Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horison pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.
Menikmati akhir pekan di Melbourne, kami sekeluarga menuju kota untuk menikmati jalan-jalan bersama cucu-cucu. Sepanjang jalan udara dingin sekali dan turun hujan deras. Di ufuk timur kami bisa melihat busur pelangi bagus dan indah sekali. Warna-warninya bisa terlihat jelas sekali dan bentuk yang sempurna seperti suatu gambaran lintas jembatan dari langit menuju bumi. Buat anak-anak pasti teringat lagu “pelangi-pelangi, pelukismu agung siapa gerangan, pelangi-pelangi ciptaan Tuhan”.
Buat saya pemandangan pelangi ini hal yang special, mengapa? Karena memandang pelangi adalah suatu kesempatan yang tidak selalu terjadi. Seperti halnya ada kisah lucu. Ada kepercayaan orang yang mendapat kotoran burung itu tandanya akan mendapat rejeki. Demikian halnya juga dengan mimpi. Kalau mimpi lihat pelangi itu tandanya akan dapat hadiah atau jodoh. Sama dengan mimpi digigit ular itu artinya mau dapat jodoh. Ini melihat sendiri pelangi yang nyata tentu berkatnya besar sekali. Sebenarnya pelangi itu banyak sekali warnanya, tetapi mata manusia hanya menatap beberapa warna saja, yaitu merah kuning jingga hijau biru nila dan ungu. Saya jadi teninspirasi bahwa mengapa pelangi itu harus terlihat oleh manusia. Apa gunanya dan apa untungnya? Karena setiap peristiwa alam pasti ada sesuatu makna tertentu. Apakah masih ingat peristiwa bintang berekor pada September 1965 yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Katanya pasti ada bencana dan ada kejadian yang memilukan di negara kita.
Kita bisa lihat sedikit kisah yang ada di Alkitab. Dalam Kejadian 9:13 di atas, pelangi baru ada sesudah air bah melanda bumi dan pelangi itu menjadi perjanjian bahwa Allah tidak akan mendatangkan air bah seperti itu lagi. Sebagian penafsir berpendapat bahwa pelangi sudah ada sebelum peristiwa air bah, kemudian dijadikan tanda perjanjian oleh Allah, sedangkan sebagian lagi berpendapat sebaliknya. Pendapat lain pula mengatakan adanya pelangi menandakan bahwa atmosfir bumi sebelum air bah berbeda dengan sesudah air bah di era Nuh. Ada usaha-usaha kalangan tertentu yang menafsirkan bahwa pelangi itu sudah ada “sebelum” air bah, tetapi tidak didukung oleh Alkitab. Diperkirakan, sebelum air bah, belum ada uap air di udara yang dapat membiaskan sinar menjadi pelangi, kita membaca pula bahwa sebelum air bah rupanya belum ada hujan
Adalah hal yang menarik saat kita melihat pelangi. Di sana ada perjanjian yang mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu memberikan terbaik. Ia menjanjikan hal-hal yang baik dan selalu memberikan yang terbaik. Kalau ada suatu saat kita belum merasakannya mungkin bila tiba waktunya semuanya akan indah. Saya membaca kutipan Ibu Teresa beberapa saat lalu bahwa jikalau kita sedih atau susah, sebenarnya kita sedang berusaha menolak rahmat Allah yang diberikan kepada kita. Indah sekali kata-kata ini jika kita resapi. Saya rasa penglihatan akan pelangi ini nyata sekali mengingatkan bahwa Tuhan adalah Maha besar dan Maha kuasa. Karena kuasa-NYA maka kita semua dijadikan dan dengan demikian DIA juga akan menjaga kita sebagaimana DIA memberikan pelangi sehabis hujan. Semoga Tuhan memberikan pelangi-pelangi buat hati sahabat semua. Walau habis hujan air mata, pelangi adalah janji Tuhan bahwa DIA selalu berada dekat dengan kita. Bahkan bersama kita sampai akhir jaman. Tuhan memberkati. Salam dan doa








