DISERSI

Disersi merupakan suatu penyakit dalam tubuh TNI/Militer atau kepolisian atau suatu organisasi politik, yang perlu diatasi atau diberantas karena dampak dari disersi dapat menjadikan anggota TNI/Militer atau kepolisian atau anggota organisasi untuk berbuat kriminal sehingga menghambat Pembangunan Nasional bahkan aparat sebagai subjek hukum. Disersi mengabaikan sebagian atau seluruh tugas yang diperintahkan kepadanya sehingga menyebabkan disorganisasi sosial dalam kesatuan. Disersi merupakan penghianatan terhadap TNI, kepolisian, organisasi dan bahkan kepada negara, karena mengabaikan sebuah utusan tugas (Istilah dikutip).

pecat-prajurit-dalamHari Rabu, 8 Mei lalu, saya menyempatkan diri menonton Film ” Hummingbirds “yang aktor wataknya di perankan oleh JASON STATHAM sebagai Joy. Pemain watak yang kita kenal melalui beberapa filmnya : The Transporter, Snatch, dan Crank. Aktor muda (45) yang sangat berbakat itu membuat para penonton terpukau dalam permainannya. Ia bermain bersama aktris Rusia Agatha Buzek, yang memerankan Suster Biarawati Christina. Sebagai suster biarawati yang melayani para pengemis dan gembel dengan membagi ransum makan setiap malamnya dan membersihkan piring mangkok sampai dini hari. Joy seorang perwira tentara yang tidak tahan melihat kekerasan perang harus meninggalkan medan perang dan menjadi incaran pencarian polisi militer. Ia hidup dalam kekerasan karena ditinggalkan anak istrinya. Ia harus mengalami dilema hidup. Film yang bagus sekali dan patut ditonton, khususnya oleh para pastor dan suster. Nobar yuk!
Hari Kamis, 9 Mei lalu, umat Kristiani merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Kita semua sebagai laskar atau tentara pembela kebenaran di “UTUS” oleh Kristus, yang diulang-ulang dalam setiap misa selesai. “Pergilah, Anda diutus!” Apa yang terjadi ternyata kita banyak yang tidak menjalankan perutusan-Nya. Sebaliknya kita telah melakukan “Disersi”, bukan saja tidak melakukan tugas yang diberikan kepada kita, melainkan kita malah bertolak belakang dengan apa yang seharusnya kita lakukan.
Kita semua diutus untuk melakukan tugas-tugas penting, tetapi disisi lain kita tidak atau tidak mau tahu apa yang kita harus kerjakan dan diutus untuk apa? Bagaimana? Mau apa? Disuruh ngapain? Tugas apa? Jujur saja saya sendiri juga kabur karena cuma terdengar kata mari kita pulang kita “diutus”. Terjemahan saya bisa saja diutus pulang jangan kemana-mana ya!! Kalau saya biasa pulang mampir dulu makan MIE ALOY atau nasi Padang, tetapi apa bila kita mau memperdalam sedikit makna bahwa sebenarnya kita ini diutus untuk pergi.
Pertama sekali adalah untuk memerangi suatu kebatilan, kejahatan, kekeliruan, ketidak benaran. Cuma pertama dimana medan perangnya? Paling awal adalah diri kita sendiri. Artinya kita harus melawan diri kita sendiri dan kemauan diri kita sendiri, baru kita bisa banyak bicara mengalahkan kejahatan diluar diri kita.
Kedua, kita diutus untuk mengabarkan kabar gembira, agar semakin banyak orang bertobat, sehingga kerajaan sorga bersorak sorai. Di mana satu orang bertobat maka langit dan bumi ikut bersuk cita.
Ketiga, kita diutus menjadi juru damai, artinya dalam hidup kita harus jadi contoh agar damai sejahtera selalu berada di sekitar kita, di dalam rumah tangga keluarga dan juga dengan teman-teman sekantor. Kita diutus menjadi CONTOH atau PROTOTYPE wajah Tuhan sendiri dan memberikan terang bagi jalan sahabat-sahabat kita semua.
Terakhir, kita diutus untuk menjadikan semua umat di bumi dari ujung barat ke ujung timur, dimana saja untuk menjadi murid Kristus dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus. “AKU menertai kamu sampai akhir jaman,” kata Yesus.
Waduh berat banget ya perutusan ini. Lalu, kalau kalau kita tidak jalankan artinya kita “disersi” dong? Saya belum mampu menjawabnya tetapi ada beberapa ungkapan manis yang bisa saya tulis : “Bahwasannya ada khabar buruk dan khabar baik yang kita terima saat kita lahir. Kabar buruknya, kita dilahirkan untuk berperang dan tidak bisa melarikan diri dari sana. Kabar baiknya, kita akan memenangkan peperangan tersebut, jika kita memiliki kekuatan Iman, pengharapan dan kasih!!
Ketika fajar sudah mulai menyingsing, aku ingin kita semua membuka hari dengan senyuman dan menyongsong semua kemenangan kita, terutama bisa mengalahkan diri kita sendiri, paling tidak tangan kita ada gunanya. Semoga kita semua diberkati oleh Rahmat, Cinta Kasih Allah, yang melindungi semua sahabat-sahabatku. Mari kita semua bergandengan tangan karena di sanalah ada kekuatan. Salam dan doa.

9 responses to this post.

  1. Posted by leonardy on May 24, 2013 at 10:57 am

    bacaan mengajarlkankita agar dapat menruskan perjuangan dalam hidup,dan masaalah yang ada didalam hidup kita

    Reply

  2. Posted by Johanes on May 24, 2013 at 1:41 pm

    bacaan ini mengajarkan kita agar dapat meneruskan perjuangan dalam hidup, dan masalah yang ada didalam hidup kita..

    Reply

  3. dalam kasus disersi ini yangterjadi dalam aparat keamanan, jangalah ditiru karena kita di sediakan tugas-ttugas dalam menjaga keamanan dalam warganya, dari kemanan, bukan untuk menakutkan warga nya sendiri. maka dari itu tugas-tugas janganlah dilalaikan karena tugas yang menjaga nyawa orang-orang. tentu juga kita harus menjalankan tugas kita dalam menjaga bumi ini agar tidak rusak, yang telah dirbrikan oleh Tuhan.

    Reply

  4. setiap manusia terlahir sebagai pemenang dan sepantasnya juga setiap insan berjuang untuk hidupnya

    Reply

  5. Disesrsi akan hilang jika kita mempunyai kekuatan Iman yang baik. kasih yang tulus,

    Reply

  6. Posted by Alfaty Rachmania on May 25, 2013 at 1:35 pm

    disersi adalah pembelotan kpd musuh; perbuatan lari dan memihak kpd musuh
    atau penghianatan

    Reply

  7. ceritanya sangat bagus, dapat membuat semangat dalam hidup untuk membangun kekuatan iman untuk melewati peperangan dalam kehidupan.

    Reply

  8. seharusnya kepolisian bisa dapat menjaga kepercayaan masyarakat. bukan denga melakukan disersi seperti ini hanya karena kepentingan pribadi. selain akan dibenci masyarakat dan negara tentu hal tersebut juga sangat dibenci Tuhan.

    Reply

  9. Disersi mengabaikan sebagian atau seluruh tugas yang diperintahkan kepadanya sehingga menyebabkan disorganisasi sosial dalam kesatuan. Disersi merupakan penghianatan terhadap TNI, kepolisian, organisasi dan bahkan kepada negara, karena mengabaikan sebuah utusan tugas

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: