Kritik

Semakin dewasa seseorang, kritik semakin menyakitkan hatinya, tetapi semakin bijaksana seseorang, kritik akan semakin indah bagi dirinya, karena krItik baginya adalah suara Tuhan (Adh)

critical-thinkingSiang ini saya menikmati makan siang di Griya Dharma Wulan di Babakan Madang, Sentul Selatan.
Sehabis acara penyerahan sumbangan dari Yayasan Dharma Wulan kepada Pusaka, yaitu kelompok yang di bawah BK3S (Badan Koordinasi Kegiatan Kesejateraan Sosial) Provinsi DKI, di mana ada 18 kelurahan yang menerima bantuan dari hasil Turnamen Golf Radius Prawiro Cup XV, saya mewakili yayasan sebagai Ketua Umum, menyerahkan sumbangan kepada wakil-wakil Pusaka. Pusaka (Pusat santunan dalam keluarga) adalah keluarga-keluarga yang memelihara orang tua dalam keluarga kurang mampu dan salah satu misi Yayasan Wulan (Warga Usia Lanjut) adalah memberdayakan orang tua agar berdaya guna. Kegiatan ini sudah berlanjut 15 tahun lamanya dan ide ini diprakarsai oleh almarhum Bapak Radius Prawiro.

Dalam kesempatan tadi Ibu Leoni Radius Prawiro hadir dan memberikan sambutan. Saya memberikan sambutan bahwa ada satu hal kenapa Pusaka itu penting, yaitu di sana ada Cinta Tuhan sendiri yang dipancarkan dari kesatuan keluarga. Satu hal saya sampaikan bahwa semakin dewasa seseorang, kritik semakin menyakitkan hatinya, tetapi semakin bijaksana seseorang, kritik akan semakin indah bagi dirinya, karena krItik baginya adalah Suara Tuhan. Atau orang makin tua makin sulit dikritik, berbeda dengan anak-anak. Kita marah pun tidak masalah, biasa saja, besok sudah baikan. Tetapi seorang tua, orang tua kita yang tinggal bersama kita. Kita hati-hati jika mengkritiknya atau memarahinya tentu akan menjadikan hatinya sakit sekali dan tidak mudah disembuhkan.

Demikian juga berlaku hukum bagi seseorang. Semakin dewasa atau semakin tinggi jabatannya semakin sulit di kritik. Seorang guru, seorang direktur, seorang pastor atau seorang suster akan merasa berbeda jika dibanding kita mengkritik seorang hamba seperti office boy atau koster. Mereka akan marah, sakit hati dan bisa timbul kesombongan bahkan memaki si pengkritik, karena mereka merasa dirinya lebih hebat, lebih benar dan lebih suci. Tetapi berbeda dengan orang bijaksana menerima kritik. Mereka justru berterima kasih karena menganggap kritik adalah SUARA Tuhan, bukan dari yang mengucapkan. Beberapa orang tua yang hadir saat saya bicara menangis, meneteskan air mata, dan saat selesai acara mereka menemui saya dan menyampaikan uneg-unegnya dan kata mereka sekarang mereka sadar. Selama ini mereka sangat sakit hati dengan ucapan dan kritik dari anak-anaknya, tetapi hari ini mereka baru tahu bahwa kritik adalah suara Tuhan.

Saya sendIri tersenyum karena hal yang sama terjadi kalau saya dikritik oleh anak saya atau bawahan saya, tetapi adakalanya saya bersyukur karena bisa menerima kekurangan. Jujur saja bahwa saya banyak menimba keuntungannya, tetapi buat orang yang tidak bisa menerima akan terlihat semakin banyak kelemahannya. Orang seperti ini sangat tidak bijaksana bahkan cenderung bersifat kerdil dan bagi perusahaan sebenarnya tidak bisa dipakai karena tidak mungkin bisa maju.

Berbahagialah bagi siapa saja karena kritik bisa membuatnya bangkit dan menjadi besar, tetapi sungguh menyedihkan bagi siapa yang menerima kritik sebagai siksaan karena kepadanya tidak akan ada tanggung jawab besar dan tidak ada kesempatan baginya menjadi orang berjiwa besar! Semoga Tuhan mengajarkan kita bagaimana menerima kritikan adalah suara-Mu sendiri. Seperih apapun kritik itu akan menjadi indah. Seumpama pukulan ibu atau tamparan ayah semasa kecil bagi kita, sekarang menjadi indah dan berbunga. Salam dan doa.

Tanda Tangan

Mewakili diri kita, tanda tangan adalah suatu bukti sah bahwa kita ada dan bersama kita dan menjadi jati diri kita dan tidak bisa diwakili orang lain (Adh)

stock-vector-signature-set-collection-of-fictitious-contract-signatures-business-autograph-illustration-78386158Suatu pagi, saya harus menyediakan waktu untuk menandatangani perjanjian kredit dengan Bank Mandiri di hadapan notaries. Saya hadir mendahului dan perjalanan macet sekali. Syukur semua berjalan dengan lancer. Dalam hati saya pikir alangkah baiknya kalau bisa ada yang didelegasi, ternyata tanda tangan adalah suatu aktivitas yang tidak bisa diwakilkan seperti halnya penandatanganan cheque, giro, wesel, perjanjian kerja sama sampai akta-akta penting seperti perkawinan, warisan dlsb.

Para pakar paranormal mengatakan bahwa nasib, karakter dan perjalanaan hidup bisa dibaca dari tanda tangan seseorang. Ada kisah menarik dengan bapak Dahlan. Saat beliau mau mendirikan KIA-KIA di Kota Surabaya, berjumpalah dengan seorang kakek tukang ramal. Kejadian lucu sekal karena kita diramal melalui tanda tangan. Nasib saya kata tukang ramal bisa jadi pengusaha tapi harus sering jadi pekerja social. Lalu, Pak Dahlan diramal bisa menjadi pengusaha kaki lima, wah ! Asyik juga mendengar peramal menceritakan dan membaca kepribadian melalui tanda tangan. Tanda tangan bisa menunjukkan kepribadian seseorang. Tanda tangan yang berukuran besar dibandingkan tulisannya menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Tulisan tangan atau tanda tangan disebut juga tulisan otak (brain writing). Masalah yang sedang dihadapi seseorang bisa diatasi dengan mengubah tulisan, termasuk tanda tangan. Untuk melakukan perubahan tulisan yang stabil biasa dilakukan selama 30 hari karena pembentukan sel di otak membutuhkan waktu 21 hari. Hal itu akan mempengaruhi neuro-science atau susunan saraf di kanan dan kiri otak seseorang sehingga meningkatkan pola pikirnya.

Beberapa ahli mengatakan bahwa ada benarnya pengaruh psikologis dari tanda tangan, tetapi saya sendiri kurang percaya. Saya lebih yakin bahwa seseorang berani dalam mengekspresikan tulisan tanda tangannya. Dia lebih percaya diri. Di sini mungkin lebih tepat bahwa orang yang memiliki kepercayaan dan percaya diri tinggi dia punya kesempatan menjadi orang yang lebih berhasil. Kembali kepada tanda tangan, saya sepakat kalau keindahan yang terukir di tanda tangan seseorang mencerminkan kepribadian, karena tanda tangan mewakili kita dalam segala hal. Tuhan sendiri sudah menggoreskan tanda tangan-Nya melalui anak-Nya dan bisa kita baca serta kita alami bersama. Tuhan memberkati kita. Semoga tanda tangan kita juga mewakili kepribadian kita yang baik. Salam dan doa.

Selimut

Memberikan kehangatan saat kita tidur dan memberikan kesembuhan saat kita sakit demam (Adh)

Selimut-dan-Karpet1Buat orang yang tinggal di daerah tropis seperti di indonesia, selimut kurang dibutuhkan kecuali yang pakai AC tidurnya, tetapi yang hidup di iklim sub tropis maka selimut sangat penting artinya.
Kedinginan bisa membuat tubuh kita dehidrasi dan terjadi kekejangan serta kehilangan daya tahan tubuh. Selimut juga menjadi bagian dari kehidupan manusia khususnya orang sakit, sehingga sepanjang perawatan di rumah sakit peran selimut dalam kesembuhan pasien cukup besar sekali. Sungguh menarik kita melihat selimut dalam kehidupan kita.

Mitos kuno juga mengatakan bahwa selimut itu ibarat malaikat pelindung kita menjaga kita tidur, sehingga apa bila kita bermimpi dapat selimut atau sedang berselimut itu bertanda kita akan mendapat rejeki besar atau kesembuhan dari sakit.

Suatu malam yang dingin di Korea Selatan, seorang ibu miskin mencoba meindungi anaknya dari serangan dingin karena badai salju dan angin dingin. Akhirnya ibu itu tewas meninggal sambil memeluk anaknya. Setelah badai lewat orang menemukan mereka dan anaknya selamat, tetapi ibunya mati membeku. Kejadian ini dikenang orang Korea sepanjang masa, karena kisah cinta ibu yang menjadi selimut buat anaknya sampai mengorbankan jiwanya sendiri sungguh menjadi suatu inspirasi cinta betapa besar cinta seorang ibu bagi anak-anaknya.

Di rumah, saya juga menyediakan selimut untuk menjaga kami dari kedinginan, cuma kita sering lupa peran selimut itu sendiri kepada kita. Yang terang kita benar-benar dilindungi tentu kita sadar bahwa diri kita juga ada yang melindungi, menyelimuti kita, memberikan kehangatan dalam semangat kerja, memberi nafas kehidupan dan selalu mengingatkan kita saat kita berjalan di kegelapan.

Kita semua sungguh harus bersyukur karena Tuhan memberikan kita semua kebaikan dan menjaga kita lebih dari makhluk yang lain. Kalau kita belajar teori kemungkinan. Dalam segala kalkulasi maka sering kita temui suatu besaran yang memberikan signal kepada kita di mana posisi kita mengambil keputusan, tetapi jika kita berada dalam kepasrahan kita kepada Tuhan maka segala yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Bayangkan orang sudah mati harus dihidupkan, secara teori kemungkinannya 0 persen, sehingga tidak bisa kita masukkan dalam teori kemungkinan. Selimut adalah sebagian dari kemungkinan untuk meindungi kita dan kita percaya bahwa Tuhan sendiri yang memberikan selimut kepada kita sehingga kita hidup lebih nyaman.

Sepanjang perjalanan hidup kita sering dipenuhi kekhawatiran, tetapi sering kita rasakan ada sesuatu yang memberikan kehangatan, menjauhkan dan menghindarkan kita dari kekhawatiran, apa itu? Karena saya sendiri merasakannya. Sudah seminggu ini saya mendapat tekanan kekhawatiran operasional perusahaan kami dan keselamatan awak kapal tetapi sungguh nyata Tuhan selalu mendampingi kami. Semua memberikan perlindungan dan menghibur kami. Tuhan memberkati dan melindungi kita, memberi selimut kehangatan hidup kita. Salam dan doa.

Panca Indera

Panca indra manusia terbagi atas 5 bagian, yaitu :

1. Mata (Penglihatan)
2. Telinga (Pendengaran)
3. Hidung (Penciuman)
4. Lidah (Perasa)
5. Kulit (Peraba)

Indahnya matahari pagi
Hangatnya sentuhan sinarnya
Bunga-bunga semerbak mewangi
Merdunya suara burung
Manisnya madu
Semilir angin di pipiku
Semua kurasa
Semua kukecap
Demikian baik Tuhan
Sayang kita

(Adharta)

pagePagi-pagi subuh saya siap-siap karena hari ini saya mau shooting pembuatan film dan dokumenter, bukan di studio tetapi di Panti Asuhan Santo Yusup, Sindanglaya, Cipanas, Jawa Barat, di mana crew film, pengarah acara dan sutradara sudah menginap dua hari di sana mempersiapkan skenario dan flash scene. Sebelum berangkat saya menikmati ketupat sayur bersama sahabat di Petojo Enclek. Wah nikmat sekali, pedas dan gurih.

Sungguh bersyukur kita memiliki panca indra. Kita bisa menikmati makanan enak. Kita mendengar music, merasakkan sentuhan angin, melihat pemandangan indah dan juga bisa memadukan segala pemberian Tuhan, tetapi ada syaratnya asal saja hati kita harus penuh suka cita karena kalau tidak maka semuanya akan jadi hambar bahkan justru memedihkan hati kita.

Panti Asuhan Santo Yusup, sedikit beda dengan panti-panti yang lain. Sekarang ada lebih 200 anak yatim piatu yang berada di sana. Di bawah naungan panti mereka menatap masa depan. Saya senang sekali bersama mereka. Di mata mereka kulihat wajah Tuhan, di dada mereka aku melihat Roh Kudus dan di tangan mereka aku melihat karya Tuhan. Hatiku tidak kuat dan tidak berdaya dan tidak bisa menolak, karena panca indra yang kumiliki tidaklah sebanding dengan karya Tuhan yang bisa kurasakan.

Panti Asuhan yang memberikan perlindungan, pendidikan dan kasih sayang yang tidak dimiliki anak-anak yatim memancarkan cahaya yang sungguh indah, meniupkan angin segar dan sejuk, dan santapan rohani yang sungguh nikmat. Saya rasa siapa yang memiliki panca indra bisa merasakannya juga.

Dalam sebuah acara penggalangan dana untuk suatu panti asuhan, disajikan band raba-raba yang seluruh pemain musik dan penyanyi adalah buta dan cacat. Setelah bermain musik beberapa lagu mereka istirahat di meja makan, saya menyapa mereka dan sedikit bercerita. Mereka mengatakan bahwa acaranya bagus dan ruangan penuh! Saya kaget juga bagaimana mereka tahu kalau ruangan penuh, sedangkan mereka buta dan ada yang tuli atau cacat, tetapi jawab ketuanya membuat saya tertegun. Beliau katakan bahwa kami dapat melihat dengan mendengar, mendengar dengan getaran, dan menikmati dengan perasaan. Panca indra hanya bagian tambahan bukan yang utama, karena yang utama adalah perasaan. Walau mata terbuka tapi tidak ada perasaan sama saja buta.
Saya sedikit tersentuh dengan pernyataan mereka. Kiranya pernyataan ini yang memberikan semangat mereka dan mereka berkemampuan. Bagaimana dengan kita yang berpanca indra lengkap, tapi tidak berbuat sesuatu untuk sesama.

Shooting hari ini dengan tema membuka perasaan memberi cahaya. Masa depan anak-anak panti asuhan dimana saja adalah bagian dari masa depan bangsa dan negara kita.Mari kita menjadi bantuan bagi mereka. Tuhan sayang kita. Salam dan doa

Kepala Dingin

Pengambilan keputusan dengan kepala dingin, tanpa melibatkan emosi, sama halnya seperti embun pagi di atas daun (Adh)

baju-merahSeperti kita berada di persimpangan jalan dan kita tidak tahu ke mana harus pergi, tetapi kita harus mengambil keputusan. Di sinilah terjadi dilema, maju kena mundur kena, kadang emosi harus berbicara, marah, benci sampai sakit hati. Keputusan dengan kepala dingin dibutuhkan. Kalau anda berada dalam posisi ini, maka harus diusahakan pengambilan keputusan dengan kepala dingin, tanpa melibatkan emosi, sama halnya seperti embun pagi diatas daun.

Ada beberapa kendala dalam pengambilan keputusan dengan kepala dingin. Adanya ketidakpedulian terhadap sesama dan lingkungan. Keangkuhan dan kesombongan apa lagi menyangkut harga diri dan emosi. Di sini kepala kita jadi panas dan pengambilan keputusan lebih asal-asalan dan banyak gagal. Dukungan ketenangan hati, rasa welas asih dan cinta memberikan bantuan banyak dalam hal pengambilan keputusan. Sikap apatisme mendorong kita mendahulukan kepentingan pribadi tentu sulit untuk berkepala dingin. Kekecewaan dan kesedihan terlalu dalam dan ketakutan dapat menimbulkan kemarahan dan emosi dalam mengambil keputusan. Untuk kepala dingin kita perlu sedikit menghindar terutama rasa takut yang berlebihan. Sindrom ini sangat berbahaya.

Seharusnya setiap manusia memiliki rasa welas asih, tetapi karena ditutupi oleh suatu kepentingan egosentris, kemarahan, keserakahan dan kepentingan pribadi semuanya jadi tirai yang tidak terungkap. Seperti ungkapan Israel : “Tangan-Mu yang membuka mataku, tangan-MU yang menutup kelopak mataku”. Kepasrahan akan campur tangan Tuhan dalam pengambilan keputusan, bagai air sejuk yang dihirup di dahaga saat panas, tetapi sering kita lupa.

Sepulang dari kantor, saya alami kepenatan dalam pikiran karena banyak masalah, tetapi saya harus mengambil suatu keputusan di rumah. Sungguh berat hati ini. Rasa marah sudah memenuhi kepala saya. Dalam kondisi ini masih timbul kesadaran dan saya harus mengambil keputusan tepat. Doa kepada Tuhan sudah terlambat. Rasanya saya tinggal sendirian di dunia ini. Akhirnya emosi saya lebih banyak berbicara daripada hati nurani saya.
Tetapi sungguh suatu mujizat nyata bahwa saat saya harus mengambil keputusan, tiba-tiba mata saya gelap dan pedas sekali. Lalu, saya ke kamar mandi dan mencuci muka. Saat itu saya melihat wajah saya di cermin dan terlihat bahwa itu bukan lagi wajah saya sesungguhnya. Saya sungguh terkejut dan saya sadar ini campur tangan Tuhan sedang bekerja. Akhirnya semua keputusan sangat bijaksana bisa diambil dengan baik. Saya rasa ada benarnya kalau kita bercermin sejenak tentang diri kita sebelum bertindak lebih jauh. Tuhan pasti siap sedia. Ia setia menemani dan membantu kita dalam masalalah sepelik apapun. Jangan tinggalkan Dia. Semoga Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Rumit

Dalam kehidupan yang sederhana kerumitan hanya timbul karena ulah kita sendiri (Adh).

mencari-jawaban-hidupPenerbangan pagi saya menuju Surabaya dari Jakarta, seharusnya jam 05.00 artinya saya harus bangun jam 03.00 belum lagi harus mempersiapkan dokumen dan materi perlengkapan lainnya. Terbayang rumitnya bisa-bisa tidak tidur. Saya sendiri baru tiba dari Denpasar menghadiri acara Lions Club dan acara Miss World di sana. Saya cukup lelah dan sangat rumit. Personal asisten saya juga merasakan kesulitan mengatur waktu yang cukup ketat.
Semalam saya akhirnya minta PA saya rubah jadwal rapat di Surabaya sehingga penerbangan bisa rubah ke jam 07.00 pagi sehingga saya bisa sedikit rest, paling tidak urusan ribet bisa sedikit relaks.
Akhirnya penerbangan ke Surabaya saya rubah jadi jam 07.00.
Saya duduk di kursi no. 3F karena pesawat sangat penuh,. Di kursi 3D seorang ibu, saat duduk beliau mengeluarkan laptop, lalu ada 2 Ipad, dan ada kamera saku. Sambil kerja dia sempat mengeluarkan peralatan make up, sesuadah itu ada makanan-makanan kecil. Ia bekerja di atas pesawat non stop. Saya tertawa dalam hati, karena baru urusan jadwal saja saya merasa rumit, tetapi ibu ini pekerjaannya sangat rumit. Dia punya show room mobil 10 di Surabaya dan Jakarta. Ia harus mengatur penjualan, lalu importasi, perjanjian jual beli, sambil masih bisa mengurus keluarga dan merawat diri dan kecantikan. Saya melirik di laptop ada perjanjian yang harus di tanda tangani, lalu Ipadnya berisi jadwal kerja, kunjungan, penerbangan dan keuangan. Di sisi lain kamera saku ada foto mobil mobil yang harus di jual belikan, ada mobil baru dan bekas.
Sungguh kehidupan sangat padat dan rumit. Saya menyempatkan diri bertanya apakah ibu tidak rumit menjalankan tugas seperti ini, bukankah di pesawat itu istirahat paling enak. Jawab beliau ini saya sudah istirahat, kalau di darat kesibukaan saya bisa tiga kali lipat. Masya Allah, ya ampun sudah ribet dan sibuk begini masih disebut istirahat. Saya sendiri sudah mendeklarasi jadi orang sibuk, ternyata tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan ibu satu ini. Lalu saya tanya bagaimana mengatur jadwal dengan keluarga. Jawab beliau saat tidur! Ya sudah pasti kalau tidur bagaimana bisa kerja? Tapi sangat menarik sekali. Pagi ini saya bisa memetik suatu pengalaman iman yang sangat berharga.
Biasanya kita selalu menganggap diri super sibuk, sehingga ada pekerjaan sedikit untuk orang lain kita katakan tidak bisa. Apalagi kalau menolong orang mungkin itu sama sekali bukan urusan kita. Untuk urusan sosial nanti dululah. Urus diri sendiri saja belum bisa mau urus orang lain, jadi kita sudah dibutakan oleh urusan kerumitan sehari-hari belum termasuk urusan keluarga dan lainnya. Kalau misa minggu kemarin kita diingatkan tentang melupakan keluarga. Saya bisa merasakan mengapa sampai kita harus melupakan sesuatu untuk mengingat yang lain. Di sini saya bisa membaca bahwa barang siapa membenci keluarganya untuk Tuhan, sebenarnya DIA menginginkan kita keluar sejenak dari kerumitan hidup terutama dalam keluarga. Dengan demikian kita bisa menemukan CINTA sejati. Seperti orang main catur dia tidak bisa melihat kesalahannya, tetapi orang yang menonton bisa mengatakan dia salah langkah.
Demikian halnya kita membenci keluarga untuk berjuang demi kepentingan umat manusia dan Tuhan. Artinya kita berusaha mengenal CINTA itu sendiri dan kita memiiki kewajiban merubah BENCI menjadi CINTA setelah kita berada di posisi bird view. Semoga Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Front Office

Citra sebuah perusahaan bukan dimulai dari keberhasilan operational melainkan keramahan dan peran front office (Adh)

frontOfficeTengah malam saya memasuki Hotel Nirwana Resort. 3 orang front office keluar dari meja dan memberi salam sambil membungkuk dan menyapa nama saya dengan tepat sekali, seakan menyambut sahabat yang sudah lama tidak jumpa, padahal saya sendiri hampir tidak mengenal mereka. Terpesona dengan pelayanan mereka apalagi ditawarkan minuman hangat dan handuk basah saya tertegun sekali. Saya lebih senang lagi tatkala saya diberikan fasilitas up grade dari junior suite menjadi suite room. Malam ini saya tidur dengan nyenyak dan senyum lebar. Saya bangun subuh karena akan bermain golf di Nirwana. Begitu bangun kami sudah mendapatkan pelayanan istimewa. Sampai kami selesai main golf semuanya dilayani dengan istimewa. Apalagi bisa pulang dengan membawa piala.

Citra sebuah perusahaan bukan dimulai dari keberhasilan operational melainkan keramahan dan peran front office. Saya sepakat sekali karena dengan adanya pelayanan front office, maka orang akan mengenal awal citra perusahaan kita, termasuk operator telephone yang menerima telepone dari luar dengan sopan dan santun. Saya ingin sekali menciptakan suasana perusahaan kami menjadi yang terbaik, supaya bisa tampil di dalam persaingan usaha dengan baik. Hari ini saya kembali ke Jakarta dengan penerbangan Garuda dari Denpasar. Walaupun Airport baru masih semrawut, tetapi petugas ground handing bertugas sangat cekatan dan baik sekali. Sampai saya duduk di atas pesawat dan menulis kisah ini. Semua pramugari melayani dengan sangat baik.

Dalam hati saya berfikir tentu HRD departemen bekerja keras mendidik personil sampai mereka semua bisa melayani dengan baik, berdandan dan tutur kata yang sopan seraya bisa menyapa tamu dengan baik sekali. Hal ini tentu tidak terlepas dari kepemimpinan para Direksi dan Manager, serta penggerak usaha. Karena bekerja dan berusaha memang membutuhkan pelayanan untuk kepuasan pelanggan. Diri kita juga masing-masing tidak terlepas dari sebuah pelayanan. Mungkin kita sendirilah yang menjadi front desk menyambut para tamu, saudara, keluarga yang datang kepada kita. Bagaimana kita bisa menciptakan personaliti keramahan dan suka cita menyambut kedatangan mereka seperti melepas sebuah kerinduan yang sudah lama sekali tidak berjumpa. tentu saya yakin kita akan mendapat balasan sambutan yang hangat, tetapi yang terpenting adalah adanya suka cita yang besar bagi kita dan bagi keluarga, sahabat dan handai taulan.

Sekarang bagaimana halnya kalau kita menyambut Tuhan yang hadir di hati kita. Pernahkah terpikir agar kita bisa mempersiapkan Tuhan hadir dalam hati kita. Apakah kalau kita berduka, bersusah hati, marah, dan benci, bisa menyambut Tuhan? Saya rasa kita bisa menjawab sendiri. Permasalahannya bahkan seharusnya justru kita tahu apa yang harus kita lakukan untuk mempersiapkan hati nurani dan jiwa yang indah saat menyambut Tuhan atau saat kita bertemu dan bertatap muka dengan Tuhan. Tuhan melindungi dan menyayangi kita. Saat kita jauh dari-Nya, tetapi DIA menyambut kita dengan pelukan hangat seperti pelukan seorang ayah kepada anak-anaknya. Salam dan doa.

Berlibur

Berlibur memberikan suatu kesempatan istirahat bagi batin kita di saat seluruh jiwa raga kita sedang berjuang memberikan kekuatan lahir batin (Adh).

1175355_10151670167377998_769448875_nMengambil cuti untuk menikmati liburan bersama keluarga merupakan suatu kesempatan istirahat bagi batin kita di saat seluruh jiwa raga kita sedang berjuang memberikan kekuatan lahir batin. Sejak hari rabu saya mengambil kesempatan cuti karena kebetulan ada sebuah konvensi pertemuan para anggota Lions dari beberapa negara yang bergabung dalam ANZI Forum (Australia New Zealand Indonesia PNG). Cukup banyak pesertanya sekitar 450 orang yang memadati kota Denpasar, Bali. Pada kesempatan ini ada event Miss World dan pertemuan seluruh CEO di dunia. Kota Denpasar penuh sesak dan ramai sekali. Bagi ANZI Forum dibuka dengan pertandingan Golf di Nirwana Golf and Country Club, Tanah Lot, Tabanan Bali. Suatu pemandangan yang luar biasa indah dimana kita bisa memukul bola melintasi teluk dengan ombak menderu dan latar belakang Pura Tanah Lot. Memang layak dan pantas disebut Pulau Dewata karena kami semua serasa berada benar-benar di Nirwana.

Agenda liburan dilanjutkan dengan bermain dengan cucu-cucu dan beberapa kesempatan bergabung menyaksikan para kontestan Miss World yang memang layak masuk dalam pemilihan karena sangat cantik seperti dewi-dewi di kahayangan. Liburan di pulau Bali memang sangat mengasyikan. Kita hampir benar-benar melupakan kepenatan rutinitas dalam pekerjaan sehari-hari. Keramah-tamahan penduduknya memberikan kesan khusus. Hadirnya makanan-makanan khas Bali juga menjadi bagian dari wisata kuliner. Memang liburan atau liburan dengan keluarga adalah bagian dari kehidupan rohani, karena sebenarnya liburan tidak harus menikmati pemandangan di suatu tempat seperti Bali, karena banyak sekali tempat-tempat di dekat kita yang indah-indah, terutama banyak tempat di hati kita yang perlu kita saksikan keindahannya.

Pariwisata indah di hati kita yang paling utama adalah menikmati betapa besar dan indah ciptaan Tuhan termasuk diri kita yang menjadi bagian dari penciptaan Tuhan. Seorang sahabat saya sedang menderita kanker stadium 4 dan di rawat di rumah kediamannya beberapa tahun lalu. Saat itu ada beberapa orang membantu merawatnya dan setiap hari harus dibantu dengan oksigen. Penderitaan ini sudah dideritanya cukup lama dan hampir semua keluarganya sudah putus asa. Tiada lagi usaha-usaha melalui medis, hanya melalui alternatif saja, dengan badan yang cukup kurus, sebut saja namanya Mira. Mira tidak seperti orang biasa. Dia sangat tabah menghadapi keadaannya padahal cukup menderita, namun setiap sahabat yang datang mengunjunginya malah dihibur dengan tawa dan canda serta cerita-cerita yang menarik bahkan sering diisi dengan senyuman di bibirnya.

Beberapak kali Mira menyampaikan bahwa kehidupan itu yang paling baik adalah bisa menikmati karya Tuhan dan karya yang paling besar adalah CINTA. Saya tadinya bingung apa yang beliau maksudkan. Dalam kesempatan berdua beliau mengatakan bahwa karya Tuhan yang paling indah dalam dirinya adalah saat dia merasa sakit dan menderita sakit, karena dia betul-betul merasakan Cinta Tuhan melalui sahabat-sahabat, dokter, keluarga dan terutama dirinya sendiri. Kini, dia mengerti bahwa mengapa Kristus mau menderita sampai wafat di kayu salib. Itu tidak lain tidak bukan hanya ingin menikmati cinta sejati Tuhan bapa-Nya, tetapi mengapa banyak orang sakit lain demikian menderita. Jawabnya karena orang tersebut hanya merasakan cinta manusia dan mereka belum menikmati Wisata Rohani dalam penderitaan.

Saya tertegun dan sungguh tersentuh. Bagaimana mungkin saya yang sehat saja masih sering menderita sedangkan Mira yang sakit malah merasa sangat bahagia dengan penderitaan. Di sini saya merasa bahwa tingkat egoisme dan egosentris saya demikian tinggi membuat saya lebih mengedepankan kepentingan manusiawi daripada kepentingan surgawi. Setahun lalu Mira sudah pulang ke rumah bapa, tetapi kenangan dan pandangan beliau masih saya kenang, terutama pandangan beliau tentang wisata rohani melalui sakitnya. Saya sungguh bersyukur karena bisa menikmati wisata rohani sekaligus wisata jasmani apalagi bersama anak cucu yang sungguh-sungguh merupakan berkat yang luar biasa. Semoga Tuhan memberkati dalam kasih-Nya buat semua sahabat, khusus buat sahabat yang sedang sakit, kiranya melalui bilur-bilur Tuhan kita Yesus Kristus, semua sakit penyakit bisa diangkatnya. Salam dan doa.

P3K

Pertolongan pertama pada kecelakaan kiranya perlu dipersiapkan siapa saja untuk mengantisipasi adanya kecelakaan.

img1308Subuh sekali saya terkejut bangun karena gedoran pembantu rumah tangga. Kebetulan saya sendirian di rumah karena istri masih berada di luar negeri. Saya tanya kenapa? Ternyata temannya kecepit pintu dan jarinya luka berdarah cukup parah. Saya kebingungan juga memang di rumah kami ada kootak P3K tapi obat yang ada saya periksa malah isinya obat sakit perut, obat-obatan yang bukan untuk luka. Masih untung istri saya dokter gigi jadi ada betadin dan kain kasa, sehingga sementara perdarahan bisa dihentikan sementara.
Kejadian juga pernah dialami oleh anak kami yang kedual, DIRGA saat berusia 5 tahun, jatuh dan kepalanya bocor kena knalpot motor. Sungguh bersyukur saya dan istri sampai di rumah, ternyata terjadi luka cukup lebar di dahi kepalanya dan darah mancur seperti air mancur. Saat kami sampai kondisi sudah cukup berbahaya, lalu kami coba atasi dengan obat penghentian darah dan kasa, lalu dilarikan ke rumah sakit sumber waras dan dirawat serta mendapat 5 jahitan di kepalanya yang berbekas sampai sekarang.
Bagi siapa saja, persediaan kotak P3K ini sudah menjadi kebutuhan pokok dan perlu sebagai kelengkapan di rumah dan dikantor-kantor karena sudah menjadi dari bagian HSE, Health Safety and Environment, dimana menjadi standar bagi setiap perusahaan dalam hal melindungi keselamatan karyawan-karyawannya dari kecelakaan kerja lalu dilanjutkan ke perawatan rumah sakit. Mungkin sedikit saya ulas mengenai pengenalan P3K

PRINSIP PRINSIP POKOK P3K
A. Pelaksanaan P3K, berupa:
1. Tindakan yang harus dilakukan segera dan selalu diarahkan untuk penyelamatan hidup, dan
2. Tindakan yang dapat dilakukan kemudian untuk pencegahan cacat dan menghindari kondisi korban memburuk
B. Tindakan yang Tak Boleh (Dilarang) dilakukan:
1. Tindakanyang akan membahayakan hidup
2. Tindakan yang memperburuk korban, atau
3. Tindakan yang dapat menimbulkan cacat di kemudian hari
C. Rencana Pertolongan harus mempertimbangkan bagaimana :
1. Mempertahankan hidup korban (periksa keadaan umum)
2. Mengurangi penderitaan (perlu diteliti keadaan lokal)
3. Mencegah pengotoran luka dan penderitaan lebih lanjut
4. Secepat mungkin mengirim korban ke petugas kesehatan setempat.
D. Urutan tindakan P3K pada umumnya:
1. Cari keterangan penyebab kecelakaan
2. Amankan korban dari tempat berbahaya
3. Perhatikan keadaan umum korban.
4. Lakukan tindakan untuk mengatasi:
a. Gangguan pernafasan
b. Gangguan Perdarahan
c. Gangguan kesadaran
e. Segera lakukan pertolongan yang lebih sempurna dengan sarana yang tersedia
f. Apabila korban sadar, langsung beritahukan dan tenangkan korban

Kembali kepada kondisi penyelamatan pertama, bagaimana kalau kecelakaan tersebut bukan karena fisik melainkan karena mental dan spiritual atau karena kecelakaan non medis. Ini menjadi suatu kendala tersendiri, tetapi untuk kita yang percaya perlu juga P3K. Ada yang perlu kita perhatikan dalam P3K ini adalah kemampuan untuk mengatasi situasi dan kondisi supaya tidak memperparah dan meningkat sampai menjadi kecelakaan fisik, namun persiapan ini perlu sekali. Seorang kawan bercerita kepada saya bahwa bagaimana kalau ada orang kesurupan di rumah apa yang harus kita lakukan sebagai penyelamatan pertama. Saya sendiri bukan seorang pakar supra natural, tetapi kalau itu terjadi bawalah dia di tempat yang teduh tenang, lalu kalau berontak mungkin harus minta bantuan beberapa orang lalu buat suasana hening tenang. Wangi kemenyan atau cendana sangat membantu dan diiringi nyanyian rohani, sampai dia sedikit tenang lalu bawa ke rumah sakit. Kata teman saya apakah perlu panggil pastor, saya tertawa dan katakana mengapa tidak?
Semoga kita semua bisa mempersiapkan hal-hal yang baik sebelum menghadapi suasana yang tidak ada kepastian. Semoga Tuhan selalu membimbing kita dan menjaga supaya kita selalu berada dalam damai sejahtera. Salam dan doa.

Peringatan (2)

Lakukanlah ini sebagai peringatan akan daku.

uhi2Peringatan berbuat baik itu adalah hak dan kewajiban orang beriman. Ayat ini tertera hampir di seluruh kitab suci dan dipakai sebagian orang untuk memaksakan kehendaknya karena dianggap merekalah yang benar dan pihak lain harus menurutinya. Sebetulnya tujuannya sangat baik sekali seperti yang disebut bahwa keimanan seseorang harus juga dibagikan kepada orang lain agar bisa menikmati keselamatan dunia.

Lakukanlah ini sebagai peringatan akan daku. Ini adalah peringatan yang sangat indah! Mengapa? Peringatan biasanya kita ingin memaksakan diri orang lain untuk mengikuti kita, tetapi apa yang dilakukan DIA adalah bukan memaksakan diri orang lain agar mengikutinya melainkan memaksakan diri-Nya agar orang lain mengikutinya, sebagai peringatan dan akhirnya harus melalui pengorbanan di kayu salib.

Saya memiliki usaha dibidang pelayaran. Hampir seluruh bidang kami selalu memasang sticker “Warning”. Hal itu bukan untuk menakut-nakuti tetapi justru untuk melindungi kita semua. Ada pendapat bahwa itu tidak perlu! Tetapi alangkah sedihnya setelah sesuatu terjadi baru timbulah penyesalan bahkan berkepanjangan.

Peringatan adalah bagian dari iman, sehingga kita sebagai umat juga perlu saling mengingatkan kalau diantara kita ada yang menyimpang. Semoga Tuhan memberkati. Salam dan Doa.