Pencuri

Seperti hal pencuri yang datang di malam hari saat kita tidur atau lengah. Bersiap-siaplah dan berjaga-jagalah (Cerita Yahudi)

ilustrasi-pencuri-di-rumahBeberapa waktu lalu, sehabis makan malam di Hoka-Koka Bento Ciputra Mal, bersama putra-putri dari Panti Asuhan Santo Yusup Sindanglaya-Cipanas yang menginap di rumah saya, kami terperanjat karena pintu pagar maupun rumah terbuka lebar-lebar. Saya langsung berpikir pasti ada maling atau pencuri, dan ternyata benar saja. Sebuah motor Honda Revo milik teman anak saya namanya Iman, sudah amblas disikat pencuri. Kami semua terperanjat dan hanya bisa geleng-geleng kepala. Kenapa sih bisa ada pencuri yang tega hati. Padahal motor milik Iman baru dibeli dengan keringatnya setelah bekerja selama 5 tahun menabung.
Saya tertegun sejenak karena kami semua marah sekali, mengapa pencurinya kok sampai hati? Tetapi, dalam hati saya sungguh merasa diingatkan akan kejadian ini, bahwa pertama kita harus ber-hati-hati, berjaga-jaga dan selalu waspada. Ingat pepatah Jawa dan ungkapan orang Yahudi Sing penting eling lan waspodo. Seperti hal pencuri yang datang di malam hari saat kita tidur atau lengah, maka bersiap-siaplah dan berjaga-jagalah.
Malam ini kami harus lewati dengan rasa kesal, benci, marah dan penuh dendam sama sang pencuri. Di sisi lain, kita juga sadar bahwa penyebab utama kejadian ini dikarenakan kami lalai, kurang hati-hati dan ceroboh, serta tidak siap. Misalnya kami mengasuransikan, mengunci dengan rantai motornya, ya tetapi ada yang mengatakan bahwa itu sudah nasib !
Saya pernah menulis perihal pencuri, terutama yang ada hubungan dengan kehidupan kita bahwasannya kita juga sering menjadi pencuri-pencuri, tanpa kita sadari kita semua adalah pencuri. Coba kita lihat, terutama dengan mata hati kita. Ada suatu cinta kasih yang harus kita berikan kepada orang yang kita cintai, tetapi kita mencurinya. Perhatian dan kasih sayang milik orang yang kita cintai harus kita curi dengan berbagai kesenangan berbahaya. Ada juga tindakan baik untuk orang lain, yang kita curi, dengan tindakan korupsi uang dan waktu. Masih banyak hal yang bukan milik kita, kita ambil dan kita pakai, dan ini juga menjadi suatu pekerjaan pencuri.
Mari kita semua menjaga diri kita, agar terhindar dari pencuri, tetapi juga menjaga diri kita agar tidak menjadi pencuri. Dengan pertolongan Roh Kudus kita harus sadar sepenuhnya bahwa ada korelasi dekat antara cinta dan pencuri. Jika kita tidak memiliki cinta, maka kita adalah pencuri, karena kita akan mencuri cinta orang lain. Lihatlah! Salam dan doaku menyertai sahabat semua.

Mendarat

Tuhan tidak pernah menjanjikan cuaca baik, tetapi Tuhan menjanjikan tempat mendarat yang indah

delta1028-landingPenerbangan saya dan istri menuju Melbourne dengan GA 414 via Denpasar. Jadwal terbang jam 17.00 hari Minggu, jadi jam 14.00 saya sudah tiba di Airport Soetta dan menyelesaikan segala administrasinya. Pukul 17.00 WIB kami disuruh naik ke pesawat, tetapi ternyata pesawat antri di runway hampir 3 jam, dan akhirnya jam 20.00 baru terbang dan diharapkan mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali pada jam 22.30 waktu setempat, tetapi ternyata cuaca sangat buruk dan pilot gagal mendarat. Setelah berputar- putar di udara akhirnya kami mendarat jam 23.45 WITA diiringi tepuk tangan meriah seluruh penumpang yang bersuka cita. Kondisi cuaca hujan lebat sekali dan kami harus berjalan dari terminal domestik ke terminal international, yangcukup jauh. Karena hujan, maka becek dimana-mana dan tidak ada petunjuk jelas, tapi sampai juga dan sudah final call. Kami lari-lari langsung naik lagi dan pada jam 00.45 kami terbang lagi. Hampir sepanjang jalan cuaca buruk sekali, tetapi jam 09.00 waktu setempat kami mendarat di Melbourne. Suka cita besar sekali bisa bertemu anak cucu.
Saya selalu teringat ungkapan dari almarhun Bapak Capten Nayoan semasa hidup beliau katakan, “Bahwa Tuhan tidak pernah menjanjikan cuaca baik, tanpa ombak dan badai, tetapi Tuhan menjanjikan pelabuhan tujuan yang sungguh indah dan penuh suka cita.” Tetapi, saya menulisnnya
Tuhan tidak pernah menjanjikan cuaca baik, tetapi Tuhan menjanjikan tempat mendarat yang indah.
Sahabat saya mengirim bbm curahan hati bahwa dia sedang bertengkar dengan sang suami, yang terlalu manja bahkan suka melibatkan orang tua kalau bertengkar. Bersamaan itu saya ingin mengirim tulisan ini, dan saya forward ke beliau. Pertengkaran, percekcokan bahkan perkelahian semua seumpama cuaca buruk, ombak dan badai, tetapi itu bukan pelabuhan, kita ini ibarat pelaut, harusnya kita harus mampu melewati badai dan ombak, dan menghantar keluarga kita sebagai penumpang bahtera rumah tangga menuju pelabuhan kekal yang penuh suka cita dan kebahagiaan.
Beliau membalas dengan senang hati akan merenung dan berbuat seperti apa yang saya tulis.
Ini tulisan saya yang keempat mengenai perumpamaan cuaca, pelabuhan damai, dan bahtera rumah tangga, tetapi kali ini saya menggaris bawahi tentang “mendarat”, yang berarti kita turun menuju darat. Kalau kita di atas pesawat apa yang terlihat adalah semua siap-siap, pasang sabuk pengaman, menegakkan sandaran kursi, pokoknya semua duduk manis untuk menantikan pendaratan. Saya sendiri isi dengan doa, dan membaca Kitab Suci atau cerita untuk melepas ketegangan.
Memang “mendarat” harus dipersiapkan. Saat kita akan menyambut NATAL itulah pendaratan yang indah, kita isi dengan persiapan-persiapan, seperti ada Novena Kanak-kanak Yesus yang bagus sekali, ada pohon terang, ada goa macam-macam, tetapi yang kita perlukan sekarang adalah pilot yang tangguh untuk mendaratkan kita semua. Siapa dia? Itu adalah “hati kecil” kita sendiri. Kebahagiaan, kesusahan, dan kebencian, serta semua perasaan lainnya hanya ditentukan sang pilot di hati kita. No other one! Selamat mendarat. Salam dan doa.

Proposal

Hal yang paling penting, apapun sulitnya sebuah pekerjaan, sebelum semua perencanaan dibuat, maka proposal menjadi bagian awal perencanaan (The Proposal 2009)

theproposalSelamat pagi baik, saya bersama istri dan anak-anak serta cucu cucu yang cantik-cantik menyempatkan diri mengunjungi suburb di Harbourtown sebelah selatan Melbourne, Australia. Itu sebuah kota pelabuhan yang manis dan cantik. Banyak mainan anak-anak, ada sebuah kincir raksasa, seperti di Dunia Fantasi dipanggil Bianglala, tapi ini raksasa besar sekali seperti di Marina Bay Singapore.
Sambil menikmati makan siang, saya membuka browser dan melihat cerita-cerita film menarik. Saya membuka sebuah novel yang difilmkan tahun 2009 dan diperankan oleh Sandra Bullock dan Ryan Reynold. Saya sudah nonton film komedi romantika ini bagus sekali, dengan judul ” The Proposal” dan pada referensi pertama tertulis : “Hal yang paling penting, apapun sulitnya sebuah pekerjaan, sebelum semua perencanaan dibuat, maka proposal menjadi bagian awal perencanaan”. Film ini juga mempunyai pembelajaran yang harus dipelajari oleh kita semua, “Jangan terlalu membenci boss Anda atau Anda akan jatuh cinta padanya!”
Cerita film The Proposal sangat menarik. Film ini bercerita mengenai masalah seorang eksekutif editor sebuah penerbitan buku yang ternama Colden Books, dia adalah Margaret Tate. Ia terancam dideportasi karena perpanjangan visanya ditolak imigrasi Amerika Serikat. Margaret, yang terkenal dengan keotoriteran dan kejudesannya, tidak rela kalau posisinya digantikan oleh Bob Spaulding, yaitu seorang editor senior yang baru aja dipecat sama Margaret karna kemalasan dalam bekerja.
Berusaha untuk mempertahankan harga dirinya, ia mengatakan bahwa ia akan segera menikah dengan sekretarisnya, Andrew Paxton. Akhirnya Andrew dan Margaret pergi ke Sitka di Alaska, yaitu kampung halaman Andrew.
Selama perjalanan di Sitka, Margaret melihat toko-toko di sana yang bernama Paxton. Kecurigaan dimulai, mengapa ada nama keluarga Andrew di setiap toko? Ternyata setelah mereka sampai ke rumah Andrew, dia adalah orang yang sangat kaya di Alaska! Margaret sempat bertanya, “Kamu tidak bilang kalau kamu itu kaya!” dan dibalas oleh Andrew, “Yang kaya bukan saya, tetapi orangtua saya.”
Selama mereka bertemu keluarga besar Paxton, mereka disuruh bercerita tentang cara melamarnya dengan cerita penuh kebohongan. Keluarga Paxton percaya dengan cerita mereka.
Demikian kira-kira cuplikan cerita film yang menarik ini.
Saya memandang jauh kota Harbourtown dan terinspirasi membuat sebuah proposal tentang bagaimana hidup seseorang dan memang perlu dibuat sebuah proposal. Sungguh bukan hanya cerita, tetapi benar bahwa proposal diisi dengan emosi, cinta, tertawa canda bahkan air mata, dan setiap tulisan akan menghantarkan cinta kehidupan manusia. Bagaimana kita membuat cerita diri kita sendiri dalam sebuah proposal dan kita nikmati drama kehidupan di mana kita sendiri jadi pemainnya, dengan suka-duka dan tawa-tangis akan menjadi hiasan proposal hidup kita itu.
Dan tentu saja proposal yang kita tulis memiliki tujuan yang baik, hasil yang baik, sama halnya dalam pekerjaan kita sehari-hari. Alangkah baiknya setiap langkah pekerjaan kita, selalu kita bawa dalam proposal hidup, lalu kita negosiasi dengan diri kita sendiri dan bertanya, apakah itu diri saya sendiri?
Proposal itu disampaikan kepada siapa? Kalau kita mencari dana maka proposal dibuat disampaikan kepada donatur, supaya dia bisa menyumbang sebanyak-banyaknya sesuai permintaan kita. Tetapi proposal kehidupan kita sampaikan kepada yang menciptakan kita, agar Dia berkenan dan memberikan kehidupan seperti yang kita inginkan. Semoga Tuhan memberikan damai selalu bagi kehidupan kita dan dihiasi kebahagiaan, suka cita, sehat dan sukses. Ini proposal saya buat semua sahabatku kepada-Nya.

Operator

Bagian terpenting dari suatu perhubungan komunikasi adalah operator (XL)

article-2249252-168BDEDF000005DC-797_634x422Mari kita kembali ke masa tahun 60-an di mana telepon semua manual belum otomatis. Kalau kita mau telepon harus mengengkol, yaitu memutar-mutar engkol telepon dan juga harus diperhatikan apakah batery nya tidak swak atau lemah (baterei 5 kg beratnya). Di sudut sana seorang operator menunggu lalu menjawab kita nomor telepon yang akan kita tuju lalu dia mengambil colokan kabel dan menyambungkan ke telepon yang kita tuju. Jumlah pemilik telepon sangat terbatas jadi kantor telepon hanya dilayani 3 atau 4 orang saja. Kita bernasib buruj kalau operator sibuk kita harus menunggu bisa 1 jam lebih.
Bandingkan sekarang dengan telepon genggam yang berjuta-juta di seluruh dunia saat ini. Betapa sibuknya sang operator, yakni komputer dengan kapasitas besar yang melayani kita. Bayangkan suatu saat komputer itu overloaded dan operator terhenti. Saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kalau kita tidak bisa saling berhubungan. Bisa saja terjadi kekacauan besar-besaran, karena semua komunikasi putus. Ketiadaan perhubungan itu mungkin memicu terjadi kekacauan besar-besaran.
Sungguh Tuhan baik hati menciptakan komputer sebagai pengganti operator, yang menjalin perhunungan dan komunikasi kita semua.
Suatu malam akhir tahun saat hampir subuh jam 24.00, saya menerima telepon dari MSF (Medicine Science Frontier ) atau Persatuan Dokter-dokter Lintas Batas yang berpusat di Belgia, mengatakan bahwa pesawat terbang Illusion 76 mereka sudah meninggalkan Switzerland menuju Pelabuhan Banda Aceh atau Medan. Pesawat I76 buatan Rusia ini adalah VLC raksasa lebih besar dari Boeing 747 dengan sayap lebar sekali. Ia membawa bantuan obat-obatan dan peralatan medis untuk korban Tsunami di Aceh.
Saya sungguh terkejut, tetapi apa boleh buat namanya misi kemanusiaan. Ini hari ketiga setelah Tsunami di Aceh. Di sini saya bingung karena tidak ada operator yang bekerja, sedangkan waktu tinggal 10 jam pesawat akan mendarat. Tengah malam saya menghubungi staf ahli menteri perhubungan dan Direktur Angkasa Pura I dan II, lalu kami membentuk tim Operator dalam dua jam. Saya memimpin langsung operasi pendaratan dan komunikasi.
Landasan Banda Aceh masih penuh lumpur, sedangkan Medan dan Batam juga tidak memungkinkan karena runway terlalu kecil. Akhirnya tidak ada jalan lain harus mendarat di Jakarta. Apa mau dikata pesawat jam 10 pagi mendarat di Jakarta tetapi lebih 5 jam bandara ditutup karena besarnya pesawat membuat runway terhalang oleh sayap pesawat yang sangat lebar. Saya juga seumur hidup baru lihat pesawat sedemikian besar. Untung operasi semua berjalan lancar, dan transhipment menuju Medan dilakukan oleh pesawat Hercules, Angkatan Udara dan Angkatan Laut.
Operator memang sangat penting sebagai kunci komunikasi. Tanpa operator semua komunikasi akan lumpuh total. Bagian terpenting dari suatu perhubungan komunikasi adalah operator
Saya rasa di Indonesia ada beberapa operator telepon sedang bersaing memberikan pelayanan terbaik buat pelanggan.
Menarik sekali berbicara tentang operator. Sebenarnya kadang kita melupakannya, betapa pentingnya operator bagi kehidupan kita. Atau mungkin diri kita sendiri adalah operator bagi kepentingan orang yang kita cintai. Sesorang profesor ahli komunikasi benar sekali ketika mengatakan bahwa sebaiknya sebelum kita berkomunikasi, jadikanlah diri kita sebagai operator komunikasi (Prof. Dr. William Blegberg. PhD – 1933), karena dengan mengenal diri kita sebagai operator komunikasi kita menguasai komunikasi itu sendiri.
Semoga kita semua bisa mengerti arti operator bagi sebuah komunikasi, yang sangat berguna bagi kehidupan sosial kita, supaya jangan terjadi salah sambung, terputus hubungan bahkan tidak bisa menemukan sambungan komunikasi lagi. Salam dan doa.

Percepatan

Suatu perencanaan perkembangan pembangunan sangat memerlukan percepatan pembangunan dan bukan kecepatan pembangunan itu sendiri (Dahlan Iskan)

Papua-Anak-anak-1Selamat pagi baik. Kalau kita bicara percepatan atau acceleration, maka akan berbeda dengan kecepatan atau speed. Tentu saja dalam mengendarai sebuah mobil, maka percepatan sangat menentukan baik tidaknya sebuah mesin mobil itu. Kalau anak muda bilang motornya gak bisa narik, maka bisa lari cepat tapi gak bisa narik. Bagi seorang pemain Golf juga demikian, dalam mengayunkan tongkat golf, maka tingkat acceleration atau percepatan sangat diperlukan karena jarak yang ditempuh memerkan percepatan gerak pukulan. Demikian juga dalam pembangunan, baik pembangunan fisik maupun non fisik diperlukan adanya percepatan pembangunan, karena kalau tidak maka kita akan tertinggal dengan negara-negara lain. Pembangunan ekonomi juga demikian.
Seperti kebutuhan listrik di negara kita sesuai data PLN, kita baru bisa secara menyeluruh 12 persen kebutuhan total listrik. Kalau di Jawa bisa 50 persen, tetapi kalau di Indonesia Timur sangat tertinggal. Di kampung saya listrik PLN hidup seminggu 3 hari saja. Sisanya harus dipenuhi oleh listrik swasta. Itupun harus giliran dan malam hari kadang-kadang mati listrik. Giliran mati listrik juga masih sering kita alami di Jakarta karena tingkat kebutuhan lebih besar dari suply.
Begitu pentingnya suatu percepatan pembangunan fisik bagi negara kita, karena itu kita berada di negara-negara Asia pada posisi paling lemah, dibandingkan dengan Malaysia maupun Singapura. Negara yang lemah lainnya seperti Myanmar dan Laos, tetapi Vietnam melaju dengan pesat melebihi Kamboja dan Thailand. Kalau kita melihat Vietnam yang berkiblat pada Cina, sungguh mengagumkan dimana sektor pertaniannya sangat maju. Kita tidak bisa membandingkan dengan raksasa Cina, tetapi kalau boleh melihat ke belakang dua puluh tahun lalu, kita berada dalam posisi lebih maju dari Cina, tetapi sekarang kita sudah tertinggal sangat jauh. Saya teringat keluarga-keluarga saya dulu, begitu susah hidupnya karena kekurangan makan, tetapi sekarang semua senang sampai bisa memiliki properti pribadi, mobil mewah dan kehidupan berkecukupan.
Bagaimana dengan pembangunan rohani kita? Sama juga rasanya. Kita memerlukan percepatan pembangunan rohani, baik dari fisik maupun non fisik, melalui pendidikan dan kekuatan religious. Hal ini boleh dibilang memerlukan komitmen semua pihak. Dengan membangun kehidupan rohani berarti kita juga membangun kekuatan fisik jasmani termasuk pembangunan secara makro, karena jika kita miskin rohani bagaimana kita bisa membangun fisik dan jasmani kita?
Pembangunan rohani di negara-negara maju boleh dicontoh dengan memperhatikan kebutuhan akan buku-buku, jumlah imam, jumlah program pendidikan, dan multi medianya. Kalau kita lihat umat yang hadir di gereja kita, sungguh mengaggumkan jumlahnya, tetapi dari sisi pembangunan rohani kita boleh beri tanda tanya besar, terutama di negara kita secara keseluruhan. Dalam rangka memberantas korupsi, narkoba, kenakalan remaja, dan pelacuran sangat lemah. Inilah yang saya maksud bahwa pembangunan rohani kita memerlukan percepatan, melalui pendidikan, kerohanian, rumah tangga, lingkungan dan masyarakat secara menyeluruh. Itu membutuhkan peran agama-agama sebaga MOTOR, termasuk Gereja. Jika motor lemah, kata anak muda sekarang gak bisa narik, dan kata muda-mudi perlu diisi bahan bakar non subsidi. Jangan pakai bahan bakar bersubsidi, malu ahhh, tetapi kalau kita bertanya kepada siapa saja, pilih mana premium atau premix maka lebih dari 80 persen pilih premium. Harganya murah meriah tetapi secara makro kita memperlemah negara kita.
Di sini kekuatan pembangungan percepatan rohani sangat diperlukan, mulai dari sekolah, peran para guru, suster, kotbah pastor supaya minta agar semua umat jangan pakai premium bila itu memungkinkan sesuai standar dari negara. Kalau kita semua serempak berani maju, maka kita akan berkata: “Saya menolak menggunakan minyak bersubsidi karena itu artinya kita sudah mencuri hak dari rakyat kecil, sebagai orang kecil yang dibantu oleh pemerintah.”
Baiklah kita mulai dari yang terkecil, yakni batin kita. Mari kita membangun kerohanian kita dengan sebuah percepatan agar kita mampu untuk membangun jiwa dan raga kita, demikian kita juga akan membangun negara kita.
Suatu saat saya mengunjungi Cina, kami memilih beberapa kota lalu berakhir di Beijing. Seminggu di Beijing, kami sungguh menikmati baik pemandangan maupun makanannya. Sayangnya lagi musim panas jadi agak gerah. Belanja juga jadi satu agenda tersendiri. Kami ditemani seorang local guide, yang berbahasa Inggris patah-patah tapi bolehlah denga bahasa isyarat tarsan kami bisa berkomunikasi. Setelah selesai semua acara pariwisata, kami harus kembali ke tanah air. Ada tiga hal menarik yang terjadi saat akan berpisah.
Pertama, local guide itu menolak saat diberi tip. Kata beliau gajinya sudah lebih dari cukup, jadi tip tidak mau (bandingkan kalau kita ke negara Eropa atau Amerika dimana tip adalah wajib bagi tour guide). Hal itu sangat menarik karena menolak tip, lalu saya bilang kalau di luar tip apakah mau terima? Dia bilang bilang boleh dan akhirnya saya kasih oleh-oleh kamera yang kami beli. Walaupun jauh dari nilai tip tersebut, tapi saya belajar banyak.
Kedua, daya tarik para pekerja di totel itu. Seorang room boy mengambil beberapa souvenir dari hotel, ada sabun dan sikat gigi, yang diberikan kepada saya. Lalu, saya bilang nanti kamu dimarahin, tetapi dia bilang dia tidak bisa memberikan sesuatu yang berharga hanya bisa memberi tanda kenangan sebuah sabun, dengan harapan saya akan kembali dan menginap di hotel ini lagi. Sungguh kejadian ini tidak bisa saya lupakan dan setelah itu memang beberapa kali saya kembali ke Beijing dan menginap di hotel tersebut. Seandainya saya punya staf dan karyawan yang memiliki visi seperti pelayan hotel ini sungguh suatu pengalaman tersendiri, bukan saja secara ekonomis, tetapi secara rohani bahwa mengikat persahabatan itu adalah bagian ari percepatan pembangunan rohani.
Ketiga, saat kami akan check in di airport. Suasana airport sangat ramai sehingga sungguh sulit untuk menjangkau counter check in, padahal waktu kami sangat terbatas, karena imigrasi juga akan antri panjang, tetapi melihat kegelisahan kami, beberapa penumpang yang sedang antri mempersilahkan kami maju ke depan, sebab mereka masih cukup waktu. Saya memandang mereka tertegun, karena dalam catatan dan image saya orang Cina ini paling tidak tahu aturan, tidak mau antri dan bahkan suka menyerobot, tetapi justru mereka mempersilahkan kami ke depan. Ini menjadi pengalaman tersendiri. Maukah diri kita berlaku demikian? Kita mempersilahkan orang lain maju mendahului kita dalam situasi khusus untuk membantu mereka?
Pengalaman singkat ini terjadi di negara komunis, yang tidak mengenal Tuhan, tetapi nilai rohani mereka cukup tinggi. Demikianlah para pemimpinnya membangun negara yang tingkat korupsinya terendah dibandingkan dengan negara lain. Di sini pembangunan rohani jauh lebih baik dari kita. Semoga kita bisa sedikit mempelajari percepatan pembangunan rohani kita sehari-hari.

Jadwal

Setiap usaha atau pekerjaan harus dan wajib memiliki jadwal, demikian sebuah prestasi akan dicapai! (Adh)

schedule_iconSeperti halnya pengalaman kurang mengenakkan saat saya terbang ke Melbourne beberapa minggu lalu. Hal yang lebih buruk terjadi saat kami kembali ke tanah air. Penerbangan dengan pesawat Garuda, yang baru menerima “The Best Airline Regional in The World”, ternyata harus menerima umpatan ribuan penumpang yang terlantar di airport Ngurah Rai, Denpasar Bali.
Saya terbang dari Melbourne, Minggu subuh jam 04.00 WIB dan mendarat agak terlambat di Denpasar 13.00 WITA. Penerbangan lanjutan mendapat kendala dan dapat jam 21.00 malam hari.
Di International Airport Ngurah Rai, dari jam 09.00 pagi, lampu listrik mati dan baru bisa dikendalikan setelah jam 14.00. Dampaknya luar biasa. Lebih dari 64 penerbangan mengalami delay, dan yang terburuk justru Garuda. Sementara penerbangan lain terlambat tapi fleksible antara 3 s/d 4 jam. Garuda banyak yang cancel dan ada yang delay sampai tengah malam. Saya transit dengan GA421 paling beruntung karena jadwal 21.00 terbang 23.20 tidak terlalu lama delaynya, tetapi pesawat besar ini A330-200 asal Narita ini delay 8 jam. Banyak penumpang anak-anak dan saya sungguh merasa kasihan karena begitu menderita. Penumang berkeleleran sampai saya beri istilah seperti cendol.
Ada dialog dua anak muda yang saya nguping. Katanya kejadian ini seperti masa penjajahan. Saya tidak mengerti maksudnya, tapi dalam hati saya kira jaman penjajahan belum ada penerbangan, tapi maksudnya dulu tidak teratur, jadwal juga tidak ada. Petugas Garuda juga kasihan karena harus mengalami tekanan karena penumpang yang marah-marah bahkan cenderung sudah mau berkelahi karena jadwal mereka terganggu. Cerita kesusahan ini sirna setelah kami sampai di Jakarta jam 02.30 pagi dan bisa tidur nyenyak.
Siapa saja saya rasa setuju kalau kita bicara pentingnya arti jadwal bagi setiap orang. Tuhan menciptakan dunia (perjanjian lama) pakai jadwal. Dalam perjalanan hidup semua pakai jadwal. Apa yang terjadi bagi orang yang tidak memiliki jadwal? Atau sesuatu yang sudah dijadwalkan harus mengalami perubahan atau karena tidak ada komitment maka jadwal yang dibuat akhirnya tidak bisa diikuti? Dampaknya sangat buruk bagi kepentingan orang banyak.
Buat para pelaku manajemen, di kenal dengan CPM atau Critical Path Method, atau metode pembuatan jadwal dengan memprioritaskan waktu kritis pekerjaan tertentu. Time schedule melalui barchart dlsb. Intinya semua orang mau tepat waktu. Orang Jepang dengan kamban system, yang meletakkan jadwal sebagai prioritas sebuah pekerjaan. Setiap usaha atau pekerjaan harus dan wajib memiliki jadwal, demikian sebuah prestasi akan dicapai.
Kehidupan Rohani juga memerlukan jadwal yang baik untuk perkembangan hidupnya, yakni memberikan prioritas waktu jadwal bagi Tuhan. Jadwal yang kita letakkan dalam doa, dalam ibadah dan ritual. Mari kita melihat saudara-saudara kita yang sembahyang 5 waktu, sangat tepat waktunya, atau puasa dan buka puasa, sampai jadwal dalam hitungan detik. Dampaknya ada perubahan sosial yang luar biasa.
Kita perlu membuat jadwal rohani, dengan meletakkan prioritas tertentu. Silaturahmi, misalnya melalui pendalaman iman dan doa bersama bahkan prioritas dalam keluarga sebagai critical point. Semoga kita semua mampu membuat jadwal, mampu mematuhinya dan mampu membuat prestasi. Tuhan memberkati.

Awan

Awan buat kita sebagai tanda-tanda akan hujan, tetapi bagi seorang pelaut dipakai sebagai pertanda badai dan angin serta cuaca buruk.

awan-putihSungguh suatu kenikmatan tersendiri kalau ada sinar matahari panas, lalu ada awan yang seakan-akan memayungi kita. Bagi seorang pemain golf, maka hal ini akan terasa sekali manfaatnya. Walau ada kemungkinan datangnya hujan, tapi paling tidak sekarang terasa nyaman. Saya dalam penerbangan ke Surabaya. Dari ketinggian 41.000 kaki dari permukaan laut saya sudah berada di atas strastofir, di mana suhu udara -50 derajat celcius dan tekanan mendekati 0. Dari atas saya memandang ke bawah dan memberikan perenungan. Awan buat kita sebagai tanda-tanda akan hujan, tetapi bagi seorang pelaut dipakai sebagai pertanda badai dan angin serta cuaca buruk.
Dahulu kala semasa kami kanak-kanak, jika ada gerhana matahari, dengan mitos bahwa matahari ditelan oleh raksasa, maka anak-anak dikumpulkan, lalu kita mengambil kaleng atau ember seng dan memukulnya secara ramai-ramai dengan harapan sang raksasa takut, lalu memuntahkan mataharinya lagi. Hal yang sama jika ada gerhana bulan, tetapi sungguh indah karena di sana ada kerukunan, kebersamaan dan kedamaian, juga persahabatan.
Ada permainan khusus untuk orang muda atau yang masih bujang saat gerhana matahari, maka masing-masing, baik sang pria dan wanita menunjuk kelompok awan, lalu bergerombol. Ada kepercayaan bahwa bila memilih sesama kelompok awan itu ada perjodohan dan bisa dilanjutkan ke jenjang pacaran atau perkawinan, karena awan dipakai sebagai pertanda cinta yang diberikan kepada manusia. Tradisi ini sekarang sudah punah. Bahkan orang tidak lagi memperhatikan gerhana matahari atau bulan dan awan sebagai simbol.
Ayah saya bercerita pada jaman beliau muda. Ayah saya ini meninggal di usia 95 tahun dan hari ini anak cucu akan memperingati 1000 hari meninggalnya di Kota Surabaya. Kata beliau yang banyak pengalaman di laut bahwa tanda arah biasa dengan rasi bintang, tetapi tanda cuaca selalu dipakai awan. Awan putih kelabu dan hitam serta jenis dan bentuknya akan menentukan arah angin, keadaan cuaca, badai topan, hujan dan lainnya. Jadi, awan sebagai tanda-tanda sangat berguna. Sekarang para pelaut sudah pakai radar, gps, navtex dan peralatan canggih lainnya.
Dalam kehidupan kita, suka-duka sering dilambangkan sebagai awan. Kalau lagi mendung, maka awan sedang menggelapi kehidupan seseorang, tetapi sesungguhnya awan sedang memberi arahan bagaimana menempuh hidup yang sebenarnya, bukan menyusahkan kita karena sesungguhnya hati kita sendiri yang menyusahkan kita sendiri.
Seorang ibu pernah curhat ke saya, bahwa hidupnya sedang gelap ditutup awan dan tidak terlihat lagi cahaya sedikit pun. Suami lari dengan perempuan lain, sementara dua anaknya nakal sekali. Dia cari pekerjaan susah. Entah kenapa awan hitam ini tidak mau menyingkir dari kehidupannya.
Saya katakan sesungguhnya ibu harus berbahagia : “Pertama, karena ibu lebih baik dari suami ibu. Kedua, Ibu lebih baik dari anak-anak.” Apalagi ada pepatah kuno mengatakan “Barang siapa lebih baik dari saudaranya, sebenarnya dia ditakdirkan harus melindungi kekurangan saudaranya”.
Jadi, sebenarnya ibu sedang diberi tanggung jawab besar untuk melindungi, menjaga dan memperhatikan suami dan anak-anak, hingga suatu saat nanti ibu dan keluarga bisa melihat cahaya matahari bersama, mendung itu tak selamanya kelabu. Jadi, tibalah saatnya kita dipandu oleh awan dan kita bisa membaca ke mana kita harus pergi.
Terima kasih Tuhan. Semoga kami semua bisa membaca tanda-tanda yang Allah berikan kepada kami untuk menuju ke kehidupan yang lebih berbahagia dan lebih sejahtera. Salam dan doa.

Traktir

Siapa yang ditraktir, memiliki hutang, tetapi siapa yang mentraktir memiliki tabungan (Adh)

TOA Wireless AmplifierPerjalanan selalu memberikan kisah tersendiri. Saya suka sekali dengan almarhum ayah saya. Katanya kalau kamu lagi sedih terbanglah, tetapi kalau kamu lagi sial beruntun sebranglah lautan. Kalau ingn bertambah rejeki merantaulah. Apa yang saya dengar sebenarnya sudah sering didengar dari buku, cerita atau kisah-kisah secara lisan, tetapi karena itu disampaikan langsung oleh almarhum ayahanda saya, maka tentu saja selalu terngiang dan teringat selalu.
Hari ini saya terbang dari Surabaya ke Jakarta menikmati dinner bersama di atas pesawat baru dengan hiburan music. Waktu terbang dibuat panjang agar kita santai tidak buru- buru. Saya teringat beberapa bulan lalu saya juga mendapat undangan yang sama menikmati dinner di atas pesawat juga dari jurusan Surabaya ke Jakarta. Saat itu pemilik pesawat bercerita bahwa dahulu dia sering ditraktir orang karena bertugas sebagai pelayan jasa, tetapi kalau saya urus dokumen beres. Klien saya senang, lalu saya ditraktir. Akhirnya waktu berjalan terus dan saya berhutang banyak. Sekarang tiba saatnya saya yang traktir, karena sebenarnya kalau kita ditraktir artinya kita hutang, tapi kalau kita mentraktir kita punya tabungan. Seluruh tamu tertawa dan saya tersenyum karena ungkapan itu baru saya sampaikan ke beliau beberapa waktu yang lalu.
Ditraktir artinya kita menikmati sesuatu secara cuma cuma atau gratis, misalnya makan, minum, entertainment, nonton apa saja. Sampai teman-teman saya bilang makanan yang paling enak itu makanan “gratis”. Lucu juga, tapi saya bilang ada yang lebih enak makanannya. Apakah itu? Itu makanan sudah gratis masih bungkus bawa pulang pula. Sekarang tinggal kita sehari-hari membuka mata kita.
Siapa yang menjaga saat kita tidur? Apakah kita bayar? Setiap hari kita bernafas. Semuanya apakah bayar? Tidak semuanya gratis pakai bungkus lagi. Coba saja anda rasakan bagaimana produksi vitamin, anti body, dan daya tahan tubuh kita? Semuanya kita dikasih gratis. Artinya kita ditraktir dan sebenarnya kita berhutang, tetapi kepada siapa?
Di sini ada suatu benang merah antara traktir-mentraktir dan hutang. Sebenarnya agak aneh juga kalau ditraktir terus berhutang, tapi kenyataannya begitu. Kalau kita buat pesta kawin atau pesta apa saja, maka jangan lupa setiap pemberian kepada kita harus kita catat sebab suatu saat juga kita harus membalasnya.
Semoga kita tetap ingat akan pemberian Tuhan, maka kita ingat kita memiliki kewajiban membalas kebaikkan-Nya. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Kedewasaan

Banyak yang bilang menjadi dewasa itu tidak sederhana, tetapi nyatanya dewasa hanyalah soal mencoba berhenti untuk hanya memikirkan diri sendiri.

images (1)Ada sebuah kisah yang menceritakan bahwa orang dewasa itu bukan saja tidak boleh menangis tetapi orang dewasa itu tidak boleh membuat orang menangis. Karena kedewasaan itu harus mampu mengatasi kesedihan, kemarahan, egoisme, dan segala hal yang tidak bisa diatasi oleh anak kecil. Kedewasaan memiliki kemampuan menghibur, ibarat orang tua yang menghibur anaknya dikala sedang menangis.

Kedewasaan bisa dimiliki seseorang melalui proses misalnya kekecewaan, kehilangan, dibohongi, dan dilukai, yang dilaluinya atau bahkan melalui proses mengalami tekanan-tekanan seperti seorang anak yang sejak kecil sudah harus membantu orang tuannya bekerja, atau memang harus bekerja sendiri mulai kecil
seperti sebuah kata bijak “You never know how strong you are, until being strong is the only choice you have”.

Sementara kedewasaan seseorang sangat dibutuhkan seakan-akan dunia ini tidak membutuhkan orang cengeng, orang putus asa dan orang-orang yang selalu mengeluh dan mengeluh. Seperti pemikiran anak kecil dia selalu lebih dari yang dipikirkan sehingga selalu merengek apabila kenyataannya lain dari yang dihadapi.

Kenyataan memang demikian, tidak ada satu manusia pun di dalam hidupnya tidak pernah disakiti, tidak pernah kehilangan atau kekecewaan, tetapi saat kelak mereka memahaminya, maka mereka akan merasa bahwa betapa indahnya proses kedewasaan yang mereka alami. Segala pembelajaran itu memang sungguh indah seperti kita mengenang bagaimana kita dipukul seorang ayah atau ibu. Rasa sakitnya begitu indah saat kita sudah tidak bersama mereka, karena sebenarnya kita belajar terhadap sesuatu yang terjadi. Kita bukanlah menghapus apa yang mampu kita hapus dari pikiran kita, tetapi justru membiarkannya membuat kita semakin dewasa.

Dan semua ini akan menjadi harta karun dalam diri kita dan justru membuat kita semakin kaya. Hidup dalam kehidupan memberikan makna bagi kita sehingga kita perlu bersyukur bahwa apapun yang terjadi dalam diri kita menuntun kita menjadi dewasa. Di sana kita akan menemukan kebahagiaan dan suka cita karena segala ganjelan, permasalahan, kekecewaan, kebencian, sudah tidak ada artinya lagi bagi kita. Saya sepakat dengan pendapat pada ahli psikologi, bahwa apa bila diri kita masih terus dipengaruhi orang lain karena kita merasa dikecewakan, dibenci dan lain sebagainya, maka itu berarti kita hidupnya masih dipengaruhi orang lain artinya kita belum dewasa.

Bagi saya yang terbaik kita belajar mengenal diri kita sendiri, karena kita diciptakan itu unik atau lain daripada yang lain dan tidak mungkin sama. Artinya orang lain juga demikian tidak mungkin sama dengan kita. Jadi, kalau kita kecewa karena orang lain tidak bisa mengerti kita, bagaimana kita bisa mengerti tentang diri kita.

Semoga kita semakin hari semakin dewasa semakin mengerti siapakah dan bagaimana diri kita sehingga dengan demikian kita akan bisa mengerti orang lain dengan baik dan benar. Salam dan doa.

Kesehatan

Hari Selasa, 12 Nopember 2013 lalu kita memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-49.

img_millenium-goals-hdrSaya mengikuti perkembangan walau sebagai anggota non aktif MD ( Millenium Development) yang berpusat di Auckland, New Zealand, sebagai bagian dari pendukung UNHCR (united Nation High Commision for Refugee), tetapi saya terus mengikuti perkembangan program mereka tentang kesehatan, terutama mengurangi tingkat kematian dini, memerangi HIV-Aids ( 1 Desember 2013 adalah hari AIDs sedunia akan diperingati juga oleh umat Kristoforus melalui seminar), memberantas Malaria dan penyakit lainnya dan program pelestarian Lingkungan Hidup.

Melihat program kerja MD rasanya kita agak malu juga karena kita di Indonesia kurang memperhatikan kesehatan dan keselamatan hidup. Di sisi lain orang di Luar Negeri memperhatikan kita. Ambil contoh : kalau kita naik mobil jarang mau pakai safety belt. Ada orang naik motor bertiga dan tidak pakai helm. Kalau di Australia anak di bawah 10 tahun harus menggunakan safety chair untuk melindungi anak. Pelayanan Rumah Sakit yang sangat minim buat orang miskin dan jaminan sosialnya tidak ada. Kesehatan banyak dipengaruhi oleh faktor individual dan keluarga serta lingkungan. Kesehatan juga menjadi sumber suka cita bagi keluarga dan masyarakat.

Pertanyaan kita sering timbul, apa peran aktif Gereja kita dalam kesehatan. Di Kristoforus ada kelompok KEPAK (pemerhati HIV Aids Kristoforus). Sayangnya malah diabaikan oleh Paroki, padahal sesuai data bahwa di wilayah barat Jakarta lebih dari 40.000 orang terinfeksi HIV Aids, dan sekarang mereka hidup berdampingan dengan kita.

Kesehatan, suka atau tidak suka, memang harus diperhatikan, lalu apa yang harus kita lakukan? Jangan sampai sesuatu yang begitu berharga kita harus lalui begitu saja. Semoga kita semua diberkati kesehatan yang baik sehingga kita bisa memikirkan kesehatan bagi sesama kita. Tuhan bersamamu.