Author Archives: adharta

Unknown's avatar

About adharta

Be positif

Laut

Kalau kamu sedang galau, susah, dan banyak masalah, maka pergilah ke laut, kalau perlu sebrangilah laut dan disana ada suka cita besar dan lautan yang kumaksud adalah hatimu sendiri (Adh)

Kakek-nenek saya semuanya pelaut. Kakek dari ibu saya seorang pelaut tangguh. Ayah saya juga pelaut tangguh, tapi sayangnya saya dan anak-anak tidak ada yang jadi pelaut tapi saya masih mencari makan di laut.
Ada sebuah nasehat dari Ayah saya : “Kalau kamu sedang galau, susah, banyak masalah, pergilah ke laut kalau perlu sebrangilah laut disana ada suka cita besar”. Ada pepatah juga mengatakan :
“Kuman di sebrang lautan bisa dilihat, tetapi gajah di plupuk mata tidak tampak”. Kata orang supaya gajahnya tampak kita harus menyebrang lautan, kalau dari sebrang kuman ajah tampak apalagi gajah.
Saya suka sekali Laut. Beberapa minggu lalu saya mengunjungi tempat kelahiran saya di pulau Alor. Di sana lautnya indah sekali, saking tidak tahan saya langsung nyebur, walau tidak bawa ganti, akhirnya pulang dengan badan dan baju basah.
Tetapi sungguh suka cita besar bisa saya rasakan, karena saya bersentuhan dengan karya terindah dari tangan Tuhan sendiri.
Ada seorang Teman dekat dengan saya, karena usahanya sulit dia pinjam uang, berlalunya waktu dia sudah bisa mengatasi masalahnya, dan jadi sukses. Suatu hari saya coba berbicara dengan beliau mengenai pinjaman uang beliau, tetapi bukan saya diterima baik tetapi saya kena omelan. Katanya kamu teman baik, saya kan belum mati masa kamu tega menagih, lagian uang itu bukan saya yang pakai, dst. dst.
Hampir semua kesalahan ditimpakan ke saya. Sebenarnya saya marah juga, tetapi saya pikir memang tidak pantas saya marah, karena memang berbeda tingkatan, kalau saya marah artinya saya ini tidak mampu mengatasi diri saya.
Memang nasihat bagus kalau kita ada masalah pergilah ke laut kalau perlu menyebrangi laut. Kini saya mengerti bahwa apa maksud laut yang sebenarnya ternyata adalah hati kita sendiri!
Kalau kita kembali ke hati kita kalau perlu kita menyebrangkan hati kita sebagai empati. Kita akan menemukan suatu kebahagiaan besar sekali, benar sekali kata Ayah saya.
Seperti saya marah, ini adalah gelombang laut saya,
dan ombak yang berbahaya adalah ombak yang di tepi laut, bukan ombak di tengah laut! Oleh karena itu boleh bertolaklah lebih dalam (Duc in Altum)
Kalau bisa menyebranginya maka kita bisa mengatasi kemarahan, kebencian, susah dan sedih, dan segala macam sakit penyakit hati.
Pelaut yang tangguh tidak takut ombak dan badai, dan berani menyebrangi lautan, dan mengatasi masalahnya bukan lari dari kenyataan yang ada.
Yang sulit sekarang adalah bagaimana kita bisa sampai di tepian laut hati kita. Apalagi kalau tidak ada jalan. Untuk itu kita perlu berdoa kepada Tuhan kita untuk membuka jalan agar kita bisa menemukan lautan hati kita.
Selamat berlayar mengarungi lautan hati, jangan lupa memancing ikan kebaikan karena disana banyak sekali. Tuhan memberkati

Salam dan doa

P r a s a n g k a

Prasangkan ibarat pepatah ada udang di balik batu

Saya menjadi anggota IKFA atau Indonesian Korean Friendship Association atau Asosiasi Persahabatan Korea Indonesia. Beberapa tahun lalu kami mendapat kunjungan Nona Hee Ah Lee(19), seorang gadis cantik Korea dilahirkan tanpa kaki dan tanpa jari tangan, tetapi dia sangat piawai memainkan piano.
Dalam kunjungan ini Presiden Soesilo Bambang Yudoyono (SBY) juga mengundang beliau untuk mampir di istana presiden untuk memainkan piano buat Ibu Ani dan keluarga. Malamnya ada konser tunggal di Balai Kartini yang menghasilkan dana besar sekali, tetapi seluruhnya disumbangkan beliau untuk anak-anak cacat di Indonesia.
Pada acara malam kumpul-kumpul di Restauran Pulau Dua, saya duduk berdampingan dengan beliau. Di samping saya ada Duta Besar Korea Selatan, ada Bapak Menteri Luar Negeri, beberapa Tokoh nasional, dan Ketua Kadin. Kita bercerita panjang lebar dengan senang sekali. Beliau memainkan piano sebuah lagu “Everything I do, I doit for you”, spesial buat saya. Lagu kedua membuat saya terperanjat karena lagu yang dinyanyikan ciptaan Rhoma Irama dan Rita Sugiarto, “Ada udang di balik batu”.
Selesai memainkan Piano, dia tanya saya apakah tahu arti lagu tersebut? Sayanya mabok mau menjelaskannya, tapi saya jelaskan : Maksud pepatah ada udang di balik batu adalah jika seseorang melakukan perbuatan baik, belum tentu dalam hatinya tulus. Bisa jadi orang tersebut memiliki masud-maksud tertentu yang tersembunyi.
Dia tertawa karena di Korea tidak ada peribahasa itu. Dalam hati saya pikir, emangnya di Korea semua orang jujur kalee atau terus terang, jadi tidak ada kepura-puraan.
Kita hidup di dunia mirip lagunya Achmad Albar bahwa dunia ini panggung sandiwara. Sehingga kita harus berhati-hati membawa peran kita. Jangan sampai ada yang mengatakan ada udang di balik batu, atau lebih kasar lagi merasa kecolongan, seperti sebuah perkawinan setelah berjalan beberapa lama baru dirasakan seperti ditipu dan kecolongan.
Sejak kecil kita diajarkan bahwa kebaikan selalu menang melawan kejahatan. Demikian juga kejujuran, keikhlasan, keterbukaan, tetapi di dalam kenyataan hidup tidak demikian, mungkin malah sebaliknya. Lebih banyak orang hidup dalam kepura-puraan. Sepertinya menolong dengan baik hati, mendukung, tetapi kenyataan tidak bahkan ada istilah menusuk dari belakang. Di sini kita perlu belajar banyak sekali tentang kehidupan, bagaimana kita harus hidup jujur, ikhlas, terbuka walau kenyataan kita harus berkorban. Kita harus berani melawan sesuatu yang menakutkan kita. Mengapa harus ada udang di balik batu, kalau sebenarnya udang bisa menghampiri kita!
Berkatalah jujur. Salah satu bagian ketakutan hidup manusia adalah berkata jujur. Jika melakukan tindakan yang anda takuti, anda pasti seorang PEMBERANI
Semoga Tuhan memberikan kekuatan buat kita agar kita berani berkata jujur baik terhadap diri sendiri maupun kepada orang lain. Berani menerima apa adanya, berani berkata ya dan tidak! Sesuai keadaan yang ada. Jangan ada lagi peribahasa : Memang lidah tak bertulang. Lain di mulut lain di hati. Ada udang di balik batu. Tuhan memberkati.

Generik

Suatu merek produk atau perusahaan akan musnah saat memasuki kondisi generik

Kegagalan adalah sumber kekuatan kita, tetapi dengan menghilangkan ego dan kesombongan, maka kita melampirkan wajah masa depan yang cerah

Menikmati sebuah film bersama teman-teman apalagi di waktu senggang sangat menyenangkan, demikian semalam saya melepaskan lelah dan stress di BlitzMegaplex auditorium Mall Central Park, setelah seharian sekretaris saya dan juga Pandu anak saya berusaha mencari ticket untuk show “Iron Man 3”, tapi seluruh Jakarta penuh, semua tiket terjual habis termasuk di studio biasa, beruntung melalui internet booking kami bisa dapat seat di Central Park walaupun hampir di row terdepan.

Sutradara Shane Black mengarahkan Robert Downey Jr yang memerankan Tony Shark (Iron Man) dan Ty Simkins (11) yang memerankan Harley. Saya rasa sangat berhasil karena tokoh Iron Man dirasakan sudah “Generik” dilayar fi. Coba diarahkan mengganti nama menjadi “Iron Patriot”. Usaha menampilkan dengan cara lain dalam fantasi teknologi saya rasa baik sekali untuk kita simak.
Pertama, saat memasuki jiwa orang muda, maka kita memikirkan bagaimana orang muda disapa. Peran watak Harley sangat baik, bagaimana rasanya tiba-tiba tokoh yang dipuja-puja hadir dalam rumahnya. Inilah keberhasilan sutradara sehingga begitu banyak anak muda dan remaja yang membanjiri gedung film.
Kedua, bukan saja hadir dalam rumah tetapi juga mengambil “Peran” karena hampir semua tokoh Super Hero kerja sendiri dan diri kita sudah bosan dengan kedigdayaannya, yang bisa mengatasi semua persoalannya sendiri, karena ia tidak perlu bantuan bahkan kesombongan dan egonya bisa mengalahkan semua penjahat. Di sini terlihat sekali peran Walt Disney studio film dunia, yang sangat ahli dalam bermain peran watak, sehingga film ini agak beda penyajiannya, kendati pemenggalan cerita dibuat agar penonton sedikit berpikir, sehingga kita diarahkan agar film ini harus disimak dari awal sampai akhir dengan serius.
Ketiga, bahwa dalam kehidupan sehari-hari kegagalan apapun harus kita terima, tetapi bukan disesalkan melainkan dirubah menjadi kekuatan.

“Kegagalan adalah sumber kekuatan kita, dengan menghilangkan ego dan kesombongan, serta melampirkan wajah masa depan” (Iron Man)

Kalau kita perhatikan keadaan kita sehar-hari,
mau sikat gigi cari odol sayang odol (merk pasta gigi sudah tidak ada) yang ada odol pepsodent. Siapapun di Indonesia yang tidak mengenal odol?
Saya terus membayangkan bahwa kita semua mengenal “DOA”. Jangan-jangan juga sudah generik, sehingga kata doa itu ada tapi produknya sudah tidak ada lagi.
Resensi penampilan film Iron Man 3, boleh jadi inspirasi bagi tokoh agama. Bagaimana menyapa orang muda, bukan saja dengan membagi-bagi uang umat yang dikelola, tetapi bisa hadir di dalam kehidupan orang muda. Kita bukan hanya sekedar hadir tetapi mengambil peran serta mereka dalam membangun Gereja. Buat anak-cucu, buat sahabat-sahabat di kantor, dimana saja, mari kita maknai arti sebuah kegagalan. Di sana ada sumber kekuatan yang besar sekali, bukan sebaliknya melemahkan kita.
Tuhan, Alangkah baik Hati-Nya Engkau, selalu memberikan kesempatan kepada kami semua untuk hidup lebih baik. Tuhan, berkatilah kami semua dalam suka cita. Salam dan doa.

ABRAKADABRA

Kata ini berasal dari bahasa Aram “Ahbra Kedahbra”, yang berarti “terjadilah seperti apa yang aku inginkan.”

Abrakadabra menurut Encyclopædia Britannica 1911 digunakan pada abad ke-2 masehi tertulis pada buku De Medicina Praecepta oleh Serenus Sammonicus seorang tabib kaisar Romawi Caracalla. Dia menyarankan bahwa penderita penyakit diminta untuk memakai jimat bertuliskan :

A – B – R – A – C – A – D – A – B – R – A

Ia menjelaskan bahwa dengan menggunakan jimat ini penyakit dapat disembuhkan. Kepercayaan ini berlangsung terus pada kekuasaan Kaisar Romawi, termasuk Kaisar Geta dan Kaisar Alexander Severus. Semua pengikut ajaran medis Serenus Sammonicus cenderung menggunakan mantra dan jimat ini.
Pada mulanya kata ini digunakan sebagai formula ajaib oleh Gnostik dari Sekte Basilides dalam memohon bantuan roh leluhur mereka dalam menyembuhkan penyakit dan menghindari kemalangan. Tulisan ini ditulis pada batu Abraxas yang dipakai sebagai jimat.
Saya rasa dari anak-anak penggemar komik, film sampai orang besar mengenal kata ini di samping Sim Sala Bim yang memiliki arti hampir sama.
Dalam kehidupan, kita semua hampir mengucapkan Abrakadabra, supaya semua keinginan kita terpenuhi sekarang juga!
Apapun juga kalau kita lihat dari sisi positif adalah baik adanya, tetapi kalau kata “Jadilah kehendaku” menjadi “Jadilah Kehendak-MU” Abrakadabra, maka anda sudah diberkati.

Suatu hari saya berkunjung ke Rumah Sakit Pondok Indah untuk mengunjungi sahabat karib saya. Dalam perjalanan saya berdoa, alangkah indahnya kalau Tuhan bisa menyembuhkan sahabat saya, Jefrey Dompas, terus-menerus sepanjang jalan, tapi ampun jalan macetnya luar biasa. Padahal saya sudah buat janji dengan Romo Andang SJ untuk buat Misa kecil di sana, tapi apa pasal tetap saja kami tidak bisa melintas jalanan yang macet. Sahabat yang mendampingi saya berseru Abrakadabra, ya ampun kita sampai juga, ternyata saya tertidur sepanjang perjalanan dan sampai juga, tapi Misa sudah selesai. Saya tersenyum saja tapi kami lanjut dengan doa bersama. Kita semua ingin Abrakadabra, tetapi Tuhan berkehendak lain. Permintaan kita tetap dilantunkan. Apapun terjadi Tuhan lebih senang kita minta sesuai kehendak kita walaupun apa yang kita minta Tuhan sudah mengetahui-NYA.
Mengatakan terjadilah sesuai kehendak kita bukanlah hal yang jelek karena dasar pemikiran itu lebih penting. Jika kita bekeinginan baik dan mulia, sering kali kita takut menghadapi sesuatu persoalan atau masalah. Katakanlah
“saya tidak takut karena Tuhan ada disampingku, besertaku selamanya”. Ini adalah sebuah keinginan kita yang ditaruh diatas kepasrahan dan kekuatan Tuhan. Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku!
Abrakadabra, jadikanlah semua sahabatku bahagia, walau dalam suka maupun duka!
Tuhan memberkati selalu. Salam dan doa.

Melayani Anda adalah tugas kami, tetapi melayani diri kami sendiri adalah kewajiban, demikian harkat martabat kami (Adh)

3060000000048714Beberapa tahun lalu, saat dalam perjalanan pulang dari Australia terbang menuju Singapura, saya naik pesawat SQ dan duduknya di first class. Di cabin, saya sendirian saja. Jadi, rasa dilanda kesepian terbang 8 jam sehingga keisengan saya muncul. Walaupun ditemani 8 stewardes karena 1 kursi 1 pramugari, tetapi saya kurang nyaman karena ada 2 orang kawan duduk di kelas ekonomi, lalu saya sengaja jalan menuju ke sana duduk di samping teman-teman. Saat lagi asyik ngobrol, stewardes saya datang dan minta saya pindah kembali ke tempat duduk semula karena kalau saya duduk di sini nanti mereka semua akan dimarahin.
Saya bilang kan tidak ada yang lihat, tetapi kata beliau semua direkam oleh kamera. Saya tetap ngotot duduk di kursi ekonomi karena asyik ngobrol. Mungkin karena tidak sampai hati akhirnya pramugari menawarkan minta kami bertiga pindah ke ruang utama di atas pesawat. Hati saya senang sekali dan kami pindah ke ruang first class bertiga. Di sana terjadi sedikit dialog saya dengan pramugari yang fasih berbahasa Indonesia.

Adharta (A) : Tadi Anda katakan bahwa kalau saya duduk di kelas ekonomi, maka Anda akan dimarahi?

Pramugari (P) : Benar sekali, artinya kami tidak dapat melayani Bapak Adharta (nama saya diucapkan dengan jelas karena kewajiban) dan membuat hati Bapak Adharta tidak senang bersama kami (nama saya diulang terus)

A : Lalu apa yang terjadi kalau saya duduk dengan teman saya di first class, apakah kamu (padahal saya tahu namanya ada di dadanya) juga akan dimarahi?

P : Ya, pasti kami semua akan kena marah!

A : Lalu apa bedanya, sehingga biarkan saja aku duduk bersama teman-temanku!

P : Bedanya besar sekali Bapak Adharta (nama saya diulang lagi). Kalau bapak pindah di ekonomi, kami dimarahi karena pelayanan kami dianggap pasti kurang baik, sehingga Bapak Adharta merasa lebih senang duduk di kelas ekonomi, sedangkan Bapak Adharta adalah tamu istimewa kami,

A : Lalu kalau saya bertiga duduk disini!

P : Kami juga pasti akan dimarahi karena melanggar otoritas kami, tetapi kami rela dimarahi, asal Bapak Adharta (diulang dan diulang terus menyebut namaku) merasa lebih senang menerima pelayanan kami! Ini adalah tugas kami sebagai pelayan!

A : Iya saya senang sekali, tetapi saya juga seorang pelayan sama seperti Anda!

P : Lho?? (Dia bingung)

A : Benar, Anda melayani saya karena tugas anda, tetapi saya melayani diri saya bukan karena tugas tetapi karena kewajiban!

P : Maksud Bapak Adharta (sekarang saya dikerubutin 8 pramugari karena semua ingin mendengar khotbah saya)

A : Kalau saya bukan pelayan, dari tadi saya akan marah kepada Anda, karena beraninya mengatur saya(Semua tertawa)! Tetapi saya seorang pelayan yang berkewajiban melayani hati saya, supaya hati saya senang, hati saya tidak marah, hati saya penuh suka cita dan hati saya penuh damai, supaya didalamnya penuh berkat oleh Tuhan sendiri!

P : O, Sungguh hari ini kami baru pertama kali mendengar bahwa selain kami melayani orang, justru ada yang lebih penting, yaitu melayani diri kami sendiri! Sehingga lengkaplah harga diri, harkat dan martabat kami diangkat. Terima kasih Bapak Adharta dan selamat terbang dengan SQ. Lalu, kami dikasih makanan enak-enak bertiga lagi.

Saya boleh memuji pelayanan penerbangan Singapura ini dan patut kita contoh, terutama buat anak-anak dan cucu-cucu semua, staf dan karyawan, pelayan gereja, para biarawan dan biarawati yang melayani umat. Mari kita melayani diri kita sendiri supaya suka cita penuh di hati! Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Kesembuhan

Setiap pertemuan pasti ada kesembuhan karena Roh Kudus ada hadir di sana (Adh)

201109060148441618293620X310Kita bisa bertemu, berkenalan bahkan bersahabat dengan orang lain. Penahkah terpikir sebelumnya kalau kita bisa bertemu. Demikian juga dengan istri atau suami kita. Saya tidak pernah membayangkan bertemu istri saya pada 31 tahun sebelumnya, tapi kini kami memiliki tiga anak dan cucu sudah 5 orang cantik dan ganteng. Ada banyak teman di sekolah, lingkungan, gereja atau mesdjid, dan teman di kantor Pernahkah kita merasakan kesembuhan yang kita alami? Jawabnya jujur kita tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu.
Mari kita mulai mempelajari setiap pertemuan kita dimana saja. Pertama, ada suka cita dan suka cita artinya sudah mengalami kesembuhan dalam diri Anda terutama dari sakit kesepian, sedih dan iri hati. Saya ajak kita semua membayangkan kalau di dunia ini kita tidak ada teman atau saudara atau sahabat. Tanpa mereka semua, kita akan diliputi 31 macam penyakit dan penyakit paling parah di dunia adalah “putus asa” (Mari kita doakan khusus buat saudara kita yang tidak memiliki sahabat). Sekarang bukalah mata kita untuk memandang orangtua, istri, suami, anak-anak,sahabat, teman dab siapa yang menginginkan pertemuan ini? Anda? Tidak! Mereka juga tidak!
Lalu siapa? Yang pasti aku sembuh dari sakit sendiri!
Setiap pertemuan pasti ada kesembuhan, tanpa kecuali dan tidak ada kecuali. Sayangnya kita sering lupa untuk merasakan itu, sehingga terjadi pertengkaran, keributan bahkan sampai perceraian, lalu hidup sendirian. Mereka akan lebih parah lagi bila mereka mengatakan lebih baik hidup sendiri. Lalu saling mencari kesalahan, saling mencari akar permasalahan, saling menuduh, dan saling mencaci maki. Padahal kesembuhan menanti, yaitu suka cita, kerinduan, dan kebahagiaan. Seperti Rusa merindukan air di saat haus. Saat menemukan air dia mengangkat kepalanya lalu minum air. Saat itu dahaganya hilang. Demikian setiap pertemuan apa saja, dimana saja, seburuk apapun, pasti disana ada suka cita bagi orang yang mengerti dan mau saling menghargai.
Demikian adanya pertemuan salib, pertemuan yang paling mengerikan. Apalagi para penjahat, tetapi disana ada suka cita besar, karena hari ini juga dan sekarang juga anda sudah bersama AKU di Taman Firdaus.
Pertama-tama, pada awalnya saya hampir kehilangan kepercayaan ini. Di kantor, saya mencoba mengadakan pertemuan. Setiap hari pasti selalu ada rapat sampai ada istilah tiada hari tanpa rapat. Penolakannya tinggi sekali dan sampai berusaha supaya tidak ada rapat. Sering saya sendiri goyah, tetapi saya tetap percaya bahwa setiap pertemuan pasti ada kesembuhan. Apalagi kalau pertemuan itu menyebut nama-NYA, karena janji Tuhan sendiri. “Di mana dua atau tiga orang atau lebih bertemu dan menyebut nama-KU, maka AKU hadir disana!” Kalau DIA sendiri hadir, artinya kita sudah menerima kesembuhan. Amin.
Semoga kita semua bisa mengerti arti kesembuhan dalam pertemuan.Tuhan memberkati, melindungi dan menjaga kita semua.Salam dan doa.
Salam kesembuahan buat semua sahabat, terutama sahabat-sahabatku di kantor dan tempat bekerja.

Kamera (2)

Ada suka cita saat merekam peristiwa kehidupan dalam kenangan dan melihatnya kembali dengan kamera (Adh)

imagesSuatu hari saya bertemu seorang sahabat lama, namanya Johnny.
Beliau orangnya ramah dan baik hati, suka menolong orang dan hobbynya foto. Kemana-mana selalu bawa kamera. Setiap kali ketemu saya, dia selalu minta difoto bersama. Dia juga berbisnis foto dengan menjadi photographer dan ahli dalam bidang foto. Saking seringnya difoto, aku suka ngomel, dia buat aku jadi narsis juga. Tetapi dia juga suka marahin saya, karena dia jadi begini gara-gara saya, karena saat SMA dia belajar foto dari saya, malah sekarang dia jadi keterusan.
Beliau bilang,”Hidupnya ibarat kamera dan ingin merekam sebanyak mungkin peristiwa, sehingga bisa dilihat di kemudian hari.” Saya suka sekali juga merekam peristiwa mulai anak-anak saya lahir, masa kanak-kanak mereka sampai dewasa, termasuk juga cucu-cucu. Untuk suatu saat ditonton bersama.
Memang benar disana ada suka cita besar sekali.
Ada seorang sahabat lama saya lebih unik lagi. Beliau selalu membuat 2 foto sama tapi berbeda tahun. Ada foto beliau bertiga dengan temannya di tempat sama tetapi yang satu dibuat tahun 60-an dan satu lagi tahun 2000-an, tempat sama, baju motif sama, rambut potongan sama, sayang teman saya sudah botak, lalu kedua foto itu dipajang bersebelahan, indah sekali nilai persahabatan yang disajikan.
Kamera memang menjadi bagian dari hidup saya, baik handycam atau camera biasa, dan merekam atau membuat foto menjadikan kebiasaan dan hobi. Buat saya kamera memiliki nilai rohani sangat tinggi. Ketika kita bisa membuat sebuah kenangan manis, maka dalam hati ada suatu kepuasan yang luar biasa. Pada saat kita stres, sulit dan keadaan tertekan, maka membuat foto diri akan menjadi bagian terapi tersendiri. Kalau tidak percaya cobalah maka anda pasti tersenyum sendiri, tapi jangan keterusan bahaya.
Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya tentang kamera hati, yang akan merekam semua kehidupan kita, kali ini saya mau menekankan bahwa kamera hati dalam konteksnya dengan pola hidup kita. Jadi saat kita merekam kehidupaan kita sehari-hari, maka setiap hari juga akan menjadi sosial controle dari kehidupan kita, seperti halnya kita memandang wajah kita di kaca cermin.
Tidak begitu sulit untuk memulai, tetapi yang sulit adalah merefleksinya kembali dan melihat diri kita sendiri.
Mengenal diri sendiri dalam segala kelemahan kita dan mau memperbaikinya dengan bantuan kamera hati akan menjadi sumber suka cita besar bagi kehidupan kita. Semoga Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Adharta

Reciprocal

Done by Each to the other, Interchanging or interchanged, Given and Received, due from each to each, mutual advantages

Dalam abstrak yang ditulis oleh Agus David, 2008 tentang penerapan Strategi Pembelajaran Timbal Balik (Reciprocal Teaching) dimana beliau sampaikan bahwa dengan aplikasinya maka prestasi belajar siswa bisa ditingkatkan.

Pendidikan selain sebagai proses mengasah otak agar manusia menjadi pintar, tetapi juga sebagai proses MENYEMAI nilai-nilai dasar kehidupan guna menggapai masa depan dan hidup bermasyarakat, juga secara sistematis merupakan integral dari kehidupan modern.
Penerapan strategi pembelajaran reciprokal atau timbal balik dalam pembelajaran dimaksud agar kita bisa memenuhi semua pengharapan kita.
Demikian juga dapat meningkatkan kerja sama kelompok, komunikasi dan pola berpikir kritis, terhadap tanggap cepat dan kemampuan analitis yang tinggi.
Selanjutnya dapat dilakukan refleksi dan umpan balik supaya bisa dilakukan pembelajaran lanjut.

Maksudnya, agar kita bisa belajar bukan saja dari masukan guru atau buku-buku referensi, atau pelajaran yang didapat, melainkan kita mempelajari sesuatu dari orang di dekat kita, baik istri, suami dan anak-anak atau orang tua. Sering kita yang mendidik anak-anak merasa kita lebih pintar, tetapi kita tidak sadar kalau anak kita lebih tanggap dan lebih cepat terima.
Saya belajar kesabaran banyak dari istri saya, saya banyak belajar mengerti dari anak-anak saya, dan belajar bijaksana dari orang tua saya, saya juga belajar melayani dari lingkungan saya.

Pagi tadi saya menerima beberapa BBM dari teman, yang menarik adalah Curhat dari seorang ibu di Lingkungannya. Dia kesel, marah, dan kecewa karena ada temannya tidak mau mengerti kalau membuatnya kesel. Pulangnya dia berantem sama suaminya, tetapi kok yang membuat aura marahnya ga mau mengerti sih!
Saya katakan bahwa kita sungguh bersyukur dan berterima kasih, karena sebenarnya sebuah kekecewaan itu berjalan paralel dengan kebahagiaan. Kalau di sana ada cinta maka kekecewaan bisa berubah menjadi sumber suka cita. Cinta bukan mengajarkan kita yang manis manis, tetapi cinta justru mengajarkan reciprocal teaching atau timbal balik. Misalnya kalau kita mau melayani, kita harus berkorban perasaan. Kalau kita mau istri atau suami kita bahagia, kita harus menyangkal diri, mengalahkan ego kita. Cinta itu tidak pernah menjanjikan hanya yang indah-indah tetapi cinta itu menjanjikan kebahagiaan. Jika dan hanya jika kita mau menyangkal diri dan memberikan kesempatan orang yang kita cintai hidup nyaman dalam hati kita.

Contohnya seorang anak membenci ibunya karena memaksanya terus belajar, tanpa memberi kesempatan main dan kecewa berat. Sang ibu pun kecewa karena anaknya malas. Suatu ketika anaknya menderita sakit dan dokter tidak bisa menemukan penyakitnya, bahkan perut sang anak sudah diendoskopi hasilnya nihil.
Melalui beberapa pendekatan ibunya bisa meyakinkan anaknya bahwa kekecewaan dirinya buat anaknya sakit, sejak saat itu sakit sang anak sembuh, luar biasa bahagianya.

Mari kita belajar dari persahabatan, kekeluargaan dan mengerti betapa besar potensi belajar yang kita dapat dari mereka, terutama orang-orang yang kita cintai. Tuhan memberkati

Hari Baik

Keterkaitannya dengan acara yang kita rayakan, kita sebut hari baik (Adh)

Ramalan-Zodiak-September-2012Menghadiri sebuah pesta perkawinan menjadi agenda rutin saya dan istri setiap akhir pekan. Semalam saya datang sendiri karena istri ada acara lain, Dalam pertemuan dengan sahabat, pengantin, apalagi teman-teman kemudian menikmati makanan enak, tentu luar biasa senangnya. Saya selalu menyempatkan diri hadir ke pesta perkawinan karena ini istilahnya bayar hutang karena waktu saya ada acara, banyak teman-teman hadir. Kini giliran saya diundang rasanya wajib saya harus hadir. Walaupun kadang-kadang berbenturan apa lagi kalau bertepatan hari baik misalnya 08 08 08 atau 12 12 12.
Ada juga yang harus melihat atau memilih hari baik, bulan baik atau tahun baik, percaya atau tidak itu wajar wajar saja. Sebenarnya bukan saja untuk perkawinan yang dicari hari baik, melainkan acara syukuran, peresmian kantor, bangun rumah dan sebagainya. Yang menjadi sungguh indah kalau hari yang kita pilih menjadikan suasana indah. Anak kedua saya menikah bulan Februari 2007, waduh saat itu seluruh kota Jakarta dipenuhi air. Ada keluarga keluar dari airport 24 jam baru sampai rumah saya. Saya bisa merasakan kesedihan pengantin, tapi ternyata pestanya ramai sekali, sehingga kami sungguh terhibur. Para tamu berjuang sekuat tenaga untuk mencapai Hotel Mulia, dengan meninggalkan banyak kisah dan pengalaman.
Kejadian yang sama juga terjadi. suatu hari saya menghadiri pesta seorang kawan tetapi tamunya hanya beberapa orang, karena banjir besar di Jakarta.
Mengenai hari baik, bukan berarti hari lain jelek, mungkin saja bisa lebih baik, saya lebih setuju kalau menyebutnya hari bahagia atau hari harmonis, sehingga tidak mengurangi makna hari lainnya, tetapi saya meminjam dan menyebutnya hari baik, karena sebutan ini sudah generik atau umum.
Ada sebuah pertanyaan disampaikan oleh seorang ibu, yang ingin mencari hari baik! Saya sangat setuju, lalu saya sampaikan ada 3 hal yang perlu diperhatikan, yakni : pertama, pilihlah hari yang indah dan baik bagi keluarga, dimana kebersamaan keluarga dimungkinkan, artinya bisa koordinasi dengan keluarga. Kedua, menyesuaikan dengan kondisi alam, musim hujan atau musim kering, lebih kurang kita bisa prediksi, kalau musim hujan apa yang harus kita persiapkan. Ketiga, minta petunjuk Tuhan dalam kepasrahan sehingga campur tangan Tuhan akan menentukan kehendak-Nya.
Tetapi bagaimana meminta petunjuk Tuhan, saya sampaikan bahwa banyak cara seperti dengan novena, puasa dan yang mudah adalah bawa dalam doa.
Tugas kita sekarang adalah bagaimana merubah hari ini menjadi hari baik bagi kita semua. Bagi sahabat semua dan bagi keluarga yang menjadikan hari baik juga merupakan bagian dari tugas pelayanan kita. Hari ini akan merubah kehidupan kita, jika dimulai dengan niat dan maksud baik, bukalah dengan doa dan salam kebaikan. Kita menyapa setiap sahabat dan keluarga. Ciumlah istri atau suami saat bangun pagi. Belajar membelai anak-anak dan buatlah semua jadi indah, maka hari baik akan menanti kita. Buanglah segala hal-hal yang bisa membuat keburukan. Gantikanlah dengan senyuman yang menawan.
Mari kita rubah hari ini menjadi hari baik, supaya sumber suka cita ada dan hidup bersama kita. Mari kita juga doa buat semua sahabat, keluarga dan saudara yang tidak bisa menyambut hari baik hari ini, supaya mereka segera bisa menyambut kegembiraan dan suka cita dalam tangan Tuhan. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Pencapir

Kelompok pendengar, pembaca dan pemirsa untuk mendukung pembangunan

kelompencapir-masa-kiniSemasa jaman pemerintahan Presiden Soeharto, setiap hari melalui koordinasi menteri penerangan Bapak Harmoko, kita disuguhkan dalam siaran TV wawancara Presiden Soeharta dan para petani. Sedemikian gencarnya akhirnya beliau mendapat gelar Bapak Pembangunan.
PBB melalui FAO sangat terpesona menyaksikan gerakan ini, sehingga secara global sangat membantu negara-negara berkembang lainnya ikut gerakan ini. 20 tahun kemudian negara-negara yang mengikuti gerakan tanam ini menjadi negara swa sembada pangan yang sangat baik. Sebaliknya, kita terus import beras, kedelai, jagung dan panganan lainnya.
Kemauan keras yang disampaikan Presiden Soeharto barangkali dipengaruhi oleh latar belakangnya sebagai anak petani. Akar petani dan hidup bersama petani menjadikan petani sebagai kekuatan pemerintahannya. Di sisi lain, karena kekuatan ekonomi politis semakin besar, perlahan tapi pasti kekuatan ini justru dilumpuhkan.
Kita kenal gerakan umat basis atau gerakan akar rumput yang terus membangun kekuatan agar sebuah organisasi menjadi kuat. Hal itu mengandaikan fasilitator dan katalisator di akar rumput yang bisa bersinergi dengan berbagai pihak. Hal itu berlaku untuk semua organisasi dalam masyarakat.
RA Kartini, dalam buku, yang ditulis oleh Prof. Dr. Harry Darsono, PhD (boleh dibaca), yang telah disadur dalam 8 bahasa (sayang bahasa Indonesia malah susah didapat),
mengatakan bahwa kita harus perbaiki pendengaran, pandangan, penglihatan, dan perasaan kita saat melayani. Di sana kemerdekaan justru akan kita peroleh. Memang selama kesombongan kita tidak kita sadari, sebenarnya kita sedang dijajah oleh diri kita sendiri. Satu-satu satunya jalan untuk memerdekaannya adalah membuka pendengaran dan penglihatan kita.
Bagi kita yang bekerja juga demikian, baik untuk diri sendiri, keluaraga, perusahaan di mana kita kerja. Para aktivitis organisasi keagamaan seperti Gereja pun perlu memerdekakan diri kita seperti ungkapan RA Kartini. Kalau mau merdeka mari kita buka telinga, mata dan hati kita untuk mau merasakan bahwa kita TIDAK BOLEH sombong dan angkuh karena itu sumber kecelakaan kita.
Memang itu adalah hak prerogatif diri kita, karena Tuhan memberikan kebebasan penuh buat kita. Mau jadi apa saja adalah kuasa kita, tapi alangkah indahnya kalau niat hati kita sudah mau maju tetapi tidak diikuti dengan membuka telinga dan mata kita, akhirnya justru yang menikmati kemerdekaan adalah orang yang mendengarnya. Sedangkan kita terus tetap dijajah oleh diri kita sendiri.
Selamat buat RA Kartini karena Ibu berbahagia bisa melihat anak-anak Indonesia sekarang. Sayang masih banyak anak-anak bangsa yang tidak mau membuka telinga dan matanya. Kita berdoa terus agar mereka semua juga bisa merdeka. Bagi yang sedang ada di tempat-tempat hitam agar bisa segera merdeka terutama dari jajahan dirinya sendiri. Yang ingin mengambil jalan pintas untuk hidup mewah dan hidup bukan dalam dirinya juga butuh kemerdekaan. Sedangkan kita sebagai kelompok pencapir apa yang harus kita sumbangkan? Damai Tuhan bersamamu. Dan semoga Tuhan memberkati sahabat semua.

Maju Maju Maju Negeriku
Habis gelap terbitlah terang
Habis malam bergantilah siang
Hanya satu kuinginkan
Negaraku Indonesia Merdeka !