Windows of The World

Jendela dunia, di mana kita bisa memandang dunia dengan lebar juga bisa memandang masa depan kita
(世界之窗 – Shìjiè zhī Chuāng)

6a00d83451595969e200e54f16a1a38834-640wiSemalam saya menghadiri acara MOGELA yang digelar di ICC-MGK yang juga dihadiri oleh Bapak Uskup Keuskupan Bogor Mgr. Cosmas Angkur, OFM. Ada Wakil Menteri Perdagangan, Ibu Lies Yosgiantoro Purnomo, dan banyak sekali pastor dan suster, termasuk ada beberapa tamu VVIP yang hadir. Ruangan ICC ballroom dibilang hampir penuh. Saya juga merasakan suasana keakraban dalam ritual katolik dan adem sekali. Sajian pertunjukan juga sangat bagus terutama kolaborasi music. Ada beberapa tokoh musik memberikan komentar sungguh indah perpaduan musik dan paduan suara yang bagus.

Pada saat multi media profile show tentang Panti Asuhan Santo Yusup Sindanglaya Cipanas ditayangkan dalam durasi 12 menit, wajah saya juga nampang. Saya tersenyum karena komentar bapak uskup katanya seperti saya seperti bintang film. Saya memberi komentar bahwa memandang anak-anak yatim piatu seperti halnya kita memandang dunia. Anak-anak itu adalah jendela dunia. Komentar saya mendapat pertanyaan bertubi-tubi baik dari umat maupun para pastor dan suster, bahkan ada seorang suster pada akhir pertunjukan mengirim BBM ke saya dan mengatakan “Aku mengerti apa yang bapak maksudkan dengan windows of the world melalui anak-anak panti asuhan, bukan saja melihat dunia tapi saya juga melihat surga”. Waduuuh suster ini sungguh luar biasa, karena statement yang saya buat ini saya sendiri harus mendalaminya kembali.

Sedikit kisah mengenai jendela dunia ini. Bagi sahabat yang pernah mengunjungi Twin Tower WTC Manhattan, New York. Saya sendiri lupa lantai berapa kalau tidak salah lantai 106 dan 107, tetapi kini tinggal kenangan, karena gedung itu pada tanggal 11 September 2001 sudah hancur oleh teroris, tetapi Restaurant Windows of The World ini sangat terkenal sekali, karena tempatnya sangat tinggi dan se-akan-akan kita memang bisa memandang dunia. Kalau kita mengunjungi Shen Zhen China, Windows of The World, suatu tempat indah sekali di samping Splendid of China. Ada tempat seperti Taman Mini Indonesia Indah, tetapi isinya seluruh dunia. Kalau dari Indonesia diwakili oleh Borobudur. Pada malam harinya bisa menonton show. Spectakular luar biasa !!!

Kembali ke jendela dunia, mengapa saya katakan melalui anak yatim piatu kita bisa melihat dunia. Karena ada 3 dasar utama orang bisa melihat dunia. Pertama, barang siapa yang rendah hati dan bijaksana dialah yang bisa melihat dunia. Sungguh benar, karena orang dengki dan orang sombong tidak akan melihat dunia, nah anak-anak yatim piatu berbeda dengan anak-anak yang memiliki keluarga. Mereka seperti bunga yang tumbuh liar tidak ada ciuman mama dan tiada senyuman ayah. Dari sinilah titik awal kita melihat dunia, karena kalau kita sudah direpoti urusan dunia seperti harta benda, maka kita sudah lupa dunia dalam makna sebenarnya kala diciptakan oleh Tuhan, yakni damai sejahtera.
Kedua, adalah perhatian, terutama buat keluarga miskin, barang siapa rindu perhatian dia dibenarkan untuk melihat dunia. Ketiga, karena cinta, siapa yang tidak luluh hatinya melihat anak-anak yatim piatu? Di sana akan menimbulkan rasa prihatin dan rasa cinta. Di saat hati dipenuhi cinta, maka Tuhan sendiri akan menuntun kita melihat dunia. Oleh karena itu, melalui anak-anak Panti Asuhan yang sebagian besar yatim piatu dan miskin memang benar kita bisa melihat dunia. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

21 responses to this post.

  1. Jendela Dunia yang banyak orang ketahui ialah Buku.. Namun, dengan membaca artikel ini saya dapat memahami apa arti jendela dunia yang lebih hakiki yakni Damai Sejahtera yang diberikan Tuhan kepada kita semua..

    Reply

  2. Saya menjadi mengerti bahwa dengan adanya rasa rendah hati, perhatian dan cinta terhadap sesama kita dapat melihat dunia yang sebenarya.

    Reply

  3. dengan kita menyayangi dan perduli terhadap anak yatim maka kita insyaallah akan mendapatkan pahala.

    Reply

  4. saya setuju kita sebagai manusia harus mempunyai 3 dasar itu dalam hidup kita agar kita tau dan kita lihat apa saja yang terjadi diluar sana

    Reply

  5. Saya setuju dengan artikel diatas,Jendela dunia itu diibaratkan dimana kita bisa memandang dunia dengan lebar dan luas. Dari jendela dunia kita juga bisa memandang masa depan kita sendiri.

    Reply

  6. Posted by Kennardi Raharjo Nugroho (01PA2) on December 5, 2013 at 10:16 am

    Saya sangat bersyukur menjadi anak yang tumbuh di dalam keluarga, namun setelah membaca ini, saya menjadi sadar bahwa selama ini saya hampir melupakan dunia yang sebenarnya. Artikel ini sangat baik karena membantu saya untuk mengingat kembali apa sebenarnya dunia itu.

    Reply

  7. Posted by Thalia on December 5, 2013 at 12:30 pm

    saya setuju dengan statement artikel ini. saya sendiri baru merasakan arti dunia ketika perekonomian keluarga collapse dimana di dalam rumah tidak ada lagi ketenangan. keributan setiap saat. memang menyedihkan..tapi dari kondisi ini lah saya dapat belajar arti dunia yang keras ini, melihat seperti apakah teman teman saya, dan membuat saya untuk belajar memanage hidup saya untuk lbih baik lagi,

    Reply

  8. Setuju sekali dengan artikel ini, Terkadang kita tidak membutuhkan buku, keliling dunia atau sekedar menonton tv untuk melihat keadaan dunia. kita bisa melihat sekeliling kita, kita bisa melihat anak-anak jalanan, orang-orang miskin dan juga orang-orang cacat. Itulah keadaan dunia kita. Dunia kita butuh cinta kasih antara sesama manusia. Oleh karena itu, sebagai manusia kita harus sadar bahwa dunia ini butuh sebuah cinta. Terima kasih.

    Reply

  9. Bahasa dari posting blog kali ini memang indah dan mengena walapun simpel. Menurut saya, saya setuju dengan perkataan suster bahwa anak-anak yatim piatu bila kita lihat, kita bisa melihat layaknya surga. Selain surga, saya melihat adanya jendela perjuangan dan pengharapan dimata anak-anak ini. Tidak memungkiri bahwa mereka memandang anak-anak yang memiliki orang tua dan merasakan kasih sayang orang tua juga ingin merasakan hal tersebut, tetapi mereka tetap berjuang dan tumbuh baik tanpa ada figur ayah atau ibu. Pikiran mereka mengarah ke arah yang mungkin ke anak-anak yang hidupnya yang lebih sempurna, bukan berarti mereka tidak bersyukur tetapi karena mereka memiliki pengharapan yang baik untuk masa depan mereka. Contohnya di masa yang akan datang saya ingin menjadi orang yang bahagia dan sukses, memiliki keluarga dan akan sayang terhadap anak-anak saya. Maka dari itulah muncul perjuangan-perjuangan kecil dari anak-anak ini menjadi lebih baik. Kita harus banyak belajar juga dari mereka karena how strong they are.

    Reply

  10. Posted by stella lie gunawan on December 5, 2013 at 2:15 pm

    saya setuju dengan kalimat ini Di saat hati dipenuhi cinta, maka Tuhan sendiri akan menuntun kita melihat dunia. Oleh karena itu, melalui anak-anak Panti Asuhan yang sebagian besar yatim piatu dan miskin memang benar kita bisa melihat dunia. karena dunia terlihat dari anak-anak. karena mereka sangat universal.

    Reply

  11. Posted by septi indah christina on December 5, 2013 at 2:48 pm

    menurut pendapat saya, windows of the world digambarkan dengan anak yatim piatu yang dikaitkan dengan jendela dunia. justru manusia banyak yang kurang peduli dengan anak yatim piatu, padahal manusia dapat melihat sebuah dunia dengan peduli terhadap anak yatim piatu. dan manusia yang rendah hati dan bijaksana sangatlah sedikit karena manusia lebih banyak termakan dengan egoismenya yang tinggi.

    Reply

  12. Posted by 01PNO-Andrien on December 5, 2013 at 2:48 pm

    Karena kalau kita sudah direpoti urusan dunia seperti harta benda, maka kita sudah lupa dunia dalam makna sebenarnya kala diciptakan oleh Tuhan, yakni damai sejahtera.

    Reply

  13. Ya, kadang kita perlu berpikiran terbuka, dan melihat dunia yang sangat sangat luas dan indah ini, kita hidup tidak sendiri namun bersama-sama, maka kita perlu mengetahui keadaan sekitar kita.

    Reply

  14. Posted by 01PNO_Kevin Tanu Wijaya on December 5, 2013 at 4:43 pm

    Memang benar yang diungkapkan diatas ada banyak yang belum kita ketahui diluar jadi kita harus keluar dari comfort zone kita..

    Reply

  15. Windows of the World adalah salah satu wahana di Shen Zhen China, sebelumnya saya telah pergi kesana untuk melihat banyak sekali miniatur di berbagai belahan dunia. Tujuannya adalah orang yang bijaksana dapat melihat dunia, karena itu dinamakan sebagai Windows of the world, untuk orang-orang dapat melihat dunia.

    Reply

  16. Posted by Octavianus on January 16, 2014 at 10:32 am

    Saya setuju sekali dengan artikel ini,sebelumnya dunia saya sangatlah sempit tetapi ketika saya mencoba membuka diri saya ke segala aspek ,saya baru mengetahui bahwa dunia ini begitu penuh dengan beraneka ragam jenis orang.

    Reply

  17. saya sangat setuju sekali dengan statement “Barang siapa yang rendah hati dan bijaksana dialah yang bisa melihat dunia”. saya sangat bersyukur mempunyai keluarga yang utuh dan yang mencintai saya. walaupun saya tak pernah tahu betul rasanya menjadi anak yatim piatu tetapi dengan hanya membayangkan nya saja saya sudah sedih. memikirkan bagaimana tidak diperhatikan terus menerus, tidak bisa meminta uang jajan atau membeli kan apa yang kita mau, memiliki rumah yang mungkin juga mempunyai kamar sendiri. dan sungguh luarbiasa orang-orang yang selalu menyisihkan waktu nya untuk memperhatikan anak-anak yatim piatu.

    Reply

  18. Kita tidak bisa memaknai arti hidup di dunia ini, jika kita tidak merasakan apa itu kesulitan. Saat kita ada di posisi paling bawah, kita bisa melihat diluar sana banyak orang yang lebih merasakan beratnya beban hidup. Tetapi mereka tetap ‘fight’ dan punya pengharapan. Hidup menjadi berarti ketika kita bisa saling berbagi, tidak hanya materi, tetapi kasih sayang yang tulus.

    Reply

  19. Posted by sarfina adani/01PNO on January 16, 2014 at 2:24 pm

    saya setuju bahwa orang yang bijaksana dan rendah hati dapat melihat dunia. karena dunia harus dilihat dalam keadaan sadar dan bukan dengan keadaan sombong yang pasti seakan-akan dunia itu ada dibawah kakinya. anak yatim piatu dapat menjadi guru kita untuk dapat melihat dunia dengan lebih nyata dengan segala cobaan hidup yang pasti telah mereka alami karena tidak mendapat kasih sayang langsung dari kedua orangtua

    Reply

  20. Posted by sarfina adani/01PNO on January 16, 2014 at 4:45 pm

    saya sangat setuju bahwa orang yang rendah hati dan bijaksana dapat melihat dunia, karena orang yang sombong hanya akan melihat dunia seakan-akan dunia itu ada dibawah kakinya dan bisa dikuasai. anak yatim piatu yang penuh kesederhanaan dan telah mengalami cobaan berat karena tumbuh tanppa orangtua memang dapat dijadikan guru kita untuk merubah cara pandang kita dalam melihat dunia

    Reply

  21. Posted by Branov Gerson on January 16, 2014 at 8:51 pm

    hidup tanpa masalah bukan hidup namanya, karena masalah itu lah yang membuat hidup kita lebih berarti. tapi kita harus lebih dewasa dalam memaknai masalah yang dapat pada diri kita, jangan sampai hilang akal sehat dan mencoba sesuatu yang negatif

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s