Author Archives: adharta

Unknown's avatar

About adharta

Be positif

Liburan

Salam suka cita menyertai,
Sehabis menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, tentu seluruh umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Fitri atau biasa kita sebut Lebaran. Saat itu kita bermaaf-maafan dengan silaturahmi dan bercengkerama dengan keluarga dan handaitaulan.
Hari Raya Idul Fitri 2012-1433H berdekatan dengan hari Kemerdekaan RI ke-67 sehingga hari libur nasional semakin panjang. Kita bisa manfaatkaan cuti panjang untuk menikmati liburan.
Bagi umat Non-Muslim juga menikmati liburan panjang ini, apalagi bagi mereka yang punya uang. Pilihan jalan-jalan ke luar negeri seperti Asia, Eropa, Australia danAmerika.
Liburan dipandang dari mata hati dan kehidupan rohani, bisa memiliki arti yang sangat strategis, khususnya liburan Lebaran.

1. Retret
Seperti halnya puasa badan, maka liburaan memberikan rehat buat pikiran dan alam bawah sadar, tetapi yang terpenting adalah memanfaatkannya untuk refleksi mundur atau retret, misalnya mengunjungi orang tua, kampung halaman, makam orang tua, sahabat lama dan memberikan nostalgia indah. Bisa juga bersama istri mengunjungi tempat-tempat pacaran.

2. Ziarah
Liburan bisa kita manfaatkan untuk ziarah dan rekreasi atau ziarek sehingga memberikan syaraf-syaraf motorik kita menikmati istirahat dari kejenuhan. Bisa diisi juga dengan ziarah DOA ke gua-gua Maria, kunjungi gereja-gereja tua dan berdoa bersama.

3. Sinking Mode
Tentu banyak masalah yang sedang kita alami seperti masalah keluarga, bisnis, dan persahabatan. Sinking mode istilah lain menenggelamkan masalah, semua rasa marah, dendam, benci dan permusuhan. Semua itu coba untuk dilupakan, di off dulu atau di tenggelamkan, sehingga dengan kepala dingin kita bisa berpikiran jernih mencari solusi atau jalan keluar.

4. DOA
Buat keluarga, teman, dan sahabat yang tidak memiliki kesempatan jalan, karena alasan waktu maka DOA bersama merupakan kesempatan yang sangat indah. Mungkin Gereja bisa menfasilitasi adanya DOA malam. Lingkungan juga bisa membuat persekutuan DOA atau bisa juga mengadakan kunjungaan ke orang tua-tua, orang sakit di rumah sakit. Sungguh akan menghasilkan kedamaian dan suka cita dalam kehidupan.

Selamat menikmati liburan dan tentu tidak lupa kita saling mendoakan kiranya dalam liburan ini akan menerima berkat berlimpah.

Keadilan

Salam sejahtera, suka cita dan bahagia menyertai kita semua di pagi ini,
Kata keadilan, hampir dikenal semua orang, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa dan orang tua. Seperti apa yang dikatakan Thomas Jefferson bahwa keadilan itu tidak lain adalah perbuatan kita sendiri. Jadikan setiap perbuatan kita adil bagi orang lain. Itulah keadilan. Sebaliknya kalau ada sesuatu hal yang kita tuntut keadilannya maka di sana kita tidak adil atau bahkan hilang dari keadilan.
Contohnya ada dua anak kecil memperebutkan mainan karena itu sang ibu marah lalu membuang mainan tersebut. Di mana keadilannya? Siapa yang tidak adil? Padahal pikiran ibu tersebut hanya supaya anak-anak tidak bertengkar. Di lain pihak ada orang tua harus membelikan dua ipod untuk dua anak agar tidak berkelahi atau rebutan. Adilkah ini? Karena orang tua sudah menciptakan egosentris dalam anak. Tidak ada keadilan buat sang anak walau keinginannya dipenuhi. Atau ada ibu yang lebih bijaksana dengan mengajak kedua anak bermain bersama? Tapi adilkah? Tetapi apakah tidak mengecewakan salah satu anak? Lalu, bagaimana keadilan itu ada? Ini baru hal yang sangat kecil dalam keluarga.
Seorang ibu bekerja keras siang dan malam. Seoarang ayah juga bekerja keras siang dan malam. Tujuannya untuk keluarga, anak-anak dan masa depan anak. Tapi adilkah ini, banyak keluarga akhirnya seperti perahu pecah karena mencari keadilan!
Dalam sidang perceraian Ani dan Peter, diungkapkan bahwa Ani merasa Peter tadi orang miskin setelah kawin dengannya nasibnya berubah menjadi kaya. Dalam hati Ani selalu menuntut “keadilan” bahwa semua yang dimiliki sekarang adalah haknya. Apalagi Peter dulu sekolah juga dibiayai oleh keluarga Ani. Kehidupan yang tadinya harmonis dan bahagia dengan dua anak perempuan yang cantik harus berakhir di pengadilan yang tidak adil! Karena masing-masing pihak tidak bisa mendapatkan keadilan.
Ada sebuah pepatah Cina Kuno yang sangat baik mengatakan bahwa keadilan itu adalah buah kebijaksanaan bukan kebenaran. Saya sering mendengar kalimat, baik itu belum tentu benar dan benar itu belum tentu bijaksana. Lalu, pertanyaannya di mana posisi keadilan?
Hidup dalam cinta kasih, dalam kedamaian dan penuh suka cita tidak memerlukan keadilan tapi pengorbanan. Di mana keduanya saling bertolak belakang karena mencari keadilan menuntut kebenaran. Tetapi, pengorbanan itu memberikan hikmat. Mencari keadilan sering menemukan ketidakadilan. Tetapi memberikan pengorbanan mendapatkan damai, suka cita dan kebahagiaan.
Pada saat di kayu salib, semua merasa hal tidak adil buat Kristus. Tetapi pengorbanannya mematahkan semua ketidakadilan. Bahkan menjadi sumber keselamatan dan kebahagiaan.
Mari semua keluarga kita sama-sama berjuang memberikan kebahagiaan melalui pengorbanan bukan menuntut keadilan.
Berbahagialah kita yang mau berkorban dan memberikan cinta demi kedamaian dalam keluarga.

HARI ANAK-ANAK

Salam damai sejahtera,
Zubir Said, pengarang lagu terkenal di Malaysia mengatakan bahwa, negara wajib untuk membahagiakan anak-anak, memelihara dan memberikan masa depan. Lalu dia menciptakan sebuah lagu dengan judul SEMOGA BAHAGIA. Sebagian lirik lagu ini juga dipakai oleh Zubir Said menjadi lagu kebangsaan Singapura. Majulah Singapura.
Jumat pertama bulan Oktober tanggal pertama dijadikan hari Anak-Anak untuk seluruh Malaysia dan Singapura. Sepanjang seminggu lebih Pemerintah dan Kerajaan bersama seluruh rakyat bergembira. Seluruh orang tua menyempatkan diri untuk bergembira bersama. Tidak ada terkecuali demikian juga anak anak yatim-piatu di seluruh negeri. Saya beberapa kali jumpa dengan Zubir dan seorang kawan presenter Asia Bagus yang penuh canda NADJIB.(lyrics lagu terlampir di akhir tulisan ini )
Dalam bincang-bincang dengan para sahabat yang peduli anak termasuk Datuk Yusuf Mahal, Mentri Besar Kerajaan dan beberapa teman di Malaysia. Mereka betul-betul menaruh perhatian penuh buat anak-anak. Ketika di tanyakan ke saya perihal perhatian terhadap anak-anak di Indonesia. Saya senyum-senyum saja. Kisah di mana Negara ingin membahagiakan anak-anak sungguh luar biasa kalau dikisahkan. Karena asal mula dicetuskan oleh kelompok anak muda Indonesia (Ingat lagu aku pulang dari rantau). Di mana mereka berkumpul lalu sering memberikan perhatian pada anak-anak diantara mereka. Kebiasaan ini dilihat oleh orang Malaysia dan mereka pun meniru menjadi kebiasaan yang baik. Pada saat tersebut seluruh Gereja, Vihara, Pura Hindu India dan Masdjid ikut berpartisipasi dalam kegembiraan.
Saya dilahirkan tanggal 1 Juni 1958 (Erl Tung Cie). Buat yang bisa Bahasa Mandarin bantu saya tulisnya. Pada hari kelahiran saya itu dijadikan HARI ANAK-ANAK seluruh negeri CINA dan sekitarnya termasuk Vietnam, Thailand dan Kamboja. Tanggal 1 Juni akan dirayakan besar-besaran juga di seluruh dunia ( oleh karena itu nama saya Guo Erl atau anak negara).
Suatu malam saya bersama beberapa sahabat kita bertemu dengan beberapa pimpinan panti asuhan anak-anak dan diskusi soal masa depan anak-anak yang ada di panti asuhan. Bagaimana kelak mereka masuk dalam masyarakat. Sebab citra anak panti sangat negatif terutama dalam pergaulannya dengan anak-anak non panti dan hidup dalam keluarga. Di sini kita melihat peran pemerintah sangat lemah dan kurang perhatian untuk di berikan kepada anak-anak (Lihat Lagu Nasional untuk hari anak-anak di Singapura dan Malaysia)
Saya tidak berani mendahului, tetapi kalau kita dalam kelompok kecil (Misalnya di KRISTOFORUS) bisa memulai memberikan perhatian untuk anak-anak. Saya rasa akan menjadi pionir atau pelopor hari anak-anak Indonesia. Yang menarik mungkin kita bisa buat Lomba Cipta Lagu Anak-Anak yang mungkin saja bisa menjadi lagu nasional anak-anak Semoga !!!
Di sisi lain kita memberikan perhatian terhadap banyak kehidupan, tetapi anak-anak sangat minim. Dulu di rumah saya ada Sekolah Minggu. Jumlah anaknya cukup banyak. Kakak-kakaknya pun sekarang masih bisa baca milis ini. Saya pun sempat membentuk beberapa kelompok bermain, termasuk yang ada di Kristoforus bersama Pak Kristiadi, Pak Purwanto, Pak Sulistio, yang kelak menjadi sekolah besar.
Anak-anak akan menjadi perhatian khusus karena Bangsa dan negara tidak bisa menjadi besar kalau anak- anak tidak di beri kesempatan menjadi besar dalam arti jiwa dan karakternya.

Single Parent

Buat seorang ibu, atau seorang ayah, yang harus merawat anak-anak dan mengurus rumah tangga sendiri atau kita sebut Single Parent (bahasa Indonesia saya tidak tahu). Setiap insan yang menjadi Single parent, baik diakibatkan cerai, meninggal, atau tugas jauh, tentu mengalami masalah ini. Bagi Single Parents masalah terberat adalah : membesarkan anak dengan kondisional, tidak trauma atau bahkan menjadi anak yang penuh dendam. Masalah lain seperti ekonomi, keuangan, kesendirian, kesepian, dan mengurus rumah hampir bisa diatasi. Apa lagi kalau sanak keluarga orang mampu, maka tidak ada masalah yaang jadi kendala.
Kehidupan Single Parent, mengalami banyak tekanan, baik nilai sosial, kedudukan, sampai kepada status. Saya pernah mengikuti mahasiswa psikolgi UI untuk mengadakan research tentang kehidupan Single Parent. Hasilnya memang secara sadar atau tidak sadar penuh dengan fenomena dan trauma, walau penampilan di luar kelihatan normal saja.
Mimi, seorang sahabat saya di SMA, menikah dengan teman sesama SMA. Merela memiliki 3 anak laki-laki. Dalam perkawinan yang berjalan baik dan bahagia, di hari-hari akhir harus mengalami masalah. Kini, sudah lebih 6 tahun Mimi harus hidup sebagai ibu sekaligus ayah. Ia mendidik dan merawat anak-anak yang menginjak dewasa semua.
Buat Mimi, untuk dirinya sendiri tidak jadi masalah ditinggal, tapi anak-anak sangat mengalami masalah. Walau dua anaknya sekarang sudah di Singapura, seorang lagi di Jakarta juga sudah masuk kuliah, tapi Mimi bisa melihat bahwa kehidupan anak-akak ada masalah cenderung trauma berat.
Saya menambahkan dalam sharing dengan Mimi bahwasannya hidup kita harus memiliki empat fase :

1. Fase Memiliki
2. Fase Menjalani
3. Fase Menikmati
4. Fase membebani

Sungguh sebuah berkat besar bagi para Single Parent karena bisa mengatasi fase-fase kehidupan itu. Bagi keluarga-keluarga yang mengalami masalah tentu sangat berat untuk melewati fase ini apalagi ada trauma yang membebani. Kita semua berdoa, karena kekuatan keluarga adalah berada dalam keikutsertaan dan komunikasi. Dengan mempertahankan keutuhan keluarga kita semua sudah berpartisipasi membangun dunia yang penuh dengan suka cita
Mari kita berdoa kepada semua para Single Parent supaya kuat, tabah dan sanggup melewati fase kehidupan dalam kesendirian.

Orang Tua

Yayasan Dharma Wulan, Wulan itu yang anggotanya terdiri dari Warga Usia Lanjut. Luar biasa kakek dan nenek yang mengurus Yayasan ini. Coba saja anda ke Sentul Selatan masuk di Gedung Dharma Wulan. Di sana anda tentu akan terheran-heran, karena anak muda pasti tidak seseru ini situasinya kalo pada ngumpul bareng. Salah satu syarat menjadi anggota Wulan adalah usia melebihi 50 tahun. Saya sendiri sudah 3 tahun menjadi anggota Wulan.
Terlepas dari kegiatan Opa-Oma dalam mengisi hari tuanya dengan kegiatan, kita bisa melihat bahwa suka atau tidak suka suatu saat kita akan menjadi orang tua seperti Opa-Oma ini.
Berbicara tentang Orang Tua, maka kita bisa juga berbicara beberapa hal mulai dengan pengertian memang orang sudah tua, atau orang tua kita (ayah, ibu, kakek, nenek) atau orang yang dituakan. Tetapi jika menyandang gelar orang tua (seperti group Orang Tua ) maka kita akan teringat beberapa nasehat :

1. Barang siapa tidak menghiraukan orang tua, maka dia akan punah.
2. Kalau sudah tua maka pinggang kita diikat lalu dibawa kemana-mana.

Poin pertama pandangan itu diberikan kepada orang muda agar merawat orang tua. Sedangkan yang kedua agar orang yang sudah tua agar tau diri, bahwa kemana-mana kita seperti bayi nurut wae jadi jangan menyusahkan anak dan cucu.
Romi, sebut saja seorang pengusaha baru dengan istrinya Juli. Mereka baru saja bertengkar besar. Permasalahannya mertua Juli, yang sudah jadi Opa dan Oma akan pindah masuk tinggal bersama mereka. Juli keberatan karena dulu sehabis kawin mereka tinggal bersama lebih 10 tahun dengan Papa Mama Romi di RMI (Rumah Mertua Indah). Tiada hari tanpa pertengkaran. Semua yang dilakukan Juli salah. Kini, setelah 10 tahun trauma ini akan berulang. Apa lagi usia mereka sudah 70-an tahun. Juli berpikir mereka tentu lebih bawel lagi .
Romi bersikeras karena adik-adiknya juga tidak mau merawat orang tuanya karena bawel. Pilihan rumah jompo bisa saja, tapi hati kecil Romi tidak sampai hati.
Sungguh dilema. Pertengkaran terus terjadi antara Romi dan Juli kendati akhirnya di putuskan Opa dan Oma masuk rumah mereka. Namun sungguh aneh. Kehidupan yang dibayangkan Juli bertolak belakang. Kini, hidup di rumah Romi dan Juli berubah total, baik suasana, kebersihan, hubungan antara opa-oma dan cucu cucu. Semua penuh suka cita. Setahun lewat bisnis Romi meroket sehingga mereka mengambil keputusan membeli rumah lebih besar di Puri Indah. Dari rumah 100 meter sekarang menempati rumah 800 meter persegi. Mobil pun sudah ganti mobil mewah.
Romi sangat aktif membantu gereja. Juli dan orang tuanya dari keluarga muslim. Bulan puasa opa-oma tetap puasa bahkan kadang-kadang Romi juga puasa katanya biar diet.
Sumber suka cita kadang-kadang abu-abu bahkan hitam dan tidak terlihat. Malah kadang-kadang menakutkan. Tapi, salah satu cara untuk menemukan kebahagiaan adalah melalui Orang tua. Kita menghormatinya selama masih hidup. Kita menjaganya saat tua. Kita mengenangnya saaat sudah tiada.
Saudara kita yang di Muslim sangat percaya bahwa kalau tidak menghormati orang tua maka puasanya saat itu juga batal.
Kalau di Cina, yang disebut kekasih (Ai Ren) bukan pacar, melainkan papa mama atau orang tua, jangan keliru.
Salam suka cita. Doaku buat orang tua semuanya. Kiranya suka cita besar mengisi hari hari tua.

Spirit of Sharing

Damai dan bahagia untuk hari ini,
Koran Kompas Jumat 20 Juli 2012 halaman 22 ada iklan Seibu dengan judul “Spirit of Sharing”. Tentu saja semua iklan pasti menginginkan banyak pembaca, dengan banyak yang membaca, maka diharapkan semakin banyak orang yang dipengaruhi dan akhirnya bisa merubah suatu keinginan dari kebutuhannya.
Di tahun 90-an dalam suatu sharing di Pertemuan KPRMKT/Unit Kerohaniaan Katolik Trisakti di Puncak saya jadi pembicara di hadapan sekitar 400 mahasiswa termasuk yang baru diwisuda dan yang akan diwisuda. Dalam acara tersebut saya sampaikan selamat kepada para sarjana baru dari kelompok KPRMKT agar terus membantu adik-adik mahasiswa Katolik yang masih di kampus. Lalu, di akhir pembicaraan saya sampaikan bahwa pelajar dan pembelajaran itu tiada henti-hentinnya. Sekarang anda lulus dari Trisakti. Istilah saya yakni lulus dari FORMAL university/institusi, maka sekarang tiba saatnya anda memasuki informal institusi yang saya sebut dengan University Of Life. Salah satu mata kuliah yang terpenting dalam Universitas Kehidupan kita adalah “Spirit of Sharing”
Selama hidup kita di dunia, kita tidak mungkin terlepas untuk belajar dan belajar dan belajar mencintai. Salah satu bagian dari belajar cara mencintai adalah “Sharing”
KAJ juga tidak kalah dalam tema Paskah baru saja “Diutus untuk Berbagi”. Tentu saja bukan bagi-bagi uang, tetapi bisa berbagi cinta dan berkat. Tetapi, di dalam berbagi tidak semuanya yang indah-indah. Ada juga yang susah dan berbeban berat.
Masih ingat tulisan saya yang lalu “Bencilah Aku Tapi dalam Cintamu”. Suatu sharing yang paling sulit adalah merubah benci jadi cinta (kalau lagu BM yang sahdu, Kau yang dulu aku cintai, kau merubah cintaku jadi benci).
Mengapa sharing memiliki kekuatan dalam kehidupan? Sifat Roh dalam tubuh manusia adalah pencarian akan cinta sejati. Demikian diungkap dalam film The Legion, dikatakan oleh Malaikat Michael kepada Gabriel ”Engkau memberikan apa yang Dia inginkan, tapi aku memberikan apa yang Dia butuhkan, dan sebagai imbalan kesemuannya itu aku menjadi Bahagia”.
Imbalan sharing memang bahagia. Bila hidup berbagi, maka Roh akan ber suka-cita dan tubuh menikmati kebahagiaan.
Aku ingin berbagi!

Cintaku, damaiku, bahagiaku.

Kartu Truf

Selamat penuh berkat
Permainan kartu Bridge adalah sebuah permainan yang sangat unik. Sedemikian istimewanya sampai bisa diangkat menjadi suatu olah raga. Sampai ke tingkat Olimpiade. Mengapa demikian menarik permainan ini yang harus dimainkan 4 orang ? Salah satunya yaitu adanya “kartu truf “. Kartu yang memiliki kuasa terhadap kartu lain walau dirinya paling kecil tapi kekuasaannya bisa mengalahkan AS, yang paling berkuasa.
Bagi pemain kartu Bridge bisa duduk tiga hari tiga malam saking asyiknya. Apalagi kalo di Manado!!! Para pastor, dokter, pengacara, polisi semua bisa hobby main Bridge (Bagaimana kalau olah raga ini kita galakan di Gereja, bisa jadi anjang permainan menarik). Hal-hal yang memberikan nilai sportivitas adalah :

1. Negosiasi untuk mendapatkan suatu permainan.
2. Menempatkan permainan pas atau over sehingga melalui perencanaan yang matang.
3. Trik mengalahkan musuh dengan mengunci, bertahan bahkan bisa memotong dan kadang menjatuhkan lawan dengan karti truf.

Dalam kehidupan rohani, kita juga selalu melalui negosiasi, tawar- menawar, dan akhirnya ada kalah ada menang. Sebenarnya di dalam diri kita ada sesuatu yang kecil sekali namun bisa mengalahkan yang besar dan kuat. Ibarat kartu truf, yang jarang sekali kita gunakan dalam hidup yaitu “hati kecil”
Saya tidak menemukan kata lain, tapi semua manusia memilikinya, tapi kebanyakan tidak menggunakannya. Manusia lebih mau menggunakan rasio logika, perhitungan matematika, untung rugi sampai ke pertimbangan hidup.
Kalau iman sebesar biji sesawi bisa memerintahkan gunung, maka hati kecil bisa menimbun jurang. Karena menggali jurang adalah pekerjaan sekaligus membuat gunung pindah.
Salah satu contoh konkrit. Di Alabama seorang anak usia 15 tahun tanpa kaki dan tanpa tangan tapi bisa mengemudikan pesawat. Hee Ah Lie dari Korea bisa bermain piano walau tak memiliki jari tangan dan tidak memiliki kaki. Mengapaa mereka bisa? Mengalahkan handicap mereka ini yang menjadi jawabannya. Kapan kita orang bukan cacat bisa. Memanfaatkan kartu truf kita termasuk mengalahkan takdir (yang paling berkuasa).
Jadi dalam hidup sesulit apapun, mari kita pakai kartu truf kita sebagai pertahanan terakhir mengalahkan kesulitan, penderitaan, penyiksaan, penghinaan, penistaan, dendam, dan kebencian.
Damai selalu bersamamu.

Guru dari Surabaya

Seorang sahabat karibku mengirim sebuah lagu lewat BBM judulnya “Indah rencana-Mu”. Hampir setiap hari aku mendengarnya. Sebab lagu itu kujadikan ringtone di handphone, sebagai alarm setiap pagi untuk membangunkanku. Sebagai pembuka kidung-kidung yang mengawali doa pagiku. Bahkan kadang sebagai musik penghantar tidurku sampai ke peraduan mengiringi mimpi-mimpiku sampai fajar merengut pagi.
Beberapa bulan lalu aku ke Surabaya. Aku menyempatkan diri makan Lontong balap, makanan khas Surabaya yang menjadi kegemaranku (di Jakarta tidak ada). Jualannya persis di depan sekolahku SMA Frateran. Aku memandang gedung sekolah yang sudah cukup tua (didirikan tahun 60-an). Sekilas lewat seorang ibu tua sekali, masih memikul tas cukup berat memasuki Gedung Gereja Santa Perawan Maria Jalan Kepanjen, samping persis sekolahku (aku mau cari toilet sehabis makan).
Aku mencoba menghampiri nenek tua ini. Rasanya aku kenal. Memang aku kenal karena 3 tahun bersama dia. Ia mengajarku. Ia guruku. Guru Kimia. Orang yang cukup dekat denganku. Aku mendekatinya. Aku membelainya. Matanya sudah rabun. Badannya kurus kering tapi masih memikul beban berat jualan kue dan krupuk. Timbul sifat nakalku menggodanya dengan mengagetkannya, tapi dia tidak terlalu terkejut (mungkin sudah agak tuli -aku juga sekarang agak budeg-kurang pendengaran).
Dia coba memandangku dengan menatap wajahku. Semenit kita saling memandang tapi kelihatan dia sudah lupa. Aku kasihan juga membuatnya berpikir. Akhirnya aku memperkenalkan diriku. Dia tidak banyak berkata-kata tapi airmatanya keluar dan senyumnya menghias wajahnya. Lalu aku mengajak duduk dan mulai bercerita dan kita bernostalgia. Hal yang menarik adalah dia mengatakan bahwa sungguh indah hidup ini baginya. Busyet dalam hati aku mikir kok lagi susah dan tua masih bekerja tapi masih bisa mengatakan sungguh indah hidup ini. Setelah beberapa saat berbincang akupun meninggalkannya sembari tidak lupa kusisipkan sedikit buat beliau.
Tapi sampai pulang kembali ke Jakarta aku masih mengenang kata-katanya : “Sungguh indah hidup ini”. Aku belum bisa mengerti, bahkan lagu ” Indah RencanaMu ” yang setiap hari kudengarpun tidak bisa menjelaskan. Lama-lama daripada aku pusing aku coba melupakannya. Biar aku urus diriku, siapa tahu dalam hidupku juga indah adanya.
Kemarin dulu aku ke Surabaya berdua dengan pak Soetadi sahabatku. Mulai dari booking tiket, hotel, dan lain-lain ada masalahnya. Tapi, untungnya di atas pesawat Garuda duduk berdampingan dengan Jupe (Julia Perez) dan pulang kembali ke Jakarta dengan penuh suka cita. Dalam hatiku aku di berkati karena naik pesawat duduk di no 1. Dapat hiburan cerita-cerita Jupe. Semua kerjaan lancar. Dalam hatiku berbisik memang Indah rencana-Mu Tuhan di dalam hidupku !!
Tapi apa yang dialami guruku, walau sudah tidak menjadi guru dia tetap menggurui aku. Walau aku tak mengerti tapi membuat hatiku bergetar. Aku merasa indah hidupku, karena aku hidup senang, dipenuhi segalanya. Bagaimana dengan saudara-keluarga-sahabat dan manusia lainnya yang hidup susah, seperti guruku. Di hari tuanya masih harus mencari sesuap nasi. Di saat mata rabun, tubuh renta, telinga tuli masih mengatakan hidup ini sangat indah (bukan indah tapi sangat indah). Air mata pun tidak bisa melukiskan.
Sampai pagi ini pun aku tidak mengerti. Hidup ini memang indah tergantung siapa yang mencintai Tuhan tidak perlu menunggu waktunya (indah pada waktunya ) tapi sekarang juga memang indah bagi orang yang hidup dalam KasihNya. Indah rencana-Mu Tuhan di dalam hidupku!! Walau aku tak mengerti apa yang terjadi, tapi hatiku tetap bernyanyi, suka-duka, susah-senang, untung malang bukan lukisan hidup, tapi hanyalah kiasan dan bingkai hidup, dengan demikian semua menjadi indah adanya.
Tuhan memberkati semua guruku di mana kapan dan rentang waktu. Terima kasih guruku dan siapa saja yang mengguruiku. Terima kasih sahabatku yang mengirimkan aku lagu Indah rencana-Mu Tuhan (yang juga membaca tulisan ini). Terima kasih semua sahabat, teman kantor, teman sekolah, teman gereja. Teman di mana saja. Kalian semua adalah GURUKU, istriku, anakku, cucuku, mantuku, besanku. Kalian semua guruku.

Pembantu Rumah Tangga

Salam bahagia,
Anak keduaku Dirga dan istrinya Intan, cucu paling besar Freyja Calissta dan yang kecil Aurelia Iris dan kini menantuku sedang mengandung anak ketiga. Mereka tinggal di Melbourne Australia. Dalam kehidupan sehar-hari anakku kerja dan istrinya jaga anak-anak di rumah sekaligus membersihkan rumah, mencuci baju dan jadi sopir. Aneh kok tidak mau pakai pembantu rumah tangga (Maid)? Jawaban memang tidak boleh, karena menurut undang-undang di bawah negara Australia bahwa pembantu itu termasuk tindakan perbudakan dan sanksinya berat.
Pembantu rumah tangga (PRT) di Indonesia lain ceritanya. Undang-undang untuk mengaturnya belum ada. Orang mau pakai berapa saja boleh, asal bayar bahkan ada yang suka menyiksa (masih seperti jamannya kekaisaran Romawi).
Tetapi sungguh berbahagialah mereka yang hidup di Asia, khususnya di Indonesia. Kita semua masih boleh memakai PRT dan tidak perlu merasa melanggar hukum seperti di Australia.
Memasuki masa puasa dan mendekati lebaran, semua ibu rumah tangga pasti dag dig dug. Mengapa? Hampir semua PRT akan mudik (dan mungkin tidak kembali). Pemerintah daerah pun pusing. Sebab lalu lintas mudik membuat masalah musimam yang aku. Transportasi bermasalah. Jalan di Pantura macet. Penyeberangan tersendat. Jakarta pun sepi. Buat para ibu yang amat bergantung pada PRT, bisa menggunakan jasa Infal (pengganti pembantu antar waktu, kaya anggota parlemen saja- asal bayar doble)
Manusia, memang mahluk istimewa, karena ingin melayani tapi juga ingin dilayani. Di jaman dulu bahkan kekayaan seseorang dinilai dari banyaknya pembantunya.
Bagi kita tidak ada kata lain selain Terima Kasih. Selama setahun penuh kita dilayani oleh pembantu kita. Saat puasa dan lebaran mereka akan pulang kampung. Bersilaturahmi, beranjangsana dan bertemu keluarganya di kampung. Tentu sebagai ungkapan terima kasih buat mereka bisa bermacam-macam. Mulai dari THR, hadiah, ajak jalan-jalan ke Dufan, Taman Mini atau membelikan pakaian atau hadiah. Semuanya itu sebagai ungkapan terima kasih sekaligus membuat mereka nyaman bersama kita. Buat Pembantu yang tidak memiliki keluarga (yatim piatu) mungkin perlu lebih diistimewakan.Bagi keluarga yang tidak memakai jasa PRT hal ini tidak terlalu istimewa, dan sudah biasa dikerjakan semuanya sendiri.
Keuskupan Agung Jakarta pernah mengajak seluruh umat Katolik di Jakarta untuk memberi sedikit perhatian lebih kepada Pembantu Rumah Tangga. Bagi Pembantu yang sudah bekerja diatas 5 tahun, kondisinya lain lagi. Di mana hubungan sudah seperti keluarga. Alkisah suatu saat ada keluarga di lingkungan. Mereka mengantar pembantunya pulang kampung (dan tidak kembali lagi karena akan kawin). Di airport suasana haru sekali semua menangis berpelukan seperti perpisahan dengan keluarga dekat.
Kasih Tuhan, juga di pancarkan melalui pelayanan PRT buat kita. Rumah bersih, pakaian bersih, makanan tersedia sungguh merupakan berkat luar biasa.
Semoga para keluarga mau meluangkan sedikit perhatian sebagai ungkapan terima kasih, syukur dan berkat yang kita terima dari para Pembantu Rumah Tangga
Tuhan memberkati dan melindungi kita semua.

BLIND SPOT

Semua penyanyi profesional memiliki pelatih. Bahkan, penyanyi sehebat Agnes Monica sekalipun juga memiliki pelatih. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding jelas Agnes-lah yang akan memenangkan pertandingan tersebut (terutama latihan menari juga)
Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Agnes Monica butuh pelatih kalau jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya? Kita harus tahu bahwa Agnes Monica butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk melihat hal-hal yang TIDAK DAPAT dia LIHAT SENDIRI.
Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan “BLIND SPOT” atau “TITIK BUTA”. Kita hanya bisa melihat “BLIND SPOT” tersebut dengan bantuan orang lain.
Dalam hidup, kita butuh pemimpin untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser. Kita butuh orang lain menasihati, mengingatkan, bahkan menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru, yang bahkan kita tidak pernah menyadari. KERENDAHAN HATI kita untuk menerima kritikan, nasihat, dan teguran itulah yang justru menyelamatkan kita.
Kita bukan manusia sempurna. Biarkan orang lain menjadi “mata” kita di area ‘Blind Spot’ kita sehingga kita bisa melihat apa yang tidak bisa kita lihat dengan pandangan diri kita sendiri……..(Kiriman seorang sahabat dari Denpasar Bali )
Saya sangat setuju dengan ilustrasi tadi, dan saya menyampaikan bahwa sebenarnya Tuhan menempatkan Malaikat untuk menutupi kelemahan-kelemahan kita, sehingga setiap sudut-sudut kelemahan kita ada Malaikatnya. Jadi, melalui mata sahabat, pandangan teman, nasihat orang tua, bimbingan pelatih, pelajaran dari seorang guru, di sana Malaikat ada (Guruku Malaikatku-tanpa dia tak adalah aku, terima kasihku buat semua guru-guruku)
Semoga Kasih Karunia Kristus, sumber suka cita Roh Kudus dan Cinta Kasih Bapa menaungi kita semua di pagi hari ini.