Author Archives: adharta

Unknown's avatar

About adharta

Be positif

G O L F

Aku mengayunkan tongkat golf no. 9 di Hole ke-4 Padang Golf Soewarna, Cengkareng.
Pukulan par 3 dengan jarak 110 meter, bola jatuh di green namun masih jauh dari Pin karena kecepatan angin melawan diatas 20 km/jam dari arah utara ke barat dan bolaku harus melawan angina. Syukur masih jatuh di green dengan jarak 10 kaki ke arah lobang. Aku cuma bisa berharap dapat score PAR, namun hari ini mujur sekali karena saat pukulan Put dari jarak 10 kaki bola langsung masuk lobang dan aku menempatkan score birdie. Lumayan terhibur karena membantu score di hole 2 karena aku mendapat score double boogie.
Itulah permainan golf, indah penuh dinamika dan sungguh membuat seorang pegolf atau Golfer jatuh hati pada permainan ini. Apalagi masuk di lapangan yang indah pemandangannya.
GOLF ada yang menyebut Games of leisure and fun. Ada yang bilang Games of life future dan macem-macem istilahnya. Saya mengenal golf di awal tahun 1990. Golf banyak merubah hidup dan pandangan saya. Golf adalah satu-satunya olah raga yang tidak ada musuhnya, karena musuh pemain golf adalah dirinya sendiri.
Golf penuh dengan etika, kesopanan, dan keanggunan. Golf ada hukum -by law dan konstitusi aturan Golf, ada rule, dan aturan main. Di mana kita masuk di lapangan dengan luas 200 ha, padang rumput hijau melebar di hadapan kita. Gunung, laut, dan kadang danau dan sungai menjadi pemandangan kita.
Seperti hidup kita, permainan golf pun penuh dengan tantangan. Semua harus diatur dengan manajemen yang rapi. seorang Golfer harus betul-betul menguasai emosi dan kondisi mental bahkan spiritual.
Golf itu memiliki hubungan erat sekali dengan kehidupan Rohani karena melalui golf kita diajarkan :

· Saling menghormati – gentlemen
· Jujur dan setia
· Selalu membuat senang setiap pemain
· Memiliki kekuatan lahir batin

Sungguh suatu kebahagiaan besar bagi orang yang bisa menikmati Golf. Tuhan memberkati. Salam Golf.

Malam Midodareni

Selamat pagi indah,
Kemarin sore, jam menunjukkan 19.30 sehabis pesta perkawinan di Hotel Mulia Senayan. Saya dan istri buru-buru menuju Hotel Haris, Mal Kelapa Gading. Kami menginap di sana karena tadi malam anak perempuan kakak saya tertua akan menikah hari ini. Jadi, tadi malam kami sekeluarga bersama keluarga besar lainnya berkumpul merayakan malam wididaren atau midodareni atau malam bidadari.
Saya mencoba searching tradisi ini tapi tidak dapat yang tepat. Ada tradisi Jawa yang muncul pada abad ke-11 pada masa masuknya agama Islam. Ada juga tradisi Cina. Kebiasaan membuat upacara Midodareni dilakukan di sejumlah tempat. Ritual utama adalah memberkati pengantin wanita. Keluarga mendandaninya sedemikian rupa sehingga cantik seperti bidadari sehingga malam ini disebut Midodareni.
Dalam Tradisi Cina biasanya ada upacara khusus bagi kemanten Pria. Sedangkan pengantin wanitanya dipingit dan tidak boleh jumpa orang. Untuk orang yang kaya atau bangsawan, penganten wanita hanya dilayani oleh dayang-dayang. Mereka merawat badan, lulur dan spa. Pokoknya dilayani seperti bidadari sampai hari di mana dia dijemput. Beberapa negara hanya melakukan pesta kawin saja. Ada juga istilah anak muda bachelor farewell atau istilah melepas bujang.
Pada intinya malam bidadari adalah penuh dengan DOA dan penghiburan. Sebab keesokan harinya pengantin wanita akan memasuki kehidupan baru, dunia baru, keluarga baru dan semua serba baru. Ia tentu perlu adaptasi. Doa juga untuk menghantar agar keluarga baru memiliki keturunan yang baik, sehat dan penuh suka cita.
Saya menikmati beberapa makanan kecil, karena semua keluarga bersuka cita, menyanyi dan menari. Kasihan juga karena pengantin harus bangun subuh untuk dandan. Apa boleh buat harus menahan kantuk sampai acara selesai. Aku memeluk keponakanku yang cantik pada malam ini mengiringi dengan DOA dan mengharap agar Tuhan memberkati mereka dalam memasuki bahtera rumah tangga.
Semoga malam Midodareni juga mengingatkan kita selalu dalam kehidupan berumah tangga. Kita mengembangkan cinta yang kita peroleh dari Tuhan. Kita mengajak anak cucu juga agar penuh suka cita dan damai sejahtera. Salam bidadari

BUNGA

Salam damai sejahtera,
Aku pulang dari Surabaya lebih awal karena anak, mantu dan cucu-cucu mau balik ke Melbourne. Jadi, setelah mendarat kita sempat bercengkerama di Hoka-hoka Bento. Setelah mereka check in, aku pulang ke rumah. Sebenarnya capek luar biasa, tapi aku agak memaksakan diri. Apalagi sabtu minggu ini acara padat luar biasa. Sesampai di rumah agak. sedikit terhibur karena dinginnya AC dan Anggrek Bulan (Deundrobium sontania) warna ungu lengkap dengan daunnya ada 5 tangkai dengan masing-masing ada 12 kelopak bunga segar. Bunga segar ini adalah hadiah ulang tahunku dari seorang sahabat. Kalau dihitung sudah 45 hari sejak 1 Juni lalu, tapi masih segar.
Aku tersenyum sendiri namun senang sekali, karena ada peribahasa begini bunyinya “Layunya bunga sehari dipandang sama dengan 100 tahun umur persahabatan”. Nah, kalau 45 hari sama dengan 4500 tahun persahabatan. Arti simbol kekekalan persahabatan. Terima kasih Tuhan sungguh indah Kasih setia-Mu. Karena itu bolehlah aku mengatakan “Sesungguhnya, bunga-bunga yang mekar di pagi hari, mereka ingin menyapa-Mu dengan suka cita sekaligus menyampaikan kesungguhan Tuhan mau menyenangkan hati anak-anak-Nya”

Bunga identik dengan cinta
Bunga lambang persahabatan
Bunga bisa bicara (say it with flower )
Bunga itu wangi
Bunga itu cantik
Bunga itu anggun
Bunga itu segalanya
Sekaya-kayanya Daud, dia tidak bisa membuat baju secantik bunga Anggrek Bulan ( translate Bible 4421)

Banyak anak-anak perempuan suku Tionghoa yang diberi nama Hoa Hwa atau bunga. Dengan berbagai macam bunga tapi ada yang mengatakan jangan dikasih nama Bunga nanti cepat layu. Sehingga keluarlah pepatah bahwa 1 hari bunga sama 100 tahun umur persahabatan atau cinta.
Aku masih melamun memandang bunga anggrekku, sungguh indah dan menarik. Bunga sebagai ikatan doa. Di gereja penuh bunga untuk membuat hati umat senang dan tekun dalam doa. Di pesta perkawinan memajang bunga (kalau di hotel bisa sampai ratusan juta bahkan milyaran untuk menghias ruang pesta). Tujuan utama hanya untuk menyenangkan tamu-tamu yang hadir. Bunga juga ada di kuburan dan rumah duka untuk memberi penghiburan buat yang berduka. Bunga di mana-mana untuk Cinta.

Salam bunga buat semua sahabat.
Cintaku, Bungaku, Damaiku.

PUASA

Kita menanti bedug sore untuk buka puasa bagai menanti orang yang kita rindukan. Demikian ungkapan seorang sahabat saat menanti buka puasa di hotel berbintang lima di Jakarta. Sebentar lagi saudara-saudara kita umat Islam akan menunaikan ibadah puasa. Suatu proses iman yang sungguh indah dan penuh berkat. Sebulan penuh akan digaungkan suara Tuhan mengajak kita umat manusia untuk bertobat. Kembali ke fitrah Cinta. Menata kembali tatapan ke masa depan dengan arah Tuhan Allah SWT. Lalu, puncaknya saat Minal aidin walfaidzin مِنَ الٌعَاءِدِيٌنَ وَالٌفَاءِزِيٌنَ mohon maaf lahir dan batin.

Ada 3 sumber kekuatan dalam ucapan di atas :
1. Doa yang mengawali pengharapan dalam kepasrahan.
2. Pengampunan sebagai api pencucian diri seperti kata Mea Culpa, Mea Culpa, Mea maxi Culpa : Aku berdosa Aku berdosa Aku sungguh berdosa. Melalui pengampunan, permohonan maaf Tuhan juga membuka pintu maaf dan pengampunan buat kita
3. Silaturahmi. pengampunan dan maaf tanpa silaturahmi seperti suara yang berteriak teriak di padang gurun. Silaturahmi perlu sekali dilakukan namun tidak perlu dengan harus berjumpa. Indah sekali kalau disampaikan melalui surat. Coba tulis surat buat istri, suami, anak-anak atau sahabat maupun handai taulan sungguh indah. Bisa melalui email, bbm, YM, sms sampai ke telpon langsung. Tali silaturahmi lambang kehadiran Tuhan. Sebab TIDAK ada pertemuan yang KEBETULAN. Setiap pertemuan membawa KESEMBUHAN. Kata temanku paling tidak kesembuhan dari sakit rindu.

Memang memasuki bulan Ramadan, kita yang bukan umat Islam juga membuka mata, hati dan pikiran kita. Karena kadang kala kesombongan dan keangkuhan membuat kita buta. Kealpaan mau melihat yang indah luar biasa dari Tuhan yang tidak kita miliki.
Saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa sekaligus mengajak seluruh umat untuk menghormati semua umat yang berpuasa. Kita pun diajak memberikan amal bakti melalui zakat fitrah buat saudara-saudara Islam yang kurang beruntung. Cintaku, Damaiku, Bahagiaku selalu menyertai

Menghitung Suara

Rabu, 11 Juli 2012 kemarin hampir seluruh penduduk kota Jakarta sibuk urusan Pemilikada, untuk memilih Gubernur dan Wakil gubernurnya. Masing-masing pasangan kandidat mempromosikan diri dengan keunggulam yang dimiliki. Di luar dugaan, menurut perhitungan Quick Count Indo Barometer dan sejumlah lembaga besar lain juga beberapa stasiun televisi swasta nasional, memperlihatkan sebagian besar memilih pasangan Jokowi-Ahok (nomor 3). Pasangan fenomenal ini nyaris menembus 1 putaran karena mengantongi 43 % suara. Foke-Nara harus berbesar hati karena harus menjalani pemilihan putaran kedua berhadapan dengan Jokowi-Ahok
Yang menarik dalam Pemilukada ini adalah Menghitung Suara. Memang dalam sebuah pemilihan apalagi bersifat umum maka menghitung suara jadi kunci utama. Perhitungan keliru bisa terjadi kericuhan yang dapat berakhir kerusuhan. Syukur kepada Allah perhitungan suara berjalan lancar dan berkat teknologi quick count maka jam 3 sore 90 persen sample suara sudah bisa dihitung dengan akurasi tinggi.
Dalam kehidupan sehari-hari kita pun berhadapan dengan urusan memilih. Mulai dari urusan kecil sampai urusan besar sekali. Mulai urusan sepele sampai urusan penting sekali. Ambil saja contoh mau beli mobil. Pertama, tentu saja memilih budget, sesudah budget dipilih lalu merek mobil, setelah merek lalu tahun pembuatan. Wah, susah juga. Lalu, dipilihlah dengan selera dan hati nurani juga after sales dan nilai jual. Kalau kebanyakan pertimbangan akhirnya tidak jadi beli.
Jono, mengikuti sebuah kursus bahasa Inggris. Di dalam kursus tersebut dia berkenalan dengan 3 orang gadis. Mereka menjadi perhatian Jono. Akhirnya walau bingung Jono memilih Dewi menjadi pacar. Dewi tidak secantik Shinta dan Shanti, tapi pokoknya Dewi boleh menjadi Dewi di dalam hidup Jono. Apa kata orang bahwa Cinta tetap Cinta. Sekecil apapun tetap Cinta. Tidak ada kata-kata yang bisa diucap kalau Cinta sudah berbicara. Ternyata ada tersisa cinta Shanti di hati Jono. Kini, final pemilihan putaran kedua di mana Shanti dan Dewi berusaha untuk memenangkan pemilihan dengan segala cara. Pemilihan cukup seru, sayang kita harus menanti pemilihan suara masih dihitung.
Menghitung suara bisa dipakai sebagai salah satu cara untuk mengambil keputusan. Salah satu keputusan yang akan kita ambil setiap hari adalah pekerjaan yang harus kita kerjakan. Tentu ada skala prioritas. Apa yang important? Apa yang urgent? Apa yang untung? Apa yang rugi? Maka, cara menghitung menjadi suatu cara yang baik.
Mari kita berdoa supaya semuanya menjadi baik adanya. Mari kita menghitung suara hati kita, agar dapat menentukan Cinta.

Spiderman

Ruang Premiere EX 21 penuh, hampir semua studio Premiere di DKI Jakarta penuh tadi malam. Mungkin karena ada acara Pemilukada DKI Jakarta hari ini. Ini hari libur untuk warga DKI Jakarta. Saya berusaha supaya dapat ticket nonton. Akhirnya kami dapat juga tiketnya bersama dua romo kita nobar. Saya suka nonton lilm untuk anak-anak dan remaja karena lebih dari 50 persen untuk pendidikan, baik sosial, ekonomi, maupun moral. Sisanya diisi hiburan ringan tanpa harus banyak memikir, relaks dan cocok untuk melepas lelah.
Kisah singkat Peter Parker, yang diangkat dari Comic John Seal menarik sekali. Saya menyoroti tigaian yang bisa kita jadikan pelajaran :

Pertama : Dialog

Awal kisah sudah memberikan Nasihat dari RP (ayah PP) kepada PP
o Menjadi anak yang bertanggung jawab
o Rajin dan bekerja keras
o Mau membantu sesama
o Tdak boleh membuat orang susah.
o Mnegakkan keadilan dengan melawan kejahatan walaupun dengan demikian banyak musuh, karena dunia penuh orang jahat.
o menjadi Orang tua yang baik
o Hidup keluarga harmonis

Kedua : Karakter
Bagaimana hidup tanpa orang tua tapi tetap memiliki karakter baik. Banyak anak-anak punya orang tua. Saat dewasanya penuh blame dengan menyalahkan orang tua. Jadi anak nakal karena orang tua tidak bertanggung jawab. Cerita ini juga menggambarkan bagaimana sikap keluarga (uncle Ben dan Aunty May) yang menghadapi keluarganya yang punya masalah. sering kita meninggalkan keluarga yang menghadapi masalah atau musibah. Padahal seharusnya kita memberikan cukup perhatian dan membantu saudara yang susah. Kita harus menjadi ROTI hidup dan siap dibagikan. Saya rasa semua dari kita sepakat, tapi jika saat akan dibagikan kita lalu mulai berfikir seperti DEWA seakan-akan kita KUASA atas segala yang akan diberikan. Padahal HUJAN turun diberikan kepada kita tidak memandang kita baik atau buruk. Segala ciptaan seperti buah-buahan, bunga-bungan, dan burung-burung di udara semua diberikan kepada manusia tanpa pandang bulu.

Ketiga : Pendidikan dan Pengetahuan

Anak-anak harus mendapat pendidikan, baik ilmu pengetahuan maupun moral dan disiplin. Di mana harus dihukum kalau salah. Sekolah menjadi sarana pendidikan. Anak nakal pasti dihukum.
Pengetahuan akan merubah manusia. Pengetahuan baik adanya seperti ilmu kedokteran dan ilmu kimia nuklir. Tapi jika disalahgunakan justru akan mencelakakan manusia. Bahkan dapat menghancurkan seperti kasus Hirosima dan Nagasaki. Sedangkan ulah manusia yang lebih mengerikan adalah merusak alam, merusak hutan, masalah sampah, dan merusak laut. Semua ulah itu akan jadi BOM waktu. Hidup manusia sedang terancam oleh ulahnya sendiri. Dalam konteks itulah spiderman tampil untuk menyelamatkan sesamanya yang terancam oleh dunianya sendiri.
Menonton film menginspirasikan kita tentang kehidupan walaupun hanya film fiksi saja. Saya suka sekali melihat bahwa semakin hari kita bisa jadi saksi kemajuan teknologi. Kita manusia biasa melihat kemampuan alam memberikan kita keuntungan. Kelak ada pesawat udara anti gravitasi. Kereta api tanpa roda. Mobil terbang. Imajinasi kita tentang teknologi masa depan, termasuk membaca email ini di Blackberry.

R o t i

Sarapan pagi hari ini mie ayam, tapi setelah selesai makan ternyata ada roti tawar, mentega, keju dan selai. Roti ini disantap sedikit untuk menutup selera pagi. Setiap kali makan roti tentu saja kita selalu ingat sebagai kenangan akan Dia. Kita selalu ingat bahwa kita hidup tidak selalu dari roti saja. Kita juga selalu ingat 5 roti dan 2 ikan dan tidak lupa Roti dan Anggur.
Sungguh bersyukur bagi kita semua yang bisa menikmati makanan, karena masih berjuta-juta manusia bahkan mati kelaparan. Artinya, setiap kali kita makan perlu mengucap syukur dan berterima kasih serta memuji Tuhan. Lantaran kasih sayang-Nya, kita diberkati makanan enak tanpa harus keluar keringat. Sungguh indah kasih dan karunia-Nya.
Roti menjadi berkat bukan saja untuk hidup. Roti pun memberikan kita suatu kehidupan. Di mana dalam kehidupan itu kita harus isi dengan pembangunan, baik pembangunan hidup jasmani maupun pembangunan hidup rohani.
Pagi-pagi sekali salah satu Calon Gubernur DKI dalam Pilkada 2012 inikirim salam melalui BBM. “Selamat pagi semoga hari ini diberkati melalui Roti kehidupan” dan ……. Waduh aku jadi tersanjung benar dapat salam cantik, lalu aku balas : “Semoga Anda juga menjadi Roti hidup yang diberkati, dan bisa menjadi santapan rohani warga DKI Jakarta”.
Roti bisa jadi sesuatu bahan makanan. Enak sih untuk pagi hari bisa di bakar, digoreng atau dioles coklat. Di sisi lain, roti juga bisa menjadi santapan rohani. Boleh kita sebut SARAPAN ROHANI. Kenapa?

Pertama :
Roti simbol kesatuan dari gandum yang dipetik di kaki bukit, di mana sumber suka cita dan nyanyian para petani setiap kali memetiknya. Nyanyian itu mengalir sampai di atas meja di mana bersama keluarga kita menyantapnya.

Kedua :
Roti adalah bagian dari Berkat Tuhan yang disalurkan buat kita semua, khusus umat Katolik disampaikan melalui. Ekaristi kudus!

Ketiga :
Roti menjadi sumber kehidupan (kalo di Indonesia beras atau nasi yaaaaa) karena energi yang dilepas membuat manusia bertahan hidup.

Dan akhirnya roti menjadi bagian kesukaanku, apalagi ditambah rombutter dan cheese lalu dipanggang. Mau coba? Kita bisa ke Grogol food court malam hari. Semoga Anda semua menjadi Roti hidup yang penuh berkat, berkat suka cita, berkat kesehatan dan berkat kebahagiaan yang mengawali segala kesuksesan Anda. Sampaikan kepada semua sahabat.

Pilkada DKI Jakarta 2012

Salam suka citaku menyertai,
Ada 6 pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang akan mencalonkan dirinya pada pemilihan Rabu 11 Juli 2012. Pilkada di DKI Jakarta ini istimewa, karena menjadi sorotan nasional dan international.
Hidup adalah “PILIHAN” mau atau tidak mau, suka atau tidak suka kita harus memilih. Sejak dilahirkan kita hidup dan tumbuh dewasa. Pada saat orang membangun rumah bertingkat dan menggunakan tangga maka anak tangga harus dibuat kelipatan 5 + 1 yang terbaik misalnya 21 atau 26 mengapa? Karena untuk memilih 1. Lahir 2. Hidup sehat 3. Karier 4. Sakit dan menderita 5. Mati.
Ini perhitungan Feng Sui untuk memilih nasib baik !
Sama halnya memilih Agama Katolik. Apakah yang menjadi dasar pemikiran untuk menjadi Katolik? Mengapa pembaptisan anak-anak dilakukan oleh orang tua? Karena orang tua memilih yang terbaik buat anaknya.
Saya mengikuti pelajaran Agama Katolik tetapi dibaptis baru saat SMA kelas 2. Saya akui bahwa memilih menjadi Katolik melalui proses cukup panjang. Ada begitu banyak pilihan yang ada. Namun akhirnya pilihan jatuh pada Katolik. Alasan utama karena “teman” banyak yang beragama Katolik. Teman sekolah dan teman main. Di sisi lain, ada yang memilih menjadi Katolik karena istri atau karena suami atau karena lingkungan, tapi yang terang kita harus memilih.
Hari Rabu lusa kita harus memilih Gubernur dan Wakil Gubernur. Kita membuat pilihan bukan saja sesuai dengan hati nurani atau karena calonnya sahabat, famili atau orang dekat. Kita perlu lebih realistis menyikapi demokrasi yang berdampak pada perubahan dalam berbagai bidang kehidupan. Apakah kita menginginkan hidup lebih baik? Saya pribadi pasti memilih yang terbaik bagi saya juga bagi semua.
Semoga agenda pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI 2012 ini berjalan lancar dan kita ber doa semoga Tuhan memberi petunjuk buat kita semua mana yang terbaik buat kita semua.

Nama Anak-anak Manusia

Sehabis nonton semi final Tenis Wimbledon antara Roger Ferderer melawan Novak Djokovic yang cukup seru, sayangnya antiklimaks ini bukan di final, kata orang ini justru final, sisanya hanya akan lawan Murray atau Tsonga.
Yang menarik perhatian saya adalah. Nama Roger dan Novak adalah nama-nama yang suka disebut dan dipakai oleh Julius Caesar, kebetulan bulan Juli dipakai nama untuk menghormati Julius Caesar. Berbicara tentang Julius, saya selalu teringat tentang kata-katanya tentang Anak-anak Allah dan Anak-anak Manusia. Kalau mau menjadi bijaksana kita harus menjadi Anak-anak Allah. Tadi saya bersama beberapa teman membuka Kitab Kejadian 6 : 1- 6 (baca sendiri ya supaya sering buka Alkitab bila penasaran. Kalau ada yang membantu saya bisa menulis perikop ini terima kasih, paling tidak saya sudah mengajak Anda untuk membuka Alkitab, syukur kalau ada Alkitab di HP atau BB)

Roger artinya terkenal
Novak artinya beruntung (Kali ini tidak beruntung karena dikalahkan Ferderer)

Kata William Shakspeare dalam dialog Romeo and Juliet : “Mawar akan tetap wangi, walaupun seribu nama diberikan kepadanya!”
Memang Anak-anak Manusia tidak terlepas dari Nama. Apapun mau dikata. Nama membuat kita jadi sesuatu yang indah. Nama saya “Adhartha” diambil dari bahasa Irlandia (diberikan oleh seorang Pastor Irlandia). Setelah sekian puluh tahun baru aku tahu artinya, bagus sekali buat aku, mau tahu? Silakan buka Google translate dari bahasa Irlandia.

September artinya bulan ketujuh (sapta=7)
October artinya bulan kedelapan. (Onta=8)
November artinya bulan ke. Sembilan (nove=9)
Desember artinya bulan ke sepuluh (Deca=10)
Semuanya mundur gara-gara nama Julius dan Agustus kedua kaisar ini mengisi bulan ke-7 dan ke-8.

Kalau ingat lagu Pance Pondaag “Untuk Sebuah Nama Rindu Tak Pernah Pudar” juga lagu Ebit G. Ade “Untuk Sebuah Nama”. Ingat nama pasti ingat orang tua kita. Ingat orang tua kita, ingat CINTA mereka. Kalau ingat CINTA mereka, kita ingat Kasih Tuhan. Oleh karena itu, mari kita doakan buat orang tua kita. Mohon maaf dan beri penghormatan buat mereka (Doa buat Papa Mamaku di Surga).

Mengambil Risiko

Andi dan Lily mengambil keputusan untuk menikah. Pada saat di penghulu, waktu mengucapkan Ijab, Lily mengatakan: “Saya menerima Andi menjadi suami saya, sebenarnya saya mengambil risiko dalam perkawinan ini”. Saat itu juga Imam pencatat menghentikan upacara ini dan menunda Ijab karena pengantin wanita berada dalam tekanan. Akhirnya upacara ditunda 1 jam lebih setelah kedua keluarga berunding. Akhirnya sang pencatat minta maaf karena kata mengambil resiko bukan karena tekanan tapi justru kepasrahan.
Risiko, secara ilmiah memang dipelajari dengan Risk Management. Kalau kita berjudi di roullette pasang atau taruh hitam merah atau besar kecil maka resiko kita 50 : 50 persen. Di sana risiko bisa diidigitalisasi. Nah, kalau perkawinan bisa didigitalisasi maka resiko paling kecil adalah 50 : 50. Tentu saja risiko kegagalan 50 persen harus ditutupi dengan usaha kedua belah pihak. Salah satu cara menghapus risiko kegagalan adalah saling memaafkan. Jadi, risiko 50 persen kegagalan bisa diantisipasi oleh pengampunan!
Dalam usaha, kehidupan kita juga selalu menghadapi resiko. Risiko, selain bisa dihitung juga bisa dibayar. Misalnya, melalui asuransi, apakah asuransi kerugian, kecelakaan sampai asuransi jiwa kita bisa membayarnya. Risiko itu bisa kita bayar melalui pengorbanan, terutama dalam iman, pengharapan dan kasih. Tiga nilai itu kerap menjadi menjadi asuransi terbesar dalam kehidupan kita, khususnya untuk hal-hal yang tidak bisa dikalkulasi dengan angka dan perhitungan matematis.
Risiko pun bisa dialihkan. Dalam tradisi Cina, seorang anak yang sakit-sakitan maka bisa di kwepang, atau dicarikan orang tua lain (saya juga sakit-sakitan dan diangkat anak oleh tante saya), atau dibuatkan ritual cisuak, melepas merpati. Dulu kala di pegunungan Tengger ada upacara di mana seorang gadis masih perawan di ceburkan ke dalam kawah berapi dan lahar panas agar para rakyat terhindar dari mara bahaya. Kalau di Cina supaya panen berhasil maka ada ritual pengorbanan. Kisah persembahan korban juga dialami oleh Abraham yang harus mengorbankan Ishaak agar memiliki keturunan sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di laut. Dalam kehidupan harian, risiko pun bisa dialihkan dengan suara hati. Nurani kita seperti radar. Kalau kita tahu jalan itu sempit dan jiwaku akan mati, kenapa kita tidak pilih jalan yang besar dan hidupku Glory? Itu syair lagu. Di dalam dunia ada dua (2) jalan. Hati kecil kita bisa membedakan baik dan buruk. Kebanyakan kita lebih senang memilih buruknya daripada baiknya. Kata teman akrabku soalnya yang buruk itu enak-enak sih!
Risiko bisa juga ditebus. Dalam kehidupan, kita banyak sekali risiko yang ditebus. Pernah temanku tanya aku. Apakah aku harus bayar denda atau nyogok saat ditangkap polisi karena masuk Bus Way? Aku bilang kalau nyogok itu risikonya gak hilang tapi bayar denda di BRI artinya sudah menebus kesalahan. Yesus menebus segala DOSA yang mendatangkan risiko kematian jiwa, roh, dan raga dengan nyawa-Nya sendiri. Penebusan ini ditulis dan bisa dirasakan lebih dari separuh penduduk bumi. Tiada seorang pun yang menyangkal peristiwa penebusan risiko kita itu.