Pujian dan doa, apabila dinyanyikan dalam bentuk lagu manfaatnya berlipat ganda
Selamat Hari Raya Kristus Raja Alam Semesta!
Mazmur 119:105 : ”Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”
Aku menerima kiriman sebuah video berupa film tentang Christ Warld, seorang cacat, buta sejak lahir tetapi ahli bermain Cielo. Dia memainkan sebuah lagu “Song of Joy” yang sudah tidak asing lagi buat kita saat memasuki suasana natal. Musik dan lagu yang dibawakan sungguh indah. Saat dimainkan di depan sebuah fakultas musik, lama kelamaan hampir semua mahasiswa ikut bergabung dan memainkan lagu tersebut.Paroki Santo Kristoforus Jakarta sedang menjalankan kegiatan besar, yaitu menulis Alkitab Deuterokanonika, yang terdiri dari lebih kurang 5000 ayat yang akan ditulis. Seluruh umat paroki bergerak tanpa lelah untuk terus menulis. Panitia sudah melatih para pembimbing yang siap membantu para penulis. Setiap kegiatan dimulai denga menyanyikan Mazmur 119 : 105 : “FirmanMu pelita bagi kakiku, terang bagi Jalanku”
Kita semua mengenal ribuan lagu rohani, apalagi lagu Bapa Kami. Lagu Bapa Kami yang saya paling suka ciptaan sahabat saya L. Putut Pudiantoro. Pasti umat semua sudah hafal, tapi sayang tidak semua umat belum ketemu atau berjumpa bertatap muka dengan penciptanya yang luar biasa. Jika ada waktu memungkinkan saya akan ajak beliau dengan groupnya MIA PATRIA (atau artinya My Country).
Mengapa bisa sampai ada statement bahwa doa yang dinyanyikan lebih bermanfaat? Penjelasan secara rohani atau secara liturgis mungkin bisa dibantu para romo khususnya Romo Dr. Bernadus Boli Ujan SVD yang ahli dalam bidang Liturgi. Secara rohani, kalau doa dinyanyikan dia akan menyentuh hati sanubari. Coba bandingkan dengan lagu ”Di Doa Ibuku Namaku Disebut”. Kalau dinyanyikan dan kita teringat ibu kita maka yang pasti airmata kita pasti jatuh.
Demikian pengaruh lagu atau nanyian mempengaruhi psikologi manusia. Kalau emosi pikiran hasrat dan getaran hati kita ikut berdoa, maka doa yang disampaikan sangat bermanfaat dan Tuhan pasti akan berbelas kasih mengabulkan doa kita.
Saat tim penolong menggali reruntuhan akibat gempa bumi di California, USA, ditemukan sekelompok orang yang masih bertahan hidup tanpa makan minum setelah 3 hari tertimbun di bawah reruntuhan bangunan. Waktu ditanya apa yang dilakukan mereka dalam masa penantian sampai mereka ditolong? Jawabnya mereka hanya berdoa dan menyanyi sambil menanti ajal merenggut nyawa mereka. Luar biasa ternyata dengan menyanyi mereka bisa mengatasi dehidrasi, lapar dan haus.
Mari kita membiasakan diri menyanyi, menyanyi dan menyanyi khusus buat lagu-lagu rohani dalam doa seperti Raja Daud yang melantunkan Mazmur dan berkat berlimpah menanti Anda semua.
Semoga kasih karunia memimpin kita menyanyi bersuka cita dalam damai sejahtera.










