Tukang Sapu

Pahlawan kebersihan yang menantang bahaya dan berjuang untuk kebersihan memberi kenyamanan buat kita yang lewat (Adh)

tukang sapu jalan denagn cucunyaSehabis agenda Basar Ramadhan di Lingkungan Keluarga Kudus, biasanya ada kegiatan bagi-bagi amplop kepada para pasukan oranye atau penyapu jalan di wilayah Jakarta Barat.
Pagi jam 4.30 subuh peserta sudah kumpul di rumah saya lalu dibagi dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 7 atau 8 mobil. Ada yang ke ke utara, selatan, timur dan barat. Mata kita harus awas mencari mana itu tukang sapu, karena mereka setiap hari jam 4 masih gelap sudah keluar menyapu jalan. Kalau bisa dapat lalu kami serahkan sebuah amplop berisi uang Rp 50.000,- sebagai ungkapan terima kasih kami karena kami menganggap mereka adalah pahlawan kebersihan, yang tanpa kenal lelah dan bahaya. Apalagi sebelum matahari terbit mereka sudah harus bekerja keras. Kami juga menyaksikan solidaritas mereka dengan mengingatkan kami bahwa ada teman-teman mereka belum dapat. Kadang mereka harus lari-lari untuk memberitahukan teman-teman mereka. Sempat juga kami berfoto bersama. Ada juga yang Katolik, namanya ibu Magdalena, dan kami mengambil gambar bersama beliau. Setelah operasi selesai sekitar 90 menit kami berkumpul untuk makan pagi bersama di Bakmi Agoan, Mangga Besar, sekalian kuliner. Sarapan pagi dengan nuansa luar biasa karena hati sedang penuh suka cita.
Tukang sapu jalan adalah pekerjaan yang kita anggap sangat kurang mendapat perhatian. Sebab bayarannya yang sangat minim, tetapi mereka tidak pantang menyerah. Mereka maju terus untuk berjuang demi kebersihan, dengan moral yang tinggi, tanpa banyak pamrih, yang penting kota Jakarta bersih. Seandainya anda punya waktu, bolehlah jalan pagi hari dan lihatlah mereka bekerja. Jika tergerak hati bolehlah membantu sedikit saja dan hati mereka akan senang sekali. Ibadah pagi ini tentu akan membangkitkan suka cita besar bagi anda dan keluarga.
Sepintas saja
menyapu jalanan sepertinya mudah, karena tidak perlu pengetahuan atau ijasah S1 atau kursus, tetapi buat saya, suruh nyapu rumah saja bisa seminggu sakit pinggang. Apalagi menyapu jalan, lalu kecepatan kendaraan di pagi hari tinggi, yang nyetir juga mungkin belum sadar penuh, mengantuk jadi sangat riskan sekali.
Mereka membersihkan jalan untuk siapa? Tentu saja buat kita semua agar jalan yang kita lalui bersih dari sampah dan sehat. Yang terpenting adalah membangkitkan citra karsa kota kita Jakarta yang terkenal kotor menjadi Bersih dan Sehat.
Setiap hari kita melihat JALAN hidup kita juga banyak kotoran, sampah dan sisa-sisa makanan. Ternyata di sana juga ada penyapu jalanan, yang boleh dianggap kita tidak tahu atau sengaja tidak tahu.
Bahwa mereka berjuang menyapu kotoran di jalan kehidupan kita. Mereka adalah orang-orang yang kita CINTAI. Saya mengajak sahabat semua untuk melihat dan menyaksikan pahlawan-pahlawan yang membersihkan dan menyapu untuk membuat jalan HIDUP kita bersih. Kita disapu dengan kasih sayang, cinta dan perhatian serta nasehat-nasehat. Siapakah aku ini? Sampai mereka rela berpeluh dengan susah payah agar jalanku bersih! Kiranya mereka juga menjadi bagian dari hidup kita yang memerlukan perhatian kita. Tuhan memberkati, Salam dan doa.

Tradisi

Menggali tradisi dan tetap bersama tradisi memberikan kemampuan baru (Adh)

images (12)Sepulang dari sebuah pertemuan yang membicarakan masalah Inkulturisasi dalam gereja Katolik dengan beberapa teman di daerah puncak, kami mampir di rumah teman yang berada di lokasi Sentul. Rumahnya berada dalam bilangan lapangan Golf, yang sangat asri sehingga menarik dan anggun sekali. Ungkapan selamat datang disampaikan tuan rumah dengan singkong goreng, jagung rebus dan kacang rebus juga kopi hangat. Semua dihasilkan oleh kebun sendiri kata bapak Johnny, pemilik rumah.
Yang sangat menarik bagi kami adalah kondisi rumah beliau, yang ditata sangat baik, terutama tradisi Jawa yang melekat benar dengan beliau. Di sudut-sudut dan dinding penuh dengan foto-foto tradisi Jawa. Mulai dari urusan keluarga, perkawinan, kelahiran, dan mitoni lamaran. Semuanya sungguh indah dan menawan. Saya bertanya kepada beliau bagaimana beliau mempertahankan tradisi Jawa demikian baiknya. jawaban beliau bahwa dengan menggali tradisi dan bersama tradisi, maka beliau lebih dimampukan terutama dalam hubungannya dengan rohani.
Bagus sekali pandangan ini, karena siangnya kami baru berbicara masalah Inkulturisasi.
Inkulturasi adalah sebuah istilah yang digunakan di dalam paham Kristiani, terutama dalam Gereja Katolik, yang merujuk pada adaptasi saling mempengaruhi antar kebudayaan-kebudayaan non-Katolik ajaran-ajaran Gereja Katolik.
Saya rasa setiap tradisi pasti baik adanya. Misalnya tradisi Cina tentang Ceng Beng (bersih-bersih kubur orang tua dan keluarga yang meninggal). ini memberikaan wacana ikatan kekeluargaan yang rapat dan beguna dalam kehidupan masing-masing, tradisi menggunting kuku, memotong gigi, dan sunatan semua baik adanya. Sedemikian baiknya sehingga perlu kita lestarikan turun temurun agar anak-cucu kita juga bisa merasakan baiknya suatu tradisi.
Tradisi, baik dalam bentuk fisik, etika, cara berbahasa, cara berpakaian dan cara menghormati tentu masing masing daerah berbeda, tetapi jika dipadukan akan baik sekali. Betapa rindu saya kalau setiap bulan sekali Gereja mengadakan misa dengan tradisi tersendiri, supaya kita semakin kaya akan tata-cara tradisi dunia. Misalnya misa dengan bahasa Mandarin dan tradisi Cina, misa bahasa Jawa, misa ala Batak, misa ala Timor dan Flores, dan misa ala Ambon. Dengan demikian kita ikut berpartisipasi dalam melestarikan kebudayaan kita kepada anak-cucu kita.
Di dalam diri kita tentu tercipta adanya tradisi-tradisi tersendiri. Ada baiknya coba kita sinkronisasi dengan kondisi yang ada, misalnya kebiasaan-kebiasaan baik dijadikan tradisi keluarga seperti cium pipi saat berjumpa, doa pagi bersama, makan malam di meja makan bersama, saling mendoakan, dan saling menyapa.
Jika tradisi keluarga sudah terbentuk, kita juga membiasakan kebiasaan kita menjadi tradisi tersendiri. Senyuman kepada siapa saja yang kita jumpai. Tutur sapa yang sopan, ketelitian, dan hormat menghormati. Dengan demikian saya sepakat kalau nilai tradisi akan memberikaan nilai tambah bagi kehidupan kita. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Hati-hati

Berhati-hatilah dalam mengendarai kendaraan di jalan raya dan anda telah menyelamatkan nyawa sesama (Adh)

images (11)Pagi-pag saya dan istri dan anak kami menikmati ketupat sayur di Petojo Enclek. Selesai makan, kami pulang ke rumah. Di tengah perjalanan daerah Jagal Monyet dekat Cideng, kami menyaksikan sebuah sepeda motor menyalib mobil Avansa, tetapi saat yang sama Avansa tersebut mau menyalib sebuah sedan. Akibatnya sepeda motor yang dikendarai anak muda itu jatuh terguling dan mobil dibelakangnya melindasnya. Kejadian ini sangat singkat terjadi di depan kami dan kelihatannya penumpang sepeda motor itu meninggal dunia di tempat. Hati kami sangat sedih melihat kejadian tersebut.
Beberapa sahabat saya juga harus mengalami hal yang sama. Kejadian yang dialami Bapak Rudy dan Bapak Hansen adalah karena ketidak hati-hatian pengendara sepeda motor, yang mengakibatkan kecelakaan fatal.
Suatu ketika Ibu Kolonel Sardjono sahabat saya, mengantar suaminya ke kantor di Medan Merdeka Barat, karena agak macet sang suami bilang turun di jalan saja lalu menyebarang jalan dari pada muter, tetapi nasib menunjukkan lain. Begitu turun dari mobil ternyata disambar oleh bus di dalam koridor busway dan beliau meninggal di tempat. Pelanggaran lalu lintas juga merupakan bentuk ketidak hati-hatian sehingga mengakibatkan kecelaakaan fatal. Kita semua sepakat dan setuju bahwa memang harus demikian, tetapi mengapa kita di jalan di mobil di mana saja sering lalai dan tidak hati-hati terutama saat berada di jalan raya saat mengendarai sepeda motordan mobil? Sering kita lupa bahwa kita harus waspada dan hati-hati. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kita tidak hati-hati :
Pertama, kebiasaan buruk seperti merokok, meludah, telpon saat mengemudi, minuman keras, narkoba, dan kebiasaan melanggar aturan. Kebiasaan ini penyebab orang akan menurun tingkat ke hati-hatiannya. Kedua, emosional seperti marah, kesel, ketakutan, benci, terlalu gembira, dan dendam. Ini bisa membuat orang lepas kendali sehingga lupa bahwa dia harus bertindak hati-hati. Ketiga, kondisi tubuh kurang sehat seperti lelah, capek, sakit, dan vertigo. Hal ini menyebabkan kita lengah bahkan bisa kehilangan kontrol saat berada di jalan. Keempat, emergency seperti kelahiran, antar orang sakit, buru-buru, ada kecelakaan, dan mau menolong. Dalam keadaan emergency kita sering lupa akan berbuat hati-hati Kelima, suasana keakraban seperti bercanda, kencan, tertawa, dan cerita. Semua suasana ini bisa membuat kita lemah dan kurang berhati-hati.
Masih banyak situasi dan kondisi yang membuat kita itu berkurang tingkat kehati-hatiannya, tetapi beberapa tips untuk meningkatkan kehati-hatian antara lain :
1. Berdoalah sebelum jalan, baik sendirian maupun bersama keluarga atau teman. Ini membangkitkan suasana yang lebih hati-hati.
2. Memasang musik ringan saat mengemudi sendirian atau radio untuk mengurangi ketegangan. Kita bisa pasang gantungan atau salib di atas dashboard atau di spion.
3. Sediakan handuk basah, tissue basah, atau saputangan basah untuk bisa lap muka saat mengantuk lalu istirahat sejenak. Kalau di luar kota ada tempat peristirahatan.
4. Makan permen atau mengunyah sedikit makanan untuk mengalihkan rasa kantuk.
5. Wewangian ringan diatas mobil bisa sangat membantu.

Saya sendiri selalu menyapa sopir saya dengan menanyakan masalah, kondisi, rumah tangga, saat naik dan turun mobil. Selalu saya bertanya apakah sudah aman? Sapaan-sapaan ringan membantu driver mengurangi rasa tegang dan menguatkan karena nasib dan nyawa kita dan keluarga sepenuhnya ada ditangannya.
Saya mengajak semua sahabat. Mari kita semua semakin berhati-hati, baik di jalan raya, maupun dalam kehidupan sehari-hari dengan demikian kita ikut berpartisipasi menyelamatkan dunia. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Harmonis

Hidup bersama dalam suka cita belum menjamin keharmonisan, tetapi hanya cinta bisa mengatasinya (Kong Fu Tse)

images (13)Yang saya maksud harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan suatu eksistensi dalam sebuah kehidupan, baik di kantor maupun di dalam rumah tangga. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.
Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin.
Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat sekali dalam sebuah kebersamaan.
Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna.
Pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Justru dalam perpaduan itu kita akan menemukan suatu keharmonisan. Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.
Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antara mereka. Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga, yaitu :
1. Jangan melihat ke belakang. Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa nggak saya tolak? Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini. Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru ia akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut terbuka kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perpecahan dan ketidakakuran. Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi.
Inilah masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melongok ke belakang.
2. Berpikir objektif. Konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh. Jadi, mari kita coba melokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami dalam hal ini jangan disikapi dengan emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini terjadi, reaksi balik pun terjadi dimana suami akan berteriak bahwa si isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian. Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Tidak tertutup kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian pada diri anak-anak.
3. Melihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya. Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, kita mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya.
Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan.
Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di sinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.
Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Misalnya, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Tuhan. Itu sudah merupakan kelebihan yang tiada taranya. Luar biasa nilainya di sisi Allah Bapa. Dari situlah kita bisa memandang.
Segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah.
4. Sertakan sakralitas berumah tangga. Salah satu pijakan yang paling utama bagi seorang dan pasangannya rela berkorban dalam berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada Tuhan dan ungkapan. syukur secara bersama. Padahal kalau kita menurut hitung-hitungan materi, maka berumah tangga itu sangat melelahkan. Justru di situlah nilai pahala yang Allah bapa janjikan karena kita ikut membangun dunia. Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, maka mari kita kembalikan semuanya itu kepada Tuhan. Allah bapa kita adalah pemilik masalah dan penyelesaiannya.

Mari kita melakukan pendekatan kepada Tuhan dan jangan bosan-bosan dengan doa.
Ketika kita meletakkan harapan pada Allah Bapa, maka masalah yang berat bisa terlihat ringan secara otomatis. Solusi akan terlihat di depan mata kita dengan ungkapan syukur maka berbahagialah kita dalam tangan-Nya.
Dalam kehidupan di kantor pun kita bisa mengikuti pandangan ini, sehingga kita sesama karyawan, pimpinan, dan staff bisa menjalin kerja sama dengan harmonis. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Pagar

Rumah akan serasa aman kalau ada pagar, tetapi pagar itu simbol rasa ketidaknyamanan (Sutiyoso)

pagar-rumah-design-gate-house-11Mantan Gubernur DKI Bapak Sutiyoso pernah melontarkan ide agar setiap rumah di wilayah DKI Jakarta tidak memasang pagar lebih tinggi dari dua meter, malah dalam kelakarnya, beliau katakan ngapain harus bikin pagar? Kalau di Australia atau di Eropa banyak rumah malah tidak ada pagarnya.
Pertanyaannya siapa yang hidup di Jakarta rumahnya tanpa pagar? Jawabannya ada juga sih! Beberapa teman saya di BSD dan beberapa rumah di Jakarta Selatan dibuat tanpa pagar.
Memang rumah di Jakarta rata-rata memiliki pagar demi perlindungan terhadap maling atau orang jahat. Ada benarnya juga ya kalau pagar itu justru simbol ketakutan dan ketidaknyamanan. Sebaliknya rumah tanpa pagar memang lebih ramah, welcome dan sejuk, damai serta tidak ada ketakutannya.
Setiap orang memang perlu bersikap waspada terhadap segala sesuatu yang dapat membahayakan diri maupun keluarganya. Saya lihat nantinya suatu saat rumah-rumah tidak memerlukan pagar lagi karena sekalipun ada pagar tetap si jahat punya akal untuk bisa menerobos masuk. Artinya perlu adanya pagar-pagar lain, misalnya jaminan keamanan dari aparat, pemerintahan dan hukum yang ketat. Di Singapura, misalnya, seorang anak menyemprot cat ke mobil dihukum 6 kali cambuk. Ada vandalisme yang tidak ada toleransi, sampai Presiden Amerika minta ampun karena Anak itu warga negara Amerika dan hanya didiskon dua cambuk saja.
Jadi, pagar memang diperlukan untuk melindungi, tapi pagar itu juga jadi dilema tersendiri. Apalagi kalau ada istilah pagar makan tanaman atau pagar yang merusak bukan melindungi.
Kehidupan kita sehari-hari juga perlu dipertimbangkan apakah perlu ada pagar? Kecuali kalau kita betul-betul merasa aman maka pagar tidak diperlukan. Pagar Rohani paling indah untuk melindungi diri kita adalah anak-anak, suami-istri, dan orang tua.
Pada hari Kamis Putih 2013 yang lalu Bapa Suci Paus Fransiskus membuat pagar bagus sekali, yaitu mencuci kaki narapidana. Dalam sambutannya, Paus Fransiskus mengatakan bahwa sudah saatnya sekarang tugas para narapidana mengemban utusan supaya merobah dunia kejahatan menjadi dunia yang penuh damai, sejahtera dan indah. Saya mencoba untuk merenungkan bahwa ada hubungannya antara pagar dan waktu dalam seuntai syair lagu “Masih Ada waktu” dari Ebit G Ade :

Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu (pagar)
Entah sampai kapan, tak ada yang bakal dapat menghitung (seberapa tinggi dan lebarnya pagar)
Hanya atas Kasih-Nya,
Hanya atas kehendak-Nya,
Kita masih bertemu matahari (melihat pagar)
Kepada rumput ilalang
Kepada bintang gemintang
Kita dapat mencoba meminjam catatannya.

Sampai kapankah gerangan waktu yang masih tersisa?
Semuanya menggeleng, semuanya terdiam,
Semuanya menjawab
“tak mengerti”
Yang terbaik hanyalah (membuat pagar) segera bersujud
Mumpung kita masih diberi waktu.

Pagar terbaik adalah “waktu” di mana kita menorehkan bakti kita buat yang kuasa sambil melakukan hal-hal yang bermakna. Jika masih mungkin kita boleh berbagi rasa kepada sesama sebagai aplikasi cinta kita. Pagar dan waktu yang baik mestinya membuat kita bersyukur. Jadi, waktu bukan saja untuk mengumpulkan harta duniawi dan bekal kehidupan saja, tetapi suatu “Keuntungan” besar karena masih ada waktu untuk berbagi kepada sesama. Demikian ungkapan bahwa dengan adanya pagar, sehingga kita masih bisa melihat matahari. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Tas

Bukan TAS bukan kepribadian, kalau tanpa TAS ibarat lenggang kangkung (Dewi Soekarno)

images (15)Saya menyusuri toko-toko di bilangan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, sepanjang Jalan Alor yang malam harinya penuh dengan jualan makanan sampai durian Musang King. Sebagian besar toko-toko jualan tas wanita. Hal yang menarik perhatian saya bahwa ada tulisan kenangan dari Ibu Dewi. Saya tidak tahu apakah tulisan itu benar atau tidak, tapi saya sangat tertarik dengan makna dari tulisan itu, sehingga menarik saya untuk mau memberli tas tangan wanita, yang tentu saja harganya semua aduhai. Tas branded original untuk sebagian besar kalangan ibu-ibu dan wanita akan mempunyai nilai lebih bahkan dipercaya dapat menaikan status sosial sang pengguna. Bahkan banyak orang yang seganja menghabiskan ratusan juta rupiah untuk memiliki sebuah tas branded original tersebut. Tas bermerk seperti Coach, Louis Vuitton, Channel, Gucci, Long Champ, Prada, Hermes dll, tentu saja membuat suasana bisnis tas menjadi ramai sekali. Saat saya dan istri mampir di Woodbury Minnesota, United Stated. Kami menyempatkan diri untuk sedikit shopping, tetapi dari jauh terlihat orang antri panjang sekali. Akhirnya kami mendekat ternyata toko Tas Coach, yang sedang sales obral sampai 70 persen. Luar biasa karena sebagian besar pembelinya ibu-ibu dari Indonesia. Setiap orang beli 10 sampai dengan 20 buah. Entah mau diapakan tas begini banyak, jangan-jangan mau jualan. Tas memang menjadi suatu kebutuhan, bahkan boleh disebut kebutuhan pokok, baik untuk pria maupun wanita untuk melengkapi kegiatan sehari-hari. Bahkan ada yang menyebut bisa mengangkat harkat dan martabat, gengsi, penampilan atau juga kelas tertentu, tetapi yang terang tas itu memberikan rasa aman bagi barang-barang yang dibawa di dalam tas, juga memberikan kemudahan cara membawa barang-barang tersebut. Menarik sekali berbicara tentang tas. Tas menjadi pusat perhatian semua orang (terutama para pencopet ya). Di seluruh dunia perusahaan pembuat tas berlomba-lomba membuat design dan daya tarik tersendiri. Tentu dalam kehidupan rohani, ada hal yang juga menarik bahwa apabila kita membawa “TAS” dalam arti tertentu kita akan menaruh segala harta, perhiasan dan apapun milik kita dan mudah kita bawa kemana-mana, yaitu “Hati” kita sendiri. Sedemikian rupa cantiknya sehingga membuat kehidupan kita akan tampil berbeda. Teman dekat saya bertanya “LHO” kok tas disamakan dengan “Hati” manusia? Saya tertawa juga mendapat pertanyaan tersebut. Saya tahu bahwa setiap orang tahu bahwa kemana-mana segala miliknya dibawa jalan-jalan anatara lain harga diri, kebanggaan, cinta, kerinduan bahkan amarah dan benci. Disimpan di mana? Tentu saja disimpan dalam hati. Tetapi tentu barang siapa menghargai betapa bernilainya barang-barang yang dia bawa, maka dia akan menaruhnya dalam tas yang mahal juga sekaligus ia punya penampilan menarik. Semoga Tuhan memberkati dan melindungi kita bersama. Salam dan doa.

Proses

Witing tresno, jalaran soko kulino. Witing mulyo jalaran wani rekaso.

images (16)Masih ingat ungkapan dalam bahasa Jawa? Buat para tetua atau orang tua Jawa pasti mengerti arti kata di atas, kalau saya boleh terjemahkan : Tumbuhnya cinta, karena terbiasa atau kedekatan. Kemuliaan hidup harus melalui pengorbanan atau penderitaan. Menjalin sebuah hubungan, baik urusan cinta atau persahabatan pasti membutuhkan waktu, keberanian, mau menerima apa adanya, berbagi rasa dengan orang yang kita cintai.
Kita tahu bahwa hidup itu harus memilih, apa yang kita pilih itulah yang harus tumbuh menjadi cinta.
Seiring berjalannya waktu maka setiap hubungan, seperti hubungan suami-istri pasti banyak menemui perbedaan, ketidakcocokan, dan perselisihan. Di sana bisa terjadi keretakan kalau kita tidak mengerti arti cinta. Sebagian orang akan menganggap sebagai nasib buruk, tetapi sebagian orang justru menganggap ini sebagai bumbu, yang bahkan saling mendekatkan diri untuk mengatasi perbedaan sehingga cinta akan semakin indah dan manis. Nah, di sini saya melihat makna kata di atas, karena terbiasa, maka cinta itu tumbuh, pengertian tumbuh artinya berakar jadi kuat, sehingga tahan uji, kuat dan tak tergoyahkan. Seorang sahabat saya bercerai dengan istrinya setelah 10 tahun hidup bersama. Setelah 5 tahun bercerai, mereka sepakat bersatu kembali. Salah satu alasannya adalah karena mereka sudah biasa hidup bersama, begitu berpisah ternyata hidup lebih menderita.
Dalam kehidupan rumah tangga, cinta harus tumbuh dan tumbuhnya itu karena terbiasa. Maksud biasa di sini bisa banyak diartikan :
Biasa ke gereja bersama
Biasa makan bersama
Biasa berdoa bersama
Biasa bergandengan tangan bersama
Biasa berdiskusi bersama
Biasa bercanda bersama
Biasa nonton bersama
Biasa memakai baju kembar bersama
Dan lain-lain kebiasaan
Terciptanya kebiasaan ini menumbuhkan cinta semakin kuat.
Ada sahabat saya bertanya bagaimana kalau keluarga sudah berantakan? Apakah mungkin disatukan lagi? Saya bertanya kembali untuk mewakili jawaban saya bahwa apakah di samping pertengkaran ada hal lain yang bisa di kerjakan bersama? Contohnya, menolong orang susah, mengunjungi orang tua, membantu tuna netra, membantu korban banjir, dan mengunjungi nara pidana di penjara. Jika itu dilakukan bersama, maka cinta akan bersemi kembali. Sejauh kita harus saling memaafkan dan saling berbagi rasa. Kisah Rara Jongrang, dalam filosofi Jawa, mengajarkan kita bahwa cinta tidak bisa dipaksakan, tetapi harus tumbuh. Salam dan hormat saya. Semoga semua sahabat bisa tumbuh dalam cinta melalui kebiasaaan, terbiasa dan mampu untuk tumbuh, demikian kata lanjut “Witing mulyo jalaran wani rekaso”. Tuhan memberkati.

Perseteruan

Setiap perseteruan antara suatu negara dan negara lainnya pasti ada negara lain yang mengambil keuntungan. Seperti mengail di air keruh, demikian kita harus belajar waspada. (Mc Arthur)

Jamane jaman edan, sing penting eling lan waspodo (Soeharto)

images (10)Korea Utara mengumumkan agar semua Duta Besar negara-negara bersahabat agar dalam waktu 14 hari harus meninggalkan PyongYang karena pemerintah DPRK tidak dapat menjamin keselamatan para Duta Besar dan anggota keluargamya jika terjadi peperangan.
Saya rasa ancaman ini cukup serius walaupun negara ini paling suka gertak sambal (kalau sambal pedas lain cerita). Lawannya Amerika dan sekutunya Korea Selatan boleh senyum tapi bisa jadi semuanya akan jadi masalah. Saya kenal benar dengan Pyong Yang dan persiapan perangnya selama hampir 50 tahun. Mereka tahan susah, setia kawan, kompak dan sehidup semati. Beberapa sahabat saya mulai dari duta besar dan berkuasa penuh di Indonesia dan beberapa menteri dan pejabat penting yakin bisa mengalahkan Korea Selatan dalam waktu hitungan jam.
Mengapa dua negara serumpun sebangsa sebahasa ini bisa perang terus (istilah saya adu jangkrik). Pendapat saya kalau dua negara ini bersatu maka negara ini bisa menjadi negara terkuat di dunia. Utara jago berantem, selatan jago dagang, maka habislah negara-negara yang tanggung kaya kita ini. Tapi perseteruan ini yang untung siapa ?
Lona dan Adi sudah menikah 20 tahun, suatu hari karena hujan deras sekali mereka mampir di restoran makan malam disebrang Jalan Tol Tanjung Priok Cawang. Karena naik motor, mereka tidak konvinien kalau melanjutkan perjalanan.
Saat ingin menelpon ternyata HP Adi tidak ada pulsa, lalu pinjam HP Lona, tapi ketika memegang HP itu Adi terkejut luar biasa, karena HP ini bukan milik Lona, tapi di layar tampilan foto Lona, ternyata ini HP milik Girin, sahabat Lona yang juga dikenal Adi. Lona yang tanpa sadar membuka kedok perselingkuhannya, yang sudah dilakukannya dengan Girin. Seribu alasan dikeluarkan Lona, tapi buat Adi setiap kata-kata Lona bagai badai luar biasa. Makan pun sudah tidak bisa ditelan, akhirnya pulanglah mereka berdua. Walaupun masih hujan, bagi Adi rasanya mau menabrakkan motor agar mati berdua. Kini rumah tangga ini berubah menjadi neraka karena perseteruan berkelanjutan.
Baik Negara maupun pribadi perseorangan sama saja kalau terjadi peperangan, maka rakyatlah atau anak-anak yang menderita, tetapi di sisi lain penyebab perseteruan hanya tersenyum saja, bahkan menikmati dan jika perlu mengail di air keruh.
Untuk itu marilah kita menyadari bahwa jika ada perseteruan bisa kita duduk sama-sama. Jangan hitung untung-rugi atau jangan hitung menang -kalah, jangan hitung sakit atau tidak sakit tapi lihatlah berapa besar korban yang akan menanggung penderitaan dan mereka sama sekali tidak bersalah.
Semoga kita semua diberkati dan dilindungi oleh Kasih Tuhan supaya kita mengerti apa yang kita perbuat dan apakah bisa menimbulkan perseteruan! Tuhan memberkati.

Tangan Dingin

Seperti halnya pohon yang tumbuh di tepi sungai, yang daunnya rindang dan menghasilkan buah banyak pada musimnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil ini yang disebut tangan dingin (Mazmur)

tangan-dingin130212cDi awal tahun 1990, nama Rudy Maeloa sangat terkenal, beliau dipanggil Tangan Emas dan Tangan Dingin, karena apapun yang dipegangnya semua berhasil. Karismanya luar biasa sampai hampir semua orang pebisnis yakin dia akan menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Di dalam jamuan makan di rumah Keluarga Argopura, di rumah Ibunda Merry, saya diundang bersama ada hadir juga Pak Eka Widjaja, ayah mertua beliau, yang sambil bercanda mengatakan bahwa Rudy pasti jadi orang besar kelak.
Gurita bisnis dibawahnya terus berkembang dan besar. Sayangnya beliau harus meninggalkan kita di usia sangat muda sekali.
Saya teringat sekali ucapan beliau bahwa kalau kita ingin berhasil harus ingat Mazmur 1:1-3. Artinya, kalau ingin berhasil pertama sekali kita harus ingat Tuhan kita sebagai Sang Khalik yang mengatur hidup kita dan tidak lupa lingkungan kita karena kita tidak mungkin sukses tanpa didukung. oleh lingkungan kita.
Saya sangat sepakat sekali dengan apa yang beliau sampaikan. Apa lagi ingat kata Mochtar Ryadi bahwa bagaimana kita bisa mengejar kuda kalau kita tidak naik kuda ?
Tangan dingin tidak tergantung kepada apa yang dikerjakan atau siapa yang mengerjakan, tetapi kalau semua itu dikerjakan dengan mengikuti arahan Roh Kudus, maka itulah tangan dingin. Karena sebenarnya kegagalan adalah pondasi kesuksesan atau ada yang mengatakan sukses yang tertunda, karena hampir semua orang berhasil selalu diawali dengan kegagalan, sebab di situ kita dipacu untuk berhasil.
Kita semua dilahirkan untuk jadi pemimpin, paling tidak untuk memimpin diri kita sendiri untuk menjadi baik, benar dan bijaksana. Setiap pemimpin harus bertangan dingin karena siapa saja jadi pemimpin ingin menjadikan organisasi dibawahnya berhasil dan sukses. Tidak ada satupun orang yang mengharapkan kegagalan.
Hidup ibarat sebuah usaha, karena diakhir hidup kita pasti dan sangat pasti ada laporan pertanggungjawaban terhadap setiap apa yang kita perbuat di dunia ini. Siapa saja akan berbahagia jika menghasilkan laporan yang baik dan positif yang juga nantinya dinikmati anak dan cucu serta orang-orang yang kita cintai, sehingga kelak kita disebut orang yang bahagia.
Sampai suatu saat kita semua bersama-sama mengakui bahwa usaha-usaha yang kita kerjakan tidak terlepas dari apa yang juga diharapkan oleh Tuhan. Kata teman saya Pak Rudy Prayatna bahwa Tuhan tidak akan mempermalukan anak-Nya.
Tuhan memberkati, menyayangi dan melindungi kita sekarang, selalu dan selamanya. Salam dan doa.

Audit

Perusahaan atau organisasi yang memiliki audit system biasanya lebih bertahan hidup dan langgeng.

images (17)Audit atau dalam bahasa Indonesia kita sebut Sistim Pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu perusahaan atau organisasi, di mana yang dievaluasi adalah sistemnya seperti proses pelaporan keuangan dan operasionalnya, atau produk dan hasil produksinya. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang biasanya kita sebut Auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktek yang telah disetujui dan diterima.
Dengan adanya audit maka perusahaan atau organisasi akan makin solid dan kuat, sekarang tinggal sampai di mana tingkat transparansinya, sehingga hasil audit bisa dimanfaatkan secara sempurna.
Audit keuangan adalah audit terhadap laporan keuangan suatu entitas (perusahaan atau organisasi), yang akan menghasilkan pendapat (opini) pihak ketiga mengenai relevansi, akurasi, dan kelengkapan laporan-laporan tersebut. Audit keuangan umumnya dilaksanakan oleh kantor akuntan publik atau akuntan publik sebagai auditor independen atau orang yang memiliki kemampuan serta pengetahuan tentang sistim keuangan dengan berpedoman pada standar profesional akuntan publik.
Selain audit keuangan ada beberapa jenis uudit yang harus dikerjakan dan apabila dijalankan dengan baik, niscaya perusahaan atau organisasi ini akan menjadi besar dan kokoh. Audit lainnya seperti : audit operasional, audit ketaatan dan disiplin, audit pemasaran, dan masih banyak lagi termasuk audit Standarisasi ISO, ISM, HSE, dan OSHASS.
Mengapa audit begitu penting? Apakah sudah tidak ada lagi unsur kepercayaan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan sedemikian rupa sehingga setiap laporan yang dibuat harus diaudit? Apakah orang yang audit bisa lebih mengerti daripada yang buat, bahkan seperti perusahaan kami audit itu berlapis-lapis. Terlepas dari semuanya itu, sistim audit itu memberikan nuansa tersendiri bagi kita untuk bergerak secara terarah, sistemik dan terorganisir, secara baik, konsekwen dan konsisten.
Kalau saja kehidupan kita sehari-hari memiliki sistim audit yang baik, maka kita juga akan berusia lanjut, langgeng dan bahagia, tinggal apakah kita mau diaudit atau tidak. Soalnya kita biasanya merasa kita paling tahu tentang diri kita. Sedangkan yang berbahaya kalau kita salah dan kita tidak tahu salah. Kalau sakit badan mungkin bisa dirasa, kalau sakit batin kadang kita tidak tahu sampai-sampai tidak tahu apa yang harus diperbuat. Saya rasa di sana kita memerlukan bantuan audit rohani kita !! Tuhan memberkati. Salam dan doa.