketika uang tidak cukup, ketika masa depan terasa samar. Namun George belajar satu hal keluarga adalah alasan terkuat untuk tetap berdiri.

Puluhan tahun ia jalani di Jakarta. Empat puluh tahun penuh kerja keras.
Di situlah George menemukan jalannya di dunia pelayaran.

Laut, kapal, dan pelabuhan menjadi bagian hidupnya.
Dunia yang keras, disiplin, dan penuh risiko
namun justru cocok dengan watak yang telah ditempa sejak di SMA Suradikara.

Dari dek kapal hingga ruang kerja, George membuktikan bahwa ketekunan bisa mengalahkan keterbatasan.
Tidak semua hari adalah kemenangan.

Ada kegagalan. Ada kehilangan. Ada saat-saat ia merasa sangat lelah.

Namun ada pula tawa—tawa anak-anaknya, tawa sederhana di meja makan, tawa puas ketika jerih payahnya mulai berbuah.

Satu per satu, anak-anak tumbuh. Adik-adiknya menemukan jalan hidup.

Rumah yang dulu penuh kekhawatiran perlahan dipenuhi rasa syukur.

Kini George telah memasuki usia pensiun. Rambut memutih, langkah melambat, tetapi tubuhnya tetap sehat dan kuat.
George menatap hidup dengan senyum yang tenang.
George tahu, tidak semua orang beruntung bisa menoleh ke belakang tanpa penyesalan.

George telah berjalan jauh
dari Timor, Ende, Surabaya, hingga Jakarta. Dari jagung dan bulgur, hingga kehidupan yang layak dan bermartabat.

Dalam diamnya, George sering berbisik pada dirinya sendiri: hidup bukan tentang seberapa tinggi kita berdiri, tetapi seberapa lama kita bertahan.
George bersyukur atas segala hal

atas lapar yang mengajarkan sabar, atas lelah yang mengajarkan kuat, atas air mata yang membersihkan hati, dan atas tawa yang membuat hidup layak dijalani.

Pesan George buat generasi muda sederhana, lahir dari perjalanan panjangnya:
apa pun yang kita miliki hari ini
sedikit atau banyak
selalu ada alasan untuk bersyukur. Karena syukur adalah kekuatan yang membuat manusia mampu berjalan sejauh apa pun.

Www.kris.or.id

Www.adharta.com

春 (Chūn)Saat Musim Semi Menyapa Hati

春 (Chūn)
Saat Musim Semi Menyapa Hati

Imlek (03)

Oleh : Adharta
Ketua umum
KRIS

Medio pebruari 2026
Menjelang Imlek

Dalam perjalanan ke kantor
Ola cucu aku yang kecil kasih Video Call
Bertepatan aku lagi menulis
Sambil menikmati kemacetan

Dalam sebuah genggaman Ola kecil, terangkat selembar kertas bertuliskan satu huruf

sederhana:
春. chun artinya
Musim semi.

Bagi sebagian orang, itu hanya sebuah aksara.
Namun bagi kebudayaan Tionghoa, 春 adalah jiwa dari Imlek itu sendiri.
Imlek bukan sekadar pergantian angka tahun.
Imlek adalah perayaan kembalinya harapan,
sebagaimana musim semi datang setelah musim dingin yang panjang.

Dingin boleh membeku tanah, tetapi tidak pernah membekukan kehidupan.

Di balik tanah yang keras, benih tetap setia menunggu waktunya tumbuh.

Huruf 春 mengajarkan bahwa setiap akhir menyimpan awal baru.

Karena itu, di saat Imlek, 春 ditempel di pintu rumah.

Kadang dengan sengaja dipasang terbalik
bukan keliru, tetapi penuh makna.

春倒 (chūn dào) terdengar seperti 春到

(musim semi telah tiba).
Artinya: kehidupan, rezeki, dan harapan sedang datang menghampiri.

Namun makna terdalam dari 春 bukan pada kertas di dinding, melainkan pada manusia di dalam rumah.

Ketika seorang Ola cucu kecilku memegang huruf 春, sesungguhnya ia sedang memegang masa depan.

Anak adalah musim semi dalam keluarga

tempat cinta orang tua ditanam,
tempat nilai diwariskan,
tempat doa dipanjatkan diam-diam setiap malam.

Orang tua mungkin telah melewati banyak “musim dingin”
kegagalan, kehilangan, kelelahan.
Tetapi demi anak-anak, mereka tetap percaya pada datangnya musim semi.
Itulah sebabnya Imlek selalu menjadi momen pulang

Pulang ke meja makan,
pulang ke pelukan keluarga,
pulang ke ingatan bahwa kita pernah dan selalu dicintai.
Imlek mengingatkan kita:
bahwa harta terbesar bukan angpao di tangan,
melainkan kasih yang mengalir lintas generasi.
Dan 春 berbisik lembut kepada kita semua:
selama masih ada cinta,
selama masih ada keluarga,
musim semi akan selalu datang kembali.

Bersambung……

Www.kris.or.id

Www.adharta.com

Makna Imlek

Imlek (02)

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS
Komunitas
Relawan
Indonesia
Sehat

Pebruari 2026

IMLEK
dikenal juga sebagai Tahun Baru Imlek, Festival Musim Semi atau Chinese New Year
bukan sekadar pergantian tahun dalam penanggalan biasa.
Ini adalah perayaan budaya dan spiritual yang sudah berlangsung ribuan tahun dalam masyarakat Tionghoa, berakar dari tradisi agraris dan sistem penanggalan lunar (bulan) yang disebut Kongzili atau kalender Yinli.

Imlek dianggap sebagai momen untuk menyambut awal yang baru, membersihkan segala energi negatif tahun yang lama, dan memperkuat ikatan keluarga sebelum memasuki periode penuh harapan, berkah, dan kemakmuran.

Kapan kita Merayakan Imlek 2026?

Untuk tahun 2026, Imlek jatuh pada hari Selasa, 17 Februari 2026 menurut kalender masehi, dan ini menandai tahun 2577 Kongzili dalam kalender tradisional Tionghoa.

Di Indonesia, tanggal ini juga ditetapkan sebagai libur nasional dan cuti bersama sehingga memberikan waktu bagi keluarga untuk berkumpul dan mempersiapkan tradisi-tradisi penting tersebut.

🧧 Persiapan Menyambut Imlek

Perayaan Imlek tidak hanya dirayakan pada satu hari saja, tetapi biasanya dimulai beberapa minggu sebelum hari H dengan berbagai persiapan simbolik

Pertama
Membersihkan Rumah
Membersihkan rumah sejak jauh-hari sebelum Imlek adalah tradisi penting. Ini dimaksudkan untuk
Mengusir sisa-sisa energi buruk tahun lalu
Menyambut energi baru yang baik di tahun yang baru
Tidak jarang proses ini melibatkan menyapu seluruh rumah, mengatur ulang barang, dan mengecat atau mengganti lampu yang mati atau hiasan lama dengan yang baru.

Kedua
Dekorasi Merah
Warna merah menjadi simbol utama karena dipercaya dapat menolak roh jahat dan membawa keberuntungan. Hal ini terlihat dari
Lampion merah
Hiasan kertas (couplets) di pintu
Ornamen berwarna cerah lainnya

Tradisi ini bermula dari legenda tentang makhluk Nian (makhluk jahat atau sifat jahat)
yang takut pada warna merah dan suara bising, simbol-simbol ini terus dipakai sampai sekarasekara

Ketiga
Hidangan dan Simbolisme Makanan
Makanan saat Imlek bukan sembarang santapan
setiap jenis punya makna:
Jiaozi atau pangsit
simbol kekayaan
Ikan utuh melambangkan kelimpahan
Kue beras (niangao) berarti versi yang lebih tinggi dari hidup
Persiapan ini sering melibatkan seluruh anggota keluarga bersama-sama.

Keempat
Red Envelope (Angpao)
Kebiasaan memberi amplop merah berisi uang (hongbao atau angpao) kepada anak-anak serta orang yang belum menikah adalah wujud pemberian berkat, kesehatan, dan rezeki baru.

Catatan penting

Apa yang Harus Dilakukan Saat Imlek?

Pada hari Imlek dan beberapa hari berikutnya, tradisi ini biasanya dilakukan:

✅ Berkumpul bersama keluarga besar

✅ Makan malam reuni keluarga pada malam sebelum Imlek (Reunion Dinner)

✅ Mengunjungi kerabat dan tetangga atau saudara tua

✅ Memberikan dan menerima angpao

✅ Menyalakan petasan atau mengikuti pertunjukan barongsai & naga untuk mengusir energi buruk

Semua kegiatan ini dilakukan dengan penuh harapan untuk kesejahteraan, kesehatan, dan kebahagiaan sepanjang tahun baru.

📿 Hubungan Imlek dengan Kepercayaan Konghucu

Imlek memiliki hubungan kuat dengan ajaran dan praktik kepercayaan Konghucu
(Confucianism)

Konghucu sangat menekankan penghormatan terhadap leluhur dan nilai keluarga.
Tradisi sembahyang kepada leluhur dan doa di klenteng selama Imlek merupakan refleksi penghormatan tersebut.

Nilai-nilai seperti keharmonisan keluarga, rasa syukur, dan kesopanan (li) menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini.

Walaupun banyak masyarakat merayakannya sebagai tradisi budaya umum, akar spiritual dan nilai filosofis dari Konghucu tetap hidup dalam ungkapan ungkapan kebersamaan dan rasa hormat terhadap generasi sebelumnya.

Mengenang
Imlek adalah perayaan yang indah,

Memadukan budaya, tradisi, kebersamaan keluarga, dan nilai spiritual yang mendalam. Merayakannya dengan persiapan yang baik bukan hanya membawa kesenangan, tetapi juga memperkaya makna hidup memulai tahun baru dengan semangat baru, kebersihan, dan harapan yang besar.

Semoga Imlek 2026 membawa berkat untuk semua! 🧧✨

Salam dalam Doa

Www.adharta.com

Www.kris.or.id