Koki

Enaknya makanan bukan karena bahan yang terbaik melainkan tangan koki yang mengolahnya.

chef cook illustrationKoki atau juru masak adalah orang yang menyiapkan makanan untuk disantap. Istilah ini kadang merujuk pada chef,
walaupun kedua istilah ini secara profesional tidak dapat disamakan. Istilah koki pada suatu dapur rumah makan atau restoran biasanya merujuk pada orang dengan sedikit atau tanpa pengaruh kreatif terhadap menu dan memiliki sedikit atau tanpa pengaruh apapun terhadap dapur. Mereka biasanya adalah semua anggota dapur yang berada di bawah chef (kepala koki).
Jenis restoran lain mungkin memiliki menu yang relatif konstan dan hanya memiliki orang-orang yang dapat menyiapkan makanan secara cepat dan konsisten, serta tidak terlalu membutuhkan kepala koki.
Restoran jenis ini dapat dijalankan sepenuhnya oleh koki. Contohnya pada restoran cepat saji.
Enaknya makanan bukan karena bahan yang terbaik melainkan tangan koki.
Malam hari ini saya menikmati makan malam di Ciputra World, Lotte Shoppping Avenue, sebuah restaurant Mi yang baru buka. Saya bersama istri juga pemilik restaurant menikmati menu enak sekali. Apalagi gratis karena masih promosi.
Kembali kepada makanan memang faktor koki memegang peran penting agar yang makan bisa menikmati enaknya santapan yang disajikan! Sepertinya koki, kita semua demikian adanya, kita juga harus bisa mengolah makanan yang bisa disajikan. Baik itu dalam bentuk sajian santapan rohani atau semua karya kita, yang dituangkan dalam gaya masak seperti tingkah laku kita. Kelakuan kita sering kita anggap enak tetapi pada kenyataan orang neeg atau mual melihat kelakuan yang kita lakukan. Yang lebih ekstrim malah kita menuduh kelakuan atau tindakan orang lain buruk sekali, tanpa melihat apa yang kita perbuat. Ada yang lebih lucu lagi tindakan kita yang menimbulkan permusuhan kita justru menuduh orang lain yang buat keributan. Istilah dalam dunia koki bahwa sudah makanannya tidak enak, malah menuduh yang makan yang mulutnya kurang bisa merasakan makanan enak.

Pada suatu hari di malam yang cerah kami berkumpul keluarga di Surabaya. Biasalah kalau kumpul terus mulutnya gatel ingin makan durian, lalu pergilah saya dan beberapa keponakan mencari durian. Sebelum membeli durian seperti biasa kita harus mencoba dulu. Ternyata duriannya kurang manis bahkan tidak manis, lalu yang jual juga coba, lalu bilang kepada kami : “Sampeyan baru habis makan gulo yo? Durian manis begini dibilang tidak manis”, sambil mengangkat goloknya. Terpaksa kami beli durian yang tidak manis lalu pergi dengan muka kecut dan kecewa!
Kita semua adalah koki yang mengolah semua dalam diri kita. Dengan demikian kita bisa menyajikan yang terbaik. Sebagai orang bagian marketing harus betul paham filosofi KOKI karena memberikan peluang baginya untuk mendapatkan peluang lebih besar !
Semoga Tuhan memberikan kita kebaikan supaya bisa menjadi tukang masak dalam hal kita menyajikan diri kita untuk dinikmati oleh orang lain, terutama dalam kasih-Nya kita percaya semuanya akan nikmat. Salam dan doa.

Mangga

Palinglah enak si mangga udang
pohonnya tinggi buahnya jarang
Palinglah enak si orang bujang
kemana-mana tiada yang melarang

manggoHari Minggu 1 September 2013 sebagian besar penduduk Australia, Eropa Barat dan Amerika merayakan hari AYAH atau FATHER’s day. Mengenang AYAH atau menghormati seorang ayah menjadi tradisi di Australia, karena pada umumnya dan rata-rata di sana seorang ayah sangat dekat dengan anak-anaknya. Saya turut merasakan karena di Australia secara umum tidak ada pembantu, akibatnya seorang ayah harus turut menjaga anaknya dengan demikian hubungan ayah dan anak akan sangat dekat sekali. Sehingga dalam perayaan hari AYAH biasa di hotel-hotel meriah sekali dan banyak diskonnya.

Pagi ini saya sarapan dengan sebuah mangga manalagi yang manis sekali. Di sini saya baru tahu kalau arti mangga itu sama dengan AYAH. Ini kisah dari orang-orang tua bahwa MANGGA itu memang dari Indonesia tapi ada yang bilang dari India asalnya. Orang sono bilang Mango. Kalau di Amerika Latin artinya hormat, tetapi bahasa jawa MANGGA atau monggo artinya silahkan atau please. Mangga diceritakan dalam hikayat sebagai induk dari segala buah, karena kalau kita perhatikan dari sekian puluh atau bahkan ratusn jenis mangga, rata-rata memang sangat menarik sekali buahnya dibandingkan dengan jenis buah-buahan lain, tetapi kenapa disebut ayah saya belum mendapat referensi yang ada. Nama mangga atau Pelem (mempelam) atau orang jawa bilang Poh cantik sekali ” MAGIFERA INDICA”.Kalau di India disebut Manggaa arinya kuat atau tua.

Tapi yang terang enak sekali makan mangga. Di rumah saya tumbuh dua buah pohon mangga. Mangga harum manis dan mangga manalagi. Wah manis sekali. Saya sungguh merasakan bahwa Tuhan mengirim mangga buat saya tanpa harus saya beli, tanpa repot merawat dan memberi makan tapi dia hadir dalam buah cantik-cantik dan manis sekali. Hari ini saya benar-benar ikut merasakan sekaligus nikmatnya MANGGA dan bahagianya menjadi seorang AYAH karena dalam kehidupan tentu kita penuh suka duka, tetapi sebagai AYAH saya merasa begitu besar karena dicintai anak-anak walaupun tidak secara langsung namun bisa dirasakan. Apalagi dari anak-anak saya bisa mendapat cucu-cucu yang cantik-cantik dan ganteng serta lucu lucu.
Bagaimana kita merasakan kebahagiaan ini merupakan hal yang penting karena banyak sekali manusia di dunia ini tidak dapat merasakan kebahagiaan. Walaupun di depan mata penuh dengan suka cita, tetapi hatinya lebih senang tenggelam dalam duka. Apalagi kalau dipenuhi dengan dendam dan kebencian. Ini sungguh disayangkan. Saya secara pribadi ingin mengajak semua sahabat bisa mengikuti filosofi tentang buah mangga yang dituangkan dalam lagu :

Palingnglah enang si mangga udang
Pohonnya tinggi buahnya jarang
palinglah enak si orang bujang
ke mana-mana tiada yang melarang

Coba kita simak penggalan lagu yang jenaka dan mengkritik orang bujang, tetapi yang terang yang dimaksud adalah bujang lelaki bukan bujang lapuk ya. Tetapi ini ada benarnya bahwa begitu tenggelamnya kegembiraan si orang bujang, tetapi saat menjadi AYAH maka dia akan merasakan jauh lebih bahagia. Sekali lagi SELAMAT buat seluruh AYAH-AYAH dalam kegembiraan iman, juga buat pastor-pastor sebagai bapa, ayah, dan orang tua kami semua. Semoga kasih karunia Tuhan selalu mendampingi dan melindungi kita dan jangan lupa sering-sering makan mangga karena banyak manfaatnya. Di akhir tulisan ini saya tambahkan manfaat mangga bagi kesehatan kita. Semoga Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Sepuluh kegunaan makan mangga
1. Mencegah Kanker
Penelitian menunjukkan senyawa antioksidan dalam buah mangga melindungi tubuh terhadap risiko kanker usus besar, payudara, leukemia dan prostat. Senyawa dalam mangga yang berperan dalam mencegah kanker yakni quercetin, isoquercitrin, astragalin, fisetin, asam galat dan methylgallat.

2. Menurunkan Kolesterol
Tinnginya kandungan serat, pectin dan vitamin C dalam mangga membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

3. Mencerahkan Kulit
Senyawa dalam mangga mampu membersihkan pori-pori dan menghilangkan jerawat pada kulit wajah. Dapat digunakan baik secara internal maupun eksternal bagi kulit.

4. Menyehatkan Mata
Secangkir mangga memasok 25 persen nilai harian vitamin A yang diperlukan. Karenanya, konsumsi mangga baik untuk kejernihan penglihatan dan mencegah mata kering.

5. Memenuhi Kebutuhan Alkali
Asam tartrat, asam malat, dan asam sitrat dalam buah ini membantu menjaga cadangan alkali tubuh.

6. Menormalkan Kadar Insulin
Daun mangga membantu menormalkan kadar insulin dalam darah. Buah mangga juga memiliki indeks glikemik yang relatif rendah (41-60) sehingga cukup mengkosumsi mangga tidak berbahaya bagi kadar gula Anda.

7. Meningkatan Performa Sex
Mangga kaya akan vitamin E. Meskipun hubungan populer antara gairah seks dan vitamin E pada awalnya diciptakan oleh generalisasi studi pada tikus, penelitian lebih lanjut menunjukkan asupan buah mangga dapat membantu meningkatkan gairah seks.

8. Meningkatkan Pencernaan
Serat dalam mangga juga membantu kelancaran pencernaan dan sekresi hasil pencernaan.

9. Mengobati Panas Dalam
Teriknya sengatan matahari dapat menyebabkan kelelahan otot dan masalah diuretik. “Serangan panas” menyebabkan ginjal mengalami kelebihan beban dalam menetralkan racun. Pada saat-saat seperti ini pendinginan tubuh dengan mengkonsumsi jus mangga amat disarankan.

10. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Jumlah vitamin C dan vitamin A yang cukup, ditambah 25 jenis karotenoid dalam mangga membantu menjaga sistem kekebalan tubuh Anda tetap sehat dan kuat.

Koperasi

koperasiSesuai dengan Pasal 33 UUD 1945 ayat (1) menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, dan badan usaha yang paling sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia adalah koperasi. Koperasi berasal dari kata cooperatif yang berarti usaha bersama.
Seorang sahabat saya kini menjadi rektor salah satu universitas besar di Indonesia, beliau dianggap sebagai bapak koperasi Indonesia, sangat aktif dalam mengembangkan koperasi di Indonesia.
Untuk mengenal sedikit mengenai KOPERASI saya tuliskan sebagai berikut :
KONSEP KOPERASI :
• Koperasi sebagai badan usaha
• Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat
• Anggota koperasi adalah oarang-orang atau badan hukum koperasi
• Prinsip koperasi
• Asas kekeluargaan
Koperasi dibentuk bukan untuk mengejar keuntungan akan tetapi untuk memenuhi keperluan dan kesejahteraan bersama. Untuk mencapai tujuan tersebut, koperasi berfungsi sebgai berikut :
1. Membangung serta mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota maupun masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
2. Ikut berperan secara aktif mempertinggi kualitas hidup anggota dan masyarakat.
3. Ikut serta memperkokoh perekonomian rakyat sebagai kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya
4. Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama atas dasar asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
Koperasi ditetapkan sebagai ciri utama perekonomian Indonesia, maka makna Pasal 33 UUD 1945 telah menetapkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional maupun sebagai bagian dalam tata perekonomian nasional.
Koperasi dijadikan sebagai sokoguru perekonomian nasional karena :
1. Koperasi mendidik sikap self-helping.
2. Koperasi mempunyai sifat kemasyarakatan, dimana kepentingan masyarakat harus lebih diutamakan daripada kepentingan diri atau golongan sendiri.
3. Koperasi digali dan dikembangkan dari budaya asli bangsa Indonesia.
4. Koperasi menentang segala paham yang berbau individualise dan kapitalisme
Menurut Kamus Umum Lengkap karangan Wojowasito (1982), arti dari sokoguru adalah pilar atau tiang. Jadi, makna dari istilah koperasi sebagai sokoguru perekonomian dapat diartikan koperasi sebagai pilar atau ”penyangga utama” atau ”tulang punggung” perekonomian. Dengan demikian koperasi diperankan dan difungsikan sebagai pilar utama dalam sistem perekonomian nasional.
Siapa rakyat Indonesia yang tidak mengetahui koperasi? Semua orang mengetahui koperasi tetapi dalam perkembangan zaman sinar koperasi mulai redup. Kita semua bukan hanya pemerintah harus bertanggung jawab untuk memajukan koperasi dengan kerja sama dan kerja keras.
Koperasi harus berbenah, kurang tertariknya seseorang untuk masuk ke dalam koperasi karena kurangnya informasi dan sosioalisasi koperasi. Salah satunya penyebab koperasi tidak berkembang juga karna tidak dikelola dengan benar. Kita semua harus bersatu dan mendukung koperasi sebagai landasan perekonomian Indonesia.
Sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945 ayat (1) menyataka bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Badan usaha yang paling sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia adalah koperasi. Koperasi berasal dari kata cooperatif yang berarti usaha bersama.
Mengapa koperasi demikian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tetapi justru dianggap remeh bahkan sama sekali tidak dilirik oleh kita semua? Saya ambil contoh koperasi di gereja saya, sama sekali tidak berfungsi baik, dengan umat lebih dari 12,000 koperasi hanya dijadikan bagian yang boleh dibilang memberatkan gereja bukan menunjang. Kalau pun ia dapat menolong hanya untuk beberapa orang saja yang bisa dibantu. Memang ada beberapa koperasi yang berhasil, tetapi tentu di sana ada perjuangan beberapa tokoh koperasi yang menanganinya secara profesional.

Saya ingin memberikan bahwa pengelolaan koperasi bisa memberikan suatu wacana ROHANI. Beberapa kawan saya tidak sepakat dengan saya, tetapi saya hanya memandang dari sisi positifnya saja bahwa kita dalam kehidupan sehari-hari ibarat menjalankan koperasi. Tanpa kita sadari secara fisik, tetapi inti tolong menolong dan gotong royong adalah dasar cinta kasih dan pengharapan yang sangat baik sekali. Mari kita bersama memulai mendirikan koperasi-koperasi kecil dalam diri kita dan dengan pengharapan mudah-mudahan bisa menjadi koperasi besar yang dapat menolong sesama kita yang membutuhkannya. Tuhan memberkati. Salam dan Doa.

Tantangan (2)

Bagaimana merubah tantangan menjadi peluang (Ciputra)

tantanganPagi sekali saya bagun waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi. Saya harus jalan menuju bukit pelangi untuk bermain golf jam 06.00. Perjalanan akan ditempuh satu setengah jam kalau tidak macet. Rasa kantuk harus dilawan. Masih untung saya tidak mengendarai sendiri tapi ada sopir. Kebiasaan saya jarang tidur di mobil karena hobi membaca susah dihilangkan. Jadi, di mobil pasti ada buku untuk dibaca apalagi kalau buku itu menarik.

Saya membuka buku karangan Ir. Ciputra soal bagaimana merubah tantangan menjadi peluang sangat menarik. Karena kita hampir setiap hari mendapat tantangan. Setelah membaca beberapa saat saya tidak bisa melanjutkan karena mengantuk. Jadi saya tidur-tidur ayam, tetapi dalam lamunan saya jadi berpikir juga bagaimana merubah tantangan menjadi peluang. Saya punya sahabat karib beliau orang Aceh, dan saya selalu ingat apa yang beliau katakan : “Peluang buat tantangan tetapi tantangan buat uang “. Saya rasa kedua statement yang dibuat oleh teman saya Bapak Wahab dan Ir. Ciputra ada hubungannya.

Sekarang saya dalam perjalanan menuju Surabaya. Saya terbang sore hari. Saya teringat masalah buku Pak Ciputra yang belum saya ceritakan habis saat di Lapangan Golf Bukit Pelangi cuma sebagai referensi.

Tantangan bisa bermacam-macam. Ada tantangan yang datang dengan sendirinya. Ada tantangan yang dibuat dan ada tantangan yang muncul saat kita ingin melakukan sesuatu, tetapi ada dasar tantangan yang berdasarkan probability atau kemungkinan seperti halnya berjudi.

Waktu main golf juga demikian, kalau golf tanpa tantangan bukan namanya golf jadi saat saya main golf saya selalu teringat teori bagaimana mengubah tantangan menjadi peluang. Suatu sore, seorang sahabat wanita saya mengirim bbm. Singkat saja bahwa beliau ingin mencari tantangan, saya sungguh terkejut karena sebagian besar orang terutama yang bukan entrepreneur, lebih suka menghindar atau tidak mau mencari masalah apalagi tantangan, tetapi secara jujur saya suka dengan pribadi orang yang ingin mencari tantangan.

Sebenarnya secara alamiah Tantangan itu berbanding lurus dengan talenta. Semakin besar talenta yang kita terima semakin besar tantangan yang akan kita hadapi. Sebaliknya semakin besar tantangan yang kita hadapi artinya sebenarnya kita juga semakin diberkati. Jadi kalau ada dorongan hati ingin membuka suatu tantangan, maka otomatis terbuka juga peluang untuk dirinya.

Ada kisah seorang penjual sapu lidi di sebuah desa. Setiap hari dia memotong daun kelapa dan membuat sapu lidi. Dari hari ke hari kerja itu saja, sampai sampah daun kelapa di belakang rumahnya menggunung, dan dia ingin membersihkan sampah dan membuangnya, tetapi karena cukup berat terpaksa dia mengupah orang untuk membuang sampah, tetapi tidak ada seorangpun yang mau dengan upah yang murah. Akhirnya si tukang sapu berpikir bahwa tidak jalan lain dia harus kerjakan sendiri, supaya muatan sepedanya banyak dia mengikatnya, menyusunnya lalu menaruh di sepedanya dan mengayuhnya ke luar desa untuk dibuang. Saat mendekati batas desa banyak orang datang mengerumuninya dan ingin membeli daun kelapanya. Para gembala yang ingin membangun kandang-kandangnya. Para nelayan ingin membuat gubug. Para petani buat rumah sawah. Mereka semua berebutan. Tukang sapu lidi kewalahan untuk menjual daun kelapa sampai lupa jual sapu lidi. Ia pun menjadi orang kaya di desa itu, tetapi dalam hati dia berpikir, mengapa saya bisa menjadi orang kaya, tetapi saya tidak berani menerima tantangan. Dia mulai merekrut orang upahan untuk bekerja. Ada yang bikin sapu lidi, ada yang bikin lidi sate dan ada yang bikin atap rumah. Dia pun membeli kebun kelapa dan juga menjual buah kelapa, sampai akhirnya si tukang sapu lidi yang masih muda menjadi pengekspor kopra dan minyak goreng terbesar bukan hanya di desanya tapi di seluruh negeri.
Ternyata tantangan membuka peluang. Keterpaksaan dalam suatu kondisi, kepepet, terpojok harus memaksa kerja keras ternyata tantangan ini membuka peluang seseorang untuk menjadi orang besar.

Saya bertanya apakah saya mau membuka peluang atau saya mau menerima tantangan, ataukah saya mau mencoba merubah tantangan menjadi peluang, seperti tulisan Bapak Ir. Ciputra?
Saya juga berpikir bahwa sebenarnya tantangan itu sendiri bagian dari peluang. Siapa berani melewatinya dia akan mendapatkannya. Sebaliknya seberapa besar pun talenta seseorang atau sepintar apapun atau serajin apapun, tetapi kalau tidak berani melewati suatu tantangan sama halnya dia berjalan di tempat dan tidak akan maju.

Mari kita berdoa agar Tuhan selain memberi talenta kepada kita juga memberikan keberanian buat kita untuk mendayagunakan talenta yang kita terima terutama mengatasi tantangan yang kita hadapi. Salam dan doa.

Mpek mpek

Ingat Mpek mpek pasti ingat Palembang
Ingat Palembang artinya ada kerinduan
Dan kerinduan adalah bagian dari pengharapan
Dan pengharapan itu dalah bagian dari Karya Keselamatan.

tumblr_lfbk2p5Ges1qd0bc5o1_500Sungguh suatu kebahagiaan bagi kita masih bisa menikmati makanan khas Palembang yang dibuat dari ikan tengiri dan tepung, juga dari Jambi dan Bangka yang masing masing memiiki ciri khas tersendiri. Sore ini saya menikmati mpek mpek goreng dibawa anak saya dari Jambi. Justru saat makan ini terus melayang kenangan masa lalu karena hampir 6 bulan saya tinggal di Jambi, karena ada sebuah kapal saya naik dok dan perbaikan di sana. Hampir tiap hari kami makan mpek mpek karena murah bisa bikin sendiri. Ikan dan udang tinggal serok saja dari sungai.

Pada suatu pertemuan masyarakat Palembang di Jakarta, saya lupa tahun berapa. mereka membuat misa yang dipimpin seorang pastor di sebuah rumah umat yang cukup besar. Hadir hampir 100 orang. Sebelum misa seorang bapak mendekati saya. Dia memperkenalkan diri sebagai kepala Sekolah Xaverius di Palembang dan beliau minta saya berbicara sedikit setelah misa. Sebagai motivasi para orang atau umat Palembang yang di Jakarta, ternyata akhirnya saya bicara dalam konteks Liturgi setelah khotbah. Saya mengambil cuplikan pembicaraan saya waktu itu :

“Sebagai umat Katolik, kita harus memiliki Iman, Pengharapan dan Kasih dimana pun dan kapan pun kita bekerja dan berkarya apapun. Daripadanya itu KASIH adalah yang utama. Iman dan Kasih saya rasa bagian dari khotbah Pastor, karena saya kurang mengerti, tetapi di sini saya mau bicara tentang pengharapan. Salah satu bagian dan tidak bisa dipisahkan dari Pengharapan adalah Kerinduan. Apa bila kita rindu apa saja, rindu orang tua, rindu kekasih, rindu rumah, rindu tanah kelahiran Palembang ini adalah bagian dari Pengharapan. Jadi kalau bagian dari Pengharapan artinya tidak terlepas dari Iman dan Kasih.”

Belum saya lanjut saya bicara, para hadirin bertepuk tangan. Tetapi saya menyelak agar jangan tepuk tangan dalam misa nanti dimarahi sama Rm. Magnis, SJ.

Saya lanjutkan : “Sekarang tentu kita rindu Mpek mpek. Semua hadirin tersenyum karena memang tuan rumah sudah sedia Mpek mpek. Rindu akan makanan tempat kelahiran, adalah juga merupakan karya keselamatan. Apa hubungannya? Siapa yang punya hati merindu pasti orangnya bersifat sosial dan suka menyumbang!” Karena saat saya bicara umat berbisik-bisik tentang kerinduan. Rindu akan tanah kelahiran. Umat sudah mulai berisik. Mereka mendengung bahwa mereka sudah rindu makan mpek mpek. Saya terpaksa berhenti bicara karena waktu diberikan kepada saya sudah lewat beberapa menit.
Lalu misa lanjut dan ditutup, tetapi bapak yang tadi, minta saya bicara lagi karena banyak yang masih mau dengar suara saya. Saya mau menolak kurang enak, tapi saya terima tawaran. Pertanyaan pertama dari nyonya rumah, bagaimana saya tahu bahwa akan dihidangkan Mpek mpek? Lalu, saya katakan bahwa saya juga rindu Mpek mpek karena kata-kata yang saya keluarkan adalah ekspresi hati dan kerinduan hati saya. Semua hadirin tertawa ceria dan bertepuk tangan. Apa hubungan Mpek mpek dan karya keselamatan lalu saya katakan :
Ingat Mpek mpek pasti ingat Palembang
Ingat Palembang artinya ada kerinduan
Dan kerinduan adalah bagian dari Pengharapan
Dan Pengharapan itu dalah bagian dari karya Keselamatan.

Gara-gara khotbah Mpek mpek malam itu menghasillkan cukup lumayan sumbangan. Inilah Karya Keselamatan Nyata (KKN) yang disampaikan oleh umat Palembang di Jakarta. Saya berasal dari Alor jauh sekali dimana disana tidak ada Mpek mpek, yang ada cuma Jagung Titi.

Semoga Tuhan memberkati kita semua dalam tangan kasih-Ny saat kita saling melepas rindu.
Karena rindu akan TUHAN adalah Pengharapan yang paling indah. Salam dan doa.

Tulang punggung

Menjadi tulang punggung suatu keluarga sama saja dengan turut menyelamatkan dunia (Douglas Mac Arthur)

51timedouglasmacarthurSesaat setelah selesai perang dunia kedua hampir seluruh negara asia mengalami nasib tidak tentu. Ketidakpastian ini diakibatkan karena terpecah-belahnya keluarga-keluarga dimana suami dan istri berpisah, ayah dan anak, kekasih dan kekasih lalu sahabat dengan sahabat. Di saat demikian tentu saja negara pun mengalami kendala yang sama. Jendral Mac Arthur sebagai panglima tertinggi angkatan darat Amerika yang ditugaskan menerima serah terima kekalahan Jepang di Asia Pacifik ikut prihatin sehingga dia mengajak seluruh bangsa Jepang dan bangsa-bangsa di Asia Timur Raya untuk bangkit membangun bangsa dan negara dengan semboyan SAAT MATAHARI TERBIT atau HINODE JIKOKU yang mana saat itu terutama bangsa Jepang sangat terpuruk.
Hingga kini bangsa Jepang sangat menghargai dan menghormati Mac Arthur karena jasanya membangun kembali bangsa Jepang, sehingga kini menjadi bangsa yang sangat kuat baik sosial maupun ekonomi. Mac Arthur sangat menekankan keutuhan keluarga. Kata beliau kalau ada keluarga yang terpecah atau berantakan sama saja keluarga ini ikut menghancurkan bangsa. Tentu saja dorongan dan motivasi ini membuat seluruh bangsa Jepang mencari keluarga dan disini keluarga dijadikan tulang punggung negara. Menjadi tulang punggung suatu keluarga sama saja dengan turut menyelamatkan dunia. Douglas Mac Arthur sangat religious. Di dalam pekerjaannya keluar dari Amerika dia selalu ingat keluarganya. Dalam setiap kesempatan dia selalu mengajak anak istrinya untuk ikut memikirkan dunia, salah satu DOA yang sangat terkenal di dunia ditulis oleh Mac Arthur buat anaknya sbb :

Tuhanku…
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang sabar dan tabah dalam kekalahan.
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa
mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

Tuhanku…
Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan juga kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai,
dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,
sanggup memimpin dirinya sendiri,
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria
tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya…
Berikan dia cukup rasa humor
sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku…
Berilah ia kerendahan hati…
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna…

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
saya sebagai hamba Tuhan
dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”
dan berani menjadi tulang punggung keluargaku,
Menjadi tulang punggung bangsa dan negaraku
Douglas Mac Arthur

Doa diatas saya terjemahkan dari Doa aslinya dalam bahasa Inggris.

Teks ASLI

A Father’s Prayer

by General Douglas MacArthur

Build me a son, O Lord, who will be strong enough
To know when he is weak and brave enough to face himself when he is afraid.
One who will be proud and unbending in honest defeat,
And humble, and gentle in victory.

Build me a son whose wishes will not take the place of deeds;
A son who will know Thee and that to know himself is the foundation stone of knowledge.
Lead him, I pray, not in the path of ease and comfort,
but under the stress and spur of difficulties and challenge.
Here, let him learn to stand up in the storm, here let him learn compassion for those that fail.

Build me a son whose heart will be clear, whose goal will be high,
a son who will master himself before he seeks to master other men,
one who will reach into the future, yet never forget the past.

And after all these things are his, add, I pray, enough of a sense of humor,
so that he may always be serious, yet never take himself too seriously.
Give him humility,
so that he may always remember the simplicity of true greatness, the open mind of true wisdom, and the meekness of true strength.

Then I, his father, will dare to whisper,
“I have not lived in vain.”
be the pillar of family and the country

Douglas Mac Arthur adalah seorang yang sungguh patut kita ikuti, di mana menempatkan KELUARGA sebagai tulang punggung bangsa dan negara, juga Gereja, sehingga dimata Tuhan memang kita benar-benar bisa membentuk suatu kekuatan yang dimulai dengan KELUARGA. Saya sangat setuju sekali jika ini diberlakukan bagi petinggi dan penguasa Gereja kita. KELUARGA adalah prioritas utama dan bagi keluarga yang juga menjadi tulang punggung gereja berkewajiban menjaganya karena memperkuat KELUARGA sama dengan memperkuat GEREJA dan sebaliknya.

Semoga Tuhan memberkati kita semua terutama DOA saya buat keluarga-keluarga sehingga semua bisa menjadi kuat terlindungi dan menjadi tulang punggung bangsa dan negara juga gereja. Mari kita berjuang. Salam dan doa.

Lidah

Memang lidah tak bertulang tak terbatas kata-kata… Tinggi gunung seribu janji,
lain di bibir lain di hati… ♫ ♪ ♫

??????????????????????Demikian cuplikan lagu yang indah merayu. Sesungguhnya kita manusia diberikan berkat besar oleh Tuhan dengan adanya lidah kita yang bisa berkata-kata, namun kata-kata yang keluar dari kita bisa membuat kita bahagia tetapi juga bisa menjadi jurang yang mencelakakan kita. Seperti yang kita dengar bahwa apa yang masuk ke dalam diri kita selalu baik, tetapi lebih berbahaya apa yang keluar dari diri atau mulut kita. Saya pernah mendengar khotbah AA Gym, beliau mengatakan bahwa kata-kata kita ibarat teko air, jika diisi dengan air hangat di campur teh atau kopi maka kita semua akan bisa menikmatinya, tetapi kalau isinya air kotor kita semua akan mencacinya.
Seorang sahabat menjumpai saya. Dalam perbincangannya kelihatan dia sangat kecewa dalam kehidupan ini karena lebih sering mendapat hal-hal yang merugikan dia, termasuk janji-janji orang yang tidak dipenuhi, ditipu dan lain sebagainya. Dia pun melantunkan sebuah lagu “Memang lidah tak bertulang tak terbatas kata-kata… Tinggi gunung seribu janji, lain di bibir lain di hati… ♫ ♪ ♫” Demikian cuplikan lagu yang sering kita dengar.
Saya tertawa karena dalam hati mungkin dia menyindir saya, karena saya pernah mengingkari janji dan berbohong, tetapi dia melanjuti ceritanya panjang lebar dan saya hanya mendengarkannya saja. Teman saya ini seorang Katolik dari keluarga Katolik. Ia menikah dengan seorang gadis muslim dan dengan cara muslim lalu beralih agama menjadi Islam. Perkawinan selama 3 tahun ini sudah menghasilkan seorang putri cantik, tetapi karena sesuatu dan lain hal istrinya harus ikut orang lain dan mereka bercerai. Anak semata wayang ini ikut dengan beliau.
Sebenarnya saya dengan Andi, sebut saja namanya, belum berkenalan lama tetapi dia mencurahkan cerita ini kepada saya, dan saya merasa ada sesuatu yang bisa saya berikan kepadanya jadi saya ikut berpikir.
Anak semata wayang ini tentu menjadi suatu ikatan batin yang kuat tetapi ternyata tidak sama sekali, karena janji janji tidak pernah terpenuhi, seperti lidah memang tak bertulang. Kini Andi ingin kembali menjadi Katolik, tetapi sedang ikut belajar agama karena sebentar lagi akan ikut Krisma di Gereja Bekasi.
Saya tidak bisa mengetahui secara pasti, tetapi menurut saya ada suatu kesenjangan komunikasi dalam kehidupan Andi. Saya hanya bisa bilang bahwa ini merupakan suatu dinamika kehidupan dan Tuhan memberikan tanggung jawab supaya Andi lebih kuat.
Kita kembali kepermasalahan kata-kata yang dikeluarkan oleh setiap manusia. Memang berbicara sangat mudah. Tetapi bagi orang beriman kita mengharapkan agar berhati-hati sebelum mengeluarkan kata-kata karena bisa menjadi senjata yang mencelakai kita sendiri. Kepada seluruh karyawan juga anak-anak saya sering saya sampaikan agar sangat berhati-hati sebelum mengeluarkan kata-kata baik berbentuk lisan maupun tulisan. Sebab demikian kita keluarkan kata-kata, maka kita sudah harus menerima segala risiko apa yang akan terjadi dengan apa yang kita keluarkan dan kadang kalau sangat mencederai orang dan diri kita sendiri.
Kita bisa melihat dan mencontohi orang-orang yang baik dimana semua kata kata yang keluar dari mulutnya selalu dingin dan penuh damai. Kita selalu merasa kita kita berucap kata baik, tetapi orang yang mendengar seperti petir di telinganya seperti bentakan-bentakan dan bahkan seperti racun yang dioleskan dibibir. Di sini memang kita harus belajar menempatkan diri. Hal yang sama bagi suami istri dan keluarga. Di mana cara-cara berkata yang keluar perlu untuk kita jaga walau istri atau suami kita sudah menyatu sepeti satu tubuh, tapi sering saya berumpama bahwa lidah dan gigi sudah sekian lama bersama, tetapi sering saling menggigit bahkan sampai luka. Hati yang bersih menghasilkan kata-kata yang bersih tetapi walau hati bersih tetapi kalau dikeluarkan tidak pada saat dan waktu yang tepat justru bisa mengotorkan dan bahkan mencelakakan.
Ada kisah saat kakak perempuan saya sedang sakit keras. Seorang kawan saya, Pendeta adanya, membawa doa tetapi dia mengharapkan agar supaya penderitaannya tidak berkepanjangan lebih baik Tuhan segera memanggilnya atau mencabut saja nyawanya. Doa yang sangat baik ini tidak diterima oleh keluarga dan sebagian keluarga sangat marah, karena semua berdoa mengharapkan mujizat Tuhan untuk kesembuhan dan berjuang supaya melalui Doa agar diberikan kesembuhan. Demikian juga semua tim medis, dokter, suster dan semua mengharapkan kesembuhan walaupun kakak saya itu menderita, tetapi kita semua tetap mengharapkan kesembuhan. Lantaran doa yang indah yang disampaikan kawan pendeta tersebut memicu kemarahan dan kebencian dan bahkan sangat mengotori hati keluarga, padahal maksud dan tujuannya sangat baik dan indah, sayang dikeluarkan ditempat dan saat yang kurang tepat.
Saya sendiri sering mengalamai kesulitan terutama dalam hal memberikan saran-saran atau nasihat nasihat terutama bagi anak-anak muda. Dalam pertemuan singkat dengan kelompok anak muda KKMK di rumah saya beberapa pekan lalu, ada sekitar dua puluhan anggota KKMK (Komunitas Karyawan Muda Katolik). Mereka beranjangsana kepada saya dan kami bertukar pikiran sambil saya memberikan saran-saran. Saya katakan bahwa bagaimanapun juga KKMK harus mempunyai karasteristik Katolik. Simbol kekatolikan menjadi dasar pemikiran utama, jadi di sana keunikan dan harus memberikan manfaat kegunaan dan manfaat kebaikan bagi seluruh anggota. Sehingga siapa saja menjadi anggota KKMK akan merasakan bahwa dia mendapat manfaat dan kegunaan atau sebaliknya tiada guna atau sia – sia. Saya juga sampaikan bahwa dalam gerak kehidupan terutama anak muda, selain memberi dan menerima (taking and giving) mereka juga harus bisa mencuri (stealing) karena dengan mencuri, dalam arti positif, maka perhatian akan diperolehnya. Ada yang bercanda mengatakan bahwa KKMK- Kesana Kemari Mencari Kekasih – sungguh indah dan baik sekali. Dalam kesempatan ini saya juga mengharapkan bahwa melalui KKMK, mereka bisa memberikan banyak sumbangan bagi perubahan dunia.
Profil BBM saya pagi ini : Kehidupan itu seperti ibarat sekelompok orang, rame-rame berjalan menuju ke sebuah pesta, mereka sudah bersuka cita sebelum sampai saatnya. Apalagi bisa saling bergandeng tangan dalam Kasih Tuhan. Di sini kita banyak belajar bahwa kalau semuanya dalam Kasih dan Cinta Tuhan sejelek atau seburuk apapun kata-kata yang keluar akan menjadi indah karena kedekatan dan kebaikan ada di sana, tetapi jika tidak maka sebaik apapun kata-kata yang keluar dan seindah apapun akan menjadi seperti racun atau cacian. Tuhan memberkati dan menjaga kita semua terutama dalam tutur kata. Salam dan Doa.

Panti Asuhan

Sejenak kalau kita meresapi tentang suatu kehidupan maka sesungguhnya kita hidup dalam Panti Asuhan (JFK)

logo paKami menghirup udara di Sindanglaya Cipanas sambil melihat anak-anak Panti Asuhan Santo Yusup usia 10 -12 tahun sedang bermain dengan suka cita besar. Mereka sama sekali tidak memikirkan bahwa di sisi lain dalam dimensi berbeda mereka ada kekurangan antara lain kurang kasih sayang orang tua, bahkan ada yang sama sekali tidak punya orang tua. Saya memandang mereka dan tidak terasa air mata saya menetes dan saya menghapus dengan tissue.
Panti asuhan diibaratkan sebagai suatu wadah pengharapan dimana anak-anak yang tidak memiliki tumpuan masa depan. Mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churcil mengatakan bahwa “the price of greatness is responsibility” atau nilai suatu kebesaran adalah tanggung jawab. Jadi kalau kita mau jadi orang besar maka yang utama dan pertama yang dinilai adalah tanggung jawab.
JF Kenedy dalam kunjungan ke sebuah Panti Asuhan Katolik di New York sehabis pesta Paskah mengatakan bahwa tanggung Jawab yang terbesar di dunia ini adalah bagi dia atau siapa yang menaungi dan memberikan kasihnya melalui panti asuhan. JFK mengatakan dengan tegas bahwa sejenak kalau kita meresapi tentang suatu kehidupan maka sesungguhnya kita hidup dalam Panti Asuhan dan kita bertanggung jawab bagi mereka bukan orang lain.
Jadi kalau boleh saya memberi tanggapan bahwa kalau kita mau belajar menjadi orang besar, kita harus belajar tanggung jawab, tetapi kalau kita mau belajar tanggung jawab maka kita harus belajar dari sebuah panti asuhan. Kita sendiri berada dalam panti asuhan yang dimaksud dan bukan orang lain. Kita memang di dunia ini hidup dalam panti asuhan.
Tuhan sendiri menjadi sandaran kita dan Dia membuat panti asuhan buat kita semua. Dia menjadi pusat tanggung jawab terbesar yang kita harus contoh. Bayangkan saja kalau suatu hari matahari lupa terbit atau bumi berhenti berputar, seperti yang sering kita lakukan, yang kurang bertanggung jawab terutama menjaga diri kita sendiri, maka kita menjadikan diri kita panti asuhan bagi diri kita sendiri karena kurang beertanggung jawab.
Tuhan begitu sempurna untuk menjaga diri kita, merawat diri kita dan melindungi kita serta dan membahagiakan kita. Sebagaimana besar-Nya cinta Tuhan merawat kita marilah kita juga bisa memperhatikan sesama kita.
Saya masih memandang anak-anak panti asuhan bermain. Memang benar saya juga sudah yatim piatu, lalu apa yang saya lakukan? Di sini saya sepakat dengan kedua tokoh dunia WC dan JFK bahwa suatu nilai kebesaran adalah tanggung jawab dan belajar tanggung jawab kita harus belajar dari mereka yang merawat anak-anak di Panti Asuhan.
Siang hari ini saya makan siang seperti apa yang di makan oleh anak-anak panti asuhan Santo Yusup bersama panitia kecil MOGELA (Malam Opera Gerak dan Lagu) yang akan di gelar secara spektakuler nanti di MGK (Mega Glodok Kemayoran) pada hari Jumat, 11 Oktober 2013 jam 18.00.
Saya boleh mengatakan Suster Maria Bernadeth, FMM dan Pastor Gabriel Maing, OFM bukan saja memikul tanggung jawab besar, tetapi mereka berkarya penuh kebahagiaan.
Semoga kita yang sedang mengembara di bumi merasakan bahwa kita ini berada di panti asuhan dan Tuhan sendiri yang mengasuh dan mengasihi kita.

Percaya

Saat kita merasa sedih dan merasa susah serta merasa pahit, maka itu tanda-tanda kita mulai hilang kepercayaan, terutama kehilangan percaya pada diri sendiri (Adh).

images (16)Semalam saya menikmati makan malam di Segara, Pantai Ancol sambil mendengar suara ombak dan desiran angin. Dan sungguh indah karena ada bersama teman. Malam indah karena diisi dengan suka cita besar bisa bersama sahabat untuk berbincang dan berdikusi dalam keadaan sehat dan pikiran yang jernih juga pertalian persahabatan.
Dari sana bisa dilihat bahwa persahabatan itu dasar utama adalah percaya atau saling percaya. Ini menjadi dasar utama.
Dalam sidang paripurna MPR kemarin, Presiden SBY memberikan sambutan dalam pidato pembukaannya bahwa dasar dari kemampuan wakil rakyat bukan saja legitimasi yang diberikan kepada wakilnya, tetapi yang utama adalah percaya bahwa wakil rakyat mampu untuk memberikan perhatian terhadap kinerja pemerintah.
Satu cara mengubah dunia adalah percaya akan kuasa dan rencana-Nya. Bung Karno dalam pidato perayaan hari lahirnya Pancasila 1 Juni 1946 setahun setelah kemerdekaan, mengatakan bahwa rakyat harus percaya kepada pemerintah supaya negara bisa maju dan kuat. Beliau juga mengatakan kita harus percaya kepada generasi muda. Ia katakana : “Berikanlah kepadaku 10 pemuda dan aku akan merobah dunia, percayah!”.
Mengapa harus percaya? Inilah pertanyaan mendasar. Aristoteles menjelaskan bahwa percaya itu masuk dalam hukum, tetapi beliau menambahkan bahwa percaya itu ada 3 macam, yaitu percaya pada yang kuasa, percaya pada diri sendiri, dan percaya kepada sesama.
Dalam kehidupan, semua kegiatan yang kita lakukan berdasarkan percaya mulai dari membuka mata dipagi hari sampai malam saat kita tidur. Saat kita merasa sedih, merasa susah merasa pahit itu tanda-tanda kita mulai hilang kepercayaan, terutama kehilangan percaya pada diri sendiri. Percaya atau tidak saja sudah menyatakan percaya.
Seorang sahabat saya sedih sekali karena uangnya dipinjam sahabatnya dan sahabatnya bangkrut. Sepanjang malam dia tidak bisa tidur. Ia sedih marah benci bercampur aduk menjadi satu. Seakan-akan dunia mau ambruk, badan sakit-sakitan dan serasa mau bunuh diri. Suatu saat dia mengalami kecelakaan ditabrak mobil lalu masuk rumah sakit. Penabraknya adalah seorang wanita dan wanita itu menabraknya karena buru-buru ke rumah sakit karena mau melahirkan. Setelah seminggu kemudian dia dikunjungi oleh wanita tadi dan membawa serangkai bunga dan buah-buahan. Setelah pulang suami sang wanita itu menawarkan pekerjaan yang lumayan posisinya. Sejak saat itu dia sadar dan percaya diri bahwa Tuhan bekerja. Dia harus malu hati karena selama ini kehilangan kepercayaan. Sahabat saya ini sekarang menjabat direktur sebuah perusahaan. Kini, beliau juga menjadi sangat aktif dalam urusan gereja dan membantu kegiatan sosial.
Saya sendiri heran mengapa urusan PERCAYA begitu kuat pengaruhnya dalam kehidupan saya. Saya rasa iman kepercayaan itu memang bukan sekedar hiasan di bibir saja atau manis dalam cerita.
Tuhan telah memberikan kita suatu kekuatan, tapi kita lupakan bahkan kita sungguh menjadi tidak berguna. Sekarang kita memiliki segalanya, tapi kita tidak percaya akan kemampuan kita.
Jadilah terang untuk diri kita sendiri dan otomatis kita menjadi tetang untuk orang lain. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Sepeda

Kalau dipergunakan dengan baik dan aturan keselamatan terarah, maka sepeda itu sangat mengurangi polusi (Deng Xiaoping).

downloadDi awal reformasi tahun 80-an negara Cina sangat mengalami kesulitan, terutama saat perubahan suhu politik yang kurang menentu. Saat itu tampilah Deng Xiao Ping yang memberikan suatu wacana kebangkitan Cina, sehingga sekarang menjadi negara mega power bahkan sudah melewati Amerika lantaran reformasi di bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi ini dimulai ketika Deng Xiaoping mengeluarkan kebijakan perombakan tata ekonomi RRC. Gagasan perombakan ini dituangkan dalam gagasan empat bentuk modernisasi RRC. Empat bentuk modernisasi ini mencakup bidang pertanian, industri, iptek, dan militer.

Gagasan ini dikemukakan pada sidang pleno ketiga kongres Sentral Komite ke–XI Partai Komunis Cina (PKC) pada medio tahun 1978. Inspirasi bagi Deng Xiaoping untuk merekomendasikan perombakan tata ekonomi RRC.Menurut Deng Xiaoping hal ini perlu dilakukan karena kemunduran ekonomi RRC dapat memberi peluang terhadap keresahan sosial di dalam negeri. Hal ini juga dapat memberi kesan dan citra negatif bagi RRC.

Reformasi ekonomi dimulai di sektor pertanian. Pada tahun 1978, Deng kembali menghidupkan kebijakan sistem intensif Liu Shaoqi yang diperkenalkan pada awal tahun 1960-an. Kebijakan ini termasuk pasar bebas, kepemilikan tanah pribadi dan tanggung jawab petani dalam mengatur tanah pertanian mereka sendiri menurut kontrak.

Yang sangat menarik adalah penetapan quota keluarga setiap rumah tangga. Di mana pernyataan jelas bahwa membangun negara harus dimulai dari kekuatan dan keutuhan keluarga! Kebijakan ini menemukakan dua tipe kontrak, yaitu :

1. Baochan Daohu.
Hal ini mengharuskan rumah tangga memenuhi quota negara dan keperluan wilayahnya.
Semua rakyat bekerja keras untuk mendapat makanan dan kelebihannya bisa untuk kepentingan keluarga. Negara sangat menjaamin kehidupan keluarga dengan Politik anak satu! Walaupun banyak orang protes tapi sekarang seluruh dunia harus mengakui keberhasilan Cina dalam segala bidang.

2. Baogan Daohu.
Hal ini membolehkan rumah tangga untuk memperoleh hasil produksi yang lebih setelah terlebih dahulu memenuhi kebutuhan negara dan desanya. Baogan daohu ini juga menganjurkan rakyatnya menghemat energy salah satu adalah energy minyak. Itulah alasan mengapa Cina begitu maju pesat karena ketidaktergantungannya pada minyak bumi. Salah satu program keluarga adalah penggunaan sepeda sebagai pengganti motor dan mobil. Akibatnya produksi sepeda luar biasa dan penarik propaganda ini adalah sentimen polusi udara bukan hemat energy. “Kalau dipergunakan dengan baik dengan aturan keselamatan terarah, maka, sepeda itu sangat mengurangi polusi”

Langkah ekonomi reformasi Cina diikuti dengan mengembangkan industri manufaktur untuk memperluas dan meningkatkan usaha kecil menengah dan wiraswasta. Bukan cuma reformasi di pedesaan, tapi reformasi di perkotaan juga dilakukan dengan memprioritaskan untuk memperkuat perusahaan negara dengan memisahkan kepemilikan dari fungsi operasional. Reformasi itu juga memperkenalkan sistem tanggung jawab kontrak perindustrian dimana perusahaan-perusahaan besar milik negara dapat dengan sukarela menjadi perusahaan bersama dengan tanggung jawab yang dibatasi.

Cina memprioritaskan kepada sektor ekonomi yang dapat menghasilkan pertumbuhan yang pesat tanpa intervensi pemerintah yang besar. Cina juga membuka untuk penanaman modal asing (PMA).

Sungguh menjadi suatu pelajaran yang baik buat kita terutama masalah keluarga. Kalau negara mau memperhatikan keluarga, maka negara ini pasti maju dan kuat. Ini salah satu masalah yang justru tidak dilirik oleh negara kita. Sebaliknya kita banyak jumpai kehancuran keluarga. Bagaimana kita memperhatikan keluarga? Misalkan kita melihat Gereja apa yang dilakukan oleh Komisi Keluarga terhadap kawin campur, perceraiaan sampai kegagalan rumah tangga? Dipertanyakan berapa persenkah perceraian yang ada di dalam gereja kita? Kemauan untuk mempertahankan keutuhan keluarga demi gereja perlu perhatian lebih. Kita lebih banyak pangku tangan daripada turun tangan.

Mari kita bangkit membangun negara kita agar menjadi kuat dengan membangun “KELUARGA” yang kuat sehingga mendapat gereja yang kuat dan bangsa yang kuat serta akhirnya negara kita tercinta menjadi KUAT dan tidak dilecehkan begitu saja di luar negeri. Malu juga sih tapi mari kita berbuat sesuatu yang kecil saja dari diri kita. Ayo bersepeda! MERDEKA!