Kenangan (2)

Kenangan baik dan indah selalu mendorong kita untuk maju, tetapi kenangan yang tidak baik selalu membuat kita down dan memerlukan tenaga untuk bangkit demi memperbaiki hidup kita (Djokopranoto)

hidup-dalam-kenanganMembaca buku sahabat saya Djokopranoto dengan judul Misteri Api Pencucian telah menarik hati saya. Teman-teman boleh juga ikut membacanya bagi yang beragama Katolik. Awal tulisan beliau mengenai kunjungan beliau dan istrinya ke Turki. Merela melihat sebuah bukit dimana ada rumah bekas tempat tinggal Ibunda Yesus, yaitu Maria. Penemuan tempat ini berkat penampakan Beata Anne Catherine Emmerich, seorang suster berkebangsaan Jerman. Suster ini menerima anugerah khusus dari Tuhan antara lain dalam bentuk stigmata dan kemampuan penglihatan dan penampakan hal-hal masa lalu, yang akan datang dan lain-lain. Salah satu penampakan yang dialaminya adalah tentang penampakan tentang kehidupan Maria di masa lalu. Melalui penampakan itu lalu diadakan ekspedisi penyelidikan sampai menemukan rumah bekas Maria tinggal. Ternyata semua kenangan itu masih ada, seperti pakaian-pakaian, buku-buku tulisan tangan, dan catatan-catatan. Ekspedisi pencarian yang diprakarsai beberapa gereja itu tidak mudah menemukan tempat tersebut karena sangat tersembunyi, tetapi berkat penglihatan Suster Emmerich yang menuntun mereka akhirnya berhasil juga. Dalam buku yang ditemukan ada juga yang mengkisahkan penampakan beliau tentang Api Pencucian.

Sangat disayangkan minggu lalu saya berada di Turki, tapi tidak sempat mengunjungi tempat tersebut. Saya hanya sempat mengunjungi Aya Sofia, sebuah Katedral Gereja Katolik, yang kemudian menjadi Mesjid Agung dan kini menjadi museum. Bangunan yang dibangun pada abad ke-14 sekitar tahun 1400, atau lebih kurang sudah 1600 tahun lalu telah banyak memberikan sisa-sisa kenangan masa itu. Hampir semua bangunannya masih original, hanya ada beberapa yang dipugar kembali, seperti kondisi gereja menghadap Jerusalem. Sedangkan pada saat dibangun Mesjid pada tahun 1600 harus menghadap Kabah jadi ada pergeseran sekitar 5 derajat sesuai penjelasan tour guide kami.

Sore ini seorang sahabat saya mengajak berdiskusi sedikit tentang dimensi kehidupan. Menurut catatan saya dalam referensi bahwa kehidupan manusia ada banyak sekali dimensinya, tetapi saya baru mendapatkan catatan 7 dimensi manusia, seperti dimensi panjang, lebar, tinggi, ruang, rasa, tempat atau ruang dan dimensi komunikasi. Roh tidak memliki dimensi atau dimensinya di luar kemampuan manusia, tetapi menurut saya ada satu dimensi yang bisa bergesekan adalah dimensi komunikasi. Lalu, diskusi juga mengenai makna kematian. Apakah hanya meninggalkan kenangan ataukan ada tugas lain yang lebih penting lagi? Menurut hemat saya bahwa semua manusia pasti akan mati, tetapi kematian bukan akhir dari segalanya. Justru kematian adalah tugas awal penyelamatan dunia dimulai. Mengapa demikian? Perutusan manusia hanya akan selesai pada saat kehidupan kekal secara bersama, yaitu setelah semua manusia tidak ada di muka bumi. Secara dimensi waktu tentu dihitung lama, tapi bagi Tuhan bukan begitu. Demikian sulitnya pengertian itu sehingga terciptalah Sorga dan Neraka sebagai tempat sementara manusia.
Yang pasti suatu saat kita semua akan berkumpul kembali tanpa diikat ruang, waktu, tempat dan rasa lagi.
Kenangan menjadi bagian yang unik dari kehidupan manusia, karena tidak mungkin dilupakan dan akan tetap tinggal dalam memori kita sampai kita mati nanti. Ada yang bisa merobah kenangan masa lalu? Tidak ada yang bisa jawabnya tetapi kenangan itu maknanya bisa dirubah. Misalnya suatu kenangan pahit kita, semasa kecil, dipukul oleh ayah. Kita dendam, benci dan sakit hati berkepanjangan tetapi kenangan pahit itu maknanya berobah menjadi manis sekali saat kita dewasa. Kita memiliki anak dan cucu, maka rindu sekali akan pukulan tersebut. Hal ini aneh sekali tetapi memang demikian adanya.
Kenangan menurut beberapa ahli mendapat tempat secara khusus disimpan dalam otak kita. Ia secara random bisa dikeluarkan kembali walau tersimpan bertahun-tahun, sampai kita sudah tidak ada di bumi lagi. Kisah Bapak Djokopranoto dalam bukunya “Api Pencucian” cukup menggugah saya. Kalau kenangan Maria hilang setelah dia mati? Bagaimana Suster Emmerich bisa melihat dengan nyata kehidupan Maria? Artinya ada transfer kenangan dari Bunda Maria yang bisa dilihat oleh Suster Emmerich. Oleh karena itu, saya tertarik dengan pendapat Professor Dr. Monash bahwa sebenarnya kenangan itu bukan disimpan di otak saja, tetapi juga disimpan dalam alam sadar. Kekuatannya sungguh luar biasa. Ada benarnya juga karena manusia memang dalam tubuh manusia tersimpan tenaga yang sungguh besar tetapi di bawah alam sadar. Saat tertentu bisa dikeluarkan bahkan sangat dahsyat kekuatannya. Di mana tenaga dan kenangan itu disimpan? Saya sendiri tidak tahu.
Ada suatu saat kita bertemu seseorang. Kita kenalpun tidak, tetapi kita sudah membencinya. Kita tidak suka dan bahkan seakan-akan dia musuh kita. Atau sebaliknya kita ketemu seseorang dan dia begitu menarik hati dan sungguh menyenangkan kita. Kata orang bahwa di kehidupan sebelumnya kita pernah bersamanya. Jadi kalau dulu kita bermusuhan dibawa juga sampai kehidupan sekarang. Semoga tidak benar ya.
Semoga semua kenangan kita, baik buruk, susah senang, pahit manis, akan memberikan makna baik bagi kehidupan kita sekarang. Salam dan doa.

Arsip

Sebuah perusahaan yang baik harus memiliki arsip yang baik dan dengan mudah bisa mencarinya kembali saat dibutuhkan (Adh).

arsip1Tugas utama seorang sekretaris, selain koresponden, adalah ARSIP. Saya sangat fokus terhadap kearsipan karena merupakan bagian dari gerak sebuah managemen yang baik dan sempurna. Adakalanya kita menganggap arsip hal yang sepele dan tidak berguna, tetapi itu pandangan yang sangat keliru. Arsip haruslah menjadi bagian utama dari sebuah organisasi. Apabila tidak memiliki sistematika arsip yang baik, maka organisasi ini tidak akan bisa berjalan baik. Saya beberapa kali mengunjungi dokter. Di sana terlihat bahwa dokter yang terkenal, bagus dan pintar memiliki sistem arsip dan data pasien. Kalau ke dokter ternyata nama anda tidak ada, walau sebagai pasien lama, lebih baik batalkan saja kunjungan anda.

Dalam suatu seminar perhotelan yang dilaksanakan oleh sebuah grup perusahaan besar di Hotel Mulia dan bekerja sama dengan sebuah bank terkemuka, topik yang dibicarakan adalah customer satisfaction atau kepuasan pelanggan. Pembicara mengatakan bahwa arsip adalah awal segalanya dalam memuaskan pelanggan. Seperti halnya penerbangan Singapore Airlines. Untuk Raffles Class dan First Class, ia memiliki arsip data penumpang lengkap. Mulai dari anak-anak, cucu, kesukaan makanan dan hobby. Saat kita duduk, stewardes akan bertanya apa khabar Pak…. Nama akan disebut lengkap. Apa kabar dengan Ibu…. Nama lengkap juga disebut. Saat makanan dihidangkan percayalah bahwa makanan kesukaan anda sudah tersedia. Kalau saya yang naik SQ jarak jauh pasti ada gado-gado dan rujak buah. Kalau short range pasti ada bakuteh.Demikian ketatnya mereka merawat arsip. Jika setahun kemudian baru terbang lagi, masakan kesenangan anda pasti tidak dilupakan.

Di kantor saya, arsip ditangani oleh Corporate Secretary, tapi kondisinya masih jauh dari sempurna. Kami terus belajar belajar dan harus belajar bagaimana membuat arsip yang baik dan sempurna. Bayangkan kalau seorang customer mau mengetahui datanya setahun lalu harus menunggu berjam-jam. Atau dengan kata maaf, arsip anda sudah kami buang. Di sana kekecewaan akan dimulai dan tidak ada appreciation. Berbeda dengan seorang customer datang dan semua data sudah kita siapkan sampai apa yang diperlukannya.

Saya mau belajar membuat arsip, baik soft copy (harus di back up) maupun hardcopy dalam tiga rangkap, yaitu file induk, sub file dan sub-sub file. Semoga bisa membuat arsip baik. Kita di rumah juga demikian, semua arsip KTP, KK, ATM, Kartu Kredit, Passport, Akte Lahir, Akte Kawin sudah harus discan dan difile, juga difotocopy minimal rangkap dua dan di arsip. Coba kita belajar dari pengalaman. Bila seorang datang di gereja dan harus bawa semua arsipnya, karena arsipnya sudah hilang semua, atau dia cuma minta Surat Keterangan dalam waktu hitungan menit dia sudah mendapatkan Surat Keterangan lengkap. Ia tidak usah tanya tempat tanggal lahir dan surat kawin karena semua datanya sudah tersimpan rapi di gereja.
Dalam dunia usaha juga demikian. Semakin baik arsipnya semakin kuat perusahaan tersebut. Saya sendiri melihat bahwa salah satu kelemahan kita semua adalah tidak mau membuat arsip sebagai hal penting. Belum lama ini saya berdiskusi dengan tim HRD saya. Saya mengingatkan mereka tentang data base. Ada data-base yang hidup. Ada data yang bisa dikomunikasikan. Ada data yang dipublish dan ada yang mati. Sayangnya para petinggi pun masih belum concern terhadap arsip. Coba kita lihat negara kita mempersiapkan arsip nasional sungguh luar biasa. Mudah-mudahan ada kesempatan kita bisa ke sana dan belajar dan belajar.

Arsip pribadi kita juga macam-macam. Ada arsip yang kita kerjakan. Ada juga arsip-arsip tentang apa yang telah dilakukan sepanjang tahun dan sepanjang hidup kita. Saya mengajak semua sahabat mari kita mulai membuat arsip yang baik. Jangan berpikir bahwa usaha anda sia-sia. Negara akan kuat bila dimulai dari seluruh rakyat memiliki arsip yang baik dan sempurna.

Semoga kita terus belajar bagaimana membuat arsip yang baik. Idealnya bukan buat kita saja, keluarga, sahabat dan lingkungan tapi arsip buat Tuhan. Semua yang kita lakukan dan kita perbuat bagi meluaskan kerajaan-Nya. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Belanja

Salah satu kesenangan para wanita adalah belanja.

133824_belanjaSetiap kali melakukan perjalanan keluar negeri tidaklah lengkap kalau tidak belanja, khusus buat para wanita. Ibu-ibu akan menyiapkan waktunya untuk belanja, apalagi kalau ada musim sale atau obral. Kalau ikut tour mungkin harus ada agenda shopping kalau tidak ada akan kurang seru. Demikian juga kehidupan sehari-hari kita juga tidak terlepas dari belanja untuk keperluan sehari-hari sampai kebutuhan primer kita. Ada 3 hal menarik saat berbelanja kata seorang ibu, sahabat saya.

Pertama, cuci mata. Kegiatan ini bisa mengurangi stress. Walau di kantong tidak ada uang, cukuplah dengan memandang, puaslah hati ini, karena seakan-akan barang itu sudah ada di hati kita bukan bayangan lagi. Demikian mal-mal akan penuh dikunjungi untuk cuci mata. Kedua, mengenal produk. Dengan mengenal suatu produk, harga, quality, seakan-akan kita lebih dari orang lain. Walau tidak memiliki apalagi koleksi, tapi tahu merk-merk terkenal, dan mengikuti perkembangan. Teman saya ada hafal semua seri Tas Hermes. Ada yang hafal seri Mercedez Benz atau BMW dan Audi termasuk semua type dan tahun pembuatan serta spesifikasinya. Ketiga, ini yang paling menarik, bisa tawar menawar. Kalau saja bisa dapat menawar harga sampai dapat murah dibandingkan dengan teman-teman yang lain, maka seakan-akan menjadi juara atas keberhasilannya. Ini membuat hatinya berbunga-bunga, tapi ada benarnya juga untuk para ibu yang kerjanya berdagang. Atau dijual lagi disini sehingga dia akan mendapat untung lebih besar lagi.

Saya sendiri suka vulpen Mont Blanc dan suka koleksi, tetapi beberapa kali dicopet dan ditotong. Saya akhirnya jadi jenuh lalu pakai Parker atau Sheafer atau Pilot saja. Saya suka sekali cuci mata lihat produk vulpen, karena indah sekali designnya, juga harganya wah. Sekarang ada Porche design dan Mont Blanc Blue yang harganya ratusan juta. Menarik juga dengan handphone seperti Vertu, Rodiez, Porche design dari Blackberry yang harganya bisa diatas 1 milyard (bandingkan dengan samsung 200,000 saja sampai Z10 atau Dakotanya Blackberry).

Dalam bukunya Suharyo, berjudul “Si Pemburu” mengisahkan bagaimana indahnya dan seninya para pemburu berbelanja dengan kemampuan menawar sampai memburu koleksi-koleksi barang-barang terkenal seperti lukisan dan lainnya.

Belanja artinya kita lihat dari sisi pembeli saja. Di sisi lain penjual sebenarnya juga menjadi pembeli kalau dia bukan produsen. Di sini pembeli menjadi raja. Ia diistimewakan dan dilayani. Apakah dia ada uang banyak atau tidak ada uang, tetap harus dilayani dan diberikan prioritas. Di kantor saya juga tekankan kepada para direksi dan manajer agar prioritaskan pelanggan. Kami sebagai penjual jasa harus melayani pembeli kami dan memberikan pelayanan istimewa. Walau kadang pembeli menawar harga sampai kelewatan murah, tetapi mereka tetap pembeli yang harus dihormati dan dilayani.

Dalam kehidupan rohani kita juga terus dari hari ke hari berbelanja. Apa yang kita belanja, yakni kebahagiaan, kesenangan, kedamaian, kebersamaan, persahabatan. Mutu dan kualitasnya juga berbeda-beda. Ada yang mahal tentu saja yangan bayaranya dengan pengorbanan, pelayanan, dan pengampunan. Semakin sering kita membeli semakin kita rasakan betapa indahnya Cinta Tuhan. Barter antara kebahagiaan dan pengorbanan susah ditawar.

Saya melihat sebuah buku dengan judul “Perkawinan Menuju Bahagia”. Penulis menekankan bahwa kita harus menuju bahagia walau banyak yang harus “dibelanjakan”. Saya berpendapat lain bahwa, siapa mencari kebahaagiaan dalam perkawinan dia akan kecewa. Justru dalam perkawinan kita harus utamakan kerelaan, pengertian, mengalah, mengabdi, melayani dan memberikan kasih yang terbaik ( mungkin ini yang dimaksud banyak belanja). Sedangkan kebahagiaan adalah upah yang kita terima dari pengorbanan yang diberikan.

Semoga Tuhan memberikan kita kemampuan untuk mampu berbelanja terutama belanja damai, cinta kasih dan kebahagiaan. Memang mereka semua harus dibayar mahal tentu saja dengan pengorbanan. Salam dan doa.

Gula

Begitu manisnya gula, sampai semut pun tak bisa menahan dirinya (Ichsan N.)

jenis-gulaSuatu sore hari, saya memandang sekelompok semut di bawah pohon mangga. Jumlahnya cukup banyak. Kalau perhitungan saya lebih dari 500 ekor. Tidak ada satu ekor pun yang berdiam diri. Semua bekerja dalam barisan yang rapi dan mengangkat Kristal-kristal gula putih. Entah dipindah kemana? Kasihan ada yang angkat dua dan ada yang tiga. Jadi, bebannya lebih besar dari tubuhnya. Mungkin beratnya juga lebih berat dari tubuhnya, tapi tidak ada satu pun yang berhent. Saya coba mencari tujuan mereka kelihatannya menuju ke atas pohon. Bayangkan saja memikul beban naik lagi. Saya perhatikan setiap kali mereka perpapasan ada sepersekian detik mereka berhenti dan saling menyapa antara yang memikul beban dan yang kembali kosong. Mereka sepertinya sedang melapor satu sama lain. Hal ini yang membuat saya tertegun. Kalau bercerita tentang gula dan semut pasti panjang.

Hasil tes laboratorium mengingatkan gula darah saya tinggi dan sudah melewati batas ambang. Indikatornya 7 sedang normal maksimal hanya 6. Sementara harus diet. Wah susahnya wong hobby saya makan, olah raga kurang dan pikiran banyak dipakai. Ternyata naiknya gula dalam darah faktor utama adalah pikiran. Mind set kita harus dirubah agar stress management bisa dijalankan dengan lebih baik, agar bisa menekan kadar gula dalam darah.

Gula diberikan Tuhan dengan rasa manis. Katanya manusia dikaruniai 7 rasa, yaitu Manis, Asin, Asam, Pahit, Pedas, Tawar, dan Getir. Dari 7 rasa ini bisa dikombinasi dan gula menjadi bagian utama. Tradisi Cina saat ulang tahun, perkawinan, dan kelahiran semua harus manis-manis. Sedangkan pahit, getir dan pedas harus dikurangi karena itu simbol kesusahan. Gula dengan simbol manisnya membuat manusia hidup bahagia. Namun untuk merebut manisnya hidup kita perlu ikuti ideologi semut tadi, yaitu bersatu, bersahabat, saling tolong menolong, dan sehati-sejiwa dalam menghadapi masalah dan berkomunikasi yang baik. Saya tidak tahu apa semut punya otak atau tidak. Seandainya ada memorinya pasti kecil sekali. Bagaimana mereka bisa mengerjakan pekerjaan begitu besar. Pasti ada sesuatu yang memberikan spirit kepada mereka. Pastor Yohanes Mangkey MSC pernah menunjukkan foto kepada saya di mana semut membangun rumahnya sampai ketinggian 4 meter dan kokoh bertahan ratusan tahun (Romo bisa share fotonya dong)

Hidup kita sebenarnya sudah diatur oleh Tuhan, karena kasih dan cintan-Nya Tuhan telah membangun manusia untuk saling mencintai, saling bersahabat dan saling berkomunikasi. Semuanya manis seperti gula, tetapi mengapa harus terjadi perselisihan, permusuhan dan kebencian dan tidak ada lagi hal-hal yang manis?
Karena itu juga masuk dalam CINTA Tuhan, di mana semua kebahagiaan yang manis harus diperjuangkan. Hanya pahit adalah bagian dari kegagalan. Tetapi Tuhan tetap CINTA, karena pahit bisa berakhir manis, kalau kita tetap mencintai-Nya. Salam dan doa.

Boneka

Siapapun melihatnya akan membangkitkan ingatan kepada kenangannya, itulah boneka! (Isabella)

1366089738_334396223_1-Gambar--boneka-garfield-picture-boneka-garfield-lucuMemiliki anak dalam usia balita paling penuh suka cita, terutama saat bermain bersama mereka. Khusus anak perempuan, boneka adalah permainan yang sangat memberikan kenangan manis dan akan terekam sampai dewasa atau dihari tua nanti. Isabela Peron dan Imelda Marcos adalah kolektor noneka walaupun mereka sudah menjadi tokoh negara. Ada juga beberapa tokoh dunia yang sangat menyukai boneka. Madame Tussauds (siapa yang tidak kenal beliau?) yang karena cintanya terhadap boneka, maka beliau menciptakan patung-patung lilin yang diidolakan seperti tokoh dunia, artis dan orang terkenal.

Presiden Soekarno marah sekali ketika Indonesia dikatakan sebagai Boneka Amerika, maksudnya berada dibawah kekuasaan Amerika. Cerita soal boneka memang unik. Siapa yang tidak kenal Mickey Mouse, Doraemon, Guffy, Cookie Monster, Donald Bebek, sampai Barbie? Milyardan dollar dikeluarkan untuk membeli boneka-boneka ini dan sampai antri kalau ada sebuah produk baru dikeluarkan.

Mengapa boneka begitu menarik perhatian anak-anak, orang dewasa danmaupun orang tua? Menurut beberapa psikolog, boneka memberikan gambaran imaginasi seseorang dalam khayalan dan mendekati kesempurnaan dalam komunikasi. Jadi, jangan heran kalau lihat anak kecil bisa berbicara sendiri dengan boneka. Atau ada yang menciptakan boneka melalui wayang dan film. Komunikasi lebih mudah dicerna oleh anak-anak dan bisa membuat anak-anak tertawa, menangis dan berkelahi sehabis menonton film Micky Mouse. Penemu, sutradara, dan produser mengeruk uang banyak sekali dari boneka.

Boneka tidak terlepas dari kehidupan manusia. Yang sangat menarik adalah bisa membangkitkan kenangan dan berkomunikasi secara interinsuler dengan kita. Coba ambil sebuah boneka lalu lihatlah, maka dia akan bercerita banyak tentang kenangan kita, baik masa kanak-kanak atau kenangan khusus yang pernah kita alami.

Boneka juga berkomunitas, berkelompok dan bisa berkeluarga. Sungguh suatu hal yang sangata positif dalam menciptakan relasi personal. Dari sini kita bisa melihat bahwa Tuhan memberikan kita imaginasi dan tentu saja sangat berguna bagi perkembangan iman kita. Demikian juga dengan patung-patung. Ada sedikit kekeliruan antara menyembah berhala dan memuja, seperti halnya kita menyimpan foto kekasih kita dan orang tua kita dalam dompet.
Imaginasi yang timbul dari karakter-karakter boneka memberikan bantuan kepada anak-anak untuk mengenal dunia, baik dan buruk, suka dan duka melalui komunikasinya. Demikian kita diharapkan bisa menciptakan karakter boneka untuk diri kita sendiri, karena kita sendiri adalah boneka-boneka ciptaan Tuhan. Bedanya kita dikasih jiwa, nyawa dan akal budi. Semoga kita semua bisa menjadi orang dengan karakter yang diingini Tuhan, karena Cinta-Nya begitu besar terhadap ciptaan-Nya. Tuhan memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada kita untuk menjadi manusia. Tuhan memberkati selalu. Salam dan doa.

Buku

Hidup ibarat buku yang ditulis dari awal sampai akhir tetapi kita sendiri jarang membacanya (Adh).

buku-ilustrasi1Ini hari Sabtu udara mendung dan masih pagi. Saya mendapat undangan peluncuran buku memoriam seorang sahabat. Saya suka sekali terhadap buku, baik tentang kehidupan, lingkungan, otobiografi, teologi dan apa saja. Cuma pagi ini malas sekali keluar. Apalagi hujan sudah mulai turun. Penulis buku ini orang terkenal kalau tidak datang sayang jua. Dari ya tidak ya tidak akhirnya saya jalan juga toh tidak basah ini. Karena hujan deras sekali maka jalanan macet. Saya sampai di kempinski hotel, acara sudah hampir selesai. Karena banyak orang terkenal saya mencoba menghindari dengan masuk dari arah belakang, tetapi ternyata saya kecele. Di belakang lebih banyak yang ngobrol termasuk ada beberapa menteri negara, mantan menteri dan tokoh-tokoh negarawan, terpaksa saya tidak bisa kabur.

Salah seorang kawan dari BKPM (sekarang jadi menteri) mengajak saya menepi karena ada yang kami bicarakan di luar peluncuran buku. Beberapa saat teman-teman yang lain nimbrung lalu bercerita tentang buku yang diluncurkan. Mereka juga menanyakan pendapat masing-masing. Sayanya jadi malu karena datang terlambat dan tidak mengikuti acara dari awal, tetapi saya bilang “Hidup ibarat buku yang ditulis dari awal sampai akhir tetapi kita sendiri jarang membacanya”. Teman-teman semua tertawa dan membenarkan pendapat saya bahkan ada yang bercanda bahwa yang baca lebih banyak orang lain.

Kami bersama-sama makan siang, karena sudah lapar lalu pulang dengan senang hati. Beberapa kali saya mengikuti acara bedah buku atau penulisan otobiografi dan kadang rasa ada ingin menulis biografi saya sendiri tapi kiranya belum waktunya dan juga tidak laku dijual.

Buku memang sangat berguna, karena tanpa buku, kita tidak bisa belajar. Kita juga tidak mengenal dunia. Dengan buku kita akan mudah untuk mengenal bagaimana seharusnya kita menjadi orang yang pandai dan bijaksana.
Saya senang mendengar ada program Taman Bacaan yang diselenggaraka oleh Lingkungan Keluarga Kudus (LKK). LKK mengumpulkan buku bekas lalu disortir dan diletakkan sebagai Taman Bacaan bagi anak-anak yang tidak bisa memiliki buku dan sampai anak-anak yang tidak sekolah. Ini sungguh kegiatan yang bagus sekali dan perlu kita dukung.

Buku itu bukan saja seperti hidup ini. Buku lebih memberikan makna bagi kehidupan. Siapa saja tahu persis mengenai gunanya buku. Saya baru bisa berhenti membaca saat saya sudah tiada. Itu kata pujangga Rosihan Anwar.

Begitu pula dalam kehidupan. Kita seperti menulis di atas buku. Kalau salah tidak bisa dihapus, dikoreksi, atau dirobek karena sudah tertulis. Kita bisa menulis lebih baik di lembar halaman berikutnya Dan menulisnya haruslah dengan hati yang penuh cinta. Niscaya kisahnya akan indah saat dibaca orang.

Tuhan memberkati kita dan telah menyediakan buku buat kita tulis tentang perjalanan hidup kita. Kiranya sisa-sisa lembaran akhir buku kehidupan kita bisa ditulis dengan indah dan enak untuk dibaca. Salam dan doa.

Sembako

Sembilan bahan pokok (sembako) sebagai kebutuhan pokok untuk sebuah kehidupan yang layak perlu dipersiapkan secara benar (Soeharto).

49466785881-sembakoSaya dibangunkan istri saya, padahal sabtu akhir pekan ingin sedikit berleha-leha, tapi karena ditawarkan mau bagi bagi sembako di Curug saya tertarik dan bangun segera. Pagi ini bersama teman-teman, kami menuju Curug. Sebuah mobil box membawa sembako dan rombongan 20 orang ada di 4 mobil kijang. Di sana akan dijual sembako dengan harga subsidi. Sebagian dibagikan cuma-cuma sesuai kriteria yang ditentukan kepada keluarga prasejahtera.

Selain sembako dibagikan juga baju-baju bekas layak pakai. Penduduk yang hadir kira-kira 500 orang, yang menerima bantuan subsidi sembako. Kami bisa melihat wajah-wajah yang sangat ceria kendati saat itu hujan gerimis. Para sukarelawan dari Lions Club Jakarta Mitra Mandala bekerja keras untuk mempersiapkan kegiatan ini.
Waktu jaman orde baru, kerawanan sembako membuat presiden Soeharto minta secara khusus kepada semua jajaran pemerintah agar menjaga kestabilan pengadaan sembako, khususnya di saat-sat lebaran atau natal dan tahun baru.

Tema kebersamaan, kekeluargaan dan kebahagiaan memberikan semangat iman yang sangat baik sekali. Walaupun tidak lepas daripada kekuatan cinta terhadap sesama. Mamasuki bulan Ramadhan dan mendekati hari Raya Idul Fitri memang sembako sangat diperlukan oleh warga, apalagi harganya sudah melambung tinggi. Kesempatan ini dipergunakan oleh warga Curug untuk mempersiapkan datangnya hari kemenangan nanti.

Tuhan tentu senang sekali melihat anak-anaknya mau berbagi kasih. Karena memang dari sana asalnya cinta. Cinta dan oleh cinta manusia diciptakan karena tanpa cinta manusia tidak ada harganya di mata Tuhan. Sembako sangat menarik perhatian. Betapa tidak kalau suasana lebaran tanpa persiapan sembako, maka di sini kesempatan kita semua berbagi kasih terhadap sesama kita. Saya sangat terkesan. Beberapa kesan baik datang dari warga, RT, RW dan Lurah yang hadir. Mereka sangat berterima kasih atas karya sosial ini dan membuat warga juga sangat senang dan bersuka cita.

Kisah kesaksian iman ini membuat saya sendiri terpesona dan betul-betul merasakan bahagia bersama-sama warga Curug. Ada yang bernyanyi dan menangis karena bisa merayakan lebaran dengan baju dan pakaian serta sepatu yang layak. Semoga kasih yang dipancarkan bak sinar cahaya terang bagi iman dan pengharapan ini bisa juga menerangi hati kita bersama. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Salam dan doa.

Tanah Air

Tanah airku tidak kulupakan, kan kukenang sepanjang hidupku (Lagu)

indonesia1Kamis malam akhirnya saya dan istri menginjakkan kaki di tanah air tercinta Indonesia. Kami disambut hujan deras sekali, guntur dan kilat luar biasa. Kerinduan terhadap tanah air terasa sekali terutama makanan yang enak-enak.
Ada kejadian lucu dua hari terakhir. Istri saya bilang saya kena fatamorgana, karena ada makanan timur tengah Galejo saya lihat dan baca sebagai gado-gado. Lalu, Rulyakh dibaca Rujak. Ini saking rindunya sama makanan di tanah air.

Saya tidak tahu kenapa disebut tanah air, tapi yang terang kerinduan akan tanah air sungguh terasa. Bisa dibayangkan buat keluarga, saudara dan sahabat yang tinggal di luar negeri untuk sekolah, belajar, dan bekerja yang bertahun-tahun tentu pasti ngiler kalau dengar gado-gado. Ada beberapa negara yang bisa diperoleh makanan Indonesia tapi taste atau rasanya tidak sama, karena tidak diulek kata temanku. Kerinduan bukan saja makanan, tetapi suasana, teman-teman, pekerjaan semua membuat hati senang saat berada di tanah air. Kita semua memang berkewajiban melindungi dan menjaga tanah air. Sekalipun dengan darah dan airmata. Seperti yang dilakukan para pahlawan dan pejuang terdahulu kita.

Tanah airku tidak kulupakan kan ku kenang sepanjang hidupku. Lagu ini indah sekali. Kita bisa meneteskan airmata jika mendengarnya saat ada di luar negeri. Begitu eratnya hubungan batin kita dengan tanah air kita, membuat saya teringat akan kisah tanah perjanjian. Berpuluh-puluh tahun dengan jalan kaki, umat Israel menuju tanah terjanji yang dijanjikan Allah sendiri, dengan suka duka dan perjuangan berat demi sampai di tanah mereka. Buat kita semua Tuhan juga menjanjikan Tanah Perjanjian, yang kelak kita akan menuju ke sana. Walau untuk itu kita harus berjuang mengalahkan segala yang jahat dan berjuang membangun dunia dengan berperang melawan kelaliman. Suatu kerinduan besar kita akan berjumpa dengan keluarga, dan sahabat yang telah mendahului kita. Di sana tidak ada lagi air mata. Semuanya indah bersama sang Khalik karena kita hidup damai sejahtera. Kerinduan demikian besar memberikan kita penuh cinta-Nya. Pengharapan membangkitkan semangat kita untuk mau melayani Tuhan dan sesama kita. Mari kita semua mencintai dengan sepenuh hati untuk Tanah Air kita tercinta, Indonesia.
Tuhan memberi kita waktu dan kesempatan di mana kita lahir di sini. Semoga kita bisa bersama membangun Tanah Air kita buat anak cucu kita juga buat Tuhan kita. Salam damai sejahtera. Tuhan memberkati.

Kurs

Mata uang juga hidup seperti manusia, ada yang bernilai tinggi, ada yang tidak laku, ada yang hidup segan mati pun tidak mau.

kurs rupiahPerjalanan keliling dunia memang menyenangkan apalagi kalau kita sudah memiliki mata uang lokal, sehingga belanja akan lebih murah. Sebaliknya credit card sangat membantu, tetapi kalau kita membayar dengan mata uang asing selisih kurs bisa lebih 10 persen. Artinya barang yang kita beli menjadi lebih mahal. Kalau ibu-ibu yang tukang belanja sudah paham betul mata uang mana yang menguntungkan untuk dipegang. Atau buat para deposan tentu tahu persis uang apa yang dipegang. Kapan dibeli dan kapan dijual. Demikian juga pialang uang mereka sudah sangat mengerti bagaimana transaksi yang menguntungkan!

Mata uang memang unik sekali. Walaupun dalam transaksi global, uang kartal dan uang giral tidak tampil langsung, tetapi dampaknya langsung mengenainya. Saya sedang melakukan perjalanan menuju Berlin dari Hamburg. Saat tiba di Hamburg memang sudah saya siapkan Euro, tapi habis dibelanjakan dan terpaksa harus gunakan mata uang lain. Yang ada cuma US dollar dan AU dollar. Saya coba tukar Euro denga AU dollar. Ternyata selisih kursnya banyak sekali. Apalagi kalau dikonversikan melalui rupiah dan jatuhnya nilai mata uang AU dollar. Di dunia, memang yang paling ideal beli US dolar boleh dibilang kemana-mana laku. Kalau di negara blok timur malah menjadi rebutan. Kalau kita punya rupiah, maaf tinggalkan saja di rumah, karena kalau kita tukar rupiah di negara orang sama saja dengan kamikaze.

Mata uang juga hidup seperti manusia, ada yang bernilai tinggi, ada yang tidak laku, ada yang hidup segan mati pun tidak mau. Sekarang dengan adanya Euro, US Dollar mendapat tekanan berat karena persaingan mata uang dunia. Namun di sisi lain persaingan mata uang dunia sangat menguntungkan negara Cina, karena RMB ibarat primadona cantik di dunia. Ia ingin dijatuhkan tapi semua negara ramai-ramai menahannya, bertolak belakang dengan rupiah kita.

Saya tidak mengerti bagaimana mata uang itu bermain naik turun, tetapi yang terang banyak bikin orang senang dan juga banyak bikin orang susah. Keuntungannya diambil dari kerugian orang lain. Berbeda dengan perdagangan barang atau jasa.
Dalam kehidupan kita kalau mau berbicara dan beredar luas kita harus bisa dipakai terutama oleh Tuhan. Di mana tangan kita bisa bekerja untuk Tuhan, disana nilai kita akan bertambah. Kita tidak bisa terhindar dari transaksi tukar menukar nilai, sehingga kita harus pandai-pandai menjaga sehingga harga diri kita bisa bernilai. Jadi saat kita cacat dan harga diri jatuh maka kita tidak dapat menukarkan diri kita. Artinya kita juga berada dalam nilai yang rendah, baik di mata Tuhan maupun di mata manusia. Semoga kita semua diberkati, dilindungi, dan dikuatkan menjadi manusia-manusia bernilai dan mampu untuk ditukarkan agar Kerajaan Surga semakin kuat di bumi ini. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Kursi

Sebutan sebuah tahta adalah kursi. Demikian pentingnya kursi sehingga sama dengan jabatan seseorang (Adh).

kursi-rajaKursi diperebutkan dan kadang sampai harus berjuang mati-matian, baik di partai, organisasi sosial, pemerintahan, dan perusahaan. Bahkan kursi dipakai sebagai lambang kekuasaan. Padahal di lain sisi kursi itu memang enak untuk diduduki. Di seluruh dunia tata krama untuk mempersilahkan tamu, sahabat, dan keluarga untuk duduk di kursi dilakukan dengan cara yang sopan dan halus sekali, karena memang kursi mendapat tempat istimewa dalam kehidupan kita. Ada yang menyediakan kursi yang mahal-mahal sampai kursi plastik atau dikenal kursi bakso. Saya tidak tahu persis di lingkungan, tapi tradisi di lingkungan kami, masing-maing keluarga wajib menyumbang kursi, sehingga jika ada acara lingkungan, bisa dipinjamkan dan dipakai, karena tanpa kursi maka terpaksa harus sewa. Ide menyumbang kursi ini bagus sekali, karena memberikan rasa kebersamaan dan rasa memiliki. Kursi dalam hirarki gereja juga diperbincangkan khususnya mengenai kedudukan uskup.

Uskup adalah pimpinan tertinggi Gereja setempat yang bernama Keuskupan dan merupakan bagian dari hirarki Gereja Katolik Roma. Setelah Sri Paus (Uskup Agung Roma) dan Kardinal. Dalam kedudukannya ini, Uskup sering disebut sebagai pengganti dari para rasul Kristus. Setiap Uskup, karena tahbisannya, dengan sendirinya menjadi bagian dari jajaran para Uskup se-dunia (Collegium Episcopale) di bawah pimpinan bapa suci Sri Paus dan yang bertanggung jawab atas seluruh Gereja Katolik (Paroki) yang berada di dalam wilayah Keuskupan-nya.
Dalam Gereja, kedudukan Uskup bersifat seumur hidup dan diangkat oleh Tahta Suci (The Holy See) di Vatican, Roma. Gereja memberikan gelar Monsigneur kepada seseorang yang secara sah diangkat menjadi Uskup yang artinya kursi.

Mengenai Kursi, saya sepakat istilah yang dipakai, karena Raja pun duduk di kursi tahtanya. Di sanalah dia memerintah. Seperti kita juga duduk di kursi kita lalu memerintah badan dan jiwa kita, tentu saja yang bijaksana, adil dan berwibawa. Seorang teman saya pernah bercerita bahwa kita kalau tidak bisa adil dan jujur terhadap diri sendiri, tidak mungkin bisa adil dan jujur terhadap orang lain. Oleh karena itu, kursi yang kita duduki dalam kehidupan kita, harus pantas dan layak, jujur dan adil serta bisa memimpin dan menjadi sumber suka cita. Tuhan memberkati. Salam dan doa.