Melayani Anda adalah tugas kami, tetapi melayani diri kami sendiri adalah kewajiban, demikian harkat martabat kami (Adh)

3060000000048714Beberapa tahun lalu, saat dalam perjalanan pulang dari Australia terbang menuju Singapura, saya naik pesawat SQ dan duduknya di first class. Di cabin, saya sendirian saja. Jadi, rasa dilanda kesepian terbang 8 jam sehingga keisengan saya muncul. Walaupun ditemani 8 stewardes karena 1 kursi 1 pramugari, tetapi saya kurang nyaman karena ada 2 orang kawan duduk di kelas ekonomi, lalu saya sengaja jalan menuju ke sana duduk di samping teman-teman. Saat lagi asyik ngobrol, stewardes saya datang dan minta saya pindah kembali ke tempat duduk semula karena kalau saya duduk di sini nanti mereka semua akan dimarahin.
Saya bilang kan tidak ada yang lihat, tetapi kata beliau semua direkam oleh kamera. Saya tetap ngotot duduk di kursi ekonomi karena asyik ngobrol. Mungkin karena tidak sampai hati akhirnya pramugari menawarkan minta kami bertiga pindah ke ruang utama di atas pesawat. Hati saya senang sekali dan kami pindah ke ruang first class bertiga. Di sana terjadi sedikit dialog saya dengan pramugari yang fasih berbahasa Indonesia.

Adharta (A) : Tadi Anda katakan bahwa kalau saya duduk di kelas ekonomi, maka Anda akan dimarahi?

Pramugari (P) : Benar sekali, artinya kami tidak dapat melayani Bapak Adharta (nama saya diucapkan dengan jelas karena kewajiban) dan membuat hati Bapak Adharta tidak senang bersama kami (nama saya diulang terus)

A : Lalu apa yang terjadi kalau saya duduk dengan teman saya di first class, apakah kamu (padahal saya tahu namanya ada di dadanya) juga akan dimarahi?

P : Ya, pasti kami semua akan kena marah!

A : Lalu apa bedanya, sehingga biarkan saja aku duduk bersama teman-temanku!

P : Bedanya besar sekali Bapak Adharta (nama saya diulang lagi). Kalau bapak pindah di ekonomi, kami dimarahi karena pelayanan kami dianggap pasti kurang baik, sehingga Bapak Adharta merasa lebih senang duduk di kelas ekonomi, sedangkan Bapak Adharta adalah tamu istimewa kami,

A : Lalu kalau saya bertiga duduk disini!

P : Kami juga pasti akan dimarahi karena melanggar otoritas kami, tetapi kami rela dimarahi, asal Bapak Adharta (diulang dan diulang terus menyebut namaku) merasa lebih senang menerima pelayanan kami! Ini adalah tugas kami sebagai pelayan!

A : Iya saya senang sekali, tetapi saya juga seorang pelayan sama seperti Anda!

P : Lho?? (Dia bingung)

A : Benar, Anda melayani saya karena tugas anda, tetapi saya melayani diri saya bukan karena tugas tetapi karena kewajiban!

P : Maksud Bapak Adharta (sekarang saya dikerubutin 8 pramugari karena semua ingin mendengar khotbah saya)

A : Kalau saya bukan pelayan, dari tadi saya akan marah kepada Anda, karena beraninya mengatur saya(Semua tertawa)! Tetapi saya seorang pelayan yang berkewajiban melayani hati saya, supaya hati saya senang, hati saya tidak marah, hati saya penuh suka cita dan hati saya penuh damai, supaya didalamnya penuh berkat oleh Tuhan sendiri!

P : O, Sungguh hari ini kami baru pertama kali mendengar bahwa selain kami melayani orang, justru ada yang lebih penting, yaitu melayani diri kami sendiri! Sehingga lengkaplah harga diri, harkat dan martabat kami diangkat. Terima kasih Bapak Adharta dan selamat terbang dengan SQ. Lalu, kami dikasih makanan enak-enak bertiga lagi.

Saya boleh memuji pelayanan penerbangan Singapura ini dan patut kita contoh, terutama buat anak-anak dan cucu-cucu semua, staf dan karyawan, pelayan gereja, para biarawan dan biarawati yang melayani umat. Mari kita melayani diri kita sendiri supaya suka cita penuh di hati! Tuhan memberkati. Salam dan doa.

5 responses to this post.

  1. Saya setuju dengan pendapat bapak, pelayanannya memang baik dan penerbangan dari Indonesia harus juga mengikutinya.

    Reply

  2. Posted by kevin suhari on May 24, 2013 at 8:48 am

    Luar biasa sekali melayani diri sendiri agar hati nurani bersih,tidak marah,dan dapat membahagiakan orang lain.Jika setiap manusia di muka bumi ini belajar seperti itu,dunia pasti damai.Bermanfaat sekali

    Reply

  3. kesembuhan akan datang dari dalam diri masing masing orang. percaya aka kesembuhan berarti percaya kepada Tuhan. melayani diri sendiri adalah kewajiban tiap invidu yang harus di penuhi. dengan melayani diri sendiri dengan baik maka kita pun bisa melayani diri orang lain dengan baik pula.

    Reply

  4. Posted by mariantochandra@gmail.com on May 25, 2013 at 7:08 am

    kita sebaiknya melayani diri kita sendiri dengan baik…. sehingga akan bahagia dalam hidup….

    Reply

  5. Posted by Alfaty Rachmania on May 25, 2013 at 2:08 pm

    kita harus bisa menjaga harkat martabat kita

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: