Author Archives: adharta

Unknown's avatar

About adharta

Be positif

Lagu

Pujian dan doa, apabila dinyanyikan dalam bentuk lagu manfaatnya berlipat ganda

Selamat Hari Raya Kristus Raja Alam Semesta!

Mazmur 119:105 : ”Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”

Aku menerima kiriman sebuah video berupa film tentang Christ Warld, seorang cacat, buta sejak lahir tetapi ahli bermain Cielo. Dia memainkan sebuah lagu “Song of Joy” yang sudah tidak asing lagi buat kita saat memasuki suasana natal. Musik dan lagu yang dibawakan sungguh indah. Saat dimainkan di depan sebuah fakultas musik, lama kelamaan hampir semua mahasiswa ikut bergabung dan memainkan lagu tersebut.
Paroki Santo Kristoforus Jakarta sedang menjalankan kegiatan besar, yaitu menulis Alkitab Deuterokanonika, yang terdiri dari lebih kurang 5000 ayat yang akan ditulis. Seluruh umat paroki bergerak tanpa lelah untuk terus menulis. Panitia sudah melatih para pembimbing yang siap membantu para penulis. Setiap kegiatan dimulai denga menyanyikan Mazmur 119 : 105 : “FirmanMu pelita bagi kakiku, terang bagi Jalanku”
Kita semua mengenal ribuan lagu rohani, apalagi lagu Bapa Kami. Lagu Bapa Kami yang saya paling suka ciptaan sahabat saya L. Putut Pudiantoro. Pasti umat semua sudah hafal, tapi sayang tidak semua umat belum ketemu atau berjumpa bertatap muka dengan penciptanya yang luar biasa. Jika ada waktu memungkinkan saya akan ajak beliau dengan groupnya MIA PATRIA (atau artinya My Country).
Mengapa bisa sampai ada statement bahwa doa yang dinyanyikan lebih bermanfaat? Penjelasan secara rohani atau secara liturgis mungkin bisa dibantu para romo khususnya Romo Dr. Bernadus Boli Ujan SVD yang ahli dalam bidang Liturgi. Secara rohani, kalau doa dinyanyikan dia akan menyentuh hati sanubari. Coba bandingkan dengan lagu ”Di Doa Ibuku Namaku Disebut”. Kalau dinyanyikan dan kita teringat ibu kita maka yang pasti airmata kita pasti jatuh.
Demikian pengaruh lagu atau nanyian mempengaruhi psikologi manusia. Kalau emosi pikiran hasrat dan getaran hati kita ikut berdoa, maka doa yang disampaikan sangat bermanfaat dan Tuhan pasti akan berbelas kasih mengabulkan doa kita.
Saat tim penolong menggali reruntuhan akibat gempa bumi di California, USA, ditemukan sekelompok orang yang masih bertahan hidup tanpa makan minum setelah 3 hari tertimbun di bawah reruntuhan bangunan. Waktu ditanya apa yang dilakukan mereka dalam masa penantian sampai mereka ditolong? Jawabnya mereka hanya berdoa dan menyanyi sambil menanti ajal merenggut nyawa mereka. Luar biasa ternyata dengan menyanyi mereka bisa mengatasi dehidrasi, lapar dan haus.
Mari kita membiasakan diri menyanyi, menyanyi dan menyanyi khusus buat lagu-lagu rohani dalam doa seperti Raja Daud yang melantunkan Mazmur dan berkat berlimpah menanti Anda semua.
Semoga kasih karunia memimpin kita menyanyi bersuka cita dalam damai sejahtera.

Menyesal

Menyesal di kemudian hari sudah tidak ada gunanya.

Ada sebuah danau di daerah kutub utara memiliki batu-batuan indah. Di sudut pandang lebar terdapat sebuah papan bertuliskan: “Yang mengambil batu di sini akan menyesal. Yang tidak mengambil batu Di sini juga akan menyesal”
Ada pengunjung yang malah tertarik untuk mengambil beberapa butir batuan itu untuk melihat apa yg akan terjadi selanjutnya. Beberapa yang lainnya tidak terlalu menggubrisnya. Jadi, mereka tidak mengambil batu-batuan itu, tetapi mereka lebih tertarik untuk menikmati segarnya air danau yang dingin sekali.
Setelah kembali ke Eropa, mereka menyuruh ahli batu-batuan untuk memeriksa batu-batuan yang mereka bawa. Ternyata batu-batuan itu adalah sejenis Safir yang dari luar tampaknya jelek, tapi di dalamnya mrupakan permata yang sangat indah dan mahal harganya. Bagi yang tidak membawa batu itu jadi menyesal karena tidak membawanya, tetapi bagi yang membawanya pun akhirnya menyesal karena tidak membawa lebih banyak.
Sebenarnya memang menyesal itu selalu datang di kemudian hari. Tidak akan ada menyesal dijadual sebelum kejadian. Namun, kalau kita perhatikan perihal tentang menyesal memang seharusnya kita tahu, akan tetapi tidak kita lakukan maka kita menyesal. Ibarat kita mau beli nomor lotere, kita tidak beli dan nomornya keluar dan kita menyesal. Atau sebaliknya kita tahu bahwa pakai helm adalah untuk keselamatan, tetapi kita tidak pakai lalu terjadi sesuatu yang fatal dan kita menyesal selamanya.
Beberapa hal yang perlu kita ketahui dan pelajari agar di kemudian hari tidak menyesal :
1. Mendengar nasehat orang tua dan orang-orang bijaksana (baca Kitab Deuterokanonika, Sirakh)
2. Mengerti arti pentingnya suatu kehidupan dan selalu bersyukur dan berterima kasih.
3. Mencintai segala ciptaan Tuhan dan sesama serta menjalankan aturan main kehidupan di dunia, seperti gereja atau intansi religius yang lain, serta saling hormat menghormati.
4. Banyak beramal, berbuat baik dan membantu sesama yang susah.
5. Menerima keadaan dan tidak mengeluh, tetapi berusaha terus untuk kemungkinan perubahan keadaan.
6. Taruhlah segala rencanamu di kaki Tuhan dan mintalah serta bawalah semua usaha dalam kepasrahan kuasa Ilahi, bukan kehebatan kita. Karena semuanya sudah direncanakan oleh-Nya.

Dalam operasional di perusahaan, kami sering bergelut dengan masalah bahkan bahaya dan aral. Semua staf, direksi dan karyawan harus berjuang mengatasinya. Terkadang hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan, tapi satu hal yang saya catat, kami semua bisa nelihat tangan Tuhan bekerja. Untung rugi hal biasa katanya, tapi suka cita merupakan keuntungan yang tidak bisa dinilai dengan uang.
Demikian juga dalam rumah tangga keluarga dan kehidupannya. Segala susah- senang, sehat-sakit, dan untung-malang sudah biasa berulang terjadi, tapi kalau kita berjalan di jalan Tuhan, maka kita bisa melihat tangan-Nya bekerja, sehingga lutut pun tak kuasa berdiri, sebab di sana ada suka cita besar sekali. Tuhan memberkati kita semua. Kasih-Nya membuat aku bahagia.

Hari Kamis keempat bulan November adalah Thanksgiving Day

Thanksgiving Day (TD) merupakan hari spesial. TD dirayakan di seluruh Amerika, Eropa dan Australia, juga sebagian negara Asia. TD biasanya dirayakan pada hari Kamis keempat dalam bulan November dan secara resmi dijadikan hari libur nasional di Amerika secara rutin setiap tahun sejak tahun 1863.
Presiden Abraham Lincoln memproklamasikan Thanksgiving Day sebagai ungkapan doa dan terima kasih kepada Bapa di surga atas berkatnya kepada kita semua. Bapa pun memberikan putera-Nya untuk kita manusia agar lebih saling mencintai.
Makanan khas acara thanksgiving adalah ayam kalkun atau turkey, yang dimasak secara khusus. Rasanya sungguh nikmat sekali.
Thanksgiving Day juga mengingatkan kita untuk saling berterima kasih, khususnya kepada orang-orang yang membuat kita bahagia, melindungi dan menyayangi kita.
Sesungguhnya, indah sekali kalau kita membiasakan diri untuk mau berterima kasih. Terima kasih kepada siapa saja yang menjadi bagian cinta diri kita, baik mereka yang masih hidup maupun yang sudah mati. Terima kasih khusus kepada anak-anak atau orang dewasa. Saya berterima kasih kepada cucu-cucuku, walau masih bayi, tetapi mereka telah memberikan suka cita besar buatku dan keluargaku.
Secara pribadi aku mau berterima kasih kepada mama dan papaku, istriku dan anak cucuku, kakak-kakak dan adik-adikku, guru-guruku, para pastor, frater, bruder, suster dan pembantu-pembantuku, seluruh staf, direksi, komisaris dan karyawanku, teman-temanku, klien dan pelanggan. Singkatnya, saya berterima terima kasih kepada siapa saja yang baik atau yang tidak baik buatku.
Semoga Tuhan memberkati semua sahabatku dalam damai sejahtera, kegembiraan, kesehatan dan kesuksesan.

Konflik

Konflik itu sebenarnya adalah sarana membangun asalkan bisa di manage dengan baik (Collins).

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul atau saling melukai. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) di mana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Tidak satu kelompok pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok lainnya. Konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya kelompok itu sendiri. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.
Dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap kelompok. Tinggal sekarang bagaimana kita menyikapi kehadiran konflik itu sendiri yang bertentangan dengan suatu integrasi yang kita harapkan sehingga dengan memanaje secara baik kita justru menghasilkan kelompok yang solid.
Di perusahaan kami, untuk antisipasi dan memanaje adanya konflik maka dilakukan beberapa proses, antara lain adanya peraturan rumah tangga (PRT) dan anggaran dasar yang jelas (bagus sekali) kemudian dibantu oleh tim penyelesaian kasus dan dikawal oleh HRD yang solid. Namun, itu saja tidak cukup, masih diperlukan adanya leadership yang berkemampuan, wibawa dan konsisten. Karena menurut saya, kepemimpinan yang tegas wibawa dan konnsisten itu baik sekali.
Bagaimana kalau konflik itu terjadi sebulan yang lalu, tetapi “aura”nya hal ini masih terjadi karena adanya interest pribadi (conflict of interest). Kesemuanya diselesaikan dengan bijaksana, penuh damai dan saling memaafkan. Jangan lupa juga dikembalikan kepada peraturan yang mengatur kita.
Saya mengharapkan kita semua bisa menghindari adanya konflik. Namun, apabila kita berhadapan juga dengan konflik, baik dalam keluarga, kelompok, perusahaan, dan antargolongan, maka kita harus bisa menyelesaikan dengan bijaksana, terutama dalam pimpinan Roh Kudus yang diperoleh dari doa kita.

Setia

Terima kasih Tuhan atas kasih setia-Mu

Setia dalam segala hal memberikan kekuatan teutama pengharapan akan sesuatu yang dapat memberikan kebaikan bagi kita. Jikalau kita setia pada hal yang kecil, maka kita akan diperkenankan memiliki tugas yang lebih besar. Hari ini Gereja Katolik memperingati Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah.
Bunda Maria adalah sosok pribadi yang setia dalam melakukan kehendak Allah. Bahkan di saat tersulit sekalipun, ia tetap setia. Seperti Bunda Maria yang setia sampai akhir, saya pun mau belajar untuk terus setia dan saya percaya apa yang saya lakukan dengan setia itu tidak akan sia-sia.
Sepulang dari perjalanan jauh keliling mengunjungi klien di luar negeri, saya ingin istirahat sejenak baru mau kerja lagi. Tetapi belum istirahat dimulai, saya sudah disodori beberapa pekerjaan, tapi saya tolak. Saya delegasikan kepada beberapa direksi dan pejabat, tetapi pekerjaan mengalir terus seakan air yang tidak bisa dibendung. Di saat bingung mengatur antara istirahat dan kerja, saya disodori lagi pekerjaan melayani di gereja dengan berbagai kegiatan yang cukup berat. Sebenarnya saya mau bilang tidak, karena tangan saya cuma dua, tetapi saya tidak kuasa dan tidak mampu menolaknya. Lalu, apakah saya harus mengorbankan satu dan mengerjakan yang lain? Apakah ini simbol kesetiaan saya? Karena saya harus setia pada komitmen saya, akhirnya istirahat atau cuti saya terpaksa batalkan.
Kesetiaan tidak akan terlepas dari beberapa hal, antara lain :
pengorbanan, pengampunan dan persembahan. Sepertinya setia sering diartikan lain, yakni segalanya. Padahal yang diharapkan setia itu lebih dari loyal atau memihak sebuah kepentingan. Maksudnya apabila kita setia terhadap pasangan hidup kita, maka kita dituntut bukan hanya tanggung jawab, tetapi kesetiaan terhadap apa yang membuat kita hidup lebih hidup.
Jadi, apabila kita setia sampai mati terhadap pasangan kita, tetapi pasangan kita tidak berbahagia atau masih penuh dengan penderitaan, maka kata setia akan sia-sia. Jadi, kalau kita berani mengatakan setia terhadap pasangan kita dan untuk menyempurnakan janji kita di hadapan gereja, umat dan Tuhan sendiri, maka kita perlu berkorban, memberi kedamaian dan suka cita sehingga karya keselamatan itulah yang menjadi kesetiaan kita.
Sama halnya dengan setia terhadap pekerjaan kita sebagai bagian terkecil dari kehidupan kita. Di dalam pekerjaan kita harus menghasilkan damai, suka cita dan sumber kegembiraan bagi diri kita juga bagi keluarga dan sahabat.
Setia menjadi sumber kebahagiaan bukan sumber kesusahan, kesedihan atau perpecahan. Demikian Tuhan lebih dahulu setia mencintai kita melalui nafas kita, melalui kenikmatan jiwa raga, makanan dan minuman serta kebutuhan kita. Lalu, apa yang kita balas?

Fatamorgana

Terkadang muncul perasaan jemu, jenuh, hitam, pudar jauh dari kebahagiaan yang bisa membuat seseorang atau aku sendiri dapat tersenyum manis, membayangkan mimpi indah, tapi semua itu terlintas hanya pada baying-bayang Fatamorgana pikiran ini (STA)

Sepenggal puisi indah di atas menginspirasi saya menulis sesuatu yang berguna buat kita sikapi dalam kehidupan sehari-hari.
Fatamorgana adalah fenomena alam akibat sebuah permukaan datar yang panas dan jatuhnya sinar dengan sudut pandang kecil, yang menghasilkan macam-macam ilusi, seperti air dan benda-benda sesuai pikiran kita.
Fatamorgana merupakan gejala optis, jadi hanya bisa dilihat dengan mata, tidak bisa melalui panca indra lainnya. Kadang kala menimbulkan dampak psikologis, terutama akibat keinginan berlebihan. Fatamorgana bisa juga terjadi karena turun drastisnya tekanan darah seseorang, maka gejala ini bisa terjadi. Istilah lainnya penglihatan. Berbeda dengan mimpi, karena penglihatan ini terjadi saat kita sadar bahkan saat kita sedang berkomunikasi.
Pada suatu sesi rapat kerja di sebuah organisasi (saya hadir sebagai undangan), pimpinan rapat menggebu-gebu menjelaskan tentang program kerja, tetapi lama-kelamaan sepertinya dia sedang berdialog dan matanya menatap ke atas serasa kosong. Saya duduk paling depan. Saya mau interupsi kurang etis rasanya. Sedangkan hadirin lainnya semua asyik menikmati paparannya, tapi buat saya bisa melihat ada sesuatu yang aneh. Saya bisa melihat bayangan aneh di sekitar presenter tersebut. Karena tidak tahan akhirnya saya berdiri sekaligus bertanya. Saya mendekatinya dengan sentuh bahunya. Saat itu juga dia seperti pingsan. Tim medis segera datang memeriksa. Ternyata tekanan darahnya 60-100 dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Celakanya, sekarang saya jadi pusat perhatian karena dianggap sebagai paranormal. Sesungguhnya kejadian ini bisa dijelaskan karena masalah fisik saja. Bisa saja beliau ini kurang tidur dan terlalalu berapi-api dalam menyiapkan materi sehingga harus kolaps karena fisik tidak mendukung.
Suatu keinginan hati terlalu berlebihan memang bisa menimbulkan fatamorgana hidup. Bahkan ia bisa dibawa sampai dalam mimpi. Seperti halnya jatuh cinta kata sahabat saya. Jika hal ini terjadi, perlu kita lebih waspada karena fenomena alam ini bisa membuat kita salah arah. Pengaruh utama adalah dalam pengambilan keputusan abstrak, kesedihan berlebihan, ketakutan berlebihan, dan stress berkelanjutan. Emosi dan marah yang berlebihan dikhawatirkan bisa terjadi jalan pintas membahayakan diri sendiri.
Tuhan memberikan kita suatu kemampuan yang luar biasa, terutama penguasaan diri sekaligus mengatasi setiap masalah yang dihadapinya. Namun, kemampuan ini tidak disadari. Kita lebih suka mencari alternatif lain atau nasehat-nasehat, tetapi lupa bahwa ada Tuhan yang begitu setia mendampingi kita. Termasuk Ia memberikan kita fatamorgana hidup. Bukan untuk menyulitkan kita, tetapi justru menjadi bagian dari penyelamatan hidup.
Semoga kita bisa melihat setiap sisi positif fenomena alam, baik yang terjadi di alam maupun yang terjadi dalam diri kita. Semuanya bisa kita jadikan sumber suka cita dan pemicu kepada kehidupan lebih baik.

Kecewa

Sepanjang hidup penuh syukur, kekecewaan hanya cubitan saja.

Sungguh bersyukur buat kita semua yang memiliki kasih, karena kita dibebaskan dari rasa kecewa. Apalagi soal melayani kita perlu diperkuat dengan iman dan pengharapan, karena setiap kali usaha melayani maka hasilnya pasti kekecewaan. Saya juga berulang kali mengalami hal yang sama. Penolakan dan pencercaan bahkan cacian tentu membuat suatu rasa kecewa, tapi kalau kita mundur atau meninggalkan pelayanan tersebut, maka seluruh laskar setan akan bersuka cita dan bertepuk tangan karena bisa mengalahkan kekuatan manusia terhadap surgawi. Dan kita harus terus mendoakan setiap orang yang mengecewakan kita, karena sebenarnya dia tidak tahu apa yang diperbuatnya.
Susan meneteskan airmata setiap hari. Ia menerima pukulan, tamparan dan kekerasan suami (KDRT), tapi sama sekali tidak berdaya. Robert suaminya sangat kasar dan pencemburu. Tiada hari tanpa marah. Pasangan suami istri tanpa anak ini seperti neraka dunia. Mereka sudah tidak lagi melihat warna apalagi cahaya. Terang dunia cinta sudah sirna, yang tinggal hanyalah kekecewaan.
Masing-masing kecewa terhadap pasangannya karena tidak sesuai dengan harapan mereka. Sumber petaka paling besar yang dihadapi manusia adalah tidak dapat menerima kenyataan. Apalagi bersyukur terhadap apa yang telah kita terima.
Kasus Susan dan Robert, banyak kita jumpai, juga di dalam paroki atau lingkungan kita. Kita yang menyaksikannya hanya bisa berpangku tangan dan acuh saja. Akhirnya perceraian saja jalan keluarnya, tetapi apakah ini sesuai dengan ajaran Gereja. Padahal apa yang sudah dipersatukan Tuhan janganlah diceraikan manusia. Itu berarti keyakinan itu tinggal simbol saja.
Materialisme adalah bagian yang tidak bisa dilepas dari kekecewaan. Semakin dekat kita dengan masalah materialisme semakin besar kemungkinan kita akan mengalami kekecewaan. Dalam hal kita menerima upah, misalnya, kita bandingkan dengan yang di atas kita lalu timbul rasa tidak adil. Padahal berjuta manusia lain masih sulit mencari kerja sampai susah makan. Kerajaan Surga, ibarat ladang yang sedang dikerjakan, pekerjanya sudah disiapkan tapi banyak yang mundur karena kecewa.
Beberapa bulan yang lalu saya menerima BBM dari Bapak Uskup KAJ yang isinya : “Maafkan saya, karena banyak mengecewakan kamu, semoga saja semuanya menjadi baik”. Saya membaca pesan ini berulang kali. Hampir tidak bisa dipercaya, tapi kerendahan hati Yang Mulia Mgr. Soeharyo menjadi pelajaran berharga, karena saya juga sering mengecewakan orang lain, tapi saya tidak pernah mohon maaf!
Mari kita semua belajar bahwa setiap kekecewaan yang kita alami, jangan sampai melemahkan kita, tetapi justru menjadikan kita lebih kuat. Jika kita merasa mengecewakan orang lain, beranilah kita menyatakan maaf dan mendukungnya dalam doa. Sungguh kebahagiaan besar bagi siapa yang menjadikan kekecewaan berubah. Tinggallah suka cita karena kekecewaan sebenarnya adalah berkat besar buat kita.

Retret

Untuk mencari jiwa, retret jalan terbaik (Thomas Jeff.)

Pulang dari kantor aku mampir di Happy Day Restaurant. Rencananya mau jumpa beberapa kawan dari KWI untuk diskusi kecil. Aku datang kepagian karena salah jadwal mestinya jam 19.00 aku pikir jam 17.00, tapi nasiblah duduk ngopi dulu sambil baca Koran. Suasana restoran sepi sekali mungkin cuma saya dan ada dua orang ibu di seberang meja. Musik ringan dari Freddy Fender dan Nana Mouskoury menghantar saya melamun ke tahun 70-an. Mata saya membaca sebuah tulisan di koran yang sudah dari minggu lalu. Dalam hati jengkel juga, ini pemilik restoran tidak tahu diri bukannya kasih koran baru, tetapi karena artikelnya bagus saya baca juga, mana koran gak jelas apa ini, namun isinya bagus sekali.
Dia mengutip beberapa tokoh terkenal di dunia, di mana setiap ada permasalahan atau sesuatu yang perlu direncanakan, mereka mengikutsertakan jiwanya. Dengan menjiwai sebuah pekerjaan artinya memberikan jiwanya untuk turut mengambil bagian dalan kehidupan duniawi. Dan untuk mencari jiwa diperlukan retret.
Saya pikir retret itu hanya koreksi diri, mundur selangkah untuk maju sepuluh langkah atau ingin menenangkan diri supaya bisa berpikir secara jernih. Tetapi tulisan ini agak berbeda dan saya jadi berpikir apa maksud dan tujuannya. Kan kita semua sudah punya jiwa. Untuk apa capek-capek cari lagi dan anehnya malah di suruh kerja. Apa diri kita ada dua pribadi yang berbeda, sehingga salah satu harus mengalah!
Kalau yang dimaksud tidak mementingkan diri sendiri, lebih mendahulukan orang lain, tidak egois saya rasa ini nasihat klasik. Tetapi memberikan kesempatan Jjiwa bekerja ini yang baru aku dengar.
Keesokan harinya dalam kesempatan relax istirahat siang saya coba buka Youtube Taichi Chuan (boleh coba). Saya coba bandingkan artikel di atas dengan film dan tulisan tentang Taichi. Bagi penggemar Tio Sam Hong mungkin tidak asing.
Taichi, berbeda dengan ilmu bela diri, tetapi ilmu menyatukan jiwa dan raga. Jika jiwa dan raga bisa bekerja sama dengan baik, maka kita bisa menguasai dunia.
Retret untuk menemukan jiwa dan memberikan kesempatan jiwa mengambil kesempatan untuk terlibat bekerja. Lalu, dengan sendirinya jiwa dan raga berdamai maka roh kita akan bersuka cita. Sesungguhnya suka cita bisa besar jikalau di dalam dunia ini hidup harmonis dan selaras. Kadang kita merasa mau berbuat baik tapi badan kita tidak mau akhirnya yang terjadi adalah stress, sehingga jiwa meninggalkan kita, saat itu kita akan berketergantungan dalam kehidupan duniawi.
Kebiasaan retret menjadi solusi yang terbaik untuk menyegarkan raga.
Retret tidak usah harus ke Puncak atau ke Bandung, tapi cukup di tempat di mana bisa memungkinkan pertemuan jiwa dan raga. Semoga hidup ini jadi indah.

Zero to Hero

It’s wonderful world with hero.

Sebuah profile BB dari seorang sahabatku tiba-tiba termonitor ganti, tulisannya : “Zero to Hero”. Sebelumnya profile terpasang bunyinya : “Biarlah air mata menghapus kepedihan, asal cinta jangan terhapuskan” Asyik juga setiap hari bisa menikmati kata-kata indah dari sahabat-sahabat, apalagi muncul dari teman-teman di lingkungan, semua serempak tertulis : “Firman-Mu Pelita bagi Kakiku dan Terang bagi Jalanku. Ketika k bimbang Engkau selalu Berada di Sampingku”.
Namun kata Zero to Hero sangat menggugah hati. Itulah makna yang sungguh dalam walaupun hanya dua kata, yaitu Kosong ke Pahlawan. Kalimat itu memberikan arti bahwa seorang pahlawan tidak memerlukan embel-embel termasuk materi atau apa saja. Untuk menjadi seorang pahlawan kita harus betul -betul murni, suci dan penuh pengorbanan. Melalui Cinta Kasih Allah, maka jadilah seorang pahlawan.
Sehari-hari, kita ingin menjadi pahlawan, tapi ingin dihargai, ingin dihormati, ingin diipuja dan yang lebih parah lagi ingin dilayani. Dalam rumah tangga, suami ingin jadi pahlawan, istri pun ingin jadi pahlawan, demikian juga dengan anak. Semua ingin menjadi pahlawan. Namun apakah punya nilai murni? Bagaimana beda pahlawan dengan pahlawan-pahlawan kosong dan pahlawan isi? Yang bisa menjawab hanya hati kita masing masing. Tetapi semakin kecil nilainya maka semakin suci niatnya. Apalag kalau Zero atau tanpa alasan atau tanpa pamrih. Saya sendiri kepingin juga jadi pahlawan dalam keluarga dengan mencoba bekerja keras buat mencari nafkah, berusaha membahagiakan keluarga, mengisi doa-doa dan pengharapan dalam rumah tangga. Tetapi cita-cita masih jauh dari pengharapan, karena masih sering diisi rasa iri hati, cemburu, marah dan juga ingin selalu dilayani. Jadi, kata “Zero to Hero” benar-benar membuat saya berpikir tiga kali kalau begini bagaimana bisa jadi pahlawan. Baru jadi pahlawan keluarga saja sudah susahnya minta ampun apalagi jadi pahlawan negara. Harusnya kalau kita menyadari kata-kata pahlawan memang haruslah “Zero to Hero”. Ataukah terjadi sebaliknya menjadi “Hero to Zero”. Tuhanlah gembalaku tak kan kekurangan aku. Ini menjadi pegangan kalau kita mau jadi pahlwan.
Ingatlah, semua orang yang kita cintai, setiap hari mengharapkan kita menjadi pahlahan. Kita sadar bahwa mereka selalu menghantarnya dalam Doa dan Pengharapan “agar kita jadi pahlawan ”
Semoga kasih karunia dan cinta kasih Roh Kudus mau menjadikan kita semua menjadi pahlawan.

Marketing

Strategi marketing utama adalah belajar bagaimana mengenal diri sendiri (Philip Kotler)

Philip Kotler

Libur berkepanjangan minggu lalu (berkenaan dengan 1 Muharram 1434 H) , sangat menurunkan produktifitas. Bagi seorang marketer sejati, dia akan merasa kehilangan momen dan tentu juga akan berusaha mengaplikasikan strategi marketing yang tertutup karena libur berkepannjangan.
Buat seorang karyawan produktif akan merasa bahwa libur panjang ini bukanlah ide yang baik. Berbeda dengan orang yang tidak produktif justru akan merasa senang kalau ada libur dan dia bisa senang-senang bebas dari pekerjaan.
Di sini seorang pembuat strategi akan tertantang untuk bagaimana mengembangkan dirinya dan tampil berbeda dengan orang-orang yang memiliki kelemahan dan tidak mengenal kemampuan dirinya sendiri. Inilah yang dimaksud oleh bengawan marketing Philip Kotler.
Negara kita mengalami kerugian besar sekali dengan adanya libur hari kecepit! Tetapi siapa yang mau memikirkannya? Berbeda dengan negara Cina. Pada tanggal 10 Oktober lalu saat pemerintah mengumumkan libur resmi 3 hari, seluruh negeri menyatakan keberatan dan mengumumkan instansi resmi dan pelayanan masyarakat tetap buka. Kantor-kantor swasta khususnya urusan pariwisata semuanya menyatakan tetap masuk walau libur! Luar biasa karena tingkat produktifitas sangat tinggi sehingga tidak memungkinkan operasi perusahaan diliburkan.
Kalau kita berbicara marketing, memang strateginya menjadi kunci utama kesuksesan seseorang. Dulu ada seorang sahabat saya yang ahli dalam bidang pemasaran. Kata beliau pemasaran perlu motivasi yang mengawali karier seseorang. Motivasi utama adalah memaksimalkan talenta yang dimilikinya. Mengenal talenta yang kita miliki inilah yang sulit sekali. Rasa puas kita akan kondisi kita sering membuat kita lupa sebenarnya apa yang menjadi talenta saya, sehingga kadang-kadang kita butuh seseorang yang melihat kemampuan talenta kita.
Kalau orang marketing kenal dengan 4P + 1P atau dikenal dengan Marketing Mix (Product, Price, Place, Promotion ) + Policy atau strategy yang tidak kalah pentingnya juga misalnya kita kenal Push dan Pull Strategy atau Cross Policy, dan beberapa strategi lagi sampai ke urusan dumping dan docking.
Apa arti buat kehidupan rohani kita? Apa korelasinya dengan urusan pemasaran? Kita tahu bahwa selessai misa kita diutus! Untuk apa? Untuk mewartakan khabar gembira! Maksudnya? Tentu saja membuat umat manusia bahagia dan mendapatkan kebahagiaan serta keselamatan. Apakah mudah ? Saya rasa tidak!
Pertama, siapa yang care atau ada perhatian bahwa ini adalah tugas! Mungkin dalam hati lebih baik kita menikmati hari minggu santai bersama keluarga. Kedua, apa yang diutus, ga jelas, ini pertanyaan klasik buat orang yang tidak produktif. Ketiga, siapa yang diutus? Saya? Saya kan orang tidak berguna dan saya orang yang tidak punya apa apa? Di mana talenta saya?
Kalau dilihat susah juga ya, mau tidak mau kita harus belajar tentang marketing juga. Strategi Marketing utama adalah belajar bagaimana mengenal diri sendiri.
Mudah-mudahan kita semua bisa mengenal talenta kemampuan diri kita dan bisa mengembangkannya, maka kita diutus!