Gosip

Gosip itu sepertinya sebuah harapan yang tidak diharapkan (Adharta)

gossipSaya menikmati perjalanan menuju kota Batam dengan penerbangan sore hari, karena duduk sendirian di Cabin bisnis, justru memberikan kesempatan buat saya mencari inspirasi. Beberapa hari belakangan ini teman dan sahabat saya di partai politik sedang bergosip ria, mulai dari isu pilkada tidak langsung sampai kepada kandidat menteri, demikian juga para menteri yang bertugas mulai road show melalui TV dan media cetak. Gosip yang gencar juga mengenai calon pendamping Ahok menjadi DKI – 2. Lucu juga rasanya mengenai gossip. Hampir semua orang pernah dapat gossip. Mulai dari artis penyanyi, bintang film, tokoh masyarakat bahkan ikut melakukan gosip.
Pagi tadi saat memasuki kantor, sudah ada beberapa agenda yang padat sebelum menuju airport. Ada tindak lanjut RUPS, masih bincang soal head hunter sampai urusan perbankan.
Gosip-gosip juga mempengaruhi pengambilan keputusan, walaupun saya berpendapat bahwa
” Gosip itu sepertinya sebuah harapan yang tidak diharapkan.” Tapi anehnya saya sendiri masih mau mendengar gosip itu sendiri.
Telepon mobile saya bordering. Wah telepon dari sahabat saya. Seorang yang sangat penting di pemerintahan. Dia bertanya apakah saya dengar gosip tentang dirinya. Saya to the point saja bilang tidak karena memang tidak ada. Lalu, lanjutnya kalau denger-denger khabarin ya bro. Sebuah SMS juga masuk ke telpon seluler saya. Isinya gosip tentang seorang pastor. Tadinya saya mau delete, tapi akhirnya saya baca juga sebagai hiburan seperti nonton Sinetron.
Beberapa hari lalu saya sedikit shock karena ada SMS masuk. Seorang bapak-bapak mau bicara sama saya (menyebut saya romo – asyik juga) lalu dia curhat panjang lebar tentang kehancuran rumah tangganya karena pasangannya jatuh ke pelukan seseorang yang tak diduganya sama sekali. Saya tanya gosip atau beneran. Dia jawab beneran. Karena saya bukan pakar urusan ini, lalu saya pindahkan ke seorang uskup sahabat saya. Uskup itu pakar juga dalam hal ini karya keselamatan penyelamatan rumah tangga sangat kritis.
Gosip memang bisa baik, tapi bisa juga jadi boomerang. Seorang yang digosipkan bisa marah, kecewa, sakit hati, benci sampai bunuh diri (amit-amit). Sungguh kasihan sekali, tetapi pembuat gosip bisa saja tertawa, gembira dan bersuka cita di atas kekecewaan orang lain. Gosip memang menarik sekali sebagai bumbu dalam hubungan kehidupan manusia. Soalnya gosip tidak dihadapi oleh makhluk lain. Apa monyet ada gosip juga? Kalau cinta monyet ada. Cemburu monyet ada, tapi monyet cemburu tidak ada, paling monyet iri hati.
Sebuah pembangunan rohani tidak terlepas dari kondisi ini. Seorang pakar psikologi bahkan pernah menulis bahwa ada gosip ada kekuatan dan ada gosip ada iman.
Gosip memang sungguh membingungkan, tetapi ini kenyataan yang ada. Tentu para ahli tahu persis walaupun mereka juga terlibat dalam gosip itu sendiri.

Dalam dunia usaha juga demikian. Gosip bisa membuat kejatuhan fatal. Sebuah perusahaan perbankan bisa kolaps dalam sehari karena gosip gagal transaksi. Rame-rame nasabah menarik dananya. Ada perusahaan yang bangkrut seketika karena gosip. Tetapi disisi lain, ada perusahaan yang menikmati keuntungan karena gosip. Banyak sekali contohnya.

Saya ingin mengajak para sahabat bagaimana merubah gosip berdampak negatif menjadi kekuatan kita berpikir positif, tentu saja melalui pengharapan iman dan kasih Tuhan.
Semoga kita semua diberikan kekuatan kasih, sehingga bisa bahu bisa saling membantu memperkuat kesatuan iman kita. Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: