Sebagian besar waktu kita dihabiskan di tempat tidur
Dan saat itulah yang terindah untuk hari esok.
Saya duduk membaca sebuah iklan dari Spring Bed di Mal Central Park. And cradles you while you sleep (dan membuat anda nyaman saat anda tidur)
Menarik sekali karena apa yang mempengaruhi kita saat kita tidur?
Sedikit mengingatkan bahwa tidur memberikan banyak manfaat, dalam istirahat malam ini semua fungsi tubuh kita sampai otak mengalami rest total dan disini semua agar kekuatan dipulihkan. Jadi seseorang yang mengalami susah tidur (insomia) sangat menderita karena bukan masalah tidak bisa tidurnya tetapi masalah fatique atau kelelahan di mana semua fungsi tubuh mendapat tekanan dan sangat lelah, termasuk akibat stress yang berkelebihan.
Tempat tidur adalah bagian dari rencana peristirahatan, tetapi memang tidak menjadi syarat mutlak karena banyak orang tidur di bawah jembatan juga mengalami tidur nyenyak.
Kembali ke soal tempat tidur, ada sebuah perusahaan Spring Bed mengadakan study dan research, bahwa walau seluruh badan kita istirahat dalam tidur tetapi ada sesuatu kekuatan yang menjaga kita, sehingga dengan sedikit suara atau gangguan kita bisa terkejut bangun, beberapa percobaan sekaligus menunjukan bahwa di dalam tidur banyak hal bisa dikerjakan, terutama mimpi-mimpi yang banyak menjadi inspirasi untuk suatu inovasi. Perpaduan energi ini membuat para designer tempat tidur berlomba lomba menawarkan jenis-jenis tempat tidur dengan segala manfaatnya.
Dahulu ada sebuah komik seorang anak kecil menjadi sakti mandraguna saat tidur (Si Tolol dan Jaka Sembung).
Tempat tidur menjadikan kita tidur nyenyak dan sehat, terlepas dari banyak urusan dan kehidupan siang hari yang membuat orang berpenat dan lelah.
Permasalahan sekarang bagaimana membuat keserasian agar tempat tidur menjadi nyaman buat kita tidur. Ada dua kemungkinan, yaitu tempat tidur didesign mengikuti Ccontour kita atau kita yang menyesuaikan ke jenis tempat tidur yang kita ingini (seperti halnya tidur di tikar, di lantai atau di bawah pohon)
Tempat tidur akhirnya bisa diibaratkan kita menyusun suatu rencana untuk melakukan hal besar atau cita-cita, bagaimana kita memberikan segala sumber tenaga, pikiran dan kemampuan kita penuh dengan mimpi-mimpi masa depan yang indah dan baik. Jadi, perencanaan ibarat kita tidur dan tempat tidur ibarat blue print yang ada.
Suatu saat kami bertemu untuk reuni kecil di Surabaya, yang jadi masalah ada 3 kamar tapi kami bertujuh. Akhirnya saya ngalah tidur di Sofa karena yang lain pasangan suami Istri. Keesokan harinya mereka semua ngantuk alasan tidak bisa tidur karena tempat tidur banyak semut, bau dan keras. Saya beruntung sofanya cukup nyaman dan aku tidur nyenyak. Besoknya sang koordinator kena marah masalah tempat tidur, tapi dia kasih alasan lihat saja yang tidur di sofa tanpa komplain, tapi kok yang di ranjang komplain. Lucu juga tapi kita berdamai setelah aku jelaskan bahwa tujuan reunikan kumpul-kumpul dan hepi-hepi bukan masalah. Sejauh tempat tidur hanyalah sebuah rencana, semua tertawa dan kita tetap bergembira. Semoga kita bisa mempersiapkan diri dalam istirahat kekal kita dengan mempersiapkan tempat tidur abadi yang nyaman. Tuhan memberkati








