LUKA DAN DUKA CORONA


Aku memandang diriku
Aku ber kaca
Lihat dan melihat
Bukan lagi Luka
Tapi sudah Duka
Memang tidak Sakit
Tapi lebih dari usus melilit
Tidak berdarah darah
Penuh dengan Marah
Suara sudah habis
Teriakan lebih dari menjerit
Aku melihat
Aku mendengar
Begitu banyak Korban berjatuhan
Hati siapa tak akan sakit
Ketika didepan mata semua berjatuhan
Sahabat Keluarga Anak cucu dan teman
Bulan Bintang malu
Mataharipun sedih
Dimana lagi kita cari
Tempat untuk berlindung
Kisah luka dan duka
Hari ini
Untuk esok
Untuk sebuah cataran
Bahwa aku sangat menderita
Nusa menangis
Bangsa merintih
Negara berkabung
Walau tanpa bendera setengah tiang
Pahlawan Kesehatan berguguran tanpa nama tertulis
Pahlawan keamanan pun satu persatu berguguran
Aku masih duduk saja
Tanpa Luka tapi Duka
Untuk Corona
Satu hari nanti
Aku mau jadi saksi
Bahwa engkau membuat Luka tanpa darah
Engkau membuat Duka tanpa nyeri
Bagi ku
Bagimu
Bagi semua orang
Aku
Aku
Membalut Luka
Merebut Duka

Akhir Maret 2020

ADHARTA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: