Kemah

Membangun Kemah Tuhan di padang gurun (Kel 25 : 1-9)

21857_328558458326_5963782_aSungguh suatu musibah besar kalau sampai gereja sampai tenggelam karena banjir, sebab gereja itu Kemah Suci yang harus dijaga dan dilindungi, karena gereja sebagai sumber kekuatan yang menjaga kita lahir dan batin. Bagaimana bisa melindungi kita kalau gereja sendiri menghadapi banyak masalah. Banjir air maupun banjir masalah.
Saksi mata sejarah pembangunan Gereja Kristoforus bercerita panjang lebar tentang perjuangan umat. Istilahnya membangun kemah suci di padang gurun. Sejak blue print dibuat, Pastor Kemper mengatakan : “Bahwasannya gereja ini ibarat tenda atau kemah yang menjadi Kemah Suci dibangun di tanah tandus, laksana padang gurun, semoga kelak anak-cucu memikirkan pembangunan gereja ini lebih baik dengan menjaganya dan merawatnya!” Yan Tantry, seorang ayah sekaligus kakek melanjutkan cerita bagaimana beliau harus bertugas mengambil semen dengan truk di Tanjung Priok, karena pembangunan gereja banyak menggunakan innatura. Memang bangunan cable suspension roof ini adalah bangunan dua air yang berbentuk kemah. Kemah adalah bangunan sederhana, yang memang menjadi bagian dari penyelamatan dunia, sekarang sebagai kelanjutan sejarah, kita wajib menyelematkan gereja kita.
Saya melihat kenyataan yang ada bahwa Kemah Suci yang dibangun dalam diri kita juga harus dibangun di atas dasar yang kuat, bebas banjir dan segala gangguan. Saya masih ingat pesan mama saya sewaktu saya masih kanak-kanak. Kalau ada bencana, gempa bumi ( banjir ) larilah ke gereja dan berlindunglah di sana. Saya setuju dengan beliau. Bagaimana kita mau berlindung jikalau gerejaku banjir? Bagaimana saya mau berlindung kalau hatiku mengalami tsunami, gempa bumi dan bencana lainnya? Padahal benteng perlindungan terakhir kita adalah hati. Hati adalah kemah suci di mana kita perlu menjaganya dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kemah-kemah lain dibangun disana. Apalagi sampai pindah ke kemah orang lain! Mari menatap masa depan kita dengan memelihara kemah suci kita. Mari membuat kekuatan yang melindungi hidup kita. Semoga Tuhan memberikan kekuatan damai sejahtera buat kita semua. Salam dan doa.

39 responses to this post.

  1. Kemah itu adalah hati kita. Sebagai manusia kita harus menjaga hati kita agar tidak terpengaruh dengan keinginan daging. Cara menjaga hati yang baik adalah dengan menanamkan jiwa spiritualitas agar kita bisa semakin peka dan kaya akan rasa tenggang rasa.

    Reply

  2. Kemah itu adalah hati kita. Sebagai manusia kita harus menjaga hati kita agar tidak terpengaruh dengan keinginan daging. Cara menjaga hati yang baik adalah dengan menanamkan jiwa spiritualitas agar kita bisa semakin peka dan kaya akan rasa tenggang rasa. karena rasa tenggang rasa dan toleransi itu mempunyai arti yang mirip, akan tetapi dalam penggunaanya timbul pergeseran arti berbeda. Toleransi adalah cara kita menjaga perasaan kita terhadap perbuatan orang lain sedangkan tenggang rasa adalah cara kita menjaga perasaan orang lain terhadap perbuatan kita.

    Reply

  3. Kemah itu adalah hati nurani kita. Sebagai manusia kita harus menjaga hati kita agar tidak terpengaruh dengan keinginan daging. Cara menjaga hati yang baik adalah dengan menanamkan jiwa spiritualitas agar kita bisa semakin peka dan kaya akan rasa tenggang rasa. karena rasa tenggang rasa dan toleransi itu mempunyai arti yang mirip, akan tetapi dalam penggunaannya timbul pergeseran arti berbeda. Toleransi adalah cara kita menjaga perasaan kita terhadap perbuatan orang lain sedangkan tenggang rasa adalah cara kita menjaga perasaan orang lain terhadap perbuatan kita.

    Reply

  4. Posted by Justman Tan - 1601266186 on May 22, 2013 at 4:23 pm

    Gereja sebagai tempat beribadah dan persekutuan merupakan hal yang penting bagi umat beragama. Bagaikan kemah suci, gereja menjadi tempat untuk berkumpul dan berlindung. Jadi memang sudah sepatutnyalah gereja dibangun di tempat yang aman, kuat dan bebas dari masalah. Tentu kita tidak mau tempat ibadah kita dibangun di tempat yang tidak aman, tidak nyaman, dan banyak terkena banjir.
    Namun yang perlu diingatkan lagi, bahwa gereja dalam bentuk fisik hanyalah sebuah gedung. Kita tidak boleh terlalu mementingkan gereja hanya dalam bentuk gedungnya saja, misalkan kita menjadi sombong karena gereja kita terlihat mewah dan bagus. Gereja yang tidak kelihatan, yaitu persekutuan umat beragama sebagai tubuh kristus jauh lebih penting untuk dikembangkan dan dibangun.
    Jadi kita tidak boleh hanya fokus pada menjaga dan melindungi gedung gereja kita, namun lebih penting lagi unuk mengembangkan keadaan didalam gereja

    Reply

  5. hati yang dianalogikan sebagai kemah suci kita memang sudah layak dan sepantasnya dijaga. menjaga hati sama halnya dengan menjaga iman kita, iman kita yang dalam perjalanan hidup ini bisa naik dan turun sudah seharusnya diperbaiki agar semakin baik dalam mengimani agama kita masing masing. krisis iman, hal ini lah yang dialami oleh hampir semua manusia di dunia, hal ini juga yang mendorong Bapa Suci Paus Benediktus XVI menentukan tahun ini sebagai “Year of Faith” atau tahun iman, agar kita dapat lebih memupuk iman kita menjadi iman yang baik.

    Reply

  6. benar sekali..hati adalah kemah tempat kita berlindung tempat kita memikirkan rasa terhadap sesama..

    Reply

  7. Posted by Maorel on May 24, 2013 at 5:21 am

    Hati adalah ibarat pondasi dalam rumah, jika pondasi tidak kuat maka rumah tidak akan dapat berdiri kokoh, demikian juga dengan hati kita. GBU

    Reply

  8. menurut saya Gereja itu adalah Kita sendiri sebagai umatNYA karena Gereja itu terdiri dari orang orang yang berkumpul untuk memuja Tuhan. dengan adanya diri kita kita dapat menjaga Gereja kita sendiri seperti tidak membuang sampah sembarangan sehingga tidak akan ada banjir dan Gereja yang tenggelam. jika masih ada Banjir masalah sebaiknya di lakukan KKR sebagai pelepasan umat umat yang berdosa / untuk menyelesaikan masalah mereka.

    Reply

  9. Posted by leonardy on May 24, 2013 at 10:31 am

    bacaan diatas membantu kita agar dapat membangun jati diri kita,menjadi seorang yang baik dan tegar..

    Reply

  10. Dalam artikel ini, jika kita mengalami kesusahan dalam hidup kita harus memperkuat iman agar tegar dalam menghadapi hidup,, bukan di kala susah saja kita meminta, senang juga kita bersyukur kepada Tuhan.. karena kita telah diberi cobaan myang berat dan kita meminta bantu pada Tuhan tentu Dia akan membantui kita dalam menyelesaikan masalh kita.

    Reply

  11. Posted by Johanes on May 24, 2013 at 1:11 pm

    bacaan diatas membantu kita agar kita menjadi seseorang yang tegar dan baik dalam segala hal..

    Reply

  12. intinya adalah keimanan kita lah yang menjadi benteng hati kita dalam menjalani hidup

    Reply

  13. Posted by mariantochandra@gmail.com on May 25, 2013 at 5:58 am

    semua yang akan dilakukan manusia harus didasari dengan adanya kemah yang kuat seperti iman dan hati sehingga akan mengarahkan hidup kita ke jalan yang benar…

    Reply

  14. Karena hati adalah kemah suci maka kita harus menjaga hati kita dengan baik dan menghindari hal-hal buruk.

    Reply

  15. Posted by stefano agung on May 25, 2013 at 7:34 am

    pesan yang dapat saya petik dari artikel ini yaitu,hati adalah inti dari pola fikir manusia,oleh karna itu jaga dan lindungi hati kita,jangan sampai kita mengotori hati dengan hal hal yang buruk,karna semua akan berpengaruh pada diri kita sendiri,dan disaat tidak ada yang mampu mendengarkan dan mengerti apa yang kita mau terkadang hanya hati kita sendirilah yang setia untuk menjadi teman berbicara.
    jika hati kita telah terkotori,bahkan berfikir untuk kebaikan diri kita sendiri pun ia enggan,sudah dapat di pastikan imbas yang terjadi pasti akan buruk.maka jagalah hatimu,sama seperti kamu menjaga gerejamu karna disanalah tempat terakhir kita berlindung di bawah naungan tuhan.

    Reply

  16. Posted by Alfaty Rachmania on May 25, 2013 at 8:33 am

    kita harus menjaga tempat ibadah kita karna disana tempat kita mendekatkan diri pada tuhan, kita harus menjaganya agar tidak terkena bencana alam.

    Reply

  17. Posted by stefano agung on May 25, 2013 at 8:41 am

    pesan yang dapat saya petik dari artikel ini yaitu,hati adalah inti dari pola fikir manusia,oleh karna itu jaga dan lindungi hati kita,jangan sampai kita mengotori hati dengan hal hal yang buruk,karna semua akan berpengaruh pada diri kita sendiri,dan disaat tidak ada yang mampu mendengarkan dan mengerti apa yang kita mau terkadang hanya hati kita sendirilah yang setia untuk menjadi teman berbicara.
    jika hati kita telah terkotori,bahkan berfikir untuk kebaikan diri kita sendiri pun ia enggan,sudah dapat di pastikan imbas yang terjadi pasti akan buruk.maka jagalah hatimu,sama seperti kamu menjaga gerejamu karna disanalah tempat terakhir kita berlindung di bawah naungan tuhan

    Reply

  18. Memang kita harus memelihara dan menjaga hati dan pikiran, agar kita dapat berpandangan baik untuk menjaga bumi dan lingkungan kita.

    Reply

  19. Posted by emilia agustina on May 26, 2013 at 3:46 am

    benar sekali baiknya kita menjaga hati kita saat hati kita baik segala perbuatan yang kita lakukan pun akan baik2

    Reply

  20. Posted by emilia agustina on May 26, 2013 at 3:47 am

    munkgin menjaga hati kita , kita bisa mendekatkan diri dengan tuhan , saat berada di jalan tuhan pasti tuhan mentuntun kita ke jalan yang benar

    Reply

  21. untuk menyempurnakan dalam beribadah jangan hanya sekedar memikirkan kepentingan hati namun harus juga menjaga kepentingan tempat beribadah untuk menyempurnakan dalam beribadah.

    Reply

  22. Posted by ANDRI / 02PNM / 1601232576 on June 14, 2013 at 12:27 pm

    kemah yang paling suci adalah roh suci manusia yang ada dalam tubuh manusia, bagaimana gerakan, nafas dan lain-lain itu berasal dari roh suci kita.. tempat ibadah merupakan bantuan yang digunakan untuk mempertahankan dan mengembalikan watak sejati dan kecuian dari roh sejati kita yang telah pudar oleh debu-debu duniawi

    Reply

  23. Sebagai manusia kita harus menjaga hati kita agar tidak terpengaruh dengan keinginan daging. Cara menjaga hati yang baik adalah dengan menanamkan jiwa spiritualitas agar kita bisa semakin peka dan kaya akan rasa tenggang rasa.

    Reply

  24. Posted by Melisa Patricia 1501178346 04PHJ on June 15, 2013 at 8:58 am

    kita sebagai manusia harus menjaga kebersihan hati dan jangan sampai terpengaruh terhadap hal yang buruk. iman merupakan dasar yang kuat dalam menjalani kehidupan maka dari itu kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan. Menjaga hati juga dapat dengan melakukan tindakan sosial yang bersifat positif

    Reply

  25. Posted by Lilyana 1501178056 04PHJ on June 15, 2013 at 8:59 am

    Hati yang bersih merupakan lambang dari jiwa seseorang yang percaya dan memiliki iman yang kuat dalam Tuhan. menjaga hati adalah denga cara menanamkan rasa kepercayaan dan berserah diri terhadap Tuhan. Maka dari itu kita akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi dikemudian hari.

    Reply

  26. Posted by arbart candra on June 15, 2013 at 11:11 am

    benteng perlindungan terakhir kita adalah hati. Hati adalah kemah suci di mana kita perlu menjaganya dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kemah-kemah lain dibangun disana,kutipan ini cukup menarik dan mengajarkan kita untuk selalu menjaga hati kita .

    Reply

  27. Posted by Maorel on June 15, 2013 at 1:38 pm

    Awal dari kehidupan kita adalah bagaiman kita membangun hati ini dengan iman yang kokoh, sebagaimana juga dengan rumah jika pondasi tidak kuat maka rumah tidak akan dapat berdiri kokoh, . Oleh karna itu berpegang tegulah pada Tuhan yang menjadi sumber kekuatan bagi kita

    Reply

  28. Posted by khairani bianda on June 15, 2013 at 4:59 pm

    hati lah yang harus dijaga, hati merupakan kemah yang suci maka harus dijaga dan tidak boleh kotor harus bersih

    Reply

  29. kehidupan kita memang perlu adanya membangun iman yang kuat untuk menjalani hidup ini. semakin kuat iman kita maka kita maka perilaku kita tidak akan menyimpang. salah 1 tempat untuk memperkuat iman adalah gereja apabila gereja terdapat masalah mau malakukan pelarian kemana? karena setiap manusia memiliki masalah pasti akan berdoa kepada yang diatas untuk mendapatkan jalan keluar yang terbaik.

    Reply

  30. Hati adalah kemah suci di mana kita perlu menjaganya dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kemah-kemah lain dibangun disana. Apalagi kemah” yang berisi dengan hal” yang tidak baik

    Reply

  31. Posted by Felix Yogama / 04 PIF / 1501154384 on June 17, 2013 at 9:36 am

    Setuju,kita harus membangun hati kita dengan segala sesuatu yang terbaik agar nantinya ketika bencana datang menggoncang,kita bisa berlindung di dalamnya dengan iman yang kuat.

    Reply

  32. Posted by muhammad ardiansyah on June 17, 2013 at 10:15 am

    kemah itu adalah bagian dari nurani hati manusia. Sebagai manusia jangan mengikuti keinginan daging.cara menjaga hati yg baik adalah mendekatkan diri dengan tuhan. Dan harus memiliki sikap tenggang rasa dan toleransi

    Reply

  33. Posted by Tumpal Immanuel ( 04PIF ) on June 17, 2013 at 6:20 pm

    Gereja itu adalah Kita sendiri sebagai umatNYA karena Gereja itu terdiri dari orang orang yang berkumpul untuk memuja Tuhan. Kita tidak boleh terlalu mementingkan gereja hanya dalam bentuk gedungnya saja, misalkan kita menjadi sombong karena gereja kita terlihat mewah dan bagus. Gereja yang tidak kelihatan, yaitu persekutuan umat beragama sebagai tubuh kristus jauh lebih penting untuk dikembangkan dan dibangun. Jadi kita tidak boleh hanya fokus pada menjaga dan melindungi gedung gereja kita, namun lebih penting lagi unuk mengembangkan keadaan didalam gereja

    Reply

  34. Posted by BRYAN PATTY on June 19, 2013 at 1:33 am

    Gereja secara batin adalah diri kita sendiri. Tuhan menciptakan kita secitra dan serupa dengan-Nya. Cuma karena dosa yang membuat kita tidak seperti Dia. Untuk itu, kita harus selalu menjaga Gereja (hidup kita) dengan kudus dan suci, supaya Nama Tuhan selalu dipermuliakan oleh diri kita.

    Reply

  35. Posted by depri christian on June 19, 2013 at 2:50 pm

    kita harus menjadikan diri kita menjadi kemah atau gereja yg dimana hidup kita ini bisa menjadi berkat buat orang-orang sekitar kita dan kita juga bisa menjadi citra atau gambaran Tuhan dlm diri kita Sebagai gerejanya Tuhan jadi bukan dilihat dari gedung saja,tapi diri kita juga harus menjadi gerejanya Tuhan yg bisa mencerminkan citra atau gamabaran atau rupany Tuhan

    Reply

  36. Posted by frans 2mak2 on June 21, 2013 at 4:18 pm

    kita Harus menguatkan hati kita dan menjaga hati kita dengan baik agar menjadi kemah terindah untuk kita….

    Reply

  37. Posted by Reynold Lukman on June 21, 2013 at 4:23 pm

    kita harus menjaga hatri kita sehingga tidak terpengaruh halhal negatif dan menerima halhal positif. jd kita harus bbisa memilih mana yg baik dan mana yg buruk.

    Thanks

    Reply

  38. Posted by Christine Myrafirmin on December 5, 2013 at 2:21 pm

    Saya setuju dengan bacaan di atas, dan juga tulisan ” Hati adalah kemah suci di mana kita perlu menjaganya dengan sebaik-baiknya.” Kemah suci harus dibangun dengan dasar yang kuat yaitu iman kita,seperti rumah jika dasarny tidak kuat maka hasilny jga bencana

    Reply

  39. Gereja itu adalah kita sendiri. Kita bisa disebut gereja jika dipersatukan dengan ikatan iman dan kepercayaan yang sama pada Tuhan. Dan kemah ialah tempat dimana Roh Kudus bernaung, yaitu hati kita. Hati yang mau dibenarkan dan berusaha hidup sesuai kehendakNya merupakan kunci bagi Roh Kudus senantiasa mengingatkan kita dan menolong kita setiap waktu.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: