Self esteem is a personal judgement of worthiness that is a personal that is expressed in attitude the individual holds toward himself.
Self esteem kalau diterjemahkan bahasa indonesia agak susah, tapi bolehlah saya tulis sebagai “harga diri”. Harga diri (self esteem) adalah penilaian individu terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal dirinya. Dapat juga diartikan bahwa harga diri menggambarkan sejauh mana individu tersebut menilai dirinya sebagai orang yang memiliki kemampuan, keberartian, berharga, dan kompeten.
Pendapat ini menerangkan bahwa harga diri merupakan penilaian individu terhadap kehormatan dirinya, yang diekspresikan melalui sikap terhadap dirinya. Arti harga diri (self esteem) menurut pendapat beberapa ahli adalah penilaian individu terhadap kehormatan diri, melalui sikap terhadap dirinya sendiri yang sifatnya implisit dan tidak diverbalisasikan dan menggambarkan sejauh mana individu tersebut menilai dirinya sebagai orang yang memiliki kemampuan, keberartian, berharga, dan kompeten.
Orang tua dan guru memiliki tanggung jawab besar untuk dapat memenuhi kebutuhan harga diri anak didiknya melalui pemberian kasih sayang yang tulus sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara wajar dan sehat, lahir dan batin, yang di dalamnya terkandung perasaan harga diri yang stabil dan mantap.
Di sinilah tampak arti penting peran orang tua dan guru sebagai fasilitator. Saya katakan bahwa pentingnya pemenuhan kebutuhan harga diri individu, khususnya pada kalangan remaja, terkait erat dengan dampak negatif jika mereka tidak memiliki harga diri yang mantap. Mereka akan mengalami kesulitan dalam menampilkan perilaku sosialnya, merasa inferior dan canggung. Namun apabila kebutuhan harga diri mereka dapat terpenuhi secara memadai, kemungkinan mereka akan memperoleh sukses dalam menampilkan perilaku sosialnya, tampil dengan kayakinan diri (self-confidence) dan merasa memiliki nilai dalam lingkungan sosialnya.
Sekarang bagaimana kita mengambil peran? Terlihat di sini bahwa self esteem itu sangat diperlukan terutama individu-individu yang kurang percaya diri dan bersifat labil. Untuk memperolehnya memang kita harus merubah tata cara kehidupan kita dimulai dari kebiasaan (behavior). Ia dimulai dari hal-hal paling kecil, misalnya menghormati orang tua dan sahabat, menepati janji, sopan santun, berpakaian rapi bersih dan teratur, kebiasaan ini otomatis akan merobah perilaku atau attitude kita supaya memiliki kemampuan menempatkan diri, termasuk dalam kehidupan keluarga.
Tentu akan menjadi cerita panjang mengenai harga diri ini yang sekarang menjadi kebutuhan pokok suatu kehidupan. Bagaimana dan darimana Gereja mau mulai? Saya setuju sekali bahwa peran gereja juga diperlukan untuk mulai memperhatikannya. Sedangkan kita sendiri perlu mulai memberikan contoh kepada anak cucu kita. Semoga Tuhan memberkati kita semua.








