Istilah uang plastik, uang KTP, uang utangan, macam-macam gelar kartu kredit, tapi yang pasti mempermudah transaksi.
Semasa tahun 70-an kita cuma kenal kartu kredit Amex dan Diners Club. Diners Club sebagai charge card didirikan oleh Frank McNamara tahun 1950-an pada awalnya hanya sebagai perkumpulan makan-makan dan arisan atau giliran bayar, lalu berkembang menjadi bisnis yang bersifat international mengalahkan kartu kredit. Beda kartu kredit dengan charge card adalah kalau kartu kredit bisa bayar cicil sedangkan charge card harus bayar lunas saat jatuh tempo. Selain itu masih banyak tipe kartu untuk pembayaran seperti Debit Card (ATM), Smart Card (Etoll dll ), Smart money (Niaga), Gramm (QNB), sampai Alto atau Master yang bisa dilink ke ATM atau Kartu Kredit.
Saya memegang Diners Club pada tahun 1978, pertama kali setelah Amex masuk Indonesia. Saat itu merchantnya tidak ada jadi hanya berguna kalau dipakai di luar negeri. Menjadi member Amex atau Diners Club sangat susah karena melalui fit and proper test dan bisa berbulan-bulan. Saya beruntung karena Darmanto dan Bapak Soetanto (kemudian dua-duanya jadi Dirut Amex Indonesia) teman saya namanya dipakai di iklan Amex. Mereka merekomendasi saya memakai Amex dan dalam waktu yang bersamaan pemegang kartu Amex juga memegang Diners Club. Pada saat penyerahan kartu di hotel Indonesia dan Mr. Frank McNamara sendiri datang dan makan malam bersama. Sayangnya kartu Amex dan Diners Club sudah tidak favorit lagi karena diganti Master dan Visa yang lebih flexible dan mudah didapat.
Saya menggunakan kartu kredit Citibank Ultima Platinum. Sekarang ini lagi ada promo nonton gratis di Studio XXI dengan tukar point jadi asyik juga. Selain itu BNI menawarkan makan gratis di 7 restaurant terkenal untuk 2 orang. Lalu, UOB menawarkan tour keliling dunia. Sedangkan Mandiri menawarkan buy one get one untuk tiket business class Garuda (paling sering saya pakai karena jatuh murah sekali). Begitu gencar para bank mempromosikan Kartu Kredit dengan segala cara merayu konsumen agar memakai Kartu Kredit tanpa bayar atau gratis iurannya.
Uang plastik saya rasa tepat sebutannya. Selain aman dan terkontrol pemakaiannya, juga banyak keuntungan, tetapi jika disalahgunakan bisa menjadi bumerang yang memicu stress. Keluarga dan teman-teman bisa susah karena pemakaian kartu kredit yang tidak bertanggung jawab.
Ada suatu kisah, suatu hari kami makan malam dengan beberapa pastor dari Papua. Sehabis makan, istri saya bayar pakai Kartu Kredit. Saat itu salah satu romo bangun berdiri, katanya aduh kasihan kalau ibu ga ada uang kok harus gadai KTP. Lucu sekali, tapi saya selalu teringat kisah itu dan menjadi suatu renungan tersendiri. Mengapa? Karena seperti rasa perhatian romo tadi! Memang kita hidup ini seperti Kartu Kredit, “bisa dipakai tapi bukan milik kita”,
tetapi milik bank. Dan bank kita adalah kehidupan di atas sana. Di mana tidak ada keluh kesah dan air mata lagi kalau kita sudah kembali kepada pemiliknya. Di bumi, kita boleh memakai diri kita sesuka kita, tapi kelak kita harus membayarnya. Kita harus mempertanggungjawabkan seperti halnya debt collector yang menagih hutang karena kita memakai kartu kredit tapi tidak bayar. Kita pun akan sama halnya kalau memakainya bukan menjadi hak kita. Sebaliknya jika kita menabung dengan deposito berkelebihan kita juga akan menikmati sukacita yang besar pula. Itulah hidup.
Semoga kita bisa memanfaatkan kartu kredit kehidupan sekemampuan kita hidup. Jika memungkinkan kita menyimpan kebaikan sebagai kreditur bukan sebagai debitur sebagi akhir pertanggung-jawaban kita.
Semoga kita mampu memanfaatkan seluruh yang dipinjamkan Tuhan kita dengan penuh tanggung jawab. Tuhan memberkati. Salam dan doa.
Ring Tone
Memanggil, mengenang dan menggembirakan, karena tentu ring tone di gadget bisa menjadikan kita penuh suka cita (Adh)
Saya rasa semua orang di kota besar atau di pedesaan sekarang memiliki telepon genggam. Sudah bukan sesuatu yang langka karena dimana saja dengan mudah kita bisa membeli telepon dengan harga murah. Saya masih ingat awal tahun 80-an memiliki telepon genggam atau handphone sangat susah. Waktu itu saya masih pakai Dancall atau Erickson beratnya bisa 5 sampai 6 kg dan berat sekali, tetapi itu sudah bagus karena sebelumnya kita pakai telepon dengan pemakai lebih dari 10 orang jadi mau telepon harus sharing. Pada tahun-tahun berikutnya Motorola mengeluarkan telepon genggam walaupun sudah lebih ringan tapi masih cukup berat. Sampai suatu saat bermacam-macam merk telepon genggam masuk Indonesia dan mungkin saat itu NOKIA masih menjadi market leader.
Saya perhatikan perjalanan teknologi telepon genggam yang menarik adalah daya simpan atau kapasitas memorinya, baik yang internal atau yang menggunakan kartu memori. Dengan menggunakan fasilitas memori yang besar kita bisa isi macam-macam, mulai dari Alkitab, Alquran dan lagu-lagu kesenangan kita, termasuk ring tone dan nada sambung. Karena keduanya ini memberikan inovasi dan bisnis milyardan dollar di seluruh dunia, maka seluruh provider di Indonesia berebutan pasar nada sambung dan ring tone. Bisnis ini membuat banyak orang kaya mendadak.
Ring tone dan nada sambung memasuki akhir tahun 2008 sangat menurun dan hampir menghilang dari pasaran dunia telepon genggam. Tapi, saat memasuki tahun 2009, teknologi Blackberry menyajikan permainan menarik dengan BBMnya. Lalu, sebagian besar orang melupakan ring tone dan nada sambung. Walau sebagian orang masih menggunakannya, tetapi sekarang sangat terbatas sekali. Hampir para pengguna telepon melupakan ring tone dan nada sambung. Bagi pengguna handphone asal bunyi saja sudah cukup.
Kembali ke nada sambung dan ring tone, saya ingin bercerita saat memasuki tahun 1995 sampai 2005, sepuluh tahun lebih masa yang benar-benar memberikan banjir uang buat provider dan para produksi rekaman. Dalam sebuah kesempatan, saya bersama teman seorang direksi salah satu provider, kami berkunjung ke kantornya. Di sana saya diperlihatkan bagaimana uang mengalir dan sangat menguntungkan. Bayangkan sehari bisa puluhan milyard uang masuk. Siapa yang tidak ngiler. Pulang dari sana, saya berjumpa dengan beberapa teman di Komisi Liturgi KWI dan kami juga ikutan bagaimana meramaikan SMS rohani dan lagu-lagu masuk dalam kencah ring tone dan nada sambung. Lumayan juga hasilnya buat kepentingan opersional Komisi Liturgi.
Dari sisi rohani, ring tone dan nada sambung sangat membantu. Kadang di kala sedih bisa mendengar lagu-lagu akibat telpon masuk, sehingga kita bisa senyum sendiri. Atau bila kita telepon teman terdengar lagu kesayangan kita, malah kita bilang : βLain kali kalau telepon jangan buru-buru diangkat, kan aku masih mau menikmati lagu! ” Lagu “Janji-Mu Seperti Fajar Pagi Hari ” sempat hinggap di nada sambung dan ringtone telepon saya selama lebih dua tahun. Saya suka sekali mendengar lagu tersebut karena menyenangkan dan menenangkan hati.
Ring tone memberikan suatu kenangan tersendiri. Saya rasa para sahabat pasti punya pengalaman yang sama dengan saya, karena pasti suka pasang berganti-ganti nada sambung kendati bayarannya lumayan. Langganannya juga lumayan. Saat mendengarkan ring tone memberikan semangat dan curahan hati tersendiri.
Beberapa teman Pastor bersama-sama kita sedikit mendekatkan masalah ring tone dengan kehidupan rohani. Secara psikologis, dari hasil beberapa kali diskusi, ternyata ring tone lagu-lagu rohani sangat membantu kita terutama dalam ketenangan hidup. Ring tone memberikan semangat kerja dan juga suatu pengharapan tersendiri. Selain itu, ring tone juga bisa memberikan berita khabar gembira injil. Jadi, bagi pendengar bukan orang Kristen, dia akan bertanya-tanya apakah Keuskupan Agung Jakarta pernah mengeluarkan handphone dalam doa dan kisah orang suci? Saya belum pernah punya, tapi buat saya itu ide yang bagus. Mungkin kita bisa mundur sejenak. Bagi sahabat semua kita kembali menggunakan lagu rohani sebagai ring tone atau nada sambung kita. Saya rasa sangat baik untuk perkembangan rohani kita. Mari kita coba walau ini sudah dianggap kuno. Tuhan memberkati dan melindungi kita. Melalui ring tone kita juga bisa diutus untuk melayani. Salam dan doa.
Keputusan (3)
Apapun yang terjadi dalam diri kita, kita harus mengambil keputusan, berdiam diri juga termasuk keputusan yang kita ambil (Philip Kotler).
Philip Kotler (lahir May 27, 1931 di Chicago, Illinois) adalah seorang American Marketing Author, Consultant dan the S. C. Johnson Distinguished Professor of International Marketing at the Kellogg School of Management at Northwestern University. Dia menulis lebih dari 40 buku marketing, termasuk Principles of Marketing. Kotler on Marketing: How to Create, Win, and Dominate Markets,
and Marketing From Products to Customers to the Human Spirit. The decision must be even if we remain silent. Bagi para Eksekutif yang bergerak di bidang Marketing nama beliau sudah tidak asing.
Dalam suatu pidato ilmiah di, Massachusetts Institute of Technology (MIT), beliau mengutamakan masalah pengambilan keputusan. Apapun dan siapapun harus mengambil keputusan. Yang menarik buat kita sikapi adalah apapun keputusan kita, itu adalah benar. Jadi, tidak ada keputusan yang salah, karena kita harus memilih sekian banyak keputusan, dan yang kita ambil adalah yang terbaik menurut kita, sehingga semua keputusan yang kita ambil tidak perlu disesali atau kecewa. Sejelek apapun hasilnya, karena itu adalah konsekwensi atau risiko dari pengambilan keputusan, karena waktu tidak bisa diputar kembali kata beliau.
Saya juga bertanya dalam hati, apa saja yang saya perlukan dalam mengambil keputusan? Ada yang mengatakan dengan naluri atau instink, misalnya, dalam hal memilih pasangan hidup atau hitung kancing atau tunggu tokek berbunyi untuk pilihan ya atau tidak.
Ada 3 hal mendasar yang saya perlukan untuk mengambil keputusan. Pertama, analisa SWOT, matematis dan pengetahuan. Kedua, faktor internal seperti kemampuan membaca situasi dan kondisi, waktu yang tepat, dan keadaan serta kapasitas. Ketiga, faktor luck atau keberuntungan, saya lebih cenderung mengatakan campur tangan Tuhan. Apakah Tuhan memberikan kesempatan dan tanggung jawab buat kita! Untuk pekerjaan rutin lebih mudah daripada mengambil keputusan dalam sebuah kasus.
Mari kita berharap agar Tuhan memberikan kemampuan kita untuk mengambil keputusan, khususnya, buat sahabat yang mulai hari pertama bekerja setelah libur panjang. Tuhan memberkati. Salam dan doa.
Score
Seperti halnya bermain game, kita ingin mencari score atau nilai tertinggi, seperti kita bekerja mengejar prestasi (Adh)
Kita semua bersyukur karena libur panjang segera berakhir dan mulai masuk kerja lagi. Seperti orang baru bangun tidur rasanya malas sekali turun dari tempat tidur. Ada sebuah nasihat orang tua bahwa jika anda bangun tidur jatuhkan semua bantal anda dilantai, lalu pungut satu persatu, kemudian atur rapi! Saya tidak tahu dari mana asal mulanya nasihat itu, tetapi setelah saya coba manjur sekali, apa lagi bangun pagi di hari Senen, malasnya luar biasa. Ingat lagu anak-anak : bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi kutolong ibu membersihkan tempat tidurku!
Hari pertama masuk kantor setelah libur panjang bisa jadi menyenangkan karena kembali aktivitas, berjumpa teman-teman, dan enak sekali menikmati hari-hari penuh semangat kerja.
Bisa juga sebaliknya akan menjengkelkan karena ketemu orang yang kita benci, ketemu orang yang kita tidak sukai, pekerjaan yang membosankan, bos yang reseh dan suka marah-marah dan banyak hal lagi. Sekarang kita berada dimana?
Kalau menyenangkan nah ini yang asyik! Tapi bukan berarti menjengkelkan tidak asyik!
Seorang sahabat wanita saya pernah bercerita kalau dia benci sekali sama bossnya, karena suka marah, bentak-bentak dan kurang menghormati karyawam. Dia ingin hari pertama masuk kerja setelah libur panjang yaitu membalas dendam dengan keusilan dan kejenakaan, yaitu memberi kwani, biji-bijian penyebab gatal di kursi bossnya. Hari pertama semua karyawan jadi penuh suka cita karena bossnya joget terus sambil garuk-garuk, tapi kisah ini berlanjut jadi kenyataan bahwa bossnya sekarang telah menjadi suaminya. Kisah nyata ini suka diceritakan kembali tanpa setahu suaminya! (Mohon jangan ditiru ya)
Saya sendiri mengalami kedua hal itu sekaligus, tetapi dalam hati saya suka tantangan. Apapun yang saya hadapi semakin sulit semakin asyik. Seperti halnya bermain game, kita ingin mencari score atau nilai tertinggi, seperti kita bekerja mengejar prestasi. Semakin sulit tingkat kesulitannya semakin asyik, termasuk senang kalau scorenya bisa tinggi. Bagi penggemar Angry Bird, penciptanya punya pengalaman sama dengan saya. Bagaimana mengalahkan kejengkelan hati, bisallah berubah menjadi suka cita. Dosen saya di tahun 80-an mengajak saya mengatasi kejengkelan saat bermain golf. Katanya kalau mau memukul bagus, anggap saja bola golf adalah kepala dosen yang paling menjengkelkan. Kisah ini banyak dipraktekkan di lapangan golf. Cuma saya tidak ikutan, karena saya selalu menganggap kejengkelan jangan dihindari tetapi justru dihadapi dan di sini tantangan berat yang harus diatasi.
Hari kerja setelah libur panjang, paling berat adalah rasa kantuk dan enggan berpikir, karena otak kita seperti kita baru bangun tidur, malas dan sangat enggan bergerak. Mari kita bermain game dengan mencari score tertinggi. Caranya adalah buat puzle dengan kertas kotak-kotak (buat belajar menulis huruf kanji/mandarin) berilah silang (x). Jika menjengkelkan dan lingkaran (o) kalau menyenangkan. Baris pertama adalah jam pertama dan baris kedua adalah jam kedua dan seterusnya. Dalam hari pertama sampai hari ke-5 hayo banyak mana (o) atau (x)? Anda akan bersuka cita saat kelima lembar kertas anda baca sendiri. Sungguh luar biasa karena setiap langkah kita diatur oleh Tuhan dan tangan kasih-Nya membimbing kita. Di sini anda bisa melihat dan menyaksikan sendiri karya Tuhan dalam diri kita, asalkan kita jujur dan mau mengenal Kasih-Nya.
Nilai atau score sebenarnya adalah berkat Tuhan demikian juga prestasi. Semakin besar prestasi anda, di sana Tuhan bekerja lebih keras memberkati anda. Ingatlah nilai atau score atau prestasi diberikan cuma-Cuma, tetapi kita dituntut tanggung jawab besar. Semakin tinggi prestasi anda semakin besar tanggung jawab anda. Tuhan memberkati. Salam dan doa.
Kopi
Menghirup secangkir kopi sambil ngobrol, ibarat hidup penuh berbunga, sebagai sumber suka cita (Adh)
Kalau anda ada waktu sempat jalan-jalan ke Hokeng di Flores Timur, anda akan menikmati suasana kebon kopi. Pemandangan indah sekaligus bisa menghirup secangkir kopi dengan pastor-pastor atau para frater. Kalau berkunjung ke Dili, Timor Leste, anda bisa menikmati kopi high class Robusta Royal, yang dipetik di kaki gunung daerah Ermera, juga daerah Vikeke.
Anda bisa menikmati Kopi Toraja, Kopi Sidikalang, dan Kopi Jawa. Semuanya enak sekali.
Sore ini saya menikmati secangkir kopi Churos dan Strawberry segar. Kami sambil ngobrol dan bermain. Kami menikmati hidangan sore ini nikmat sekali. Tiada yang bisa kubayangkan berkat begitu besar dihantar kepadaku melalui kopi sore !
Saya sering berdiskusi dengan seorang sahabat saya alm. Pastor Linus Laga Pr tentang kopi. Selesai kuliah di Atma Jaja, beliau ditugaskan oleh Bapa Uskup mengurus kebun kopi di Flores.
Kami berdiskusi tentang manfaat minum kopi. Untuk minum kopi secara teratur akan membantu merawat jantung agar sehat. Kopi juga menstimulasi jaringan syaraf dan yang terang kafein menghilangkan rasa kantuk. Buat yang mengendarai kendaraan dalam perjalanan maka minum secangkir kopi di tempat peristirahatan sangat dianjurkan. Sayang beliau terlalu cepat pergi. Bagi umat Lingkungan St Ign. Loyola Tomang kenangan akan Romo Linus tersimpan manis.
Kebiasaan minum kopi sudah dimulai ribuan tahun lalu. Dalam peradaban manusia, kopi memberikan konstribusi bagi petani, kafe atau warung kopi.
Kebiasaan saya di pagi hari adalah menikmati secangkir kopi. Siang hari secangkir kopi dan malam secangkir susu hangat. Buat saya kopi punya makna tersendiri. Kalau dalam bahasa cina ditulis Ka fee (εε‘) yang kurang lebih berarti sahabat. Minum kopi tidak lain dan tidak bukan adalah sahabat. Seandainya sendirian sahabat kita adalah kopi itu sendiri. Kalau ada tugas kantor yang harus diselesaikan malam hari, kopi adalah teman sejati menemani saat malam ingin merengut kegelapan.
Dalam suatu acara retret bersama pembicara berbicara bertele-tele. Peserta semua ngantuk. Mata saya pun sulit dipertahankan. Saya mau ijin kurang enak hati, tapi suit mempertahankan mata untuk dibuka. Saya teringat cerita dalam kisah para rasul, dimana seorang pemuda ngantuk karena khotbah Paulus bertele tele, lalu jatuh dari atas jendela dan mati (Di mana ya kisahnya). Dalam retret ini tidak ada kopi, coba kalau ada coffee break tentu peserta tidak ngantuk. Saya sendiri sudah betul-betul ngantuk, tiba-tiba entah darimana terdengar bunyi yang cukup keras. Sepertinya dari arah kelompok Ibu-ibu ada yang membuang gas beracun. Luar biasa seluruh hadirin yang ngantuk terbangun karena tertawa. Saya rasa ini kondisi ice breaking yang sangat bagus, tetapi untuk meredam rasa malu saya lalu tawarkan istirahat dan minta kopi sore, ternyata ada! Jadi kita semua istirahat minum kopi. Satu dan yang lain bertanya apakah mengerti atau tahu apa yang dibicarakan tadi. Hampir semua menyatakan tidak tahu, terus apa guna retret ini kalau tidak didengar?
Kopi memberikan kenangan khusus. Di setiap ada kesempatan saya suka ada kopi. Setiap ada kesedihan saya cari kopi. Setiap ada suka cita saya cari kopi. Saya sungguh bahagia bisa minum kopi bersama sahabat! Semoga kopi bisa dinikmati. Walau ada orang tidak suka kopi, maka biar kopi lain menemani anda. Salam dan doa.
Senyum (2)
Senyuman adalah sebuah lekukan kecil yang bisa menyelesaikan masalah besar (Soetadi)
Pagi-pagi saya sudah ada sedikit masalah yang harus diselesaikan. Masalahnya adalah aku tidak tahu harus mulai darimana dan harus bagaimana. Sepanjang kehidupanku, aku memiliki keyakinan besar bahwa apapun yang aku kerjakan semuanya kupasrahkan kepada Tuhan. Ada satu hal yang selalu aku ingat, aku mencoba senyum dalam mengatasi segala masalah, walau dalam hati kadang sedih sekali.
Short Message dikirim oleh seorang sahabat dan baru aku baca dan tersenyum, saya paste di bawah ini :
“Senyumanmu banyak menolongku, pagi ini semua masalah aku sudah diselesaikan dengan sangat baik,terima kasih salam (iy)”
Saya ikut tersenyum dan membalas π sayangnya saya tidak tahu apa masalahnya, dan pagi ini saya harus senyum karena profile BBM saya tertulis : “The Lord preserves all who love Him”
Melalui twitter dan facebook saya coba release sedikit curhat saya, walau hanya beberapa jawaban tapi ada juga jokes yang lucu-lucu membuat saya senyum. Paling tidak banyak terhibur juga karena hati yang senang wajah yang senyum memang membuka peluang untuk mengatasi masalah lebih mudah.
Menurut psikolog, dengan senyum dan ekspresinya maka seluruh gerak syaraf dan refleksinya akan memperngaruhi daya pikir otak dan meningkatkan kemampuan berbicara dan percaya diri.
Sering kali kita melupakan tindakan ini dalam hidup kita padahal senyum sangat mudah dilakukan, tetapi sulit diekspresikan.
Katanya senyum memiiki 5 kekuatan utama :
1) Sumber kebahagiaan, pastikan kebahagiaan milik anda, jangan sampai lolos, pastikan dengan senyum
2) Senyuman bisa merubah keadaan dan nasib anda, percaya! Coba saja dalam waktu singkat anda akan mendapatkan hasilnya, karena senyuman adalah KUNCI untuk membuka setiap kemungkinan.
3) Senyuman dapat menolong orang lain, orang yang sedang susah akan mendapat penghiburan dengan senyuman anda
4) Senyuman memberikan solusi, dan menjadikan masalah lebih mudah diatasi.
5) Senyuman adalah awal persahabatan, terjalinnya cinta kadang dimulai dengan senyum dan lirikan mata, kata orang dari mata turun ke hati. Kataku bahwa senyum membuai hati.
Ada pepatah mengatakan dibutuhkan puluhan otot dan syaraf untuk berkerut kening, tapi hanya beberapa otot untuk membuat bibir tersenyum. Luar biasa berkat senyum ini, yang membedakan manusia dan binatang, karena hanya manusia yang bisa senyum. Mari manfaatkan senyuman anda untuk menyelamatkan keluarga, sesama bahkan untuk dunia. Smile for peace. Salam dan doa.
Catatan :
Senyuman adalah tulisan saya kedua kalinya untuk seorang sahabat yang membutuhkaan senyuman
Winter
Saat winter tiba, aku selalu ingat bahwa saatnya mempersiapkan diri (JP II)
Kita hidup di Equator atau garis horison sebenarnya mendapat berkat besar karena sepanjang tahun tanpa ganti musim. Suhu udara juga mirip sepanjang tahun dan tentu saja kehidupan di zona tropis jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan iklim subtropics. Musim dingin atau winter bagi daerah sub tropis masih tidak terlalu bahaya dibandingkan daerah antartika karena musim dingin berarti musibah akan tiba. Paus Johanes Paulus II dalam kunjungan musim dingin ke utara saat memasuki musim dingin mengingatkan umat di sana bahwa saat winter tiba, aku selalu ingat bahwa saatnya kita mempersiapkan diri.
Mengapa dingin begitu mengerikan? Suhu udara di bawah minus 20 derajat celsius itu sangat berkesan menjadi pembunuh manusia. Hanya yang memiiki fasiitas yang bisa bertahan. Di tahun 80-an akhir saya mengunjungi negara Cina. Ada giliran lampu mati sesudah jam 10 malam di saat musim dingin. Heater tidak bisa berfungsi jadi dinginnya sangat menggigit sampai mematikan. Cara supaya bertahan adalah tidur berselimut kayu gergajian.
Winter memberikan kita gambaran putih, salju, dan dingin. Kalau di Eropa siap-siap mau menyambut Natal. Ada sedikit kesan bahwa winter juga siap-siap buat bersih-bersih dan banyak berbuat amal, banyak berdoa dan sering kumpul keluarga, karena keluar rumah semuanya beku. Saya pernah mengalami di Korea, karena asyik ngobrol dan makan malam, saat keluar restoran ada hujan salju. Dalam waktu 1 jam saja ketinggian salju sudah 40 sampai 60cm. Kami tidak bisa pulang harus menunggu berjam-jam sampai mobil penghapus salju membersihkan jalan. Jangan melawan salju atau kita bisa kena ice bitting yang resikonya fatal.
Musim dingin memberikan tanda bahwa beberapa saat lagi kita akan memasuki musim semi atau spring time dimana seluruh bunga-bunga akan mekar mewangi menghias alam jauh lebih indah dari saat musim panas. Pohon-pohon pun tumbuh dan daun daun pun menghijau. Sedangkan rumput menghias tanah bak carpet digelar. Itu saat dinanti saat musim dingin.
Hati yang dingin, dan tawar tidak usah terlalu banyak dibawa dalam tidur karena saat matahari terbenam sirnalah semuanya. Mari kita hilangkan semua duka cita dan kesedihan. Mari menyambut fajar di musim dingin. Tuhan menjanjikan semuanya akan bersemi kembali, tetapi di saat musim dingin kita perlu siap siap berjaga. Demikian saat hati kita dingin, maka berhati-hatilah. Kita siap-siap dan berjaga-jaga karena begitu mudah pengaruhnya buat kita. Kita ditawarkan jalan pintas dan kenikmatan sesaat, tapi kita akan jatuh dalam dosa. Musim dingin harus kita lalui, bukan kita tinggalkan, tetapi kita semua harus berjaga-jaga. Tuhan memberkati. Salam dan doa.
Bayang-bayang
Sesuatu yang paling setia mengikuti kita ke mana saja kita pergi adalah bayangan kita, itu pun dengan catatan selama ada cahaya (Adharta).
Siapa yang sangka teknologi begitu cepat merubah bayang-bayang menjadi sesuatu yang indah dan bisa kita nikmati seperti film layar lebar, televisi dan photography. Dahulu kala orang nonton film seperti nonton wayang kulit. Ada benda lalu dikasih cahaya, penonton duduk dibalik layar, film bayang-bayang pertama kali dipentaskan sekitar tahun 1600 SM karena suasana tidak ada bintang opera sehingga pemainnya cuma 2 orang saja dan dialog saja, saya tidak tahu kapan wayang kulit lahir dan pertama kali di pentaskan, informasi bahwa wayang kuit diperkirakan sekitar abad ke 9 sejak raja Airlangga memerintaah kerajaan Singosari di Jawa timur, sedangkan kata Wayang sendiri artinya bayang atau bayangan, tetapi bayang-bayang ini memberikan inspirasi gambar hidup atau kita kenal sebagai film saat kini, dulu film pertama hitam putih 8mm dan bisu, semasa aku kecil film bisu ini asyik di tonton judulnya aku masih ingat Abbot and Costelo, itupun nontonnya berdesak desakan di lokasi misbar atau gerimis bubar.
Kalau kita perhatikan ternyata bayangan atau bayang-bayang atau sebut saja Wayang memiliki filosofi hidup yang sangat tinggi. Seorang ahli bahasa pernah mengatakan bahwa bayang itu diambil dari bahasa jawa kuno pengaruh Sansekerta berarti “Setia”. Oleh karena itu, saya memberi catatan bahwa
sesuatu yang paling setia mengikuti kita ke mana saja kita pergi adalah bayangan kita. Itu pun dengan catatan selama ada cahaya.
Mulai dari sana lalu dicatat tentang filosofi hidup dengan dasar kesetiaan. Apa saja jika kita setia, baik yang kecil maupun yang besar, tentu memberikan kisah tersendiri. Demikian Dia mengajarkan kepada kita agar mulai setia pada hal yang kecil, supaya kita bisa diberikan kepercayaan yang lebih besar. Bagaimana kalau hal yang kecil saja sudah tidak setia mau masuk untuk hal yang besar?
Seperti kita diatur libur dimulai tanggal 3 ternyata kita sudah tidak masuk tanggal 2. Atau harus masuk tanggal 12 kita masuk tanggal 13. Setia punya makna tanggung jawab mulai dari paling kecil sampai paling besar. Kalau kita perhatikan orang-orang besar pasti mereka berjiwa besar. Mengapa mereka bisa jadi orang besar karena mereka bertanggung jawab dan setia! Semoga Tuhan menjadikan malaikat pelindung sebagai bayanganku. Tuhan memberkati. Salam dan doa.
Angin
Barang siapa menebar angin akan menuai badai.
Pagi-pagi sekali saya duduk di depan rumah menikmati sejuknya udara pagi, yang tidak dapat kita nikmati di Indonesia. Udara cukup dingin sekitar 6 derajat celsius, sangat bersih dan segar, langit juga bersih, clear ada awan sedikit dan biru. Di hadapanku ada beberapa ekor burung gagak besar. Mereka hidup bebas dan tidak takut orang. Jalan sana jalan sini lalu berteriak-teriak. Dari jauh aku bisa memandang burung-burung lain berterbangan dan sangat ceria menyambut pagi. Saya senang bisa menikmati ciptaan Tuhan. Sungguh indah. Polusi sangat ringan dan lingkungan dijaga bersih dan asri. Sampah-sampah di manage baik sekali. Ya kira-kira ini gambaran dan cita-cita kita untuk masa depan negara kita yang bisa bebas polusi, kekotoran dan semrawut.
Angin bertiup menerpaku. Enak sekali saat aku menarik nafas menghirupnya. Memang benar bahwa barang siapa menebar angin dia akan menuai badai. Kalau tidak mau ada badai kita harus coba mengikuti arah angin dan menikmati kehidupannya. Kalau kita tidak bisa menjaga kebersihan, kelak kita akan menuai kotoran. Kalau kita tidak bisa menjaga lingkungan, cucu kita akan menikmati kerusakan. Angin pagi kota Melbourne membisikkan sesuatu kepadaku bahwa aku harus belajar mulai dari diri kita. Jangan mengharap terlalu banyak sesuatu di luar kemampuan kita, tapi lakukan sesuatu biar sekecil apapun, tapi berguna bagi lingkunganku. Kelak kita akan menuai hasilnya.
Kapan ada waktu tentu angin juga akan bercerita buat semua sahabat. Ke manapun kita pergi angin selalu mengikuti kita, tanpa pernah lelah mau memberikan kesegaran buat kita. Lalu kita mau berbuat sesuatu agar angin bisa menghantarnya kepada siapa saja yang mau mendengarnya.
Angin itu pertanda baik. Coba lihat apa yang angin buat. Para nelayan melaut karena angin. Udara berubah karena angin. Banyak ahli belajar tentang angin supaya bisa terbang nyaman. Laut juga berombak karena angin. Peselancar menikmati angin dan ombak. Walau hanya sedikit berbicara angin berguna buat kita semua.
Aku juga ingin tahu ke mana angin bertiup. Sebenarnya di sana pasti banyak sahabat, sehingga di sini kita belajar bahwa persahabatan begitu indah. Kemana saja angin pergi di sana ada sahabat, sehingga suatu saat kita bisa terus menjalin persahabatan, sampai ke ujung dunia.
Ada seorang sahabat. Beliau pengamat spiritual paranormal bercerita kepadaku bahwa jika anda rindu kepada seseorang kaatakanlah saat angin bertiup di sisimu. Terus saya bercanda kalau menurut Teresa Teng, biar bulan terang saja mewakili hatiku (Yue Liang tai piauw Wo de xing).
Kami suka bercanda. Sayang beliau sudah mendahului pulang ke rumah Bapa.
Semoga angin segar memberikan semangat baru. Mari kita bangkit bergerak karena bergerak tanda hidup. Di situ angin mengajar kita bergerak. Bergerak dan bergerak jangan diam. Di sana semua terhenti. Tuhan mengajarkan kita bergerak seperti angin.
Tuhan memberkati. Salam dan doa
Menu
Menu memberikan kemudahan kita untuk memiih jenis makanan (Adh).
Urusan makan memang sedikit ruwet. Kalau makan di rumah itu paling istimewa. Istri sebagai ibu rumah tangga yang bijaksana selalu menanyakan kepada suami dan anak-anak soal makanan kesukaan mereka atau membuat kejutan dengan memasak makanan kesukaan suami. Sebaliknya kalau kita menikmati makanan di luar rumah atau di restoran maka urusannya jadi berbeda. Sebab pertama-tama kita harus pilih lokasi, lalu pilih jenis makanan, apakah Indonesia, Western, Chinese, lalu pilih harganya apakah mau yang mahal dan mewah atau yang murah dan sederhana. Setelah itu apakah perlu reservasi atau tidak atau go show saja, sampai di sana baru atur bagaimana baiknya. Setelah semuanya selesai baru minta MENU untuk pilihan mau makan apa?
Ada juga restoran tidak ada menu, misalnya sate padang, soto madura, gado-gado, tetapi sekarang hampir semua pakai MENU sampai KFC, AW, dan McD semua pakai menu bahkan paket panas atau pamur ( paket murah).
Ada seorang sahabat saya dia selalu makan satu jenis saja. Misalnya ke restoran ya disana makannya satu jenis saja seumur hidup. Seperti istri saya juga kalau ke restoran kesayangan pasti mau makan makanan kesayangan, jarang mau coba yang lain. Berbeda dengan saya selalu mau variasi yang baru, karena rugi kalau makan sejenis dan bosan. Kecuali kalau tujuannya makan Sop Kaki Kambing Sudi Mampir di Roxy menunya satu jenis saja seumur-umur yaa.
Kemarin dulu saya dan anak cucu menikmati restoran Rock Pool, di daerah Downtown Melbourne, dalam komplex Royal Crown Casino dan hotel terbesar di Melbourne. Restoran Rock Pool juga termasuk termewah dan romantis sekali. Saat memilih menu saya melihat-lihat banyak sekali mau pilih yang mana bingung juga. Saya pasrahkan ke anak saya yang pilih karena saya benar-benar kebingungan. Sebentaran memilih makanan, saya ke luar melewati beberapa table. Kelihatan mereka punya masalah yang sama, saya sempat dengar dialog antara pelayan dan tamu. Kata pelayan tersebut, “Anda adalah the leader malam ini, menu ini disediakan untuk para pemimpin yang memerintahkan kami untuk membuat makanan sesuai keinginan” Sang tamunya diam saja karena sudah kemakan pujian, lalu mulai memilih makanan yang ada dalam MENU !
Saya menyimpan dalam hati kata-kata pelayan tersebut dan saya rasa benar sekali ungkapannya dan sangat tepat. Dalam hidup kita juga seperti kita mau makan ke restoran. Sampai MENU disediakan di hadapan kita dan kita adalah “the leader” yang harus mengambill keputusan. Memang hidup itu adalah pilihan. Memilih itu adalah keputusan yang harus kita hadapi setiap hari dan Tuhan menyediakan jenis pilihan buat kita. Karena begitu besar cinta-Nya, sehingga bukan Dia yang memilih tetapi memberikan kita yang memilih. Saya rasa ini tanda cinta yang sungguh besar. Bukan seperti saya menyuruh anak saya memilih karena saya kebingungan. Tuhan ingin kita semua menjadi pemimpin atau the leader bukan karena Tuhan bingung, tetapi Tuhan mencintai ciptaan-Nya lebih dari segalanya.
MENU sudah disediakan. Itulah berkat buat kita dan pasti berkat yang tertera adalah yang terbaik. Kita sudah saatnya menjadi pemimpin untuk memilihnya, namun seperti proses menuju restoran, kita juga sudah harus siap segalanya, termasuk uang untuk membayarnya. Kita semua juga dituntut untuk membayar setelah menu kita pilih, yakni dengan cinta kasih yang mendasari kerja keras, jujur, sopan, setia dan syukur atas perkenaan-Nnya untuk kita menikmati dunia.
Semoga kita semua bisa memilih menu terbaik buat kita melalui berkat tangan Tuhan. Salam dan doa.
