Author Archives: adharta

Unknown's avatar

About adharta

Be positif

Cermin

Buruk rupa cermin dibelah,

Jam sudah menunjukkan jam 16.30. Semua sibuk untuk acara anniversary perusahaan. Semua perempuan siap-siap dengan dandannya. Tapi di salon ini kacanya cuma lima. Ada juga yang mau di make up tanpa cermin. Sayang waktunya tidak cukup. Tim penerima tamu 10 orang tiba di Hotel Mulia. Para tamu sudah pada hadir dan penerima tamu hiruk-pikuk.
Cermin, menjadi simbol kecantikan. Para gadis, ibu-ibu, tante-tante yang pasti di dalam tasnya ada kaca. Cermin akan membuatnya PD (percaya diri). Saya cuma senyum-senyum membayangkan kalau di dunia ini tidak ada cermin (cermin batu ditemukan 6000 SM di Turki)
Tahun 80-an saya pertama kali ke Shang Hai, Cina. Di salah satu tempat yang saya kunjungi adalah taman Le Yen (dulu pusat logistik terbesar di Cina untuk distribusi bahan makanan ke seluruh daratan Cina). Setiap ruangan untuk pertemuan selalu ada 2 meja altar. Satu untuk tempat persembahan (sepertinya untuk sembahyang). Satu meja lagi ada beberapa keperluan rapat, alat-alat tulis, tapi sebelah kiri ada guci dan sebelah kanan ada cermin. Hampir setiap tempat di dalam lokasi 100ha lebih nampak identik
(Di sini Anda bisa menikmati asal mula Xiao lung pao Nan Xiang – sekarang di mana mana ada Nan Xiang, dan Anda bisa baca kisahnya)
Saya juga menyempatkan diri mengunjungi Soong Ching Ling Memorial Residence (madame generalissimo Chiang Kai Shek). Ia lahir 5 Maret 1898 dan meninggal 23 Oktober 2003 (di usia 105 tahun). Luar biasa kehidupan beliau sebagai politikus unggul, painter, dan negosiator yang belum ada lawannya dengan prinsipnya battle without gun.
Di saat memasuki ruang penghormatan, hal yang sama saya lihat selalu ada guci dan cermin!!! Hal ini membuat saya sungguh penasaran.
Dengan usaha cukup lama, akhirnya bertemu dengan ahli yang bisa menjelaskan, mengapa hampir seluruh gedung (jaman dulu) selalu ada altar yang ditaruh guci cermin (ping-cing)
Guci :simbol kedamaian. Cermin : simbol cinta murni (Kalau ada yang bisa terjemahkan Ping An Cing Ay). Luar biasa makna Guci dan Cermin, yang sehari-hari hanya kita lihat sebagai benda biasa, mungkin lebih dekat pada wanita, lalu saya mendapat penjelasan lanjut:
Guci, seperti perut gendut (simbol Budha ketawa) artinya dapat menampung masalah orang lain, dan dengan senyuman (indahnya Guci dilambangkan sebagai senyum). Jika kita bisa memahami orang lain artinya Damai Sukacita besar akan kita terima, tapi kalau kita tidak bisa mengerti orang lain cilakalah dunia.
Cermin, untuk melihat diri kita sendiri sebagai tanda cinta. Kalau kita bisa mengerti diri kita (kaya lagu Nico : Siapakah aku ini Tuhan) maka kita akan mengerti arti cinta. Cermin menjadi simbol Cinta, karena tahu segala kelemahan kita dan salah kita. Dengan menyadari segala kesalahan kita itu adalah sumber dan puncak dari Cinta (bisa baca : Love is Understanding).
Saya juga bisa mengartikan Gereja sebagai Cermin kehidupan. Semakin sering kita ke gereja, semakin sering kita melihat dan mengenal diri kita yang kita lihat dalam cermin Gereja.
Suatu tradisi yang sungguh luar biasa dari bangsa Cina. Sang pakar tadi bilang dengan melalui Cinta dan Damai, negara Cina akan menjadi negara kuat, bangsa yang besar. Benar! Kini semua makhluk di muka bumi harus mengakui Cina (lihat Olimpiade, dahulu bangsa Asia hanya bisa senyum melihat kejayaan Eropa dan Amerika, sekarang mereka tertegun melihat Cina)
Kiranya kisah Guci dan Cermin bisa kita bawa dalam kehidupan rumah tangga, keluarga dan persahabatan kita. Mari mengerti orang lain, mau mengerti diri sendiri. Tuhan memberkati kita semua. Damai dan Cinta sertamu.

G P S

Kalau malu bertanya, sesat di jalan.

Selamat pagi yang indah,
Sekarang kalau di dalam mobil tidak ada GPS (Global Positioning System) serasa ada yang tertinggal. Walaupun sebenarnya kalau dalam kota saja kita bisa menguasai arah. Para sopir mobil (driver) pun tidak ketinggalan minta dibelikan GPS.
Suatu saat di Brisbane Australia, aku diundang makan oleh adik besan saya di daerah Runcorn. Aku setir sendiri bersama Pak Santo dan Ibu, Pak Eri dan Ibu serta istriku. Sehabis schooling di Gold Coast, sebenarnya saya buta jalan-jalan di Brisbane, tapi dengan adanya GPS mudah sekali menjangkau lokasi. Saat pulang, dua jam lebih baru sampai hotel masalahnya karena ada perbaikan jalan. Jalannya ditutup sedangkan kita gaptek. Padahal di pinggir jalan sudah ditulis Detour. Akhirnya kita ngerti kalau di GPS harus dipencet detour agar mendapat arah jalan yang benar.
Kisah yang sama terjadi saat ingin mengikuti misa peringatan 7 hari meninggalnya istri Pak Putut (pencipta lagu Bapa Kami). Lokasi rumahnya di Jalan Arimbi, Cijantung. Karena percaya GPS maka sombong dikit sama istri kalau aku tahu jalan. Apa yang terjadi dengan GPS? Kami diantar ke jalan Arimbi Pondok Gede. Ya ampun. Misa jam 7.30 malam. Kita sudah terlambat. Saya sama Ibu Lily Widjaja sudah putus asa. Akhirnya putar kembali. Dalam hati biarlah terlambat wong udah lapar nian, jadi ingin tiba terus makan. Tapi, apalah jadinya ternyata setelah kami sampai misa baru dimulai jam 9.00 karena romonya juga terlambat (saya tidak tahu apakah romonya diklecehin sama GPS juga kalee)
Misa selesai jam 10 malam lebih. Lalu, kita pulang dan tidak mau pakai GPS lagi. Mending tanya orang saja. Jaman modern, semua serba ketergantungan teknologi. Coba saja BB hang atau handphone ketinggalan pasti gelisah. Itu ada kisah Mgr. John Liku Ada (Uskup Agung Makasar). Beliau tadinya sama sekali tidak mau pakai telepon genggam. Suatu saat beliau menuju luar kota Makassar. Beliau nyetir sendiri malam-malam lalu mobil mogok. Ia tidak mendapat pertolongan. Saat subuh baru ada orang melihat bapa uskup keleleran. Nah, sekarang bapa uskup pake BB udah canggih yaa.
Dalam kehidupan kita di zaman modern ini juga memang harus menyediakan GPS Rohani (istilah saya) karena yang manual sudah ketinggaalan jaman, Alkitab elektronik di HP, Puji Syukur di BB. Bisa ngajarin kita nyanyi lagi. Juga bisa detour dan membimbing kita ke jalan yang benar kaya Masmur 23 saja.
Pada tahun 2003 dalam rangka peringatan 40 tahun Sacrosanctum Consilliun (Konstitusi Liturgi), Saya jadi ketua panitia. Di acara penutupan saya sampaikan bahwa sudah saatnya sekarang seluruh imam, biarawan dan biarawati juga menggunakan fasilitas telepon genggam (aplikasi teknologi dalam Liturgi), tapi ada seorang suster angkat tangan. Ia bertanya bagaimana dengan kita-kita yang sudah ada kaul kemsikinan, sedangkan HP kan barang Mewah? Saya mengingat ucapan Mgr. Julius Kardinal Darmoatmodjo, bahwa semua peralatan yang dipakai untuk melayani orang miskin bisa dibebaskan dari kaul kemiskinan. Apalagi alat-alat komunikasi untuk pengentasan kemiskinan seperti : Radio SSB, Radio FM dan sekarang dengan Handphone. Susternya gembira sekali kayaknya ngumpet-ngumpet susternya udah pakai HP untung belum ketahuan.
Penggunaan GPS memang menjadi andalan, karena dengan mudah kita dapat menemukan jalan yang dituju atau alamat di mana kita akan pergi. Tentu saja GPS juga bukan barang mewah, khususnya untuk para pastor di pedalaman. Sekarang GPS sudah ada di BB jadi ga perlu beli lagi.
Bagi kehidupan kita sehari hari, Lembaga Alkitab sudah menerbitkan Alkitab elektronik (versi benar) yang bisa di download bebas biaya (gratis) kecuali kalau dari tabloid market (bayar $2.00). Kata sahabat-sahabatku bahwa Alkitab Electronic sama dengan GPS. Tinggal pencet saja tahulah kemana kita tuju. Karena dilengkapi fitur-fitur canggih termasuk searching ayat, penjelasan, arti dan lain sebagainya.
Tuhan memberkati dan terima kasih sudah memberikan teknologi buat kami manusia sehingga lebih mudah mengenal-Mu Tuhan, bukan sebaliknya.

Sapu Tangan

Pegang lenso manise, salam buat Ale, beta tunggu khabar bae.

Selamat pagi sahabat semua,
Sambil menanti adzan magrib, saya mengerjakan beberapa tugas, diiringi lagu-lagu lama dari kampung kelahiran saya Alor, yang mana banyak lagu-lagu mirip lagu Ambon (mari kita berdoa buat korban banjir di Ambon!). Saya mendengar sebuah lagu dengan judul Nona Kalabahi, kota kelahiran saya 54 tahun lalu, Hal yang menarik adalah kata Lenso (sapu tangan), karena kata ini sudah hampir punah diganti kata tissue.
Dimasa lalu, sapu tangan pasti dilambaikan saat berpisah, sebagai cendera mata atau untuk menghapus air mata. Kini, mungkin masih ada orang memakai sapu tangan tapi populasinya kecil sekali. Tissue lebih banyak mengisi tas ibu-ibu, nona-nona dan tante-tante.
Saat mendekati perkawinan seorang ibu pasti menyulam sebuah sapu tangan untuk anaknya sebagai tanda DOA bagi kebahagiaan anaknya. Peristiwa ini sangat sacral. Sapu tangan tidak boleh beli di toko, tapi harus disulam sendiri berhari-hari. Saya selalu memperhatikan mama saya membuat sapu tangan buat kakak-kakak saya. Sapu tangan akan menjadi kenangan manis. Seorang pria atau wanita selalu memberi kekasihnya sebuah sapu tangan sebagai tanda cinta dan kenangan. Sapu tangan simbol kedekatan. Di mana kita pergi selalu berada di kantong kita. Walau dipakai berulang-ulang, apalagi yangg sedang pilek!! Tapi tetap dekat di hati. Apa lagi di ujung ada sulaman nama dilingkari hati dengan warna pink/merah muda.
Sapu tangan juga mendapat tempat istimewa dalam Kitab Injil. Di mana Veronika menghapus wajah Yesus dengan sapu tangannya, yang konon mendapat lukisan wajah Yesus di sapu tangan yang menyapu keringat dan darah di wajah Yesus.
Sapu tangan memang sudah hampir punah, namun saya ingin menulis ini sebagai kenangan akan masa lalu, baik untuk diriku juga untuk sahabat. Kita masih bisa jumpa sapu tangan mungkin di meja altar saat konsekrasi dalam misa kudus.
Dalam beberapa ensiklopedi, sapu tangan yang bisa menyapu tangan kita dari kotoran atau debu menjadi simbol membersihkan kita dari noda dosa yang kita lakukan dengan menggunakan kedua tangan kita. Demikian tinggi makna sapu tangan sehingga dahulu sapu tangan menempati tempat khusus penyimpanan barang-barang berharga dan diberi wewangian di atasnya.
Beberapa daerah di Indonesia, sapu tangan juga bisa memiliki kekuatan magis (mungkin para sahabat ada yang punya cerita bisa sharing). Jadi seorang wanita harus berhati-hati menyentuh sapu tangan karena bisa dipelet. Tetapi, sapu tangan juga bisa menjadi tanda setuju sebelum cincin kawin dipakai di jari kelingking.
Masih teringat aku pernah memiliki sebuah sapu tangan bertulisan “Tuhan Memberkatimu”. Setiap kali memakainya seakan-akan Tuhan benar-benar menyapaku, memberkati dan melindungiku. Sampai sekarang belum ada sarana pengganti sapu tangan yang begitu mendekatkan kita kepada Tuhan, kepada orang yang kita sayangi, suami, istri, anak, dan cucu. Suatu sarana begitu indah, penuh kenangan dan sangat menggugah dan menyentuh hati. Apalagi buat menghapus air mata.
Ada kisah tersendiri buat pasangan suami-istri jaman baheula tentang sapu tangan malam pengantin Ada banyak lagu-lagu lama berkisah tentang sapu tangan, misalnya kipas lenso putih, ranah Ambon sudah jauh, ole sio sio manise.
Kita bisa mengambil makna rohani yang sangat tinggi, tanpa mengurangi rasa hormat buat kertas tissue. Mari kita semua diingatkan bahwa setiap kali kita menghapus kotoran atau debu dari tangan dan wajah kita, kita diingatkan juga untuk menghapus segala kesalahan, dosa dan kekeliruan yang kita buat (makna wudhu)
Tuhan memberkati selalu, jangan lupa salam buat semua sahabat yang tidak membaca tulisan ini. Kiranya Tuhan menjadi penghibur di saat sapu tangan (kertas tissue) mengusap wajah.

Senyuman

Ada ungkapan indah sekali. “Senyuman adalah sebuah lekukan kecil yang dapat menyelesaikan masalah besar”

Salam bahagia buat semua sahabat,
Tulisan tentang senyum sudah beberapa kali saya buat namun karena teman-teman saya menanyakan beberapa hal penting dalam korelasinya dengan sebuah senyum biarlah hari ini senyuman akan menghiasi ikatan persahabatan kita. Karena senyuman itu penuh arti dan penuh rahasia. Bahkan tidak bisa dibayar sekalipun dipaksakan.
Sehabis acara pertemuan sebuah pelelangan di Christi Singapore, John Lang (seorang CEO cukup terkenal) berkata bahwa pelelangan lukisan yang belum terkalahkan di dunia karena mahalnya itu adalah lukisan tentang ekspresi “smile” atau “senyuman”. Mana ada sebuah senyuman abadi yang kemana-mana dikawal dengan 7 pesawat tempur dan 2 kapal selam? Dialah “Monalisa”. Senyuman rahasia dalam karya Leonardo da Vinci memang luar biasa. Senyuman itu mahal sekali dan hampir tidak bisa terbeli.
Memang benar senyuman itu bisa mahal sekali contohnya untuk orang yang lagi ngambek jangan harap bisa senyum. Dibayar berapapun sulit untuk senyum. Tetapi senyuman bisa murah sekali buat orang yang menebar pesona, senang hati atau sedang bersuka cita. Bagaimana dengan anda sekarang apakah bisa senyum?
Berbeda halnya dengan tertawa yang bisa ditebak maknanya. Kalau senyum sangat sulit karena beribu makna di dalamnya. Saya tidak berbicara dari sisi negatif misalnya : senyum sinis, menghina atau mencibir. Saya hanya memandang dari segi positif saja.
Alan suatu hari ditanya Maria pacarnya, seorang gadis cantik dalam suatu santap malam di bilangan Grogol.
“Jawablah jujur, apakah ada wanita lain yang ada di hatimu selain aku?””Tidak ada”, jawab Alan
“Kamu bohong”, kata Maria sambil marah-marah.

Beberapa bulan kemudian Alan ditanya lagi dengan pertanyaan yang sama
“Adasih, tapi itu sudah berlalu”, Jawab Alan
“Kamu bohong”, jawab Maria sambil marah-marah.

Beberapa bulan kemudian Alan dan Maria makan malam di Grogol Foodcourt (yang belum pernah boleh coba yaaa di Jalan Susilo Raya). Suasana cukup hiruk-pikuk karena ada live music dan di sana pertanyaan yang sama diucapkan Maria dengan suara keras!!! Jantung Alan berdetak keras. Jangan-jangan ketahuan lagi nee. Karena bingung Alan hanya tersenyum. Pertanyaan diulang lagi oleh Maria dengan cukup keras : “Apakah kamu punya wanita lain selain aku?”
Alan kebingungan dan tidak menjawab. Ia menarik wajah Maria sedekat-sekatnya dan Alan hanya senyum saja karena dalam kebingungan dan serba salah mau jawab apa.
Anehnya suasana berbalik. Maria menarik tangan Alan dan ikut tersenyum dan berkata dengan mesra “Aku percaya”!! Alan pun tetap senyum tapi @q*#*@#??#*@
Apa bedanya antara Manusia dengan hewan. Salah satunya adalah hewan tidak bisa senyum (kalo monyet meringis kalee). Memang benar senyuman adalah karunia yang diberikan Tuhan kepada kita Manusia. Indah sekali karena senyum memberikan nilai sangat positif buat jiwa raga kita. Senyum adalah olah raga kecil yang membuat simulasi besar sehingga jiwa dan raga kita tampil berbeda. Rasakan sendiri setelah anda membaca tulisan ini. Jangan kelewatan bisa dibawa ke samping Gereja Kristoforus, RSJ.
Semoga kerelaan kita memberi senyum kepada saudara-saudara kita, suami, istri, anak, cucu dan orang tua, bisa memberikan makna suka cita yang berdampak kepada kesehatan dan kebahagiaan sampai kepada kesuksesan. Damai sejahtera menyambut sang surya bersinar.

Kata-kata

”Kata-kata yang indah ibarat angin bertiup, bisa didengar bisa berlalu, tapi yang pasti sejuk dan menyegarkan”

Selamat pagi yang indah,
Semua orang ingin berkata-kata dan ingin kata-katanya didengar. Siapa saja sekalipun dalam keadaan marah. Hanya orang gila yang marah-marah, bentak-bentak atau teriak-teriak saat tidak ada orang. Demikian juga kata-kata bijak dalam firman Tuhan. Firman itu akan sia-sia dikeluarkan jika tidak ada yang mendengarkan seperti kata Yohanes : “Akulah suara yang berteriak-teriak di padang gurun “luruskan jalan Tuhan”!” Mengapa harus berteriak di padang gurun? Itulah ibarat hati kita. Saat mendengarkan Firman Tuhan, seperti teriakan di padang gurun, karena hati kita gersang, namun kata-kata indah bagaikan angin bertiup, bisa didengar, bisa berlalu tetapi yang pasti menyejukkan hati kita.
Mari kita coba merenungkan sebuah kata saja dari ibu kita. Saya tidak tahu apakah anda bisa atau tidak. Tapi, saya mencoba dari diri saya sendiri. Ibu pernah berkata kepadaku bahwa menyenangkan hati orang itu ibadah.
Aku menambahkan membahagiakan orang adalah karya keselamatan. Aku tak pernah lupa sepanjang hidupku. Ia selalu bertiup seperti angin, berlalu di sisiku dan sangat menyejukkan hatiku.
Mengenangkan kata-kata indah tiada kurang manfaatnya bagi kehidupan rohani kita. Apalagi kata-kata dari rang yang kita cintai. Jangan sampai membuat orang susah. Di sinilah susahnya, bagaimana menyenangkan hati orang yang kita benci? Kalau cuma cintailah musuhmu masih bisa, tapi harus menyenangkan hati musuh kita? Waduh!!! Mungkin hanya Dewa yang bisa, tapi ada sebuah kata mungkin tidak sulit jika anda katakan buat menyenangkan hati orang yang paling kita benci sekalipun. Indah sekali kata tersebut “MAAF”. Berani??? Adakah kata yang lebih indah dari “maaf” jika diutarakan dengan hati yang tulus buat orang yang kita benci atau orang yang kita cintai? jawabannya ada, katakan “maaf” !!!
Dalam sebuah rumah tangga, pertengkaran, perbedaan pendapat atau marah-marah saya rasa sudah biasa, tapi jangan sampai kata-kata itu menyakitkan. Jika menyakitkan buru-buru minta maaf atau rubahlah sikap menjadi baik, sebagai pengganti kata maaf.
Ada kisah, suatu hari seorang Profesor Psikologi, mengatakan kepada mahasiswanya bahwa kata-kata itu berdampak luar biasa buat jiwa seseorang dan banyak orang. Tiba-tiba seorang mahasiswa mengangkat tangan. Ia bertanya kebenarannya, tapi sang profesor membentaknya dan memakinya dengan kasar. Seluruh kelas pun marah dan ribut besar. Lalu, sang profesor berkata, saya mohon maaf atas kekasaran saya tadi karena saya emosi. Seluruh kelas diam dan terharu atas kepolosan sang Profesor.
Lalu beliau berkata, menjelaskan kalau kejadian tadi adalah dampak kata-kata terhadap mahasiswa. Lalu, kata profesor tersebut : “ini baru semenit, bayangkan saja kalau suami-istri yang berkelahi setiap hari, atau kakak adik atau orang tua dan anak, di mana kata-kata kasar, makian, tentu akan melekat di hati, dan inilah sumber kecelakaan terbesar bagi manusia.
“Dalam kehidupan manusia, seorang tuli pun akan mendengar kata-kata indah, walaupun telinganya tidak mendengar, karena dia mendengar dengan hatinya”
Selamat menikmati pagi indah. Tuhan memberkatimu selalu dengan berkat Kegembiraan, Kesehatan dan Kesuksesan. Salam dalam doa.

Bekerja Bekerja Bekerja

Salam dalam doa
Saat Bapak Dahlan Iskan diangkat menjadi direktur PLN maka motto yang diterapkan adalah Bekerja Bekerja Bekerja. Untuk manajer dan direksi semua harus masuk pagi hari. Minimal jam 07.00 pagi dan beliau sendiri jam 06.00 sudah di kantor. Awal mulanya hampir sebagian besar karyawan menolak dengan alasan aturan tenaga kerja, rumah jauh, dan macet. Tetapi melihat semangat perjuangannya, lalu kenaikan rating kinerja, juga pujian masyarakat, maka semua karyawan direksi sepakat mendukung beliau. Kinerja kerja PLN dari urutan ke-120 akhirnya setelah 3 tahun menduduki 10 besar.
Demikian pula setelah beliau menjadi menteri BUMN. Suatu malam makan bersama. Beliau katakan bahwa :”Bekerja untuk Tuhan itu penting, tetapi bekerja untuk membangun manusia lebih dibutuhkan Tuhan”. Saya tanyakan lebih detail lagi mungkin ada korelasi dengan perikop mencari kerajaan surga. Jawab beliau: “Kan, kita diutus, artinya harus bekerja”.
Waduh malu akunya. Setelah kurenungkan benar juga memang iman tanpa perbuatan sama dengan mati.
Saya masih dalam perjalanan ke kantor, telepon masuk tidak henti-hentinya. Sebagian besar menawarkan kartu kredit dan Kredit Tanpa Agunan dari Bank. Tadinya hatiku jengkel juga, tapi setelah aku refleksi ternyata mereka bekerja bekerja bekerja dan tiada letihnya. Bayangkan saja sehari minimal harus menelpon 100 orang. Aduh tentu capeknya luar biasa. Aku sangat terganggu, tapi siapa sih aku ini? Seperti lagunya Ir. Nico kalau aku matin telpon, tidak mau angkat aduh sombongnya.
Pernah sekali aku matikan, lalu telpon lagi aku matikan lagi, ketiga kalinya aku angkat, waduh disananya marah-marah katanya aku tidak sopan!!! Ok aku minta maaf lain kali jangan telpon aku lagi ya.
Seputar telepon masih juga di uber-uber agen asuransi. Kan aku udah punya asuransi tapi 10 menit saja mau jelaskan masalah asuransi. Ampun deh tapi belum legi referensi-referensi yah maklum namanya orang usaha ya dijawab saja, tapi jengkelin buat waktu habis tapi sabar ya…….
Dalam rapat BOD kantor, selalu aku ingatkan ke direksi bahwa kita perlu bekerja smart bukan bekerja keras (hard work). Kalau kita kerja otot maka hasilnya terbatas sekali oleh karena itu kita perlu untuk bekerja lebih smart dan mengatur strategi untuk bekerja.
Bekerja memang suatu bagian dari iman kita. Kita diberikan talenta dan harus kita lipat gandakan kemampuan kita. Kelak yang memberi kita talenta pasti akan tanya. Mana hasilmu?
Kemampuan kita memang terbatas. Apa lagi kita dibatasi dimensi tertentu. Namun bekerja memberikan kita kesempatan untuk terus berkembang. Dengan bertumbuh kembang maka kita pasti sukses.

Selamat bekerja, Tuhan bersamamu.

Bangkit Kembali

Awal dari suatu kebangkitan kembali adalah menyembuhkan sakit hati.

Sebelum menikmati segala keindahan, kenyamanan dan suka cita di dunia ini, memang kita harus bersyukur kepada sang Chalik atau Pencipta. Coba lihatlah sesuatu yang kita buat, mungkin sesaat saja selanjutnya kita sudah lupa. Kita tidak menyayanginya bahkan kita mengabaikannya karena kesibukan, kebencian, bahkan karena ada yang lain yang lebih cantik. Tidak demikian dengan Tuhan kita. Mulai dari lahir kita sudah dirawat, disayang dan dibelai sampai akhir kita menutup mata.
Dari sisi manusia, sumber kegagalan, adalah hati kita karena apa yang kita kerjakan adalah untuk memenuhi kemauan kita. Bisa kita sedikit mundur di tahun 2008 dalam Olimpiade Beijing. Yi Shi Ling, seorang penembak Cina meraih medali emas. La ditanya oleh wartawan bagaimana anda bisa menduduki puncak kejayaan dalam bidang menembak. Jawabnya aku menang karena pernah gagal. Kemenangan ini adalah hadiah dari suatu kegagalan. Sungguh luar biasa. Hari ini di Olimpiade London Yi Shi Ling kembali mempersembahkan medali emas pertama di anjang bergengsi ini di lapangan tembak 10 meter senapan angin putri.
Kalau kita lihat semua atlet dunia, mereka semua pernah gagal, tetapi mereka bisa menjadi juara kembali. Itu karena mereka tidak putus asa, tetapi bangkit kembali. Mereka berjuang, berjuang, dan berjuang. Inilah yang dinamakan nilai sportifitas, tidak ada sakit hati, tidak ada kecewa dan tidak ada putus asa.
Awal suatu kebangkitan kita harus mulai dari hati kita yang paling dalam. Itu memampukan kita memandang kegagalan dari sisi positif, jauhkan pikiran negatif dan mampu mengendalikan CINTA dalam hati kita.
Bangkit kembali, suatu kata yang mudah diucapkan tapi sangat sulit dijalankan karena harus diisi dengan kemauan keras, komitmen, mental dan spiritual yang kuat.
Dan persiapan utama adalah menghilangkan sakit hati dan semua pikiran negatif dalam hati kita. Kemudian kita mengisinya dengan pikiran positif, mau maju, pantang mundur, dan mencari jalan (karena apa yang engkau cari engkau pasti mendapatkan, ketuklah maka pintu akan dibuka)
Kendala yang dialami kita saat mau bangkit kembali dan harus dihilangkan yaitu: malu, rendah diri, sakit hati, dendam, termasuk keserakahan, tidak percaya diri, kecurangan, kesombongan dan keangkuhan. Saat hal-hal negatif itu hilang lalu diganti dengan pikiran positif : rendah hati, mau bersahabat, sabar, perlu nasehat, penuh senyum dan suka cita, jangan putus asa dan hidup penuh kesehatan, menyayangi keluarga seperti anak, istri, suami dan cucu, tapi jangan lupa tekuklah lututmu dan berdoa. Jika perlu bawa dalam puasa.
Kegagalan bisa menjadi momok, tapi sekaligus bisa menjadi Malaikat penolong. Seorang konglomerat yang masuk 10 besar orang terkaya, pernah bercerita masa mudanya yang penuh kegagalan dan nasib buruk. Dia pernah 3 kali kehilangan sepeda. Sepeda adalah modal utama saat itu, katanya demikian: “Saya bersyukur karena saya kehilangan sepeda, karena kini saya naik Roll Royce, kalau dulu saya tidak kehilangan sepeda mungkin saya masih naik sepeda!! Betul juga yaaa!!!
Ada kisah seorang terkaya di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ke mana-mana masih naik sepeda tua dan butut. Di usia mendekati 80 tahun lebih masih sehat walafiat. Ia ditanya warga : “Om kenapa harus naik sepeda? Sedang anak-anaknya sudah naik mercedez?”
Kata beliau: “Naik sepeda itu sehat, lagian saya ini anaknya orang MISKIN, tapi anak-anak saya itu anaknya orang KAYA, jadi pantaslah mereka naik mercedez.” ”
Sungguh hatiku penuh suka cita, kalau kita mau kembali bangkit, maju dan jangan putus asa. Letakkan semua usaha kita di kaki Tuhan. berdoa dan berdoa. Cari sahabat dan kenalan. Sharing dan bertukar pikiran. Cari nasihat-nasihat orang tua. Berbagi kasih dengan keluarga. Sabar dan tidak lupa senyum. Tuhan memberkati dalam damai, sehat dan sukacita.

Susuk

Salam damai sejahtera,
Untuk orang Asia, susuk sudah tidak asing lagi. Apalagi buat orang Indonesia. Susuk (ada yang menyebut magic implant) banyak digunakan untuk hal-hal yang positif misalnya : anti sakit, buat kurus badan, buat kecantikan dan juga buat KB.Susuk bisa berbentuk jarum, pil, gelang ada juga berbentuk benang sampai mutiara. Juga juga emas berlian.
Sepeninggal kakeknya, Ibunya Astina pulang kembali ke kampung, karena banyak hal dan tekanan juga permasalahan yang menimpa ayahnya. Tidak pulang-pulang entah di mana rimbanya. Astina sendiri mengalami kesulitan. Kerja dan gajinya tidak mencukupi biaya pengobatan ibunya. Kakeknya seorang pedagang kaki lima keliling. Sang kakek masih cukup membiayai mereka, namun setelah sang kakek meninggal, maka Astina dan ibunya harus bertahan hidup sendirian. Tidak ada jalan lain akhirnya ibunya dititipkan di keluarga di Jawa. Sebagian gaji Astina dikirim buat sang bunda. Dia sendiri harus indekost dan makan. Hampir setiap akhir bulan selalu berkekurangan. Maklum Jakarta lebih kejam dari ibu tiri ( padahal tidak semua ibu tiri kejam yaa).
Minggu pagi setelah pulang gereja Astina duduk melamunin nasibnya. Usianya sudah menginjak 30 tahun. Kata orang wajahnya mirip Rafika Duri tapi tidak ada seorang pria pun yang meliriknya. Sedang asyik melamun tiba-tiba Astina kaget hampir pingsan karena ibunda berdiri di hadapannya. Dalam kondisi segar bugar!!! Bahkan kelihatan cantik sekali di usia 50-an. Seksi dan segar walau tanpa dandan seperti Mariam di film Mgr. Soegiya!! Ibu… Apa aku mimpi, teriak Astina sambil memeluk ibunya, karena 2 bulan lalu saat menjenguk ibunya hanya bisa berbaring di tempat tidur.
Cerita panjang dihabiskan sampai lupa makan. Ibu Astina sekarang pasang susuk kesehatan di desa. Beberapa bulan kemudian dia hidup sehat dan segar, Astina terperanjat mendengar cerita sang bunda antara percaya dan tidak lantaran beberapa saat lalu dalam sebuah retret dibahas oleh seorang suster, bahwa susuk merupakan ilmu hitam (black magic) dan harus dihindari dikarenakan adanya janji-janji pantangan dan kuasa roh yang bekerja di luar kehidupan manusia.
Suatu pertentangan dalam hati Astina. Di satu pihak, dia juga ingin dirinya seperti ibunya yang punya daya tarik supaya ada pria yang menghampirinya! Di lain pihak, dia terbayang pada suster yang bicara berapi-api dengan aneka contoh bagaiamana kerja ilmu hitam pada orang-orang yang mengandalkannya.
Saya sudah beberapa kali menjumpai mereka yang menggunakan susuk. Memang ada yang cenderung baik sekali, tapi ada juga yang digunakan untuk merusak kehidupan manusia. Saya masih ingat suatu sore ngopi dengan beberapa teman. Di situ hadir juga Romo Kardinal Mgr. Julius. Lalu, kita cerita tentang susuk sampai santet yang bisa mematikan. Dalam kelakarnya Romo Kardinal bilang beliau juga berkeinginan jumpa dengan dukun ahli bila perlu mau diajarin katanya……. hahahaha kita semua tertawa.
Saya tidak pernah mempelajari atau mengenal ilmu-ilmu baik putih maupun hitam. Walaupun demikian, saya berkeyakinan bahwa baik putih maupun hitam seperti halnya manusia yang baik dan jahat, pastilah semuanya ciptaan Tuhan. Kembali kepada kebebasan manusia bagaimana menggunakannya.
Kalau di desa kelahiran saya dikenal Swanggi. Di Flores, dikenal suatu makhluk yang hidup berdampingan dengan manusia. Ada yang baik, tapi ada juga yang jahat. Mahluk-mahluk itu bisa dikuasai dan diperintah oleh manusia seperti juga tuyul dan babi ngepet. Kalau di Inggris ada drakula, warewolf, dll.
Tetapi susuk menempati tempat khusus. Suatu hari dalam siaran TV RCTI ada show tentang susuk. Luar biasa dan hampir tidak bisa dipercaya walau kasat mata melihat dengan nyata. Artis-artis, olah ragawan, dan pragawati tentu banyak yang ingin tampil beda dan cantik, tapi semua pasti mengalami masalah sama dengan Astina.
Gereja secara tidak langsung mengetahui kondisi ini, tapi tidak mau ikut-ikutan karena banyak pastor yang bisa melakukan terapi penyembuhan melalui cara-cara khusus, tapi kenyataan mirip yang dilakukan pemasang susuk.
Cerita tentang susuk panjang sekali. Susuk alami oleh manusia. Tetapi pandangan saya tetap perlu berhati-hati karena kuasa gelap menawarkan hal-hal yang manis, cantik, dan kesembuhan tetapi diakhirnya harus dibayar mahal bahkan jiwa kita akan menjadi budak-budaknya.
Tuhan bersamamu. Aku sedang mendampingi istriku yang cantik tanpa susuk di Salvos. Kami sedang menjual baju bekas layak pakai. Harganya serba seribu!!! Mau mampir? Silahkan! Mampir demi menyenangkan hati orang itu ibadah lhoooo
Salam damai sejahtera.

Penolakan

Cochlear Awareness Network (CAN) hari ini mengadakan talk show di Tamani Kafe Tomang Raya. Tema yang dibahas adalah “Penolakan”, yang dibawakan oleh Psikolog terkemuka: Dr. Ratih Ibrahim.

Sahabatku,
Penolakan yang diterima seseorang mengakibatkan reaksi bermacam-macam. Ia berhubungan langsung dengan saraf-saraf yang bermuara di Otak dan memenuhi hampir 30 persen kapasitas otak. Bandingkan dengan kita berpikir keras seharian penuh hanya menggunakan 5 persen kapasitas otak kita. Artinya penolakan dapat mengakibatkan sakit hati yang parah. Bahkan menuju kronis. Jika tak diatasi segera bisa jadi gila lalu merusak kehidupan seumur hidup. Kalau ditanya apakah saya pernah sakit hati karena penolakan? Saya pernah bahkan berulang kali. Saya tidak tahu mengapa saya bisa mengatasinya dan melupakannya dengan cepat sekali.
Ada orang yang tak terpengaruh oleh sebuah penolakan. Tapi pada umumnya semua manusia normal mengalami kesakitan akibat penolakan. Ada sebuah penilitian laboratorium terhadap orang yang sakit hati akibat penolakan. Mereka sama dengan orang atau objek yang di potong kedua tangannya dalam keadaan sadar.
Ada beberapa reaksi psikis terhadap penolakan dan dampak terhadap kehidupan rohani kita. Saya coba mengelompokan menjadi 3 (tiga) :
Pertama, mereka yang sakit hati akibat penolakan dan ingin balas dendam. Mereka ini memiliki kemauan keras dan optimisme tinggi sekali. Terlalu percaya diri. Kekuatan untuk mengalahkan egocentris mengatasi sakit hati.
Kedua, mereka yang reaktif, sesaat sakit hati namun dalam waktu singkat sudah melupakan sakit hati dan tidak banyak mempengaruhi kehidupan. Kekuatan iman dan pasrah kepada Tuhan. Spiritualitas ikut membantu tentunya.
Ketiga, mereka yang sakit hati namun menyimpannya dalam hati saja. Hal ini secara perlahan merusak mental dan pertahanan dan kekuatan fisiknya. Biasanya akan merusak dirinya sendiri dan cenderung ambil jalan pintas sampai bunuh diri. Kepandaian bergaul dan menikmati hidup dan adanya campur tangan pihak luar bisa membantunya.
Kekuatan nilai persahabatan banyak dibutuhkan. Istilah anak muda Curhat dan beban sakit hati dalam sharing (the power of sharing). Cinta Kasih dalam keluarga dan juga kehidupan rohani sehari-hari.
Dalam kondisi normal memang kita juga butuh kekuatan fisik melalui latihan olah raga, sampai kepada meditasi dan mati raga. Menjalani ibadah puasa itu sangat baik dalam kekuatan menghadapi suatu sakit hati akibat penolakan.
Mari kita berdoa terus dan saling mendoakan agar kita selalu di jauhkan dari sakit hati terutama adanya penolakan. Apalagi penolakan itu adalah diri. Kita sendiri yang tidak dapat menerima kenyataan.
Semoga Tuhan selalu melindungi sahabat semua.

Kegagalan

Setiap insan manusia pasti pernah mengalami suatu kegagalan. Seperti pernah saya tulis sebelumnya untuk mencari suatu escape clause, kita mengatakan bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda. Apa yang terjadi setelah mengalami kegagalan? Trauma kegagalan bisa menjadi bom waktu yang dapat memporak- porandakan kehidupan seseorang.
Tadi malam saya baru saja nonton film Batman – The Dark Knight Rises bersama dua pastor, dua kawan lama dan anak bungsu saya Pandu. Adegannya amat menegangkan dan menghibur. Studio XXI Ex Plaza Indonesia padat dan hampir kita kehabisan ticket.
Barangkali kegagalan Joker “Bane” memicu atau menginspirasi Holmes melakukan penembakan yang menewaskan 12 orang dan melukai lebih 70 orang pada pemutaran perdana film Batman di Colorado minggu lalu (ini jadi promosi controversial besar-besaran buat film Batman ini)
Kegagalan memang tidak hanya mempengaruhi diri orang yang gagal, tapi juga orang di sekitarnya. Banyak kisah nyata yang ditulis tentang kegagalan termasuk kisah Aqsa Ali yang menembak Paus Johanes Paulus ke II. Bapak kegagalan yang menginspirasi banyak orang barang adalah Abraham Lincoln dan Thomas Alfa Edison.
Kisah perjalanan Batman yang diperan oleh Bruce Wayne memang luar biasa. Saya tertarik sekali dengan dialog Alfred dan Batman : “Saya tidak takut Anda gagal, tetapi saya takut Anda takut gagal”
Dialog singkat ini tentu tidak terlalu di perhatikan penonton film. Bahkan cucuku Jessica (12) di Surabaya bilang filmnya seru tapi ceritanya mbulet, ga ngerti. Saya tadinya tidak mengerti dialog singkat. Tapi, perkataan tadi malam itu mencoret pikiran saya lantaran ada istilah dalam psikologi mengenai symton ketakutan akan kegagalan itu lebih bahaya dari kegagalan itu sendiri.
Dalam kisah Perjanjian Baru, di mana ketakutan Herodes akan kegagalan akibat akan datangnya Raja Israel telah membicu pembunuhan massal atas semua anak laki-laki yang lahir pada bulan tersebut.
Ketakutan akan kegagalan membuat mahasiswa atau pelajar nyontek yang merusaak mental dan spiritual. Saya tidak tahu apa yang ada di dalam hati Jokowi dan Foke jelang Pemilukada Gubernur DKI Jakarta putaran kedua 20 September mendatang. Saya menilai bahwa siapa pun yang menang dalam putaran kedua nanti pastilah itu seseorang yang bisa mengalahkaan dirinya sendiri untuk kepentingan NKRI, khususnya rakyat di DKI Jakarta.
Dampak ketakutan akan kegagalan membuat suatu nilai tersendiri. Kita lihat saja nantinya. Mungkin kita sendiri perlu belajar dari tokoh Batman. Sosok pahlawan dibalik topeng. Mengapa harus pakai topeng? Jawabnya supaya bisa mengalahkan kesombongan diri kita. Pertanyaannya apa kita juga perlu pakai topeng untuk mengalahkan diri kita sendiri? Walaahulalam!!!
Sebagai hiburan sungguh nikmat ditonton terutama buat yang sedang mengalami kegagaalan. Paling tidak untuk mengenal bahwa kita tidak sendirian. Buat sahabat, teman-teman dan handai taulan janganlah takut gagal. Lebih penting jangan takut kalau Anda takut gagal.
Suatu hari seorang pujangga Rusia Michellova duduk di bawah menara Piza. Ia berpikir seandainya engkau tidak miring, maka engkau tidak akan dipertahankan dan dilindungi habis-habisan. Keindahanmu adalah kemiringanmu.
“Takut gagal lebih buruk akibatnya daripada kegagalan itu sendiri “