Peringatan

Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Aku!

warning redSaya hadir di sebuah pertemuan Persatuan Alumni Mahasiswa sebuah perguruan tinggi, yang dihadiri sekitar 400 orang. Yang menarik sekali adalah tema yang diambil dan ditulis di back drop : “Peringatan Kebersamaan dalam Kenangan”. Saya teringat kata-kata saat konsekrasi : “Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Aku!”
Sungguh luar biasa pertemuan alumni mahasiswa agama tertentu ini, karena juga dihadiri oleh mahasiswa perwakilan agama lain. Suasana keagamaan kental sekali dan persahabatan yang bagus. Reuni atau pertemuan ini dijadikan peringatan tahunan. Hal menarik lainnya adalah mereka mengungkapkan hal-hal yang kurang di masa lalu lalu ada upaya memperbaiki ke depannya. Misalnya, acara yang tidak melibatkan para dosen dan dekan, termasuk civitas academika yang lain. Ada satu hal yang menarik, yaitu mereka memberikan santunan kepada mantan tukang foto copy yang sekarang usianya sudah lebih 60 tahun, sedangkan reuni ini dibatasi antara tahun 1970-1990.
Peringatan ulang tahun seperti kelahiran, perkawinan, kematian keluarga, dan macam-macamnya memang membawa kesan tertentu. Peringatan artinya memperingatkan kita akan sesuatu hal penting. Itu bisa dalam bentuk kenangan, keberhasilan, bahkan sampai kesulitan dan kesengsaraan. Semua yang perlu mengingatkan kita untuk menjadi baik adanya. Kalau di kantor, kadang kita menerima Surat Peringatan (SP) yang gunanya untuk memperingatkan kita atas suatu kejadian yang dapat menurunkan prestasi kita. Di sepanjang jalan yang kita lalui penuh dengan peringatan seperti :
• Hati-hati licin
• Jangan ngebut
• Berbahaya di tikungan
• Kurangi kecepatan

Jadi, hampir dimana-mana kita dikelilingi oleh peringatan! Coba lihat di mobil ada SRS, air bag pasti ada warning, achtung! Peringatan menurut saya sangat perlu, demikian untuk memandu hidup kita mulai dari kita bangun sampai kita tidur lagi dan selamanya. Peringatan memberikan kita suatu pengharapan baik, misalnya di jalan raya supaya kita selamat. Kita memperingati ulang tahun juga demikian, supaya kita ingat ibunda yang melahirkan kita. Tujuan utamanya supaya kita selamat dalam kehidupan kita. Ibunda kita cukup menderita melahirkan kita. Bagaimana kita membalasnya? Apa yang kita berikan kalau beliau masih hidup begitu pun kalau sudah tiada apa yang bisa kita berikan?
Tuhan sendiri juga memberikan kepada kita peringatan-peringatan melalui suara hati kecil kita dan melalui orang-orang yang kita cintai. Melalui peringatan-peringatan yang kita rayakan, khususnya Perayaan Ekaristi, yang setiap minggu buat kita peringati Tuhan kita yang berkorban buat kita.
Semoga setiap peringatan memberikan kita pengharapan. Tuhan memberkati.

Jangkar

Tanpa jangkar, sebuah kapal tidak mungkin bisa berlabuh, di sana kita akan kehilangan segalanya.

jangkar-mdSungguh berbahagia, kami semua keluarga : kakak, adik, keponakan, dan sepupu sebagian besar kerja kapal. Salam juga buat para sahabat yang bekerja di bidang pelayaran. Saya sendiri merasakan bahwa kerja kapal itu sangat sulit dan berat. Memang benar istilah slow and low yield investment karena berisiko dan penuh tantangan. Yang sudah terlanjur masuk ada istilah hidup segan matipun tak mau! Tetapi, Tuhan sungguh baik, walaupun dalam kesulitan kami semua masih bisa bertahan. Ombak, badai, dan angin tidak pernah berhenti dalam usaha pelayaran. Untung kami memiliki sauh atau jangkar. Di setiap saat di setiap kesempatan kami bisa berlabuh atau lego jangkar untuk menanti cuaca membaik dan kami berlayar lagi. Ini ayat favorit saya :

“Pengharapan itu adalah jangkar yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir “

Siapa yang bisa dapat menemukan perikop ini dalam Alkitab, masih ada hadiah payung cantik!
Pastor dan suster boleh ikutan biar rame. Saya piker ada benarnya bahwa pengharapan itu sikap yang sehat. Ia mengantisipasi hal yang baik. Ia memberikan kedamaian, ketenangan sampai kepada kebahagiaan. Sebaliknya keadaan putus asa adalah kondisi yang menakutkan, mengerikan bahkan kematian. Jadi, kalau orang yang putus asa bagaikan orang yang berjalan dalam kegelapan. Tuhan memberikan jangkar kehidupan untuk bertambat disaat kita kehilangan segalanya. Saya sendiri dalam usaha pelayaran mengalami jatuh bangun, susah senang, sulit dan menderita. Semua sudah saya alami. Kini, kalau kita mau membuka mata (bisa baca open eyes dalam kitab mazmur). Di sini saya mengibaratkan kapal itu adalah kehidupan kita, maka benar sekali bahwa pengharapan adalah jangkar yang kuat. Semakin kuat pengharapan kita semakin kokoh kapal kita menghadapi bahaya.
Saya percaya betul kekuatan pengharapan dan Tuhan memberikan kekuatan kepada saya untuk berdiri tegak, baik badai melintang semua berlalu dan bisa saya hadapi. Semoga Tuhan memberikan jangkar kehidupan buat semua sahabat agar damai sejahtera, suka cita dan bahagia selalu mendampingi. Salam dan doa.

Setrika

Ibarat menyetrika pakaian lusuh, menjadi rapi dan wangi setiap pagi, demikian Tuhan menjadikanku demikian adanya (Adh)

Setrika-PakaianSambil menikmati kopi dan sarapan pagi saya menikmati berita-berita melalui koran pagi. Begitu banyak berita yang disajikan supaya menarik pembaca. Ada berita mengenai bunuh dirinya seorang gadis belia, karena tidak tahan menghadapi kusutnya kehidupan termasuk keluarga. Ada berita pramugari Sriwidjaja yang dipukul oleh seorang pejabat sampai ke urusan kenaikan BBM. Hampir semua berita intinya bermasalah, kusut, ruwet, apalagi kritik-kritik yang penuh intrik.
Saya lebih suka mendengar berita suka cita, daripada mendengar berita duka cita. Oleh karena itu saya takut baca iklan duka cita. Itu membuat istri saya suka tertawa. Dia malah suka sekali baca iklan duka cita karena siapa tahu ada berita keluarga atau sahabat.
Saya mengalami masalah dari detik ke detik, tetapi saya berpikir bahwa selalu ada masalah dan harus diselesaikan. Saya selalu teringat di pagi hari. Saat saya mengambil baju dan celana, semuanya sudah dalam keadaan rapi, halus dan wangi. Tentu istri sudah mempersiapkannya baik melalui laundry atau tangan pembantu rumah tangga, yang men-setrika baju menjadi halus dan wangi. Lalu saya berimajinasi, mengapa baju dan saya bisa halus? Aduh kasihan pasti setrikanya panas, belum lagi disiram kanji atau rapika, trus digosok dan panasnya membuat pakaianku rapi! Sungguh merepotkan yaa!
Ada perbedaan penampilan saat kita memakai baju rapi dan baju kusut.
Sahabat semua tentu mengalami hal yang sama. Kalau kita pakai baju kusut apa yang terjadi ? Pasti kita akan menjadi bahan pembicaraan teman-teman. Apalagi selain kusut bau lagi!
Bahkan pekerjaan yang akan kita kerjakan pun amburadul dan diragukan keabsahan dan kebaikannya.
Dengan setrika panas, semua pakaian bisa baik dan rapi.
Demikian pun dengan benang kusut persoalan bermacam-macam dalam hidup kita. Kita berkeyakinan bahwa Tuhan akan merapikannya dengan setrika kehidupan yang panas, sehingga semua kekusutan menjadi rapi, halus dan wangi.
Pertanyaannya bagaimana kita bisa mengerti tentang semua kekusutan hidup? Bagaimana kita minta bantuan Tuhan untuk menghaluskannya dengan setrika panas? Di sinilah kesulitannya. Kadang-kadang kita merasa seperti setrika sendiri, tetapi hasilnya tetap kusut bahkan gosong atau hangus karena terlalu panas.
Berbahagialah semua sahabat yang semua kekusutannya bisa dirapikan dan dihaluskan Tuhan. Di sini kita memerlukan uluran tangan teman-teman karena masih banyak sahabat kita yang mengalami kekusutan dan keruwetan. Bisakah kita menjadi setrika buatnya? Atau kita meletakkan doa agar Tuhan bisa memberikan bantuan setrika buat mereka yang sedang mengalami kekusutan.
Tuhan memberkati dan melindungi semua sahabat. Semoga cintanya bisa membuat kita menikmati hidup yang halus dan wangi seperti menggunakan baju yang sudah rapi setelah disetrika. Ya Tuhan, jadikanlah aku tangan-Mu agar bisa membuat sahabat-sahabatku berbahagia.

Sambal

Walau makanan itu enak, tapi kalau belum ada sambal rasanya belum lengkap (Adh)

DSCN0312Sepanjang siang sampai sore hari ini saya habiskan waktu dengan training pleno di perusahaan kami. Saya mendapat kesempatan memberikan kata sambutan dan kata pembuka. Sejak pagi memang saya merenung apa yang harus saya bicarakan, tapi belum ada ilham. Setelah makan siang disajikan berupa nasi rawon hangat lalu dimakan dengan telor asin, krupuk dan sambal. Begitu saya makan sambal yang nikmat sekali, lalu inspirasi ada, saya harus berbicara tentang pengembangan diri :
Pertama, untuk berkembang kita harus mengenal diri kita. Tuhan memberi kita tangan, kaki, mata, telinga, mulut, hidung, dan otak. Apakah kita sudah memanfaatkan semua pemberian Tuhan ini?
Kedua, harus ada kemauan diri kita dengan mind set bahwa saya harus berkembang, karena tanpa kemauan sama saja jalan di tempat. Ketiga, Integritas dan kebersamaan tidak terlepas dari usaha pengembangan diri. Mustahil sebuah pohon bisa tumbuh kalau tidak ada air! Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang bahu membahu membangun diri kita. Keempat, aturan main terkait adanya skill, kemampuan manajerial dan pengetahuan dasar yang diatur dalam suatu kesepakatan. Kelima, pengembangan diri dimulai dengan DOA karena kita bisa bukan karena kita biasa, tetapi karena kita minta. Siapa yang meminta akan mendapat. Artinya bukan kita bisa berhasil karena kebisaan kita, melainkan campur tangan Tuhan.
Sambutan saya mendapat response hangat karena inspirasi dari sambal. Memang enak pakai sambal, tetapi karena sambal saya jadi bisa berpikir.
Buat orang asia, orang timur, orang jawa, orang padang, orang manado, dll. Sambal adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masakan. Masih teringat saya mempunyai seorang sahabat dari Sabah, Malaysia namanya Datuk Harris. Kami bersama Pak Tri Sutrisno, mantan Wakil Presiden RI dan Dr. Soetjahyo, direktur WHO. Suatu hari dalam kunjungannya ke Jakarta (ditulis dalam buku karangan beliau) kami bersama-sama makan siang di sebuah restoran kuring di dekat Bandara Soetta. Dalam kisah tersebut restorannya kehabisan cabe, jadi ada sambal tapi tidak pedas. Restoran ini jauh dari supermarket atau pasar, tetapi sopir saya tidak kehabisan akal, lalu ada tukang ketoprak lewat dan cabenya diborong semua. Kami bergembira makan sambil tertawa karena sambelnya sudah lengkap.
Masalah sambal selalu mengingatkan saya bahwa dalam kehidupan rohani, kita memerlukan sesuatu untuk membangkitkan selera makan kita. Kalau orang sana bilang apetizer, tetapi pedas itu agak berbeda. Sambal memiliki kekuatan luar biasa, padahal itu pedas, atau bahasa rohaninya “pedih” atau “sakit” tetapi memberikan keindahan hidup. Saya melihat diri saya dan mencoba juga sambal kehidupan supaya hidup menjadi hidup dan penuh suka cita. Sambal kehidupan tidak lain tidak bukan adalah pengorbanan. Semakin pedas, semakin nikmat! Tuhan memberkati, melindungi dan memberikan kuasa kesehatan buat sahabat semua.

Plastik

Plastik memang sangat berguna, tapi sampahnya mematikan masa depan umat manusia (Emil Salim)

plastic-thrash-bottles-www.monoscope.com_Dalam sebuah seminar tentang lingkungan hidup, yang diselenggarakan oleh beberapa LSM dan Kementerian Lingkungan Hidup. Waktu itu Pak Menterinya adalah Bapak Sony Keraf. Beliau adalah sahabat karib saya. Saya hadir sebagai pengamat saja. Karena sedikit pengetahuan tentang Enviromental Engineering, maka Pak Sony Keraf juga hadir sebagai pengamat. Kita jadi lebih banyak ngobrol (Pak Sony Keraf juga pendukung Bible Centre dan ATT). Pembicaraan panjang lebar tetapi saya sangat tertarik ketika sampai pada topik plastic. Walau sudah agak mengantuk, tapi topik ini menarik untuk didengar !

Sampah plastik
Setiap tahun masyarakat Indonesia dilaporkan memakai 100 miliar kantong plastik.
Kebiasaan masyarakat Indonesia memakai kantong plastik yang didapat secara gratis sudah sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan perhitungan tersebut, setiap orang di Indonesia menggunakan sekitar 700 tas plastik per tahun atau kira-kira dua kantong plastik dalam sehari.
Ironisnya, banyak dari sampah kantong plastik tersebut tidak sampai ke tempat pembuangan sampah dan hanya sedikit yang akhirnya dapat didaur ulang.

Dampak sampah plastik
Berikut adalah dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Racun dari partikel plastik ketika masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai seperti cacing
PCB (Polychlorinated Biphenyl). Plastik tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang dan akan menjadi pembunuh berantai sesuai urutan rantai makanan. Kantong plastik dapat menganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah. Kantong plastik dapat menganggu kesuburan tanah karena dapat menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah. Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut dan anjing laut menganggap plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.
Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tidak dapat hancur dan akan meracuni hewan lain. Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir. Dan ini dapat merusak lingkungan secara berantai dan akhirnya manusia akan menjadi korban.
Di atas adalah sedikit uraian tentang sampah plastik (happy bag trash). Saya mendengarkan dengan serius karena terus terang saya sangat awam masalah sampah. Kita punya Romo Andang, SJ. Beliau pakar Lingkungan hidup ( senang kalau Romo bisa ikut meramaikan pembicaraan soal Lingkungan terutama sampah). Pak Sony Keraf juga bisa jadi narasumber kalau ada pemrakarsa seminar lingkungan hidup.
Saya melihat bahwa memang perlu kita memperhatikan masa depan kita. Kita kurangi penggunaan kantong plastic. Atau sampahnya agar dipisah. Kalau tidak dimulai dari kita siapa lagi yang mau, nanti anak-cucu kita menderita akibat ulah kita.
Lingkungan hidup adalah bagian dari Liturgi. Ia sebagai sumber dan puncak kehidupan (fons et culmen) sebagai tanggung jawab gereja terhadap lingkungan. Bagaimana liturgi memandang penyelamatan manusia juga penyelamatan lingkungannya, sehingga perlu untuk memasukkan faktor penyelamatan lingkungan dalam liturgi gereja.
Tetapi kesadaran kita akan lingkungan sangat rendah sekali, terutama masalah sampah plastik. Saya cuma bisa menarik suatu kesimpulan bahwa memang dampak sampah plastik sangat merugikan bagi kehidupan umat manusia. Tinggal bagaimana sekarang kita menyikapi kenyataan yang ada ini. Kehidupan rohani kita juga banyak melihat bahwa banyak sekali hal-hal yang berguna, baik buat kehidupan kita, tetapi berbahaya dampaknya di kemudian harinya. Sama halnya plastic. Plastik “berguna buat saat kini tapi berbahaya buat masa depan”. Kita tahu bahwa makan dan minuman semua menyehatkan kita, tapi banyak yang akan merugikan kita kelak, termasuk alkohol, rokok dan MSG.
Semoga kita bisa ikut berpartisipasi memikirkan nuansa masa depan terhadap lingkungan hidup bagi masa depan anak-cucu kita. Safe the earth! Apakah kelak bumi akan jadi tong sampah terbesar di tata surya kita, lalu manusianya terbuang di angkasa (after earth)? Walahualam. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Tersinggung

Bagaimana bisa menjaga perasaan orang agar tidak tersinggung walau dikritik?

1444308620X310Salah satu perkara yang selalu membuatkan kita menjadi lemah dalam kehidupan adalah timbulnya rasa tersinggung di hati kita. Munculnya perasaan ini sering disebabkan oleh ketidaktahanan kita terhadap sikap orang lain, yang memberikan suatu suasana dimana kita merasa gerah, emosi, benci, dan dendam.Ketika hati kita tersinggung, paling kurang kita akan sibuk membela diri sendiri, dan akan memikirkan kejelekan orang yang membuat kita tersinggung itu, menimbulkan hubungan disharmonis dan mematikan energi positif dalam hubungan persahabatan.
Kondisi yang paling membahayakan dari rasa tersinggung adalah timbulnya penyakit hati seperti rasa merendahkan orang lain dan mengumpat malah mungkin menfitnahnya kembali. Suasana yang biasa ditimbulkan oleh rasa tersinggung adalah kemarahan dan kebencian. Bila kita marah maka kata-kata jadi tidak terkendali. Stress meningkat dan bisa sampai sakit dan masuk rumah sakit tanpa kita tahu apa sakitnya.
Apa yang menyebabkan seseorang itu tersinggung? Tersinggung seseorang itu timbul karena menilai dirinya lebih dari kenyataan. Ia merasa pintar, berjasa, baik, tampan, dan merasa berkuasa atau merasa diri sendiri berada dalam kebenaran.
Setiap kali kita menilai diri lebih dari kenyataan yang sebenarnya dan apabila ada yang menilai kita kurang sedikit saja dari expectation kita, maka kita akan merasa tersinggung.
Peluang untuk rasa tersinggung akan terbuka luas jika kita salah dalam menilai diri sendiri.
Karena itu, ada sesuatu yang harus kita perbaiki, yaitu cara menilai diri.
Teknik pertama agar kita tidak mudah tersinggung adalah tidak menilai secara berlebihan terhadap diri kita sendiri. Misalnya, jangan banyak mengingati bahwa kita telah berjasa, yang paling bisa dan paling mengerti. Ada beberapa cara yang cukup efektif untuk meredam rasa tersinggung dalam hati kita.
Pertama, belajar melupakan hal-hal yang bisa menimbulkan kesombongan kita. Kedua,
kita harus melihat bahwa apapun yang dilakukan orang kepada kita itu akan memberikan manfaat jika dilihat dari sisi positifnya. Apa yang boleh kita lakukan adalah memaksa diri sendiri memahami orang lain dengan sikap terbaik kita. Apa pun perkataan orang lain kepada kita, walaupun sangat menyakitkan hati, tentu itu hanya bisa terjadi karena kehendak Bapa di Surga bukan kemauan manusia. Ketiga,
kita harus bersimpati melihat sesuatu tidak dari sudut pandang kita.
Oleh karena itu, kita harus belajar bersimpati. Jika tidak ingin mudah tersinggung, maka carilah seribu satu alasan untuk boleh dan bisa menyenangkan hati orang lain. Kita menyenangkan hati orang itu termasuk ibadah. Keempat, jadikan penghinaan orang lain kepada kita sebagai ladang peningkatan kemampuan penilaian diri. Jadikan penghinaan dan cercaan orang lain kepada kita sebagai kesempatan untuk mensucikan hati dan jiwa dengan memaafkan orang yang menyakiti dan membalasnya dengan kebaikan.
Karena itu, ketabahan hati kita untuk “tidak tersinggung” menjadi satu keharusan. Semoga Tuhan memberkati.

Pulpen

* Sebuah pulpen biasa tak sehebat cincin berlian tetapi selalu penuh arti di dalam genggaman pemiliknya
* Tulis apa yang anda lakukan dan lakukan apa yang anda tulis.

Sejarah Pulpen (ballpoint) dan penemunya 03Sebuah pulpen biasa memang tak seindah jam tangan terkenal, tetapi diibutuhlkan dalam sebuah pekerjaan. Sebuah pulpen dipilih bukan karena kehebatannya, tetapi dipilih untuk sebuah pekerjaan yang mendatangkan kemuliaan. Dengan coretan sebuah tanda tangan diatas surat kuasa, orang menjadi percaya dan akhirnya bisa memiliki suatu kuasa untuk meneruskan pekerjaan pemiliknya.
Saya sedang berdiskusi dengan beberapa teman,. Dimulai dengan perjuangan mendirikan sebuah negara NKRI. Bagaimana peran begitu besar dari sebuah pulpen, mesin ketik dan pena. Bahkan ada yang mengatakan pena lebih tajam dari pedang. Salah satu diskusi kami agak menyimpang dari urusan liturgi tetapi tidak tahu dari mana mulainya akhirnya kita berdiskusi tentang pulpen dan nilai liturgy. Nah aneh juga kan? Saya rasa pembaca juga bingung. Apa sih hubungan antara pulpen dan nilai liturgi, terutama bagi kehidupan kita.
Teman saya Benny, ini kawan konglomerat dari Manado. Beliau katakan bahwa sebuah nilai liturgi yang indah tidak akan ada gunanya atau berarti kalau tidak ditulis dengan pulpen. Sebaliknya kehidupan yang sia-sia walau ditulis dengan tinta dan pulpen emas tetap saja sia-sia! Tapi, saya suka sekali diskusi ringan ini, yang menghantar kebiasaan saya yang selalu menulis sebelum melakukan sesuatu, dengan mengingat moto standard perusahaan kami. “Tulis apa yang anda lakukan, dan lakukan apa yang anda tulis”
Hidup kita ini ibarat pulpen. Ia akan berarti kalau ada kertas, tetapi tidak berguna kalau tidak diberi makna tulisan. Jadi, hidup kita itu hanya berarti kalau ada kertas. Kertas kehidupan kita adalah iman kepercayaan. Kalau ada pulpen dan ada kertas tetapi tidak ditulis, sama sekali tidak berguna, lebih baik dibuang saja. Tulisan adalah amal ibadah kita serta perbuatan kita, sehingga benarlah firman yang mengatakan iman tanpa perbuatan hakekatnya adalah mati.
Pulpen menjadi bagian berarti dalam kehidupanku,. Aku memiliki pulpen kesayangan dari pemberian seorang sahabat yang selalu kubawa kemana-mana dan selalu mengingatkan saya untuk mencoret semua kegiatan saya termasuk komunikasi manual yang selalu saya isi dengan tulisan. terutama dalam rangka menyelematkan dunia, Saya tidak punya apa-apa yang bisa saya sumbangkan untuk membangun dunia sekitarku, tapi pulpen ini bergerak terus untuk menulis dan mencoret untuk dan demi kebahagiaan terutama untuk sahabat semua.
Sekarang kita semua punya pulpen dan mari kita meletakkan tulisan-tulisan di atas kertas putih bahwa saya dipilih Tuhan, bukan karena kehebatan saya tetapi karena pulpen ini. Di sini kita disadarkan bahwa kita adalah makhluk yang lemah, tetapi sebuah pulpen bisa merubah kehidupan seseorang dari ketidakmampuan menjadi kekuatan. Itu antara lain habis gelap terbitlah terang. Semua hanya gara-gara sebuah pulpen saja.
Semoga Tuhan memakai diri kita, menjadi alat tulis-Nya untuk bisa saling membahagiakan, memberi damai, memberi cinta dan pengorbanan. Sampai tulisan ini selesai,
sampai jumpa di kaki bukit, di mana sangkakala dinyanyikan.
Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Voorijder

Dalam situasi darurat, menggunakan pengawalan (voorijder atau forider) bisa membantu memecah kemacetan lalu lintas (DSS)

voorijderSuatu ketika sahabat dekat saya namanya Djoko Suroso (almarhum) dan saya menjadi panitia penyambutan. Kata beliau kalau perjalanan dari Airport Soetta ke Hotel Grand Melia bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Saya tersenyum apa lagi hari Jumat. Pada saat itu yang datang adalah tamu International President Lions Clubs International. Karena beliau adalah anggota Gang Motor HD jadi saya percaya saja. Tibalah hari H dan luar biasa, saya dari rumah menuju Hotel Grand Melia hampir 2 jam, tetapi Airport Soetta ke Hotel Grand Melia hanya 45 menit. Sungguh pengalaman yang luar biasa dan betul-betul diluar perhitungan saya, tapi itu berkat bantuan 4 voorijder polisi yang mengawal mereka.
Selama ini saya anggap bahwa vorijder hanya untuk para pejabat penting, petinggi negara atau orang meninggal supaya konvoinya bisa teratur. Tak pernah terpikir oleh saya bahwa voorijder bisa mengatasi macet.
Lalu lintas kalau sudah semrawut biasanya susah diatasinya. Apalagi kalau di perempatan lampu merah dan lampunya mati tentu sulit untuk bisa dilewati. Saya mempraktekkan ide sahabat saya dan memang benar, dengan menggunakan voorijder perjalanan jadi nyaman.
Saya jadi tersenyum ketika bercerita tentang voorijder. Pada acara retret lingkungan juga ada seorang sahabat saya namanya Bapak Martinus Mamusung (almarhun). Beliau selalu berkata bahwa kadangkala Tuhan pun pakai penbuka jalan. Buktinya ada suara di padang gurun bahwa luruskan jalan Tuhan. Tentu yang dimaksud adalah Yohanes.
Tetapi kalau kita renungkan ada benarnya karena dalam perjalanan kita terkadang jalannya tersendat oleh segala macam permasalahan dan kita tidak bisa bergerak. Maju salah mundur salah. Di sini tentu kita perlu bantuan voorijer supaya bisa memandu kita keluar dari kemacetan.
Dia satu-satunya Jalan, Kebenaran dan Hidup. Dengan dan melalui-Nya kita sampai kepada Bapa di Surga.
Hambatan yang paling berat dan parah dalam kehidupan kita antara lain adalah ketakutan. Padahal ketakutan itu tidak nyata. Bahaya dosa itu adalah keadaan masa kini, tetapi ketakutan itu urusan masa depan. Karena ketakutan sudah hadir dalam kehidupan kita, maka ketakutan menyebabkan kesemrawutan, tidak ada aturan dan cenderung putus asa, padahal ketakutan itu sendiri tidak nyata (mungkin boleh juga nonton filmnya After Earth)
Tetapi bersyukur roh suka cita juga mendampingi kita membuka mata hati kita dan membebaskan kita dari hati yang beku sehingga mau membuka jalan bagi Tuhan untuk melewati kita. Itulah makna Paskah, yaitu membiarkan Tuhan Lewat dan ketika Dia lewat terbukalah semua jalan yang kita lewati.
Semoga Tuhan memperhatikan tiap tetesan air mata kita, yang mengharapkan agar kita bisa bebas dari kerumitan, keruwetan bahkan kebuntuan kehidupan kita. Damai Tuhan bersamamu.

Tawar

Kalau garam itu menjadi tawar, dengan apa mengasinkannya lagi?

186569_danau-abraham_663_498Sejak pagi hari saya sama istri di Rumah Sakit Graha Kedoya untuk melakukan observasi dan test darah juga test fungsi organ tubuh yang lain. Waduh hasilnya jelek semua. Entah mengapa minggu terakhir ini badannya tidak fit dan rasanya lemah sekali. Di rumah sakit semuanya normal dan baik. Pelayanan para medis lumayanlah walau banyak kekurangan tapi dibilang bagus dibanding dengan yang lainnya. Saat sedang menanti hasil, saya duduk di sebelah seorang pendeta. Kebetulan anaknya panas dan sedang ditangani dokter. Padahal beliau sedang dalam tugas melayani orang sakit di rumah sakit.
Beliau sedikit memberikan khotbah ringan soal bagaimana kita harus menjadi garam dunia. Kalau garam itu menjadi tawar dengan apa kita mengasinkannya? Kata tawar memang memiliki beberapa arti. Ia bisa tawar menawar atau negosiasi. Ia juga bisa memiliki arti penawar racun atau bisa, tetapi ia bisa juga berarti tidak memiliki rasa atau hambar. Hal yang ingin saya bicarakan di sini adalah makna tidak memiliki rasa.
Kembali ke rumah sakit, saya merasa bahwa memang garam harus ditaburkan karena ibarat makanan maka rumah sakit adalah makanan tawar, sehingga perlu banyak garam hadir di sini sehingga ada suka cita besar dan dari sinilah terang akan dipancarkan. Biasanya memang lilin juga dinyalakan, bukan di siang bolong saja, tetapi di saat sedang gelap.
Bagi kita orang yang sehat dan berbahagia, sungguh bersyukur, karena kita dikasih kesempatan oleh Bapa di Surga, untuk mampu menggarami dunia. Kita bisa menerangi dan memberikan cahaya bagi yang membutuhkannya. Di lain sisi apabila kelak kita sakit kita juga harus bisa mempertahankan diri sebagai terang dan garam bagi setiap orang yang kita jumpai.
Tawar perlu kita garis bawahi. Apalagi hati manusia kalau sudah tawar maka tidak ada lagi yang bisa membuatnya asin. Semuanya menjadi gelap. Hati yang tawar bahkan bisa menutupi terang dan menjadi petaka bagi saudara sekelilingnya. Dengan demikian, marilah kita yang beruntung ini juga harus menjaga supaya hati kita jangan sampai menjadi tawar. Semoga kita semua bisa diberikan kekuatan untuk menjaga diri kita sedemikian rupa sehingga hati kita tidak menjadi tawar. Semoga Tuhan melindungi dan memberkati kita semua dengan berkat kesehatan, kebahagiaan dan kedamaian, sehingga bisa menjadi garam dunia Salam dan doa.

Mampu

Sebenarnya kemampuan seseorang dimulai dari bagaimana dia mengenali kegagalannya (Magsaisai)

ability-is-what-youre-capable-of-doingBiasanya orang mengetahui suatu kegagalan, setelah dia mengalaminya, tetapi seseorang yang bijaksaana dan bisa berhasil, dia sudah bisa melihat kegagalan sebelum peristiwa itu terjadi. Di sana kemampuan seseorang diuji apakah dia mampu atau tidak. Dalam mempersiapkan sebuah pekerjaan mulai dari rancangan, design dan mempersiapkan perencanaan seseorang sudah harus mengikutsertakan setiap kegagalan dalam perencanaannya. Di sini bukan masalah optimistik atau pesimistik pemikiran, tetapi di sini termasuk kalkulasi perhitungan risiko yang harus dilewati.
Setiap pekerjaan yang ditata dengan perencanaan rapi dan dikelola dengan manajemen yang baik serta ditunjang dengan kemampuan pengambilan keputusan, niscaya apa yang dikerjakan pasti berhasil dengan sukses. Kelemahan dari sistimatisasi manajemen yang kita kelola karena kurangnya kemampuan atau tidak mampunya seseorang dalam pelaksanaan suatu pekerjaan. Over confidence dan kesombongan merupakan faktor kegagalan nomor satu.
Semasa melalui pendidikan S2, saya mendapat tekanan pada pelaksanaan suatu operasi manajerial. Persoalannya bukan penekanan pada psikologis pengambil keputusan. Saya masih ingat dialog dengan Mr. Henry Dough dari McConnel Douglas. Beliau katakan bahwa ilmu manajemen memang diperlukan, tapi apa gunanya suatu tugas diletakkan di atas bahu seorang ahli manajemen, sementara dia gagal. Tugas itu lebih baik dipercayakan pada bahu seorang yang mampu menyelesaikan masalah walau dia kurang mengerti ilmu manajemen. Sehingga faktor skill atau kemampuan melaksanakan manajerial penting sekali. Demikianlah pengalaman kerja dan kebijaksanaan seseorang dipertaruhkan untuk kariernya.
Dari sini kita bisa menarik suatu benang merah bagaimana proses seseorang agar sukses dan bisa mengatasi setiap masalah yang dihadapinya. Ini yang saya ingin ajarkan kepada anak-anak, staff dan karyawan saya. Pertama, kita tidak boleh sombong, karena kesombongan menutup segala kemungkinan kita untuk bergerak maju. Kedua, rendah hati dengan bertanyalah sebanyak mungkin kepada setiap orang, apalagi yang lebih senior. Ketiga, pergunakanan literatur yang ada selengkap mungkin. Keempat, tingkatkan nilai spiritual dalam pengambilan keputusan dengan mengajak Tuhan ikut campur tangan dalam setiap perencanaan maupun pelaksanaannya.
Kita sebagai anak-anak Tuhan harus “mampu” terutama dalam hal mengendalikan diri kita, apalagi sebagai pimpinan di mana pun kita berada. Di sini kita diminta untuk “tidak” gagal dan kalau kita tidak ingin gagal. Menurut saya taruhlah kegagalan di hadapan kita, lalu jalankan segala tugas kita dengan mengantisipasi kegagalan tersebut. Di sana sumber suka cita besar sekali. Ini bukan menakut-nakuti kita, tetapi sebaliknya memberi kita jalan keluar terbaik. Semoga kita semua bisa “mampu” mengatasi segala masalah yang kita hadapi, baik masalah organisasi perusahaan, masalah pribadi, masalah apa saja. Semoga Tuhan akan selalu rela menggandeng tangan kita, jangan sampai kita justru menepisnya. Semoga Tuhan memberkati, melindungi dan menjaga kita.