Kuku

Kalau jari tanpa kuku ibarat kepala tanpa rambut dan berjalan di terik matahari (Soneta)

images (8)Saya pernah bermasalah dengan jempol kaki kiri dan kanan, karena kukunya menusuk daging, jadi harus mendapat perawatan khusus. Sayangnya tidak semua salon bisa pedicure dengan bagus. Pernah suatu hari di Melbourne, saya diantar anak ke dokter Podiatrc atau dokter ahli kuku. Di Indonesia rasanya belum ada yang ada ahli paeditrician, yang menangani kuku baik kuku kaki maupun kuku tangan.
Kata temanku kalau tidak ada kuku ga bisa pencet keypad BB. Tanpa kuku juga tampak lucu sekali kalau harus pakai touch screen. Waktu mendapat perawatan dokter podiatric, saya jelaskan bahwa kuku kaki saya sudah mengalami dua kali operasi cabut kuku. Pertama dilakukan dokter Johnny dulu. Beliau kepala RS Sumber waras. Kedua dilakukan dokter Handoko, ahli bedah.

Dokter di Australia ini sangat ahli dalam bidang kuku. Beliau menjelaskan beberapa hal. Pertama bahwa kuku itu tumbuh, jadi kalau tidak sesuai dengan jalannya akan kenimbulkan kesakitan luar biasa. Kedua, kuku sumber penyakit karena kotor jadi harus selalu dibersihkan. Kalau infeksi sakitnya luar biasa. Ketiga, kuku adalah pusat syaraf di jari kita. Kalau tidak dirawat secara benar kadang-kadang bisa buat stress sampai mencapai kegilaan.

Saya mendapat perawatan dari beliau luar biasa. Sudah dua tahun saya bisa menikmati bebasnya sakit kuku. Dengan penanganan secara profesional sendirian saja, jempol saya dioperasi membuat jalannya kuku bagus. Ia melakukannya tanpa bius, sehingga sakitnya minta ampun. Alhamdulilah kuku saya jadi cantik sekali dan tidak ada sakit lagi.

Buat penderita diabites kuku bisa jadi sumber bencana. Kalau sakit diabites ada masalah kuku, maka kaki atau tangan harus diamputasi! Coba perhatikan kuku bagian kecil dari tubuh kita. Sering kita anggap sepele dan tidak dirawat dan membiarkannya, tetapi kalau sudah bermasalah sungguh menyakitkan. Kegunaan kuku tidak terlalu berperan tapi tanpa kuku ibarat kepala tanpa rambut dan berjalan diterik matahari. Istilah ini dipakai saat jaman penjajahan Jepang karena ada dua hukuman percobaan, yakni cabut kuku atau jemur matahari dengan kepala di botakin. Kita bisa bayangkan orang dicabut kukunya. Sakitnya luar biasa karena kuku adalah pusat syaraf.

Kalau kita menggaruk kulit gatal lalu tidak punya kuku, maka rasanya menyebalkan. Ada keponakan saya waktu masih kecil bermain listrik. Ia kesetrum akibatnya jarinya harus diamputasi. Karena tanpa kuku, dia kesulitan garuk-garuk.

Kuku memang bagian tubuh yang jarang diperhatikan. Seperti halnya iman kepercayaan kita, yang jarang dirawat, tetapi kalau bermasalah sakitnya sungguh menderita. Iman kita juga tumbuh mengikuti jalan yang telah disiapkan. Kalau tumbuhnya menyimpang akan membuat hati jadi sakit. Demikian sehingga kita perlu lebih awal merawat iman kita, maka akan lebih baik. Kita menjaga kebersihannya dengan mengguntingnya dengan cantik. Kita menatanya dan kalau perlu memberi perhatian khusus seminggu sekali di gereja.

Semoga kita mau memperhatikan hal-hal kecil dalam kehidupan kita. Berbahagialah setiap insan karena bagian terkecil dalam hidup kita bisa membuat hidup ini jadi cantik. Tuhan memberkati dan menyayangi kita semua. Salam dan doa.

7 responses to this post.

  1. Sering kali kita melupakan hal-hal kecil yang sebenarnya sangat penting seperti yang dikatakan di atas yaitu kehadiran kuku sebagai bagian penting tubuh. Sama halnya seperti berdoa. Terkadang kita menyepelekan doa, seperti doa makan. “Yah, sudah terlanjur makan.”, “Yah, lupa berdoa.”, dan berbagai macam alasan lainnya yang membuat kita memiliki dalih untuk tidak berdoa.

    Doa sesungguhnya bukan hanya untuk “meminta”, namun juga untuk bersyukur ketika hal yang kita inginkan, kita dapatkan maupun tidak kita dapatkan. Ketika tidak mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, sesungguhnya Dia masih menyediakan sesuatu yang lebih indah dari sekedar yang kita inginkan.

    Reply

  2. Terkadang hal-hal sepele memang membawa dampak yang besar. Perawatan kuku bukan hanya untuk kecantikan, tapi juga kesehatan. Iman juga harus dirawat bukan sekedar untuk pajangan, tapi untuk kesehatan rohani kita. Iman memerlukan nutrisi, yaitu dari makanan rohani yang didapatkan dari berdoa dan membawa Alkitab. Aktifitas gereja jika dilakukan tanpa iman sama saja bohong, sama seperti jari tanpa kuku.

    Reply

  3. Posted by Aristo Leonardo on December 5, 2013 at 4:46 pm

    Kuku adalah salah satu sumber penyakit, jadi boleh” saja jika di hias, asal tetap menjaga kebersihannya.

    Reply

  4. Posted by 01PNO-Andrien on January 16, 2014 at 8:55 am

    Kuku terlihat kecil dan tidak memerlukan perawatan khusus. Banyak orang tidak merawat kuku mereka dengan baik, alhasil kuku mereka rusak. Seperti halnya iman kepercayaan kita, terlihat sepele, namun jika tidak dirawat dengan baik akan bermasalah dan sakitnya sungguh menderita.

    Reply

  5. Jika kita mengaku memiliki keyakinan pada Tuhan, seharusnya ada iman yang kita pelihara dalam hidup kita. Sama halnya dengan tubuh, jika tidak ada nafas, berarti tidak bisa hidup dan bergerak. Sesuatu yang sederhana namun orang sering tidak menyadarinya. Iman kita akan kelihatan dari respon kita terhadap situasi tertentu.

    Reply

  6. Posted by 04PKF_HardianIkhsan on March 26, 2014 at 4:15 pm

    ketika kita bicara soal kuku, pertanyaan yang keluar pertama kali dari mulut adalah kenapa kuku diciptakan selalu tumbuh? padahal pada nantinya kita tetap harus potong lagi dan lagi. dan kuku yang panjang pun menurut saya tidak mempunyai kegunaan yang krusial dalam kehidupan sehari-hari.

    Reply

  7. Posted by hansen on March 27, 2014 at 10:19 am

    Beriman kepada Tuhan berarti kita percaya kepada Tuhan. Iman kita terhadap Tuhan haruslah selalu kita kembangkan. Semakin kita kembangkan, maka iman kita akan semakin kuat.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: