Ring Tone

Memanggil, mengenang dan menggembirakan, karena tentu ring tone di gadget bisa menjadikan kita penuh suka cita (Adh)

iphone-ringtones3Saya rasa semua orang di kota besar atau di pedesaan sekarang memiliki telepon genggam. Sudah bukan sesuatu yang langka karena dimana saja dengan mudah kita bisa membeli telepon dengan harga murah. Saya masih ingat awal tahun 80-an memiliki telepon genggam atau handphone sangat susah. Waktu itu saya masih pakai Dancall atau Erickson beratnya bisa 5 sampai 6 kg dan berat sekali, tetapi itu sudah bagus karena sebelumnya kita pakai telepon dengan pemakai lebih dari 10 orang jadi mau telepon harus sharing. Pada tahun-tahun berikutnya Motorola mengeluarkan telepon genggam walaupun sudah lebih ringan tapi masih cukup berat. Sampai suatu saat bermacam-macam merk telepon genggam masuk Indonesia dan mungkin saat itu NOKIA masih menjadi market leader.

Saya perhatikan perjalanan teknologi telepon genggam yang menarik adalah daya simpan atau kapasitas memorinya, baik yang internal atau yang menggunakan kartu memori. Dengan menggunakan fasilitas memori yang besar kita bisa isi macam-macam, mulai dari Alkitab, Alquran dan lagu-lagu kesenangan kita, termasuk ring tone dan nada sambung. Karena keduanya ini memberikan inovasi dan bisnis milyardan dollar di seluruh dunia, maka seluruh provider di Indonesia berebutan pasar nada sambung dan ring tone. Bisnis ini membuat banyak orang kaya mendadak.

Ring tone dan nada sambung memasuki akhir tahun 2008 sangat menurun dan hampir menghilang dari pasaran dunia telepon genggam. Tapi, saat memasuki tahun 2009, teknologi Blackberry menyajikan permainan menarik dengan BBMnya. Lalu, sebagian besar orang melupakan ring tone dan nada sambung. Walau sebagian orang masih menggunakannya, tetapi sekarang sangat terbatas sekali. Hampir para pengguna telepon melupakan ring tone dan nada sambung. Bagi pengguna handphone asal bunyi saja sudah cukup.

Kembali ke nada sambung dan ring tone, saya ingin bercerita saat memasuki tahun 1995 sampai 2005, sepuluh tahun lebih masa yang benar-benar memberikan banjir uang buat provider dan para produksi rekaman. Dalam sebuah kesempatan, saya bersama teman seorang direksi salah satu provider, kami berkunjung ke kantornya. Di sana saya diperlihatkan bagaimana uang mengalir dan sangat menguntungkan. Bayangkan sehari bisa puluhan milyard uang masuk. Siapa yang tidak ngiler. Pulang dari sana, saya berjumpa dengan beberapa teman di Komisi Liturgi KWI dan kami juga ikutan bagaimana meramaikan SMS rohani dan lagu-lagu masuk dalam kencah ring tone dan nada sambung. Lumayan juga hasilnya buat kepentingan opersional Komisi Liturgi.

Dari sisi rohani, ring tone dan nada sambung sangat membantu. Kadang di kala sedih bisa mendengar lagu-lagu akibat telpon masuk, sehingga kita bisa senyum sendiri. Atau bila kita telepon teman terdengar lagu kesayangan kita, malah kita bilang : “Lain kali kalau telepon jangan buru-buru diangkat, kan aku masih mau menikmati lagu! ” Lagu “Janji-Mu Seperti Fajar Pagi Hari ” sempat hinggap di nada sambung dan ringtone telepon saya selama lebih dua tahun. Saya suka sekali mendengar lagu tersebut karena menyenangkan dan menenangkan hati.

Ring tone memberikan suatu kenangan tersendiri. Saya rasa para sahabat pasti punya pengalaman yang sama dengan saya, karena pasti suka pasang berganti-ganti nada sambung kendati bayarannya lumayan. Langganannya juga lumayan. Saat mendengarkan ring tone memberikan semangat dan curahan hati tersendiri.

Beberapa teman Pastor bersama-sama kita sedikit mendekatkan masalah ring tone dengan kehidupan rohani. Secara psikologis, dari hasil beberapa kali diskusi, ternyata ring tone lagu-lagu rohani sangat membantu kita terutama dalam ketenangan hidup. Ring tone memberikan semangat kerja dan juga suatu pengharapan tersendiri. Selain itu, ring tone juga bisa memberikan berita khabar gembira injil. Jadi, bagi pendengar bukan orang Kristen, dia akan bertanya-tanya apakah Keuskupan Agung Jakarta pernah mengeluarkan handphone dalam doa dan kisah orang suci? Saya belum pernah punya, tapi buat saya itu ide yang bagus. Mungkin kita bisa mundur sejenak. Bagi sahabat semua kita kembali menggunakan lagu rohani sebagai ring tone atau nada sambung kita. Saya rasa sangat baik untuk perkembangan rohani kita. Mari kita coba walau ini sudah dianggap kuno. Tuhan memberkati dan melindungi kita. Melalui ring tone kita juga bisa diutus untuk melayani. Salam dan doa.

4 responses to this post.

  1. Sangat setuju, Pak.

    Reply

  2. Posted by 01PNO-Andrien on January 16, 2014 at 7:51 am

    Memasang lagu rohani sebagai ringtone dapat memberikan ketenangan batin bagi siapa saja yang menelepon kita atau bagi diri kita sendiri saat orang lain menelepon kita. Dengan memberikan ketenangan batin kepada orang lain, kita sudah turut ikut menyebarkan pengharapan.

    Reply

  3. Ringtone bukan sekedar menghibur saja ketika didengar. Namun ringtone membantu kita menghayati suasana-suasana yang kita rasakan dengan mudah.

    Reply

  4. Posted by Steven on March 24, 2014 at 4:48 pm

    Ringtone memiliki nada-nada yang unik sehingga dapat menenangkan hati,selain itu ringtone juga dapat membuat kita menghayati atau mengerti apa yang ingin di sampaikan ringtone tersebut

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: