Feed Back

Setiap pekerjaan yang kita lakukan memerlukan feed back atau umpan balik supaya kita mengenal apa yang kita kerjakan.

imagesBersama beberapa teman konsultan di bidang managemen dan pengembangan usaha, kami makan malam bersama di sebuah hotel bintang lima di Jakarta. Beberapa dari mereka adalah tokoh-tokoh di bidang managemen, sambil menikmati santapan malam kami berbincang-bincang mengenai profesi kami masing masing. Kami juga bercerita mengenai kenangan masa lalu. Satu di antara kami adalah seorang Bule dari Australia, Steve salah satu pakar Golf juga. Dia mengatakan sering kali kita menempatkan feed back seperti halnya laporan. Jangan sampai feed back statusnya diabaikan kalau perlu dibaca atau di buang di sampah. Kalau terjadi hal ini, maka departemen HRD buru-buru diganti saja, karena inilah justru awal kejatuhan sebuah perusahaan! Bahkan Steve menambahkan bahwa hanya orang yang tidak mengerti management yang tidak menghargai laporan atau feed back.
Saya berpikir ada benarnya juga. Berbeda dengan di Amerika dan Eropa, Australia bahkan di Cina. Laporan pekerjaan atau feed back itu nilainya lebih besar dari pekerjaan itu sendiri. Di Beijing untuk Sing Hua Enterprises, sebuah perusahaan tukang jahit dengan 10 karyawan mendapat hadiah RMB 1,000,000 dari pemerintah dalam lomba membuat laporan feed back. Sedemikian pentingnya hasil laporan kerja sampai pemerintah turun tangan untuk membantu pengusaha terutama pengusaha kecil.
Menghormati hasil kerja menjadi tradisi di Cina dan hasilnya luar biasa.
Memang dengan menghormati apa yang kita kerjakan tentu akan menambah nilai pertanggungjawaban kita terhadap apa yang kita kerjakan.
Saya mencoba menerapkan sistim pelaporan di perusahaan saya, tapi saya yakin sebagian staf saya dalam hatinya bilang saya mengada-ada cenderung melecehkan tingginya nilai laporan.
Laporan atau feed back tertinggi di dunia dari hasil karya Yesus Kristus dan para murid-murid-Nya adalah INJIL. Sesungguhnya apapun yang kita kerjakan dan hasilnya dinikmati, berguna bagi kita, berguna bagi sesama, bangsa dan negara jika kita tuliskan maka hal ini juga sama dengan khabar gembira atau Injil itu sendiri. Barang siapa menghargai setiap hasil karya seseorang dia sudah menghargai Karya Tuhan sendiri.
Jadi, setiap kali mewartakan Kabar Gembira karya keselamatan, kita sudah turut menyelamatkan dunia. Sekecil apapun kabar gembira yang disampaikan, tetapi menggembirakan atau menyenangkan hati sahabat, ini sudah menjadi ibadah yang menuntun kita dalam keselamatan.
Damai bersamamu selama Pekan Suci.

Melawan Arus

Hanya ikan mati yang berenang mengikuti arus.
Arus
Seandainya kita umpamakan diri kita adalah ikan hidup maka kita akan selalu berusaha berenang melawan arus. Pepatah ini bukan dimaksud agar kita harus melawan setiap orang atau setiap kelompok. Saya berpendapat bahwa justru yang dimaksud adalah kita harus bisa melawan diri kita sendiri bukan melawan pihak-phak di luar. Dengan bisa mengatasi arus yang ada dalam diri kita sendiri artinya kita sudah mengalahkan pihak di luar.
Dalam kehidupan kita, melawan atau menentang diri sendiri, menyangkal dan memikul salib jauh lebih sulit dari mengatasi masalah yang datang pada diri kita. Kehendak badan kita ratusan kali lebih kuat dari kehendak roh kita. Hampir dikatakan tidak mungkin kita bisa melawannya, kalau tanpa kekuatan Roh Kudus yang diberikan kepada kita. Jika kita sebagai ikan hidup, maka kita harus mengajak Roh Kudus berenang melawan arus atau kita sama dengan ikan mati.
Dalam perjalanan bisnis, saya sendiri mengalami hal-hal yang membuat saya harus mengambil keputusan, melawan diri sendiri, termasuk terhadap orang-orang yang tidak saya sukai, tetapi saya harus berani mengorbankan kepentingan saya dan harga diri saya untuk mau berjabat tangan dan bekerja sama.
Dua tahun lalu perusahaan saya berselisih paham dengan sebuah perusahaan. Kami menugaskan seorang delegasi dari eksekutif kami untuk melakukan pembicaraan, negosiasi dan mengambil keputusan, tapi gagal. Saya sendiri berada dalam pressure, karena pemilik perusahaan itu adalah teman sendiri juga. Kemarahan saya tidak bisa berlanjut karena saya meletakan hal ini di kaki Tuhan. Saya percaya memang ini kehendak Tuhan, tapi hati saya tidak bisa diajak kompromi karena tetap saja ada marah, jelous, benci, kesel, dan gregetan bercampur menjadi ARUS deras dalam diri saya. Seandainya saya ikuti mungkin saya harus berkelahi, bahkan berdebatnya bisa-bisa ke Pengadilan. Ternyata arus yang begitu kuat menyeret saya sampai saya susah, tetapi saya berusaha melawannya dan keluar dari jebakan yang bisa membuat saya susah.
Akhir pekan lalu sahabat itu telepon, dia secara jujur mengatakan harus angkat topi dengan sikap saya, lalu saya ajak bertemu dan kita berunding, lalu saya memberikan kotbah singkat bahwa kita masing-masing harus berani menyangkal diri kita terutama mendekati Paskah. Beliau sepakat dan kita berjabat tangan dan saya bahagia sekali.
Dalam kehidupan kita pasti banyak arus yang menerpa kita tanpa peduli siapa dan bagaimana status kita. Para tokoh agama dengan pakain kebesaran rohaninya pun bukan jaminan bisa melawan arus kehidupan, tetapi kita juga harus bisa seperti seorang nahkoda kapal. Dia tahu kemana arus itu, kapan harus melawan arus dan kapan harus menghindari arus. Ombak dan angin taufan sebesar apapun tidak berbahaya buat sebuah kapal, tapi arus bak air tenang yang menghanyutkan. Kalau kita tidak kuat dia akan menyeret kita bahkan menenggelamkan kita. Itulah bedanya arus dan ombak. Karena ombak bisa dilihat dengan kasat mata, angin bisa disarakan oleh rambut kita, tapi arus tidak bisa ditebak arahnya ke mana dia pergi dan kapan dia datang.
Melawan arus kata lain menyangkal diri atau memikul salib! Siapa mau? Saya rasa bibir bisa berucap tapi hati? Tidak bisa ditebak!
Oleh karena itu, saya mengajak semua sahabat mari kita mempersiapkan diri. Kita harus sehat lahir batin dan kita perlu memiliki kekuatan mental spiritual. Mari kita siap berenang melawan arus. Tuhan memberkati selalu. Salam dan doa.

Renungan

Renungan yang kita baca atau dengarkan sebenarnya adalah bagian dari latihan rohani.

RenunganSeperti yang pernah saya ungkapkan mengenai bagaimana mengenal Tuhan juga sebagai kutipan dari ucapan Santa Katarina : “Tataplah setiap wajah Tuhan dalam diri setiap orang yang kita cintai, maka kita akan mengenal Tuhan lebih dari kita belajar dari manapun tentang Tuhan”. Atau kata Santo Agustinus : “Iman adalah sesuatu yang menuntun kita untuk percaya apa yang tidak mampu kita lihat dan iman itu nantinya akan memampukan kita untuk melihat apa yang kita percayai”. Sering kita mendengar tentang latihan rohani atau Spiritual Excercises, seperti yang diajarkan Santo Ignatius dari Loyola.
Di dalam kehidupan, kita perlu memiliki latihan rohani agar kita dapat menjalankan kehidupan di dunia ini dengan mata hati terarah kepada Tuhan dengan tujuan akhir kita kelak bersama Tuhan di surga. Dengan demikian segala sesuatu hati kita terdorong untuk melakukan apapun yang dapat mendatangkan kemuliaan yang lebih besar kepada Tuhan : “Ad majorem Dei Gloriam”. ”
Renungan rohani banyak sekali kita temui, baik dalam bacaan, media gambar, sampai siaran radio. Semakin sering kita membaca, semakin sering kita mendengar dan semakin banyak kita melihat. Di situ sebuah doa sudah berjalan dan membuat kita menjadi dekat dengan Tuhan. Demikian maksud dari pembacaan Injil dan renungan-renungan lain yang ditulis agar kita bisa membaca.
Kadang pesan yang disampaikan dalam renungan membuat kita pusing bahkan kita tidak mengerti atau membingungkan. Saya mempunyai seorang sahabat. Beliau sedang mengalami kesulitan ekonomi. Setiap beliau bertemu teman-teman, nasihat yang diterima adalah carilah Kerajaan Surga, maka semuanya akan dipenuhi. Lalu dia bertanya kepada saya, bagaimana mau mencari kerajaan sorga karena saya mencari makan saja susah dan dalam dirinya sudah ditanamkan bahwa renungan, nasihat, dan doa apapun sudah tidak ada gunanya. Pikiran negatif sudah menutupi dirinya.
Waktu bertemu saya, langsung saja beliau bilang saya sudah tidak mau mendengar saran atau nasihat rohani, tapi saya perlu makanan jasmani.
Dalam hati saya pikir sahabat ini pasti mau minjam uang atau minta duit, tetapi jujur hati saya tidak berpikir ke sana, karena beliau adalah sahabat dan saya juga tahu sifatnya, tetapi sayang nasibnya kurang baik. Saya ajak makan, lalu saya bertanya kepadanya, menurut kamu apakah saya ini orangnya pantas memberi nasihat kepadamu atau tidak. Kalau tidak lebih baik kita cari tempat kopi sambil bercanda, tetapi kalau pantas mari kita lanjut berdiskusi. Dia diam saja, tetapi akhirnya menganggukan kepala dengan isyarat saya boleh memberi nasihat buatnya.
Saya sendiri pernah mengalami kesulitan sepuluh kali lebih berat darimu. Saya melanjutkan, menurutmu, apa yang harus saya lakukan? Dia diam lalu katanya harus kerja keras. Saya bertanya lagi, setelah kerja keras tapi tidak ada hasilnya lalu apa yang harus saya lakukan?
Dia diam saja tapi terus dia bilang cari teman minta tolong!
Saya tersenyum dan bilang “benar sekali, itu renungan paling dalam”.
Mencari k\Kerajaan Surga bukan berarti harus mengunci diri dalam kamar lalu berdoa atau ke gereja berdoa atau berbuat sesuatu dalam arti rohani.
Teman saya ini justru memberikan sesuatu yang sangat berharga, yaitu mencari teman! Sesuatu yang manusiawi dan bukan untuk minta-minta atau bukan untu. mengemis pekerjaan, tetapi melihat dan mencari kebaikan yang ada pada seorang sahabat. Inilah salah satu cara mencari Kerajaan Allah.
Tuhan memberkati kita. Selamat mencari sahabat dan melihat kebaikannya, terutama memberikan kita damai sejahtera. Selamat masuk Pekan Suci. Salam dan doa.

Anak Domba Paskah

Di antara simbol-simbol Paskah yang populer, Anak Domba Paskah adalah yang paling utama dalam perayaan agung ini.

Anak Domba PaskahAnak Domba Paskah, yang melambangkan Kristus, dengan bendera kemenangan, dapat dilihat dalam lukisan-lukisan yang dipasang di rumah-rumah keluarga Katolik. Doa paling awal untuk pemberkatan Anak Domba ditemukan dalam buku ritual abad ketujuh Biara Benediktin di Bobbio, Italia. Dua ratus tahun kemudian Roma mempergunakannya dan sesudah itu, selama berabad-abad kemudian, menu utama santap malam Paus pada Hari Raya Paskah adalah anak domba panggang. Setelah abad kesepuluh, sebagai ganti anak domba utuh, disajikan potongan-potongan daging yang lebih kecil.
Tradisi kuno Anak Domba Paskah juga mengilhami umat Kristiani untuk menyajikan daging anak domba sebagai hidangan populer pada masa Paskah. Hingga sekarang, daging anak domba disajikan sebagai menu utama Minggu Paskah di berbagai daerah di Eropa Timur. Tetapi, seringkali bentuk-bentuk anak domba kecil terbuat dari mentega, roti atau pun gula-gula kue-kue menggantikan sajian daging anak domba dan menjadi hidangan utama jamuan Paskah.
Kemarin, saya mengunjungi Kota Surabaya, yang paling indah adalah bernostalgia. Pertemuan dengan sahabat lama dari SMA sungguh menyenangkan karena banyak kisah yang diceritakan, terutama yang penuh kenangan. Salah satu rencana adalah mengulang kenangan Paskah yang dirayakan dengan mengisi acara Reuni tahun 2009 dan rencananya mungkin akan diadakan tahun depan.
Paskah memang cocok dipakai atau diisi dengan acara silaturahmi, perjumpaan dan melepas rindu. Sebentar lagi kita akan memasuki Hari Paskah. Kalau di gereja tentu sudah siap-siap dengan acara yang padat, sedangkan kita masing dalam keluarga juga perlu dipersiapkan. Apa yang harus kita inginkan dari perayaan Paskah ini?
Saya dan keluarga akan menikmati makan Paskah bersama kakak, adik, anak, cucu, dan mantu di Surabaya minggu depan. Kesempatan ini juga akan diisi dengan mengunjungi makam orang tua kami.
Paskah memang perlu dijadikan sebagai bagian dari Keluarga. Keluarga akan menjadi kuat penuh dengan suka cita. Hidup dalam cinta bisa memanfaatkan Paskah. Persahabatan akan menjadi indah jika bisa diisi dengan sering bersilaturahmi, kesempatan saling memaafkan dan saling mendoakan.
Semoga keluarga-keluarga para sahabat bisa memanfaatkan Paskah ini sebagai kesempaatan berharga untuk saling bertemu, saling memaafkan dan berdoa bersama. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Mode

Mode adalah hidup.

tendance_flower_fleurs (1)Untuk mengenang Peter Sie, Bapak Mode Indonesia, yang berpulang dua tahun lalu tanggal 1 April 2011, dan dikremasikan di Oasis.
Aku mengenal Peter Sie, nama aslinya Sie Tiam Le (82 tahun saat meninggal), seorang perancang senior yang memiliki nama besar dan sangat dikagumi di dunia mode. Beliau tetangga saya di Tebet, semasa saya menempati sebuah rumah sewa yang dibuat kantor kecil di tahun 80-an. Beliau sangat baik hati dan sering kirim makanan.
Dalam buku Memoir, beliau menceritakan tentang kehidupan dan kegagalannya di sekolah formal, sehingga dia harus luntang lantung ke Belanda. Ia kembali ke tanah air dan bertemu dengan Ibu Negara Fatmawati dan Hartini. Beliau juga akhirnya kenal baik dengan Bung Karno.
Kalau kami bercerita wah, bisa berjam-jam. Dahulu kalau laki-laki menjahit pakaian wanita itu dianggap pekerjaan hina, tetapi beliau tetap setia meniti karier di dunia mode. Kita bisa ikuti tulisan beliau dalam Buku Memoirnya. Kenapa saya miskin tidak seperti perancang mode lainnya, karena saya tidak mengerti pemasaran dan dunia bisnisnya. Bagaimana saya bisa bisnis ucap beliau. Ia masih ingat sahabat kentalnya Pak Rahmat, yang membuka restoran Jawa Timur Rahmat di Tebet Timur Dalam (boleh coba karena sampai sekarang masih ada). Kami bertiga suka ngobrol walau beda usia lebih 30 tahun, tapi cocok saat bicara apalagi urusan makanan atau kuliner.
Dari Peter Sie, saya menjadi kenal juga dengan Prof. Dr. Harry Darsono, PhD. Kami mengunjungi museumnya beberapa hari lalu. Ada sahabat saya juga perancang mode Prajudi (Almarhum). Peter sangat mencintai dunia mode dan banyak membimbing perancang mode yang muda dan beliau sangat teliti. Hingga di usia lanjut beliau masih menekuni membuat rancangan busana buat pelanggannya. Saya rasa semua artis senior di tanah air pasti mengenal Peter Sie. Ia sosok fenomenal dan menjadi Bapak Mode di Indonesia.
Ada beberapa hal menarik yang bisa saya pelajari dari beliau.
Pertama, kesetiaannya pada profesinya, walau diguncang oleh situasi dan kondisi ekonomi yang tidak menentu. Kedua, ketelitian beliau, mau menekuni apa yang dikerjakannya, hampir tidak pernah salah. Ketiga, keuletannya, tidak pantang menghadapi kesulitan, tapi berani berjuang dan penuh pengharapan. Keempat, beliau suka sekali berteman, baik tua dan muda selalu mau untuk menyapa. Kelima, kepercayaan akan Tuhan, kesetiaannya pada agamanya dan selalu berada salam doa.
Kehidupan modern agak berbeda kondisinya dengan anak muda sekarang. Menurut saya mereka tidak tahan uji, terutama tidak kuat menghadapi tantangan jaman, kurang ulet dan cepat putus asa. Saya sepakat sekali kalau KKMK dengan ketuanya memberikan refleksi ini buat sahabat-sahabatnya. Gereja akan memprakarsai bagaimana membuat orang muda agar kuat, tabah, tahan uji, mental baja, setia dan taat, serta tidak mudah putus asa dan percaya pada Tuhan.
Saya sendiri sering bertanya juga buat anak-anak saya. Mengapa kerja tidak teliti, sembrono dan tidak konsisten, bahkan saya memberi istilah penakut! Kita kan tidak dimakan orang atau dibunuh orang atau dicelakai orang, tapi sebelum bertemu orang seluruh badan sudah gemetaran, bagaimana mau perang sudah kalah dulu.
Berdoa saja tidak cukup, harus diikuti dengan kemauan keras, konsisten, penuh inisiatif, iman yang kuat, intuitif dan ilham (istilah Pak Harry Darsono adalah 5I), yang dikutip Romo Yance Mangkey, MSC. “Faith defeats Worries”. Atau “Iman mengalahkan kekhawatiran” dengan kemauan keras bisa mengalahkan bakat sebisa apapun.
Dalam satu kesempatan, beliau buat joke. Katanya hanya ada 1 bakat yang tidak perlu kerja keras atau dipelajari dan pasti semua orang pasti bisa!
(Siapa yang bisa jawab? Masih ada payung sama Jose. Buat yang bisa menjawab, silahkan kirim di milis! Bakat apa itu)
Semoga kita semua bisa belajar, terutama persiapan kita menghadapi masalah agar kita kuat, tabah dan tetap setia, sehingga kita tidak putus asa dan selalu berada dalam doa. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Mengaku Dosa

images (1)Tadi malam di rumahku ada Ibadat Tobat, yang dipimpin oleh Romo Yohanes Sujono MSC. Demi menyambut Paskah kita perlu membersihkan diri. Seberat apapun dosa yang kita miliki, Tuhan tidak memperhitungkannya, tetapi sekecil apapun keinginan kita untuk mau mengakui kesalahan dan dosa kita itu sudah merupakan tindakan yang luar biasa di mata Tuhan. Suatu keajaiban bila mau mendalami suatu berkat Tuhan melalui pengakuan kesalahan dan mohon ampun kepada Tuhan, sebab kita sudah melakukan 5 hal yang luar biasa :

1. Kita sudah berani berlutut mengakui kesalahan kita artinya seluruh dosa kita sudah diampuni Tuhan : Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi (lagu instrumental You Raise Mee up menuntun)
2. Begitu besar kemurahaan Tuhan (Amazing Grace mengiringi perenungan), yang selalu mengampuni kita dan menuntut kita juga untuk mengampuni orang lain. Dalam pengampunan suka cita besar dalam damai sudah menanti kita.
3. Suatu doa yang langsung dikabulkan Tuhan, yaitu penyembuhan total terhadap sakit rohani kita (diiringi lagu di Doa Ibuku Namaku Disebut )
4. Suatu terang besar sudah kita lihat karena saat kita mengaku dosa, pintu surga terbuka lebar dan seluruh Malaikat Sorgawi menyanyikan lagu menyambut jiwa kita (diiringi lagu Tuhanlah Gembalaku)
5. Ketika Dia berlutut di Taman Getzemani, Dia minta ampun kepada Tuhan, Bapa-Nya di Sorga untuk mengampuni-Nya, tapi sesungguhnya dosa kitalah yang minta diampuni, sehingga saat kita mengaku dosa, otomatis kita juga mohon ampun atas segala dosa orang yang kita cintai seperti suami, istri, anak, mantu, dan cucu. Jadi, bukan saja atas dosa kita tapi juga atas dosa mereka, sebab karena iman kita mereka juga ikut diselamatkan (lagu kami memuji kebesaran-Mu dan Terima Kasih Tuhan mengiringi )

Sepanjang perjalanan pulang dari kantor kemarin sore, saya mengalami kondisi macet dan hujan besar, tapi 90 menit saya telpon non stop berbicara dengan seorang account officer bank yang sangat mengecewakan transaksi saya. Saya tidak mendapatkan perlindungan dan pelayanan baik. Saya marah dan menganggap diri lebih menguasai permasalahan. Saya kemudian berbicara dengan salah satu VP-nya, seorang ibu perkiraan saya pasti orang sudah tua, tetapi akhirnya telepon harus saya tutup karena dia secara terbuka minta maaf dan akan membuat surat terbuka minta maaf kepada saya. Kenapa gak mau dari tadi, leher saya sakit dan suara hampir hilang.
Saya saja begitu senang mendengar kata maaf, apa lagi Bapa kita di Surga. Saya rasa akan luar biasa senangnya melihat anak-anak mau dengan suka rela mengakui kesalahan dan dosa, sebab saat itu juga Sorga dan Bumi akan bersorak sorai karena 1 orang bertobat.
Tugas kita menerpa jalan yang panjang ke depan, tetapi mari bayangkan saja bau busuk sampah dosa yang kita jinjing dan dibawa kemana-mana, sekalipun ditaburi pewangi sejuta bunga atau parfume selaksa wangi tiadalah gunanya. Mengapa tidak mau dihantar ke kaki Tuhan saat ini?
Semua sahabat, istriku, anak-anakku, dan cucu-cucuku, aku mohon maaf karena masih banyak kekuranganku seperti ketidakpedulianku dan ketidaksetiaanku, tetapi aku berjanji dengan pertolongan Roh Kudus mau menjadi baik, mau melayani dan mau menerima segala kekurangan para sabahat, kerabat dan keluarga.
Tuhan ampunilah segala dosaku, dosa seluruh sahabatku, dosa keluargaku, orang tuaku, saudara-saudaraku semua, kiranya seucap kata “MAAF” menjadi janjiku buat-Mu sekarang, selalu dan selamanya. Tuhan memberkati. Damai Paskah menyambut kita, dan selamat memasuki minggu indah bagi yang merayakannya.

911

Please dial 911 for any emergency and assistance required.

imagesAngka 911sudah sangat familiar buat orang Amerika, sebagian Eropa dan Australia. Angka ini lebih terkenal lagi setelah peristiwa 911 robohnya Twin Tower WTC karena jibaku 2 pesawat jet penumpang di New York. Setahun lalu, kami mengunjungi Ground Zero, daerah bekas gedung WTC yang sudah dibangun monumen, di mana lebih 5.000 orang tak bersalah meninggal dunia. Di sana angka 911 secara resmi dijadikan kode peringatan peristiwa yang sangat menyedihkan dan doa secara serempak seluruh negara dan bendera setengah tiang.
Nomor panggil 911 memang dihubungkan dengan kantor polisi di Amerika dan terhubung dengan instansi terkait. Kalau di Indonesia hubungan dengan polisi 110 atau 112 melalui handphone, tapi kalau telepon sering tidak ada yang menjawab. Saya rasa kita perlu mencatat 110 atau 112 karena nomor ini sangat diperlukan saat kita butuh kalau perlu masukan dalam speed dial no. 1
911 sebenarnya punya arti sendiri. Ini sudut pandang saya, tapi bisa juga ditelusuri, namun saya cuma melihat nilai positifnya saja. 911 artinya menghilangkan angka 10, dimana angka sepuluh (+) atau (X) atau 1 dan 0 ini adalah simbol kebesaran Tuhan atau sempurna (+) dalam bahasa Mandarin artinya lengkap, Jadi kalau angka sepuluh dihilangkan bisa bermakna, tidak perlu Tuhan, namun kalau dilihat dari angka 911 (CMXI) di tranlate artinya menolong.
Bagi kita apa arti simbol 911? Kehidupan kita sangat perlu emergency alert. Kita tidak tahu kapan kita sakit atau perlu bantuan, tapi yang terang kita harus siap sedia, seperti halnya pencuri di malam hari, yang datangnya kita tidak tahu, sehingga kita harus siap-siap dengan simbol 911 atau emergency call untuk siapa?
Kalau saya siap dispeed dial saya adalah istri saya dan anak-anak dari angka 1 sd 10 sehingga kalau pencet angka satu pasti masuk di handphone istri saya. Tetapi, yang lebih penting kesiapan kita, apakah yang harus kita siapkan kalau ada musibah. Bagaimana kalau hati kita kebakaran! Apa yang harus dilakukan? Sebaliknya kalau nurani kita kena tsunami yang membuat amburadul, maka pertolongan apa yang disiapkan? Semoga Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Indekost

Tempat persinggahan selama kuliah dan menjadi kenangan terindah saat selesai sekolah itulah indekost.

DIGITAL IMAGETahun 1976 saya masuk Jakarta setamat SMA. Tugas pertama kali adalah mencari kos, yang susah sekali pada saat itu, karena tidak seperti sekarang sudah komersial. Kalau dulu cari kos, tuan rumah harus kenal sama kita, karena kita tinggal bersama mereka. Kita makan minum selalu bersama, seperti bagian dari keluarga. Mencari kos sama seperti mencari jodoh karena saya kurang tahu Jakarta, maka saya bersyukur diantar oleh Pastor Kepala Paroki di Surabaya Romo Siswadi, CM (almarhum). Kebetulan beliau mau ke Jakarta untuk mengunjungi Pastor Kepala Paroki santo Kristoforus sahabat beliau. Akhirnya kami dibantu oleh Pastor Haryanto Pr (alm) yang kebetulan tugas di paroki. Saya diantar romo dengan naik moge honda ke beberapa umat dan ternyata ada umat berbaik hati menerima saya tapi rumahnya di Jalan Tanah Abang V/36. Rumahnya kecil sekali tapi nyaman. Saya akhirnya bersahabat dengan Romo Haryanto Pr sampai beliau kembali ke rumah Bapa ( tugas terakhir di Paroki Santo Bonaventura Pulo Mas).
Saya sering bercerita bahwa saya sungguh beruntung. Saya bisa datang ke Jakarta diantar pastor lagi dan kenal dengan Paroki Santo Kristoforus.
Setahun kemudian saya pindah kos ke Jalan Komando Tomang Utara (sekarang Jalan Mandala Utara seberang warung Abang Adek). Waktu itu Ketua Lingkungan Bapak Bong Joseph. Di sana saya berkenalan dengan banyak sekali teman muda-mudi Katolik. Ada Ibu Lirya Tjahya ( kini Ketua Kombas Paroki Santo Kristoforus), Ibu Lina adiknya, Ibu Dr. Diana Yahya, Ibu Ir. Ratna Suryadi, Bapak Wiwin, Bapak Ir. Adi Tohari, Bapak Toto, Bapak Iwan yang sekarang menjadi tokoh-tokoh Gereja Paroki Santo Kristoforus.
Indokost adalah saat yang jauh dari keluarga dan jauh dari sahabat-sahabat lama. Saya harus berjuang untuk masak sendiri, cuci sendiri, semuanya serba sendiri. Berbeda dengan di rumah. Semua sudah serba ada dan tinggal perintah saja. Namun demikian sebagai gantinya aku mendapat banyak kawan terutama dari gereja dan lingkungan.
Saya sampaikan kisah ini ke beberapa teman dan akhirnya air mata sering menetes, bila ingat saat itu. Nasib anak kos adalah uang dikirim pada akhir bulan. Ambilnya harus di kantor pos (belum ada ATM). Kita nunggunya 3 jam lebih. Kalau uang terlambat datang, malu mau pinjam teman, tapi perut lapar menuntut makan. Oleh karena itu, saya berkunjung selalu ke rumah Ibu Soetikno FA (Alm) waktu itu Ketua Wilayah dan selalu makan siang di sana. Saya juga ke rumah Pak Bong atau ke rumah Ibu Lirya Tjahya untuk makan di sana. Sebenarnya mereka tahu saya lapar tapi selalu dihibur bahkan kadang-kadang suruh bungkus buat makan malamnya.
Saat itu belum ada handphone atau telepon. Kadang-kadang di kos ada surat yang bunyinya Adharta besok sayur asam kesukaanmu sudah siap, salam Ibu Tikno (kenangan ini akan kuingat sampai akhir hayatku nanti)
yang rumahnya di Jalan Tawakal No. 16. Ada masih banyak keluarga tempat persinggahan saya cari makan. Lumayan hemat uang makan dan uang jajan jadi bisa ditabung buat pacaran. Itu kisah tersendiri bersama istri saya tercinta salah seorang muda-mudi Katolik di Tomang Utara juga. Demikian waktu saya menikah seperti halnya reuni besar dari Paroki Kristoforus.
Saat sekarang rumah kos mudah didapatkan, tapi kisah persahabatan dan kekeluargaan sulit didapatkan. Buat adik-adik yang sekarang sedang indekost, saya sarankan supaya bisa dekat dengan ketua lingkungan, sebagai pengganti orang tua kita. Sebaliknya para ketua Lingkungan, carilah anak-anak kos, karena mereka kelak akan menjadi tokoh-tokoh gereja dan menjadi kekuatan gereja kita sebagai tugas pelayanan.
Semoga kita semua yang pernah mengalami tinggal di rumah kos, bisa berbagi kasih saat kita sudah menjadi keluaga dan hidup dalam masyarakat. Semoga Tuhan memberkati semua anak kos, sehingga bisa mandiri, bersama dan penuh dedikasi untuk masa depan kita, bangsa dan negara juga gereja. Salam dan doa.

Analisa

Apapun yang kita kerjakan sebaiknya diawali dengan sebuah analisa untuk mengambil keputusan.

swot_imgBuat teman-teman yang bekerja di kantor atau pernah sekolah Manajemen, analisa sudah bukan hal baru yang kita kenal paling familiar adalah SWOT : Stregth (Kekuatan), Weakness (Kelemahan) Opportunity (Kesempatan) dan Threat (Ancaman)
Dengan kita mengenal analisa tersebut, kita akan lebih mudah untuk mengambil langkah-langkah ke depannya, memang dianjurkan agar sebelum kita mengambil keputusan strategis ada baiknya kita mebuat suatu analisa. Masih banyak analisa lain yang kita kenal seperti decision tree, CPM, Matrix, dan sampai ada istilah mengambil keputusan dengan tebak kancing atau mendengar suara tokek.
Analisa menjadi bagian dari sebuah kehidupan, sampai mau ke Gereja atau Mesjid kita hitung untung rugi. Sebagai contoh :
kalau mau ke gereja cari yang dekat busway atau yang dekat-dekat saja atau yang banyak temannya atau yang membuat saya senang.

Ada kisah dari Nabi Muhamad SAW sebagai berikut :
Ada sahabat nabi, seorang cacat, kakinya pincang dan matanya rabun, tetapi tinggalnya jauh dari mesjid. Kemudian beliau minta ijin kepada nabi agar pindah lebih dekat mesjid, tapi nabi tidak mengijinkan, terus dia agak sedikit ngedumel, karena menurut analisa dia kalau deket mesjid akan praktis, mudah dan gampang, lalu dia mengadu kepada nabi tentang hal ini, tetapi nabi tetap menolak, dan bapak ini sangat penasaran bertanya lagi apa sebabnya dia tidak boleh tinggal dekat mesjid.
Lalu sabda nabi kepadanya:

Pertama, hatimu tidak memikirkan perihal surgawi, tapi mau cari gampang saja.
Kedua, rumahmu jauh dari mesjid dan engkau jalan kaki maka setiap langkah kaki kirimu itu akan menghapus dosamu, dan setiap langkah kaki kananmu akan memberi berkat.

Sungguh indah kisah ini. Memang kita selalu menghitung untung rugi dalam dunia ini, tapi lupa bahwa analisa sorgawi juga penting.

Saya punya kisah menarik di tahun 90-an. Saat anak kami yang kecil Pandu baru berusia setahun, tradisi keluarga adalah naik mobil Jakarta-Surabaya. Ketika melintas Kendal Semarang, dalam suasana hujan rintik-rintik sebuah mobil box di depan kami selip dan masuk lembah lebih kurang 10 meter jatuh ke dalam sawah dan gelap gulita. Suasana sepi sekali hanya kami dan mobil yang naas ini dan hanya kami yang menyaksikan kejadian ini.
Lalu, aku analisa untung rugi menolong orang di depanku, yang pasti aku banyak ruginya akhirnya aku dan istri putuskaan kita jalan terus saja, tetapi akhirnya kami tidak sampai hati, walaupun sangat berat kami putar kembali. Apa lagi kami bawa bayi. Aku turun ke lembah sawah. Kedalaman lumpur di atas dengkul hanya dengan cahaya lampu mobil untuk menolong orang kecelakaan yang sama sekali tidak kami kenal.
Tuhan banyak menceritakan lain dalam kehidupan kita, tetapi manusia selalu membuat analisa untung ruginya untuk kepentingan diri sendiri,
Ada kisah saya dengan bapak Prof. Dr. Djisman Simandjuntak. Beliau katakan sekolah saya mengajarkan bagaimana cari uang, tetapi pak Adharta Mengajarkan saya untuk membagi uang pada orang lain, kata beliau saat pembentukan Lions Club Prasetiya Mulya 5 tahun lalu
Memang analisa kehidupan kita diperlukan bagi suatu keputusan, namun keputusan itu ada di tangan kita dan kebijaksanaan kitalah yang diperlukan. Apapun keputusan kita tidak perlu disesali, tetapi jadikanlah berkat untuk hari depan kita. Tuhan memberkati kita semua

Maaf

Sejak kecil orang tua saya selalu suruh saya minta maaf kepada siapa saja, walaupun kadang saya merasa tidak bersalah.

maafMembaca Kompas pagi ini, ada tulisan the Power of Sorry, ada tulisan sahabat saya yang ditulis Dr. Tyler Okimoto dari Brisbane, Queensland Australia (beliau baca juga email ini – Hallo Moto San). Beliau bertemu saya dua kali, sekali di Jakarta dan sekali di Singapura. Saya diperkenalkan oleh Branch Manager di Singapura ketika ada sebuah seminar tentang kepribadian di Singapura.
Mengapa orang sering enggan meminta maaf? Menurutnya alasan utama adalah orang enggan minta maaf karena dia merasa dirinya memiliki power yang lebih besar dari orang lain. Beberapa psikolog sepakat dengan pendapat ini. Karena orang menjaga Self Esteemnya melalui keengganan meminta maaf.
Papa dan Mama saya mendidik kami anak2 dengan keras, sapu lidi sudah menjadi bagian keseharian karena kami semua anak laki-laki rata rata nakal semua, dan ungkapan maaf agak sedikit dipaksakan agar kami mengucapkannya.
Menurut saya memang pendidikan dalam keluarga, suasana kantor dan kehidupan sehari-hari tidak ada hubungan langsung dengan kebiasaan minta maaf atau sorry. Padahal kata ini begitu mudah diucapkan.
Kebiasaan saya di kantor kalau pagi datang selalu dengan ucapaan atau sapaan Good Morning, kalau siang Good Afternoon rata-rata semua staf, direksi, dan karyawan membalas dengan ucapan yang sama, tapi kalau saya datang terlambat dan saya ucapkan : “Maaf saya terlambat”, maka mereka semua terlihat suasana aneh. Pasalnya di kantor kami saya terlambat tidak ada sanksi, tetapi karyawan terlambat ada sanksi. Sesungguhnya terbalik sekali pandangan ini karena kalau saya terlambat sanksi moral terhadap saya lebih besar, rasa malu dan perasaan bersalah jauh lebih berat dari sanksi peringatan saja.
Pemahaman ini merupakan langkah bagi saya untuk mau meminta maaf jika terlambat hadir. Kalau ada kata-kata yang menyinggung perasaan sahabat maka saya minta maaf. Menurut saya ini memang bagian dari usaha-usaha memperbaiki terus hubungan antara kita dan sesama, sahabat, kolega sampai kepada urusan rumah tangga, bahkan menjadi suatu intensi tanpa perlu mencari siapa salah siapa benar untuk memulai kata meminta maaf.
Pada akhirnya kita akan merasakan bahwa hubungan baik itu merupakan kunci seseorang untuk maju menjadi orang besar. Saya masih ingat bapak Gubernur Jokowi meminta maaf terbuka kepada masyarakat Jakarta karena kesalahan dan kelalaian aparat di bawahnya, sungguh suatu pertunjukan iman yang sangat indah.
Kata maaf akan menjadi alat reparasi hubungan baik antar sesama, keluarga, kakak adik, suami istri dan teman apalagi diikuti dengan langkah langkah serius memperbaiki hubungan. Namun jika kata maaf ini diucapkan dengan kerendahan hati alangkah sulitnya. Ini karena kita ditutupi oleh keangkuhan, kesombongan dan ego yang tinggi.
Beberapa sahabat saya memberikan pertanyaan pada saat saya mengungkapkan maaf karena tidak bisa menghadiri suatu acara makan malam, tetapi karena satu dan lain hal, saya hadir juga dan mereka sungguh heran kenapa harus minta maaf kalau toh akhirnya hadir. Saya sampaikan bahwa berita saya diawal sudah membuat rasa kecewa kepada teman-teman itu sudah lebih dari cukup alasan saya minta maaf. Apalagi dalam hati yang dalam saya menyesal mengatakan di awal saya tidak bisa hadir, karena hal itu mempengaruhi beberapa orang teman tidak hadir karena saya tidak hadir. Saat sekarang saya hadir, maka teman-teman yang terpengaruh oleh saya tidak bisa ikut hadir. Inilah penyesalan saya sehingga saya harus minta maaf kepada kawan-kawan. Seorang sahabat wanita yang hadir saat itu meneteskan air mata mendengar penjelasan saya.
Saya mengajak semua sahabat, mari kita belajar mengeluarkan kata “maaf” selalu pada saat kita bertemu sahabat dan jika ada hal-hal yang mengganjal kita dan membuat hubungan agak renggang atau membatasi hubungan kita bahkan ada kecenderungan memutuskan hubungan baik kita. Kalau tidak mampu dengan kata-kata verbal, bisa melalui SMS atau BBM bahkan surat atau Surel (email), sehingga jalinan persahabatan tetap kita jalin, karena kita manusia biasa tidak terlepas dari segala kesalahan dan kekilafan.
Maaf kalau tulisan saya mengganggu sahabat, teman, keluarga dan juga istri tercinta saya yang sering menjadi inspirator tulisan saya. Tuhan memberkati melindungi dan menghibur semua handai taulan dengan cinta Kasih-Nya. Salam dan doa.
Doa buat Romo Budi Santoso MSC supaya lekas sembuh dan bergabung kembali dengan kita semua.