Author Archives: adharta

Unknown's avatar

About adharta

Be positif

Milestone

Setiap peristiwa penting akan menjadi tonggak sejarah (milestone).

milestone02Ada sebuah novel lama sekali dengan judul Milestone ditulis oleh Margareth Michel dan yang menginspirasi dibuatnya film Gone with The Wind, yang ditulis oleh Sydney Howard dengan durasi 4 jam. Film itu diluncurkan pada tanggal 17 Januari 1940 dan diputar perdana pada tanggal 8 Pebruari 1940 atau 73 tahun lalu. Film yang dibintangi oleh Clark Gable sebagai Rhett Butler, Vivian Leigh sebagai Scarlett, Thomas Mitchel sebagai Gerald O’hara, dan Barbara O’ Neil sebagai Ellen O’ Hara. Kisah Cinta semasa perang dunia memang paling banyak ditulis orang.
Saya sendiri sudah membaca novel tersebut dan sangat terkesan sekali tentang cerita yang diingat sepanjang masa. Itu sebuah kisah cinta yang penuh romantika. Kisah yang indah ini mengukir sejarah dengan memenangkan 10 academy award.
Sesungguhnya dengan mencatat suatu peristiwa penting apa saja yang kita alami, kita sudah mengucap syukur kepada Tuhan, salah satunya adalah tanggal kelahiran kita. Ini adalah potongan dialog dalam Film GWTW dan indah sekali. Pernyataan itu membuat saya harus mencatat bahwa mengenang orang tua kita adalah pencatatan peristiwa kelahiran maupun kenangan indah bersama mereka. Apalagi peristiwa-peristiwa berharga, baik manis, pahit atau asam sejauh itu diletakkan dalam Kasih Tuhan maka akan menjadi ungkapan syukur bagi kasih Tuhan yang dicanangkan buat kita.
Ada suatu peristiwa yang saya alami secara pribadi antara tahun 1962 sampai dengan 1967. Selama lima tahun lebih kami sekeluarga mengalami sangat sulit terutama dalam hal makan. Kami sekeluarga kakak adik 10 orang dengan orang tua kami hanya makan sekali kenyang dalam sehari. Itupun duduk sama sama seluruh anak-anak dan papa mama kami lalu makanan ditakar. Peristiwa ini terukir di hati kami kakak adik semua. Dari sana menjadi suatu milestone kami untuk berjuang menjadi anak-anak yang penuh dengan tantangan untuk survive dalam kehidupan. Keadaan ini juga membuat kami semua yakin bahwa Tuhan tidak menyiksa kami melainkan memberikan kekuatan bagi kami semua untuk bertahan.
Bagaimana sebuah Gereja bisa bertahan? Salah satunya adalah nama yang disandang seperti Santo Kristoforus, karena sejarah yang dilalui, baik suka dan duka, susah dan senang, sukses dan gagal tapi semua memberikan nilai kekuatan untuk tetap bertahan. Demikian juga kita semua menyandang nama-nama santo dan santa yang melindungi kita. Di sini kita catat sebagai suatu peristiwa yang begitu indah.
Semoga kita bisa mencatat kembali setiap peristiwa penting yang terjadi dalam diri kita. Mari kita menjadikannya sebuah milestone atau catatan sejarah dalam kehidupan kita. Dengan mencatatnya saja berarti kita sudah menyatakan syukur kepada Tuhan, yang telah begitu baik dan begitu mencintai kita sebagai anak-anak-Nya. Semoga Tuhan memberkati kita semua.

Dialog

Mengedepankan dialog sebelum menghadapi perbedaan pendapat.

dialogueBeberapa pekan terakhir, kita mendengar bahwa gencarnya para tokoh mengungkapkan pendapatnya mengenai DIALOG. Dialog atas perbedaan pendapat maupun penyamaan visi dan misinya, supaya tidak terjadi perpecahan dan menimbulkan efek negatif terhadap suatu usaha.
Pengertian dialog sendiri adalah bagaimana dua pihak atau beberapa pihak mengadakan pembicaraan sebagai suatu pembicaraan tingkat tinggi dan bernilai strategis dimana diusahakan mendapatkan suatu kesepakatan bersama yang dapat dijalankan kedua belah pihak atau beberapa pihak dengan hasil yang win-win solution atau menguntungkan pihak masing masing atau tidak ada pihak yang dirugikan.
Pertanyaan yang timbul : Mengapa harus diadakan dialog? Kalau kita sudah sepakat sebenarnya semua tinggal mengikuti saja aturan permainan!
Saya memberikan pandangan terhadap Gereja yang berdialog. Pertama berdialog dengan agama lain sebagai interreligius, lalu dialog sesama gereja Kristus dan dialog dengan kebudayaan dan terakhir Ddialog dengan umat sendiri.
Jadi, dialog diperlukan untuk bagaimana kita bisa melakukan sesuatu kerja sama. Hal itu dalam rangka saling menghargai dan menghormati, terutama keberagaman sebagai suatu realitas yang ada. Di sana kita memberikan bukti kesetiakawanan terutama bagi orang miskin, lemah dan mereka yang tersingkir, sekaligus menyatakan kesaksian hidup dari Yesus Kristus sendiri yang menghadirkan wajah gereja. Jadi bisa dikedepankan kehidupan bersaudara, harmonis, adil dan sejahtera.
Dalam dunia usaha kita juga mengenal solusi dengan dialog. Kendati sedikit berbeda dengan urusan gerejani, karena dunia usaha sering mengedepankan keuntungan materi daripada kepentingan persaudaraan atau pertemanan. Kalau kita banyak berdialog tentu akan menghasilkan suatu kekuatan tersendiri, dan justru bisa menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Mgr. Julius Kardinal Darmaatmadja mengutarakan mengenai dialog sebagai suatu dasar berbasis persaudaraan, sehingga didasari dengan kekuatan-kekuatan saling membangun. Kita bisa menuju manusia masa depan yang lebih manusiawi dan hidup.
Bapa Suci Paus Benediktus XVI dalam dialog Nostra Aetate, yang boleh dibilang menjadi Magna Carta sebagai sebuah peristiwa historis, dan memiliki arti penting bagi kemanusiaan sejagad. Sebagai teks Magisterium Gereja Katolik, Sri Paus ingin menekankan adanya dialog terutama melalui otoritas tinggi gereja.
Pengalaman pribadi saya membangun sebuah dialog tidaklah mudah karena memerlukan beberapa persyaratan, seperti komitmen tinggi rasa tanggung jawab, kemampuan mengorganisir dan tentu saja melaksanakaan dengan konsisten.
Didasari oleh pengertiaan bahwa hidup harus saling hormat menghormati, dengan prinsip persaudaraan dan tidak lupa dasar iman, pengharapan dan kasih sehingga menjadi dasar kemampuan kita bisa berdialog dalam kehidupan kita. Pengalaman juga menjadi bagian dari bagaimana kita bisa berdialog dengan baik.
Semoga kasih karunia Tuhan dapat memberikan kita semua kemampuan berdialog dengan jiwa besar agar hidup itu saling mengharagai dan saling dukung. Tuhan bersamamu. Selamat memasuki masa puasa dari hari Rabu Abu.

Kebajikan

Setiap pengharapan adalah bagian dari kebajikan hidup.

asdfsKalau kita menelusuri kehidupan kita, maka kita temukan bahwa sebagian besar adalah pengharapan. Coba kita perhatikan walaupun usia kita rata-rata 60-70 tahun dan usia sekarang kita 60 tahun, tapi tetap pengharapan kita jauh lebih dari usia kita. Apalagi jika usia kita baru 20-30 tahun, pengharapan kita sungguh besar. Barusan saja kita lewati tahun baru Imlek, dengan arti lain adalah kebajikan atau bisa disebut pengharapan, agar di tahun baru kita semua akan hidup penuh keebajikan.
Semua kesalahan, kekeliruan dan kekurangan di tahun lalu harus diisi dengan perbaikan hidup, penuh usaha dan tentu pengharapan akan rejeki dan kesehatan berlimpah.
Salah satu motto dari kebajikan yang diharapkan adalah “Fiat Voluntas Tua” (Terjadilah sesuai dengan kehendak-Mu). Memang unsur kepasrahan juga dibutuhkan oleh kita atas kuasa-Nya. Hal ini supaya menghindarkan kita dari kepongahan, kesombongan dan terlalu mengandalkan kekuatan manusia, yang sebenarnya sangat terbatas sekali.
Melalui kebajikan atau perbuatan yang menghasilkan kebaikan, proses pelaksanaan dengan baik, berpikiran positif menjadi dasar pengharapan kita, agar kita bisa berjalaan di atas terang. Tuhan memberkati kita semua.

Kunjung-kunjung

Tradisi Imlek atau tahun baru adalah kunjung-kunjung saudara tua.

kunjungSetelah semalam suntuk urusan tutup tahun, kini saatnya saling berkunjung. Tradisi di negara tirai bambu adalah mengunjungi orang yang lebih tua, keluarga atau sahabat, sambil keliling untuk memberi selamat. Hal ini mirip dengan tradisi mudik di tanah Jawa. Cuma mobilitas hanya lokal saja dan tidak harus keluar daerah.
Seorang sahabat yang cukup lanjut usia di Cina menceritakan bahwa tradisi kunjung-kunjung ini memang sudah lama sekali bahkan usianya sudah lebih tua dari peradaban manusia sendiri. Sebab, di sana semua orang bekerja dan setiap pekerja tidak tinggal sama-sama, baik orang tua maupun anak, bahkan suami istri pisah hanya bertemu setahun sekali. Tentu bikin anak juga susah karena di sana cuma boleh 1 keluarga punya anak 1 tidak boleh lebih. Ini menyebabkan di Cina termasuk melahirkan anak kembar prosentasi terbesar di dunia.
Kunjungan setahun sekali ini juga karena faktor alat komunikasi karena dulu tidak ada alat komunikasi. Oleh karena itu berita-berita dikumpulkan, lalu setahun sekali jumpa lalu diceritakan. Biasanya kalau keluarga besar selalu ada juru bicara dan juru tulis. Saya masih ingat sewaktu saya masih kecil kalau kumpul keluarga lalu sang juru bicara mulai bercerita. Momen ini dipakai juga untuk saling mencari jodoh. Karena kumpul-kumpul biasanya timbul perjodohan. Demikian kalau kumpul juga bicara bisnis. Salah satu kekuatan ekonomi keluarga Tionghoa karena eratnya tali silaturahmi sehingga saling bantu membantu dan tolong menolong. Kalau ada keluarga susah sepertinya wajib untuk dibantu.
Waktu tahun 90-an saya pernah menghabiskan waktu malam imlek di Ta Sia di utara Shen Zhen. Kami sekeluarga kumpul dan tiga hari tiga malam makan terus. Boleh dibilang tiada waktu tanpa makan, sehingga perut jadi begar, tapi pengalaman pertemuan itu membuat saya menjadi ikut disadarkan. Padahal di sana tidak ada agama, tapi berdoa terus walau tidak teratur tapi kesan pengharapan, kesatuan dan semangat kebersamaan sangat terasa nuansa liturgisnya. Pada saat makan mereka membuat ritual dengan sedikit nyanyian untuk mengenang para orang tua yang sudah meninggal. Lalu, pemberian baju untuk bayi dan anak. Semua membuat suasana indah sekali, Di situ tidak dijumpai perasaan saling iri, benci atau tidak suka, sehingga betul-betul terasa keakrabannya.
Saya rasa tradisi kunjung-kunjung bisa diterapkan ke wilayah atau lingkungan. Para petinggi gereja mengunjungi umat. Para ketua wilayah dan ketua lingkungan bisa menyapa umat, sehingga tidak ada rasa saling curiga, rasa iri, dan kebencian. Semua bisa berubah menjadi suasana cinta. Sedangkan di suasana kerja mari kita membiasakan diri saling membantu, saling mendukung dan saling mengisi.
Semoga kita bisa memahami kehadiran kita dalam hidup bersosial di mana saling silaturahmi dan kunjung-mengunjungi menjadi bagian dari kehidupan kita. Dari sana kita kita juga bisa mengerti sebenarnya hidup menggereja itu adalah harus saling mengunjungi, bukan hidup sendiri -sendiri. Tuhan memberkati.

Ang Pao

Gong Xi Fat Choi
Ang Pao Na Lai

090213-HW1-berbagi-sukacita-imlekSemalam bercengkerama bersama keluarga. Kami saling mendoakan, saling bercerita, saling memaafkan dan ditutup dengan makan bersama (tutup meja) dilanjutkan dengan senda gurau sampai larut malam, lalu ditutup dengan bagi-bagi Ang Pao bagi anak-anak dan bagi yang belum menikah (walaupun usia lebih tua yang belum menikah tetap menerima Ang Pao karena yang menikah dianggap lebih tua dan dewasa).
Ang Pao (bungkusan merah atau Hung Bao) merupakan tradisi turun temurun bagi Orang Tiong Hoa. Merah dianggap sebagai lambang suka cita dan sukses serta doa bagi yang menerima. Bukan masalah isinya tetapi ketulusan dan doa buat anak cucu inilah yang utama. Nasib menjadi bagian dari makna Ang Pao bahwa siapapun yang menerima Ang Pao akan bernasib baik dan terhindar dari mara bahaya. Ang Pao, simbolis sebagai hadiah uang dengan amplop merah, sebenarnya Ang Pao tidak saja diberikan pada hari Imlek. Ang Pao juga melambangkan kegembiraan jadi bisa diserahkan pada acara ulang tahun, perkawinan, lulus sekolah atau pertemuan keluarga, masuk rumah baru dan lainnya.
Khusus pada Imlek di mana Ang Pao lebih dikenal dengan Ya Sui artinya adalah hadiah yang diberikan kepada anak-anak sebagai doa atas bertambahnya usia anak. Pengertian lain Ya Sui adalah agar yang menerima hadiah ini terhindar dari kesulitan atau kesusahan, penuh suka cita dan banyak rejeki.
Orang Tiong Hoa atau Cina menitik beratkan pada simbol-simbol demikian juga dengan tradisi Ya Sui dengan Ang Pao seka;igus untuk memperingati bergantinya tahun. Sekarang ini tahun ular dan yang lahir setelah 10 Februari 2013 disebut Shio Ular yang mempunyai siklus setiap 12 tahun. Simbol lain adalah dengan menggunakan warna merah. Itu tanda kebahagiaan tersendiri.
Dalam tradisi Tiong Hoa, yang wajib memberikan Ang Pao adalah orang yang sudah menikah karena tradisi mengatakan bahwa pernikahan adalah batas kedewasaan seseorang. Anggapan bahwa orang yang menikah itu sudah lebih mapan, secara fisik maupun ekonomi. Bagi yang belum menikah tetap berhak menerima Ang Pao, walaupun secara umur seseorang sudah lebih dewasa atau lebih tua dari yang sudah menikah.
Kalau kita sadari dan meresapi makna Ang Pao, yang lebih dalam adalah rasa kebersamaan, rasa cinta dan rasa memberikan perhatian. Hal itu terlepas dari berapa pun isi Ang Pao itu. Rasa senasib sepenanggungan dan saling mengucapkan selamat memberikan HARAPAN baik untuk satu tahun ke depan. Ini menurut saya sungguh luar biasa. Tradisi yang sangat indah dan tidak dimiliki bangsa lain patut kita contoh. Sering kita berdoa, berkumpul bersama tapi melalui tradisi Ang Pao ada sesuatu kekuatan yang sungguh luar biasa.
Saya beruntung hari ini bisa membagikan Ang Pao buat anak, keponakan, cucu dan juga beberapa satpam, pembantu rumah tangga, sopir dan keluarganya, anak-anak tetangga dan teman anak-anaku. Sungguh aku merasakan kebahagiaan tersendiri terutama melalui lukisan senyum dari yang menerima Ang Pao.
Tuhan memberi, Tuhan membagi dan Tuhan mengajarkan kita untuk memberi Pengharapan adalah sumber kebahagiaan.

Imlek 2564

Selamat menikmati kebahagiaan Tahun Baru Imlek, semoga tahun Ular Air ini memberikan rejeki berlimpah buat semua sahabat.

TahunUlarAir2013-370x268Menurut legenda, dahulu kala, Nián (年) adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam ragam hikayat lain dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Untuk melindungi diri mereka, para penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. Dipercaya bahwa melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil panen.
Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kertas merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adat-adat pengusiran Nian ini kemudian berkembang menjadi perayaan Tahun Baru. Guò Nián (Hanzi tradisional: 過年; bahasa Tionghoa: 过年), yang berarti “menyambut tahun baru”, secara harafiah berarti “mengusir Nian”
Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang kembali ke desa. Nian pada akhirnya ditangkap oleh 鸿钧老祖 atau 鸿钧天尊Hongjun Laozu, seorang Pendeta Tao dan Nian kemudian menjadi kendaraan Honjun Laozu.

亲爱的好朋友,水蛇年快到了。
My dear friends, the Snake Water year is coming
我希望我是最特别的一个给你送上祝福
I wish I’m one of the most special blessing to you
愿~水蛇年开始~
Wish you: in this Snake water year ~
千贵万贵平安最贵
From all expensive things, peace is the most expensive
千好万好喜乐最好
From all the good things, joy is the best;
千美万美幸福最美
From all the beautiful things, happiness is the most beautiful;
千顺万顺如意最顺
From all the smooth things, good luck is the smoothest
千福万福健康最福
From all the blessed things, healthiness is the most blessed
新的一年祝你平安、喜乐、幸福、如意 & 健康
Wish you all of these: peace, joy, happiness, luck and healthiness in this coming year


新年快乐 Xin Nien Kuai Le,
身体健康 Shen Ti Jian Kang,
龙马精神 Long Ma Jing Shen,
万事如意 Wan Shi Ru Yi。
Ǥǿπƍ ✗i Fa chai

Bersih-Bersih

Hampir sebagian besar hidup kita untuk bersih-bersih dan ini adalah bagian dari iman kita.

SampahMenjaga kebersihan merupakan bagian dari menjaga kesucian dalam kehidupan kita terlepas dari kebiasaan atau kewajiban, yang pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari keimanan. Oleh sebab itu, orang yang tidak menjaga kebersihan dan kesucian sama dengan telah mengabaikan sebagian dari nilai-nilai keimanannya.
Gubernur DKI Jakarta Jokowi dalam 100 hari tugasnya selalu mengharapkan kita semua untuk membudayakan kebersihan, terutama di mulai dari lingkungan kita sendiri. Sampah dan kotoran limbah masih semrawut. Berbeda dengan negara-negara maju. Masalah sampah sudah bukan tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab individual.
Kembali ke beberapa puluh tahun lalu saya masih ingat kalau menggosok gigi pakai arang atau batu bata. Kalau kramas pakai jeruk purut. Kalau cuci baju pakai klerek. Kalau mandi gak pakai sabun. Semua unsur kebersihan sudah diperhatikan. (Maaf) Kalau karena belum ada softex atau pembalut jadi pakai kain saja. Sekarang semua sudah siap dengan peralatan dan bahan pembersih. Kita mau hidup bersih dan mau secara aklamasi ingin lingkungan kita bersih.
Budaya “BERSIH” memang sangat diperlukan dan harus dimulai sekarang juga. Kita bisa mulai dari yang kecil-kecil dulu dari diri kita. Mulai dari bangun pagi sampai kita tidur kembali. Apa langkah-langkah bersih kita ambil terutama dalam lingkungan rumah lalu di jalan. Saya akan bersuka cita kalau kita umat serentak memiliki dua tong sampah depan rumah warna kuning untuk recycle dan warna biru untuk organik. Saya lihat truck sampah yang ambil masih memilah-milah jenis sampahnya.
Kalau cuma 1 tong sampah atau bak sampah mari kita ramai-ramai buat bak sampah yang bagus dan indah dipandang, lalu dicat kuning atau orange supaya menarik. Jangan lupa ajak tetangga-tetangga buat program Bersih-Bersih.
Mari kita semua secara serempak mulai membudayakan kebersihan sebagai bagian dari IMAN kita. Artinya kita percaya bahwa Bersih di luar bisa juga Bersih di dalam. Kalau kita membersihakan di luar otomatis kita akan membersihkan di dalam, yakni hati dan kehidupan rohani kita. Tuhan melindungi, menjaga dan memberkati kita semua

Pengalaman

Pengalaman adalah guru yang baik dan nilainya mahal.

leaderDevLGPada saat recruitment atau pendaftaran menjadi karyawan baru, baik lisan maupun tulisan, pertanyaan pertama adalah apa pengalamannya, baru disusul dengan pendididkan dan keadaan atau kondisi lainnya. Siapa yang tidak memerlukan pengalaman karena memang itu mahal sekali. Kalau mendidik orang sampai jadi bisa kerja biayanya mahal, sehingga dalam bekerja kita harus membuka mata dan telinga kita agar betul-betul meresapi, mendalam dan mengerti apa yang kita kerjakan. Sekecil apapun yang kita kerjakan pasti memiliki nilai yang tinggi sekali.
Ah Kuet, seorang tukang kunci, nongkrongnya di Superindo. Saya mengenal baik beliau dan suka bercanda kalau kebetulan saya berbelanja di Superindo Daan Mogot. Saya pasti mengajaknya ngobrol. Beliau sudah 20 tahun lebih menjadi tukang kunci. Kunci apa saja bisa dibukanya atau bahkan dibuat duplikatnya, sampai menurutnya brankas juga bisa dibukanya.
Bagaimana semua ini bisa kamu lakukan dengan baik? Sekolah di mana?. Dia tertawa. Mana ada Universitas Kunci. Yang ada hanya belajar dari pengalaman. Tanpa guru dan pembimbing. Dia sukses menjadi wiraswasta yang penuh tanggung jawab. Apakah anda pernah gagal membuka atau membuat duplikat kunci? Semua kehidupan pasti ada hasil pasti ada gagal. Saya hanya berdoa kalau mengalami kesulitan!
Wah hebat Ah Kuet. Nomor hapenya 081317951250 jika suatu saat anda perlu.
Memang pengalaman tidak bisa dipisahkan dari ilmu pengetahuan. Sedalam apapun ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang tidaklah ada artinya. Demikian disebut sedalam apapun iman seseorang tanpa perbuatan sama dengan mati. Pengalaman berasal dari kata Peng-ALAM-an. Ia merupakan hasil sentuhan ALAM dengan Panca Indra Manusia, sehingga memungkinkan manusia menjadi tahu. Inilah yang disebut pengetahuan.
Dalam dunia kerja atau usaha istilah pengalaman juga digunakan untuk merujuk pada pengetahuan dan ketrampilan tentang sesuatu yang diperoleh lewat keterlibatan atau berkaitan dengannya selama periode tertentu. Secara umum, pengalaman menunjuk kepada mengetahui bagaimana atau pengetahuan prosedural daripada pengetahuan proposisional.
Pengetahuan yang berdasarkan pengalaman juga diketahui sebagai pengetahuan empirikal atau pengetahuan posteriori. Seorang dengan cukup banyak pengalaman di bidang tertentu dipanggil Ahli atau Pakar di bidangnya
Semoga pembelajaran kita sehar-hari memberikan kita pengalaman berharga, terutama pengalaman iman kita agar bisa menumbuhkan pengharapan kita. Kasih Tuhan melindungi anda semua.

Kompak

Kekompakan dalam suatu organisasi berbuah kebahagiaan bersama (Adh)

Apa sebenarnya yang kita cari dalam suatu kelompok, komunitas atau organisasi atau perusahaan. Saya rasa semua kita tahu jawabannya, yaitu “Kebahagiaan”, karena makna kebahagiaan itu mencakup materi, psikologis, lingkungan dan komunikasi dan tidak ketinggalan “kompak”. Kompak itu artinya melepas egoisme lalu mendahulukan persahabatan atau pertemanan. Kompak tidak tergantung balasan materi dan semuanya menghasilkan suka cita besar.
(Kisah nyata) : Anita, seorang sekretaris di sebuah perusahaan pengeboran minyak, baru saja ditinggal suaminya, yang menikahi perempuan lain. Anita harus menjaga dan merawat dua anaknya sendiri. Kehidupan ekonomi pas-pasan dan dicukupi oleh gaji saja. Suatu siang dalam perjalanan tugas, Anita mendapat musibah dirampok. Dia membawa uang perusahaan juga uang pribadinya, juga ada titipan uang kawan-kawan untuk arisan kantor. Sungguh nasib malang sudah jatuh ketiban tangga. Tapi sungguh di luar dugaan, baik perusahaan maupun teman-teman bahkan mengumpulkan dana buat dirinya, sehingga bukan kerugian malah dia mendapat uang lebih karena kekompakan teman-temannya. Kekompakan itu menimbulkan solidaritas. Semua teman-teman rela membantu dan mereka bahagia karena bisa menolong temannya yang susah. Anita menemukan kebahagiaan tersendiri dalam kekompakan bersama teman-temannya.
Kekompakan (dalam arti positif) pasti dirindukan setiap insan manusia, baik dalam rumah tangga antara suami istri, anak-anak, dan orang tua. Sungguh suatu keindahan dan kebahagiaan besar kalau semuanya kompak sehati sejiwa dalam segala hal. Interaksi manusiawi juga jika berada dalam lingkungan di RT/ RW dan di kantor. Semua organisasi pasti menginginkan kekompakan karena di sanalah letak kekuatan dan kebersamaannya.
Dalam kesempatan kali ini saya ingin menawarkan beberapa langkah dalam upaya membina kekompakan anggota dalam suatu organisasi.

Visi dan Misi
Dalam organisasi sangatlah diperlukan adanya visi dan misi yang jelas, sehingga anggota dengan sendirinya akan dipersatukan oleh visi dan misi itu sendiri. Bagaimana pun juga visi dan misi dalam sebuah organisasi adalah pondasi utama yang sangat menentukan kelanggengan organisasi di masa yang akan datang. Jika dalam individu anggota sudah memilki visi misi yang sama, maka akan sangat mudah untuk dipersatukannya.

Saling percaya, saling dukung dan saling silang rasa.
Sebuah kesalahpahaman antaranggota sering terjadi dalam perjalanan suatu organisasi. Hal ini dapat diatasi jika terlahir sebuah proses keterbukaan dan saling mempercayai sesama anggota sehingga akan membentuk suatu hubungan kekompakan anggota.

Kerjasama, komunikasi dan konflik
Keharmonisan dalam berorganisasi tentunya sangat erat ketergantungannya dengan jiwa kerjasama, komunikasi dan menghindari konflik. Segalanya memang perlu pembiasaan. Jika ingin memiliki anggota yang kompak, maka asas kerja sama harus terus dibakar dalam tiap individu anggota. Jangan pernah melihat kadar berat ringannya perbuatan tersebut. Bagaimana pun juga dalam kehidupan berorganisasi segalanya harus dipikul bersama. Meskipun sejatinya perkara tersebut bisa dilaksanakan sendiri.
Begitu pula dalam komunikasi sesama anggota juga sangat dibutuhkan. Jiwa kebersaaan akan tumbuh subur dalam individu anggota jika komunikasai terus berjalan. Lain halnya dalam memandang konflik biasanya semua orang selalu memakai kacamata negatif. Seolah-olah dalam konflik itu tidak akan menghasilkan sisi positif. Padahal jika para anggota terlebih lagi pemimpinnya mampu mengemas konfik itu dengan kemasan yang baik, maka konflik tersebut bukan akan mendatangkan keretakan, namun sebaliknya justru mempererat persatuan dan membina kekompakan.
Semoga kita semua bisa membangun kekompakan yang mendasari kehidupan Iman dan Pengharapan kita.

Idola

Memiliki idola sama dengan memiliki pengharapan (Adh).

Pertandingan tenis Australian Open 2013 sudah selesai dengan Novak Djkovic sebagai juara tunggal putra mengalahkan Andy Murray dari iInggris. Tentu Djokovic menjadi idola banyak orang apalagi sekarang dia berada dalam rangking nomor satu dunia. Kalau dahulu banyak ibu-ibu hamil sudah mengidamkan agar bisa dipakai untuk nama anaknya.
Memang pemberian nama tidak terlepas dari idola orang tua. Bagaimana mengartikan nama tersebut juga penuh pengharapan agar kelak anak tersebut bisa seperti apa yang diharapkan orang tua. Karena hal tersebut saya suka sekali memperhatikan nama orang, karena setiap nama memberikan arti, walau Shakespeare mengatakan “apalah arti sebuah nama” tapi nama tetap nama yang pasti memiliki sebuah arti.
Berpijak dari pengertian Idola, kita khususnya orang Katolik memiliki tiga nama sekaligus. Pertama adalah nama pemberian. Kedua nama baptis atau permandian. Ketiga adalah nama penguatan. Sekilas nama-nama itu mungkin sudah kita lupakan, tetapi nama yang melekat pada diri kita tidak pernah melupakan kita.
Ini sebuah kisah nyata di Jerman. Seorang ayah memberikan nama anaknya Lukas. Suatu hari anak itu sakit keras sekali dan hampir tidak tertolong karena mereka hidup di desa yang jauh dari kota. Saat-saat kritis itu lewatlah serombongan tim Palang Merah yang menolong korban perang. Alkisah Lukas si kecil mendapat pertolongan seorang dokter yang juga bernama Lukas.
Setelah dewasa Lukas menjadi seorang admiral terkenal dari Jerman karena lobi perdamaiannya. Pada suatu saat beliau bertemu dengan Bapa Suci Paus dan kisah pertama diceritakan. Beliau mendapat pertolonngan Santo Lukas. Lalu, Bapa Suci mengatakan bahwa nama itu adalah idola setiap Manusia, terutama pengharapannya dan hidup. Seperti kita meletakkan nama Yesus Kristus, sebagai idola kita, maka dia akan hidup dan memberikan pertolongan kepada kita. Kisah ini diangkat saat penanda tanganan perdamaian di mana Jerman dibagi dua dan selalu menjadi ingatan bahwa nama memang penuh arti.
Mari saya ajak semua sahabat untuk menulis namanya di atas sebuah kertas putih. Lalu coba kita tulis dibawahnya apa arti nama kita. Kalau tidak ada arti apa pengharapan di balik pemberian nama itu, setelah itu gulung kertas tersebut dan kita tunggu 2 hari. Kemudian kita buka gulungan kertas itu lalu kita tulis dibawahnya lagi apa yang kita peroleh dari nama kita dan setelah itu kita simpan. Seminggu kemudian kita coba buka kertas itu lagi dan kita resapi makna nama itu. Anda akan terpesona dengan permainan ini dan luar biasa. Apa lagi selama menulis letakkan dalam doa dan pengharapan.
Saya mengidolakan nama seorang pujangga besar William Shakespeare karena banyak tulisan-tulisan dan kisah-kisah yang bagus, terutama kisah kisah cinta yang bagus bagus. Saya juga mengidolakan para pahlawa terkenal seperti Mc Arthur. Juga pahlawan di dalam negeri seperti Jendral Sudirman yang berjuang melawan penjajah sekaligus berjuang melawan kanker paru-paru dan harus wafat di usia 30 tahun tapi sudah menjadi Jendral besar.
Idola memang memberikan semangat. Nama Permandian saya Fransiskus Xaverius dan nama penguatan saya Antonius yang memberikan pengharapan saya akan pertolongan mereka dalam diri saya sehari-hari. Nama saya Adharta (yang punya Google Tranlate bisa lihat dari nama Irish) yang artinya Ibadah. Nama ini hasil pemberian seorang Pastor Irlandia (namanya sudah lupa) saat saya masih SD, karena saya masih pakai nama China, Ong KoK I yang tentu punya makna sendiri dari pengharapan papa mama saya.
Semoga idola-idola yang hidup dalam hati kita bisa menjadi hidup lebih hidup terutama nama Yesus Kristus sebagai idola utama kita.