Kartu Truf

Selamat penuh berkat
Permainan kartu Bridge adalah sebuah permainan yang sangat unik. Sedemikian istimewanya sampai bisa diangkat menjadi suatu olah raga. Sampai ke tingkat Olimpiade. Mengapa demikian menarik permainan ini yang harus dimainkan 4 orang ? Salah satunya yaitu adanya “kartu truf “. Kartu yang memiliki kuasa terhadap kartu lain walau dirinya paling kecil tapi kekuasaannya bisa mengalahkan AS, yang paling berkuasa.
Bagi pemain kartu Bridge bisa duduk tiga hari tiga malam saking asyiknya. Apalagi kalo di Manado!!! Para pastor, dokter, pengacara, polisi semua bisa hobby main Bridge (Bagaimana kalau olah raga ini kita galakan di Gereja, bisa jadi anjang permainan menarik). Hal-hal yang memberikan nilai sportivitas adalah :

1. Negosiasi untuk mendapatkan suatu permainan.
2. Menempatkan permainan pas atau over sehingga melalui perencanaan yang matang.
3. Trik mengalahkan musuh dengan mengunci, bertahan bahkan bisa memotong dan kadang menjatuhkan lawan dengan karti truf.

Dalam kehidupan rohani, kita juga selalu melalui negosiasi, tawar- menawar, dan akhirnya ada kalah ada menang. Sebenarnya di dalam diri kita ada sesuatu yang kecil sekali namun bisa mengalahkan yang besar dan kuat. Ibarat kartu truf, yang jarang sekali kita gunakan dalam hidup yaitu “hati kecil”
Saya tidak menemukan kata lain, tapi semua manusia memilikinya, tapi kebanyakan tidak menggunakannya. Manusia lebih mau menggunakan rasio logika, perhitungan matematika, untung rugi sampai ke pertimbangan hidup.
Kalau iman sebesar biji sesawi bisa memerintahkan gunung, maka hati kecil bisa menimbun jurang. Karena menggali jurang adalah pekerjaan sekaligus membuat gunung pindah.
Salah satu contoh konkrit. Di Alabama seorang anak usia 15 tahun tanpa kaki dan tanpa tangan tapi bisa mengemudikan pesawat. Hee Ah Lie dari Korea bisa bermain piano walau tak memiliki jari tangan dan tidak memiliki kaki. Mengapaa mereka bisa? Mengalahkan handicap mereka ini yang menjadi jawabannya. Kapan kita orang bukan cacat bisa. Memanfaatkan kartu truf kita termasuk mengalahkan takdir (yang paling berkuasa).
Jadi dalam hidup sesulit apapun, mari kita pakai kartu truf kita sebagai pertahanan terakhir mengalahkan kesulitan, penderitaan, penyiksaan, penghinaan, penistaan, dendam, dan kebencian.
Damai selalu bersamamu.

One response to this post.

  1. Posted by Raymond Bintang on June 17, 2013 at 3:09 pm

    segala sesuatu kita harus mempersiapkan dengan baik- baik sehingga dapat menjadi kartu truf yang bisa kita keluarkan

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: