Tulang punggung

Menjadi tulang punggung suatu keluarga sama saja dengan turut menyelamatkan dunia (Douglas Mac Arthur)

51timedouglasmacarthurSesaat setelah selesai perang dunia kedua hampir seluruh negara asia mengalami nasib tidak tentu. Ketidakpastian ini diakibatkan karena terpecah-belahnya keluarga-keluarga dimana suami dan istri berpisah, ayah dan anak, kekasih dan kekasih lalu sahabat dengan sahabat. Di saat demikian tentu saja negara pun mengalami kendala yang sama. Jendral Mac Arthur sebagai panglima tertinggi angkatan darat Amerika yang ditugaskan menerima serah terima kekalahan Jepang di Asia Pacifik ikut prihatin sehingga dia mengajak seluruh bangsa Jepang dan bangsa-bangsa di Asia Timur Raya untuk bangkit membangun bangsa dan negara dengan semboyan SAAT MATAHARI TERBIT atau HINODE JIKOKU yang mana saat itu terutama bangsa Jepang sangat terpuruk.
Hingga kini bangsa Jepang sangat menghargai dan menghormati Mac Arthur karena jasanya membangun kembali bangsa Jepang, sehingga kini menjadi bangsa yang sangat kuat baik sosial maupun ekonomi. Mac Arthur sangat menekankan keutuhan keluarga. Kata beliau kalau ada keluarga yang terpecah atau berantakan sama saja keluarga ini ikut menghancurkan bangsa. Tentu saja dorongan dan motivasi ini membuat seluruh bangsa Jepang mencari keluarga dan disini keluarga dijadikan tulang punggung negara. Menjadi tulang punggung suatu keluarga sama saja dengan turut menyelamatkan dunia. Douglas Mac Arthur sangat religious. Di dalam pekerjaannya keluar dari Amerika dia selalu ingat keluarganya. Dalam setiap kesempatan dia selalu mengajak anak istrinya untuk ikut memikirkan dunia, salah satu DOA yang sangat terkenal di dunia ditulis oleh Mac Arthur buat anaknya sbb :

Tuhanku…
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang sabar dan tabah dalam kekalahan.
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa
mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

Tuhanku…
Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan juga kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai,
dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,
sanggup memimpin dirinya sendiri,
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria
tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya…
Berikan dia cukup rasa humor
sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku…
Berilah ia kerendahan hati…
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna…

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
saya sebagai hamba Tuhan
dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”
dan berani menjadi tulang punggung keluargaku,
Menjadi tulang punggung bangsa dan negaraku
Douglas Mac Arthur

Doa diatas saya terjemahkan dari Doa aslinya dalam bahasa Inggris.

Teks ASLI

A Father’s Prayer

by General Douglas MacArthur

Build me a son, O Lord, who will be strong enough
To know when he is weak and brave enough to face himself when he is afraid.
One who will be proud and unbending in honest defeat,
And humble, and gentle in victory.

Build me a son whose wishes will not take the place of deeds;
A son who will know Thee and that to know himself is the foundation stone of knowledge.
Lead him, I pray, not in the path of ease and comfort,
but under the stress and spur of difficulties and challenge.
Here, let him learn to stand up in the storm, here let him learn compassion for those that fail.

Build me a son whose heart will be clear, whose goal will be high,
a son who will master himself before he seeks to master other men,
one who will reach into the future, yet never forget the past.

And after all these things are his, add, I pray, enough of a sense of humor,
so that he may always be serious, yet never take himself too seriously.
Give him humility,
so that he may always remember the simplicity of true greatness, the open mind of true wisdom, and the meekness of true strength.

Then I, his father, will dare to whisper,
“I have not lived in vain.”
be the pillar of family and the country

Douglas Mac Arthur adalah seorang yang sungguh patut kita ikuti, di mana menempatkan KELUARGA sebagai tulang punggung bangsa dan negara, juga Gereja, sehingga dimata Tuhan memang kita benar-benar bisa membentuk suatu kekuatan yang dimulai dengan KELUARGA. Saya sangat setuju sekali jika ini diberlakukan bagi petinggi dan penguasa Gereja kita. KELUARGA adalah prioritas utama dan bagi keluarga yang juga menjadi tulang punggung gereja berkewajiban menjaganya karena memperkuat KELUARGA sama dengan memperkuat GEREJA dan sebaliknya.

Semoga Tuhan memberkati kita semua terutama DOA saya buat keluarga-keluarga sehingga semua bisa menjadi kuat terlindungi dan menjadi tulang punggung bangsa dan negara juga gereja. Mari kita berjuang. Salam dan doa.

14 responses to this post.

  1. Menjadi tulang punggung adalah pekerjaan yang berat. Tidak semua orang sanggup menahan beban ini. Menurut saya Douglas Mac Arthur sangat benar tentang keutuhan keluarga. Dimana jika keutuhan keluarga tidak terjalin dengan baik maka akan merusak keutuhan semuanya dan memperburuk masalah.

    Reply

  2. Saya setuju kalau keluarga adalah prioritas utama,banyak di zaman yang modern sekarang ini bapak yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya tetapi tidak di syukuri oleh anaknya,anaknya hanya bisa menggunakan uang orang tuanya untuk sesuatu yang tak berguna,contohnya seperti minuman keras,narkoba,dll.
    Sayangilah orang tua mu yang membesarkan dan menghidupimu setiap hari karena apabila dia sudah tidak ada maka kau akan menyesal selama hidupmu.

    Reply

  3. bayangkan jika tulang punggung keluarga kita adalah seorang ibu yang melahirkan kita ??

    Reply

  4. Tanpa tulang punggung tidak akan ada sebuah keluarga.
    tanpa keluarga tidak akan ada sebuah negara
    Karena itulah kita perlu menghormati orang tua kita, bukan hanya ayah kita yang menjadi tulang punggung tetapi juga ibu kita, karena tidak ada seorang suami yang kuat menjadi tulang punggung tanpa dukungan seorang istri.
    “Jangan berdoa untuk hidup yang mudah, berdoalah untuk kekuatan mengatasi hidup yang sulit.” – Bruce Lee

    Reply

  5. Saya suka dengan karakteristik pahlawan diatas yangpatut kita ikuti, di mana dia menempatkan keluarga sebagai tulang punggung bangsa dan negara, juga Gereja yang mungkin Tuhan akan menyertai keluarga ia agar kuat dan terlindungi.

    Reply

  6. Kisah Douglas Mac Arthur mengesankan karena beliau mengutamakan kekeluargaan.

    Reply

  7. Posted by 01PNO_Fulgensius on December 5, 2013 at 4:08 pm

    Ya saya juga kagum dengan Douglas Mac Arthur… Seharusnya kepala-kepala keluarga (ayah) di Indonesia juga bisa mencontoh Arthur… Dengan terbinanya suatu keluarga, maka anak-anaknya pun akan menjadi baik, dan bangsa kita akan dibangun oleh anak-anak yg berasal dari keluarga-keluarga itu….

    Reply

  8. Posted by Aghel Prabandono on January 16, 2014 at 7:09 am

    Ya memang benar, keluarga adalah salah satu unsur tidak tertulis untuk membangu negara. Faktor psikologis pun ikut bermain dalam hal itu juga. Douglas Macarthur pun mengajarkan kita diatas bagaimana menjadi tulang punggung keluarga yang baik dan menjadi keluarga yang berbakti kepada dunia dan akhirat

    Reply

  9. Posted by Zunvindri on January 16, 2014 at 12:20 pm

    Keluarga adalah kelompok terkecil. Semua hal yang kita lakukan akan berawal dari keluarga. Maka jadikanlah keluarga sebagai awal dari tulang punggung bangsa dan negara, dan juga Gereja.

    Reply

  10. Posted by sarfina adani/01PNO on January 16, 2014 at 3:58 pm

    saya setuju bahwa tulang punggung keluarga, entah ayah, ibu, kakak tertua ataupun adik patut diberikan penghargaan setinggi-tingginya karena ia lah yang telah menafkahi dan memberi kehidupan untuk keluarganya. tanpa seorang tulang punggung keluarga maka suatu keluarga tidak akan menjadi sebuah keluarga yang hidup.

    Reply

  11. Posted by Defreia on January 16, 2014 at 4:19 pm

    Douglas Mac Arthur adalah sosok yg dapat dicontoh oleh banyak orang, sangat menginspirasi

    Reply

  12. Posted by ellen on March 24, 2014 at 11:26 am

    Keluarga merupakan penopang kehidupan. Tanpa keluarga kita tidak mungkin berjalan sendiri. Dari keluarga dapat berdampak bagi kelompok yang lebih luas, dan pada akhirnya setiap negara bahkan bangsa bangsa. Perubahan yang kecil dapat memberikan dampak yang besar.

    Reply

  13. Posted by luqman ardana siswandaru on March 24, 2014 at 4:07 pm

    Tulang punggung,tak lama lagi saya juga kan merasakannya.Sebagai anak tertua menjadi tulang punggung keluarga sudah terpatri sejak lahir,sudah takdir untuk menggantikan posisi ayah yang lambat laun kian menua.Saya sudah diwanti-wanti untuk bersiap menghadapi hidup yang kian keras demi mengidupi saya dan keluarga nantinya,satu-satunya persiapan yang harus dipenuhi saat ini adalah pendidikan.Dengan pendidikan yang layak kita bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan kita dan hidup seperti seharusnya.

    Reply

  14. Posted by Rinaldy Zulkarnain / 04 PJT / 1601277044 on March 27, 2014 at 2:11 pm

    Keluarga, hal terpenting dalam hidup setelah Tuhan. Apabila kita bisa membina keluarga dengan baik, maka kita dapat membina hubungan dengan orang lain dengan baik pula. Tapi tidak bisa dipungkiri, ada saatnya peran “Tulang Punggung” Keluarga harus diberikan untuk selain Ayah

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s