Confession Keeps You Healthy. “When I refused to confess my sin, I was weak and miserable, and I groaned all day long.” (Psalm 32:3). Menjaga kesehatan itu biayanya sangat mahal. Ada 5 (lima) cara utama menjaga kesehatan :
Author Archives: adharta
Ketakutan
Tentu kita semua pernah merasa takut, tidak terkecuali siapa saja karena sebetulnya ketakutan itu merupakan rahmat Tuhan dan berkat buat umat manusia.
Seperti halnya yang dialami Kristus dalam memikul salib-Nya. Tuhan Yesus masih bisa memberkati, menghibur bahkan mengampuni orang-orang yang tidak tahu apa yang diperbuatnya. Nah, jika kita ketakutan karena dosa, ruang pengakuan dosa menanti kita.
Tuhan memberkati, melindungi dan menjaga kita semua
Damai sejahtera
O Felix Culpa (Kisah Sekotak Korek Api)
CINTA
Karena Cinta aku ada
Karena Cinta aku berkarya
Karena Cinta aku punya sahabat
Walaupun tiada pengorbanan
Walaupun tiada perhatian
Cinta tidak pernah pudar
Yang hilang hanya perhatian saja
Cinta tidak mungkin dikubur
Cinta hanya disembunyikan
Tidak memilih
Tidak mengharapkan balasan apapun
Damai dan bahagia bingkainya Cinta
Senyum dan Tawa warnanya Cinta
Mau menolak pun tidak bisa
Air mata pun tak kuasa
Hanya Cinta
Binasapun dikalahkan
Yang menolakpun tetap Cinta hadir
Kalau Cinta berkata
Jiwa pun bergetar
Kalau Cinta bernyanyi
Lutut pun tertekuk
Memang Cinta
Dalam Cinta
Semua Cinta
Untuk Cinta
Buat sahabat
CINTA
Kutulis saat di Jalan Tol dalam kemacetan parah menuju selatan Jakarta.
Saling Mendoakan?
Apa bila kita menasihati orang lain, bersyukurlah karena kita sendiri tanpa sadar sudah menasihati diri kita sendiri.
Apa bila kita Berdoa utk orang lain (sakit, kesusahan, kebahagiaan, kematian) sebenarnya kita sudah berdoa utk diri kita sendiri supaya berada dalam berkat Tuhan.
Jadi semakin sering kita menghadiri perkawinan, mengunjungi orang meninggal kita juga sudah didoakan. Aku juga mohon doa. Anda juga mohon doa. Alangkah indahnya kalau kita saling mendoakan.
Kalau ada sukarelawan yg bisa memberikan doa pagi setiap hari di jejaringnya masing-masing, itu sungguh kebahagiaan besar bagi diri sendiri dan orang lain.
Berpikir Positif Ala Martin Luther
Setiap sisi gelap manusia pasti ada sumber kekuatan yang bisa menjadi nilai tersendiri.
Sepulang misa Paskah Sabtu lalu saya berjumpa dengan beberapa pastor muda dan teman. Dalam perjalanan, saya menyampaikan suatu pandangan, tetapi mereka anggap ini controversial. Lalu, kami coba mencari sisi positifnya.
“Kita harus bersyukur, berterima kasih terhadap para serdadu, orang-orang Yahudi dan semua orang yang terlibat dalam pembunuhan dan penyiksaan Yesus sampai di kayu salib”
Bayangkan saja kalau hal ini tidak terjadi? Bagaimana jadinya dunia ini? Berapa milyard orang yg di selamatkan akibat perbuatan mereka, yg pada saat itu dianggap nista? Ternyata dosa yg mereka lalukan sangat menguntungkan dunia dan umat Kristen. Ini yang di sebut “O Felix Culpa” atau Dosa yang menguntungkan
Seperti halnya rasul Paulus. Sebelum bertobat, Saulus telah membunuh dan menyiksa ribuan umat Kristen. Karyanya setelah pertobatan justru menghantar dia menjadi SANTO, tanpa pernah melihat kesalahan yang pernah dia buat, kekejaman yg pernah dia lakukan bahkan fitnah yang menghancurkan ribuan umat. Sekarang, siapakah yang mencaci Santo Paulus ?
Perjalanan para martir juga demikian, tidak sehalus dan semulus apa yang kita pikirkan, tetapi mengapa mereka rela berkorban? Karena semuanya dilihat dari sisi POSITIF!
Mari kita semua mencoba mendahulukan langkah kita ke arah positif, dan memberikan kesempatan lebih besar kepada pemikiran positif (Positive Thinking) dan berusaha berbicara hal hal yang positif, maka akhirnya kita bisa melihat bahwa pandangan positif akan memberikan reaksi positif sehingga tindakan negatifpun akan berubah menjadi positif.
Lihatlah warna PUTIH, apakah putih? Lihatlah cahaya putih, apakah putih? Lihatlah sinar matahari apakah putih, ternyata tidak semua warna putih adalah gabungan dari segala warna dan dari warna putih kita bisa melihat aneka warna yang ada.
Kata Martin Luther : “Semakin langit gelap saya bisa melihat bintang-bintang bercahaya dengan indahnya”
PENGHARAPAN itu FIRDAUS
Dimana itu, tahupun tidak
Aku harus pergi
Masa depanku
Arah dan jurusan gelap gulita
Hampir semua tiada catatan
Aku harus pergi
Cuma satu yang kumiliki
Keyakinan bahwa itu Citaku
Kujalan dan Berjalan
Terasa lama sekali
Habislah sudah semua, punah kepercayaan dan keyakinan ku
Semua karena haus dan dahaga
Lapar dan cemas
Kecewa dan perasaan putus asa, benci, hati yang biru
Langkah kakiku gontai
Peluh penuhi badan
Jiwa dan ragaku hampa
Perjalanan masih jauh sekali
Aku ingin kembali pulang
Cinta tiada dirasa lagi
Karena aku sendirian
Tiada lagi
Andai saja aku punya sayap
Langit gelap gulita
Angin dingin mulai menusuk tulangku
Gemertak gigi dan bibir ini
Ini siksaan apa jalan?
Aku bertanya alam bisu
Sesatkah perjalanan ini
Tidak ada yang bisa menjawab
Hanya saja aku masih bisa bernyanyi dan menghibur diri
Sepertinya semuanya sudah jadi abu
Saat waktu berlalu
Ada danau kutemui dan hapuslah dahagaku
Tiba-tiba terasa semangat baruku muncul
Pasti sesuatu ada yang menanti
Saat bukit dan gunung kulalui penuh dedaunan, bunga-bunga dan buah pelepas laparku
Aku mau membangun kemah
Dan menceritakan semuanya kepada sahabat
Bahwa kiranya aku telah tiba inilah Firdausku
Pengharapanku
Kuraih dan kudekap semua masa depanku
Inilah pengharapanku
Firdausku
Adharta
Medio April 2012
Diatas Pesawat Garuda melintas pacific menuju Melbourne, Kutulis untuk mengenang anak ANDIKA dan untuk semua sahabat tentang indahnya Pengharapan sama dengan Firdaus
Membaca Tanda-tanda Jaman
Dimensi waktu merupakan bagian dari kehidupan manusia.
Salah satu cita-cita Firaun Mesir adalah meletakkan tonggak sejarah mengenai waktu. Orang Cina mencatat pergerakan bulan dan menulisnya dan memandang matahari untuk membuat Shio untuk membaca waktu. Orang Yunani melihat rasi bintang untuk mulai menghitung dimensi waktu.
Waktu demikian penting sehingga umat manusia mendewakan dengan semboyan “Time is Money” bahkan dalam buku The Diamond Time Rochefeler menulis bahwa dengan membaca tanda-tanda jaman kita mencatat waktu sehingga bangsa kita akan menguasai dunia
Di Indonesia “Jam Karet” atau “rubber watch” sangat menarik bahkan merontokkan sistem pencatatan waktu. Terutama janji. Bagaimana kita bisa membaca tanda-tanda jaman kalau waktu tidak di hargai.
Ekosistem bumi Indonesia sangat tergantung pada waktu. Kapan kita akan mengalami kehancuran dan kerusakan bumi persada? Tinggal tunggu waktu.
Iman kita juga mencatat waktu, bahkan starting days 1 Januari dihitung dari AD Yesus Kristus. Sebelumnya dihitung mundur dalam BC atau Before Christ
Tanda-tanda jaman bisa di baca setiap umat dalam melihat berdasarkan iman kepercayaan dan Suara Hati.
Membaca tanda-tanda jaman, dilakukan oleh KAJ dengan meletakkan tahun Ekaristi 2012 sebagai awal, tetapi apa makna buat umat? Dalam perbincangan saya dengan beberapa teman hampir semua tidak mengerti. Di sisi lain Liturgi Ekaristi sebagai Fons et Culmen, Sumber dan Puncak kehidupan kita tidak bisa kita baca.
Semoga pagi hari ini kita bisa memandang sinar matahari dan mari kita bersama membaca tanda-tanda jaman sehingga Kasih Karunia Allah bapa kita dan Cinta Kasih Kristus bersama kita.
Karya Besar-Nya dalam Kesulitan
Pada saat kesusahanlah Allah memulai sebuah karya besar melalui kita!
Ketika kita akhirnya harus sampai dan datang ke tempat di mana sebuah kesulitan menjadi begitu buruk, menyiksa dan membuat kita sangat menderita akibat tekanan, di mana kita juga merasa telah mencapai batas pertahanan dan usaha kita, di mana kita juga sudah mencoba segalanya dan habislah semua pilihan kita, maka saat itulah Tuhan memulai sebuah KARYA BESAR melalui kita
“Hal ini memberi makna dan arti sukacita luar biasa bagi kita. Memang kita semua tahu meskipun sementara ini kita merasakan seakan-akan kita dilecehkan oleh Tuhan atau adanya segala macam cobaan dan godaan ini.
Hal ini bukan KEBETULAN terjadi demikian buruknya, melainkan justru untuk membuktikan imanmu, yang jauh lebih berharga daripada “EMAS “(1 Petrus 1:6-7)
Allah Bapa melakukan ini karena DIA sedang membangun iman dan karakter kita untuk menjadi seorang yang mampu MENGATASI segala KESULITAN, DUKA CITA, dan KESEDIHAN yang mendalam agar kita nantinya dapat menggembalakan Umat-Nya, demikian apa yang di alami oleh penderitaan Tuhan kita YESUS KRISTUS.
Salam Berpisah
Kemarin kita masih bersama
Bercanda dan senda gurau
Masih penuh dengan cerita
Masih berucap sapa
Adakah hari esok
Hari yang penuh bahagia
Kita bersama
Seperti yang kita bincangkan
Kini semua sirnlah sudah
Jejak kaki yang tersisa
Langkah aku juga terhenti
Karena dinding pemisah terlalu tinggi
Bisa terbingkai segala kenangan
Hanya bunga dirangkai
Kuingin menata kata2 ini
Untuk menghantar pelangi
Datang sehabis hujan dan pergi saat fajar mengganti
Selamat jalan
Sampai jumpa di kaki bukit
Buat kita bersama
Medio April 2012



