Lidah

Memang lidah tak bertulang tak terbatas kata-kata… Tinggi gunung seribu janji,
lain di bibir lain di hati… ♫ ♪ ♫

??????????????????????Demikian cuplikan lagu yang indah merayu. Sesungguhnya kita manusia diberikan berkat besar oleh Tuhan dengan adanya lidah kita yang bisa berkata-kata, namun kata-kata yang keluar dari kita bisa membuat kita bahagia tetapi juga bisa menjadi jurang yang mencelakakan kita. Seperti yang kita dengar bahwa apa yang masuk ke dalam diri kita selalu baik, tetapi lebih berbahaya apa yang keluar dari diri atau mulut kita. Saya pernah mendengar khotbah AA Gym, beliau mengatakan bahwa kata-kata kita ibarat teko air, jika diisi dengan air hangat di campur teh atau kopi maka kita semua akan bisa menikmatinya, tetapi kalau isinya air kotor kita semua akan mencacinya.
Seorang sahabat menjumpai saya. Dalam perbincangannya kelihatan dia sangat kecewa dalam kehidupan ini karena lebih sering mendapat hal-hal yang merugikan dia, termasuk janji-janji orang yang tidak dipenuhi, ditipu dan lain sebagainya. Dia pun melantunkan sebuah lagu “Memang lidah tak bertulang tak terbatas kata-kata… Tinggi gunung seribu janji, lain di bibir lain di hati… ♫ ♪ ♫” Demikian cuplikan lagu yang sering kita dengar.
Saya tertawa karena dalam hati mungkin dia menyindir saya, karena saya pernah mengingkari janji dan berbohong, tetapi dia melanjuti ceritanya panjang lebar dan saya hanya mendengarkannya saja. Teman saya ini seorang Katolik dari keluarga Katolik. Ia menikah dengan seorang gadis muslim dan dengan cara muslim lalu beralih agama menjadi Islam. Perkawinan selama 3 tahun ini sudah menghasilkan seorang putri cantik, tetapi karena sesuatu dan lain hal istrinya harus ikut orang lain dan mereka bercerai. Anak semata wayang ini ikut dengan beliau.
Sebenarnya saya dengan Andi, sebut saja namanya, belum berkenalan lama tetapi dia mencurahkan cerita ini kepada saya, dan saya merasa ada sesuatu yang bisa saya berikan kepadanya jadi saya ikut berpikir.
Anak semata wayang ini tentu menjadi suatu ikatan batin yang kuat tetapi ternyata tidak sama sekali, karena janji janji tidak pernah terpenuhi, seperti lidah memang tak bertulang. Kini Andi ingin kembali menjadi Katolik, tetapi sedang ikut belajar agama karena sebentar lagi akan ikut Krisma di Gereja Bekasi.
Saya tidak bisa mengetahui secara pasti, tetapi menurut saya ada suatu kesenjangan komunikasi dalam kehidupan Andi. Saya hanya bisa bilang bahwa ini merupakan suatu dinamika kehidupan dan Tuhan memberikan tanggung jawab supaya Andi lebih kuat.
Kita kembali kepermasalahan kata-kata yang dikeluarkan oleh setiap manusia. Memang berbicara sangat mudah. Tetapi bagi orang beriman kita mengharapkan agar berhati-hati sebelum mengeluarkan kata-kata karena bisa menjadi senjata yang mencelakai kita sendiri. Kepada seluruh karyawan juga anak-anak saya sering saya sampaikan agar sangat berhati-hati sebelum mengeluarkan kata-kata baik berbentuk lisan maupun tulisan. Sebab demikian kita keluarkan kata-kata, maka kita sudah harus menerima segala risiko apa yang akan terjadi dengan apa yang kita keluarkan dan kadang kalau sangat mencederai orang dan diri kita sendiri.
Kita bisa melihat dan mencontohi orang-orang yang baik dimana semua kata kata yang keluar dari mulutnya selalu dingin dan penuh damai. Kita selalu merasa kita kita berucap kata baik, tetapi orang yang mendengar seperti petir di telinganya seperti bentakan-bentakan dan bahkan seperti racun yang dioleskan dibibir. Di sini memang kita harus belajar menempatkan diri. Hal yang sama bagi suami istri dan keluarga. Di mana cara-cara berkata yang keluar perlu untuk kita jaga walau istri atau suami kita sudah menyatu sepeti satu tubuh, tapi sering saya berumpama bahwa lidah dan gigi sudah sekian lama bersama, tetapi sering saling menggigit bahkan sampai luka. Hati yang bersih menghasilkan kata-kata yang bersih tetapi walau hati bersih tetapi kalau dikeluarkan tidak pada saat dan waktu yang tepat justru bisa mengotorkan dan bahkan mencelakakan.
Ada kisah saat kakak perempuan saya sedang sakit keras. Seorang kawan saya, Pendeta adanya, membawa doa tetapi dia mengharapkan agar supaya penderitaannya tidak berkepanjangan lebih baik Tuhan segera memanggilnya atau mencabut saja nyawanya. Doa yang sangat baik ini tidak diterima oleh keluarga dan sebagian keluarga sangat marah, karena semua berdoa mengharapkan mujizat Tuhan untuk kesembuhan dan berjuang supaya melalui Doa agar diberikan kesembuhan. Demikian juga semua tim medis, dokter, suster dan semua mengharapkan kesembuhan walaupun kakak saya itu menderita, tetapi kita semua tetap mengharapkan kesembuhan. Lantaran doa yang indah yang disampaikan kawan pendeta tersebut memicu kemarahan dan kebencian dan bahkan sangat mengotori hati keluarga, padahal maksud dan tujuannya sangat baik dan indah, sayang dikeluarkan ditempat dan saat yang kurang tepat.
Saya sendiri sering mengalamai kesulitan terutama dalam hal memberikan saran-saran atau nasihat nasihat terutama bagi anak-anak muda. Dalam pertemuan singkat dengan kelompok anak muda KKMK di rumah saya beberapa pekan lalu, ada sekitar dua puluhan anggota KKMK (Komunitas Karyawan Muda Katolik). Mereka beranjangsana kepada saya dan kami bertukar pikiran sambil saya memberikan saran-saran. Saya katakan bahwa bagaimanapun juga KKMK harus mempunyai karasteristik Katolik. Simbol kekatolikan menjadi dasar pemikiran utama, jadi di sana keunikan dan harus memberikan manfaat kegunaan dan manfaat kebaikan bagi seluruh anggota. Sehingga siapa saja menjadi anggota KKMK akan merasakan bahwa dia mendapat manfaat dan kegunaan atau sebaliknya tiada guna atau sia – sia. Saya juga sampaikan bahwa dalam gerak kehidupan terutama anak muda, selain memberi dan menerima (taking and giving) mereka juga harus bisa mencuri (stealing) karena dengan mencuri, dalam arti positif, maka perhatian akan diperolehnya. Ada yang bercanda mengatakan bahwa KKMK- Kesana Kemari Mencari Kekasih – sungguh indah dan baik sekali. Dalam kesempatan ini saya juga mengharapkan bahwa melalui KKMK, mereka bisa memberikan banyak sumbangan bagi perubahan dunia.
Profil BBM saya pagi ini : Kehidupan itu seperti ibarat sekelompok orang, rame-rame berjalan menuju ke sebuah pesta, mereka sudah bersuka cita sebelum sampai saatnya. Apalagi bisa saling bergandeng tangan dalam Kasih Tuhan. Di sini kita banyak belajar bahwa kalau semuanya dalam Kasih dan Cinta Tuhan sejelek atau seburuk apapun kata-kata yang keluar akan menjadi indah karena kedekatan dan kebaikan ada di sana, tetapi jika tidak maka sebaik apapun kata-kata yang keluar dan seindah apapun akan menjadi seperti racun atau cacian. Tuhan memberkati dan menjaga kita semua terutama dalam tutur kata. Salam dan Doa.

24 responses to this post.

  1. Posted by Fitria Mayangsari_1701294045_01PA2 on December 5, 2013 at 5:31 am

    Menurut saya pada artikel mengenai “Lidah” ini merupakan inspirasi bagi saya pribadi,bahwa dalam bertutur kata harus lebih memperhatikan setiap kata yang kita ucapkan.Karena kepribadian seseorang dinilai dari perkataan nya.

    Reply

  2. Lidah adalah sebuah pedang yang dapat menyakiti orang lain serta mencelakai diri kita sendiri apabila tidak digunakan dengan untuk kebaikan..Lidah identik dengan perkataan / kata-kata.. Melalui perkataan seseorang, kita dapat menilai bagaimana orang itu..Sebagai ciptaanNya yang sempurna, hendaknya kita senantiasa mengeluarkan kata-kata yang baik dan membagikan kabar gembira melalui perkataan kita..

    Reply

  3. lidah sering digambarkan sebagai dua mata pisau. Lidah dapat membantu kita dalam hubungan kita dalam orang lain, tetapi lidah juga bagai mata pisau yang tajam yang dapat melukai diri sendiri dan orang lain. Kita harus menggunakan lidah kita berdasarkan hal-hal yang baik yang mendapat izin Tuhan, kita tidak boleh semena-mena mengatakan atau menebar sumpah maupun janji tetapi pada akhirnya kita tidak dapat memenuhinya. Oleh karena itu saya setuju bahwa kita harus berhati-hati dan berpikir dulu sebelum menggunakan lidah kita, bahwa apakah nantinya keputusan kita itu akan membawa kebaikan atau tidak baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

    Reply

  4. perkataan kita memanglah senjata yang mematikan karena dari sebuah perkataan bisa menciptakan perdamaian atau malapetaka, tergantung kapan dimana dengan siapa perkataan itu diucapakan. banyak orang menyalah artikan perkataan jika dengan konotasi yang berbeda ini sering terjadi jika perkataan itu dituangkan dalam tulisan sebuah perkataan yang biasa-biasa saja bisa berubah menjadi sebuah ejekan atau cemooh.

    Reply

  5. Lidah dapat mengeluarkan kata-kata yang baik dan juga kata-kata yang jahat. Maka dari itu, kita harus berhati-hati akan apa yang akan diucapkan oleh mulut kita. Cerita di atas menginsipirasikan kita tentang sikap atau perbuatan yang harus diambil dimana kala kita sering berbohong atau mengingkari janji terhadap sesama karena suatu alasan yang sepele.

    Reply

  6. Posted by branov on December 5, 2013 at 12:26 pm

    lidah memang tidak bertulang, bahkan beberapa orang mengatakan lidah lebih tajam daripada pedang makanya kita harus hati2 dalam menjaga kata2 kita terhadap sesama karea mungkin itu bsa menyakitkan perasaan mereka

    Reply

  7. Sebuah pedang bisa melukai tubuh, tetapi lidah bisa melukai hati.
    Saya setuju bagaimana sebuah kata-kata meskipun tujuannya baik, bila disampaikan disaat yang salah akan menjadi buruk.

    Reply

  8. saya belum bisa terbayang jika saya tidak memiliki lidah

    Reply

  9. menurut saya lidah mempunyai banyak kegunaan bagi manusia, yaitu sebagai alat pengecap rasa, bisa di gunakan juga untuk mengucapkan kata-kata, tetapi jangan sampai salah mengucapkan kata-kata, karena dengan kata-kata kita yang kurang menyenangkan dapat membuat hati seseorang tersakiti.

    Reply

  10. Bersyukurlah kita kepada Tuhan karena telah memberikan kita sebuah lidah yang digunakan untuk berbicara dan sebagai indra pengecap kita. Hargailah pemberian-Nya dengan menggunakan lidah kita ini dengan baik sepeerti sopan santun dalam berbicara.

    Reply

  11. Baguss artikelnya.

    Reply

  12. Posted by Aristo Leonardo on December 5, 2013 at 4:38 pm

    Mulutmu harimau-mu berpikirlah sebelum bertindak dijamin hidup anda niscaya akan bahagia.

    Reply

  13. Posted by Christine Myrafirmin on January 16, 2014 at 9:32 am

    lidah,meskipun kecil,tapi bisa menyulut api yang besar,melukai hati seseorang lebih dalam. Semua anggota tubuh bisa dikendalikan,tapi tidak dengan lidah,maka hati-hatilah dengan perkataan yang keluar dari lidah kita

    Reply

  14. Posted by Sutikno Maysen on January 16, 2014 at 11:46 am

    Terkadang lidah memang lebih tajam dari pisau. Disebabkan oleh berkata-kata yang menyakiti hati seseorang. Bahkan orang tersebut merasa lebih sakit daripada ditusukin sama barang tajam.

    Reply

  15. Posted by 01PNO-Fulgensius on January 16, 2014 at 12:17 pm

    Apapun yg ada di tubuh kita adalah suatu karunia yg Tuhan berikan kepada kita.. Bersyukurlah karena mungkin tidak semua orang bisa menggunakan lidahnya untuk berbicara.. Maka marilah menggunakannya sebaik mungkin..

    Reply

  16. Posted by Aditya Arya Ramadhan on January 16, 2014 at 3:35 pm

    Lidah itu bisa menyebabkan konflik yang panjang. Guru saya di SMA pernah berkata “Tuhan menciptakan gigi dan bibir untuk melindungi lidah kita dalam berkata”

    Reply

  17. Posted by andiani herlina on March 24, 2014 at 9:30 am

    lidah memang tidak bertulang,tapi mampu menciptakan atau merubah suatu kondisi menjadi lebih baik atau pun buruk.baiknya peliharalah lidah agar tidak ceplas ceplos yang ujungnya hanya menyakiti orang lain .dan dipakai untuk menghibur seseorang yang lagi sedih hati.

    Reply

  18. Posted by ellen on March 24, 2014 at 11:37 am

    Menurut saya, kita harus bersyukur Tuhan memberikan kita mulut yang sempurna dan bisa berbicara dengan lancar. Apa yang kita tuturkan dari mulut kita dapat menjadi doa. Tuturkan lah kata kata yang baik, kata kata berkat, bukan sebaliknya.

    Reply

  19. Posted by Khoerintus on March 24, 2014 at 1:44 pm

    Saya setuju dengan kalimat ini, “Memang lidah dapat mengeluarkan kata – kata dengan mudah.” Tidak peduli apakah kata – kata itu dapat memotivasi orang lain, ataupun menyakitkan orang lain. Untuk itu,kita harus selalu berhati – hati ketika menggunakan lidah kita, karena bisa menjadi senjata yang menjatuhkan kita.

    Reply

  20. Posted by Dian Yuni W - 04PAW on March 24, 2014 at 4:07 pm

    Hati-hati bila berucap. Lidah diibaratkan seperti mata pisau. Sedikit saja kita salah bicara, maka lawan bicara pun akan merasa sakit hatinya. Tidak baik melukai hati atau perasaan orang lain. Maka Tuhan menciptakan sepasang mata dan telinga agar kita lebih banyak melihat dan mendengar, serta sepasang tangan dan kaki agar kita banyak bergerak, dan 1 mulut agar kita tidak banyak bicara. (Dian Yuni W – 04PAW)

    Reply

  21. Posted by luqman ardana siswandaru on March 24, 2014 at 4:23 pm

    Lidah,lebih tajam dari besi,dan sang otot yang tak pernah lelah.Dia bisa mengunuskan kemana saja,tak kenal kawan atau lawan keluarga atau bukan.Lidah ini harus senantiasa kita terus jaga agar tidak menyakiti diri sendiri dan orang lain yang bisa saja mengakibatkan masalah pelik yang tak kunjung usai.

    Reply

  22. Posted by Katrine on March 26, 2014 at 2:00 pm

    Artikel ini sangatlah bagusdan menginspirasi bagi saya. Lidah dapat menyebabkan masalah, karena terkadang saat kita marah dan tidak dapat mengontrol emosi kita, kita dapat mengeluarkan kata kasar dan menyakitkan hati orang lain. Dengan lidah pun kita dapat bergosip dan menjelek-jelekan orang lain tanpa kita tahu kita itu adalah benar atau tidak.

    Reply

  23. Posted by fahrul rizky aulia on March 26, 2014 at 4:53 pm

    lidah itu bisa menembus apa yg tidak bisa di tembus oleh jarum, karena dengan sedikit perkataan kita yg salah dapat menyakiti perasaan orang lain.

    Reply

  24. Posted by Sebastian Limminata on March 27, 2014 at 4:56 pm

    seperti kata pepatah, lidah lebih tajam daripada pisau, menurut saya, orang yang dapat mengendalikan kata-katanya akan diterima oleh masyarakat begitu juga sebaliknya, bila orang tidak dapat mengendalikan kata-katanya maka ia tidak akan diterima oleh masyrakat. karena orang yang tidak dapat mengendalikan kata-katanya hanya dapat mengucapkan kata-kata yang hanya melukai perasaan orang lain seperti berbohong, mengejek, dan menghina orang lain. oleh karena itu jangan gunakan kata-kata yang hanya melukai orang lain tapi kata-kata yang membangun orang lain.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: