Melindungi nyawa Anda, menyelamatkan banyak orang
Beberapa tahun lalu, saat berada di Kota Surabaya, seorang sahabat saya ingin memperlihatkan pabriknya, di seputaran daerah Kenjeran, daerahku semasa kecil, tapi tempat tepatnya saya sudah lupa. Tetapi yang selalu membuatku teringat adalah kata-kata yang tertulis di pintu masuk. Selain ada kata Safety First, ada palang hijau (simbol keamanan kerja) tapi ada tulisan tidak terlalu menarik tapi cukup bisa dibaca “Melindungi nyawa Anda, menyelamatkan banyak orang”
Memang memakai helm tidak 100 persen menjamin keselamatan pengemudi sepeda motor, tapi paling tidak sudah mengingatkan kita pemakai jalan untuk lebih berhati-hati dalam berkendaraan di jalan raya.
Suatu kisah tragis terjadi dua bulan lalu. Sepasang suami istri “Benny dan istri” naik motor gede menuju Bali. Sayangnya terjadi musibah kecelakaan dan dua-duanya meninggal dunia. Mereka meninggalkan 2 anak. Seorang usia 4 tahun dan satu lagi 2 tahun. Saat kecelakaan ini, anak yang kecil pas berulang tahun. Mengenang kejadian di atas saya teringat tulisan di pabrik helm itu. Memang benar menggunakan helm menolong diri sendiri juga menyelamatkan keluarga agar tidak berduka cita. Kebetulan yang meninggal masih keluarga dekat menantu saya, tetapi saya ikut merasakan duka berkepanjangan dari keluarga ini.
Dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan helm bukan saja kepala kita juga kesehatan kita. Salah satunya adalah menjaga kebersihan rumah, badan dan juga lingkungan. Kebersihan dari sampah, juga menjaga tersebarnya sakit penyakit, makan yang sehat dan teratur, terutama bagi yang punya anak-anak masih kecil. Kita perlu pikir panjang kalau mau melakukan olah raga berbahaya dan kegiatan-kegiatan yang beresiko. Sejauh semua bisa diatasi, sampai terjun payung, memanjat tebing pun tidak ada masalah.
Selain mengadakan preventif kesehatan badan juga kesehatan jiwa dan kerohanian kita. Ada kisah seorang sahabat dekat juga kakak perempuannya usia 78 tahun dan anak gadisnya harus berbulan-bulan mengunci pintu. Akhirnya minggu lalu pintunya didobrak dan dipaksa dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Prapen Surabaya.
Saya sendiri bukan ahli jiwa tetapi menurut hemat saya menjaga kesehatan badan jauh lebih mudah dari kesehatan jiwa dan kerohanian, tetapi kita sering anggap remeh dan lupa bahwa kecelakaan bisa juga terjadi dalam jiwa dan kerohanian. Ini jauh lebih parah sakit dan menyakitkan karena hitungan detik saja habislah semuanya.
Lalu apa perlindungan kita? Memang kita berpasrah kepada Tuhan sama halnya di atas motor di jalan raya harus pakai helm. Dalam perjalanan jiwa juga memerlukan perlindungan mutlak, hati-hati, berdoa, mengucap syukur, persahabatan, makanan rohani yang sehat, semua demi menjaga kesehatan Roh dan Jiwa kita.
Semoga kita semua bisa menjaga kesehatan dan keselamatan baik jiwa maupun raga dan dalam pertolongan Tuhan.









