Monthly Archives: October 2012

Jembatan

Pembangunan akan majukan daerah. Jembatan sarana utama.

Jembatan Suramadu


Jembatan merah

Siapa tidak tahu jembatan merah di Surabaya. Mungkin dipopulerkan oleh Lagu Ismail Marzuki atau kisah heroik kota Pahlawan. Buat saya, kenal banget karena sekolah saya dekat Jalan Kembang Jepun. Kantor saya di Jalan Karet. Apalagi disana sekarang banyak makanan khas Surabaya. Jembatan Merah memiliki kisah tersendiri dan menjadi kenangan arek-arek Suroboyo.

Jembatan Barito
Tahun 1992 saya berjumpa dengan Bapak Ir. Radinal Mochtar. Saat itu beliau Menteri Pekerjaan umum. Saya kenal beliau karena direktur saya adalah Ipar menteri PU sebelumnya, Bapak Ir. Purnomosidi. Beliau mengatakan akan membangun jembatan terpanjang di Indonesia. Diskusi cukup panjang, dan setelah mendapat restu dari bapak presiden akhirnya disepakati membangun Jembatan Barito di Banjarmasin. Kontraktor ditunjuk PT Adhi Karya, dengan konsorsium beberapa perusahaan. Perusahaan saya bertugas mengangkut seluruh material mulai dari Sydney, Australia sampai di Banjarmasin. Kami mengankatnya lalu dirakit ulang menjadi jembatan. Jembatan terpanjang saat itu dengan double suspension cable sepanjang 1200 meter. Kalau malam indah sekali.

Jembatan Kutai Kartanegara
Oktober Jembatan Kukar roboh. Ibu Bupati Rita mengundang kami untuk diskusi masalah Demolition Pylon Jembatan KuKar yang roboh. Ada korban cukup banyak. Sisa tiang pylon sampai sekarang masih berdiri dengan ikatan kabel. Belum ditemukan solusi masalah ini sampai saat ini.
Jembatan begitu penting bagi transportasi. Ia adalah bagian dari pembangunan suatu daerah. Kita bisa bayangkan kalau tidak ada jembatan. Di Jakarta kita kenal banyak jembatan, bukan untuk menyebrangi sungai, tapi untuk jalan tol. Membangun kehidupan juga demikian. Kita mutlak memerlukan JEMBATAN untuk membuat keselarasan, terutama membangun CINTA diantara sesama dan diri kita sendiri. Jembatan yang diperlukan pertama untuk ikatan persahabatan adalah MENGERTI (understanding). Ini salah satu jembatan persahabatan yang mengatakan : “Mengenal-Mu adalah takdir. Jadi teman-Mu adalah pilihan. Mencintai-Mu adalah jembatan menuju keselamatanku”.
Berbicara tentang jembatan saya ahlinya, karena 25 tahun bergelut di pembangunan. Saya tak mengerti membangun Jembatan Hati, Jembatan CINTA, Jembatan Kasih, dan Jembatan Sahabat. Saya butuh bantuan pastor, bruder, suster dan para arsitek CINTA, tetapi saya percaya bahwa semakin banyak Jembantan Cinta kita bangun dalam hati kita, maka keselamatan sudah bisa dijangkau dan SORGA menanti.

Bendera

Bendera negara mewakili jiwa seluruh rakyat (BK)

Buku “Di Bawah Bendera Revolusi ” pernah disandera. Buku 7 seri dalam edisi lux menjadi sangat langka, namun begitu Ibu Megawati menjadi presiden, buku ini naik nilainya dan harganya mahal sekali. Bendera Merah putih. Merah berarti Berani. Putih nan suci. Bendera Merah Putih diambil dari Bendera Belanda yang di robek, merah putih biru, dibuang birunya menjadi merah putih. Merah Putih dipakai patih Gajah Mada saat melakukan Sumpah Palapa bahwa Indonesia harus bersatu padu.
Bendera, hanya selembar kain, tapi memiliki roh dan kekuatan emosional luar biasa. Saat terjadi peristiwa Tien An Men, Pemerintah Cina mengambil sikap keras terhadap para demonstran. Saat pembunuhan masal sudah tidak dapat diredam dan dikendalikan, semua demonstran dibagi bendera merah dan diikat di badannya. Dalam waktu singkat semua kerusuhan terhenti dan dilanjut ke meja perundingan. Sungguh dahsyat berapa ribu nyawa yang telah dilindungi oleh bendera.
Bendera Palang Merah, di medan perang menjadi simbol damai. Jika ada pasukan dengan bendera Palang Merah lewat maka sementara peperangan dihentikan. Bendera PBB saja kadang kala masih diserang.
Pada tahun 1986 saya diperkenalkan dengan UNHCR (United Nation High Commission Refugee). Saat pertemuan hadir pula wakil Presiden Tri Sutrisno dan Menteri Sosial. Kami bertemu di Gedung PBB Jalan Thamrin. Dalam kelakarnya Pak Tri, bilang kita sekarang ada di luar negeri lho, karena begitu banyak bendera di keliling kita, tapi Bendera Merah Putih tidak ada. Semua jadi tegang, dalam hati aku mau bilang ambil saja bendera Belanda, tapi hebatnya ternyata Ajudan Pak Tri bawa bendera di mobilnya, jadi suasana tegang berganti ceria.
Begitu besar arti sebuah bendera, karena menyangkut kewibawaan harkat dan martabat bangsa dan negara. Jiwanya memberikan semangat hidup dan menyelamatkan. Merah Putih melambangkan darah kita merah dan putih menghidupkan dan menyelamatkan.
Dalam diri kita perlu kita naikkan bendera kita supaya dimana kita berada kita tampil dengan gaya dan formasi kita seperti jiwa besar, penuh cinta, ringan tangan dan suka membantu orang lain. Bendera kita akan menjadi sumber suka cita. Pemersatu antara jiwa dan raga kita serta roh kita. Bersatu dengan kehidupan kita, berdamai dengan jiwa kita, dan berdamai dengan sesama serta berdamai dengan Tuhan kita.
Hatiku sungguh bersuka cita melihat warna-warni bendera dari semua sahabat karena itu adalah lambang cinta Tuhan. Mungkin ada bendera yang tidak kita sukai tapi perlu kita hargai. Mari kita buat bendera kita seindah mungkin dan kita kibarkan.

Angka

Sembilan angka yang sempurna, di kali berapapun jumlahnya tetap sembilan
4 x 9 = 36 (3+6=9)
9 x 9 = 81 (8+1=9)

Angka menjadi simbol setiap kehidupan. Ada yang menyebut sebagai lambang, tapi ada juga yang menjadikan tumbal. Ada yang menulis jadi makna atau arti, tapi yang pasti angka menjadi bagian dari hidup manusia.
Menurut hasil penelitian para ilmuwan apapun di dunia ini bisa dijadikan angka dan angka yang paling mudah adalah digital 0 dan 1 (binary), baik film, foto, suara apa saja bisa didigitalisasi, termasuk percobaan pengiriman data 3 dimensi.

Dalam sebuah seminar teknologi di Singapura tahun 1998, diputarlah film Star Treck, tentang transformasi 3 dimensi sampai manusia. Saya pikir ide ini bisa mengatasi kemacetan di kota Jakarta, karena ke mana-mana kita tidak pake mobil. Semua pakai lift saja. Lalu dalam seminar tersebut juga dipertunjukkan bagaimana teknologi itu berkembang dan maju pesat sekali pada periode 10 tahun terakhir.
Jika Anda naik pesawat, jangan kaget begitu masuk cockpit, anda melihat pilot dan co pilot tidur nyenyak, karena semua menggunakan auto pilot dengan sensor digital. Jadi, selain auto pilot ada warning system yang mengawasinya. Juga ada voice automatic yang membuat laporan perjalanan pesawat yang direkam di black box.
Perusahaan saya mengoperasikan kapal laut walaupun teknologi tidak secanggih pesawat, namun security system sudah sangat tinggi. Kami sudah menggunakan Navtex (Navigation teletext), EPIRB, GPS (Global Positioning Satelite) dan alat-alat canggih seperti APS (Auto pilot System) namun secara manual kami masih pakai Gyro Compass, Radio SSB, FM dan radio komunikasi, telepon satelite dan juga BBM (kalau ada signal)

Wahyu 13:18 menyebut 666. Yang penting di sini adalah hikmat. Barang siapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia dan bilangannya ialah 666.

NASA, mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mendigitalisasi bau-bauan dan mentransfer melalui data yang didigitalisasi. Saya sendiri menerima Surel tentang proses teknologi digital dimana semua komputer nanti tidak perlu dalam bentuk fisik, semua dalam bentuk instruksi voice. HP tidak ada lagi karena kita bisa bicara jarak jauh tanpa modul, kirim gambar, fax surat semua sudah dalam digital,

Aku suka angka 8. Nomor HP aku penuh dengan angka 8. Aku anak nomor 8. Waktu sekolah SD aku nomor 8. SMA nomor 8 bahkan kuliah nomor urutku 88. Lahir tahun 58, tanggal lahirku 1 Juni atau bulan 8 tanggal 8 imlek. Di kantor digitalisasi karyawan nomor aku 8, mungkin kebetulan tetapi melihat 8 aku suka sekali.

Tuhan memberikan manusia pengetahuan melalui angka-angka. Kelak sudah tidak ada huruf, tidak adalagi bahasa, tidak ada lagi tulisan karena semua diganti angka, karena angka mudah dikenal dan mudah dimengerti.
Bagaimana kita mengenal Tuhan melalui angka, tentu saja kita menentukan bahwa begitu kita dibaptis, kita sudah menjadi keluarga Allah. Bapa kita di surga dan saudara kita yang sulung selalu mendampingi kita adalah Yesus Kristus.
Sungguh indah bahwa angka berapapun Tuhan menaunginya. Ada lagu KB bunyinya demikian :
Satu, Tuhan kita
Dua, mata kita
Tiga, Ayah ibu anak
Empat, roda mobil
Lima, pancasila
Enam, hari sekolah
Tujuh, ke Gereja
Delapan, kaki laba laba
Sembilan angka sempurna
Sepuluh, perintah Allah

Tuhan begitu sayang sama kita umat-Nya, sehingga Ia memberikan tanda-tanda Angka yang berguna sekali buat kehidupan kita.

Firman

Firman-Mu, pelita bagi kakiku dan terang bagi langkahku.

Hari sudah sore, sedang padat-padatnya hari senen kemarin, tapi saya meluangkan waktu untuk bertemu dengan Panitia Alkitab Tulis Tangan (ATT) dengan tema Sabda dalam Keluarga, yang akan diluncurkan oleh Umat Gereja Santo Kristoforus. Alkitab yang akan ditulis dengan tangan terdiri dari 47,000 ayat lebih untuk Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan Kitab Deutrokanonika.
Proyek raksasa ini memerlukan dukungan umat, karena boleh dibilang sangat berat, namun memiliki tujuan sangat mulia. Sabda akan berada dalam keluarga dan memberikan sukma baru bagi umat Katolik untuk hidup bersama Firman Tuhan. Firman-Mu, pelita bagi kakiku dan terang bagi langkahku. Melangkah bersama Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang memiliki hak patent pencetakan alkitab memberikan semangat tersendiri.
Rapat sore ini memberikan inspirasi bagaimana proses pembuatan Alkitab seperti yabg dijelaskan oleh Direktur LAI Pak Syarifudin dan Direktur Penjemaatan Ibu Erna sungguh bermanfaat bagi pelaksanaan proyek ini.
Firman adalah awal dari segalanya. Demikian ditulis dalam Kitab Suci karena Firman adalah Tuhan sendiri. Berbeda dengan tulisan manusia di mana bisa dibaca dari satu saja, tetapi Firman memiliki dimensi luas sekali seperti menembus baja atau menyelam di dalam kedalaman lautan.
Coba ambil satu perikop kesayanganmu. Bacalah selama tiga kali berturut- turut, kemudian tutuplah Alkitab. Ambilah kertas putih dan tulislah apa yang Anda baca tadi, setelah itu tutuplah kertas putih tersebut, simpanlah selama tiga hari, kemudian bukalah kembali kertas tersebut. Cobalah lihat karya Tuhan selama tiga hari dan lihatlah tulisan Anda di kertas tersebut. Luar biasa dis ana CINTA akan bercerita seribu kali daripada apa yang Anda tulis.
Firman, yang ditulis dalam Alkitab sungguh memiliki kekuatan yang luar biasa. Tiada suatu usaha dari siapa saja yang dapat merobah jalan hidup seseorang. Tidak ada seorang ayah atau ibu yang dapat merobah atau menentukan jalan hidup anaknya. Hanya Firman Tuhan. Firman dapat membuat bahkan menjungkirbalikkan kehidupan seseorang. Dari tidak mengenal Tuhan, menjadi pengawal atau laskar Tuhan untuk membela mati-matian Cinta. Ribuan martir orang suci memberikan saksi, bahwa Firman itu hidup dan berkarya dan tidak henti-hentinya bernyanyi di dalam hati kita.
Pembawa Firman seyogyanya tidak dilihat dari jubahnya, tetapi dari Firman yang keluar dari Tuhan. Setiap membaca dan setiap mendengar Friman, rasakanlah bahwa Tuhan begitu sayang sama kita. Begitu besar cinta-Nya sehingga anak-Nya harus mati di kayu salib. Semoga Firman juga menerangi kehidupan Anda.

Undangan

Banyak yang diundang, tapi sedikit yang datang.

Setiap kegiatan apapun selalu dimulai dengan undangan untuk mengajak atau mengundang partisipasi seperti halnya perkawinan, ulang tahun, sunatan, perayaan Wisuda, dan sebagainya. Undangan bisa dicetak yang indah-indah atau melalui surel/email bahkan ada yang melalui lisan atau telephone atau SMS/BBM. Tergantung siapa yang undang, acara apa dan bagaimana hubungan kita yang mengundang, juga situasi dan kondisi, hujan banjir, dan lain-lain.
Saya masih ingat pada saat saya menikah dulu, pestanya di PALACE, Duta Merlin. Saat itu termasuk restoran termewah di Jakarta. Ruangannya besar sekali dua lantai, tetapi tidak bisa menampung undangan yang hadir. Akhirnya panitia dan keluarga diminta tidak makan. Nanti makannya disediakan khusus. Acara sangat meriah, makin malam makin penuh. Banyak yang datang tanpa undangan. Sebaliknya, anak kedua saya yang pestanya di Hotel Mulia pada tahun 2007, bulan Pebruari, justru berbeda. Gedung yang sangat besar, isinya cuma separuh. Masalahnya karena hujan besar dan seluruh Kota Jakarta banjir. Semua akses jalan penuh dengan air. Kami masih beruntung sekali separuh pengunjung hadir. Namun di akhir pesta kami kelebihan makanan, yang disumbangkan ke pengungsi banjir di KS Tubun.
Undangan merupakan bagian yang terpenting dalam setiap agenda acara. Demikian juga dengan hidup kita yang tidak terlepas dari setiap hari kita mengundang Tuhan untuk hadir dalam diri kita. Apakah Tuhan mau atau tidak dengan undangan kita yang disampaikan melalui doa permohonan, melalui renungan, dan melalui puasa dan pantang. Sebenarnya Tuhan pasti datang, cuma sayangnya hanya sampai di depan pintu saja dan tidak bisa masuk, karena pintu kita tutup rapat dan kita tidak kenal Tuhan.
Sebaliknya Tuhan setiap hari di setiap pagi pasti mengundang hati kita agar hadir bersama-Nya untuk bersuka-cita, tetapi kita menolak-Nya karena kita tidak kenal Tuhan. Kita lebih suka bermuram durja, penuh benci, iri hati, marah marah, cemburu dan sakit hati. Padahal Tuhan setiap detik memberi undangan melalui bunga-bunga yang mekar mewangi, bisikan angin yang sejuk, siulan burung yang merdu dan kokok ayam yang berkarisma. Sayangnya, kita selalu menjawab nanti dulu ahhh.
Saya sendiri selalu membiasakan diri menutup doa malam sebelum tidur dengan doa sekali bapa kami dan tiga kali Salam Maria. Demikian pula saat menyambut fajar pagi. Kalau lupa istri saya selalu mengingatkan, sudah sembahyang belum? Ini termasuk undangan buat sahabat semua, mengapa kita selalu sembahyang saat sebelum makan atau selesai makan? Jawabannya sederhana sekali, karena doa adalah bagian dari makanan itu sendiri. Sayang sekali kalau tidak dinikmati. Bayangkan saja ada apetiser dan makanan penutup atau pencuci mulut yang tidak kita nikmati.
Tuhan mengundang kita setiap detik untuk masuk dalam pesta suka cita, bergembira, dan penuh senyum serta mau menolong sesama kita, khusunya sahabat kita yang kehilangan cinta. Upaya untuk meneruskan undangan Tuhan juga menjadi bagian dari suka cita. Mari kita pulang kita diutus! Undangan yang menarik sekali. Pulang ke mana? Diutus apa? Yang paling indah pulang ke rumah Bapa yang penuh suka cita. Diutus apa? Diutus mengajak semua sahabat untuk masuk dalam pesta suka cita berbagi kabar gembira dan menikmati hidangan yang disiapkan Tuhan, yakni cinta kasih.

Legenda

Menurut legenda dunia itu terjadinya karena mimpi seorang dewi.

Menurut beberapa pendapat memang legenda itu adalah perpaduan antara sebuah fantasi dan imaginasi dengan tradisi. Legenda itu menginspirasi para pujangga untuk menulisnya, baik dalam kisah tertulis maupun kisah turun temurun.
Legenda yang paling banyak ditulis adalah tentang cinta dan disusul persahabatan, keluarga, pendidikan dan kebudayaan.
Malam kemarin, aku melihat bintang jatuh, tanpa kusadari hatiku berseru memohon agar aku selalu bahagia. Kepercayaan orang tua-tua dulu bila melihat meteor jatuh, boleh minta apa saja. Sementara kalau ada yang bersin, pasti terucap God bless you. Yang lucu lagi kalau lepas gas, cepet-cepet pegang dompet. Kalau lihat pelangi cepat bilang anakku mau mirip dewi-dewi yang lagi turun mandi.
Kalau gigi bawah copot, ambil lalu buang di atas genteng dan sampaikan cita-citamu. Ada legenda tentang mimpi. Mimpi seperti digigit ular paling seru karena segera dapat jodoh. Arti mimpi banyak sekali ditulis. Saya suka sekali kalau ada kupu-kupu masuk rumah, karena pasti ada tamu.
Legenda yang menarik sekali tentang kebetulan. Jumat malam lalu saya janji makan malam dengan para pimpinan Bank BNI di Cafe Bakerzin, Plasa Senayan. Bersama saya ikut juga Pak Sutadi yang kami panggil Pak Boss. Dalam cerita investasi, pihak Bank BNI membiayai sebuah perusahaan milik Pak Bambang, Putra Jendral Gatot Subroto. Para pimpinan bank itu berusaha untuk bertemu dengan Pak Bambang, tetapi segala usaha belum berhasil.
Yang terjadi kemudian luar biasa sekali. 20 menit setelah kami bicara ternyata beliau ada di depan Cafe itu. Luar biasa! Legenda mengatakan bahwa kebetulan itu tanda cinta. Demikian juga berbicara tentang jodoh dan asmara cinta. Di mana dewi dan dewa sudah siap dengan panah asmara, jadi siapa yang terpanah tidak bisa lepas dari jodohnya.
Semalam saya menikmati legenda Boneka Teddy Bear yang hidup di Premiere Emporium bersama teman romo. Film jenaka ini diangkat dari legenda Indian dan perpaduan kehidupan modern tentang cinta. Legenda itu memberikan inspirasi Sutradara Graft membuat TED yang cukup menarik untuk ditonton (khusus Orang dewasa).
Legenda Romeo dan Juliet, Sampek Engtay, Ande Ande Lumut dan Klenting Kuning, Sangkuriang, Dayang Sumbi, White Snake Legend dan banyak sekali. Legenda tentang cinta dan kekuatan cinta sangat dominan dan bisa membuat perubahan drastis dalam kehidupan manusia. Memang bagi orang tertentu tidak terlalu menarik melihat legenda, tetapi buat kehidupan rohani, legenda-legenda sangat mengikat terutama tradisi-tradisi dan kebudayaan.
Malam ini mari kita makan Tion Cu Pia (moon cake) Tanggal 15 bulan 8 (peh gwee cap go) kue bulan wajib dibagikan ke keluarga dan dimakan bersama. Menurut legenda makan kue bulan sama dengan menerima berkat kebahagiaan. Hampir semua legenda mengajarkan tentang kebaikan, cinta kasih dan mengajak kita hidup bahagia, damai sejahtera dan sukses.

Pameran

Sarana mengenalkan produk melalui pameran.

Kalau sekarang anda ke JITC, Kemayoran, maka bisa menikmati pameran mobil dan industri yang besar. Suasana ramai sekali. Di sana ada bermacam-macam mobil dan kendaraan bermotor yang dipamerkan. Beberapa produk juga memberikan fasilitas. Baik berupa diskon maupun sarana fitur yang menarik bagi yang membeli saat pameran.
Di Cina, hampir setiap tahun ada Canton Fair di Kota Kwang Chow. Itu merupakan pameran yang luar biasa besar. Yang dipamerkan bukan saja produk dalam negeri, tetapi ada juga produk luar negeri. Di Jakarta juga ada Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta yang digelar setiap bulan Juni saat menyambut Ulang tahun kota Jakarta.
Hampir setiap kota besar di seluruh dunia punya tempat dedung exhibition yang besar besar dan memberikan fasilitas MICE. Perusahaan berlomba-lomba memanfaatkan fasilitas pameran untuk memasarkan produknya supaya dikenal dan dapat dibeli langsung oleh masyarakat. Para SPG juga berusaha semanis mungkin melayani para calon pembeli atau pengunjung yang cuma mau jalan-jalan lihat saja.
Pertanyaan timbul dalam hati saya, mengapa sedemikian pentingnya sebuah pameran sehingga para produsen begitu berani melepaskan dana pemasaran yang besar sekali dibandingkan dengan dana iklan atau pemasaran lain. Apakah efektif? Ternyata dari hasil research atau survey memang benar bahwa penjualannya pasti akan berlipat ganda baik pada saat pameran maupun pasca pameran.
Dalam perjalanan penyebaran dan pengabaran Injil dan usaha-usaha melebarkan misi, pameran juga penting dan berdaya guna. Seperti melalui pameran benda-benda rohani, buku-buku, gambar-gambar dan lukisan. Ambil saja lukisan The Last Supper (perjamuan terakhir).
Pameran sangat dibutuhkan. Sekarang tinggal produk apa yang bisa dipamerkan dan barang apa yang bisa dijual kepada orang yang membutuhkan. Perbuatan yang baik seperti karya penyelamatan, suka membantu sahabat, hati yang baik, suka menolong, murah hati, sabar, berbelas kasih dan penuh suka cita ini perlu dipamerkan. Dengan demikian, terang di dalam diri kita bisa dilihat orang
“Tidak ada orang menyalakan pelita dan di taruh di bawah gantang”.

Berdikari

Berdiri di kaki sendiri

Semasa pemerintahan Presiden Bung Karno di awal tahun 1960 semua pihak mengalami kesulitan. Rakyat sangat menderita. Pemerintah tidak bisa berbuat banyak, tetapi pemerintah belajar dari India dimana Mahatma Gandi mencetuskan Gerakan Swadesi untuk melindungi dan menghidupkan rakyat tanpa ketergantungan luar negeri. Di Indonesia kita sebut Berdikari atau berdiri di kaki sendiri.
Memasuki era 90-an, Cina bagaikan raksasa bangun tidur. Seluruh dunia sama sekali tidak memandang sebelah mata. Mana mungkin sebuah negara melarat, kacau balau, penuh korupsi dan amburadul bisa bangkit berdiri dan membuat semua negara di dunia hanya melongo saja.
Saya masih ingat Eropa 1992, Uni Eropa bersatu dengan satu mata uang Euro. Seakan-akan nanti USD akan bertekuk lutut. Amerika sibuk dengan perang teluk dan melawan teroris. Australia sibuk dengan Ground Policy. Sedang di negara Asia lainnya termasuk Indonesia sibuk dengan politik dan demokrasi. Cina tanpa bantuan luar negeri. Cina benar-benar berdikari maju termasuk menerobos globalisasi tanpa ragu-ragu merebut pasar. Cina tanpa malu-malu membuat produk alternatif.
Masih ingatkah Peristiwa Malari 15 Januari 1974 di Jakarta saat kunjungan Perdana Menteri Jepang Tanaka? Saat itu terjadi demonstrasi besar-besaran seperti tahun 1998. Ribuan mobil Jepang dibakar dan ratusan korban jiwa sampai akhirnya sahabat saya Dokter Hariman Siregar Cs harus mendiami Cipinang selama 15 tahun. Gejolak ini bukan saja di Indonesia, tetapi hampir seluruh negara Asia termasuk Cina, Malaysia, Singapura, Thailand dan sebagainya
Tetapi tentacle Cina masuk ke seluruh dunia. Tidak ada satu pun yang protes bahkan semua mendukungnya. Aneh sekali. Di Australia semua boneka koala dan kanguru bertuliskan made in Cina. Romo Boli Ujan, SVD saat bersama saya belanja di Mal. Beli baju Made in Cina. Beli apa saja Made in Cina. Akhirnya beli sepatu merk Bata dan Made in Cina. Lalu, kami berdialog dengan pemilik toko yang kebetulan ada. Katanya pabrik sepatu Bata sudah tutup, sekarang semua beli dari Cina. Eropa, Amerika, Australia bahkan NEC (New Economic Country) seperti Malaysia, Singapura, Thailand sebagian besar menggunakan produk Cina.
Berdikari di Indonesia hampir sudah punah. Tingkat ketergantungan terhadap Cina besar sekali. Sama seperti Paris marah sama Beijing dan mau boikot Olimpiade, tapi harus diakhiri dengan permintaan maaf Presiden Perancis karena Cina akan membatasi Ekspornya ke Perancis.
Lho aneh. Kok yang jual yang menguasai pasar. Padahal yang membeli juga punya kemampuan. Sama halnya kedelai Cina. Indonesia akan kolaps tanpa tempe. Begitu pemerintah mengeluarkan keputusan umurnya hanya 15 hari karena harus ditarik karena tempe hilang di pasaran.
Berdikari masih terkenang. Mari kita membangun jiwa raga kita dengan kemampuan kita. Hidup kerohanian kita tidak boleh tergantung import. Kita harus mampu produksi sendiri. Biar negara sudah lupa berdikari, tapi jiwa kita tetap harus mampu berdiri di kaki sendiri. Tuhan memberkati dalam cinta kasih-Nya.

Friends

Friends of my friend is my friends (Teman-teman dari teman saya adalah teman-teman saya)

Dalam perjalanan bisnis saya di tahun 90-an saya selalu mencoba menerapkan sebuah falsafah bahwa bisnis itu adalah teman. Semua ini saya dapat dari tips seorang kawan. Sekarang beliau menjadi notaris yang terkenal. Katanya kalau kita bisnis itu dapatnya dari teman, tapi kalau mau lebih besar lagi dapatnya dari temannya teman, tapi kalau mau lebih besar sekali, maka dapatnya harus dari teman-temannya teman. Sungguh beruntung saya, ternyata tips itu 100 persen benar. Memang ada etika yang mengatakan bahwa “Persahabatan adalah tujuan bukan sarana”.
Saya rasa ini benar sekali. Memang bukan sarana, tetapi tujuan. Kalau tujuannya mencari bisnis, ya disitulah teman. Memang kita sadari bahwa persahabatan bukan terjalin karena saling memberi atau saling menerima. Ini saya juga setuju, tetapi persahabatan sejati adalah bisa menjadikan semua sahabat menjadi sahabat dan penuh suka cita, damai sejahtera dan saling membantu. Apa lagi kata Yesus bahwa cinta sejati itu pengorbanan. Seoarang yang rela memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabat-Nya.
Sebuah doa yang baik adalah jika tidak lupa memberikan ruang khusus untuk para sahabat atau teman. Sahabat kita yang paling dekat adalah diri kita sendiri. Karena putus hubungan dengan orang lain bisa cari lagi, tetapi putus hubungan dengan diri sendiri walahualam!
Modal utama dalam persahabatan cuma satu saja, yaitu “Cintailah sesamamu seperti dirimu sendiri”. Karena sesungguhnya kalau kita mencintai dan menyayangi sesama sahabat kita, artinya kita sudah mencintai Tuhan Allah kita dengan sempurna.
Ada seorang teman wanita saya di SMA, waktu kelas 2 dia mengalami kecelakaan mobil di Pasuruan. Akibat kecelakaan itu, ia mengalami gegar otak serta koma selama 2-3 tahun kemudian baru sadar. Keluarga semua senang sekali karena sebenarnya secara fisik dia sehat sekali. Lalu suatu saat keluarga menanyakan kepadanya apakah masih ingat teman-teman sekolah terutama di SMA. Dia menggelengkan kepalanya lalu ditanya lagi. Coba ingat-ingat siapa nama teman yang masih diingat lalu jawabnya Adharta. Ini disampaikan ke saya melalui keluarga dan saya menyempatkan diri mengunjunginya. Sayangnya setahun kemudian beliau meninggal dunia di tahun 2000. Istirahatlah dengan tenang sahabatku Vivi Soeyoto. Namamu berada dalam doaku hari ini.
Tuhan memberikan kita sahabat, sebagai bagian dari kasih karunia-Nya. Jadi, apa yang diberikan Tuhan, janganlah dibuang atau disia-siakan.