Pahlawan kebersihan yang menantang bahaya dan berjuang untuk kebersihan memberi kenyamanan buat kita yang lewat (Adh)
Sehabis agenda Basar Ramadhan di Lingkungan Keluarga Kudus, biasanya ada kegiatan bagi-bagi amplop kepada para pasukan oranye atau penyapu jalan di wilayah Jakarta Barat.
Pagi jam 4.30 subuh peserta sudah kumpul di rumah saya lalu dibagi dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 7 atau 8 mobil. Ada yang ke ke utara, selatan, timur dan barat. Mata kita harus awas mencari mana itu tukang sapu, karena mereka setiap hari jam 4 masih gelap sudah keluar menyapu jalan. Kalau bisa dapat lalu kami serahkan sebuah amplop berisi uang Rp 50.000,- sebagai ungkapan terima kasih kami karena kami menganggap mereka adalah pahlawan kebersihan, yang tanpa kenal lelah dan bahaya. Apalagi sebelum matahari terbit mereka sudah harus bekerja keras. Kami juga menyaksikan solidaritas mereka dengan mengingatkan kami bahwa ada teman-teman mereka belum dapat. Kadang mereka harus lari-lari untuk memberitahukan teman-teman mereka. Sempat juga kami berfoto bersama. Ada juga yang Katolik, namanya ibu Magdalena, dan kami mengambil gambar bersama beliau. Setelah operasi selesai sekitar 90 menit kami berkumpul untuk makan pagi bersama di Bakmi Agoan, Mangga Besar, sekalian kuliner. Sarapan pagi dengan nuansa luar biasa karena hati sedang penuh suka cita.
Tukang sapu jalan adalah pekerjaan yang kita anggap sangat kurang mendapat perhatian. Sebab bayarannya yang sangat minim, tetapi mereka tidak pantang menyerah. Mereka maju terus untuk berjuang demi kebersihan, dengan moral yang tinggi, tanpa banyak pamrih, yang penting kota Jakarta bersih. Seandainya anda punya waktu, bolehlah jalan pagi hari dan lihatlah mereka bekerja. Jika tergerak hati bolehlah membantu sedikit saja dan hati mereka akan senang sekali. Ibadah pagi ini tentu akan membangkitkan suka cita besar bagi anda dan keluarga.
Sepintas saja
menyapu jalanan sepertinya mudah, karena tidak perlu pengetahuan atau ijasah S1 atau kursus, tetapi buat saya, suruh nyapu rumah saja bisa seminggu sakit pinggang. Apalagi menyapu jalan, lalu kecepatan kendaraan di pagi hari tinggi, yang nyetir juga mungkin belum sadar penuh, mengantuk jadi sangat riskan sekali.
Mereka membersihkan jalan untuk siapa? Tentu saja buat kita semua agar jalan yang kita lalui bersih dari sampah dan sehat. Yang terpenting adalah membangkitkan citra karsa kota kita Jakarta yang terkenal kotor menjadi Bersih dan Sehat.
Setiap hari kita melihat JALAN hidup kita juga banyak kotoran, sampah dan sisa-sisa makanan. Ternyata di sana juga ada penyapu jalanan, yang boleh dianggap kita tidak tahu atau sengaja tidak tahu.
Bahwa mereka berjuang menyapu kotoran di jalan kehidupan kita. Mereka adalah orang-orang yang kita CINTAI. Saya mengajak sahabat semua untuk melihat dan menyaksikan pahlawan-pahlawan yang membersihkan dan menyapu untuk membuat jalan HIDUP kita bersih. Kita disapu dengan kasih sayang, cinta dan perhatian serta nasehat-nasehat. Siapakah aku ini? Sampai mereka rela berpeluh dengan susah payah agar jalanku bersih! Kiranya mereka juga menjadi bagian dari hidup kita yang memerlukan perhatian kita. Tuhan memberkati, Salam dan doa.









