Menyapa siapa saja, bisa melalui Wi Fi, seakan dunia tanpa batas. Jadi, sesungguhnya ada korelasi antara komunikasi dan kebersamaan,. Di mana semakin cepat komunikasi semakin cepat pula kebersamaan dijangkau itulah makna Wifi.
Wi-Fi atau Wireless Fidelity memiliki pengertian adanya sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16g atau yang paling baru adalah 802.11n. Spesifikasi terbaru ini juga menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.
Saya menginap di Bumi Surabaya, sebuah hotel tua tapi cantik dengan makanan yang enak-enak sekali. Saya suka hotel ini karena seluruh hotel dilengkapi oleh Wi Fi seperti kamar, lobby, restaurant, BC, dengan satu wadah, sehinga kita tidak perlu ganti-ganti user name atau password. Komunikasi yang bagus sekali menggunakan Wi Fi membuat saya feel convinient. Semua peralatan komunikasi saya menggunakan Wi Fi, sehingga kalau tidak ada Wi Fi maka saya merasa kesepian. Padahal beberapa tahun lalu, masih mengharapkan saluran telepon yang dirubah dalam hot spot. Kuatnya signal Wi Fi memberikan kemudahan kita meluncur tanpa harus menunggu dan menunggu. Apa lagi saat kita ingin bekerja cepat, ya semakin lama kita masuk dalam dunia komunikasi kita semakin ingin suatu kecepatan.
Buat orang biasa yang tidak menggunakan sarana komunikasi, atau hanya menggunakan komunukasi verbal, adalah hal biasa, tapi coba bayangkan tahun 80-an handphone saya menggunakan saluran FM dan digunakan oleh 10 orang. Untuk masuk tidak masalah tapi untuk keluar kita harus gantian antri dulu, sampai teknologi Dancall dan Ericson masuk disebut AMPS, yang diikuti Motorola. Hanya beberapa tahun saja masuklah GSM istilah saat itu Goyang Sedikit Mati, tapi saat sekarang kita semua sudah bisa menikmati komunikasi yang baik.
Saya percaya bahwa sebenarnya semua komunikasi apa saja semua tidak terlepas dari komunikasi kita dengan Tuhan. Jadi seharusnya semakin cepat suatu komunikasi, seharusnya juga memberi kesempatan kita semakin dekat komunikasi kita dengan Tuhan, bukan sebaliknya dengan menyalah gunakan fasilitas komunikasi.
Seperti jaman dulu, kalau kita dari Jakarta ke Surabaya tercepat adalah naik perahu selama 20 hari, kalau jalan darat 30 hari, tidak ada telepon hanya bisa via Radiogram Telex atau SSB. Kalau di gereja mau doa, kita ada selisih waktu lebih kurang 60 hari. Saat kini kita bisa melaksanakan misa serempak sama di seluruh dunia. Bayangkan saja, kata Bapa Suci Yohanes Paulus II, bahwa doa yang sama, yang dinaikkan bersama akan lebih bermanfaat berlipat ganda. Demikian kita manfaatkan bulan Mei sebagai bulan Maria, tentu kebersamaan membuat doa kita lebih bermanfaat. Jadi, ada korelasi antara komunikasi dan kebersamaan. Di mana semakin cepat komunikasi semakin cepat pula kebersamaan dijangkau. Semoga kita semua bisa memanfaatkan komunikasi sebagai suatu sumber suka cita besar, yang menjadikan kita semakin dekat dan semakin mengerti betapa besarnya Cinta Tuhan kepada kita.

