Pembangunan akan majukan daerah. Jembatan sarana utama.
Jembatan merah
Siapa tidak tahu jembatan merah di Surabaya. Mungkin dipopulerkan oleh Lagu Ismail Marzuki atau kisah heroik kota Pahlawan. Buat saya, kenal banget karena sekolah saya dekat Jalan Kembang Jepun. Kantor saya di Jalan Karet. Apalagi disana sekarang banyak makanan khas Surabaya. Jembatan Merah memiliki kisah tersendiri dan menjadi kenangan arek-arek Suroboyo.
Jembatan Barito
Tahun 1992 saya berjumpa dengan Bapak Ir. Radinal Mochtar. Saat itu beliau Menteri Pekerjaan umum. Saya kenal beliau karena direktur saya adalah Ipar menteri PU sebelumnya, Bapak Ir. Purnomosidi. Beliau mengatakan akan membangun jembatan terpanjang di Indonesia. Diskusi cukup panjang, dan setelah mendapat restu dari bapak presiden akhirnya disepakati membangun Jembatan Barito di Banjarmasin. Kontraktor ditunjuk PT Adhi Karya, dengan konsorsium beberapa perusahaan. Perusahaan saya bertugas mengangkut seluruh material mulai dari Sydney, Australia sampai di Banjarmasin. Kami mengankatnya lalu dirakit ulang menjadi jembatan. Jembatan terpanjang saat itu dengan double suspension cable sepanjang 1200 meter. Kalau malam indah sekali.
Jembatan Kutai Kartanegara
Oktober Jembatan Kukar roboh. Ibu Bupati Rita mengundang kami untuk diskusi masalah Demolition Pylon Jembatan KuKar yang roboh. Ada korban cukup banyak. Sisa tiang pylon sampai sekarang masih berdiri dengan ikatan kabel. Belum ditemukan solusi masalah ini sampai saat ini.
Jembatan begitu penting bagi transportasi. Ia adalah bagian dari pembangunan suatu daerah. Kita bisa bayangkan kalau tidak ada jembatan. Di Jakarta kita kenal banyak jembatan, bukan untuk menyebrangi sungai, tapi untuk jalan tol. Membangun kehidupan juga demikian. Kita mutlak memerlukan JEMBATAN untuk membuat keselarasan, terutama membangun CINTA diantara sesama dan diri kita sendiri. Jembatan yang diperlukan pertama untuk ikatan persahabatan adalah MENGERTI (understanding). Ini salah satu jembatan persahabatan yang mengatakan : “Mengenal-Mu adalah takdir. Jadi teman-Mu adalah pilihan. Mencintai-Mu adalah jembatan menuju keselamatanku”.
Berbicara tentang jembatan saya ahlinya, karena 25 tahun bergelut di pembangunan. Saya tak mengerti membangun Jembatan Hati, Jembatan CINTA, Jembatan Kasih, dan Jembatan Sahabat. Saya butuh bantuan pastor, bruder, suster dan para arsitek CINTA, tetapi saya percaya bahwa semakin banyak Jembantan Cinta kita bangun dalam hati kita, maka keselamatan sudah bisa dijangkau dan SORGA menanti.









