Melayani Anda adalah tugas kami, tetapi melayani diri kami sendiri adalah kewajiban, demikian harkat martabat kami (Adh)

3060000000048714Beberapa tahun lalu, saat dalam perjalanan pulang dari Australia terbang menuju Singapura, saya naik pesawat SQ dan duduknya di first class. Di cabin, saya sendirian saja. Jadi, rasa dilanda kesepian terbang 8 jam sehingga keisengan saya muncul. Walaupun ditemani 8 stewardes karena 1 kursi 1 pramugari, tetapi saya kurang nyaman karena ada 2 orang kawan duduk di kelas ekonomi, lalu saya sengaja jalan menuju ke sana duduk di samping teman-teman. Saat lagi asyik ngobrol, stewardes saya datang dan minta saya pindah kembali ke tempat duduk semula karena kalau saya duduk di sini nanti mereka semua akan dimarahin.
Saya bilang kan tidak ada yang lihat, tetapi kata beliau semua direkam oleh kamera. Saya tetap ngotot duduk di kursi ekonomi karena asyik ngobrol. Mungkin karena tidak sampai hati akhirnya pramugari menawarkan minta kami bertiga pindah ke ruang utama di atas pesawat. Hati saya senang sekali dan kami pindah ke ruang first class bertiga. Di sana terjadi sedikit dialog saya dengan pramugari yang fasih berbahasa Indonesia.

Adharta (A) : Tadi Anda katakan bahwa kalau saya duduk di kelas ekonomi, maka Anda akan dimarahi?

Pramugari (P) : Benar sekali, artinya kami tidak dapat melayani Bapak Adharta (nama saya diucapkan dengan jelas karena kewajiban) dan membuat hati Bapak Adharta tidak senang bersama kami (nama saya diulang terus)

A : Lalu apa yang terjadi kalau saya duduk dengan teman saya di first class, apakah kamu (padahal saya tahu namanya ada di dadanya) juga akan dimarahi?

P : Ya, pasti kami semua akan kena marah!

A : Lalu apa bedanya, sehingga biarkan saja aku duduk bersama teman-temanku!

P : Bedanya besar sekali Bapak Adharta (nama saya diulang lagi). Kalau bapak pindah di ekonomi, kami dimarahi karena pelayanan kami dianggap pasti kurang baik, sehingga Bapak Adharta merasa lebih senang duduk di kelas ekonomi, sedangkan Bapak Adharta adalah tamu istimewa kami,

A : Lalu kalau saya bertiga duduk disini!

P : Kami juga pasti akan dimarahi karena melanggar otoritas kami, tetapi kami rela dimarahi, asal Bapak Adharta (diulang dan diulang terus menyebut namaku) merasa lebih senang menerima pelayanan kami! Ini adalah tugas kami sebagai pelayan!

A : Iya saya senang sekali, tetapi saya juga seorang pelayan sama seperti Anda!

P : Lho?? (Dia bingung)

A : Benar, Anda melayani saya karena tugas anda, tetapi saya melayani diri saya bukan karena tugas tetapi karena kewajiban!

P : Maksud Bapak Adharta (sekarang saya dikerubutin 8 pramugari karena semua ingin mendengar khotbah saya)

A : Kalau saya bukan pelayan, dari tadi saya akan marah kepada Anda, karena beraninya mengatur saya(Semua tertawa)! Tetapi saya seorang pelayan yang berkewajiban melayani hati saya, supaya hati saya senang, hati saya tidak marah, hati saya penuh suka cita dan hati saya penuh damai, supaya didalamnya penuh berkat oleh Tuhan sendiri!

P : O, Sungguh hari ini kami baru pertama kali mendengar bahwa selain kami melayani orang, justru ada yang lebih penting, yaitu melayani diri kami sendiri! Sehingga lengkaplah harga diri, harkat dan martabat kami diangkat. Terima kasih Bapak Adharta dan selamat terbang dengan SQ. Lalu, kami dikasih makanan enak-enak bertiga lagi.

Saya boleh memuji pelayanan penerbangan Singapura ini dan patut kita contoh, terutama buat anak-anak dan cucu-cucu semua, staf dan karyawan, pelayan gereja, para biarawan dan biarawati yang melayani umat. Mari kita melayani diri kita sendiri supaya suka cita penuh di hati! Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Kesembuhan

Setiap pertemuan pasti ada kesembuhan karena Roh Kudus ada hadir di sana (Adh)

201109060148441618293620X310Kita bisa bertemu, berkenalan bahkan bersahabat dengan orang lain. Penahkah terpikir sebelumnya kalau kita bisa bertemu. Demikian juga dengan istri atau suami kita. Saya tidak pernah membayangkan bertemu istri saya pada 31 tahun sebelumnya, tapi kini kami memiliki tiga anak dan cucu sudah 5 orang cantik dan ganteng. Ada banyak teman di sekolah, lingkungan, gereja atau mesdjid, dan teman di kantor Pernahkah kita merasakan kesembuhan yang kita alami? Jawabnya jujur kita tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu.
Mari kita mulai mempelajari setiap pertemuan kita dimana saja. Pertama, ada suka cita dan suka cita artinya sudah mengalami kesembuhan dalam diri Anda terutama dari sakit kesepian, sedih dan iri hati. Saya ajak kita semua membayangkan kalau di dunia ini kita tidak ada teman atau saudara atau sahabat. Tanpa mereka semua, kita akan diliputi 31 macam penyakit dan penyakit paling parah di dunia adalah “putus asa” (Mari kita doakan khusus buat saudara kita yang tidak memiliki sahabat). Sekarang bukalah mata kita untuk memandang orangtua, istri, suami, anak-anak,sahabat, teman dab siapa yang menginginkan pertemuan ini? Anda? Tidak! Mereka juga tidak!
Lalu siapa? Yang pasti aku sembuh dari sakit sendiri!
Setiap pertemuan pasti ada kesembuhan, tanpa kecuali dan tidak ada kecuali. Sayangnya kita sering lupa untuk merasakan itu, sehingga terjadi pertengkaran, keributan bahkan sampai perceraian, lalu hidup sendirian. Mereka akan lebih parah lagi bila mereka mengatakan lebih baik hidup sendiri. Lalu saling mencari kesalahan, saling mencari akar permasalahan, saling menuduh, dan saling mencaci maki. Padahal kesembuhan menanti, yaitu suka cita, kerinduan, dan kebahagiaan. Seperti Rusa merindukan air di saat haus. Saat menemukan air dia mengangkat kepalanya lalu minum air. Saat itu dahaganya hilang. Demikian setiap pertemuan apa saja, dimana saja, seburuk apapun, pasti disana ada suka cita bagi orang yang mengerti dan mau saling menghargai.
Demikian adanya pertemuan salib, pertemuan yang paling mengerikan. Apalagi para penjahat, tetapi disana ada suka cita besar, karena hari ini juga dan sekarang juga anda sudah bersama AKU di Taman Firdaus.
Pertama-tama, pada awalnya saya hampir kehilangan kepercayaan ini. Di kantor, saya mencoba mengadakan pertemuan. Setiap hari pasti selalu ada rapat sampai ada istilah tiada hari tanpa rapat. Penolakannya tinggi sekali dan sampai berusaha supaya tidak ada rapat. Sering saya sendiri goyah, tetapi saya tetap percaya bahwa setiap pertemuan pasti ada kesembuhan. Apalagi kalau pertemuan itu menyebut nama-NYA, karena janji Tuhan sendiri. “Di mana dua atau tiga orang atau lebih bertemu dan menyebut nama-KU, maka AKU hadir disana!” Kalau DIA sendiri hadir, artinya kita sudah menerima kesembuhan. Amin.
Semoga kita semua bisa mengerti arti kesembuhan dalam pertemuan.Tuhan memberkati, melindungi dan menjaga kita semua.Salam dan doa.
Salam kesembuahan buat semua sahabat, terutama sahabat-sahabatku di kantor dan tempat bekerja.

Kamera (2)

Ada suka cita saat merekam peristiwa kehidupan dalam kenangan dan melihatnya kembali dengan kamera (Adh)

imagesSuatu hari saya bertemu seorang sahabat lama, namanya Johnny.
Beliau orangnya ramah dan baik hati, suka menolong orang dan hobbynya foto. Kemana-mana selalu bawa kamera. Setiap kali ketemu saya, dia selalu minta difoto bersama. Dia juga berbisnis foto dengan menjadi photographer dan ahli dalam bidang foto. Saking seringnya difoto, aku suka ngomel, dia buat aku jadi narsis juga. Tetapi dia juga suka marahin saya, karena dia jadi begini gara-gara saya, karena saat SMA dia belajar foto dari saya, malah sekarang dia jadi keterusan.
Beliau bilang,”Hidupnya ibarat kamera dan ingin merekam sebanyak mungkin peristiwa, sehingga bisa dilihat di kemudian hari.” Saya suka sekali juga merekam peristiwa mulai anak-anak saya lahir, masa kanak-kanak mereka sampai dewasa, termasuk juga cucu-cucu. Untuk suatu saat ditonton bersama.
Memang benar disana ada suka cita besar sekali.
Ada seorang sahabat lama saya lebih unik lagi. Beliau selalu membuat 2 foto sama tapi berbeda tahun. Ada foto beliau bertiga dengan temannya di tempat sama tetapi yang satu dibuat tahun 60-an dan satu lagi tahun 2000-an, tempat sama, baju motif sama, rambut potongan sama, sayang teman saya sudah botak, lalu kedua foto itu dipajang bersebelahan, indah sekali nilai persahabatan yang disajikan.
Kamera memang menjadi bagian dari hidup saya, baik handycam atau camera biasa, dan merekam atau membuat foto menjadikan kebiasaan dan hobi. Buat saya kamera memiliki nilai rohani sangat tinggi. Ketika kita bisa membuat sebuah kenangan manis, maka dalam hati ada suatu kepuasan yang luar biasa. Pada saat kita stres, sulit dan keadaan tertekan, maka membuat foto diri akan menjadi bagian terapi tersendiri. Kalau tidak percaya cobalah maka anda pasti tersenyum sendiri, tapi jangan keterusan bahaya.
Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya tentang kamera hati, yang akan merekam semua kehidupan kita, kali ini saya mau menekankan bahwa kamera hati dalam konteksnya dengan pola hidup kita. Jadi saat kita merekam kehidupaan kita sehari-hari, maka setiap hari juga akan menjadi sosial controle dari kehidupan kita, seperti halnya kita memandang wajah kita di kaca cermin.
Tidak begitu sulit untuk memulai, tetapi yang sulit adalah merefleksinya kembali dan melihat diri kita sendiri.
Mengenal diri sendiri dalam segala kelemahan kita dan mau memperbaikinya dengan bantuan kamera hati akan menjadi sumber suka cita besar bagi kehidupan kita. Semoga Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Adharta

Reciprocal

Done by Each to the other, Interchanging or interchanged, Given and Received, due from each to each, mutual advantages

Dalam abstrak yang ditulis oleh Agus David, 2008 tentang penerapan Strategi Pembelajaran Timbal Balik (Reciprocal Teaching) dimana beliau sampaikan bahwa dengan aplikasinya maka prestasi belajar siswa bisa ditingkatkan.

Pendidikan selain sebagai proses mengasah otak agar manusia menjadi pintar, tetapi juga sebagai proses MENYEMAI nilai-nilai dasar kehidupan guna menggapai masa depan dan hidup bermasyarakat, juga secara sistematis merupakan integral dari kehidupan modern.
Penerapan strategi pembelajaran reciprokal atau timbal balik dalam pembelajaran dimaksud agar kita bisa memenuhi semua pengharapan kita.
Demikian juga dapat meningkatkan kerja sama kelompok, komunikasi dan pola berpikir kritis, terhadap tanggap cepat dan kemampuan analitis yang tinggi.
Selanjutnya dapat dilakukan refleksi dan umpan balik supaya bisa dilakukan pembelajaran lanjut.

Maksudnya, agar kita bisa belajar bukan saja dari masukan guru atau buku-buku referensi, atau pelajaran yang didapat, melainkan kita mempelajari sesuatu dari orang di dekat kita, baik istri, suami dan anak-anak atau orang tua. Sering kita yang mendidik anak-anak merasa kita lebih pintar, tetapi kita tidak sadar kalau anak kita lebih tanggap dan lebih cepat terima.
Saya belajar kesabaran banyak dari istri saya, saya banyak belajar mengerti dari anak-anak saya, dan belajar bijaksana dari orang tua saya, saya juga belajar melayani dari lingkungan saya.

Pagi tadi saya menerima beberapa BBM dari teman, yang menarik adalah Curhat dari seorang ibu di Lingkungannya. Dia kesel, marah, dan kecewa karena ada temannya tidak mau mengerti kalau membuatnya kesel. Pulangnya dia berantem sama suaminya, tetapi kok yang membuat aura marahnya ga mau mengerti sih!
Saya katakan bahwa kita sungguh bersyukur dan berterima kasih, karena sebenarnya sebuah kekecewaan itu berjalan paralel dengan kebahagiaan. Kalau di sana ada cinta maka kekecewaan bisa berubah menjadi sumber suka cita. Cinta bukan mengajarkan kita yang manis manis, tetapi cinta justru mengajarkan reciprocal teaching atau timbal balik. Misalnya kalau kita mau melayani, kita harus berkorban perasaan. Kalau kita mau istri atau suami kita bahagia, kita harus menyangkal diri, mengalahkan ego kita. Cinta itu tidak pernah menjanjikan hanya yang indah-indah tetapi cinta itu menjanjikan kebahagiaan. Jika dan hanya jika kita mau menyangkal diri dan memberikan kesempatan orang yang kita cintai hidup nyaman dalam hati kita.

Contohnya seorang anak membenci ibunya karena memaksanya terus belajar, tanpa memberi kesempatan main dan kecewa berat. Sang ibu pun kecewa karena anaknya malas. Suatu ketika anaknya menderita sakit dan dokter tidak bisa menemukan penyakitnya, bahkan perut sang anak sudah diendoskopi hasilnya nihil.
Melalui beberapa pendekatan ibunya bisa meyakinkan anaknya bahwa kekecewaan dirinya buat anaknya sakit, sejak saat itu sakit sang anak sembuh, luar biasa bahagianya.

Mari kita belajar dari persahabatan, kekeluargaan dan mengerti betapa besar potensi belajar yang kita dapat dari mereka, terutama orang-orang yang kita cintai. Tuhan memberkati

Hari Baik

Keterkaitannya dengan acara yang kita rayakan, kita sebut hari baik (Adh)

Ramalan-Zodiak-September-2012Menghadiri sebuah pesta perkawinan menjadi agenda rutin saya dan istri setiap akhir pekan. Semalam saya datang sendiri karena istri ada acara lain, Dalam pertemuan dengan sahabat, pengantin, apalagi teman-teman kemudian menikmati makanan enak, tentu luar biasa senangnya. Saya selalu menyempatkan diri hadir ke pesta perkawinan karena ini istilahnya bayar hutang karena waktu saya ada acara, banyak teman-teman hadir. Kini giliran saya diundang rasanya wajib saya harus hadir. Walaupun kadang-kadang berbenturan apa lagi kalau bertepatan hari baik misalnya 08 08 08 atau 12 12 12.
Ada juga yang harus melihat atau memilih hari baik, bulan baik atau tahun baik, percaya atau tidak itu wajar wajar saja. Sebenarnya bukan saja untuk perkawinan yang dicari hari baik, melainkan acara syukuran, peresmian kantor, bangun rumah dan sebagainya. Yang menjadi sungguh indah kalau hari yang kita pilih menjadikan suasana indah. Anak kedua saya menikah bulan Februari 2007, waduh saat itu seluruh kota Jakarta dipenuhi air. Ada keluarga keluar dari airport 24 jam baru sampai rumah saya. Saya bisa merasakan kesedihan pengantin, tapi ternyata pestanya ramai sekali, sehingga kami sungguh terhibur. Para tamu berjuang sekuat tenaga untuk mencapai Hotel Mulia, dengan meninggalkan banyak kisah dan pengalaman.
Kejadian yang sama juga terjadi. suatu hari saya menghadiri pesta seorang kawan tetapi tamunya hanya beberapa orang, karena banjir besar di Jakarta.
Mengenai hari baik, bukan berarti hari lain jelek, mungkin saja bisa lebih baik, saya lebih setuju kalau menyebutnya hari bahagia atau hari harmonis, sehingga tidak mengurangi makna hari lainnya, tetapi saya meminjam dan menyebutnya hari baik, karena sebutan ini sudah generik atau umum.
Ada sebuah pertanyaan disampaikan oleh seorang ibu, yang ingin mencari hari baik! Saya sangat setuju, lalu saya sampaikan ada 3 hal yang perlu diperhatikan, yakni : pertama, pilihlah hari yang indah dan baik bagi keluarga, dimana kebersamaan keluarga dimungkinkan, artinya bisa koordinasi dengan keluarga. Kedua, menyesuaikan dengan kondisi alam, musim hujan atau musim kering, lebih kurang kita bisa prediksi, kalau musim hujan apa yang harus kita persiapkan. Ketiga, minta petunjuk Tuhan dalam kepasrahan sehingga campur tangan Tuhan akan menentukan kehendak-Nya.
Tetapi bagaimana meminta petunjuk Tuhan, saya sampaikan bahwa banyak cara seperti dengan novena, puasa dan yang mudah adalah bawa dalam doa.
Tugas kita sekarang adalah bagaimana merubah hari ini menjadi hari baik bagi kita semua. Bagi sahabat semua dan bagi keluarga yang menjadikan hari baik juga merupakan bagian dari tugas pelayanan kita. Hari ini akan merubah kehidupan kita, jika dimulai dengan niat dan maksud baik, bukalah dengan doa dan salam kebaikan. Kita menyapa setiap sahabat dan keluarga. Ciumlah istri atau suami saat bangun pagi. Belajar membelai anak-anak dan buatlah semua jadi indah, maka hari baik akan menanti kita. Buanglah segala hal-hal yang bisa membuat keburukan. Gantikanlah dengan senyuman yang menawan.
Mari kita rubah hari ini menjadi hari baik, supaya sumber suka cita ada dan hidup bersama kita. Mari kita juga doa buat semua sahabat, keluarga dan saudara yang tidak bisa menyambut hari baik hari ini, supaya mereka segera bisa menyambut kegembiraan dan suka cita dalam tangan Tuhan. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Pencapir

Kelompok pendengar, pembaca dan pemirsa untuk mendukung pembangunan

kelompencapir-masa-kiniSemasa jaman pemerintahan Presiden Soeharto, setiap hari melalui koordinasi menteri penerangan Bapak Harmoko, kita disuguhkan dalam siaran TV wawancara Presiden Soeharta dan para petani. Sedemikian gencarnya akhirnya beliau mendapat gelar Bapak Pembangunan.
PBB melalui FAO sangat terpesona menyaksikan gerakan ini, sehingga secara global sangat membantu negara-negara berkembang lainnya ikut gerakan ini. 20 tahun kemudian negara-negara yang mengikuti gerakan tanam ini menjadi negara swa sembada pangan yang sangat baik. Sebaliknya, kita terus import beras, kedelai, jagung dan panganan lainnya.
Kemauan keras yang disampaikan Presiden Soeharto barangkali dipengaruhi oleh latar belakangnya sebagai anak petani. Akar petani dan hidup bersama petani menjadikan petani sebagai kekuatan pemerintahannya. Di sisi lain, karena kekuatan ekonomi politis semakin besar, perlahan tapi pasti kekuatan ini justru dilumpuhkan.
Kita kenal gerakan umat basis atau gerakan akar rumput yang terus membangun kekuatan agar sebuah organisasi menjadi kuat. Hal itu mengandaikan fasilitator dan katalisator di akar rumput yang bisa bersinergi dengan berbagai pihak. Hal itu berlaku untuk semua organisasi dalam masyarakat.
RA Kartini, dalam buku, yang ditulis oleh Prof. Dr. Harry Darsono, PhD (boleh dibaca), yang telah disadur dalam 8 bahasa (sayang bahasa Indonesia malah susah didapat),
mengatakan bahwa kita harus perbaiki pendengaran, pandangan, penglihatan, dan perasaan kita saat melayani. Di sana kemerdekaan justru akan kita peroleh. Memang selama kesombongan kita tidak kita sadari, sebenarnya kita sedang dijajah oleh diri kita sendiri. Satu-satu satunya jalan untuk memerdekaannya adalah membuka pendengaran dan penglihatan kita.
Bagi kita yang bekerja juga demikian, baik untuk diri sendiri, keluaraga, perusahaan di mana kita kerja. Para aktivitis organisasi keagamaan seperti Gereja pun perlu memerdekakan diri kita seperti ungkapan RA Kartini. Kalau mau merdeka mari kita buka telinga, mata dan hati kita untuk mau merasakan bahwa kita TIDAK BOLEH sombong dan angkuh karena itu sumber kecelakaan kita.
Memang itu adalah hak prerogatif diri kita, karena Tuhan memberikan kebebasan penuh buat kita. Mau jadi apa saja adalah kuasa kita, tapi alangkah indahnya kalau niat hati kita sudah mau maju tetapi tidak diikuti dengan membuka telinga dan mata kita, akhirnya justru yang menikmati kemerdekaan adalah orang yang mendengarnya. Sedangkan kita terus tetap dijajah oleh diri kita sendiri.
Selamat buat RA Kartini karena Ibu berbahagia bisa melihat anak-anak Indonesia sekarang. Sayang masih banyak anak-anak bangsa yang tidak mau membuka telinga dan matanya. Kita berdoa terus agar mereka semua juga bisa merdeka. Bagi yang sedang ada di tempat-tempat hitam agar bisa segera merdeka terutama dari jajahan dirinya sendiri. Yang ingin mengambil jalan pintas untuk hidup mewah dan hidup bukan dalam dirinya juga butuh kemerdekaan. Sedangkan kita sebagai kelompok pencapir apa yang harus kita sumbangkan? Damai Tuhan bersamamu. Dan semoga Tuhan memberkati sahabat semua.

Maju Maju Maju Negeriku
Habis gelap terbitlah terang
Habis malam bergantilah siang
Hanya satu kuinginkan
Negaraku Indonesia Merdeka !

Toilet

Sebuah visi menuju sukses, sebuah misi menuju kebahagiaan, itulah toilet (Adh)

bathroom-toilet_17475_600x450Setiap kali mengunjungi mall atau restaurant, saya selalu menyempatkan diri mampir di toiletnya, tapi begitu melihat toiletnya jorok, maka saya sudah tidak nyaman lagi berjalan-jalan di sana, tetapi kalau toiletnya bersih apa lagi wangi dan terawat, maka rasanya senang sekali.
Sering kali building management tidak memperhatikan masalah toilet, bahkan dianggap sepele. Dalam suatu wawancara singkat oleh sebuah majalah terhadap Bapak Ir. Ciputra, kebetulan saat itu saya ada bersama beliau, komentar beliau yang utama adalah : ”Perhatikan toilet, karena ada istilah sebuah visi menuju sukses, sebuah misi menuju kebahagiaan, itulah toilet.”
Sebagai tokoh dalam properti dan khususnya mall maka saya merasa pendapat beliau benar sekali. Kita sering lupa bahwa orang tidak melihat dari megahnya sebuah gedung, tetapi bersih dan tertatanya toilet gedung itu termasuk kenyamanan dan kerapiannya. Percaya atau tidak akan hong sui bahwa semua akan dimulai dari toilet. Kamar tidur tidak boleh menghadap langsung atau kalau rumah susun jangan WC di atas ruang tidur atau ruang makan. Demikian macam-macam syarat yang diberikan dalam bentuk nasihat saat kita membangun rumah baru.
Dalam suatu pertemuan sebuah organisasi besar dimana hadir juga para tokoh nasional di sebuah gedung pertemuan bagus dan mewah. Sewaktu pimpinan rapat sedang seru-serunya berpidato, tiba-tiba dia harus pamit karena hasrat ini tidak bisa di tunda. Namun, selang beberapa menit beliau tidak balik-balik akhirnya topik diisi dengan dua lagu yang dilantunkan oleh seorang tokoh organisasi tersebut. Sampai akhirnya sang pimpinan kembali, tetapi beliau agak marah. Kemarahannya disampaikan dengan baik dalam bentuk pantunan. Saya lupa pantunnya tapi perihal menyinggung toilet gedung yang sangat jorok. Ia terpaksa ke gedung sebelah. Aneh juga saya pikir, tetapi saat mau pulang saya juga mau buang hajat. Ya ampun ternyata hajatnya tidak mau keluar juga karena kondisi toilet sangat kotor.
Sungguh suatu hal yang menarik karena masalah toilet ini berhubungan dengan visi dan misi baik sebuah perusahaan atau pun secara pribadi. Apalagi pernyataan di atas ada korelasinya dengan kemampuan seseorang memimpin suatu organisasi. Saya juga bertanggung jawab terhadap mati hidupnya sebuah perusahaan, sehingga membuat saya harus berpikir tentang makna termasuk apa yang dimaksud dengan “toilet” yang ada dalam diri saya.
Seperti halnya orang mengunjungi rumah saya, mereka juga akan mengunjungi kamar kecil saya. Demikian orang mengunjungi hati saya, juga akan mengunjungi hati kecil saya. Kalau hati kecil saya punya niat kotor, sempit, berbau dan tidak pernah dirawat apalagi dibersihkan, siapa yang mau datang. Kalau tidak ada yang mau datang bagaimana bisa sukses? Kalau tidak sukses bagaimana kita bisa membuat orang lain bahagia?
Dari sini saya mulai paham bahwa toilet itu sederhana saja. Toilet tidak harus berteknologi tinggi atau bermewah-mewah. Toilet cukup saja bersih teratur semua orang akan nyaman mengunjunginya, bahkan bisa keluar pujian. Wah WC atau toilet di rumah pak A atau ibu B sungguh bagus, bersih dan wangi. Bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan kesuksesan yang kita canangkan setinggi langit? Bagaimana kita membawa misi kebahagiaan.
Berbahagialah bagi siapa saja yang mengerti bahwa tempat sekecil apapun dan sesempit apapun bagian dari diri kita, terutama dalam hati kita, selalu harus diperhatikan. Ia harus dirapikan dan dirawat dengan wangi sebagai bagian dari kesuksesan yang akan kita raih. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Otodidak

Otodidak atau autodidak (diambil dari bahasa Yunani) Autodídaktos = belajar sendiri adalah mereka yang mau belajar yang tanpa bantuan guru.

images (20)Semalaman saya gelisah sekali karena habis rapat lingkungan, ternyata masih banyak tugas yang harus saya lakukan, walaupun mata saya hampir tidak kuat lagi. Jam dinding sudah melewati angka 1, tapi saya belum bisa meninggalkan laptop. Karena ada beberapa hal yang harus saya selesaikan dan pikirkan untuk mencari solusi dan jalan keluar. Kadang-kadang saya pikir tugas-tugas ini sebenarnya sudah menjadi tanggung jawab para direksi saya atau pimpinan perusahaan saya, sehingga saya tak gelisah dan memaksa diri. Namun dalam hati saya tersenyum karena berterima kasih kepada Tuhan bahwa saya masih bisa berpikir walau ada rasa iri memandang sahabat-sahabat saya yang sudah tidur nynyak.
Saya teringat semasa saya masih belajar kerja di sebuah BUMN di bilangan Kebayoran. Karena saya terlambat 5 menit hadir sesudah jam 7.30 saya diperintahkan HRD untuk berjemur berdiri di bawah terik matahari pagi di bawah bendera merah putih. Orang sliwar sliwir melihat saya. Saya malu sekali. Lima menit kemudian saya dipanggil manager. Dia memberi tugas kepada saya sambil mengatakan bahwa saya ini otodidak. Dalam hati saya sedih dan kecewa, tapi tetap saya jalankan semua tugas, karena saya bertekad untuk belajar kerja sehingga malu, marah, kecewa dan sentimen harus jauh dari saya.
Sehabis sholat siang saya dipanggil manager saya karena banyak urusan kawan-kawan lain saya yang kurang beres maka dia minta saya yang harus selesaikan hari ini juga. Demikian sampai larut malam saya harus kerja sendiri. Sedangkan yang punya tugas dan tanggung jawab sudah tidur nyenyak.
Dalam hati saya berpikir bahwa kelak suatu hari kalau saya sudah punya usaha sendiri apalagi jadi bos, saya akan leha-leha, tidur sorean, bangun siang dan santai, tetapi apa kata ternyata saya tetap harus bekerja sampai larut malam dan tidak bisa berhenti berpikir.
Suatu hari ada seorang melamar kerja, lalu HRD memberikan kesempatan beliau untuk bertemu saya dalam wawancara. Ternyata yang datang adalah manager yang menghukum saya menjemur saya di terik matahari dan mengatakan saya ini otodidak (saya rasa pemikiran dia itu negatif, tapi saya menanggapinya dengan positif). Kami berpelukan karena lebih 20 tahun tidak jumpa. Di antara kami tidak ada dendam atau rasa kesal, yang ada pelepas rindu, terima kasih dan saya bahagia karena banyak belajar otodidak dari beliau.
Kata otodidak sering berkonotasi negatif, karena sering dikaitkan pada orang yang tak terdidik dalam intelektual tradisional. Namun, ini bukanlah perbandingan yang benar, karena orang dapat dengan mudah memenuhi syarat untuk keahlian dalam bidang tertentu. Walau begitu kata otodidak dapat disalahgunakan.
Pengalaman memang menjadi guru dan teladan. Kalau kita terus dalam pemikiran dan pandangan positif, maka kita akan menerima berkat luar biasa, karena memberikan kita kedewasaan, kemampuan dan kebijaksanaan. Semoga kita diberkati oleh tangan Tuhan, diberi kemampuan untuk bisa mengatasi masalah yang kita hadapi, demikian setiap titik koma yang bisa kita selesaikaan akan menggiring kita menjadi orang yang berkemampuan. Di sanalah anda akan menoreh kesuksesan. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Rejeki

Berilah kami rejeki, pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami

Memudahkan RejekiKenal dengan nama Putut Pudyantoro? Mungkin ada yang tahu, tapi mungkin juga ada yang tidak tahu. Tapi kalau dengar lagu Bapa Kami, pastilah ingat beliau. Sahabat saya satu ini orangnya sangat sederhana, sabar dan murah senyum. Melalui beliau saya dapat rejeki banyak karena punya sahabat banyak bernama Mia Patria (my Country). Sebuah group koor yang unik karena selalu menampilkan gaya daerah.
Suatu saat beberapa tahun lalu mereka tampil di Gereja Kristoforus. Semua peserta menginap di rumah saya supaya mudah menjangkau gereja. Sungguh berkat besar karena malam minggunya kami bercanda dan menyanyi sampai menjelang pagi. Ada yang tidak tidur lanjut misa sampai siang baru tidur. Kenangan manis ini tentu tidak mudah dilupakan. Saat istri beliau meninggal saya hadir. Misa dipimpin bapa Uskup KAJ sendiri. Saat peringatan 7 harinya saya dan istri dan ditemani Ibu Lily Widjaja, kami ke rumah beliau walau kesasar-kesasar tapi sampai juga.
Saya ingat beliau bukan saja karena lagu Bapa Kami, tetapi untuk pemikiran-pemikiran beliau terutama saat-saat harus berjuang untuk menyanyi di hadapan Bapa Suci Paus Benediktus XVI. Saat saat sulit, menurutnya, bahwa Rejeki itu tidak serta merta hadir, tetapi harus berada dalam koridor perjuangan, seperti halnya orang menangkap ikan, bisa pakai pancing, bisa pakai bumbung, bisa pakai Jala dan bisa pakai Trawler pula. Bisa dapat ikan kakap atau ikan teri. Tetapi yang pasti tidak seperti lagu ikan dan udang menghampiri dirimu, itu bukan lautan dan bukan kolam susu,
Tapi kail dan jala menghidupimu !!
Rejeki memang rejeki, tapi alangkah indahnya kalau rejeki itu ada temannya, yaitu pengampunan. Sungguh saya bisa merasakan seandainya kita bisa mendapat rejeki, tetapi di sana tidak ada pengampunan, yakni rejeki yang diperoleh dengan tidak halal seperti merampok dan korupsi, maka saya bisa merasakan bahwa justru di sana akan dirasakan siksaan. Oleh karena itu,
berilah kami rejeki danampunilah kesalahan kami, supaya kami bisa menikmati Rejeki tersebut.
Seorang sahabat saya, Rudy punya pendapat lain, bahwa rejeki diberikan dalam berkat. Ada berkat menerima dan ada berkat menikmati. Ada orang kaya tidak bisa merasakan nikmat kekayaannya,
tapi ada orang miskin yang tiap hari naik BMW, naik Mercedez, dan naik Audi. Ada orang yang bisa menikmati rejeki, tapi tidak punya rejeki. Ada orang punya rejeki, tapi tidak bisa menikmati rejeki. Berbahagialah kita yang bisa mendapatkan sekaligus dua berkat tersebut.
Saya sungguh percaya kita semua anak-anak-Nya mampu mendapatkan rejeki sekaligus menikmati rejeki itu hanya dan hanya bisa melalui penyertaan-Nya dan ungkapan syukur kita diiringi pengampunan, maaf dan berbagi kepada saudara kita yang kurang beruntung. Di kala menyanyikan lagu Bapa Kami, aku selalu merasa sudah mendapat rejeki, terutama dari sahabat-sahabatku yang berbahagia. Tuhan memberkati selalu.

The Power of Thinking

Mengetahui apa yang tidak kita ketahui akan menjadi kekuatan untuk mengetahui apa yang kita sudah tahu (Adh)

images (19)Menelusuri macetnya jalan sehabis pertemuan dengan beberapa partner bisnis dari Cina di World Trade Center, saya menyempatkan mampir di RS Pondok Indah, di kamar Super VVIP, seorang ibu sahabat kental saya Ine. Para tamu yang membesuk belum boleh semuanya masuk, tapi hanya keluarga dekat saja. Berbahagia sekali saya bisa jumpa dengan Ibu Ine, yang divonis menderita CA19-9 atau Pancreatic Cancer. Saya sempat memimpin doa khusus bersama keluarga. Sungguh luar biasa semangat Ibu Ine karena walaupun tahu apa yang dideritanya, tapi tidak ada sedikitpun di wajahnya ada rasa takut atau cemas. Malah yang ada hanya tawa canda boleh dibilang senyum tak pernah hilang dari bibirnya.
Saya sungguh ikut dikuatkan. Walaupun demikian parahnya sakit beliau tapi kekuatan dan kemauan serta perjuangannya seakan-akan tidak ada rasa sakit sedikitpun pada dirinya. Suatu kekuatan yang didasari pikiran batin dan rohani sangat kuat. Inilah yang disajikan The Power of Thinking. Apapun yang kita pikirkan akan menjadi kekuatan tersendiri. Sakit penyakit boleh menggerogoti badan, tetapi tidak bisa melumpuhkan pikiran kita. Boleh saya menyebutnya juga The Power of Perception
Ibu Ine,Memberikan sebuah kekuatan yang luar biasa, karena melalui pemikiran beliau, harapan beliau dan kegiatan yang beliau lakukan, habislah sudah semua sakit yang dialaminya, berganti dengan kemampuan pemikiran yang disalurkan melalui sahabat, organisasi Lions Clubs Indonesia, Yayasan Wulan, Lembaga Alkitab Indonesia, Bank Mata semua kekuatannya bisa kita nikmati dan sekaligus menjadi dasar pemikiran kita.
Saya sendiri masih sering mengeluh kalau datang sakit. Apalagi sakit malas, sakit marah, sakit hati, cemburu, dan iri hati. Apa lagi jenis sakit-sakit yang bukan saja merongrong fisik badan tetapi juga batin dan rohani saya. Tetapi Ibu Ine membuka mata hati saya yang bisa menyaksikan, melihat dan membaca begitu kuatnya daya pikirannya melawan sakitnya. Melalui kekuatan pikirannya
bukan saja menghilangkan sakit yang ada pada dirinya, tetapi juga orang yang hadir dan yang dekat dengan beliau.
The Power of Thinking diberikan oleh salah seorang sahabat motivator terkenal. Ia juga pencetus beberapa ide kekuatan melalui pemikiran kita bahwa memang di bawah alam sadar kita memiliki kekuatan yang besar sekali. Saya pernah bercanda dengan beliau dan bertanya bahwa kuat mana kekuatan positif atau kekuatan negative. Beliau tertawa dan bilang bahwa saya termasuk salah satu spesies yang agak jarang karena bisa-bisanya membaca pikiran orang.
Salah satu kelebihan saya bisa membaca dan menghitung di bawah sadar.
Saya hanya tersenyum atas pujiannya dan memang akhirnya saya dirayu menulis resensi dalam bukunya Golf and Management. Saya menulis bahwa : “Mengetahui apa yang tidak kita ketahui akan menjadi kekuatan untuk mengetahui apa yang kita sudah tahu”.
Inilah kelebihan kita seperti Jokes Mario Teguh yang mengocok-ngocok badan seorang anak sekolah. Ia bertanya apakah anda mendengar bunyi-bunyi? Kalau Anda tidak mendengar itu tanda bukti Anda pintar. Kalau Anda mendengar artinya otaknya kopong. Semoga Tuhan memberkati. Salam dan doa.