Zero to Hero

It’s wonderful world with hero.

Sebuah profile BB dari seorang sahabatku tiba-tiba termonitor ganti, tulisannya : “Zero to Hero”. Sebelumnya profile terpasang bunyinya : “Biarlah air mata menghapus kepedihan, asal cinta jangan terhapuskan” Asyik juga setiap hari bisa menikmati kata-kata indah dari sahabat-sahabat, apalagi muncul dari teman-teman di lingkungan, semua serempak tertulis : “Firman-Mu Pelita bagi Kakiku dan Terang bagi Jalanku. Ketika k bimbang Engkau selalu Berada di Sampingku”.
Namun kata Zero to Hero sangat menggugah hati. Itulah makna yang sungguh dalam walaupun hanya dua kata, yaitu Kosong ke Pahlawan. Kalimat itu memberikan arti bahwa seorang pahlawan tidak memerlukan embel-embel termasuk materi atau apa saja. Untuk menjadi seorang pahlawan kita harus betul -betul murni, suci dan penuh pengorbanan. Melalui Cinta Kasih Allah, maka jadilah seorang pahlawan.
Sehari-hari, kita ingin menjadi pahlawan, tapi ingin dihargai, ingin dihormati, ingin diipuja dan yang lebih parah lagi ingin dilayani. Dalam rumah tangga, suami ingin jadi pahlawan, istri pun ingin jadi pahlawan, demikian juga dengan anak. Semua ingin menjadi pahlawan. Namun apakah punya nilai murni? Bagaimana beda pahlawan dengan pahlawan-pahlawan kosong dan pahlawan isi? Yang bisa menjawab hanya hati kita masing masing. Tetapi semakin kecil nilainya maka semakin suci niatnya. Apalag kalau Zero atau tanpa alasan atau tanpa pamrih. Saya sendiri kepingin juga jadi pahlawan dalam keluarga dengan mencoba bekerja keras buat mencari nafkah, berusaha membahagiakan keluarga, mengisi doa-doa dan pengharapan dalam rumah tangga. Tetapi cita-cita masih jauh dari pengharapan, karena masih sering diisi rasa iri hati, cemburu, marah dan juga ingin selalu dilayani. Jadi, kata “Zero to Hero” benar-benar membuat saya berpikir tiga kali kalau begini bagaimana bisa jadi pahlawan. Baru jadi pahlawan keluarga saja sudah susahnya minta ampun apalagi jadi pahlawan negara. Harusnya kalau kita menyadari kata-kata pahlawan memang haruslah “Zero to Hero”. Ataukah terjadi sebaliknya menjadi “Hero to Zero”. Tuhanlah gembalaku tak kan kekurangan aku. Ini menjadi pegangan kalau kita mau jadi pahlwan.
Ingatlah, semua orang yang kita cintai, setiap hari mengharapkan kita menjadi pahlahan. Kita sadar bahwa mereka selalu menghantarnya dalam Doa dan Pengharapan “agar kita jadi pahlawan ”
Semoga kasih karunia dan cinta kasih Roh Kudus mau menjadikan kita semua menjadi pahlawan.

60 responses to this post.

  1. saya setuju dengan artikel anda, dimana seorang pahlawan tidak memerlukan embel-embel termasuk materi atau apa saja. dan untuk menjadi seorang pahlawan kita harus betul -betul murni, suci dan penuh pengorbanan. Melalui Cinta Kasih Allah, maka jadilah seorang pahlawan.

    Reply

  2. sangat sulit untuk melakukan “Zero to Hero”. manusia lebih sering ingin menjadi pahlawan agar dipandang hebat oleh orang lain. menjadi pahlwan memang mudah tapi sangat sulit menjadi pahlawan tanpa mengharapkan imbalan

    Reply

  3. Posted by putri indrayana on December 19, 2012 at 1:43 pm

    yang saya tangkap adalah bagaimana seseorang dari MEANINGLESS menjadi MEANINGFUL
    pahlawan pada era ini tidak seperti pahlawan revolusi yang berperang

    bagaimana kita semua mampu bangkit untuk menjadi berarti untuk diri sendiri dan untuk orang-orang yang ada disekitar kita .

    Reply

  4. “Zero to Hero”. Sebelumnya profile terpasang bunyinya : “Biarlah air mata menghapus kepedihan, asal cinta jangan terhapuskan” Asyik juga setiap hari bisa menikmati kata-kata indah dari sahabat-sahabat, apalagi muncul dari teman-teman di lingkungan, semua serempak tertulis : “Firman-Mu Pelita bagi Kakiku dan Terang bagi Jalanku. Ketika k bimbang Engkau selalu Berada di Sampingku”.

    Reply

  5. menjadi pahlawan sejati sangatlah sulit. kebanyakan dari kita ingin menjadi pahlawan karena ingin disanjung, dianggap hebat, dan dibanggakan sekitarnya. tetapi ingatlah sebelum anda ingin menjadi pahlawan bagi orang lain jadilah pahlawan bagi diri kita sendiri, dan keluarga anda. apabila tidak bisa menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri bagaimana mungkin menjadi pahlawan bagi orang banyak dan bagi negara. sadarilah memulai sesuatu selalu dari nol atau dari awal yang dimulai dari diri kita sendiri.

    Reply

  6. menjadi pahlawan yang memiliki hati yang murni dan tulus sangatlah sulit. terlalu banyak cobaan yang harus dilalui. apalagi di zaman yang serba modern seperti ini, pasti ada saja orang yang berpikir bahwa pasti ada maksud di balik sikap baiknya itu. dan tidak jarang saya menemukan orang seperti itu.

    Reply

  7. Posted by Luna Claria Febri on December 5, 2013 at 2:40 pm

    menjadi “Hero” merupakan hal yang berat, namun apabila dalam menolong seseorang dengan tulus hati maka hal itu akan menjadi ringan. Banyak halangan yang dialami seorang pahlwan, seperti musuh namun kebenaranlah yang akan menang daripada kejahatan.

    Reply

  8. Pahlawan ada dalam setiap diri kita, melakukan hal-hal baik, meskipun kecil menandakan kita sudah menjadi pahlawan. pahlawan tidaklah selalu orang yang melakukan sesuatu yang besar bagi orang banyak, tapi dimulai dari hal-hal kecil seperti menolong orang yang kesusahan.

    Reply

  9. Jarang sekali manusia mau menjadi nol dari pahlawan,karena biasanya menjadi pahlawan lebih diunggulkan daripada menjadi paling bawah lagi,oleh karena itu mari kita pikir apa yang kita yang kita butuhkan selama menjadi pahlawan? seorang pahlawan bisa dibilang pahlawan jika berhati mulia dan tulus.Terima Kasih

    Reply

  10. Posted by Restu P Matondang on March 26, 2014 at 11:28 am

    1601287796_Restu P Matondang: berbicara bagaimana seseorang dari Nol ( tidak ada apa-apa ) bisa menjadi “ Pahlawan “ maksudnya hidup berguna dan akhirnya jadi berkat, membawa pengaruh baik bagi orang-orang yang ada disekitarnya, bagi bangsa, bahkan bagi dunia.

    Perjalanan dari nol / tidak ada apa-apa jadi berguna bahkan menjadi pahlawan bisa muncul kalau menyadari ;

    1. Menjadi pahlawan tidak harus berlatar belakang keluarga Raja, Jendral, Bangsawan , Ningrat atau keturunan orang pandai , tetapi setiap orang bisa menjadi pahlawan tergantung dari motifasi dalam hatinya yang tergugah oleh karena keadaan yang menekan hidupnya dan lingkungan dimana ia berada .
    2. Menjadi Pahlawan bisa terjadi kalau ia mau mengosongkan dirinya / tidak memikirkan kepentingan dirinya sendiri ( kesenangan daging yang hanya sesaat ) tetapi hidup bagi kepentingan orang lain dan orang banyak .
    3. Panggilan Tuhan untuk bisa menjadi pahlwaan / menjadi berkat bagi orang banyak , memang sudah kodrat sejak sperma bisa mengalahkan jutaan sperma lain untuk membuahi telor dalam kandungan ibu, ini menunjukkan dari saat penciptaan manusia menunjukkan dirinya sebagai pemenang .

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: